IDENTIFIKASI ALAT
LABORATORIUM EKOLOGI
Laporan
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Ekologi Umum yang diampu
oleh Bapak Drs. H. Yusuf Hilmi Adisendjaja, M.Sc, Drs. Amprasto, M.Si,
Ibu Tina Safaria. M,Si, dan Ibu Rini Solihat, M.Si
Oleh :
Kelompok 5
Agi Azkiya
Audya Nurfadillah Hadayanti
Fitri Agustiani Aziz
Novela Trilestari
Rizky Ayu Kania
Ziar Lazuardi Fitriyana
1300416
1301282
1300247
1300294
1301315
1301406
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2016
BAB I
PENDAHULUAN
A. Judul Praktikum :
Identifikasi Alat di Laboratorium Ekologi FPMIPA UPI
B. Pelaksanaam Praktikum :
Hari / Tanggal : Jumat, 5 Februari 2016
Waktu : 08.00 s,d Selesai
Tempat : Laboratorium Ekologi FPMIPA UPI
C. Tujuan Praktikum
1. Mengetahui nama-nama alat yang akan digunakan dalam perkuliahan
Ekologi Umum
2. Mengetahui prinsip kerja dari setiap alat yang digunakan dalam
perkuliahan Ekologi Umum
3. Dapat menggunakan alat-alat praktikum Ekologi Umum Secara baik dan
benar ketika berada di Laboratorium maupun di lapangan
D. Alat Dan Bahan
1. Alat
No. Nama Alat Jumlah
1 Jangka Sorong 1
2 Meteran 1
3 Neraca 1
4 Wormmery 1
5 Binocular 1
6 Kompas Bidik 1
7 Kompas Brunton 1
8 Lup 1
9 Sekop 1
10 Handy Tally Counter 1
11 Compartement 1
12 Carabiner 1
13 Harness 1
14 Webbing 1
15 Ascender 1
16 Tali Pelontar 1
17 Figure of Eight 1
18 Kernmantel 1
19 Dry Bags 1
20 Lux Meter 1
21 Cool Box 1
22 Clinometer 1
23 Anemometer 1
24 Hand Refraktometer 1
25 Sechi Disk 1
26 Altimeter 1
27 Sound Level Marker 1
28 Flow Meter 1
29 Baki Bentos 1
30 Soil Corer 1
31 Soil Warm Extractor 1
32 Soil Tester 1
33 Plankton Net 1
34 Eckman Dredge 1
35 Kuadrat 1
36 Centrifuge 1
37 Turbidy Meter 1
38 Sieve 1
39 Surber Net 1
40 pH Meter 1
41 Thermometer 1
42 Hygrometer 1
43 Slink Higrometer 1
44 Conductivity Meter 1
45 Insect Net 1
46 Point Intercept 1
47 Botol Sampler 1
48 Water Sample 1
49 Konduktimeter Celup 1
50 Elektrotermal 1
51 Soil Thermometer 1
E. . Langkah Kerja
Bagan 1. Diagram Alir Pengamatan Peralatan di Laboratorium Ekologi
Laboratorium
Ekologi
dikunjungi
peralatan yang akan
diidentifikasi
disiapkan kemudian
diamati dan
diidentifikasi
spesifikasi alat
tersebut
Setelah diamati,
alat tersebut
dikelompokkan
sesuai dengan
kriteria yang
ingin dipilih
Hasil
pengelompokkan
dicatat dan di
dokumentasikan
Data
dikumpulkan
dari kelompok
lain
Laporan
praktikum dibuat
sesuai hasil
pengamatan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Dasar Teori
Ekologi merupakan ilmu tentang interaksi faktor biotik dan abiotik.
Interaksi faktor biotik pada suatu lingkungan merupakan konsep dari
ekosistem. Faktor biotik yang dimaksud merupakan mahluk hidup, sedangkan
faktor abiotik merupakan kondisi lingkungan baik tempat, maupun kondisi/
cuaca lingkungan. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi suatu
ekosistem khususnya mahluk hidup itu sendiri, yaitu klimatik, edafik, dan
fisiografik. (Fathir, 2011)
Faktor klimatik merupakan faktor iklim yang meliputi suhu, sinar
matahari, kelembapan, angin, dan curah hujan. Faktor edafik atau tanah
merupakan media utama khususnya bagi pertumbuhan jenis vegetasi.
Kebutuhan-kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan vegetasi,
seperti mineral (unsur hara), kebutuhan bahan organik (humus), air, dan udara
keberadaannya disediakan oleh tanah, sedangkan faktor fisiografi
memengaruhi kehidupan makhluk hidup meliputi ketinggian tempat dan
bentuk lahan. Ketinggian tempat sangat berpengaruh terhadap perubahan
suhu udara. (Fathir, 2011)
Untuk mengetahui pengaruh dari ketiga faktor tersebut maka penggunaan
alat sangatlah penting berkenaan dengan tingkat akurasi pengukuran ketiga
faktor. Dilihat dari penggunaannya alat yang biasa digunakan ada yang
bersifat manual, ada pula yang bersifat digital. Alat yang bersifat manual
biasanya memiliki teknik penggunaan yang cukup bertahan bila dibandingkan
dengan alat yang bersifat digital. Walaupun begitu, alat yang bersifat digital
juga memiliki beberapa kelemahan seperti sensitivitas tinggi sehingga
pengguanaannya harus dilakukan secara hati-hati dan secara ekonomis lebih
mahal dari alat yang bersifat manual. (Anonim, 2013)
Beberapa alat memiliki fungsi khas pada ekosistem tertentu. Misalnya DO
meter dan turbidimeter merupakan alat yang khas digunakan pada ekosistem
perairan. Hal tersebut dikarena fungsi kedua alat tersebut untuk mengukur
oksigen terlarut dan tingkat kekeruhan air di suatu perairan. Alat lainnya ada
yang digunakan secara umum, bahkan tidak hanya digunakan pada kegiatan
yang berhubungan dengan ekologi saja. Salah satu contohnya adalah handy
tally counter yang berfungsi sebagai alat penghitung atau sekop yang
berfungsi untuk menggali tanah pada ekosistem darat. (Anonim, 2013)
Pengetahuan mengenai fungsi, spesifikasi, cara kerja, serta prinsip kerja
alat merupakan hal yang wajib diketahui mengingat peran alat yang sangat
fundamental dalam kegiatan praktikum ekologi. Selain itu, pengetahuan wajib
dimiliki oleh masing-masing ekolog agar alat tidak mudah cepat rusak
mengingat peralatan ekologi memiliki harga yang kebanyakan tidak murah.
(Anonim, 2013)
BAB III
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
1. Faktor Klimatik
a. Slink Higrometer/Sling Psychrometer
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat Faktor Klimatik
Fungsi Untuk mengukur kelembapan udara
Prinsip
Kerja
Perbedaan suhu bola kering dan bola basah menunjukkan
kelembaban udara itu. Makin besar perbedaan suhu yang ada,
maka makin rendah kelembaban nisbi yang ada di udara
sekeliling pada saat itu.
Cara Kerja 1. Sling Psychrometer disiapkan dengan mengecek kebasahan
kapas pembungkus termometer
2. Sling Psychrometer diayunkan sebanyak kurang lebih 20
ayunan
3. Kelembabannya dibaca
4. Suhu bola basah dan bola kering di baca
Perawatan 1. Pemeriksaan harus dilakukan secara periodik minimal satu
bulan sekali
2. Bulb thermometer harus selalu bersih dari debu, kotoran,
lumut atau kapur. perawatannya dengan mengelap
menggunakan lap bersih/tissue.
kain muslin dipasang 2 cm diatas wet bulb thermometer
(diameter bulb adalah 1 cm)
3. Kain muslin yang harus diganti bila telah kotor, lapuk,
berlumut/berkapur
b. Evaporimeter
Gambar Alat Gambar Observasi
Fungsi Untuk mengukur tingkat penguapan suatu lingkungan.
Prinsip Kerja
Penguapan akan diketahui dari penyusutan jumlah air di
tabung pada pengamatan berikutnya.
Cara Pemakaian
Tabung diisi airkemudian ditutup dengan kertas saring
Alat digantungkan
Proses penguapan terjadi pada permukaan kertas saring dan
berlangsung terus menerus sampai persediaan air habis.
Cara perawatan
Setelah di gunakan, segera dibersihkan dan simpan dengan
benar.
Fungsi Untuk mengukur tingkat penguapan suatu lingkungan.
c. Binokuler
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor Klimatik
Fungsi Sebagai alat bantu pengamatan untuk melihat objek yang
keberadaannya jauh dari pengamat.
Prinsip Kerja Sinar masuk melalui lensa objektif akan dipantulkan pada
sebuah prisma, sinar akan mengenai sisi prisma lainnya dan
menuju ke lensa okuler.
Cara Pemakaian Letakan lensa okuler di dekat mata, atur perbesaran dan
fokus pada putaran roda yang tersedia.
Perawatan Hindari tumbukan keras pada lensa, hindarari lensa dari
terkena air kotor, atau air laut secara langsung, bersihkan
lensa menggunakan tissue lensa, simpan di tempat yang
tidak lembab.
d. Luxmeter
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Fungsi Untuk mengetahui intensitas cahaya di tempat tertentu
Prinsip Kerja
Mengubah energi dari foton menjadi elektron. Idealnya satu
foton dapat membangkitkan satu elektron. Cahaya akan
menyinari sel foto yang kemudian akan ditangkap oleh sensor
sebagai energi yang diteruskan oleh sel foto menjadi arus listrik.
Makin banyak cahaya yang diserap oleh sel, arus yang
dihasilkan pun semakin besar
Cara
Pemakaian
Pada tombol range ada yang dinamakan kisaran
pengukuran. Terdapat 3 kisaran pengukauran yaitu 2000, 20.000,
50.000 (lux). Hal tersebut menunjukan kisaran angka (batasan
pengukuran) yang digunakan pada pengukuran. Memilih 2000
lux, hanya dapat dilakukan pengukuran pada kisaran cahaya
kurang dari 2000 lux. Memilih 20.000 lux, berarti pengukuran
hanya dapat dilakukan pada kisaran 2000 sampai 19990 (lux).
Memilih 50.000 lux, berarti pengukuran dapat dilakukan pada
kisaran 20.000 sampai dengan 50.000 lux. Jika Ingin mengukur
tingkat kekuatan cahaya alami lebih baik menggunakan pilihan
2000 lux agar hasil pengukuran yang terbaca lebih akurat.
Spesifikasi ini, tergantung kecangihan alat.
Apabila dalam pengukuran menggunakan range 0-1999 maka
dalam pembacaan pada layar panel di kalikan 1 lux. Bila
menggunakan range 2000-19990 dalam membaca hasil pada
layar panel dikalikan 10 lux. Bila menggunakan range 20.000
sampai 50.000 dalam membaca hasil dikalikan 100 lux.
Cara
perawatan
Alat penutup sensor cahaya tdak boleh sampai hilang karena
akan merusak alat sensor apabila tidak ditutup.
e. Soil thermometer
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi klimatik
Fungsi Untuk mengukur suhu tanah
Prinsip Kerja Pemuaian
Cara Pemakaian Soil thermometer diletakkan dalam kedalaman masing-
masing (sesuai jenisnya)-dibiarkan hingga skala pada
thermometer konstan-hasil dicatat.
Perawatan • Setelah pemakaian permukaan kaca thermometer
dibersihkan dari tanah ataupun kotoran yang menempel
menggunakan kain.
• Thermometer disimpan pada wadah penyimpanan.
Disimpan pada lemari tertutup.
• Dilakukan pengecekan secara berkala.
f. Max min Thermometer
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor Klimatik
Spesifikasi
Fungsi Untuk mengetahui suhu tertinggi dan terendah di tempat dan
waktu tertentu.
Prinsip Kerja Pemuaian zat cair karena perubahan kalor pada lingkungan
sekitar. Termometer max berisi air raksa yang mudah
memuai dan termometer min berisi alkohol yang memiliki
titik beku -1440
C
Cara Pemakaian 1. Kalibrasi alat dengan menekan tombol reset
2. Termometer diletakan pada tempat yang ingin diukur
suhu selama kurang lebih 24 jam
3. Indeks tertinggi pada termometer max merupakan suhu
tertinggi dan indeks tertinggi pada termometer min
merupakan suhu terendah pada hari tersebut
g. Anemometer
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor Klimatik
Spesifikasi -
Fungsi Untuk mengukur arah dan kecepatan angin
Prinsip Kerja Gerakan atau perpindahan masa udara pada arah horizontal
yang disebabkan oleh perbedaan tekanan udara dari satu
tempat dengan tempat lainnya. (Joytalita, 2010).
Cara Pemakaian 1. Tekan tombol ON/OFF
2. Akan tampil semua item pengukuran pada layar
3. Pilih mode pengukuran yang diinginkan
4. Tekan tombol HOLD untuk melihat hasil pengukuran
5. Catat hasil pengukuran
h. Sound Level Meter
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat Faktor Klimatik
Spesifikasi Sound Level Meter ini terdiri atas mikropon dan sebuah
sirkuit elektronik termasuk attenuator, 3 jaringan perespon
frekuensi, skala indikator dan amplifier. Tiga jaringan
tersebut distandarisasi sesuai standar Sound Level Meter.
Fungsi Suatu alat yang digunakan untuk pengukuran suatu
intensitas suara. Digunakan untuk mengukur tingkat suara
dalam desibel(dB).
Prinsip Kerja Alat yang dapat mendeteksi suara dalam satuan desibel
(dB).
Cara Pemakaian 1. Nyalakan sound level meter, sebeum digunakan Sound
level meter harus dikalibrasi terlebih dahulu dengan
menekan tombol reset sampai angka pada layar 00.
2. Setelah dikalibrasi arahkan mikrofon pada objek suara
yang akan di teliti.
3. Tunggu selama 5 menit dan lihat pada layar
menunjukan angka tingkat suara dalam satuan dB.
4. Setelah terdeteksi tingkat suara objek, catat hasil dan
matikan sound level meter dan lepas baterai.
i. Hygrometer elektric
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Klimatik
Spesifikasi  With max-min-function.
 Large display.
 Measuring range -temperature: 10 .+60°C.
 Humidity 10...99%.
 For hanging or standing.
 Battery 1,5 V AA enclosed.
 Dimension : 110 x 95 x 20 mm.
 Weight : 171 g.
Fungsi Digunakan untuk mengukur kelembaban udara relative (RH)
Prinsip Kerja Perhitungan didasarkan pada prinsip-prinsip fisika, suhu,
tekanan dan massa, terutama
kalibrasi dengan standar acuan, sehingga perhitungan ini
menjadi pengukuran kelembaban.
Cara Pemakaian Dengan meletakkan di tempat yang akan diukur
kelembabannya, kemudian tunggu dan bacalah skalanya.
Skala kelembaban biasanya ditandai dengan % dan kalau
suhu dengan derajat Celcius
j. Altimeter
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat Faktor Klimatik
Spesifikasi  Measuring air pressure
 Sensors
 Electronic Compass displays accurate heading while
standing still
 Baromatic altimeter with automatic pressure
Fungsi Mengukur ketinggian benda atau tempat di atas tingkat yang
tetap
Prinsip Kerja Prinsip kerja altimeter menggunakan prinsip kerja tekanan
udara (barometrik), yaitu setiap ketinggian memiliki lapisan
udara dan tekanan yang berbeda-beda.
Cara Pemakaian Altimeter bekerja berdasarkan tekanan udara. Untuk
mengukur ketinggian, altimeter hanya tinggal diletakkan di
tempat yang akan diukur ketinggiannya. Dalam
penggunaannya di dalam perjalanan sebaiknya tidak di
masukan kedalam tas/ransel, karena hal ini dapat
mempengaruhi prinsip kerja altimeter. Altimeter, selain
sebagai penunjuk ketinggian altimeter juga dapat
memperkirakan cuaca yang digunakan pada malam hari.
k. Dry-Wet Higrometer
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Klimatik
Spesifikasi  - Skala atau termometer basah
-Skala atau termometer kering
- - Skala suhu °C
-Tempat menyimpan air
Fungsi Mengukur suhu di suatu te mpat.
Prinsip Kerja Prinsip kerja dari alat ini ialah air yang terdapat pada tempat air tersebut
merupakan sebagai kontrol dari alat tersebut, ketika dry wet di simpan
pada suatu tempat maka, air tersebut akan menguap sehingga
termometer basah akan bekerja, serta ketika hembusan angin atau
kecepatan datang maka termometer kering pun akan bekerja. Maka
kecepatan angin dan suhu berbanding terbalik, sedangkan kecepatan
penguapan dan kecepatan angin berbanding lurus. Alat ini digunakan
sebagai alat ukur klimatik.
Cara kerja  - Isi tempat air dengan menggunakan aquades
 - Diamkansebentar di suatu tempat dan lihat skala termometer basah
dan kering hitung skala yang ada dengan cara, nilai skala basah – nilai
skala kering ketika sudah menemukan nilai masukan dan cocokan
dengan skala suhu yang ada.
 - Jika sudah dicocokan maka nilai tersebut merupakan hasil dari
pengukuran dengan menggunakan hygrometer termometer
l. Handy Talkie
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Klimatik
Spesifikasi  Merupakan alat komunikasi 2 arah tanpa kabel. Pada awalnya jarak
yang dapat ditempuh oleh alat ini hanya sejauh 2 mil, belakangan ini
handie talkie dapat mencakup hingga jarak 12 mil.
Fungsi Alat komunikasi dua arah
Prinsip Kerja Handy talkie merupakan transceiver, yang dikarenakan memiliki two
way radios tersebut, alat ini memiliki radio transmitter dan sinyal
penerima komunikasi radio. Panjang frekuensi tergantung dari type HT
tersebut Frequency dari 146-174MHz 403-438MHz, 438-470MHz,
465-495MH
Cara kerja  - Tekan on/off untuk menyalakan atau mematikan HT.
 - Atur channel agar sama dengan channel ht yang lain.
 - Pada sebagian handy talky penggunaan mendengarkan bunyi„beep‟
setelah menahan tombol tersebut yang menyatakan bahwa pengguna
sudah dapat untuk berbicara

m. Clinometer
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Klimatik
Spesifikasi Satuan : derajat () . Terdapat kompas
Fungsi Untuk menentukan besar sudut elevasi dalam mengukur tinggi obyek
secara tidak langsung
Prinsip Kerja Klinometer adalah alat sederhana untuk mengukur sudut elevasi antar
garis datar dan sebuah garis yang menghubungkan sebuah titik pada
garis datar tersebut dengan titik puncak (ujung) sebuah obyek.
Aplikasinya digunakan untuk mengukur tinggi (panjang) suatu obyek
dengan memanfaatkan sudut elevasi
Cara kerja 1. Tentukan obyek yang akan diukur, misalnya mengukur tinggi pohon
2. Bidik ujung pohon kemudian ditembak.
3. Lihat hasilnya pada clinometer, misalnya 450
4. Perhitungan tinggi pohon :
H = D tan θ + HI
Keterangan:
H = tinggi pohon
D = jarak pengamat ke pohon
HI = jarak mata pengamat ke dasar pohon
n. Gauge Rain
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat Faktor Klimatik
Fungsi Mengukur curah hujan di suatu tempat
Prinsip Kerja Gauge Rain merupakan instrumen meteorologi untuk determing
kedalaman curah hujan (biasanya dalam mm) yang terjadi di wilayah
unit (biasanya satu meter persegi). Satu milimeter curah hujan diukur
adalah setara dengan satu liter curah hujan per meter persegi. Hasil
pencatatan curah hujan pada umumnya dihubungkan dengan hasil
pencatatan pergerakan tanah pada extensometer. Hasil pencatatan alat
pengukur curah hujan dapat digunakan sebagai pembanding dengan
hasil pencatatan pergerakan tanah pada extensometer yang dapat
dinyatakan bahwa semakin besar intensitas curah hujan, maka tanah
cenderung mudah bergerak.
Cara kerja Setiap terjadi hujan air akan masuk corong kemudian disalurkan
ke pelampung sehingga membuat pena naik dan membuat grafik pada
pias. Ketinggian grafik menunjukkan jumlah curah hujan yang turun.
Jika curah hujan mencapai 10 mm/ lebih maka pena menunjukkan
angka 10 mm sebagai angka maksimal, kemudian air akan tumpah dari
pelampung melalui pipa hevel dan pena akan turun lagi ke angka 0(nol).
Jika masih ada hujan lagi maka pena akan mencatat lagi,demikian
berlangsung terus-menerus. Dari alat ini dapat diketahui durasi hujan,
intensitas hujan dalam jangka waktu tertentu dan kapan terjadinya
hujan.
o. Kompas
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: http://www.wikipedia.com, 2014)
Klasifikasi Alat faktor klimatik
Fungsi Kompas berfungsi sebagai alat bantu untuk menebtukan arah mata
angin dan pemetaan.
Prinsip Kerja Prinsip kerja dari kompas itu sendiri umumnya pada kompas bekerja
berdasarkan medan magnet, kutub utara magnet selalu menunjuk arah
0ͦ, skala yang digunakan adalah 360 ͦ, yaitu besar sudut atau lingkaran.
Cara Pemakaian Letakan kompas pada bidang rata-horizontal agar jarum magnet
penunjuk dapat berputar secara bebas untuk mengarah ke utara-selatan
megnet bumi.
p. pH meter
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat Faktor Klimatik
Fungsi Mengukur pH (keasaman atau gaya basa) yang cair (khusus probes
meskipun kadang-kadang digunakan untuk mengukur pH of semi-solid
zat).
Prinsip Kerja Potensial elektro kimia yang terjadi antara larutan yang terdapat di
dalam elektroda gelas yang telah diketahui dengan larutan yang
terdapat di luar elektroda gelas yang tidak diketahui. Hal ini
dikarenakan lapisan tipis dari gelembung kaca akan berinteraksi dengan
ion hidrogen yang ukurannya relatif kecil dan aktif. Elektroda gelas
tersebut akan mengukur potensial elektrokimia dari ion hidrogen atau
diistilahkan dengan Potential of Hidrogen.
Cara 1. pH meter dikalibrasi terlebih dahulu sebelum digunakan.
Pemakaian 2. Disediakan larutan yang akan dicari derajat keasamannya.
3. Sebelum diukur, dipastikan suhu larutan itu sama dengan suhu
larutan yang dikalibrasi sebelumnya. Misalnya jika kalibrasi
dilakukan dengan suhu larutan 21 derajat Celcius, maka
demikian pula pengukuran memakai larutan dengan suhu yang
sama.
4. Petutup elektroda dibuka, dibersihkan dengan air DI, lalu
dikeringkan memakai tisu.
5. pH meter dihidupkan dan elektroda dimasukkan ke larutan
sampel yang diukur. Lalu, elektroda diputar agar larutan
menjadi homogen.
6. Diteruskan dengan ditekannya tombol MEAS untuk mengukur.
Sementara itu, pada display muncul tulisan HOLD yang
berkedip. Tunggu sampai tulisan berhenti berkedip.
7. Setelah itu, angka pH akan muncul di layar. Pengukuran selesai
dan pH meter dapat dimatikan.
Cara perawatan pH Meter ini tidak boleh digunakan untuk mengukur cairan sebagai
berikut :
1. Air panas dengan suhu melebihi suhu kamar karena pengukuran
menjadi tidak akurat
2. Air Es / air dingin dengan suhu dibawah suhu kamar karena
pengukuran menjadi tidak akurat
Jenis air atau cairan lainnya yang tidak masuk dalam range pengukuran
dari spesifikasi alat ini
q. Kompas Bidik
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor klimatik
Fungsi Untuk mengetahui besar sudut suatu objek medan terhadap arah utara
magnetis bumi secara akurat.
Prinsip Kerja Kompas bidik dilengkapi dengan jarum pisir yang berfungsi sebagai
titik bidik sejajar terhadap objek di lapangan. Lensa bidik pada kompas
ini juga memungkinkan kita dapat langsung membaca hasil bidikan.
Cara Pemakaian • Letakkan Kompas di atas permukaan yang datar, jarum tersebut
dan menunjukkan arah utara magnet
• Bidik sasaran melalui Visir melalui celah pada kaca pembesar.
• Apabila Visir diragukan karena kurang jelas terlihat dari kaca
pembesar, luruskan garis yang terdapat pada tutup Dial ke arah
Visir, searah dengan sasaran bidik agar mudah terlihat melalui
kaca pembesar
• Apabila sasaran bidik 30º maka bidiklah ke arah 30º. Sebelum
menuju sasaran, tetapkan terlebih dahulu Titik sasaran
sepanjang jalur 30º. Carilah sebuah benda yang menonjol /
tinggi diantara benda lain disekitarnya, sebab route ke 30º tidak
selalu datar atau kering, kadang-kadang berbencah-bencah.
Ditempat itu kita Melambung (keluar dari route) dengan tidak
kehilangan jalur menuju 30º.
Sebelum bergerak ke arah sasaran bidik, perlu ditetapkan terlebih
dahulu Sasaran Balik (Back Azimuth atau Back Reading) agar kita
dapat kembali kepangkalan apabila tersesat dalam perjalanan
Perawatan Kompas disimpan ditempat aman dan kering. Jangan sampai jatuh dan
dibiarkan basah bila terkena air. Selalu cek arah jarum pada kompas.
Pastikan layar selalu bersih dari oda agar hasil jelas terlihat.
r. Kompas Brunton
Gambar Alat Gambar Observasi
(Lestari, 2011)
Klasifikasi Alat faktor Klimatik
Fungsi Kompas geologi digunakan untuk mengukur arah (azimuth) pada suatu
titik ataupun kelurusan struktur, mengukur kemiringan lereng,maupun
mengukur jurus ataupun kedudukan perlapisan dan kemiringan lapisan
batuan.
Prinsip Kerja Setiap kompas geologi harus memiliki sebuah jarum magnit, lingkaran
pembagi dalam derajat, nivo leveling (nivo mata lembu) dan sebuah
clinometer dengan nivo tabung mengukur kemiringan.
Cara Pemakaian Periksa Inklinasi dan Deklinasinya apakah sudah disesuaikan dengan
daerah kerja.
Setelah koreksi dilakukan, maka selanjutnya kita lakukan pengukuran-
pengukuran untuk Azimuth, slope, beda tinggi, strike dan dip,
kedudukan bidang, elevasi dan struktur garis.
Perawatan Kompas disimpan ditempat aman dan kering. Jangan sampai jatuh dan
dibiarkan basah bila terkena air. Selalu cek arah jarum pada kompas.
Pastikan layar selalu bersih dari oda agar hasil jelas terlihat.
s. Elektrotermal
Gambar Alat Gambar Observasi
(Fauzi, 2011)
Klasifikasi Alat faktor klimatik
Fungsi Untuk mengukur titik leleh.
Prinsip Kerja Ketika mulai dan berakhirnya semua padatan mencair maka akan
terdengar bunyi alarm, sehingga suhunya dapat di atur.
Cara Pemakaian Pengamatan sangat mudah dilakukan. ketika mulai dan berakhirnya
semua padatan mencair maka akan terdengar bunyi alarm. sehingga
suhunya dapat di atur, pengamatan dilakukan dengan menggunakan
kaca pembesar untuk lebih meyakinkan bahwa semua padatan telah
menjadi cair
Perawatan Bersihkan kembali elektrotermal setelah pemaikan,jangan sampai ada
sisa zat yang tertinggal,dan simpan di tempat yang aman.
2. Alat Panjat
a. Harness
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat panjat
Fungsi Alat untuk pengaman pemanjatan yang dapat menahan atau mengikat
badan.
Cara Kerja 1. Pegang harness pada cincin “D” dan goyang perlahan
pastikan tali tidak terpelintir dan pengencangnya terbuka
2. Pegang cincin “D” angkat harness melewati kepala dan
memasukan tangan satu persatu melalui tali .pasangazx
harness hingga menyentuh bahu dan pastikan bahwa cincin
“D” berada dibelakang leher
3. Tarik tali diantara kaki dan lingkaran pada salah satu kaki
dan kencangkan. Pastikan bahwa pada tali pada kaki tidak tertukar.
4. Pastikan dengan tangan bahwa harness terpasang dengan benar
dan tidak ada tali yang terpelintir.
5. Biarkan orang lain yang berkompeten untuk memeriksa harness
dan memasangkan lanyard pada cincin “D” (bila dibutuhkan).
Prinsip kerja untuk mendistribusikan gaya yang diberikan
selama melakukan pemanjatan atau kegiatan
diketinggian dengan sistim mengikat pada badan,
melalui keluar panggul, paha, pinggang, dada dan
bahu.
Perawatan - melakukan pembersihan secara berkala,
- memeriksa alat sebelum dipakai untuk mengetahui adanya
kerusakan atau tidak layak pakai,
- memastikan Alat Safety yang digunakan aman untuk keselamatan
jika tidak sesuai maka perlu diganti dengan alat yang baru.
- diperhatikan keadaannya dengan pemeriksaan rutin yang
menyangkut cara penyimpanan, kebersihan serta kondisinya
b. Ascender
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat panjat
Fungsi Alat yang berfungsi untuk menjepit (clamp) tali.
Cara Kerja - Cara kerja alat ini mencengkram pada tali saat terbebani, sehingga
dapat menahan beban,
- dan bergerak saat didorong keatas tanpa terbebani.
- Kekuatannya terletak pada gerigi yang menahan cengkraman saat
kontak dengan tali.
Prinsip kerja Sebuah peralatan mekanis untuk melintasi sebuah tali saat naik atau
memanjat
Perawatan - Jangan menjatuhkan, membenturkan ascender pada
benda yang keras.
- Lakukan perawatan, cuci dengan air bersih, keringkan dan
lumasi bagian-bagian yang terdapat pegas, bersihkan dari
karat.
- Gunakan sesuai dengan kekuatan yang direkomendasikan
dari pabrik.
c. Carabiner
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat panjat
Fungsi Penghubung tali untuk memanjat.
Prinsip Kerja Carabiner digunakan untuk menghubungkan tali dengan runners (titik
pengaman), sehingga carabiner dibuat kuat untuk menahan bobot
pendaki yang terjatuh.
Cara Pemakaian Longgarkan bagian tengah carabiner untuk membuka, kemudian
masukkan penahan bobot pendaki (webbing atau harnes) pada salah
satu bagian carabiner dan bagian yang lain dari carabiner diikatkan
dengan tali atau figure of eight, setelah itu kuatkan kembali bagian
tengah carabiner dengan cara diputar untuk mengunci carabiner.
Perawatan Supaya carabiner selalu berfungsi dengan baik, selalu jaga kebersihan
carabiner, terutama dari pasir.
d. Kernmantel (tali pelontar)
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat panjat
Fungsi Tipe dinamik digunakan sebagai tali utama yang menghubungkan
pemanjat dengan pengaman pada titik tertinggi
Prinsip Kerja Merupakan alat utama untuk memanjat. Biasanya digunakan saat
rappeling (turun dari ketinggian). Tali dihubungkan dengan pengaman.
Cara Pemakaian
Cara perawatan Kelenturan tali harus dijaga agar tidak menahan beban diluar tingkat
kelenturannya sehingga membuat tali menjadi terlalu renggang dan
putus.
e. Figure of eight
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat panjat
Fungsi
Figure of eight = Alat ini berfungsi untuk menghambat jalannya tali
karmantel saat rappeling
Autostop = sebagai desender dan ini di-design untuk pengereman
automatis
Prinsip Kerja
Sistem kerja pengereman automatis akan bekerja ketika handle kita
lepaskan. Figure 8 Alat ini biasanya digunakan saat rappeling ataupun
membiley
Cara Pemakaian
Cara perawatan
Figure of eight sangat kuat untuk menahan beban berat tetapi tidak
boleh sampai jatuh ke permukaan tanah.
f. Webbing
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat panjat
Fungsi Sebagai alat panjat yang berbentuk pipih, tidak terlalu kaku, lentur.
Memiliki multi fungsi seperti alat tali tubuh, pengganti harness, anchor
dan lain-lain
Prinsip Kerja Webbing digunakan untuk menopang tubuh dan sebagai pengaman
yang diikatkan ke tubuh.
Cara Pemakaian Webbing sling akan rusak jika terkena cairan kimia yang memiliki sifat
asam
Cara perawatan Hindarkan webbing terhadap sumber panas serta berbagai benda tajam
Hindarkan dari bahan kimia yang memiliki sifat asam serta basa
3. Edafik
a. Soil Warm Extractor
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor edafik
Fungsi Memisahkan hewan yang terdapat di tanah dengan tanahnya.
Prinsip Kerja
Gerakkan fototaksis pada hewan. Hewan tanah seperti cacing menyukai
tempat gelap, sehingga akan pindah ke lapisan yang ebih dalam.
Cara Pemakaian
Beaker glass disimpan di bawah mulut corong soil warm extractor
Tanah dimasukkan ke tempat extractor
Alat dinyalakan, kemudian tunggu hasilnya.
Cara perawatan Setelah di gunakan, segera dibersihkan dan simpan dengan benar.
b. Soil Tester
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor edafik
Fungsi
Spesifiksi untuk mengukur kadar keasaman tanah dan kelembaban
tanah. Satuan yang digunakan adalah pH.. Fungsi untuk mengukur
kadar keasaman tanah dan kelembaban tanah. Satuan yang digunakan
adalah pH.
Prinsip Kerja
bagian bawah dari soil tester akan menangkap adanya H+ dan OH –
pada tanah sehingga dapat menentukan pH dari tanah tersebut (Prinsip
elektroda). Dan juga bisa menangkap kadar air yang ada pada tanah tsb
untuk menentukan kelembabannya.
Cara Pemakaian
Siapkan alat soil tester, lalu alat tersebut ditancapkan
Baca angka yang tertera pada alat tersebut (untuk kelembapan biasanya
dalam %)
Tunggu beberapa saat sambil ditekan satu kali tombolnya dan langsung
lepaskan tekanan saat sudah menancap tanah
Jika ingin mengukur pH,tombol pada alat ini tombol ditekan selama
kurang lebih 5 menit
Lihat angka yang tertera
Cara perawatan Setelah di gunakan, segera dibersihkan dan simpan dengan benar.
c. Kuadran
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor edafik
Fungsi
Untuk menyelidiki kepadatan populasi di dalam suatu komunitas di
ekosistem tertentu., untuk mengamati perkembangan suatu populasi,
dan untuk mempermudah mengambil cuplikan areal dengan luas
tertentu.
Prinsip Kerja
mempermudah dalam pengambilan cuplikan dengan membatasi setiap
komunitas yang akan kita amati
Cara Pemakaian
Quadran disimpan di area yang akan diamati
Pengamatan dilakukan di dalam kotak kuadran
Cara perawatan Setelah di gunakan, segera dibersihkan dan simpan dengan benar.
d. Sieve
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor edafik
Fungsi Untuk memisahkan partikel tanah, mengukur dan menentukan jenis
tanah.
Prinsip Kerja Penyaringan dari partikel tanah yang besar ke partikel yang lebih kecil.
Terdapat 4 wadah dengan ukuran diameter filter berurutan 4 mm; 2
mm; 1 mm; 0,5 mm; 0,25 mm; dan 0,2 mm.
Cara Pemakaian Sampel tanah dikeringkan hingga kadar airnya sedikit, kemudian
dimasukkan ke dalam sieve, di goncang-goncangkan, masing-masing
dari setiap ukuran ditimbang, dikonversi dan di bandingkan dengan
kriteria untuk menentukan jenis tanahnya.
Cara Perawatan Dicuci kemudian dikeringkan.
e. Jangka sorong
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor edafik
Fungsi Untuk mengukur diameter suatu benda, misalnya batang pohon,
ranting atau akar.
Prinsip Kerja Mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara dicapit.
Cara Pemakaian • Kendurkan baut pengunci dan geser rahang geser, pastikan
rahang geser bekerja dengan baik. Ketika rahang tertutup harus
menunjukkan angka nol.
• Bersihkan permukaan benda dan permukaan rahang agar tidak
ada benda yang menempel yang bisa sebabkan kesalahan
pengukuran.
• Tutup rahang hingga mengapit benda yang diukur.
Pastikan posisi benda sesuai dengan pengukuran yang ingin diambil.
Perawatan Kembalikan ke keadaan semula dan masukkan kembali ke dalam
wadahnya
e. Neraca
Gambar Alat Gambar Observasi
(Agung, 2012)
Klasifikasi Alat faktor edafik
Fungsi Untuk menimbang massa suatu zat
Prinsip Kerja penggunaan sumber tegangan listrik yaitu stavolt dan dilakukan
peneraan terlebih dahulu sebelum digunakan kemudian bahan
diletakkan pada neraca lalu dilihat angka yang tertera pada layar, angka
itu merupakan berat dari bahan yang ditimbang
Cara Pemakaian Pastikan dalam meletakkan timbangan analitik di meja yang rata,
colokkan kabel steker, dan nyalakan dengan menekan tombol ON
timbang wadah/tempat. Tekan Tombol zero, selanjutnya masukkan
bahan yang akan ditimbang, baca berat bahan yang tertera. Setelah
selesai, stabilkan timbangan, matikan dan cabut steker dan dibersihkan
Perawatan Kebersihan timbangan harus dicek setiap kali selesai digunakan, bagian
dan menimbang harus dibersihkan dengan menggunakan sikat, kain
halus atau kertas (tissue) dan membersihkan timbangan secara
keseluruhan timbangan harus dimatikan, kemudian piringan (pan)
timbangan dapat diangkat dan seluruh timbangan dapat dibersihkan
dengan menggunakan pembersih seperti deterjen yang lunak,
campurkan air dan etanol/alkohol.
f. Wormerry
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor edafik
Fungsi Alat untuk melihat gerak taksis cacing tanah
Prinsip Kerja alat ini digunakan dengan menggunakan tanah sebagai bahan kontro
Cara Pemakaian • Masukan 3 jenis tanah ke dalam alat dan dipisahkan menjadi
tiga bagian menggunakan sekat.
• Masukkan cacing kedalam tanah dibagian tanah kontrol, tutup
alat hingga tidak ada cahaya biarkan beberapa saat.
• Setalah beberapa menit kemudian buka kembali alat dan lihat
apakah cacing berubah tempat dari tanah kontrol
Perawatan Setelah selesai pemakaian bersihkan tanah, ekstrak feromon serta
cacing yang terdapat didalam wormery.
g. Point intercep
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor edafik
Fungsi Analisis kerapatan, frekuensi tumbuhan rendah/ kelimpahan savana.
Prinsip Kerja Point intercept yang terdiri dari banyak paku ketika ditusukkan
dalam tanah akan menusuk beberapa organisme (spt. rumput),
didapatkan hasil kelimpahan.
Cara Pemakaian Point intercept ditusukkan ke tanah- disisirkan-Organisme yang
tertancap dan tidak tertancap dihitung.
Perawatan • Setelah point intercept selesai digunakan, paku-paku
dibersihkan.
• Disimpan dalam ruang penyimpanan dengan benar.
h. Sekop
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor edafik
Fungsi Alat untuk mengambil spesimen tanah, pasir ataupun spesimen yang
terdapat ditanah.
Prinsip Kerja Alat sederhana, yang merupakan non digital dan untuk memindahkan
spesimen.
Cara Pemakaian Tangan kiri pada bagian tengah sekop dan tangan kanan pada bagian
pegangan atas. Lalu mengayunkan untuk memindahkan pasir/tanah
untuk memindahkannya.
Perawatan Jika akan dipakai jangan terkena air, dan setelah pemakaian terkena air
segera dibersihkan dengan air.
i. Soil corer
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor edafik
Fungsi Melubangi atau mengebor tanah dan dapat digunakan untuj mengambil
sampel tanah yang akan diuji.
Prinsip Kerja Kecepatan putaran soil corer, tekanan dan gaya yang diberikan.
Cara Pemakaian - Soil corer diletakkan tegak lurus dengan permukaan tanah
- Diputar hingga batang yang tertancap pada tanah terbenam
sampai ketinggian tertentu.
- Untuk mengambil sampel tanah, soil corer diangkat dan sisa
tanah yang menempel pada besi diambil untuk diuji.
Cara perawatan Setelah dipakai, soil corer dibersihkan kemudian keringkan
4. Aquatik
a. Conductivity Meter
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor aquatic
Fungsi Alat untuk mengukur konduktivitas atau kadar ion di dalam suatu
perairan
Prinsip Kerja Nilai konjumlah ion serta konsentrasi padatan (Total Dissolved Solid /
TDS) yang terlarut di duktivitas listrik sebuah zat cair menjadi referensi
atas dalamnya.
Cara Pemakaian - Alat dikalibrasi
- Celupkan bagian bawah conductivity meter tersebut, karena
pada bagian tersebut terdapat sensor
- Hasil sensor dapat dibaca pada layar digital.
Perawatan Setelah di gunakan, segera dibersihkan dan simpan dengan benar.
b. Eckman Dredge
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor aquatik
Fungsi Alat untuk untuk mengambil substrat di perairan (lumpur)
Prinsip Kerja Apabila pengait dikaitkan maka Sedimen grab akan terbuka sehingga
air dan substrat akan masuk ke dalamnya. Ketika alat pengambil sampel
sedimen tersentuh dasar, maka kaitan akan terlepas, sehingga sedimen
grab akan tertutup.
Cara Pemakaian - Alat disiapkan, Buka katup bawah eckman dredge, lalu kaitkan
kawat katup pada tuas yang ada dibagian atas.
- Pastikan kawat terbuka dan kawat yang terpasang dengan tepat.
- Masukan alat perlahan dalam air sampai di dasar perairan yang akan
diambil sampelnya.
- Keluarkan sedimen tersebut.
- Angkat alat keatas permukaan secara perlahan.
- Lepaskan messenger dan katup akan tertutup
Perawatan Setelah di gunakan, segera dibersihkan dan simpan dengan benar.
c. Turbidimeter
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor aquatik
Fungsi Alat untuk mengukur tingkat turbiditas (kekeruhan) air.
Prinsip Kerja Perhitungan banyaknya cahaya yang dipantulkan oleh partikel solid
dalam sampel. Semakin banyak partikel, semakin tinggi tingkat
turbiditasnya (kekeruhan).
Cara Pemakaian 1. Meter dinyalakan dan biarkan stabil
2. Probe dicelupkan pada larutan standar (Formazin,
StablCal™) lalu dikalibrasikan
3. Probe direndam dalam air deionisasi lalu dikeringkan
4. Probe dikalibrasi kembali dengan standar tambahan
(liquid latex, SDB, or Gelex™)
5. Nilai standar dicatat
A. Pengukuran In-Situ
1. Probe diletakkan pada media yang akan diukur lalu
pembacaan turbiditas dibiarkan hingga stabil
2. Setelah stabil, hasil pengukuran turbiditas dan
temperatur dicatat.
Perawatan Setelah digunakan, probe di keringkan dengan menggunakan tisue lalu
meter disimpan ke dalam tempatnya kembali.
f. Conductivity Meter
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor aquatik
Fungsi Menghitung jumlah ion-ion dalam suatu larutan dan mengukur kuat
arus listrik pada air.
Prinsip Kerja Alat ini befungsi dengan cara sensor akan mengukur jumlah ion dalam
suatu perairan setelah kalibrasi. Adapun kalibrasinya menggunakan
cairan pure deionize water dan setelah diteteskan dengan larutan pure
deionize, ditunggu sampai ada icon smile pada layar conductivity
meter. Kemudian setelah dikalibrasi, alat dapat digunakan dengan cara
meneteskan sample uji pada sensor dan dilihat ukuran kuat arus listrik
pada layar.
Cara Pemakaian 1. Kalibrasi dilakukan dengan cara meneteskan cairan pure
deionized water untuk kalibrasi pada sensor di
conductivitymeter.
2. Setelah diteteskan, ditunggu sampai muncul icon smile.
3. Setelah dikalibrasi, alat dapat digunakan dengan cara
meneteskan sample uji pada sensor
4. Melihat ukuran kuat arus listrik pada layar. Satuan : µs /cm
Perawatan Setelah penggunaan,alat tersebut cukup di kibaska secara perlahan.
g. Handy DO Meter
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor aquatik
Fungsi Untuk mengukur kadar oksigen terlarut dalam air atau larutan.
Prinsip Kerja Berdasarkan fenomena polarografi yang terjadi di antara dua elektrode
katode dan anode. Tegangan listrik negatif diberikan kepada elektrode
katode. Adanya tegangan negatif ini akan mengakibatkan reaksi kimia
terjadi secara cepat antara air dengan oksigen terlarut pada permukaan
katode.
Cara Pemakaian 1. DO meter dikalibrasi.
2. Prop dimasukkan ke dalam air yang akan diuji.
3. Angka yang tertera pada layar dicatat
4. Pengujian dilakukan beberapa kali.
5. Do meter dibersihkan dan dikerinkan setelah dipakai.
Perawatan Arus yang terlalu besar atau adanya benturan pada alat akan membuat
akurasi alat menjadi rusak sehingga perlu dijaga agar alat sensornya
tidak rusak . Bersihkan dan keringkan prop setelah digunakan
h. Hand Refraktometer
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: http://www.wikipedia.com, 2014)
Klasifikasi Alat faktor aquatik
Fungsi Digunakan untuk mengukur kadar/ konsentrasi bahan atau zat terlarut
berdasarkan indeks biasnya..
Prinsip Kerja Prinsip kerja dari refraktometer sesuai dengan namanya adalah
memanfaatkan refraksi cahaya.
Cara Pemakaian 1. Day light plate pada refraktometer dibuka
2. Bersihkan sampel pada bidang prisma dengan menggunakan
tissu kering dengan cara diusapkan ke sampel secara perlahan-
lahan & hati-hati
3. Refraktometr setelah dibersihkan dengan tissue lalu dibersihlkan
refraktometer menggunakan kertas lensa
4. Penutup prisma ditutup secara perlahan-lahan dan disimpan.
Perawatan 1. Day light plate pada refraktometer dibuka
2. Bersihkan sampel pada bidang prisma dengan menggunakan
tissu kering dengan cara diusapkan ke sampel secara perlahan-
lahan & hati-hati
3. Refraktometr setelah dibersihkan dengan tissue lalu dibersihlkan
refraktometer menggunakan kertas lensa
4. Penutup prisma ditutup secara perlahan-lahan dan disimpan.
h. Sechi Disk
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor aquatik
Fungsi Digunakan untuk mengukur penetrasi cahaya ke dalam air.
Prinsip Kerja Jika bagian warna putih masih terlihat maka cahaya masih dapat tembus
pada kedalaman tersebut.
Cara Pemakaian - Dipasang pada tiang atau tali, dan diturunkan perlahan-lahan ke
dalam air.
- Kedalaman di mana pola pada disk tidak lagi terlihat diambil
sebagai ukuran transparansi air.
- Jarak/kedalaman diukur melalui panjang tali.
Perawatan Setelah dipakai sechi disk dibersihkan dan dikeringkan.
i. Flow Meter
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: dokumentasi pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor aquatik
Fungsi Digunakan untuk mengetahui adanya suatu aliran matrial ( liquid, gas,
powder ) dalam suatu jalur aliran.
Prinsip Kerja Kecepatan aliran arus.
Cara Pemakaian Pilih alat yang sesuai dengan karakteristik aliran materialnya, ltekan
tombol “on”, letakan pada aliran sesuai tanda panah, tekan “hold” untuk
memperoleh angka rata-rata, tekan “off” dan bersihkan prob.
Perawatan Bersihkan sensor setelah selesai pemakaian, simpan ditempat yang
aman
j. Water Smpler
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Riani, 2013)
Klasifikasi Alat faktor aquatik
Fungsi Untuk pengambilan sampel air pada kedalaman tertentu dengaan sistem
pengambilan air vertical dengan kapasitas botol 2.2 lt, 3.2 lt atau 4.2 lt
sesuai pilihan. sangat cocok untuk analisa Plankton dan kandungan
kimia air lainnya
Prinsip Kerja Ketika sumbat dikaitkan dan water smpler terbuka, air masuk ke dalam
tabung ketika pemberat jatuh akan menutup water smpler secara
otomatis. Air tersimpan di dalam tabung.
Cara Pemakaian Water sampler dimasukkan ke dalam air sungai secara vertikal maupun
horizontal. Setelah semua water sampler berada di dalam air, tutup
water sampler dengan messenger, dan angkat ke atas
Perawatan Bersihkan setelah selesai pemakaian, simpan ditempat yang aman
k. Baki Bentos
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumen Pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor aquatik
Fungsi Alat untuk penyimpanan bentos yang diperoleh pada pengamatan
akuatik.
Prinsip Kerja Alat sederhana non digital, untuk penyimpanan bentos.
Cara Pemakaian 1. Sebelumnya bersihkan dahulu baki bentos yang akan digunakan.
2. Simpan bentos yang ditemukan.
Perawatan Setelah dipakai, baki bentos dibersihkan kemudian keringkan.
l. Surber Net
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumen Pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor aquatic
Fungsi Mencuplik benthos di perairan lotik/perairan yang memiliki arus
kuat/cukup kuat dan dasar perairannya berpasir halus atau sedikit
berlumpur.
Prinsip Kerja Sistem kerja alat ini seperti jaring dengan cara meletakkan Surber di
aliran sungai yang memiliki arus dan Surber diletakkan melawan arus.
Agar benthos yang menempel pada batu dapat tertangkap oleh
Surber dibantu dengan tangan atau kaki.
Cara Pemakaian 1. Besi persegi yang terletak di depan mulut Surber Net berfungsi
untuk menentukan wilayah/daerah yang kita cuplik.
2. Permukaan Surber Net diletakkan ke arah datangnya air mengalir,
kemudian di depan permukaan tersebut terdapat foot template yang
dapat diinjak-injak/diaduk agar organisme (benthos) yang melekat
pada dasar perairan hanyut dan terperangkap masuk ke Surber
Net bersama aliran air.
Perawatan Surber Net segera dibersihkan setelah pemakaian selesai, keringkan
dengan menjemur/mengangin-anginkan Surber Net, setelah kering
simpan ditempat yang kering/tidak lembab.
m. Plankton Net Vertikal
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumen Pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor aquatic
Fungsi Mengambil sampel populasi plankton dari perairan
Prinsip Kerja Mengumpulkan sample plankton di tabung (bucket) pada bagian ujung
dari jaring plankton net.
Cara Pemakaian Plankton net dimasukan ke dalam air. Setelah plankton sudah masuk ke
dalam tabung reaksi, kemudian plankton net diangkat.
Perawatan Setelah di gunakan, segera dibersihkan dan simpan dengan benar.
n. Compartemen
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumen Pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor aquatic
Fungsi Alat ini berfungsi untuk perlakuan Lebistes (apakah menyukai suhu
dingin, hangat, atau kontrol).
Prinsip Kerja Suhu yang berbeda pada masing-masing ujung kompartemen (panas-
dingin) menyebabkan Lebistes akan bergerak ke arah suhu
optimumnya.
Cara Pemakaian Pasangkan bagian kaki compartmen. Sebelum alat ini digunakan untuk
perlakuan, terlebih dahulu harus diaklimasi[„tr dengan menggunakan
air jernih selama 24 jam. Kemudian air dalam compartemen diberi
perlakuan suhu hangat dengan memberi api bunsen pada bagaian bawah
sebelah kanan, suhu dingin dengan memberi/menempelkan es pada
bagian sebelah kiri, dan kontrol di bagian tengah. Kemudian diamati
gerakan lebistes untuk melihat areanya.
Perawatan Bersihkan setelah selesai pemakaian, simpan ditempat yang aman
o. Botol Sampler
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumen Pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor aquatic
Fungsi Sebagai tempat air yang dijadikan sampel
Prinsip Kerja -
Cara Pemakaian Air dimasukkan kedalam botol dan ditutup rapat.
Perawatan Botol harus digunakan hati-hati agar tidak pecah. Setelah pemakaian
harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum disimpan kembali.
p. Plankton Net Horizontal
Gambar Alat Gambar Observasi
(Sumber: Dokumen Pribadi, 2016)
Klasifikasi Alat faktor aquatic
Fungsi Mengambil sampel populasi plankton dari perairan
Prinsip Kerja Mengumpulkan sampel plankton di tabung (bucket) pada bagian ujung
dari jaring plankton net.
Cara Pemakaian lankton net dimasukan ke dalam air.Setelah plankton sudah masuk ke
dalam tabung reaksi, kemudian plankton net diangkat.
Perawatan Setelah di gunakan, segera dibersihkan dan simpan dengan benar.
B. Pembahasan
Berdasarkan hasil identifikasi mengenai setiap alat dan spesifikasinya.
Semua alat yang diamati dikelompokan ke dalam empat kelompok. Hasil
pengelompokan tersebut dilakukan berdasarkan dimana alat tersebut
digunakan. Empat kelompok tersebut meliputi kelompok alat yang tergolong
alat yang dapat digunakan dalam penenentuan faktor klimatik, edafik,
kemudian alat yang dimasukan kedalam kelompok alat panjat dan kelompok
aquatik yang biasanya digunakan berhubungan dengan air, kelarutan, perairan
dsb.
Alat yang dikelompokan ke dalam alat yang digunakan dan berkaitan
dengan faktor klimatik seperti suhu, kelembaban, intensitas cahaya, keasaman
atau Ph dsb. Berdasarkan hasil pengamatan alat yang penggunaannya
berhubungan dengan faktor klimatik berjumlah dua puluh. Alat tersebut
yakni diantaranya Slink Higrometer/Sling Psychrometer, Evaporimeter,
Binokuler, Luxmeter, Soil thermometer, Max min Thermometer, Anemometer,
Sound Level Meter, Hygrometer electric, Altimeter, Dry-Wet Higrometer,
Handy Talkie, Clinometer, Gauge Rain, Kompas, pH meter, Kompas Bidik,
Kompas Brunton, Elektrotermal.
Alat yang dikelompokan ke dalam alat yang digunakan dan berkaitan
dengan faktor edafik terdapat sembilan alat yakni diantaranya Soil Warm
Extractor, Soil Tester, Kuadran, Sieve, Jangka sorong, Neraca, Wormerry,
Point intercept, Sekop, Soil corer. Kesembilan alat tersebut memiliki peran
yang berbeda mulai darialat yang berperan dalam pengukuran maupun
pengambilan sampel dsb.
Kelompok alat panjat ini berperan membantu dalam kegiatan seperti
memanjat suatu tebing, pohon, sebagai tali pengaman ataupun hal lainnya.
Alat alat tersebut diantaranya Harness, Ascender, Carabiner, Kernmantel (tali
pelontar, Figure of eight, Webbing. Alat tersebut saling berkaitan dan saling
mendukung satu sama lain.
Alat yang dikelompokan ke dalam alat yang digunakan dan berkaitan
dengan faktor aquatik terdapat lima belas alat yakni diantaranya Conductivity
Meter, Eckman Dredge, Turbidimeter, Conductivity Meter, Handy DO Meter,
Hand Refraktometer, Sechi Disk, Flow Meter, Water Smpler, Baki Bentos,
Surber Net, Plankton Net Vertikal, Compartemen, Botol Sampler, Plankton
Net Horizontal. Setiap alat tersebut dapat berperan dalam membantu aktivitas
lapangan yang berkaitan dengan aquatik. Mulai dari mengukur intensitas
cahaya, juga alat untuk mengambil sampel di kedalaman tertentu sesuai
dengan yang dibutuhkan.
Berdasarkan kesemua alat yang telah dikelompokan berdasarkan tempat
pengunaan dan kaitannya dengan lingkungan, slat tersebut meliputi alat alat
manual dan alat digital mulai dari alat yang sangat sederhana seperti baki
netos hingga alat digital yang cukup kompleks untuk digunakan karena
diperlukan rumus tertentu dalam penggunaannya. Peralatakn tersebut
berbahan dasar yang beragam misalnya plastik pada bki bentos, ada juga
bahan dasar logam.
Dalam penggunaannya tentu perlu upaya yang baik menjaga supaya
supaya alat tersebut tetap dapat digunakan dengan optimal. Hal yang penting
harus diketahui yakni prinsik kerja setiap alat dan bahan dari alat tersebut.
Untuk alat yang memiliki perangkat penting logam maka cara merawatnya
dengan menghindari terjadinya perkaratan pada logam yang menyebabkan
logam misalnya pada pada suatu lempengan alat yang berperan sebaia sensor
menjadi berkarat yaitu dengan menjaga tetap selalu kering tidak lembab atau
basah. Untuk peralatan yang berbahan dasar plastik maka bahn tersebut tidak
diperbolehkan untuk memrima panas yang berlebih.
Pemeliharaan dan penggunaan alat yang benar dan sesuai dengan prinsip
kerja alat tersebut tentunya akan mngurangi atau mencegah kerusakan terjadi
sehingga dapat tetap digunakan untuk setiap orang yang akan
menggunakannya di kemudian hari.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. SIMPULAN
Berdasarkan pemaparan hasil pengamatan dan tujuan di atas, dapat
disimpulkan beberapa ha diantaranya:
1. alat yang digunakan dalm perkuliahan bio umum diantaranya :
a. kelompok alat yang berkaitan dengan faktor klimatik
Slink Higrometer/Sling Psychrometer, Evaporimeter, Binokuler,
Luxmeter, Soil thermometer, Max min Thermometer, Anemometer,
Sound Level Meter, Hygrometer electric, Altimeter, Dry-Wet
Higrometer, Handy Talkie, Clinometer, Gauge Rain, Kompas, pH
meter, Kompas Bidik, Kompas Brunton, Elektrotermal.
b. kelompok alat yang berkaitan dengan alat panjat
Harness, Ascender, Carabiner, Kernmantel (tali pelontar, Figure
of eight, Webbing
c. kelompok alat yang berkaitan dengan edafik
Soil Warm Extractor, Soil Tester, Kuadran, Sieve, Jangka sorong,
Neraca, Wormerry, Point intercept, Sekop, Soil corer.
d. kelompok alat yang berkaitan dengan alat panjat
Conductivity Meter, Eckman Dredge, Turbidimeter, Conductivity
Meter, Handy DO Meter, Hand Refraktometer, Sechi Disk, Flow
Meter, Water Smpler, Baki Bentos, Surber Net, Plankton Net
Vertikal, Compartemen, Botol Sampler, Plankton Net Horizontal.
2. setiap alat memiliki prinsip kerja yang berbeda beda karena setiap alat
memiliki spesifikasi yang berbeda sesuai dengan objek atau hal yang
akan ditentukan, contohnya pada lux meter. Prinip kerja lux meter yakni
pemanfaatkan energi cahaya berupa foton sedangkan Ph meter
menggunakan prinsip kada keasaman dalam suatu medium
3. supaya dapat menggunakan alat dengan benr hendaknya kita harus
mengtahui dan memahami semua prinsip kerja dari setiap alat. Kita juga
harus berhati hati dalam menggunakan alat tersebut. Pemeliharaan alat
harus selalu dilakukan secara berkala.
DAFTAR PUSTAKA
Djuwanto. 2000. Petunjuk Praktikum Ekologi. Yogyakarta: UNY Press.
Anonim. (2010). Menyimpan alat lab. [Online]. Tersedia: http://kimia-
gurukimia.blogspot.com/2010/04/cara-menyimpan-alat-laboratorium.html [9
Februari 2016]
Anonim. (2010). Ekosistem Akuatik. [Online]. Tersedia:
http://www.airlimbahku.com. [9 Februari 2016]
Djuwanto. 2000. Petunjuk Praktikum Ekologi. Yogyakarta: UNY Press.
Anonim. (2010). Menyimpan alat lab. [Online]. Tersedia: http://kimia-
gurukimia.blogspot.com/2010/04/cara-menyimpan-alat-laboratorium.html [9
Februari 2016]

Laporan 1 alat ek um

  • 1.
    IDENTIFIKASI ALAT LABORATORIUM EKOLOGI Laporan Disusununtuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Ekologi Umum yang diampu oleh Bapak Drs. H. Yusuf Hilmi Adisendjaja, M.Sc, Drs. Amprasto, M.Si, Ibu Tina Safaria. M,Si, dan Ibu Rini Solihat, M.Si Oleh : Kelompok 5 Agi Azkiya Audya Nurfadillah Hadayanti Fitri Agustiani Aziz Novela Trilestari Rizky Ayu Kania Ziar Lazuardi Fitriyana 1300416 1301282 1300247 1300294 1301315 1301406 JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2016
  • 2.
    BAB I PENDAHULUAN A. JudulPraktikum : Identifikasi Alat di Laboratorium Ekologi FPMIPA UPI B. Pelaksanaam Praktikum : Hari / Tanggal : Jumat, 5 Februari 2016 Waktu : 08.00 s,d Selesai Tempat : Laboratorium Ekologi FPMIPA UPI C. Tujuan Praktikum 1. Mengetahui nama-nama alat yang akan digunakan dalam perkuliahan Ekologi Umum 2. Mengetahui prinsip kerja dari setiap alat yang digunakan dalam perkuliahan Ekologi Umum 3. Dapat menggunakan alat-alat praktikum Ekologi Umum Secara baik dan benar ketika berada di Laboratorium maupun di lapangan D. Alat Dan Bahan 1. Alat No. Nama Alat Jumlah 1 Jangka Sorong 1 2 Meteran 1 3 Neraca 1 4 Wormmery 1 5 Binocular 1 6 Kompas Bidik 1 7 Kompas Brunton 1 8 Lup 1 9 Sekop 1 10 Handy Tally Counter 1
  • 3.
    11 Compartement 1 12Carabiner 1 13 Harness 1 14 Webbing 1 15 Ascender 1 16 Tali Pelontar 1 17 Figure of Eight 1 18 Kernmantel 1 19 Dry Bags 1 20 Lux Meter 1 21 Cool Box 1 22 Clinometer 1 23 Anemometer 1 24 Hand Refraktometer 1 25 Sechi Disk 1 26 Altimeter 1 27 Sound Level Marker 1 28 Flow Meter 1 29 Baki Bentos 1 30 Soil Corer 1 31 Soil Warm Extractor 1 32 Soil Tester 1 33 Plankton Net 1 34 Eckman Dredge 1 35 Kuadrat 1 36 Centrifuge 1 37 Turbidy Meter 1 38 Sieve 1 39 Surber Net 1 40 pH Meter 1
  • 4.
    41 Thermometer 1 42Hygrometer 1 43 Slink Higrometer 1 44 Conductivity Meter 1 45 Insect Net 1 46 Point Intercept 1 47 Botol Sampler 1 48 Water Sample 1 49 Konduktimeter Celup 1 50 Elektrotermal 1 51 Soil Thermometer 1 E. . Langkah Kerja Bagan 1. Diagram Alir Pengamatan Peralatan di Laboratorium Ekologi Laboratorium Ekologi dikunjungi peralatan yang akan diidentifikasi disiapkan kemudian diamati dan diidentifikasi spesifikasi alat tersebut Setelah diamati, alat tersebut dikelompokkan sesuai dengan kriteria yang ingin dipilih Hasil pengelompokkan dicatat dan di dokumentasikan Data dikumpulkan dari kelompok lain Laporan praktikum dibuat sesuai hasil pengamatan
  • 5.
    BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.Dasar Teori Ekologi merupakan ilmu tentang interaksi faktor biotik dan abiotik. Interaksi faktor biotik pada suatu lingkungan merupakan konsep dari ekosistem. Faktor biotik yang dimaksud merupakan mahluk hidup, sedangkan faktor abiotik merupakan kondisi lingkungan baik tempat, maupun kondisi/ cuaca lingkungan. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi suatu ekosistem khususnya mahluk hidup itu sendiri, yaitu klimatik, edafik, dan fisiografik. (Fathir, 2011) Faktor klimatik merupakan faktor iklim yang meliputi suhu, sinar matahari, kelembapan, angin, dan curah hujan. Faktor edafik atau tanah merupakan media utama khususnya bagi pertumbuhan jenis vegetasi. Kebutuhan-kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan vegetasi, seperti mineral (unsur hara), kebutuhan bahan organik (humus), air, dan udara keberadaannya disediakan oleh tanah, sedangkan faktor fisiografi memengaruhi kehidupan makhluk hidup meliputi ketinggian tempat dan bentuk lahan. Ketinggian tempat sangat berpengaruh terhadap perubahan suhu udara. (Fathir, 2011) Untuk mengetahui pengaruh dari ketiga faktor tersebut maka penggunaan alat sangatlah penting berkenaan dengan tingkat akurasi pengukuran ketiga faktor. Dilihat dari penggunaannya alat yang biasa digunakan ada yang bersifat manual, ada pula yang bersifat digital. Alat yang bersifat manual biasanya memiliki teknik penggunaan yang cukup bertahan bila dibandingkan dengan alat yang bersifat digital. Walaupun begitu, alat yang bersifat digital juga memiliki beberapa kelemahan seperti sensitivitas tinggi sehingga pengguanaannya harus dilakukan secara hati-hati dan secara ekonomis lebih mahal dari alat yang bersifat manual. (Anonim, 2013) Beberapa alat memiliki fungsi khas pada ekosistem tertentu. Misalnya DO meter dan turbidimeter merupakan alat yang khas digunakan pada ekosistem perairan. Hal tersebut dikarena fungsi kedua alat tersebut untuk mengukur
  • 6.
    oksigen terlarut dantingkat kekeruhan air di suatu perairan. Alat lainnya ada yang digunakan secara umum, bahkan tidak hanya digunakan pada kegiatan yang berhubungan dengan ekologi saja. Salah satu contohnya adalah handy tally counter yang berfungsi sebagai alat penghitung atau sekop yang berfungsi untuk menggali tanah pada ekosistem darat. (Anonim, 2013) Pengetahuan mengenai fungsi, spesifikasi, cara kerja, serta prinsip kerja alat merupakan hal yang wajib diketahui mengingat peran alat yang sangat fundamental dalam kegiatan praktikum ekologi. Selain itu, pengetahuan wajib dimiliki oleh masing-masing ekolog agar alat tidak mudah cepat rusak mengingat peralatan ekologi memiliki harga yang kebanyakan tidak murah. (Anonim, 2013)
  • 7.
    BAB III HASIL PENGAMATANDAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengamatan 1. Faktor Klimatik a. Slink Higrometer/Sling Psychrometer Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat Faktor Klimatik Fungsi Untuk mengukur kelembapan udara Prinsip Kerja Perbedaan suhu bola kering dan bola basah menunjukkan kelembaban udara itu. Makin besar perbedaan suhu yang ada, maka makin rendah kelembaban nisbi yang ada di udara sekeliling pada saat itu. Cara Kerja 1. Sling Psychrometer disiapkan dengan mengecek kebasahan kapas pembungkus termometer 2. Sling Psychrometer diayunkan sebanyak kurang lebih 20 ayunan 3. Kelembabannya dibaca 4. Suhu bola basah dan bola kering di baca Perawatan 1. Pemeriksaan harus dilakukan secara periodik minimal satu
  • 8.
    bulan sekali 2. Bulbthermometer harus selalu bersih dari debu, kotoran, lumut atau kapur. perawatannya dengan mengelap menggunakan lap bersih/tissue. kain muslin dipasang 2 cm diatas wet bulb thermometer (diameter bulb adalah 1 cm) 3. Kain muslin yang harus diganti bila telah kotor, lapuk, berlumut/berkapur b. Evaporimeter Gambar Alat Gambar Observasi Fungsi Untuk mengukur tingkat penguapan suatu lingkungan. Prinsip Kerja Penguapan akan diketahui dari penyusutan jumlah air di tabung pada pengamatan berikutnya. Cara Pemakaian Tabung diisi airkemudian ditutup dengan kertas saring Alat digantungkan Proses penguapan terjadi pada permukaan kertas saring dan berlangsung terus menerus sampai persediaan air habis. Cara perawatan Setelah di gunakan, segera dibersihkan dan simpan dengan benar. Fungsi Untuk mengukur tingkat penguapan suatu lingkungan.
  • 9.
    c. Binokuler Gambar AlatGambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat faktor Klimatik Fungsi Sebagai alat bantu pengamatan untuk melihat objek yang keberadaannya jauh dari pengamat. Prinsip Kerja Sinar masuk melalui lensa objektif akan dipantulkan pada sebuah prisma, sinar akan mengenai sisi prisma lainnya dan menuju ke lensa okuler. Cara Pemakaian Letakan lensa okuler di dekat mata, atur perbesaran dan fokus pada putaran roda yang tersedia. Perawatan Hindari tumbukan keras pada lensa, hindarari lensa dari terkena air kotor, atau air laut secara langsung, bersihkan lensa menggunakan tissue lensa, simpan di tempat yang tidak lembab. d. Luxmeter Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
  • 10.
    Fungsi Untuk mengetahuiintensitas cahaya di tempat tertentu Prinsip Kerja Mengubah energi dari foton menjadi elektron. Idealnya satu foton dapat membangkitkan satu elektron. Cahaya akan menyinari sel foto yang kemudian akan ditangkap oleh sensor sebagai energi yang diteruskan oleh sel foto menjadi arus listrik. Makin banyak cahaya yang diserap oleh sel, arus yang dihasilkan pun semakin besar Cara Pemakaian Pada tombol range ada yang dinamakan kisaran pengukuran. Terdapat 3 kisaran pengukauran yaitu 2000, 20.000, 50.000 (lux). Hal tersebut menunjukan kisaran angka (batasan pengukuran) yang digunakan pada pengukuran. Memilih 2000 lux, hanya dapat dilakukan pengukuran pada kisaran cahaya kurang dari 2000 lux. Memilih 20.000 lux, berarti pengukuran hanya dapat dilakukan pada kisaran 2000 sampai 19990 (lux). Memilih 50.000 lux, berarti pengukuran dapat dilakukan pada kisaran 20.000 sampai dengan 50.000 lux. Jika Ingin mengukur tingkat kekuatan cahaya alami lebih baik menggunakan pilihan 2000 lux agar hasil pengukuran yang terbaca lebih akurat. Spesifikasi ini, tergantung kecangihan alat. Apabila dalam pengukuran menggunakan range 0-1999 maka dalam pembacaan pada layar panel di kalikan 1 lux. Bila menggunakan range 2000-19990 dalam membaca hasil pada layar panel dikalikan 10 lux. Bila menggunakan range 20.000 sampai 50.000 dalam membaca hasil dikalikan 100 lux. Cara perawatan Alat penutup sensor cahaya tdak boleh sampai hilang karena akan merusak alat sensor apabila tidak ditutup.
  • 11.
    e. Soil thermometer GambarAlat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi klimatik Fungsi Untuk mengukur suhu tanah Prinsip Kerja Pemuaian Cara Pemakaian Soil thermometer diletakkan dalam kedalaman masing- masing (sesuai jenisnya)-dibiarkan hingga skala pada thermometer konstan-hasil dicatat. Perawatan • Setelah pemakaian permukaan kaca thermometer dibersihkan dari tanah ataupun kotoran yang menempel menggunakan kain. • Thermometer disimpan pada wadah penyimpanan. Disimpan pada lemari tertutup. • Dilakukan pengecekan secara berkala.
  • 12.
    f. Max minThermometer Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat faktor Klimatik Spesifikasi Fungsi Untuk mengetahui suhu tertinggi dan terendah di tempat dan waktu tertentu. Prinsip Kerja Pemuaian zat cair karena perubahan kalor pada lingkungan sekitar. Termometer max berisi air raksa yang mudah memuai dan termometer min berisi alkohol yang memiliki titik beku -1440 C Cara Pemakaian 1. Kalibrasi alat dengan menekan tombol reset 2. Termometer diletakan pada tempat yang ingin diukur suhu selama kurang lebih 24 jam 3. Indeks tertinggi pada termometer max merupakan suhu tertinggi dan indeks tertinggi pada termometer min merupakan suhu terendah pada hari tersebut
  • 13.
    g. Anemometer Gambar AlatGambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat faktor Klimatik Spesifikasi - Fungsi Untuk mengukur arah dan kecepatan angin Prinsip Kerja Gerakan atau perpindahan masa udara pada arah horizontal yang disebabkan oleh perbedaan tekanan udara dari satu tempat dengan tempat lainnya. (Joytalita, 2010). Cara Pemakaian 1. Tekan tombol ON/OFF 2. Akan tampil semua item pengukuran pada layar 3. Pilih mode pengukuran yang diinginkan 4. Tekan tombol HOLD untuk melihat hasil pengukuran 5. Catat hasil pengukuran h. Sound Level Meter Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
  • 14.
    Klasifikasi Alat FaktorKlimatik Spesifikasi Sound Level Meter ini terdiri atas mikropon dan sebuah sirkuit elektronik termasuk attenuator, 3 jaringan perespon frekuensi, skala indikator dan amplifier. Tiga jaringan tersebut distandarisasi sesuai standar Sound Level Meter. Fungsi Suatu alat yang digunakan untuk pengukuran suatu intensitas suara. Digunakan untuk mengukur tingkat suara dalam desibel(dB). Prinsip Kerja Alat yang dapat mendeteksi suara dalam satuan desibel (dB). Cara Pemakaian 1. Nyalakan sound level meter, sebeum digunakan Sound level meter harus dikalibrasi terlebih dahulu dengan menekan tombol reset sampai angka pada layar 00. 2. Setelah dikalibrasi arahkan mikrofon pada objek suara yang akan di teliti. 3. Tunggu selama 5 menit dan lihat pada layar menunjukan angka tingkat suara dalam satuan dB. 4. Setelah terdeteksi tingkat suara objek, catat hasil dan matikan sound level meter dan lepas baterai. i. Hygrometer elektric Gambar Alat Gambar Observasi
  • 15.
    (Sumber: Dokumentasi pribadi,2016) Klasifikasi Klimatik Spesifikasi  With max-min-function.  Large display.  Measuring range -temperature: 10 .+60°C.  Humidity 10...99%.  For hanging or standing.  Battery 1,5 V AA enclosed.  Dimension : 110 x 95 x 20 mm.  Weight : 171 g. Fungsi Digunakan untuk mengukur kelembaban udara relative (RH) Prinsip Kerja Perhitungan didasarkan pada prinsip-prinsip fisika, suhu, tekanan dan massa, terutama kalibrasi dengan standar acuan, sehingga perhitungan ini menjadi pengukuran kelembaban. Cara Pemakaian Dengan meletakkan di tempat yang akan diukur kelembabannya, kemudian tunggu dan bacalah skalanya. Skala kelembaban biasanya ditandai dengan % dan kalau suhu dengan derajat Celcius j. Altimeter Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
  • 16.
    Klasifikasi Alat FaktorKlimatik Spesifikasi  Measuring air pressure  Sensors  Electronic Compass displays accurate heading while standing still  Baromatic altimeter with automatic pressure Fungsi Mengukur ketinggian benda atau tempat di atas tingkat yang tetap Prinsip Kerja Prinsip kerja altimeter menggunakan prinsip kerja tekanan udara (barometrik), yaitu setiap ketinggian memiliki lapisan udara dan tekanan yang berbeda-beda. Cara Pemakaian Altimeter bekerja berdasarkan tekanan udara. Untuk mengukur ketinggian, altimeter hanya tinggal diletakkan di tempat yang akan diukur ketinggiannya. Dalam penggunaannya di dalam perjalanan sebaiknya tidak di masukan kedalam tas/ransel, karena hal ini dapat mempengaruhi prinsip kerja altimeter. Altimeter, selain sebagai penunjuk ketinggian altimeter juga dapat memperkirakan cuaca yang digunakan pada malam hari. k. Dry-Wet Higrometer Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
  • 17.
    Klasifikasi Klimatik Spesifikasi - Skala atau termometer basah -Skala atau termometer kering - - Skala suhu °C -Tempat menyimpan air Fungsi Mengukur suhu di suatu te mpat. Prinsip Kerja Prinsip kerja dari alat ini ialah air yang terdapat pada tempat air tersebut merupakan sebagai kontrol dari alat tersebut, ketika dry wet di simpan pada suatu tempat maka, air tersebut akan menguap sehingga termometer basah akan bekerja, serta ketika hembusan angin atau kecepatan datang maka termometer kering pun akan bekerja. Maka kecepatan angin dan suhu berbanding terbalik, sedangkan kecepatan penguapan dan kecepatan angin berbanding lurus. Alat ini digunakan sebagai alat ukur klimatik. Cara kerja  - Isi tempat air dengan menggunakan aquades  - Diamkansebentar di suatu tempat dan lihat skala termometer basah dan kering hitung skala yang ada dengan cara, nilai skala basah – nilai skala kering ketika sudah menemukan nilai masukan dan cocokan dengan skala suhu yang ada.  - Jika sudah dicocokan maka nilai tersebut merupakan hasil dari pengukuran dengan menggunakan hygrometer termometer l. Handy Talkie Gambar Alat Gambar Observasi
  • 18.
    (Sumber: Dokumentasi pribadi,2016) Klasifikasi Klimatik Spesifikasi  Merupakan alat komunikasi 2 arah tanpa kabel. Pada awalnya jarak yang dapat ditempuh oleh alat ini hanya sejauh 2 mil, belakangan ini handie talkie dapat mencakup hingga jarak 12 mil. Fungsi Alat komunikasi dua arah Prinsip Kerja Handy talkie merupakan transceiver, yang dikarenakan memiliki two way radios tersebut, alat ini memiliki radio transmitter dan sinyal penerima komunikasi radio. Panjang frekuensi tergantung dari type HT tersebut Frequency dari 146-174MHz 403-438MHz, 438-470MHz, 465-495MH Cara kerja  - Tekan on/off untuk menyalakan atau mematikan HT.  - Atur channel agar sama dengan channel ht yang lain.  - Pada sebagian handy talky penggunaan mendengarkan bunyi„beep‟ setelah menahan tombol tersebut yang menyatakan bahwa pengguna sudah dapat untuk berbicara  m. Clinometer Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Klimatik Spesifikasi Satuan : derajat () . Terdapat kompas
  • 19.
    Fungsi Untuk menentukanbesar sudut elevasi dalam mengukur tinggi obyek secara tidak langsung Prinsip Kerja Klinometer adalah alat sederhana untuk mengukur sudut elevasi antar garis datar dan sebuah garis yang menghubungkan sebuah titik pada garis datar tersebut dengan titik puncak (ujung) sebuah obyek. Aplikasinya digunakan untuk mengukur tinggi (panjang) suatu obyek dengan memanfaatkan sudut elevasi Cara kerja 1. Tentukan obyek yang akan diukur, misalnya mengukur tinggi pohon 2. Bidik ujung pohon kemudian ditembak. 3. Lihat hasilnya pada clinometer, misalnya 450 4. Perhitungan tinggi pohon : H = D tan θ + HI Keterangan: H = tinggi pohon D = jarak pengamat ke pohon HI = jarak mata pengamat ke dasar pohon n. Gauge Rain Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat Faktor Klimatik Fungsi Mengukur curah hujan di suatu tempat Prinsip Kerja Gauge Rain merupakan instrumen meteorologi untuk determing
  • 20.
    kedalaman curah hujan(biasanya dalam mm) yang terjadi di wilayah unit (biasanya satu meter persegi). Satu milimeter curah hujan diukur adalah setara dengan satu liter curah hujan per meter persegi. Hasil pencatatan curah hujan pada umumnya dihubungkan dengan hasil pencatatan pergerakan tanah pada extensometer. Hasil pencatatan alat pengukur curah hujan dapat digunakan sebagai pembanding dengan hasil pencatatan pergerakan tanah pada extensometer yang dapat dinyatakan bahwa semakin besar intensitas curah hujan, maka tanah cenderung mudah bergerak. Cara kerja Setiap terjadi hujan air akan masuk corong kemudian disalurkan ke pelampung sehingga membuat pena naik dan membuat grafik pada pias. Ketinggian grafik menunjukkan jumlah curah hujan yang turun. Jika curah hujan mencapai 10 mm/ lebih maka pena menunjukkan angka 10 mm sebagai angka maksimal, kemudian air akan tumpah dari pelampung melalui pipa hevel dan pena akan turun lagi ke angka 0(nol). Jika masih ada hujan lagi maka pena akan mencatat lagi,demikian berlangsung terus-menerus. Dari alat ini dapat diketahui durasi hujan, intensitas hujan dalam jangka waktu tertentu dan kapan terjadinya hujan. o. Kompas Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: http://www.wikipedia.com, 2014) Klasifikasi Alat faktor klimatik
  • 21.
    Fungsi Kompas berfungsisebagai alat bantu untuk menebtukan arah mata angin dan pemetaan. Prinsip Kerja Prinsip kerja dari kompas itu sendiri umumnya pada kompas bekerja berdasarkan medan magnet, kutub utara magnet selalu menunjuk arah 0ͦ, skala yang digunakan adalah 360 ͦ, yaitu besar sudut atau lingkaran. Cara Pemakaian Letakan kompas pada bidang rata-horizontal agar jarum magnet penunjuk dapat berputar secara bebas untuk mengarah ke utara-selatan megnet bumi. p. pH meter Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat Faktor Klimatik Fungsi Mengukur pH (keasaman atau gaya basa) yang cair (khusus probes meskipun kadang-kadang digunakan untuk mengukur pH of semi-solid zat). Prinsip Kerja Potensial elektro kimia yang terjadi antara larutan yang terdapat di dalam elektroda gelas yang telah diketahui dengan larutan yang terdapat di luar elektroda gelas yang tidak diketahui. Hal ini dikarenakan lapisan tipis dari gelembung kaca akan berinteraksi dengan ion hidrogen yang ukurannya relatif kecil dan aktif. Elektroda gelas tersebut akan mengukur potensial elektrokimia dari ion hidrogen atau diistilahkan dengan Potential of Hidrogen. Cara 1. pH meter dikalibrasi terlebih dahulu sebelum digunakan.
  • 22.
    Pemakaian 2. Disediakanlarutan yang akan dicari derajat keasamannya. 3. Sebelum diukur, dipastikan suhu larutan itu sama dengan suhu larutan yang dikalibrasi sebelumnya. Misalnya jika kalibrasi dilakukan dengan suhu larutan 21 derajat Celcius, maka demikian pula pengukuran memakai larutan dengan suhu yang sama. 4. Petutup elektroda dibuka, dibersihkan dengan air DI, lalu dikeringkan memakai tisu. 5. pH meter dihidupkan dan elektroda dimasukkan ke larutan sampel yang diukur. Lalu, elektroda diputar agar larutan menjadi homogen. 6. Diteruskan dengan ditekannya tombol MEAS untuk mengukur. Sementara itu, pada display muncul tulisan HOLD yang berkedip. Tunggu sampai tulisan berhenti berkedip. 7. Setelah itu, angka pH akan muncul di layar. Pengukuran selesai dan pH meter dapat dimatikan. Cara perawatan pH Meter ini tidak boleh digunakan untuk mengukur cairan sebagai berikut : 1. Air panas dengan suhu melebihi suhu kamar karena pengukuran menjadi tidak akurat 2. Air Es / air dingin dengan suhu dibawah suhu kamar karena pengukuran menjadi tidak akurat Jenis air atau cairan lainnya yang tidak masuk dalam range pengukuran dari spesifikasi alat ini q. Kompas Bidik Gambar Alat Gambar Observasi
  • 23.
    (Sumber: Dokumentasi pribadi,2016) Klasifikasi Alat faktor klimatik Fungsi Untuk mengetahui besar sudut suatu objek medan terhadap arah utara magnetis bumi secara akurat. Prinsip Kerja Kompas bidik dilengkapi dengan jarum pisir yang berfungsi sebagai titik bidik sejajar terhadap objek di lapangan. Lensa bidik pada kompas ini juga memungkinkan kita dapat langsung membaca hasil bidikan. Cara Pemakaian • Letakkan Kompas di atas permukaan yang datar, jarum tersebut dan menunjukkan arah utara magnet • Bidik sasaran melalui Visir melalui celah pada kaca pembesar. • Apabila Visir diragukan karena kurang jelas terlihat dari kaca pembesar, luruskan garis yang terdapat pada tutup Dial ke arah Visir, searah dengan sasaran bidik agar mudah terlihat melalui kaca pembesar • Apabila sasaran bidik 30º maka bidiklah ke arah 30º. Sebelum menuju sasaran, tetapkan terlebih dahulu Titik sasaran sepanjang jalur 30º. Carilah sebuah benda yang menonjol / tinggi diantara benda lain disekitarnya, sebab route ke 30º tidak selalu datar atau kering, kadang-kadang berbencah-bencah. Ditempat itu kita Melambung (keluar dari route) dengan tidak kehilangan jalur menuju 30º. Sebelum bergerak ke arah sasaran bidik, perlu ditetapkan terlebih dahulu Sasaran Balik (Back Azimuth atau Back Reading) agar kita
  • 24.
    dapat kembali kepangkalanapabila tersesat dalam perjalanan Perawatan Kompas disimpan ditempat aman dan kering. Jangan sampai jatuh dan dibiarkan basah bila terkena air. Selalu cek arah jarum pada kompas. Pastikan layar selalu bersih dari oda agar hasil jelas terlihat. r. Kompas Brunton Gambar Alat Gambar Observasi (Lestari, 2011) Klasifikasi Alat faktor Klimatik Fungsi Kompas geologi digunakan untuk mengukur arah (azimuth) pada suatu titik ataupun kelurusan struktur, mengukur kemiringan lereng,maupun mengukur jurus ataupun kedudukan perlapisan dan kemiringan lapisan batuan. Prinsip Kerja Setiap kompas geologi harus memiliki sebuah jarum magnit, lingkaran pembagi dalam derajat, nivo leveling (nivo mata lembu) dan sebuah clinometer dengan nivo tabung mengukur kemiringan. Cara Pemakaian Periksa Inklinasi dan Deklinasinya apakah sudah disesuaikan dengan daerah kerja. Setelah koreksi dilakukan, maka selanjutnya kita lakukan pengukuran- pengukuran untuk Azimuth, slope, beda tinggi, strike dan dip, kedudukan bidang, elevasi dan struktur garis.
  • 25.
    Perawatan Kompas disimpanditempat aman dan kering. Jangan sampai jatuh dan dibiarkan basah bila terkena air. Selalu cek arah jarum pada kompas. Pastikan layar selalu bersih dari oda agar hasil jelas terlihat. s. Elektrotermal Gambar Alat Gambar Observasi (Fauzi, 2011) Klasifikasi Alat faktor klimatik Fungsi Untuk mengukur titik leleh. Prinsip Kerja Ketika mulai dan berakhirnya semua padatan mencair maka akan terdengar bunyi alarm, sehingga suhunya dapat di atur. Cara Pemakaian Pengamatan sangat mudah dilakukan. ketika mulai dan berakhirnya semua padatan mencair maka akan terdengar bunyi alarm. sehingga suhunya dapat di atur, pengamatan dilakukan dengan menggunakan kaca pembesar untuk lebih meyakinkan bahwa semua padatan telah menjadi cair Perawatan Bersihkan kembali elektrotermal setelah pemaikan,jangan sampai ada sisa zat yang tertinggal,dan simpan di tempat yang aman.
  • 26.
    2. Alat Panjat a.Harness Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat panjat Fungsi Alat untuk pengaman pemanjatan yang dapat menahan atau mengikat badan. Cara Kerja 1. Pegang harness pada cincin “D” dan goyang perlahan pastikan tali tidak terpelintir dan pengencangnya terbuka 2. Pegang cincin “D” angkat harness melewati kepala dan memasukan tangan satu persatu melalui tali .pasangazx harness hingga menyentuh bahu dan pastikan bahwa cincin “D” berada dibelakang leher 3. Tarik tali diantara kaki dan lingkaran pada salah satu kaki dan kencangkan. Pastikan bahwa pada tali pada kaki tidak tertukar. 4. Pastikan dengan tangan bahwa harness terpasang dengan benar dan tidak ada tali yang terpelintir. 5. Biarkan orang lain yang berkompeten untuk memeriksa harness dan memasangkan lanyard pada cincin “D” (bila dibutuhkan). Prinsip kerja untuk mendistribusikan gaya yang diberikan selama melakukan pemanjatan atau kegiatan
  • 27.
    diketinggian dengan sistimmengikat pada badan, melalui keluar panggul, paha, pinggang, dada dan bahu. Perawatan - melakukan pembersihan secara berkala, - memeriksa alat sebelum dipakai untuk mengetahui adanya kerusakan atau tidak layak pakai, - memastikan Alat Safety yang digunakan aman untuk keselamatan jika tidak sesuai maka perlu diganti dengan alat yang baru. - diperhatikan keadaannya dengan pemeriksaan rutin yang menyangkut cara penyimpanan, kebersihan serta kondisinya b. Ascender Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat panjat Fungsi Alat yang berfungsi untuk menjepit (clamp) tali. Cara Kerja - Cara kerja alat ini mencengkram pada tali saat terbebani, sehingga dapat menahan beban, - dan bergerak saat didorong keatas tanpa terbebani. - Kekuatannya terletak pada gerigi yang menahan cengkraman saat kontak dengan tali. Prinsip kerja Sebuah peralatan mekanis untuk melintasi sebuah tali saat naik atau memanjat
  • 28.
    Perawatan - Janganmenjatuhkan, membenturkan ascender pada benda yang keras. - Lakukan perawatan, cuci dengan air bersih, keringkan dan lumasi bagian-bagian yang terdapat pegas, bersihkan dari karat. - Gunakan sesuai dengan kekuatan yang direkomendasikan dari pabrik. c. Carabiner Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat panjat Fungsi Penghubung tali untuk memanjat. Prinsip Kerja Carabiner digunakan untuk menghubungkan tali dengan runners (titik pengaman), sehingga carabiner dibuat kuat untuk menahan bobot pendaki yang terjatuh. Cara Pemakaian Longgarkan bagian tengah carabiner untuk membuka, kemudian masukkan penahan bobot pendaki (webbing atau harnes) pada salah satu bagian carabiner dan bagian yang lain dari carabiner diikatkan dengan tali atau figure of eight, setelah itu kuatkan kembali bagian tengah carabiner dengan cara diputar untuk mengunci carabiner. Perawatan Supaya carabiner selalu berfungsi dengan baik, selalu jaga kebersihan carabiner, terutama dari pasir.
  • 29.
    d. Kernmantel (talipelontar) Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat panjat Fungsi Tipe dinamik digunakan sebagai tali utama yang menghubungkan pemanjat dengan pengaman pada titik tertinggi Prinsip Kerja Merupakan alat utama untuk memanjat. Biasanya digunakan saat rappeling (turun dari ketinggian). Tali dihubungkan dengan pengaman. Cara Pemakaian Cara perawatan Kelenturan tali harus dijaga agar tidak menahan beban diluar tingkat kelenturannya sehingga membuat tali menjadi terlalu renggang dan putus. e. Figure of eight Gambar Alat Gambar Observasi
  • 30.
    (Sumber: Dokumentasi pribadi,2016) Klasifikasi Alat panjat Fungsi Figure of eight = Alat ini berfungsi untuk menghambat jalannya tali karmantel saat rappeling Autostop = sebagai desender dan ini di-design untuk pengereman automatis Prinsip Kerja Sistem kerja pengereman automatis akan bekerja ketika handle kita lepaskan. Figure 8 Alat ini biasanya digunakan saat rappeling ataupun membiley Cara Pemakaian Cara perawatan Figure of eight sangat kuat untuk menahan beban berat tetapi tidak boleh sampai jatuh ke permukaan tanah. f. Webbing Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat panjat Fungsi Sebagai alat panjat yang berbentuk pipih, tidak terlalu kaku, lentur. Memiliki multi fungsi seperti alat tali tubuh, pengganti harness, anchor dan lain-lain Prinsip Kerja Webbing digunakan untuk menopang tubuh dan sebagai pengaman
  • 31.
    yang diikatkan ketubuh. Cara Pemakaian Webbing sling akan rusak jika terkena cairan kimia yang memiliki sifat asam Cara perawatan Hindarkan webbing terhadap sumber panas serta berbagai benda tajam Hindarkan dari bahan kimia yang memiliki sifat asam serta basa 3. Edafik a. Soil Warm Extractor Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat faktor edafik Fungsi Memisahkan hewan yang terdapat di tanah dengan tanahnya. Prinsip Kerja Gerakkan fototaksis pada hewan. Hewan tanah seperti cacing menyukai tempat gelap, sehingga akan pindah ke lapisan yang ebih dalam. Cara Pemakaian Beaker glass disimpan di bawah mulut corong soil warm extractor Tanah dimasukkan ke tempat extractor Alat dinyalakan, kemudian tunggu hasilnya. Cara perawatan Setelah di gunakan, segera dibersihkan dan simpan dengan benar.
  • 32.
    b. Soil Tester GambarAlat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat faktor edafik Fungsi Spesifiksi untuk mengukur kadar keasaman tanah dan kelembaban tanah. Satuan yang digunakan adalah pH.. Fungsi untuk mengukur kadar keasaman tanah dan kelembaban tanah. Satuan yang digunakan adalah pH. Prinsip Kerja bagian bawah dari soil tester akan menangkap adanya H+ dan OH – pada tanah sehingga dapat menentukan pH dari tanah tersebut (Prinsip elektroda). Dan juga bisa menangkap kadar air yang ada pada tanah tsb untuk menentukan kelembabannya. Cara Pemakaian Siapkan alat soil tester, lalu alat tersebut ditancapkan Baca angka yang tertera pada alat tersebut (untuk kelembapan biasanya dalam %) Tunggu beberapa saat sambil ditekan satu kali tombolnya dan langsung lepaskan tekanan saat sudah menancap tanah Jika ingin mengukur pH,tombol pada alat ini tombol ditekan selama kurang lebih 5 menit Lihat angka yang tertera Cara perawatan Setelah di gunakan, segera dibersihkan dan simpan dengan benar.
  • 33.
    c. Kuadran Gambar AlatGambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat faktor edafik Fungsi Untuk menyelidiki kepadatan populasi di dalam suatu komunitas di ekosistem tertentu., untuk mengamati perkembangan suatu populasi, dan untuk mempermudah mengambil cuplikan areal dengan luas tertentu. Prinsip Kerja mempermudah dalam pengambilan cuplikan dengan membatasi setiap komunitas yang akan kita amati Cara Pemakaian Quadran disimpan di area yang akan diamati Pengamatan dilakukan di dalam kotak kuadran Cara perawatan Setelah di gunakan, segera dibersihkan dan simpan dengan benar. d. Sieve Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
  • 34.
    Klasifikasi Alat faktoredafik Fungsi Untuk memisahkan partikel tanah, mengukur dan menentukan jenis tanah. Prinsip Kerja Penyaringan dari partikel tanah yang besar ke partikel yang lebih kecil. Terdapat 4 wadah dengan ukuran diameter filter berurutan 4 mm; 2 mm; 1 mm; 0,5 mm; 0,25 mm; dan 0,2 mm. Cara Pemakaian Sampel tanah dikeringkan hingga kadar airnya sedikit, kemudian dimasukkan ke dalam sieve, di goncang-goncangkan, masing-masing dari setiap ukuran ditimbang, dikonversi dan di bandingkan dengan kriteria untuk menentukan jenis tanahnya. Cara Perawatan Dicuci kemudian dikeringkan. e. Jangka sorong Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat faktor edafik Fungsi Untuk mengukur diameter suatu benda, misalnya batang pohon, ranting atau akar. Prinsip Kerja Mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara dicapit. Cara Pemakaian • Kendurkan baut pengunci dan geser rahang geser, pastikan rahang geser bekerja dengan baik. Ketika rahang tertutup harus menunjukkan angka nol. • Bersihkan permukaan benda dan permukaan rahang agar tidak
  • 35.
    ada benda yangmenempel yang bisa sebabkan kesalahan pengukuran. • Tutup rahang hingga mengapit benda yang diukur. Pastikan posisi benda sesuai dengan pengukuran yang ingin diambil. Perawatan Kembalikan ke keadaan semula dan masukkan kembali ke dalam wadahnya e. Neraca Gambar Alat Gambar Observasi (Agung, 2012) Klasifikasi Alat faktor edafik Fungsi Untuk menimbang massa suatu zat Prinsip Kerja penggunaan sumber tegangan listrik yaitu stavolt dan dilakukan peneraan terlebih dahulu sebelum digunakan kemudian bahan diletakkan pada neraca lalu dilihat angka yang tertera pada layar, angka itu merupakan berat dari bahan yang ditimbang Cara Pemakaian Pastikan dalam meletakkan timbangan analitik di meja yang rata, colokkan kabel steker, dan nyalakan dengan menekan tombol ON timbang wadah/tempat. Tekan Tombol zero, selanjutnya masukkan bahan yang akan ditimbang, baca berat bahan yang tertera. Setelah
  • 36.
    selesai, stabilkan timbangan,matikan dan cabut steker dan dibersihkan Perawatan Kebersihan timbangan harus dicek setiap kali selesai digunakan, bagian dan menimbang harus dibersihkan dengan menggunakan sikat, kain halus atau kertas (tissue) dan membersihkan timbangan secara keseluruhan timbangan harus dimatikan, kemudian piringan (pan) timbangan dapat diangkat dan seluruh timbangan dapat dibersihkan dengan menggunakan pembersih seperti deterjen yang lunak, campurkan air dan etanol/alkohol. f. Wormerry Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat faktor edafik Fungsi Alat untuk melihat gerak taksis cacing tanah Prinsip Kerja alat ini digunakan dengan menggunakan tanah sebagai bahan kontro Cara Pemakaian • Masukan 3 jenis tanah ke dalam alat dan dipisahkan menjadi tiga bagian menggunakan sekat. • Masukkan cacing kedalam tanah dibagian tanah kontrol, tutup alat hingga tidak ada cahaya biarkan beberapa saat. • Setalah beberapa menit kemudian buka kembali alat dan lihat apakah cacing berubah tempat dari tanah kontrol Perawatan Setelah selesai pemakaian bersihkan tanah, ekstrak feromon serta cacing yang terdapat didalam wormery.
  • 37.
    g. Point intercep GambarAlat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat faktor edafik Fungsi Analisis kerapatan, frekuensi tumbuhan rendah/ kelimpahan savana. Prinsip Kerja Point intercept yang terdiri dari banyak paku ketika ditusukkan dalam tanah akan menusuk beberapa organisme (spt. rumput), didapatkan hasil kelimpahan. Cara Pemakaian Point intercept ditusukkan ke tanah- disisirkan-Organisme yang tertancap dan tidak tertancap dihitung. Perawatan • Setelah point intercept selesai digunakan, paku-paku dibersihkan. • Disimpan dalam ruang penyimpanan dengan benar. h. Sekop Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016)
  • 38.
    Klasifikasi Alat faktoredafik Fungsi Alat untuk mengambil spesimen tanah, pasir ataupun spesimen yang terdapat ditanah. Prinsip Kerja Alat sederhana, yang merupakan non digital dan untuk memindahkan spesimen. Cara Pemakaian Tangan kiri pada bagian tengah sekop dan tangan kanan pada bagian pegangan atas. Lalu mengayunkan untuk memindahkan pasir/tanah untuk memindahkannya. Perawatan Jika akan dipakai jangan terkena air, dan setelah pemakaian terkena air segera dibersihkan dengan air. i. Soil corer Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat faktor edafik Fungsi Melubangi atau mengebor tanah dan dapat digunakan untuj mengambil sampel tanah yang akan diuji. Prinsip Kerja Kecepatan putaran soil corer, tekanan dan gaya yang diberikan. Cara Pemakaian - Soil corer diletakkan tegak lurus dengan permukaan tanah - Diputar hingga batang yang tertancap pada tanah terbenam sampai ketinggian tertentu. - Untuk mengambil sampel tanah, soil corer diangkat dan sisa tanah yang menempel pada besi diambil untuk diuji. Cara perawatan Setelah dipakai, soil corer dibersihkan kemudian keringkan
  • 39.
    4. Aquatik a. ConductivityMeter Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat faktor aquatic Fungsi Alat untuk mengukur konduktivitas atau kadar ion di dalam suatu perairan Prinsip Kerja Nilai konjumlah ion serta konsentrasi padatan (Total Dissolved Solid / TDS) yang terlarut di duktivitas listrik sebuah zat cair menjadi referensi atas dalamnya. Cara Pemakaian - Alat dikalibrasi - Celupkan bagian bawah conductivity meter tersebut, karena pada bagian tersebut terdapat sensor - Hasil sensor dapat dibaca pada layar digital. Perawatan Setelah di gunakan, segera dibersihkan dan simpan dengan benar.
  • 40.
    b. Eckman Dredge GambarAlat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat faktor aquatik Fungsi Alat untuk untuk mengambil substrat di perairan (lumpur) Prinsip Kerja Apabila pengait dikaitkan maka Sedimen grab akan terbuka sehingga air dan substrat akan masuk ke dalamnya. Ketika alat pengambil sampel sedimen tersentuh dasar, maka kaitan akan terlepas, sehingga sedimen grab akan tertutup. Cara Pemakaian - Alat disiapkan, Buka katup bawah eckman dredge, lalu kaitkan kawat katup pada tuas yang ada dibagian atas. - Pastikan kawat terbuka dan kawat yang terpasang dengan tepat. - Masukan alat perlahan dalam air sampai di dasar perairan yang akan diambil sampelnya. - Keluarkan sedimen tersebut. - Angkat alat keatas permukaan secara perlahan. - Lepaskan messenger dan katup akan tertutup Perawatan Setelah di gunakan, segera dibersihkan dan simpan dengan benar.
  • 41.
    c. Turbidimeter Gambar AlatGambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat faktor aquatik Fungsi Alat untuk mengukur tingkat turbiditas (kekeruhan) air. Prinsip Kerja Perhitungan banyaknya cahaya yang dipantulkan oleh partikel solid dalam sampel. Semakin banyak partikel, semakin tinggi tingkat turbiditasnya (kekeruhan). Cara Pemakaian 1. Meter dinyalakan dan biarkan stabil 2. Probe dicelupkan pada larutan standar (Formazin, StablCal™) lalu dikalibrasikan 3. Probe direndam dalam air deionisasi lalu dikeringkan 4. Probe dikalibrasi kembali dengan standar tambahan (liquid latex, SDB, or Gelex™) 5. Nilai standar dicatat A. Pengukuran In-Situ 1. Probe diletakkan pada media yang akan diukur lalu pembacaan turbiditas dibiarkan hingga stabil 2. Setelah stabil, hasil pengukuran turbiditas dan temperatur dicatat. Perawatan Setelah digunakan, probe di keringkan dengan menggunakan tisue lalu meter disimpan ke dalam tempatnya kembali.
  • 42.
    f. Conductivity Meter GambarAlat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat faktor aquatik Fungsi Menghitung jumlah ion-ion dalam suatu larutan dan mengukur kuat arus listrik pada air. Prinsip Kerja Alat ini befungsi dengan cara sensor akan mengukur jumlah ion dalam suatu perairan setelah kalibrasi. Adapun kalibrasinya menggunakan cairan pure deionize water dan setelah diteteskan dengan larutan pure deionize, ditunggu sampai ada icon smile pada layar conductivity meter. Kemudian setelah dikalibrasi, alat dapat digunakan dengan cara meneteskan sample uji pada sensor dan dilihat ukuran kuat arus listrik pada layar. Cara Pemakaian 1. Kalibrasi dilakukan dengan cara meneteskan cairan pure deionized water untuk kalibrasi pada sensor di conductivitymeter. 2. Setelah diteteskan, ditunggu sampai muncul icon smile. 3. Setelah dikalibrasi, alat dapat digunakan dengan cara meneteskan sample uji pada sensor 4. Melihat ukuran kuat arus listrik pada layar. Satuan : µs /cm Perawatan Setelah penggunaan,alat tersebut cukup di kibaska secara perlahan.
  • 43.
    g. Handy DOMeter Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat faktor aquatik Fungsi Untuk mengukur kadar oksigen terlarut dalam air atau larutan. Prinsip Kerja Berdasarkan fenomena polarografi yang terjadi di antara dua elektrode katode dan anode. Tegangan listrik negatif diberikan kepada elektrode katode. Adanya tegangan negatif ini akan mengakibatkan reaksi kimia terjadi secara cepat antara air dengan oksigen terlarut pada permukaan katode. Cara Pemakaian 1. DO meter dikalibrasi. 2. Prop dimasukkan ke dalam air yang akan diuji. 3. Angka yang tertera pada layar dicatat 4. Pengujian dilakukan beberapa kali. 5. Do meter dibersihkan dan dikerinkan setelah dipakai. Perawatan Arus yang terlalu besar atau adanya benturan pada alat akan membuat akurasi alat menjadi rusak sehingga perlu dijaga agar alat sensornya tidak rusak . Bersihkan dan keringkan prop setelah digunakan
  • 44.
    h. Hand Refraktometer GambarAlat Gambar Observasi (Sumber: http://www.wikipedia.com, 2014) Klasifikasi Alat faktor aquatik Fungsi Digunakan untuk mengukur kadar/ konsentrasi bahan atau zat terlarut berdasarkan indeks biasnya.. Prinsip Kerja Prinsip kerja dari refraktometer sesuai dengan namanya adalah memanfaatkan refraksi cahaya. Cara Pemakaian 1. Day light plate pada refraktometer dibuka 2. Bersihkan sampel pada bidang prisma dengan menggunakan tissu kering dengan cara diusapkan ke sampel secara perlahan- lahan & hati-hati 3. Refraktometr setelah dibersihkan dengan tissue lalu dibersihlkan refraktometer menggunakan kertas lensa 4. Penutup prisma ditutup secara perlahan-lahan dan disimpan. Perawatan 1. Day light plate pada refraktometer dibuka 2. Bersihkan sampel pada bidang prisma dengan menggunakan tissu kering dengan cara diusapkan ke sampel secara perlahan- lahan & hati-hati 3. Refraktometr setelah dibersihkan dengan tissue lalu dibersihlkan refraktometer menggunakan kertas lensa 4. Penutup prisma ditutup secara perlahan-lahan dan disimpan.
  • 45.
    h. Sechi Disk GambarAlat Gambar Observasi (Sumber: dokumentasi pribadi, 2016) Klasifikasi Alat faktor aquatik Fungsi Digunakan untuk mengukur penetrasi cahaya ke dalam air. Prinsip Kerja Jika bagian warna putih masih terlihat maka cahaya masih dapat tembus pada kedalaman tersebut. Cara Pemakaian - Dipasang pada tiang atau tali, dan diturunkan perlahan-lahan ke dalam air. - Kedalaman di mana pola pada disk tidak lagi terlihat diambil sebagai ukuran transparansi air. - Jarak/kedalaman diukur melalui panjang tali. Perawatan Setelah dipakai sechi disk dibersihkan dan dikeringkan. i. Flow Meter Gambar Alat Gambar Observasi
  • 46.
    (Sumber: dokumentasi pribadi,2016) Klasifikasi Alat faktor aquatik Fungsi Digunakan untuk mengetahui adanya suatu aliran matrial ( liquid, gas, powder ) dalam suatu jalur aliran. Prinsip Kerja Kecepatan aliran arus. Cara Pemakaian Pilih alat yang sesuai dengan karakteristik aliran materialnya, ltekan tombol “on”, letakan pada aliran sesuai tanda panah, tekan “hold” untuk memperoleh angka rata-rata, tekan “off” dan bersihkan prob. Perawatan Bersihkan sensor setelah selesai pemakaian, simpan ditempat yang aman j. Water Smpler Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Riani, 2013) Klasifikasi Alat faktor aquatik Fungsi Untuk pengambilan sampel air pada kedalaman tertentu dengaan sistem pengambilan air vertical dengan kapasitas botol 2.2 lt, 3.2 lt atau 4.2 lt sesuai pilihan. sangat cocok untuk analisa Plankton dan kandungan kimia air lainnya Prinsip Kerja Ketika sumbat dikaitkan dan water smpler terbuka, air masuk ke dalam tabung ketika pemberat jatuh akan menutup water smpler secara otomatis. Air tersimpan di dalam tabung.
  • 47.
    Cara Pemakaian Watersampler dimasukkan ke dalam air sungai secara vertikal maupun horizontal. Setelah semua water sampler berada di dalam air, tutup water sampler dengan messenger, dan angkat ke atas Perawatan Bersihkan setelah selesai pemakaian, simpan ditempat yang aman k. Baki Bentos Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumen Pribadi, 2016) Klasifikasi Alat faktor aquatik Fungsi Alat untuk penyimpanan bentos yang diperoleh pada pengamatan akuatik. Prinsip Kerja Alat sederhana non digital, untuk penyimpanan bentos. Cara Pemakaian 1. Sebelumnya bersihkan dahulu baki bentos yang akan digunakan. 2. Simpan bentos yang ditemukan. Perawatan Setelah dipakai, baki bentos dibersihkan kemudian keringkan. l. Surber Net Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumen Pribadi, 2016)
  • 48.
    Klasifikasi Alat faktoraquatic Fungsi Mencuplik benthos di perairan lotik/perairan yang memiliki arus kuat/cukup kuat dan dasar perairannya berpasir halus atau sedikit berlumpur. Prinsip Kerja Sistem kerja alat ini seperti jaring dengan cara meletakkan Surber di aliran sungai yang memiliki arus dan Surber diletakkan melawan arus. Agar benthos yang menempel pada batu dapat tertangkap oleh Surber dibantu dengan tangan atau kaki. Cara Pemakaian 1. Besi persegi yang terletak di depan mulut Surber Net berfungsi untuk menentukan wilayah/daerah yang kita cuplik. 2. Permukaan Surber Net diletakkan ke arah datangnya air mengalir, kemudian di depan permukaan tersebut terdapat foot template yang dapat diinjak-injak/diaduk agar organisme (benthos) yang melekat pada dasar perairan hanyut dan terperangkap masuk ke Surber Net bersama aliran air. Perawatan Surber Net segera dibersihkan setelah pemakaian selesai, keringkan dengan menjemur/mengangin-anginkan Surber Net, setelah kering simpan ditempat yang kering/tidak lembab. m. Plankton Net Vertikal Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumen Pribadi, 2016) Klasifikasi Alat faktor aquatic Fungsi Mengambil sampel populasi plankton dari perairan Prinsip Kerja Mengumpulkan sample plankton di tabung (bucket) pada bagian ujung dari jaring plankton net. Cara Pemakaian Plankton net dimasukan ke dalam air. Setelah plankton sudah masuk ke dalam tabung reaksi, kemudian plankton net diangkat.
  • 49.
    Perawatan Setelah digunakan, segera dibersihkan dan simpan dengan benar. n. Compartemen Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumen Pribadi, 2016) Klasifikasi Alat faktor aquatic Fungsi Alat ini berfungsi untuk perlakuan Lebistes (apakah menyukai suhu dingin, hangat, atau kontrol). Prinsip Kerja Suhu yang berbeda pada masing-masing ujung kompartemen (panas- dingin) menyebabkan Lebistes akan bergerak ke arah suhu optimumnya. Cara Pemakaian Pasangkan bagian kaki compartmen. Sebelum alat ini digunakan untuk perlakuan, terlebih dahulu harus diaklimasi[„tr dengan menggunakan air jernih selama 24 jam. Kemudian air dalam compartemen diberi perlakuan suhu hangat dengan memberi api bunsen pada bagaian bawah sebelah kanan, suhu dingin dengan memberi/menempelkan es pada bagian sebelah kiri, dan kontrol di bagian tengah. Kemudian diamati gerakan lebistes untuk melihat areanya. Perawatan Bersihkan setelah selesai pemakaian, simpan ditempat yang aman o. Botol Sampler Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumen Pribadi, 2016)
  • 50.
    Klasifikasi Alat faktoraquatic Fungsi Sebagai tempat air yang dijadikan sampel Prinsip Kerja - Cara Pemakaian Air dimasukkan kedalam botol dan ditutup rapat. Perawatan Botol harus digunakan hati-hati agar tidak pecah. Setelah pemakaian harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum disimpan kembali. p. Plankton Net Horizontal Gambar Alat Gambar Observasi (Sumber: Dokumen Pribadi, 2016) Klasifikasi Alat faktor aquatic Fungsi Mengambil sampel populasi plankton dari perairan Prinsip Kerja Mengumpulkan sampel plankton di tabung (bucket) pada bagian ujung dari jaring plankton net. Cara Pemakaian lankton net dimasukan ke dalam air.Setelah plankton sudah masuk ke dalam tabung reaksi, kemudian plankton net diangkat. Perawatan Setelah di gunakan, segera dibersihkan dan simpan dengan benar.
  • 51.
    B. Pembahasan Berdasarkan hasilidentifikasi mengenai setiap alat dan spesifikasinya. Semua alat yang diamati dikelompokan ke dalam empat kelompok. Hasil pengelompokan tersebut dilakukan berdasarkan dimana alat tersebut digunakan. Empat kelompok tersebut meliputi kelompok alat yang tergolong alat yang dapat digunakan dalam penenentuan faktor klimatik, edafik, kemudian alat yang dimasukan kedalam kelompok alat panjat dan kelompok aquatik yang biasanya digunakan berhubungan dengan air, kelarutan, perairan dsb. Alat yang dikelompokan ke dalam alat yang digunakan dan berkaitan dengan faktor klimatik seperti suhu, kelembaban, intensitas cahaya, keasaman atau Ph dsb. Berdasarkan hasil pengamatan alat yang penggunaannya berhubungan dengan faktor klimatik berjumlah dua puluh. Alat tersebut yakni diantaranya Slink Higrometer/Sling Psychrometer, Evaporimeter, Binokuler, Luxmeter, Soil thermometer, Max min Thermometer, Anemometer, Sound Level Meter, Hygrometer electric, Altimeter, Dry-Wet Higrometer, Handy Talkie, Clinometer, Gauge Rain, Kompas, pH meter, Kompas Bidik, Kompas Brunton, Elektrotermal. Alat yang dikelompokan ke dalam alat yang digunakan dan berkaitan dengan faktor edafik terdapat sembilan alat yakni diantaranya Soil Warm Extractor, Soil Tester, Kuadran, Sieve, Jangka sorong, Neraca, Wormerry, Point intercept, Sekop, Soil corer. Kesembilan alat tersebut memiliki peran
  • 52.
    yang berbeda mulaidarialat yang berperan dalam pengukuran maupun pengambilan sampel dsb. Kelompok alat panjat ini berperan membantu dalam kegiatan seperti memanjat suatu tebing, pohon, sebagai tali pengaman ataupun hal lainnya. Alat alat tersebut diantaranya Harness, Ascender, Carabiner, Kernmantel (tali pelontar, Figure of eight, Webbing. Alat tersebut saling berkaitan dan saling mendukung satu sama lain. Alat yang dikelompokan ke dalam alat yang digunakan dan berkaitan dengan faktor aquatik terdapat lima belas alat yakni diantaranya Conductivity Meter, Eckman Dredge, Turbidimeter, Conductivity Meter, Handy DO Meter, Hand Refraktometer, Sechi Disk, Flow Meter, Water Smpler, Baki Bentos, Surber Net, Plankton Net Vertikal, Compartemen, Botol Sampler, Plankton Net Horizontal. Setiap alat tersebut dapat berperan dalam membantu aktivitas lapangan yang berkaitan dengan aquatik. Mulai dari mengukur intensitas cahaya, juga alat untuk mengambil sampel di kedalaman tertentu sesuai dengan yang dibutuhkan. Berdasarkan kesemua alat yang telah dikelompokan berdasarkan tempat pengunaan dan kaitannya dengan lingkungan, slat tersebut meliputi alat alat manual dan alat digital mulai dari alat yang sangat sederhana seperti baki netos hingga alat digital yang cukup kompleks untuk digunakan karena diperlukan rumus tertentu dalam penggunaannya. Peralatakn tersebut berbahan dasar yang beragam misalnya plastik pada bki bentos, ada juga bahan dasar logam.
  • 53.
    Dalam penggunaannya tentuperlu upaya yang baik menjaga supaya supaya alat tersebut tetap dapat digunakan dengan optimal. Hal yang penting harus diketahui yakni prinsik kerja setiap alat dan bahan dari alat tersebut. Untuk alat yang memiliki perangkat penting logam maka cara merawatnya dengan menghindari terjadinya perkaratan pada logam yang menyebabkan logam misalnya pada pada suatu lempengan alat yang berperan sebaia sensor menjadi berkarat yaitu dengan menjaga tetap selalu kering tidak lembab atau basah. Untuk peralatan yang berbahan dasar plastik maka bahn tersebut tidak diperbolehkan untuk memrima panas yang berlebih. Pemeliharaan dan penggunaan alat yang benar dan sesuai dengan prinsip kerja alat tersebut tentunya akan mngurangi atau mencegah kerusakan terjadi sehingga dapat tetap digunakan untuk setiap orang yang akan menggunakannya di kemudian hari.
  • 54.
    BAB V KESIMPULAN DANSARAN A. SIMPULAN Berdasarkan pemaparan hasil pengamatan dan tujuan di atas, dapat disimpulkan beberapa ha diantaranya: 1. alat yang digunakan dalm perkuliahan bio umum diantaranya : a. kelompok alat yang berkaitan dengan faktor klimatik Slink Higrometer/Sling Psychrometer, Evaporimeter, Binokuler, Luxmeter, Soil thermometer, Max min Thermometer, Anemometer, Sound Level Meter, Hygrometer electric, Altimeter, Dry-Wet Higrometer, Handy Talkie, Clinometer, Gauge Rain, Kompas, pH meter, Kompas Bidik, Kompas Brunton, Elektrotermal. b. kelompok alat yang berkaitan dengan alat panjat Harness, Ascender, Carabiner, Kernmantel (tali pelontar, Figure of eight, Webbing c. kelompok alat yang berkaitan dengan edafik Soil Warm Extractor, Soil Tester, Kuadran, Sieve, Jangka sorong, Neraca, Wormerry, Point intercept, Sekop, Soil corer. d. kelompok alat yang berkaitan dengan alat panjat Conductivity Meter, Eckman Dredge, Turbidimeter, Conductivity Meter, Handy DO Meter, Hand Refraktometer, Sechi Disk, Flow Meter, Water Smpler, Baki Bentos, Surber Net, Plankton Net Vertikal, Compartemen, Botol Sampler, Plankton Net Horizontal. 2. setiap alat memiliki prinsip kerja yang berbeda beda karena setiap alat memiliki spesifikasi yang berbeda sesuai dengan objek atau hal yang akan ditentukan, contohnya pada lux meter. Prinip kerja lux meter yakni pemanfaatkan energi cahaya berupa foton sedangkan Ph meter menggunakan prinsip kada keasaman dalam suatu medium 3. supaya dapat menggunakan alat dengan benr hendaknya kita harus mengtahui dan memahami semua prinsip kerja dari setiap alat. Kita juga
  • 55.
    harus berhati hatidalam menggunakan alat tersebut. Pemeliharaan alat harus selalu dilakukan secara berkala.
  • 56.
    DAFTAR PUSTAKA Djuwanto. 2000.Petunjuk Praktikum Ekologi. Yogyakarta: UNY Press. Anonim. (2010). Menyimpan alat lab. [Online]. Tersedia: http://kimia- gurukimia.blogspot.com/2010/04/cara-menyimpan-alat-laboratorium.html [9 Februari 2016] Anonim. (2010). Ekosistem Akuatik. [Online]. Tersedia: http://www.airlimbahku.com. [9 Februari 2016] Djuwanto. 2000. Petunjuk Praktikum Ekologi. Yogyakarta: UNY Press. Anonim. (2010). Menyimpan alat lab. [Online]. Tersedia: http://kimia- gurukimia.blogspot.com/2010/04/cara-menyimpan-alat-laboratorium.html [9 Februari 2016]