LAPORAN PRAKTIKUM METODE STATISTIKA II

ASUMSI YANG MELANDASI ANALISIS RAGAM




                        Oleh:

            Nama        : Prawitra Kusumastuti

            NIM         : 0910953041

            Asisten 1   : Siti Choirun Nisak

            Asisten 2   : Desi Mariyana

            Tanggal     : 14 Mei 2010




           LABORATORIUM STATISTIKA

             JURUSAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

            UNIVERSITAS BRAWIJAYA

                         2010
BAB I

                                     PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
     Statistika adalah       seni ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan,
  mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi data. Di dalam statistika ini erat
  hubungannya dengan asumsi – asumsi atau dugaan sementara (hipotesis) yang di gunakan
  untuk menggambil suatu keputusan. Pengujian hipotesis merupakan prosedur perumusan
  kaidah yang dapat membawa kita menerima atau menolak pernyataan atau hipotesis
  mengenai populasi. Karena Suatu asumsi yang dikemukakan oleh seorang peneliti belum
  tentu kebenarannya, sehingga diperlukan suatu uji yang bisa membuktikan apakah
  hipotesis yang dikeluarkan oleh peneliti tersebut benar atau salah. Salah satu pengujian
  yang dapat digunakan adalah pengujian analisis ragam. Analisis ragam adalah suatu
  metode untuk menguraikan keragaman total data kita menjadi komonen-komponen yang
  mengukur berbagai sumber keragaman atau bisa disebut pula menguji kesamaan beberapa
  nilai tengah secara sekaligus diperlukan sebuah teknik yang baru. Dalam analisis ragam
  kita dihadapkan terhadap penyusunan hipotesis 2 populasi pada pengamatan berpasangan
  (dependen) dan tidak berpasangan (independen). Analisis ragam juga mempunyai
  beberapa asumsi yaitu galatnya harus tersebar normal dan harus homogen. Oleh karena
  analisis ragam merupakan teknik statistika, maka asumsi – asumsi tersebut harus
  terpenuhi agar pemakaiannya dalam sekelompok data dianggap sah. Jadi, harus dilakukan
  uji yang terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas.
     Untuk lebih jauh memahami tentang materi asumsi yang melandasi analisis ragam
  dua, maka akan dibahas bagaimana penerapan pengujian analisis ragam dua populasi
  dengan menggunakan aplikasi minitab.
1.2 Tujuan
A. Tujuan umum
     Mahasiswa mampu meguji asumsi yang melandasi analisis ragam yaitu asumsi
  normalitas dan homogenitas ragam galat.

B. Tujuan khusus
  Mahasiswa mampu menguji asumsi normalitas dengan metode plot normal residual dan
  pengujian Anderson Darling dan menguji asumsi homogenitas ragam galat dengan
  metode Barttlet dan Levene.
BAB II

                                TINJAUAN PUSTAKA

       Dalam menganalisis ragam, suatu data harus memenuhi beberapa asumsi. Karena
biasanya analisis ragam terhadap data pengamatan langsung dilakukan tanpa memperhatikan
apakah data tersebut ”layak” untuk dianalisis atau tidak. Maksud ”layak” di sini adalah bahwa
data pengamatan tersebut telah memenuhi asumsi-asumsi analisis ragam. Data pengamatan
tersebut harus melalui proses pengujian atau pengujian pra-analisis ragam. Ada beberapa
kemungkinan yang akan terjadi sebagai konsekuensi apabila data pengamatan langsung anda
analisis ragam tanpa menguji kelayakan data tersebut, yaitu (Abdulsyahid,2009):

       a.       Keragaman menjadi lebih heterogen.
       b.       Berpengaruh pada kepekaan hasil pengujian analisis ragam.

       Jika tetap dilakukan analisis ragam tanpa memeriksa terlebih dahulu apakah data
tersebut memenuhi asumsi-asumsi anasis ragam atau tidak, maka akan diperoleh kesimpulan
yang salah karena tidak menggambarkan keadaaan yang sebenarnya terjadi. Akibatnya
kesimpulan yang diperoleh akan menyesatkan diri sendiri dan bagi peneliti lainnya
(Abdulsyahid,2009).

                Ada 4 asumsi yang harus dipenuhi sebelum anda melakukan analisis ragam,
       yaitu:
       a) Pengaruh Aditif

                Pengaruh perlakuan dan kelompok dikatakan aditif apabila pengaruh perlakuan
       selalu tetap pada setiap ulangan atau kelompok dan pengaruh ulangan atau kelompok
       selalu tetap untuk semua perlakuan. Maksud pengaruh aditif di sini adalah bahwa
       respons yang diterima dari perlakuan yang anda coba adalah semata-mata akibat
       pengaruh penambahan perlakuan dan kelompok pada percobaan anda. Artinya tidak
       ada penambahan pengaruh yang lain selain perlakuan dan pengelompokan percobaan
       anda. Apabila ada penambahan pengaruh yang lain selain perlakuan dan
       pengelompokan pada percobaan anda, maka pengaruh perlakuan anda sudak tidak
       bersifat aditif lagi tetapi menjadi pengaruh multiplikatif (penggandaan).Biasanya
       apabila data bersifat aditif, maka data tersebut mempunyai ragam yang homogen.
       Sebaliknya apabila data bersifat tidak aditif, maka data tersebut mempunyai ragam
       yang heterogen (Yitnosumarto,1993).
b) Kenormalan

       Maksud kenormalan di sini adalah data percobaan harus menyebar secara
normal. Artinya data yang tidak menyebar secara normal tidak layak untuk dianalisis
ragam. Untuk menjadi layak dianalisis ragam, data tersebut harus ditransformasi dulu
sehingga data akan menyebar secara normal (Anonim 2,2008).

       Beberapa uji kenormalan antara lain: Anderson Darling Test, Kolmogorov
Smirnov Test, Ryan Joiner Test, dan Saphiro Wilk Test. Kita dapat menguji
kenormalan data dengan plot kenormalan data (normal probability plot), di mana plot
dari data tersebut dibentuk antara nilai data dengan nilai harapan data tersebut
(expected value). Nilai harapan merupakan nilai yang kita harapkan mendekati nilai
populasi sebenarnya. Jika distribusi tersebut menyebar normal, maka plot data sample
berada di sekitar garis lurus, yang merupakan nilai harapan (Anonim1,2009).

c) Kehomogenan Ragam

       Ragam yang heterogen merupakan penyimpangan asumsi dasar pada analisis
ragam. Data yang seperti ini tidak layak untuk dianalisis ragam. Artinya untuk bisa
dianalisis ragam, data harus mempunyai ragam yang homogen. Untuk menguji apakah
data percobaan anda memenuhi asumsi kehomogenen ragam atau tidak dapat
dilakukan uji Kehomogenen Ragam dengan uji Kehomogenan Ragam Bartlett.



d) Kebebasan Galat.

       Asumsi kebebasan galat ini biasanya bisa terpenuhi apabila anda sudah
melakukan pengacakan dengan prinsip-prinsip perancangan percobaan terhadap satuan
percobaan anda. Jadi apabila susunan satuan percobaan anda tersusun secara
sistematis, maka kemungkinan asumsi kebebasan galat akan dilanggar (Barnes,1988).



       Jadi kesimpulannya, apabila data pengamatan melanggar salah satu dari empat
asumsi di atas, maka harus dilakukan transformasi data untuk memenuhi asumsi
tersebut(Abdulsyahid,2009).
BAB III

                              METODOLOGI

3.1 Percobaan 1

    Asumsi normalitas metode plot normal residual
    Masukkan nama ‘Resi 1’ pada kolom c6




    Klik stat >ANOVA > One-Way.




    Masukkan response ‘Pupuk ‘dan factor ‘Varietas’ hidupkan store residuals.




    Klik Pada bagian Graph (tampilan kotak dialog paling bawah) hidupkan normal
       plot of residuals




    Klik Ok
 Asumsi normalitas metode Anderson Darling
 Klik Stat>Basic Statistic>Normality test.




 Masukkan kolm RESI1 ke variables sehingga muncul kotak dialog sebagai
    berikut




 Klik Ok


 Asumsi Homogenitas
 Klik Stat >ANOVA> Test for equal Variances




 Masukkan response ‘Resi 1 ‘dan factor ‘Varietas’




 Klik Ok
3.2 Percobaan 2

    Asumsi normalitas metode plot normal residual
    Klik stat >ANOVA > One-Way




    Masukkan response ‘Data Tmbuh,1 ‘dan factor ‘Konsent_1’ hidupkan store
       residuals




    Klik Pada bagian Graph (tampilan kotak dialog paling bawah) hidupkan normal
       plot of residuals




    Klik Ok
    Lakukan perlakuan yang sama untuk perbandingan antara Data Tmbuh,1&
       Konsent_1, Data Tmbuh,2&Konsent_2, Data Tmbuh,3&Konsent_3, Data
       Tmbuh,4&Konsent_4Data Tmbuh,5&Konsent_5, Data Tmbuh,6&Konsent_6.
    Kemudian diperoleh data seperti berikut,




    Asumsi normalitas metode Anderson Darling
 Klik Stat>Basic Statistic>Normality test.




 Masukkan kolm RESI1 ke variables sehingga muncul kotak dialog sebagai
    berikut




 Klik Ok
 Lakukan perlakuan yang sama untuk RESI2, RESI3, RESI4, RESI5, RESI6.


 Asumsi Homogenitas
 Klik Stat >ANOVA> Test for equal Variances




      Masukkan      response     ‘Resi       1   ‘dan   factor   ‘Konsent_1’




 Klik OK
 Lakukan perlakuan yang sama untuk perbandingan antara RESI2 & Konsent_2,
         RESI3 & Konsent_3, RESI4 & Konsent_4, RESI5 & Konsent_5, RESI6 &
         Konsent_6.

                                     BAB IV

                           DATA DAN ANALISIS

4.1 Percobaan 1

Hipotesis yang diuji untuk normalitas metode plot normal residual dan Andeson Darling :

Ho : Galat menyebar normal      vs         H1 : Galat tidak menyebar normal

Hipotesis yang diuji untuk homogenitas :

Ho : Ragam galat homogen        vs         H1 : Ragam galat tidak homogen

Dengan     = 0.05

          Asumsi normalitas metode plot normal residual
   Normplot of Residuals for Pupuk




   Interpretasi:
   Terlihat dari gambar bahwa galat dari data percobaan gandum 1 dan data gandum 2
   menyebar normal (mengikuti sebaran normal) sehingga data tersebut layak untuk
   dilakukan analisis ragam.

          Asumsi normalitas metode Anderson Darling

   Probability Plot of RESI1
Interpretasi:
Dari grafik Anderson – Darling didapatkan p – value sebesar 0,258. P-value tersebut
lebih besar daripada      sehingga terima Hο. Itu artinya bahwa kedua data tersebut
memiliki galat yang menyebar normal.


       Asumsi Homogenitas

Test for Equal Variances: RESI1 versus Varietas

95% Bonferroni confidence intervals for standard deviations

Varietas    N     Lower     StDev     Upper
      G1    3   2,52779   5,29150   47,1802
      G2    3   1,26390   2,64575   23,5901


F-Test (Normal Distribution)
Test statistic = 4,00; p-value = 0,400


Levene's Test (Any Continuous Distribution)
Test statistic = 0,38; p-value = 0,569


Test for Equal Variances for RESI1




Interpretasi:
Dari hasil di atas di dapatkan P-value(0,569) > α(0,05) maka terima Ho. Jadi, ragam
galat dari percobaan varietas gandum 1 dan varietas gandum 2 bersifat homogen
sehingga layak untuk dilakukan analisis ragam.
Kesimpulan Akhir:
   Ternyata memang benar bahwa gandum varietas 1 dan gandum varietas 2 tidak
   memberikan hasil yang sama pada pengujian hasil gandum dalam kilogram perpetak
   dengan mengasumsikan bahwa pemberian pupuk yang berbeda tidak berpengaruh
   dalam penentuan hasil gandum yang diuji.




4.2 Percobaan 2

Hipotesis yang diuji normalitas metode plot normal residual dan Andeson Darling :

Ho : Galat menyebar normal        vs       H1 : Galat tidak menyebar normal

Hipotesis yang diuji homogenitas :

Ho : Ragam galat homogen          vs       H1 : Ragam galat tidak homogen

Dengan     = 0.05

  a. Percobaan pada Konsentrasi 1&2
        Asumsi normalitas metode plot normal residual
       Normplot of Residuals for Data Tmbuh,1




         Interpretasi:
         Terlihat dari gambar bahwa galat dari data percobaan gandum 1 dan data gandum
         2 menyebar normal (mengikuti sebaran normal) sehingga data tersebut layak
         untuk dilakukan analisis ragam.

        Asumsi normalitas metode Anderson Darling

       Probability Plot of RESI1
Interpretasi:
    Dari grafik Anderson – Darling didapatkan p – value sebesar 0,699. P-value
    tersebut lebih besar daripada   sehingga terima Hο. Itu artinya bahwa kedua data
    tersebut memiliki galat yang menyebar normal.


    Asumsi Homogenitas

   Test for Equal Variances: RESI1 versus Konsent_1

   95% Bonferroni confidence intervals for standard deviations

   Konsent_1    N      Lower      StDev     Upper
    Konsnt.1    4   0,282614   0,537742   2,54674
    Konsnt.2    5   0,196348   0,350714   1,21331


   F-Test (Normal Distribution)
   Test statistic = 2,35; p-value = 0,427


   Levene's Test (Any Continuous Distribution)
   Test statistic = 1,25; p-value = 0,301

   Test for Equal Variances for RESI1




    Interpretasi:
    Dari hasil di atas di dapatkan P-value(0,427) > α(0,05) maka terima Ho. Jadi,
    ragam galat dari percobaan varietas gandum 1 dan varietas gandum 2 bersifat
    homogen sehingga layak untuk dilakukan analisis ragam.

b. Percobaan pada Konsentrasi 1&3
    Asumsi normalitas metode plot normal residual
Normplot of Residuals for Data Tmbuh,2




Interpretasi:
Terlihat dari gambar bahwa galat dari data percobaan gandum 1 dan data gandum
2 menyebar normal (mengikuti sebaran normal) sehingga data tersebut layak
untuk dilakukan analisis ragam.

 Asumsi normalitas metode Anderson Darling

Probability Plot of RESI2




Interpretasi:
Dari grafik Anderson – Darling didapatkan p – value sebesar 0,379. P-value
tersebut lebih besar daripada     sehingga terima Hο. Itu artinya bahwa kedua data
tersebut memiliki galat yang menyebar normal.


 Asumsi Homogenitas

Test for Equal Variances: RESI2 versus Konsent_2
95% Bonferroni confidence intervals for standard deviations

Konsent_2   N      Lower       StDev     Upper
 Konsnt.1   4   0,282614    0,537742   2,54674
 Konsnt.3   6   0,367103    0,626099   1,79123


F-Test (Normal Distribution)
Test statistic = 0,74; p-value = 0,854


Levene's Test (Any Continuous Distribution)
Test statistic = 0,03; p-value = 0,857
Test for Equal Variances for RESI2




    Interpretasi:
    Dari hasil di atas di dapatkan P-value(0,854) > α(0,05) maka terima Ho. Jadi,
    ragam galat dari percobaan varietas gandum 1 dan varietas gandum 2 bersifat
    homogen sehingga layak untuk dilakukan analisis ragam.



c. Percobaan pada Konsentrasi 1&4
    Asumsi normalitas metode plot normal residual
    Normplot of Residuals for Data Tmbuh,3




   Interpretasi:
   Terlihat dari gambar bahwa galat dari data percobaan gandum 1 dan data gandum
    2 menyebar normal (mengikuti sebaran normal) sehingga data tersebut layak
    untuk dilakukan analisis ragam.

    Asumsi normalitas metode Anderson Darling

   Probability Plot of RESI3
Interpretasi:
    Dari grafik Anderson – Darling didapatkan p – value sebesar 0,612. P-value
    tersebut lebih besar daripada   sehingga terima Hο. Itu artinya bahwa kedua data
    tersebut memiliki galat yang menyebar normal.


    Asumsi Homogenitas

   Test for Equal Variances: RESI3 versus Konsent_3

   95% Bonferroni confidence intervals for standard deviations

   Konsent_3    N      Lower      StDev     Upper
    Konsnt.1    4   0,282614   0,537742   2,54674
    Konsnt.4    5   0,210968   0,376829   1,30366


   F-Test (Normal Distribution)
   Test statistic = 2,04; p-value = 0,503


   Levene's Test (Any Continuous Distribution)
   Test statistic = 1,06; p-value = 0,337


   Test for Equal Variances for RESI3




    Interpretasi:
    Dari hasil di atas di dapatkan P-value(0,503) > α(0,05) maka terima Ho. Jadi,
    ragam galat dari percobaan varietas gandum 1 dan varietas gandum 2 bersifat
    homogen sehingga layak untuk dilakukan analisis ragam.



d. Percobaan pada Konsentrasi 2&3
 Asumsi normalitas metode plot normal residual
Normplot of Residuals for Data Tmbuh,4




Interpretasi:
Terlihat dari gambar bahwa galat dari data percobaan gandum 1 dan data gandum
2 menyebar normal (mengikuti sebaran normal) sehingga data tersebut layak
untuk dilakukan analisis ragam.

 Asumsi normalitas metode Anderson Darling

Probability Plot of RESI4




Interpretasi:
Dari grafik Anderson – Darling didapatkan p – value sebesar 0,863. P-value
tersebut lebih besar daripada     sehingga terima Hο. Itu artinya bahwa kedua data
tersebut memiliki galat yang menyebar normal.


 Asumsi Homogenitas

Test for Equal Variances: RESI4 versus Konsent_4

95% Bonferroni confidence intervals for standard deviations

Konsent_4   N      Lower       StDev     Upper
 Konsnt.2   5   0,196348    0,350714   1,21331
 Konsnt.3   6   0,367103    0,626099   1,79123


F-Test (Normal Distribution)
Test statistic = 0,31; p-value = 0,284
Levene's Test (Any Continuous Distribution)
   Test statistic = 1,09; p-value = 0,323


   Test for Equal Variances for RESI4




    Interpretasi:
    Dari hasil di atas di dapatkan P-value(0,284) > α(0,05) maka terima Ho. Jadi,
    ragam galat dari percobaan varietas gandum 1 dan varietas gandum 2 bersifat
    homogen sehingga layak untuk dilakukan analisis ragam.



e. Percobaan pada Konsentrasi 2&4
    Asumsi normalitas metode plot normal residual
    Normplot of Residuals for Data Tmbuh,5




   Interpretasi:
   Terlihat dari gambar bahwa galat dari data percobaan gandum 1 dan data gandum
    2 menyebar normal (mengikuti sebaran normal) sehingga data tersebut layak
    untuk dilakukan analisis ragam.

    Asumsi normalitas metode Anderson Darling

   Probability Plot of RESI5
Interpretasi:
Dari grafik Anderson – Darling didapatkan p – value sebesar 0,687. P-value
tersebut lebih besar daripada   sehingga terima Hο. Itu artinya bahwa kedua data
tersebut memiliki galat yang menyebar normal.


 Asumsi Homogenitas

Test for Equal Variances: RESI5 versus Konsent_5

95% Bonferroni confidence intervals for standard deviations

Konsent_5   N      Lower      StDev     Upper
 Konsnt.2   5   0,196348   0,350714   1,21331
 Konsnt.4   5   0,210968   0,376829   1,30366


F-Test (Normal Distribution)
Test statistic = 0,87; p-value = 0,893


Levene's Test (Any Continuous Distribution)
Test statistic = 0,00; p-value = 1,000


Test for Equal Variances for RESI5




Interpretasi:
Dari hasil di atas di dapatkan P-value(0,893) > α(0,05) maka terima Ho. Jadi,
ragam galat dari percobaan varietas gandum 1 dan varietas gandum 2 bersifat
homogen sehingga layak untuk dilakukan analisis ragam.
f. Percobaan pada Konsentrasi 3&4
    Asumsi normalitas metode plot normal residual
    Normplot of Residuals for Data Tmbuh,6




   Interpretasi:
   Terlihat dari gambar bahwa galat dari data percobaan gandum 1 dan data gandum
    2 menyebar normal (mengikuti sebaran normal) sehingga data tersebut layak
    untuk dilakukan analisis ragam.

    Asumsi normalitas metode Anderson Darling
       Probability Plot of RESI6




    Interpretasi:
    Dari grafik Anderson – Darling didapatkan p – value sebesar 0,439. P-value
    tersebut lebih besar daripada     sehingga terima Hο. Itu artinya bahwa kedua data
    tersebut memiliki galat yang menyebar normal.


    Asumsi Homogenitas

   Test for Equal Variances: RESI6 versus Konsent_6

   95% Bonferroni confidence intervals for standard deviations

   Konsent_6    N      Lower      StDev      Upper
    Konsnt.3    6   0,367103   0,626099    1,79123
    Konsnt.4    5   0,210968   0,376829    1,30366
F-Test (Normal Distribution)
          Test statistic = 2,76; p-value = 0,347


          Levene's Test (Any Continuous Distribution)
          Test statistic = 1,03; p-value = 0,337


          Test for Equal Variances for RESI6




          Interpretasi:
          Dari hasil di atas di dapatkan P-value(0,347) > α(0,05) maka terima Ho. Jadi,
          ragam galat dari percobaan varietas gandum 1 dan varietas gandum 2 bersifat
          homogen sehingga layak untuk dilakukan analisis ragam.

                                          BAB V

                                       PENUTUP

5.1 Kesimpulan

    Asumsi analisis ragam dilakukan untuk mengetahui apakah suatu data layak untuk
dilakukan analisis ragam atau tidak. Karena jika tanpa analisis ragam suatu data maka
dikhawatirkan aka nada banyak konsekuensi yang harus ditanggung. Ada 4 asumsi yang harus
dipenuhi sebelum melakukan analisis ragam, yaitu : Pengaruh Aditif, Kenormalan,
Kehomogenan Ragam, dan Kebebasan Galat

        Hipotesis yang digunakan pada uji klasifikasi satu arah yaitu :

Ho : µ1 = μ2 vs H1 : µ1 μ2

        Hipotesis yang digunakan pada uji Asumsi Normalitas yaitu :

Ho : Galat menyebar normal    vs    H1 : Galat tidak menyebar normal

        Hipotasis yang digunakan pada uji Asumsi Homogenitas yaitu :

Ho : Ragam galat homogen     vs     H1 : Ragam galat tidak homogen
5.2 Saran

       Dalam analisis ragam harus pandai-pandai dalam mengelompokkan apakah data
tersebut termasuk data bebas atau tidak. Harus sering berlatih untuk melatih pemahaman kita
tentang data tersebut.Selain itu kita harus tahu langkah-langkah yang dilakukan dalam uji
kenormalan suatu data dan homogenitas.Karena itu merupakan kunci kesuksesan untuk
pengujian tersebut.




                                 DAFTAR PUSTAKA

 Abdulsyahid.    2009.    Asumsi-Asumsi     Dasar    Analisis   Ragam.   http://abdulsyahid-
       forum.blogspot.com , diakses tanggal 4Mei 2009.
Anonim1,2008.http://wikipedia.org.diakses tanggal 11 Mei 2010
Anonim2,2008.http:// www.statistikpendidikan.com.diakses tanggal 11 Mei2009
Barnes J. Wesley,1994. Statistical Analysis for Engineers and ScientistMc-Graw Hill: London
Walpole. 1987. Statistika Edisi Kedua. Erlangga. Jakarta.
Yitnosumarto,suntoyo. Pengantar Analisis Regresi,Universitas Brawijaya Malang
LAPORAN PRAKTIKUM METODE STATISTIKA II

 ANALISIS RAGAM DUA POPULASI




                 Oleh:

         Nama    : Prawitra Kusumastuti

         NIM     : 0910953041
Asisten 1    : Siti Choirun Nisak

                     Asisten 2    : Desi Mariyana

                     Tanggal      : 7 Mei 2010



                   LABORATORIUM STATISTIKA

                       JURUSAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

                     UNIVERSITAS BRAWIJAYA

                                   2010




 Isikan kotak seperti berikut




 Klik Ok.
 Sehingga diperoleh kolom baru yaitu c5 dan c6. Tambahkan nama untuk masing-
   masing kolom yaitu ‘Konsent_1’ dan ‘Data Tumbuh,1’. Kemudian lakukan
   perlakuan yang sama untuk perbandingan antara Konsnt.1 dengan Konsnt.3 &
   Konsnt.4, Konsnt.2 dengan Konsnt.3     & Konsnt.4, dan Konsnt.3    dengan
   Konsnt.4. Dan tambahkan nama untuk pula untuk masing-masing kolom yaitu
   ‘Konsent_2’ dan ‘Data Tumbuh,2’ dst.
 Lalu klik Stat > ANOVA > One-Way.




        Masukkan satu per satu sesuai dengan perbandingan untuk kolom ‘Konsentr_1’ke
           factor dan kolom ‘Data Tumbuh,1’ ke response, Dst..




           …
        Klik Ok

                                          BAB V

                                       PENUTUP

   5.1 Kesimpulan

       Dalam analisis ragam terbagi menjadi dua satu dan dua arah. Pada saat kita memiliki
data lebih dari dua populasi dan saling bebas (independen) maka digunakan analisis ragam
satu arah. Jika populasi tersebut mengikat maka digunakan analisis ragam dua arah.

       Dalam pengujian hipotesis banyak hal yang harus diperhatikan ragam,rata-rata,dan
proporsi. Suatu hipotesis bisa diuji jika, Menyatakan hubungan antara dua variabel atau
lebih,dinyatakan dalam kalimat pernyataan,dirumuskan secara jelas dan padat (sistematik),dan
dapat diuji kebenarannya berdasarkan data lapangan.




   5.2 Saran
Dalam analisis ragam harus pandai-pandai dalam mengelompokkan apakah data tersebut
termasuk data bebas atau tidak. Harus sering berlatih untuk melatih agar bisa membedakan
antara uji satu arah dengan uji dua arah.




                                 DAFTAR PUSTAKA

  Aunuddin.2002.Analisis Data.IPB Press.Bogor

  Dajan,anto,1984.Pengantar metode statistic jilid II. LP3ES:Jakarta

   Mattjik,AA.2002.Perancangan Percobaan Dengan Aplikasi Sas Dan Minitab.IPB
     Press.Bogor

   Miller,I., and J.E.Freund,1977. Probability and Statistics for Engineers,2nd ed.Englewood
     cliffs,N.J. prentice hall,inc

  Wallpole, Ronald,e,1992. Pengantar statistika edisi ke-3. Gramedia pustaka utama:Jakarta

Lap41

  • 1.
    LAPORAN PRAKTIKUM METODESTATISTIKA II ASUMSI YANG MELANDASI ANALISIS RAGAM Oleh: Nama : Prawitra Kusumastuti NIM : 0910953041 Asisten 1 : Siti Choirun Nisak Asisten 2 : Desi Mariyana Tanggal : 14 Mei 2010 LABORATORIUM STATISTIKA JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2010
  • 2.
    BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Statistika adalah seni ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi data. Di dalam statistika ini erat hubungannya dengan asumsi – asumsi atau dugaan sementara (hipotesis) yang di gunakan untuk menggambil suatu keputusan. Pengujian hipotesis merupakan prosedur perumusan kaidah yang dapat membawa kita menerima atau menolak pernyataan atau hipotesis mengenai populasi. Karena Suatu asumsi yang dikemukakan oleh seorang peneliti belum tentu kebenarannya, sehingga diperlukan suatu uji yang bisa membuktikan apakah hipotesis yang dikeluarkan oleh peneliti tersebut benar atau salah. Salah satu pengujian yang dapat digunakan adalah pengujian analisis ragam. Analisis ragam adalah suatu metode untuk menguraikan keragaman total data kita menjadi komonen-komponen yang mengukur berbagai sumber keragaman atau bisa disebut pula menguji kesamaan beberapa nilai tengah secara sekaligus diperlukan sebuah teknik yang baru. Dalam analisis ragam kita dihadapkan terhadap penyusunan hipotesis 2 populasi pada pengamatan berpasangan (dependen) dan tidak berpasangan (independen). Analisis ragam juga mempunyai beberapa asumsi yaitu galatnya harus tersebar normal dan harus homogen. Oleh karena analisis ragam merupakan teknik statistika, maka asumsi – asumsi tersebut harus terpenuhi agar pemakaiannya dalam sekelompok data dianggap sah. Jadi, harus dilakukan uji yang terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas. Untuk lebih jauh memahami tentang materi asumsi yang melandasi analisis ragam dua, maka akan dibahas bagaimana penerapan pengujian analisis ragam dua populasi dengan menggunakan aplikasi minitab. 1.2 Tujuan A. Tujuan umum Mahasiswa mampu meguji asumsi yang melandasi analisis ragam yaitu asumsi normalitas dan homogenitas ragam galat. B. Tujuan khusus Mahasiswa mampu menguji asumsi normalitas dengan metode plot normal residual dan pengujian Anderson Darling dan menguji asumsi homogenitas ragam galat dengan metode Barttlet dan Levene.
  • 3.
    BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam menganalisis ragam, suatu data harus memenuhi beberapa asumsi. Karena biasanya analisis ragam terhadap data pengamatan langsung dilakukan tanpa memperhatikan apakah data tersebut ”layak” untuk dianalisis atau tidak. Maksud ”layak” di sini adalah bahwa data pengamatan tersebut telah memenuhi asumsi-asumsi analisis ragam. Data pengamatan tersebut harus melalui proses pengujian atau pengujian pra-analisis ragam. Ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi sebagai konsekuensi apabila data pengamatan langsung anda analisis ragam tanpa menguji kelayakan data tersebut, yaitu (Abdulsyahid,2009): a. Keragaman menjadi lebih heterogen. b. Berpengaruh pada kepekaan hasil pengujian analisis ragam. Jika tetap dilakukan analisis ragam tanpa memeriksa terlebih dahulu apakah data tersebut memenuhi asumsi-asumsi anasis ragam atau tidak, maka akan diperoleh kesimpulan yang salah karena tidak menggambarkan keadaaan yang sebenarnya terjadi. Akibatnya kesimpulan yang diperoleh akan menyesatkan diri sendiri dan bagi peneliti lainnya (Abdulsyahid,2009). Ada 4 asumsi yang harus dipenuhi sebelum anda melakukan analisis ragam, yaitu: a) Pengaruh Aditif Pengaruh perlakuan dan kelompok dikatakan aditif apabila pengaruh perlakuan selalu tetap pada setiap ulangan atau kelompok dan pengaruh ulangan atau kelompok selalu tetap untuk semua perlakuan. Maksud pengaruh aditif di sini adalah bahwa respons yang diterima dari perlakuan yang anda coba adalah semata-mata akibat pengaruh penambahan perlakuan dan kelompok pada percobaan anda. Artinya tidak ada penambahan pengaruh yang lain selain perlakuan dan pengelompokan percobaan anda. Apabila ada penambahan pengaruh yang lain selain perlakuan dan pengelompokan pada percobaan anda, maka pengaruh perlakuan anda sudak tidak bersifat aditif lagi tetapi menjadi pengaruh multiplikatif (penggandaan).Biasanya apabila data bersifat aditif, maka data tersebut mempunyai ragam yang homogen. Sebaliknya apabila data bersifat tidak aditif, maka data tersebut mempunyai ragam yang heterogen (Yitnosumarto,1993).
  • 4.
    b) Kenormalan Maksud kenormalan di sini adalah data percobaan harus menyebar secara normal. Artinya data yang tidak menyebar secara normal tidak layak untuk dianalisis ragam. Untuk menjadi layak dianalisis ragam, data tersebut harus ditransformasi dulu sehingga data akan menyebar secara normal (Anonim 2,2008). Beberapa uji kenormalan antara lain: Anderson Darling Test, Kolmogorov Smirnov Test, Ryan Joiner Test, dan Saphiro Wilk Test. Kita dapat menguji kenormalan data dengan plot kenormalan data (normal probability plot), di mana plot dari data tersebut dibentuk antara nilai data dengan nilai harapan data tersebut (expected value). Nilai harapan merupakan nilai yang kita harapkan mendekati nilai populasi sebenarnya. Jika distribusi tersebut menyebar normal, maka plot data sample berada di sekitar garis lurus, yang merupakan nilai harapan (Anonim1,2009). c) Kehomogenan Ragam Ragam yang heterogen merupakan penyimpangan asumsi dasar pada analisis ragam. Data yang seperti ini tidak layak untuk dianalisis ragam. Artinya untuk bisa dianalisis ragam, data harus mempunyai ragam yang homogen. Untuk menguji apakah data percobaan anda memenuhi asumsi kehomogenen ragam atau tidak dapat dilakukan uji Kehomogenen Ragam dengan uji Kehomogenan Ragam Bartlett. d) Kebebasan Galat. Asumsi kebebasan galat ini biasanya bisa terpenuhi apabila anda sudah melakukan pengacakan dengan prinsip-prinsip perancangan percobaan terhadap satuan percobaan anda. Jadi apabila susunan satuan percobaan anda tersusun secara sistematis, maka kemungkinan asumsi kebebasan galat akan dilanggar (Barnes,1988). Jadi kesimpulannya, apabila data pengamatan melanggar salah satu dari empat asumsi di atas, maka harus dilakukan transformasi data untuk memenuhi asumsi tersebut(Abdulsyahid,2009).
  • 5.
    BAB III METODOLOGI 3.1 Percobaan 1  Asumsi normalitas metode plot normal residual  Masukkan nama ‘Resi 1’ pada kolom c6  Klik stat >ANOVA > One-Way.  Masukkan response ‘Pupuk ‘dan factor ‘Varietas’ hidupkan store residuals.  Klik Pada bagian Graph (tampilan kotak dialog paling bawah) hidupkan normal plot of residuals  Klik Ok
  • 6.
     Asumsi normalitasmetode Anderson Darling  Klik Stat>Basic Statistic>Normality test.  Masukkan kolm RESI1 ke variables sehingga muncul kotak dialog sebagai berikut  Klik Ok  Asumsi Homogenitas  Klik Stat >ANOVA> Test for equal Variances  Masukkan response ‘Resi 1 ‘dan factor ‘Varietas’  Klik Ok
  • 7.
    3.2 Percobaan 2  Asumsi normalitas metode plot normal residual  Klik stat >ANOVA > One-Way  Masukkan response ‘Data Tmbuh,1 ‘dan factor ‘Konsent_1’ hidupkan store residuals  Klik Pada bagian Graph (tampilan kotak dialog paling bawah) hidupkan normal plot of residuals  Klik Ok  Lakukan perlakuan yang sama untuk perbandingan antara Data Tmbuh,1& Konsent_1, Data Tmbuh,2&Konsent_2, Data Tmbuh,3&Konsent_3, Data Tmbuh,4&Konsent_4Data Tmbuh,5&Konsent_5, Data Tmbuh,6&Konsent_6.  Kemudian diperoleh data seperti berikut,  Asumsi normalitas metode Anderson Darling
  • 8.
     Klik Stat>BasicStatistic>Normality test.  Masukkan kolm RESI1 ke variables sehingga muncul kotak dialog sebagai berikut  Klik Ok  Lakukan perlakuan yang sama untuk RESI2, RESI3, RESI4, RESI5, RESI6.  Asumsi Homogenitas  Klik Stat >ANOVA> Test for equal Variances  Masukkan response ‘Resi 1 ‘dan factor ‘Konsent_1’  Klik OK
  • 9.
     Lakukan perlakuanyang sama untuk perbandingan antara RESI2 & Konsent_2, RESI3 & Konsent_3, RESI4 & Konsent_4, RESI5 & Konsent_5, RESI6 & Konsent_6. BAB IV DATA DAN ANALISIS 4.1 Percobaan 1 Hipotesis yang diuji untuk normalitas metode plot normal residual dan Andeson Darling : Ho : Galat menyebar normal vs H1 : Galat tidak menyebar normal Hipotesis yang diuji untuk homogenitas : Ho : Ragam galat homogen vs H1 : Ragam galat tidak homogen Dengan = 0.05  Asumsi normalitas metode plot normal residual Normplot of Residuals for Pupuk Interpretasi: Terlihat dari gambar bahwa galat dari data percobaan gandum 1 dan data gandum 2 menyebar normal (mengikuti sebaran normal) sehingga data tersebut layak untuk dilakukan analisis ragam.  Asumsi normalitas metode Anderson Darling Probability Plot of RESI1
  • 10.
    Interpretasi: Dari grafik Anderson– Darling didapatkan p – value sebesar 0,258. P-value tersebut lebih besar daripada sehingga terima Hο. Itu artinya bahwa kedua data tersebut memiliki galat yang menyebar normal.  Asumsi Homogenitas Test for Equal Variances: RESI1 versus Varietas 95% Bonferroni confidence intervals for standard deviations Varietas N Lower StDev Upper G1 3 2,52779 5,29150 47,1802 G2 3 1,26390 2,64575 23,5901 F-Test (Normal Distribution) Test statistic = 4,00; p-value = 0,400 Levene's Test (Any Continuous Distribution) Test statistic = 0,38; p-value = 0,569 Test for Equal Variances for RESI1 Interpretasi: Dari hasil di atas di dapatkan P-value(0,569) > α(0,05) maka terima Ho. Jadi, ragam galat dari percobaan varietas gandum 1 dan varietas gandum 2 bersifat homogen sehingga layak untuk dilakukan analisis ragam.
  • 11.
    Kesimpulan Akhir: Ternyata memang benar bahwa gandum varietas 1 dan gandum varietas 2 tidak memberikan hasil yang sama pada pengujian hasil gandum dalam kilogram perpetak dengan mengasumsikan bahwa pemberian pupuk yang berbeda tidak berpengaruh dalam penentuan hasil gandum yang diuji. 4.2 Percobaan 2 Hipotesis yang diuji normalitas metode plot normal residual dan Andeson Darling : Ho : Galat menyebar normal vs H1 : Galat tidak menyebar normal Hipotesis yang diuji homogenitas : Ho : Ragam galat homogen vs H1 : Ragam galat tidak homogen Dengan = 0.05 a. Percobaan pada Konsentrasi 1&2  Asumsi normalitas metode plot normal residual Normplot of Residuals for Data Tmbuh,1 Interpretasi: Terlihat dari gambar bahwa galat dari data percobaan gandum 1 dan data gandum 2 menyebar normal (mengikuti sebaran normal) sehingga data tersebut layak untuk dilakukan analisis ragam.  Asumsi normalitas metode Anderson Darling Probability Plot of RESI1
  • 12.
    Interpretasi: Dari grafik Anderson – Darling didapatkan p – value sebesar 0,699. P-value tersebut lebih besar daripada sehingga terima Hο. Itu artinya bahwa kedua data tersebut memiliki galat yang menyebar normal.  Asumsi Homogenitas Test for Equal Variances: RESI1 versus Konsent_1 95% Bonferroni confidence intervals for standard deviations Konsent_1 N Lower StDev Upper Konsnt.1 4 0,282614 0,537742 2,54674 Konsnt.2 5 0,196348 0,350714 1,21331 F-Test (Normal Distribution) Test statistic = 2,35; p-value = 0,427 Levene's Test (Any Continuous Distribution) Test statistic = 1,25; p-value = 0,301 Test for Equal Variances for RESI1 Interpretasi: Dari hasil di atas di dapatkan P-value(0,427) > α(0,05) maka terima Ho. Jadi, ragam galat dari percobaan varietas gandum 1 dan varietas gandum 2 bersifat homogen sehingga layak untuk dilakukan analisis ragam. b. Percobaan pada Konsentrasi 1&3  Asumsi normalitas metode plot normal residual
  • 13.
    Normplot of Residualsfor Data Tmbuh,2 Interpretasi: Terlihat dari gambar bahwa galat dari data percobaan gandum 1 dan data gandum 2 menyebar normal (mengikuti sebaran normal) sehingga data tersebut layak untuk dilakukan analisis ragam.  Asumsi normalitas metode Anderson Darling Probability Plot of RESI2 Interpretasi: Dari grafik Anderson – Darling didapatkan p – value sebesar 0,379. P-value tersebut lebih besar daripada sehingga terima Hο. Itu artinya bahwa kedua data tersebut memiliki galat yang menyebar normal.  Asumsi Homogenitas Test for Equal Variances: RESI2 versus Konsent_2 95% Bonferroni confidence intervals for standard deviations Konsent_2 N Lower StDev Upper Konsnt.1 4 0,282614 0,537742 2,54674 Konsnt.3 6 0,367103 0,626099 1,79123 F-Test (Normal Distribution) Test statistic = 0,74; p-value = 0,854 Levene's Test (Any Continuous Distribution) Test statistic = 0,03; p-value = 0,857
  • 14.
    Test for EqualVariances for RESI2 Interpretasi: Dari hasil di atas di dapatkan P-value(0,854) > α(0,05) maka terima Ho. Jadi, ragam galat dari percobaan varietas gandum 1 dan varietas gandum 2 bersifat homogen sehingga layak untuk dilakukan analisis ragam. c. Percobaan pada Konsentrasi 1&4  Asumsi normalitas metode plot normal residual Normplot of Residuals for Data Tmbuh,3 Interpretasi: Terlihat dari gambar bahwa galat dari data percobaan gandum 1 dan data gandum 2 menyebar normal (mengikuti sebaran normal) sehingga data tersebut layak untuk dilakukan analisis ragam.  Asumsi normalitas metode Anderson Darling Probability Plot of RESI3
  • 15.
    Interpretasi: Dari grafik Anderson – Darling didapatkan p – value sebesar 0,612. P-value tersebut lebih besar daripada sehingga terima Hο. Itu artinya bahwa kedua data tersebut memiliki galat yang menyebar normal.  Asumsi Homogenitas Test for Equal Variances: RESI3 versus Konsent_3 95% Bonferroni confidence intervals for standard deviations Konsent_3 N Lower StDev Upper Konsnt.1 4 0,282614 0,537742 2,54674 Konsnt.4 5 0,210968 0,376829 1,30366 F-Test (Normal Distribution) Test statistic = 2,04; p-value = 0,503 Levene's Test (Any Continuous Distribution) Test statistic = 1,06; p-value = 0,337 Test for Equal Variances for RESI3 Interpretasi: Dari hasil di atas di dapatkan P-value(0,503) > α(0,05) maka terima Ho. Jadi, ragam galat dari percobaan varietas gandum 1 dan varietas gandum 2 bersifat homogen sehingga layak untuk dilakukan analisis ragam. d. Percobaan pada Konsentrasi 2&3
  • 16.
     Asumsi normalitasmetode plot normal residual Normplot of Residuals for Data Tmbuh,4 Interpretasi: Terlihat dari gambar bahwa galat dari data percobaan gandum 1 dan data gandum 2 menyebar normal (mengikuti sebaran normal) sehingga data tersebut layak untuk dilakukan analisis ragam.  Asumsi normalitas metode Anderson Darling Probability Plot of RESI4 Interpretasi: Dari grafik Anderson – Darling didapatkan p – value sebesar 0,863. P-value tersebut lebih besar daripada sehingga terima Hο. Itu artinya bahwa kedua data tersebut memiliki galat yang menyebar normal.  Asumsi Homogenitas Test for Equal Variances: RESI4 versus Konsent_4 95% Bonferroni confidence intervals for standard deviations Konsent_4 N Lower StDev Upper Konsnt.2 5 0,196348 0,350714 1,21331 Konsnt.3 6 0,367103 0,626099 1,79123 F-Test (Normal Distribution) Test statistic = 0,31; p-value = 0,284
  • 17.
    Levene's Test (AnyContinuous Distribution) Test statistic = 1,09; p-value = 0,323 Test for Equal Variances for RESI4 Interpretasi: Dari hasil di atas di dapatkan P-value(0,284) > α(0,05) maka terima Ho. Jadi, ragam galat dari percobaan varietas gandum 1 dan varietas gandum 2 bersifat homogen sehingga layak untuk dilakukan analisis ragam. e. Percobaan pada Konsentrasi 2&4  Asumsi normalitas metode plot normal residual Normplot of Residuals for Data Tmbuh,5 Interpretasi: Terlihat dari gambar bahwa galat dari data percobaan gandum 1 dan data gandum 2 menyebar normal (mengikuti sebaran normal) sehingga data tersebut layak untuk dilakukan analisis ragam.  Asumsi normalitas metode Anderson Darling Probability Plot of RESI5
  • 18.
    Interpretasi: Dari grafik Anderson– Darling didapatkan p – value sebesar 0,687. P-value tersebut lebih besar daripada sehingga terima Hο. Itu artinya bahwa kedua data tersebut memiliki galat yang menyebar normal.  Asumsi Homogenitas Test for Equal Variances: RESI5 versus Konsent_5 95% Bonferroni confidence intervals for standard deviations Konsent_5 N Lower StDev Upper Konsnt.2 5 0,196348 0,350714 1,21331 Konsnt.4 5 0,210968 0,376829 1,30366 F-Test (Normal Distribution) Test statistic = 0,87; p-value = 0,893 Levene's Test (Any Continuous Distribution) Test statistic = 0,00; p-value = 1,000 Test for Equal Variances for RESI5 Interpretasi: Dari hasil di atas di dapatkan P-value(0,893) > α(0,05) maka terima Ho. Jadi, ragam galat dari percobaan varietas gandum 1 dan varietas gandum 2 bersifat homogen sehingga layak untuk dilakukan analisis ragam.
  • 19.
    f. Percobaan padaKonsentrasi 3&4  Asumsi normalitas metode plot normal residual Normplot of Residuals for Data Tmbuh,6 Interpretasi: Terlihat dari gambar bahwa galat dari data percobaan gandum 1 dan data gandum 2 menyebar normal (mengikuti sebaran normal) sehingga data tersebut layak untuk dilakukan analisis ragam.  Asumsi normalitas metode Anderson Darling Probability Plot of RESI6 Interpretasi: Dari grafik Anderson – Darling didapatkan p – value sebesar 0,439. P-value tersebut lebih besar daripada sehingga terima Hο. Itu artinya bahwa kedua data tersebut memiliki galat yang menyebar normal.  Asumsi Homogenitas Test for Equal Variances: RESI6 versus Konsent_6 95% Bonferroni confidence intervals for standard deviations Konsent_6 N Lower StDev Upper Konsnt.3 6 0,367103 0,626099 1,79123 Konsnt.4 5 0,210968 0,376829 1,30366
  • 20.
    F-Test (Normal Distribution) Test statistic = 2,76; p-value = 0,347 Levene's Test (Any Continuous Distribution) Test statistic = 1,03; p-value = 0,337 Test for Equal Variances for RESI6 Interpretasi: Dari hasil di atas di dapatkan P-value(0,347) > α(0,05) maka terima Ho. Jadi, ragam galat dari percobaan varietas gandum 1 dan varietas gandum 2 bersifat homogen sehingga layak untuk dilakukan analisis ragam. BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Asumsi analisis ragam dilakukan untuk mengetahui apakah suatu data layak untuk dilakukan analisis ragam atau tidak. Karena jika tanpa analisis ragam suatu data maka dikhawatirkan aka nada banyak konsekuensi yang harus ditanggung. Ada 4 asumsi yang harus dipenuhi sebelum melakukan analisis ragam, yaitu : Pengaruh Aditif, Kenormalan, Kehomogenan Ragam, dan Kebebasan Galat Hipotesis yang digunakan pada uji klasifikasi satu arah yaitu : Ho : µ1 = μ2 vs H1 : µ1 μ2 Hipotesis yang digunakan pada uji Asumsi Normalitas yaitu : Ho : Galat menyebar normal vs H1 : Galat tidak menyebar normal Hipotasis yang digunakan pada uji Asumsi Homogenitas yaitu : Ho : Ragam galat homogen vs H1 : Ragam galat tidak homogen
  • 21.
    5.2 Saran Dalam analisis ragam harus pandai-pandai dalam mengelompokkan apakah data tersebut termasuk data bebas atau tidak. Harus sering berlatih untuk melatih pemahaman kita tentang data tersebut.Selain itu kita harus tahu langkah-langkah yang dilakukan dalam uji kenormalan suatu data dan homogenitas.Karena itu merupakan kunci kesuksesan untuk pengujian tersebut. DAFTAR PUSTAKA Abdulsyahid. 2009. Asumsi-Asumsi Dasar Analisis Ragam. http://abdulsyahid- forum.blogspot.com , diakses tanggal 4Mei 2009. Anonim1,2008.http://wikipedia.org.diakses tanggal 11 Mei 2010 Anonim2,2008.http:// www.statistikpendidikan.com.diakses tanggal 11 Mei2009 Barnes J. Wesley,1994. Statistical Analysis for Engineers and ScientistMc-Graw Hill: London Walpole. 1987. Statistika Edisi Kedua. Erlangga. Jakarta. Yitnosumarto,suntoyo. Pengantar Analisis Regresi,Universitas Brawijaya Malang
  • 22.
    LAPORAN PRAKTIKUM METODESTATISTIKA II ANALISIS RAGAM DUA POPULASI Oleh: Nama : Prawitra Kusumastuti NIM : 0910953041
  • 23.
    Asisten 1 : Siti Choirun Nisak Asisten 2 : Desi Mariyana Tanggal : 7 Mei 2010 LABORATORIUM STATISTIKA JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2010  Isikan kotak seperti berikut  Klik Ok.  Sehingga diperoleh kolom baru yaitu c5 dan c6. Tambahkan nama untuk masing- masing kolom yaitu ‘Konsent_1’ dan ‘Data Tumbuh,1’. Kemudian lakukan perlakuan yang sama untuk perbandingan antara Konsnt.1 dengan Konsnt.3 & Konsnt.4, Konsnt.2 dengan Konsnt.3 & Konsnt.4, dan Konsnt.3 dengan Konsnt.4. Dan tambahkan nama untuk pula untuk masing-masing kolom yaitu ‘Konsent_2’ dan ‘Data Tumbuh,2’ dst.
  • 24.
     Lalu klikStat > ANOVA > One-Way.  Masukkan satu per satu sesuai dengan perbandingan untuk kolom ‘Konsentr_1’ke factor dan kolom ‘Data Tumbuh,1’ ke response, Dst.. …  Klik Ok BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Dalam analisis ragam terbagi menjadi dua satu dan dua arah. Pada saat kita memiliki data lebih dari dua populasi dan saling bebas (independen) maka digunakan analisis ragam satu arah. Jika populasi tersebut mengikat maka digunakan analisis ragam dua arah. Dalam pengujian hipotesis banyak hal yang harus diperhatikan ragam,rata-rata,dan proporsi. Suatu hipotesis bisa diuji jika, Menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih,dinyatakan dalam kalimat pernyataan,dirumuskan secara jelas dan padat (sistematik),dan dapat diuji kebenarannya berdasarkan data lapangan. 5.2 Saran
  • 25.
    Dalam analisis ragamharus pandai-pandai dalam mengelompokkan apakah data tersebut termasuk data bebas atau tidak. Harus sering berlatih untuk melatih agar bisa membedakan antara uji satu arah dengan uji dua arah. DAFTAR PUSTAKA Aunuddin.2002.Analisis Data.IPB Press.Bogor Dajan,anto,1984.Pengantar metode statistic jilid II. LP3ES:Jakarta Mattjik,AA.2002.Perancangan Percobaan Dengan Aplikasi Sas Dan Minitab.IPB Press.Bogor Miller,I., and J.E.Freund,1977. Probability and Statistics for Engineers,2nd ed.Englewood cliffs,N.J. prentice hall,inc Wallpole, Ronald,e,1992. Pengantar statistika edisi ke-3. Gramedia pustaka utama:Jakarta