TAK MERUSAK
      ( NON DESTRUCTIVE
           TESTING )




JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK
 UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
          CILEGON-BANTEN
                2012
PENGUJIAN TAK MERUSAK
     (NON DESTRUCTIVE TESTING)

   Pengujian yang dilakukan untuk mendeteksi suatu
    cacat,retak atau diskontinuitas terhadap suatu
    material tanpa merusak struktur material tersebut.

   NDT dilakukan untuk menjamin bahwa material
    yang kita gunakan memiliki mutu yang baik sesuai
    dengan standar yang berlaku.

    Selain untuk inspeksi cacat atau kerusakan
    material, NDT dijadikan sebagai bagian dari
    kendali mutu komponen dalam proses produksi
    terutama untuk indusri fabrikasi.
Metode Non Destructive Testing
           (NDT)
 Magnetic Particle Inspection (MPI)
 Ultrasonic Testing (UT)
 Liquid Penetrant Test (PT)
 Radiografic Inspection (RT)
 Eddy Current Test/Electromagnetic
  Test(ET)
 Leak Test (LT)
 Accoustic Emission Testing (AE)
Magnetic Particle Inspection
(MPI)
   Inspeksi partikel magnetik (MPI) adalah proses untuk
    mendeteksi diskontinuitas permukaan dan bawah permukaan
    pada material feroelektrik seperti besi, nikel, kobalt, dan
    beberapa paduan mereka.

   Prinsip Kerja MPI adalah arus listrik digunakan untuk
    membangkitkan medan magnet dalam bahan, arah medan
    magnet akan dibelokkan sehingga terjadi kebocoran flux
    magnetic akan menarik butir-butir ferromagnetic di
    permukaan sehingga lokasi cacat dapat ditunjukkan.
Metoda dan Teknik Uji
Metoda Magnetisasi (proses pembangkitan medan magnet)
1. Magnetisasi Longitudinal
  Magnetisasi longitudinal dihasilkan dari arus listrik yang
   dialirkan dalam kumparan.

2. Magnetisasi Sirkular
    Arus listrik yang dialirkan ke konduktor sentral yang
   diletakkan dalam bahan yang akan dimagnetisasi
   (magnetisasi tidak langsung)
Jenis-jenis Magnet
   Magnet Permanen
    Magnet Permanen merupakan bahan-bahan logam tertentu
    yang jika dimagnetisasi maka bahan logam tersebut akan
    mampu mempertahankan sifat magnetnya dalam jangka
    waktu yang lama (permanen).

   Elektromagnet
    Elektromagnet merupakan magnet yang terbuat dari bahan
    ferromagnetic jika dialirkan arus listrik maka bahan tersebut
    akan menjadi magnet, tetapi jika pemberian arus listrik
    dihentikan, maka sifat magnet pada bahan tersebut akan
    hilang.

   Bahan Ferromagnetic : Besi, baja, nikel, cobalt.
Peralatan Pengujian
Yoke                  Penggaris




Blacklight            Sikat Kawat




             Senter
Bahan-bahan Pengujian



Benda Uji                WCP       Serbuk Magnet Basah




Serbuk Magnet Kering   Serbuk Magnet      Cleaner
                        Cair
Kalibrasi
 Jika Yoke dapat mengangkat beban
 ferromagnetik sebesar 4.54 kg atau 10
 Lbs maka yoke tersebut bisa
 digunakan untuk inspeksi.
Prosedur Pengujian
   Cleaning : Perhatikan kondisi permukaan, permukaan
    harus kering dan bersih dari segala macam kotoran
    yang dapat mengganggu proses inspeksi seperti
    karat, oli, debu dan lain-lain
   Apply AC/DC Yoke : Nyalakan AC/DC yoke, lalu benda
    kerja mulai dimagnetisasi.
   Aplikasi Serbuk Magnet : Sesuaikan dengan keadaan
    permukaan pada benda uji
   Inspection :Teliti bentuk cacat yang terdapat pada
    benda uji.
   Demagnetisasi : Lakukan menggunakan arus AC atau
    DC , jika menggunakan arus AC, benda uji dimasukkan
    kedalam koil yang dialiri arus AC kemudian diturunkan
    perlahan-lahan. Jika menggunakan arus Dc step down
    bolak-balik secara berulang.
   Post Cleaning : Bersihkan benda uji dari sisa-sisa dari
    pemberian serbuk magnetik pada saat pengujian.
Klasifikasi Metode Pengujian
1.   Metode Wet Visible
2.   Metode Dry Visible
3.   Metode Wet Flourescent
Wet Visible
 menggunakan serbuk magnet bertipe basah. Serbuk
 tersebut ditaburkan pada saat magnetisasi benda uji.
 Tujuan pemberian serbuk ini adalah untuk mendeteksi
 adanya cacat pada benda uji, karena jika terjadi cacat,
 serbuk ini akan menunjukan dimana cacat tersebut.
Dry Visible
  Dalam proses Dry Visible ini, digunakan serbuk yang kering.
Serbuk tersebut ditaburkan pada saat magnetisasi benda uji.
Tujuan pemberian serbuk ini adalah untuk mendeteksi adanya
cacat pada benda uji, karena jika terjadi cacat, serbuk ini akan
menunjukan dimana letak cacat tersebut.
Wet Fluorescent
 Dalam metode Wet Fluorescent ini, menggunakan serbuk
 yang basah. Serbuk tersebut ditaburkan pada saat
 magnetisasi benda uji. Tujuan pemberian serbuk ini adalah
 untuk mendeteksi adanya cacat pada benda uji, karena jika
 terjadi cacat, serbuk ini akan menunjukkan dimana letak
 cacat tersebut.
Kelebihan Metode MPI
 Sensititifas tinggi untuk mendeteksi
  cacat pada permukaan.
 Dalam penggunaan memiliki cost
  yang relatif murah dan sederhana.
 Dapat dilakukan pada bagian
  permukaan yang terlapisi, seperti cat
  dan plat.
 Tidak memerlukan pelatihan personil
  yang mahal dan rumit.
Kekurangan Metode MPI
 Hanya dapat dilakukan pada material
  yang berbahan ferromagnetic
 Memrlukan alat lain untuk
  membersihkan bagian yang akan di
  inspeksi
 Membutuhkan kuat arus dan ampere
  yang tinggi
 Memrlukan proses demagnitisasi
TERIMA KASIH

Laboratorium pengujian tak merusak

  • 1.
    TAK MERUSAK ( NON DESTRUCTIVE TESTING ) JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON-BANTEN 2012
  • 2.
    PENGUJIAN TAK MERUSAK (NON DESTRUCTIVE TESTING)  Pengujian yang dilakukan untuk mendeteksi suatu cacat,retak atau diskontinuitas terhadap suatu material tanpa merusak struktur material tersebut.  NDT dilakukan untuk menjamin bahwa material yang kita gunakan memiliki mutu yang baik sesuai dengan standar yang berlaku.  Selain untuk inspeksi cacat atau kerusakan material, NDT dijadikan sebagai bagian dari kendali mutu komponen dalam proses produksi terutama untuk indusri fabrikasi.
  • 3.
    Metode Non DestructiveTesting (NDT)  Magnetic Particle Inspection (MPI)  Ultrasonic Testing (UT)  Liquid Penetrant Test (PT)  Radiografic Inspection (RT)  Eddy Current Test/Electromagnetic Test(ET)  Leak Test (LT)  Accoustic Emission Testing (AE)
  • 4.
    Magnetic Particle Inspection (MPI)  Inspeksi partikel magnetik (MPI) adalah proses untuk mendeteksi diskontinuitas permukaan dan bawah permukaan pada material feroelektrik seperti besi, nikel, kobalt, dan beberapa paduan mereka.  Prinsip Kerja MPI adalah arus listrik digunakan untuk membangkitkan medan magnet dalam bahan, arah medan magnet akan dibelokkan sehingga terjadi kebocoran flux magnetic akan menarik butir-butir ferromagnetic di permukaan sehingga lokasi cacat dapat ditunjukkan.
  • 5.
    Metoda dan TeknikUji Metoda Magnetisasi (proses pembangkitan medan magnet) 1. Magnetisasi Longitudinal Magnetisasi longitudinal dihasilkan dari arus listrik yang dialirkan dalam kumparan. 2. Magnetisasi Sirkular Arus listrik yang dialirkan ke konduktor sentral yang diletakkan dalam bahan yang akan dimagnetisasi (magnetisasi tidak langsung)
  • 6.
    Jenis-jenis Magnet  Magnet Permanen Magnet Permanen merupakan bahan-bahan logam tertentu yang jika dimagnetisasi maka bahan logam tersebut akan mampu mempertahankan sifat magnetnya dalam jangka waktu yang lama (permanen).  Elektromagnet Elektromagnet merupakan magnet yang terbuat dari bahan ferromagnetic jika dialirkan arus listrik maka bahan tersebut akan menjadi magnet, tetapi jika pemberian arus listrik dihentikan, maka sifat magnet pada bahan tersebut akan hilang.  Bahan Ferromagnetic : Besi, baja, nikel, cobalt.
  • 7.
    Peralatan Pengujian Yoke Penggaris Blacklight Sikat Kawat Senter
  • 8.
    Bahan-bahan Pengujian Benda Uji WCP Serbuk Magnet Basah Serbuk Magnet Kering Serbuk Magnet Cleaner Cair
  • 9.
    Kalibrasi Jika Yokedapat mengangkat beban ferromagnetik sebesar 4.54 kg atau 10 Lbs maka yoke tersebut bisa digunakan untuk inspeksi.
  • 10.
    Prosedur Pengujian  Cleaning : Perhatikan kondisi permukaan, permukaan harus kering dan bersih dari segala macam kotoran yang dapat mengganggu proses inspeksi seperti karat, oli, debu dan lain-lain  Apply AC/DC Yoke : Nyalakan AC/DC yoke, lalu benda kerja mulai dimagnetisasi.  Aplikasi Serbuk Magnet : Sesuaikan dengan keadaan permukaan pada benda uji  Inspection :Teliti bentuk cacat yang terdapat pada benda uji.  Demagnetisasi : Lakukan menggunakan arus AC atau DC , jika menggunakan arus AC, benda uji dimasukkan kedalam koil yang dialiri arus AC kemudian diturunkan perlahan-lahan. Jika menggunakan arus Dc step down bolak-balik secara berulang.  Post Cleaning : Bersihkan benda uji dari sisa-sisa dari pemberian serbuk magnetik pada saat pengujian.
  • 11.
    Klasifikasi Metode Pengujian 1. Metode Wet Visible 2. Metode Dry Visible 3. Metode Wet Flourescent
  • 12.
    Wet Visible menggunakanserbuk magnet bertipe basah. Serbuk tersebut ditaburkan pada saat magnetisasi benda uji. Tujuan pemberian serbuk ini adalah untuk mendeteksi adanya cacat pada benda uji, karena jika terjadi cacat, serbuk ini akan menunjukan dimana cacat tersebut.
  • 13.
    Dry Visible Dalam proses Dry Visible ini, digunakan serbuk yang kering. Serbuk tersebut ditaburkan pada saat magnetisasi benda uji. Tujuan pemberian serbuk ini adalah untuk mendeteksi adanya cacat pada benda uji, karena jika terjadi cacat, serbuk ini akan menunjukan dimana letak cacat tersebut.
  • 14.
    Wet Fluorescent Dalammetode Wet Fluorescent ini, menggunakan serbuk yang basah. Serbuk tersebut ditaburkan pada saat magnetisasi benda uji. Tujuan pemberian serbuk ini adalah untuk mendeteksi adanya cacat pada benda uji, karena jika terjadi cacat, serbuk ini akan menunjukkan dimana letak cacat tersebut.
  • 15.
    Kelebihan Metode MPI Sensititifas tinggi untuk mendeteksi cacat pada permukaan.  Dalam penggunaan memiliki cost yang relatif murah dan sederhana.  Dapat dilakukan pada bagian permukaan yang terlapisi, seperti cat dan plat.  Tidak memerlukan pelatihan personil yang mahal dan rumit.
  • 16.
    Kekurangan Metode MPI Hanya dapat dilakukan pada material yang berbahan ferromagnetic  Memrlukan alat lain untuk membersihkan bagian yang akan di inspeksi  Membutuhkan kuat arus dan ampere yang tinggi  Memrlukan proses demagnitisasi
  • 17.