HUKUM TATA NEGARA
(CONSTITUTIONAL LAW)

1
Sumber2 Hukum Tata Negara
a)
b)
c)
d)
e)

Nilai-nilai Konstitusi yang tak tertulis
UUD, Pembukaan dan Pasal-pasalnya
Peraturan Perundangan Tertulis
Jurisprudensi Peradilan
Constitutional Conventions (Kebiasaan
Ketatanegaraan)
f) Doktrin Ilmu Hukum yang telah menjadi Ius
Comminis Opinio Doctorum
g) Hukum Internasional yg telah diratifikasi
sbg Hukum Nasional
2
KONSTITUSI

• Soetandyo Wignjosoebroto
– Sejumlah ketentuan hukum yang disusun
secara sistematik untuk menata dan
mengatur pokok2 struktur dan fungsi
lembaga pemerintahan, termasuk hal
ikhwal
kewenangan
dan
batas
kewenangannya.

3
Samakah Konstitusi dgn UUD
Banyak yang menyamakan begitu saja, misal
UUD AS sering disebut “Konstitusi AS”.
Pengalaman Indonesia 1949; menggunakan
istilah “Konstitusi RIS” bukan UUD RIS
Konstitusi lebih luas dari UUD.
Konstitusi adalah hukum dasar.
UUD adalah hukum dasar yg tertulis.

4
Konstitusi
Jimly Asshiddiqie
• Hukum dasar yang dijadikan pegangan
dalam penyelenggaraan suatu negara.
Konstitusi dapat berupa hukum dasar
tertulis yang lazim disebut UUD, dan dapat
pula tidak tertulis.
• Konstitusi tidak identik dengan UUD.
Kerajaan Inggris adalah negara yang tidak
mempunyai naskah konstitusi yang tertulis
dan terkodifikasi.

5
Landasan Sebuah Konstitusi
Filosofis

Sosiologis

KONSTITUSI

Politis

Historis

6
Esensi Ide Konstitusionalisme
Ajaran ttg HAM
• Hak yang kodrati, tak bisa diambil alih
kapanpun oleh kekuasaan manapun
dalam kehidupan bernegara, serta
harus dijaga dan dipertahankan
eksistensinya agar tetap utuh karena
terjadi pelanggaran atasnya.

7
 Doktrin Rule of Law :
 setiap wujud kekuasaan harus mempunyai
dasar pembenarannya menurut hukum perUU,
dan hukum perUU tidak boleh bertentangan
dengan apa yang telah dikaidahkan oleh
konstitusi.
 Kekuasaan disebut HAK :
 Jika berada ditangan pribadi m’sia,
 disebut KEWENANGAN:
 Jika berada di tangan orang yg telah
dipilih untuk diangkat dalam jabatan publik

8
UUD DALAM SEJARAH
KETATANEGARAAN
INDONESIA

9
UNDANG UNDANG DASAR 1945
• Naskahnya dipersiapkan oleh Dokuritsu Zyunbi
Tyo Sakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan
Kemerdekaan, BPUPK) yang dibentuk 29 April
1945 oleh pemerintah Jepang sebagai
pelaksanaan janji Kemerdekaan, dilantik pada
28 Mei 1945
• BPUPK : 62 Anggota, diketuai KRT Radjiman
Wedyodiningrat & wakilnya Ichibangase Yosio
• Persidangan dibagi dlm 2 periode: 29 Mei – 1
Juni 1945 & 10 Juli-17 Juli 1945
• Dalam kedua sidang, pembicaraan fokus pada
pembentukan sebuah NEGARA MERDEKA

10
• Pada sidang kedua, dibentuk Panitia Hukum
Dasar, anggota 19 orang, diketuai Soekarno
• Panitia ini membentuk Panitia Kecil diketuai
Prof.Soepomo
• 13 Juli 1945, panitia kecil menyelesaikan
tugas & BPUPK menyetujui hasil kerjanya
sebagai RUUD pada 16 Agustus 1945
• 18 Agustus 1945 disahkan sbg UUD oleh
PPKI
11
UUD 1945 : Konstitusi Tertulis
Sementara
 Pidato Ketua PPKI Soekarno 18 Agustus
1945: UUD 1945 adalah Revolutie Grondwet,
nanti kita akan memiliki UUD yang lebih baik
 Ratulangi: UUD 1945 perlu disempurnakan
 Aturan Tambahan Pasal II:
 Dalam enam bulan setelah MPR ini
terbentuk, Majelis bersidang untuk
menetapkan UUD.

12
• UUD 1945, UUD darurat, jadi tidak selalu
dijadikan rujukan. Contoh:
– 2 Sept 45 dibentuk kabinet I dibawah
Pres. Soekarno. Ini sejalan dengan UUD
1945 yang menganut sistem Presidensial.
– Tapi 14 Nop 45 Pemerintah mengeluarkan
Maklumat berisi perubahan sistem kabinet
dari Presidensiil ke sistem Parlementer

13
KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA
SERIKAT (RIS) 1949
•
•
•

Latar Belakang:
Perang Dunia II berakhir: Jepang menjadi
negara kalah perang.
Kerajaan Belanda hendak kembali menjajah
dengan taktik mendirikan negara kecil di
Sumatera, Negara Indonesia Timur, Negara
Pasundan, Negara Jawa Timur dsb serta
melancarkan Agresi Militer I (1947) dan Agresi
II (1948)

14
•

23 Agst -12 Nop 1949 diadakan Konferensi
Meja Bundar di The Hague (Den Haag)
• Hasil Konferensi:
– Mendirikan Negara RIS
– Penyerahan Kedaulatan kepada RIS yang
berisi 3 hal, yaitu (a) piagam penyerahan
kedaulatan dari Kerajaan Belanda kepada
Pemerintah RIS; (b) status uni; dan (c)
persetujuan perpindahan
– Mendirikan Uni antara RIS dengan Kerajaan
Belanda
•

Lebih detail mengenai hal ini baca Asshiddiqie, K
onstitusi &
K
onstitusionalism hal.44-46
e..

15
UU Dasar Sementara 1950
• Negara RIS tidak bertahan lama. Negara Republik
Indonesia, Negara Indonesia Timur, dan Negara
Sumatera Timur menggabungkan diri menjadi satu
wilayah Republik Indonesia.
• 19 Mei 1950 Pemerintah RIS dan Pemerintah RI
sepakat membentuk kembali NKRI
• Dibentuk Panitia untuk merancang UUD
• UUDS resmi berlaku 17 Agustus 1950
• Pasal 134 UUDS :
– Konstituante bersama Pemerintah menyusun
suatu UUD RI yg akan menggantikan UUDS 1950

16
Pemilihan Umum 1955: Memilih
Konstituante
• Desember 1955 Pemilu memilih konstituante
untuk membentuk UUD
• 1956-1959 Konstituante bersidang dengan
maksud membuat UUD yang tetap
• Dalam kurun waktu 3 tahun (1956-1959)
Konstituante berhasil merumuskan sejumlah
pasal, tapi mengalami kebuntuan dalam
Dasar Negara

17
Dekrit Presiden 5 Juli 1959
• Presiden Soekarno menyimpulkan Majelis
Konstituante gagal, ia mengeluarkan Dekrit
5 Juli 1959 : membubarkan Konstituante dan
memberlakukan kembali UUD 1945
• Dikukuhkan secara aklamasi pada 22 Juli
1959 oleh DPR
• Dituangkan dalam Keputusan Presiden
Nomor 150 Tahun 1959

18
UUD 1945 Setelah Dekrit
• Mengalami sakralisasi: tidak boleh diubah,
walau UUD 1945 adalah sementara sifatnya
• Kekuasaan mengalami stagnasi. Tidak berubah
selama 32 tahun
• Kolusi Korupsi Nepotisme sebagai akibat UUD
1945 yg sentralistik dan sangat executive heavy
• Pelanggaran HAM: hak hidup, hak untuk bebas
dari penyiksaan, persamaan dimuka hukum,
hak berserikat berkumpul, mengeluarkan
pendapat, pembatasan pers, sensor

19
Latar Belakang Perubahan UUD
1945
Agenda Reformasi a.l.:
1. Amandemen UUD 1945
2. Penghapusan Doktrin Dwi Fungsi ABRI
3. Penegakan Supremasi Hukum, Penghormatan HAM,
serta pemberantasan KKN
4. Desentralisasi dan hubungan yang adil antara pusat
dan daerah
5. Mewujudkan Kebebasan Pers
6. Mewujudkan kehidupan demokrasi

20
Tiga Arus Perubahan UUD 1945
I.

I.

I.

Kelompok yang ingin kembali ke UUD 1945
 Kelompok Sapta Margais/Purn. TNI dgn alasan
Kesetiaan kepada Pancasila dan UUD 1945
Kelompok yang ingin mempertahankan UUD 1945
hasil Perubahan
 Parpol dominan di MPR/DPR dengan alasan:
Perubahan sudah cukup menampung aspirasi
dan kompromi
Kelompok yg ingin Perubahan Lanjutan/Perubahan V:
 Akademisi, Peneliti, LSM, dengan alasan
Perubahan UUD 1945 masih belum sempurna

21
Kembali (lagi) Ke UUD 1945?
 Perubahan UUD 1945 (1999-2002) bukan
pengkhianatan terhadap Pancasila dan UUD
1945. Perubahan justru amanat Aturan
Tambahan II UUD 1945
 Perubahan tidak menyentuh Pembukaan
UUD 1945 yg berisi Dasar Negara Panca Sila
 Perubahan telah dibahas dalam waktu lebih
lama, 12 kali lipat waktu sidang BPUPK

22
Amandemen UUD 1945:
Agenda Utama Reformasi
 UUD 1945 kurang landasan bagi kehidupan demokratis,
pemberdayaan rakyat dan penghormatan HAM.

 Presiden punya kekuasaan legislatif (membtk UU)
 UUD 1945 mengandung pasal2 multitafsir dan membuka
peluang bagi penyelenggaraan negara yang otoriter,
sentralistik, tertutup, dan KKN

 Ttg masa Jabatan Presiden (Ps. 7), Keharusan
Orang Indonesia Asli sbg Pres.(Ps. 6 ayat (1)) dll
 Tidak adanya saling mengawasi dan saling mengimbangi
(Checks and balances) antarlembaga negara dan
kekuasaan terpusat pada Presiden
23
Tujuan Perubahan UUD 1945
 Menyempurnakan aturan dasar mengenai tatanan
negara dalam mencapai tujuan nasional dalam
Pembukaan UUD 1945 dan memperkokoh NKRI
berdasar Pancasila
 Menyempurnakan aturan dasar mengenai jaminan
dan pelaksanaan kedaulatan rakyat serta
memperluas partisipasi rakyat
 Menyempurnakan aturan dasar mengenai
perlindungan hak asasi manusia
 Menyempurnakan aturan dasar penyelenggaraan
negara secara demokratis dan modern, antara lain
melalui pembagian kekuasaan yang lebih tegas
24
Kesepakatan Dasar Perubahan UUD 1945
1) Tidak mengubah Pembukaan UUD 1945,
2) Tetap mempertahankan NKRI,
3) Mempertegas
Sistem
Pemerintahan
Presidensial
4) Penjelasan UUD 1945 ttg hal2 normatif, akan
dimasukkan dalam pasal2
5) Melakukan
perubahan
dengan
cara
adendum

25
 Pembukaan UUD 1945 : Memuat dasar filosofis &
normatif yang mendasari seluruh pasal dalam UUD
1945. Pemb. mengandung staatsidee berdirinya
NKRI, tujuan/haluan negara yg harus dipertahankan
 Kesepakatan mempertahankan NKRI dg
pertimb.: bentuk yg ditetapkan sejak awal
berdirinya negara I’sia dan dipandang paling tepat
untuk mewadahi ide persatuan bangsa yang
majemuk ditinjau dari berbagai latar belakang.
 Kesepakatan mempertegas Sistem
Presidensial untuk memperkukuh sistem
pemerintahan yang stabil dan demokratis yg dianut
oleh Negara RI dan pada th1945 telah dipilih oleh
para pendiri negara
26
 Peniadaan Penjelasan adalah untuk menghindarkan
kesulitan dalam menentukan status “Penjelasan”
dari sisi sumber hukum dan tata urutan perUU.
 Selain itu Penjelasan BUKAN produk BPUPK atau
PPKI karena kedua lembaga itu menyusun ranc.
Pemb. & Batang Tubuh UUD 1945 tanpa Penjelasan
 Perubahan secara Adendum artinya perubahan
dilakukan dg TETAP mempertahankan naskah asli
sebagaimana terdapat dalam LN No 75/ 1959 hasil
Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan naskah perubahan2
UUD 1945 diletakkan MELEKAT pada naskah asli.

27
Kepustakaan
a. Moh Mahfud MD, Perdebatan Hukum Tata
Negara Pasca Amandemen Konstitusi, LP3ES,
2007.
b. Jimly Asshiddiqie, Konstitusi &
Konstitusionalisme Indonesia, KonPress,
Jakarta, 2006.
c. Ni’matul Huda, UUD 1945 dan Gagasan
Amandemen Ulang, Rajawali Press, 2008.

28

= Kuliah htn 2=

  • 1.
  • 2.
    Sumber2 Hukum TataNegara a) b) c) d) e) Nilai-nilai Konstitusi yang tak tertulis UUD, Pembukaan dan Pasal-pasalnya Peraturan Perundangan Tertulis Jurisprudensi Peradilan Constitutional Conventions (Kebiasaan Ketatanegaraan) f) Doktrin Ilmu Hukum yang telah menjadi Ius Comminis Opinio Doctorum g) Hukum Internasional yg telah diratifikasi sbg Hukum Nasional 2
  • 3.
    KONSTITUSI • Soetandyo Wignjosoebroto –Sejumlah ketentuan hukum yang disusun secara sistematik untuk menata dan mengatur pokok2 struktur dan fungsi lembaga pemerintahan, termasuk hal ikhwal kewenangan dan batas kewenangannya. 3
  • 4.
    Samakah Konstitusi dgnUUD Banyak yang menyamakan begitu saja, misal UUD AS sering disebut “Konstitusi AS”. Pengalaman Indonesia 1949; menggunakan istilah “Konstitusi RIS” bukan UUD RIS Konstitusi lebih luas dari UUD. Konstitusi adalah hukum dasar. UUD adalah hukum dasar yg tertulis. 4
  • 5.
    Konstitusi Jimly Asshiddiqie • Hukumdasar yang dijadikan pegangan dalam penyelenggaraan suatu negara. Konstitusi dapat berupa hukum dasar tertulis yang lazim disebut UUD, dan dapat pula tidak tertulis. • Konstitusi tidak identik dengan UUD. Kerajaan Inggris adalah negara yang tidak mempunyai naskah konstitusi yang tertulis dan terkodifikasi. 5
  • 6.
  • 7.
    Esensi Ide Konstitusionalisme Ajaranttg HAM • Hak yang kodrati, tak bisa diambil alih kapanpun oleh kekuasaan manapun dalam kehidupan bernegara, serta harus dijaga dan dipertahankan eksistensinya agar tetap utuh karena terjadi pelanggaran atasnya. 7
  • 8.
     Doktrin Ruleof Law :  setiap wujud kekuasaan harus mempunyai dasar pembenarannya menurut hukum perUU, dan hukum perUU tidak boleh bertentangan dengan apa yang telah dikaidahkan oleh konstitusi.  Kekuasaan disebut HAK :  Jika berada ditangan pribadi m’sia,  disebut KEWENANGAN:  Jika berada di tangan orang yg telah dipilih untuk diangkat dalam jabatan publik 8
  • 9.
  • 10.
    UNDANG UNDANG DASAR1945 • Naskahnya dipersiapkan oleh Dokuritsu Zyunbi Tyo Sakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan, BPUPK) yang dibentuk 29 April 1945 oleh pemerintah Jepang sebagai pelaksanaan janji Kemerdekaan, dilantik pada 28 Mei 1945 • BPUPK : 62 Anggota, diketuai KRT Radjiman Wedyodiningrat & wakilnya Ichibangase Yosio • Persidangan dibagi dlm 2 periode: 29 Mei – 1 Juni 1945 & 10 Juli-17 Juli 1945 • Dalam kedua sidang, pembicaraan fokus pada pembentukan sebuah NEGARA MERDEKA 10
  • 11.
    • Pada sidangkedua, dibentuk Panitia Hukum Dasar, anggota 19 orang, diketuai Soekarno • Panitia ini membentuk Panitia Kecil diketuai Prof.Soepomo • 13 Juli 1945, panitia kecil menyelesaikan tugas & BPUPK menyetujui hasil kerjanya sebagai RUUD pada 16 Agustus 1945 • 18 Agustus 1945 disahkan sbg UUD oleh PPKI 11
  • 12.
    UUD 1945 :Konstitusi Tertulis Sementara  Pidato Ketua PPKI Soekarno 18 Agustus 1945: UUD 1945 adalah Revolutie Grondwet, nanti kita akan memiliki UUD yang lebih baik  Ratulangi: UUD 1945 perlu disempurnakan  Aturan Tambahan Pasal II:  Dalam enam bulan setelah MPR ini terbentuk, Majelis bersidang untuk menetapkan UUD. 12
  • 13.
    • UUD 1945,UUD darurat, jadi tidak selalu dijadikan rujukan. Contoh: – 2 Sept 45 dibentuk kabinet I dibawah Pres. Soekarno. Ini sejalan dengan UUD 1945 yang menganut sistem Presidensial. – Tapi 14 Nop 45 Pemerintah mengeluarkan Maklumat berisi perubahan sistem kabinet dari Presidensiil ke sistem Parlementer 13
  • 14.
    KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA SERIKAT(RIS) 1949 • • • Latar Belakang: Perang Dunia II berakhir: Jepang menjadi negara kalah perang. Kerajaan Belanda hendak kembali menjajah dengan taktik mendirikan negara kecil di Sumatera, Negara Indonesia Timur, Negara Pasundan, Negara Jawa Timur dsb serta melancarkan Agresi Militer I (1947) dan Agresi II (1948) 14
  • 15.
    • 23 Agst -12Nop 1949 diadakan Konferensi Meja Bundar di The Hague (Den Haag) • Hasil Konferensi: – Mendirikan Negara RIS – Penyerahan Kedaulatan kepada RIS yang berisi 3 hal, yaitu (a) piagam penyerahan kedaulatan dari Kerajaan Belanda kepada Pemerintah RIS; (b) status uni; dan (c) persetujuan perpindahan – Mendirikan Uni antara RIS dengan Kerajaan Belanda • Lebih detail mengenai hal ini baca Asshiddiqie, K onstitusi & K onstitusionalism hal.44-46 e.. 15
  • 16.
    UU Dasar Sementara1950 • Negara RIS tidak bertahan lama. Negara Republik Indonesia, Negara Indonesia Timur, dan Negara Sumatera Timur menggabungkan diri menjadi satu wilayah Republik Indonesia. • 19 Mei 1950 Pemerintah RIS dan Pemerintah RI sepakat membentuk kembali NKRI • Dibentuk Panitia untuk merancang UUD • UUDS resmi berlaku 17 Agustus 1950 • Pasal 134 UUDS : – Konstituante bersama Pemerintah menyusun suatu UUD RI yg akan menggantikan UUDS 1950 16
  • 17.
    Pemilihan Umum 1955:Memilih Konstituante • Desember 1955 Pemilu memilih konstituante untuk membentuk UUD • 1956-1959 Konstituante bersidang dengan maksud membuat UUD yang tetap • Dalam kurun waktu 3 tahun (1956-1959) Konstituante berhasil merumuskan sejumlah pasal, tapi mengalami kebuntuan dalam Dasar Negara 17
  • 18.
    Dekrit Presiden 5Juli 1959 • Presiden Soekarno menyimpulkan Majelis Konstituante gagal, ia mengeluarkan Dekrit 5 Juli 1959 : membubarkan Konstituante dan memberlakukan kembali UUD 1945 • Dikukuhkan secara aklamasi pada 22 Juli 1959 oleh DPR • Dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 150 Tahun 1959 18
  • 19.
    UUD 1945 SetelahDekrit • Mengalami sakralisasi: tidak boleh diubah, walau UUD 1945 adalah sementara sifatnya • Kekuasaan mengalami stagnasi. Tidak berubah selama 32 tahun • Kolusi Korupsi Nepotisme sebagai akibat UUD 1945 yg sentralistik dan sangat executive heavy • Pelanggaran HAM: hak hidup, hak untuk bebas dari penyiksaan, persamaan dimuka hukum, hak berserikat berkumpul, mengeluarkan pendapat, pembatasan pers, sensor 19
  • 20.
    Latar Belakang PerubahanUUD 1945 Agenda Reformasi a.l.: 1. Amandemen UUD 1945 2. Penghapusan Doktrin Dwi Fungsi ABRI 3. Penegakan Supremasi Hukum, Penghormatan HAM, serta pemberantasan KKN 4. Desentralisasi dan hubungan yang adil antara pusat dan daerah 5. Mewujudkan Kebebasan Pers 6. Mewujudkan kehidupan demokrasi 20
  • 21.
    Tiga Arus PerubahanUUD 1945 I. I. I. Kelompok yang ingin kembali ke UUD 1945  Kelompok Sapta Margais/Purn. TNI dgn alasan Kesetiaan kepada Pancasila dan UUD 1945 Kelompok yang ingin mempertahankan UUD 1945 hasil Perubahan  Parpol dominan di MPR/DPR dengan alasan: Perubahan sudah cukup menampung aspirasi dan kompromi Kelompok yg ingin Perubahan Lanjutan/Perubahan V:  Akademisi, Peneliti, LSM, dengan alasan Perubahan UUD 1945 masih belum sempurna 21
  • 22.
    Kembali (lagi) KeUUD 1945?  Perubahan UUD 1945 (1999-2002) bukan pengkhianatan terhadap Pancasila dan UUD 1945. Perubahan justru amanat Aturan Tambahan II UUD 1945  Perubahan tidak menyentuh Pembukaan UUD 1945 yg berisi Dasar Negara Panca Sila  Perubahan telah dibahas dalam waktu lebih lama, 12 kali lipat waktu sidang BPUPK 22
  • 23.
    Amandemen UUD 1945: AgendaUtama Reformasi  UUD 1945 kurang landasan bagi kehidupan demokratis, pemberdayaan rakyat dan penghormatan HAM.  Presiden punya kekuasaan legislatif (membtk UU)  UUD 1945 mengandung pasal2 multitafsir dan membuka peluang bagi penyelenggaraan negara yang otoriter, sentralistik, tertutup, dan KKN  Ttg masa Jabatan Presiden (Ps. 7), Keharusan Orang Indonesia Asli sbg Pres.(Ps. 6 ayat (1)) dll  Tidak adanya saling mengawasi dan saling mengimbangi (Checks and balances) antarlembaga negara dan kekuasaan terpusat pada Presiden 23
  • 24.
    Tujuan Perubahan UUD1945  Menyempurnakan aturan dasar mengenai tatanan negara dalam mencapai tujuan nasional dalam Pembukaan UUD 1945 dan memperkokoh NKRI berdasar Pancasila  Menyempurnakan aturan dasar mengenai jaminan dan pelaksanaan kedaulatan rakyat serta memperluas partisipasi rakyat  Menyempurnakan aturan dasar mengenai perlindungan hak asasi manusia  Menyempurnakan aturan dasar penyelenggaraan negara secara demokratis dan modern, antara lain melalui pembagian kekuasaan yang lebih tegas 24
  • 25.
    Kesepakatan Dasar PerubahanUUD 1945 1) Tidak mengubah Pembukaan UUD 1945, 2) Tetap mempertahankan NKRI, 3) Mempertegas Sistem Pemerintahan Presidensial 4) Penjelasan UUD 1945 ttg hal2 normatif, akan dimasukkan dalam pasal2 5) Melakukan perubahan dengan cara adendum 25
  • 26.
     Pembukaan UUD1945 : Memuat dasar filosofis & normatif yang mendasari seluruh pasal dalam UUD 1945. Pemb. mengandung staatsidee berdirinya NKRI, tujuan/haluan negara yg harus dipertahankan  Kesepakatan mempertahankan NKRI dg pertimb.: bentuk yg ditetapkan sejak awal berdirinya negara I’sia dan dipandang paling tepat untuk mewadahi ide persatuan bangsa yang majemuk ditinjau dari berbagai latar belakang.  Kesepakatan mempertegas Sistem Presidensial untuk memperkukuh sistem pemerintahan yang stabil dan demokratis yg dianut oleh Negara RI dan pada th1945 telah dipilih oleh para pendiri negara 26
  • 27.
     Peniadaan Penjelasanadalah untuk menghindarkan kesulitan dalam menentukan status “Penjelasan” dari sisi sumber hukum dan tata urutan perUU.  Selain itu Penjelasan BUKAN produk BPUPK atau PPKI karena kedua lembaga itu menyusun ranc. Pemb. & Batang Tubuh UUD 1945 tanpa Penjelasan  Perubahan secara Adendum artinya perubahan dilakukan dg TETAP mempertahankan naskah asli sebagaimana terdapat dalam LN No 75/ 1959 hasil Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan naskah perubahan2 UUD 1945 diletakkan MELEKAT pada naskah asli. 27
  • 28.
    Kepustakaan a. Moh MahfudMD, Perdebatan Hukum Tata Negara Pasca Amandemen Konstitusi, LP3ES, 2007. b. Jimly Asshiddiqie, Konstitusi & Konstitusionalisme Indonesia, KonPress, Jakarta, 2006. c. Ni’matul Huda, UUD 1945 dan Gagasan Amandemen Ulang, Rajawali Press, 2008. 28