 Unguentum /
Salep
 Creamores /
Krim
 Pasta
 Jelly / gel
 Salep adalah sediaan setengah padat yang mudah
dioleskan dan digunakan sebgai obat luar.
Contoh salep 2-4, kemicetin salep kulit 2%,
Kloramfenikol salep mata dll
 Krim adalah sediaan setengah padat yg berupa
emulsi mengandung air tidak kurang dari 60% dan
digunakan sebagai obat luar
Contoh : Daktarin krim, Cleansing cream,
Caneaten cream dll
 Pasta adalah sediaan berupa masa lembek
yg digunakan sebagai obat luar
Contoh. Pasta Lassari, Pagoda Pasta, Pasta
Zinci Oleosa dll
 Gel adalah sediaan setengah padat
merupakan suspensi dari bahan organik
atau anorganik banyak mengandung air.
Contoh : Bioplacenton Jelly, Thrombophob
gel dll
 Terdisperdisi di
dalam basis
 Larut di dalam
basis
 Salep adalah sediaan setengah padat yang
mudah dioleskan dan digunakan sebgai
obat luar
 Formula Umumnya :
-. Bahan Obat,
-. Bahan Tambahan Yang Cocok
-. Bahan Dasar / Basis /Bahan
Pembawa
1. Salep harus mantap (stabil / tidak mudah
rusak) baik secara fisk maupun kimia
2. Lembut dan licin
3. Mudah digunakan/dioleskan atau melunak
pada suhu tubuh
4. Homogen
1. Tidak Menghambat Penyembuhan
2. Sensitivitas Rendah
3. Penampilan Bagus
4. Non Iritasi
5. Netral Baik Thd Kulit Atau Bhn Obat
6. Stabil dalam Penyimpanan (Tidak Tengik, Berubah
Warna dll)
7. Kompatible dengan Bahan Obat
8. Dapat Melepaskan Obat
I. Dasar Salep Senyawa Hidrokarbon.
II. Dasar Salep Serap
III. Dasar Salep Yang Dapat Dicuci Dengan Air
IV. Dasar Salep Yang Larut Dalam Air
 Dasar salep ini dikenal sebagai dasar salep
berlemak seperti Vaselin album, vaselin flavum
paraffin dan minyak tumbuhan.
 Dasar salep ini tidak dapat dicuci dengan air,
hanya menyerap air dalam jumlah yang sangat
kecil.
 Dasar salep ini dimaksudkan untuk
memperpanjang kontak bahan obat dengan
kulit, tanpa adanya absorpsi obat.
 Salep ini dimaksudkan sebagai emolien,
penutup permukaan kulit.
1. Anhidrat
2. Tidak larut
dalam air
3. Tidak dapat
dicuci dengan
air
4. Hidrofob.
 Merupakan dasar salep
yang dapat menyerap
air.
 Membentuk emulsi tipe
A/M
 Dasar salep anhidrat.
Adalah dasar salep yang tidak
mengandung air dan dapat
bercampur/menyerap air membentuk
emulsi tipe minyak dalam air.
Contoh. -. Adeps lanae
-. Hidrophilic petrolatum
R/ Vaselin alb 86
Cera alb 8
Stearyl alcohol 3
Cholesterol 3
 Dasar salep hidrat.
Adalah dasar salep yang telah mengandung
air dan masih mampu untuk menyerap air
membentuk emulsi tipe air dalam minyak (A/M).
Contoh . Lanolin
R/ Adeps lanae 75
Aquades 25
 Dasar salep adalah berbentuk emulsi tipe
M/A, sehingga mudah dicuci dengan air atau
dengan kain lap basah.
 Lebih cendrung digunakan sebagai
kosmetika.
 Keuntungan :
-.Mudah diencerkan dengan air
-.Dapat menyerap cairan pada kelainan
dermatologis.
 Contoh :
Vanishing cream
R/ Acidi Stearinici 15,0
Cera albi 2,0
Vaseelini albi 8
Trietanolamini 1,5
Propilen glikol 8,0
Aquades ad 100
 Disebut juga dasar salep tidak berlemak yang
terdiri dari konstituen larut air.
Contoh :
Polyethyleneglycol ointment.
R/ PEG 4000 40
PEG 400 60.
Sifat PEG.
Anhidrat
Dapat mengabsorpsi air
larut dalam air
dapat dicuci dengan air.
1. khasiat yang diinginkan.
2. sifat bahan obat yang dicampurkan.
3. ketersediaan hayati
4. stabilitas
5. ketahanan sediaan jadi.
 ZnO 10-20 % sebagi anti septik dan
adstringent
 Hidrokortison 1-2,5%
 Antibiotik spt tetrasiklin 2-3% dll
 Sulfur 2-10%
 Resorsinol
 Asam salisilat
 dll
1. Bahan obat yang dapat larut dalam dasar
salep
Dilarutkan di dalam dasar salep kalau
perlu dengan pemanasan rendah.
Contoh :
Camphora
Menthol
Tymol
Napthol
iodium
2.Bahan obat yang larut dalam air
Jika tidak ada peraturan lain :
 Dilarutkan dalam air yang tersedia baru
dicampurkan dengan dasar salep
 Dengan ketentuan jumlah air yang
digunakan untuk melarutkan bahan obat
harus dapat diserap oleh dasar salep
 Banyak air yang digunakan dikurangkan dari
dasar salepnya.
Contoh :
Tannin, Kalium iodida, Iodium+KI, Lidokain HCl
dll
 R/Lidokain HCl 100 mg (Larut dalam 10 bg air)
 Adep lanae ad 15
 Adeps lanae : 15 –(0,1 + 1 g) = 13,9 g

3. Bahan obat yang tidak larut dalam dasar
salep dan air
 Dijadikan serbuk No. 100 kemudian
dicampur homogen dengan dasar salepnya
 Kalau perlu dasar salepnya dicairkan
Contoh :
Sulfanilamid, ZnO, Acib boria, asam salisilat,
bismut subnitras dll
4. Dasar salep dibuat dengan cara peleburan
Campuran tersebut digerus sampai dingin.
Contoh :
Vaselin Hydrophhllinum
R/Adep lanae 3
Stearilalkohol 3
Cera alba 8
Vaselin ad 100
Cara pembuatan :
Lebur bahan2 tersebut diatas penagas air
(60-70o C) dan digerus sampai dingin
5. Ada beberapa bahan obat yang harus
dimasukan terakhir ke dalam salep.
Contoh :
Balsmum peruvian, Ichthamolum, Tumeol
ammonium, oleum Iecoris aselli, minyak
mudah menguap LCD (Liquor Ditergent
Carbonas) dll.
Dr. Hidayat, Sp.D
No. SIP : 396/Sumsel/2010
Jl. Kol. Atmo No 45 Palembang
012. Palembang, 6 Nopember 2013
R/ Vaselin Hidrophyl 15
Adde
Kloramfenikol palmitat 2%
Difenhidramin HCl 1%
M f ungt
S u e
Pro :
Dr. Hidayat, Sp.D
No. SIP : 396/Sumsel/2010
Jl. Kol. Atmo No 45 Palembang
013. Palembang, 6 Nopember 2013
R/ Acidi Stearinici 3
Cera albi 0,4
Vaseelini albi 1,5
Trietanolamini 0,3
Propilen g likol 1,5
Aquades ad 20
mf cream
Stdd ue
 Cara kerja :
1. Cera flava, stearil alkoho, adeps lanae,
vaselin album dilebur di atas penangas air
2. Di gerus sampai dingin (basis salep)
3. Kloramfenikol di gerus halus
4. Di tambah sedikit basis salep gerus
homogen
5. Tambahkan Difenhidramin HCl yang telah
dilarutkan dengan air gerus homogen
6. Tambahkan sisa basis salep gerus homogen
7. Masukan ke dalam wadah dan beri etiket
1. Basem peru tetesi dengan etanol pada lumpang
panas
2. Tambah sedikit talkum digerus sampai kering
(masa I)
3. Camphora tetesi dengan etanol tambah sedikt
talkum di gerus sampai kering
4. Tambahkam masa I gerus homogen
5. Tambahkan ZnO (yang telah diayak) gerus homogen
6. Tambahkan kaolin gerus homogen
7. Tambahkan sisa talkum gerus homogen
8. Ayak dengan ayakan mesh 44
9. Timbang, masukan dalam wadah
10. Dan beri etket
No Singk Latin Lengkap Latin Arti
1 prn pro re nata bila perlu
2 m et v mane et vespere pagi dan malam
3 m f misce fac campur buatlah
4 part dol partus dolente pada bagian yang sakit
5 dtd da tales doses berikan sekian takaran
50.
Tugas min 50 buah ………….
 Salep Epidermis
 Salep Endodermis
 Salep Diadermis
 Salep epidermis.
 Tidak berpenetrasi ke dalam kulit.
 Efek terapinya hanya terbatas pada
permukaan kulit (epidermis).
 Berfungsi untuk melindungi kulit dan
memberikan efek lokal seperti antisepti,
adstringent, tabir surya dll
 Sebagai dasar salepnya digunakan vaselin,
lemak atau kombimasinya
 Salep endodermis.
 Mampu berpenetrasi kedalam kulit, tetapi
tidak sampai melewati kulit.
 Bahan obatnya diserap oleh kulit, tetapi
tidak sampai ke dalam pembuluh darah,
jadi tidak memberikan efek sistemik.
 Berfungsi untuk melunakan kulit,
analgetika, emolient, anti inflamasi dan
lain-lain.
 Salep diadermis
 Salep yang bahan obat dapat
berpenetrasi melewati kulit masuk ke
dalam sirkulasi darah dan menghasilkan
efek sistemik.
 Dasar salep I.
R/ Cera alb/flava 50
Vaselin alb/flava 950
 Dasar salep II.
R/ Kolesterol 30
Stearil alkohol 30
Cera alb 80
Vaselin putih 860
Dasar salep II mudah menyerap air.
 Dasar salep III.
R/ Metil paraben 0,25
Propil paraben 0,15
Na lauril sulfat 10
Propilenglikol 120
Stearilalkohol 250
Vaselin alb 250
Aquades ad 1000
Dasar salep III mudah dicuci dengan
air
 Dasara salep IV.
R/ Poliglikol 1500 25
Poliglikol 4000 40
Propilenglikol/gliserol ad 100
1. Glyceroli Unguentum ( Formularium
Nasional )
R/ Amylum manihot 1
Glycerol 9
Aquades 0,5
Cara pembuatan :
Amylum manihot + Glycerol + aqua
(campur semua bahan) panaskan diatas
penangas air sambil diaduk. Air menguap
akan terjadi salep. Jika perlu ditambahkan
larutan glycerol 5% hingga 10 gram.
2. Unguentum Glycerini (CMN)
R/ Amylum solani 10
Glycerol 90
Air 5
Cara Pembuatan :
Amylum solani + aqua + glycerol
Dicampur homogen dalam cawea penguap
yang telah ditara bersama pengaduknya
dari gelas kaca. Dipanaskan lansung
diatas nyala api kecil dengan diaduk terus
hingga menjadi kanji kental hingga
beratnya 100 bahagian. Air yang
ditambahkan harus diuapan seluruhnya.
Bila beratnya kurang dari 100 bagian
dicukupkan dengan larutan Glycerol 5%.
 Bila dalam suatu salep terdapat glycerol
dan amylum dan harus dibuat salep maka
dianjurkan untuk dibuat menjadi
Unguentum Glyceroli.
 Jika ditulis amylum lebih banyak dari
perbandingan antara glicerol dan amylum
yang terdapat pada Unguentum Glyceroli.
Maka dibuat dulu Unguentum Glyceroli
sesuai dengan perbandingan. Dan amylum
yang berlebih ditambahkan pada salep yang
telah jadi.
 Begitu juga jika jumlah Glycerol berlebih
dari perbandingan yang ada pada
Unguentum Glyceroli.
 Penambahan bahan obat pada dasar
Unguentum Glyceroli tidak pernah turut
dipanaskan
 Adalah salep steril yng digunakan untuk
mata.
 Bahan obat yang ditambahkan ke dalam
bahan dasar salep dapat berupa larutan
atau serbuk halus.
 Dasar salep yang digunakan tidak boleh
mengiritasi mata
 memungkinkan difusi obat dalam cairan
mata dan tetap mempertahankan aktifitas
bahan obat dalam jangka waktu tertentu
pada kondisi penyipanan yang tepat.
 Dasar salep mata yang lazim digunakan
adalah : Oculentum simplex
R/ Setil alkohol 2,5
Adeps lanae 6
Parafin liq 42
Vaselin flav ad 100
Basis salep mata yang lain
R/ PEG 400
PEG 4000 aa
1. Evaluasi fisik
Homogenitas diantara 2 lapisan filem.
Secara makroskopis oleskan pada kaca.
Konsistensi dengan tujuan supaya mudak
dikeluarkan dari tube dan mudah dioleskan.
Pengukuran konsistensi dengan
penetrometer.
2. Evaluasi kimia
Kadar dan stabilitas zat aktif dalam sediaan
3. Evaluasi biologi
◦ Kontaminasi mikroba
◦ Potensi zat aktif.
Dinyatakan dalam 4 bentuk :
1. % b/b adalah persen bobot perbobot yaitu
jumlah g zat dalam 100 g bahan atau hasil
akhir
2. % b/v adalah persen bobot pervolume yaitu
jumlah g zat dalam 100 ml bahan atau hasil
akhir
3. % v/v adalah persen volume pervolume yaitu
jumlah ml zat dalam 100 ml bahan atau
hasil akhir
4. % v/b adalah persen volume perbobot yaitu
jumlah ml zat dalam 100 g bahan atau hasil
akhir
Persen (%) tanpa penjelasan adalah persen
bobot per bobot
 5 gram gula ditambah 95 gram tepung,
artinya kadar gula pada campuran tersebut
adalah 5%b/b
 5 gram gula ditambah air sampai 100 ml,
artinya kadar gula pada campuran tersebut
adalah 5%b/v
 5 ml alkohol ditambah 95 ml air , artinya
kadar alkohol pada campuran tersebut
adalah 5%v/v
 5 ml alkohol ditambah air sampai 100
gram, artinya kadar alkohol pada campuran
tersebut adalah 5%v/b
Kuliah formulasi dasar 1

Kuliah formulasi dasar 1

  • 2.
     Unguentum / Salep Creamores / Krim  Pasta  Jelly / gel
  • 3.
     Salep adalahsediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebgai obat luar. Contoh salep 2-4, kemicetin salep kulit 2%, Kloramfenikol salep mata dll  Krim adalah sediaan setengah padat yg berupa emulsi mengandung air tidak kurang dari 60% dan digunakan sebagai obat luar Contoh : Daktarin krim, Cleansing cream, Caneaten cream dll
  • 4.
     Pasta adalahsediaan berupa masa lembek yg digunakan sebagai obat luar Contoh. Pasta Lassari, Pagoda Pasta, Pasta Zinci Oleosa dll  Gel adalah sediaan setengah padat merupakan suspensi dari bahan organik atau anorganik banyak mengandung air. Contoh : Bioplacenton Jelly, Thrombophob gel dll
  • 5.
     Terdisperdisi di dalambasis  Larut di dalam basis
  • 7.
     Salep adalahsediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebgai obat luar  Formula Umumnya : -. Bahan Obat, -. Bahan Tambahan Yang Cocok -. Bahan Dasar / Basis /Bahan Pembawa
  • 8.
    1. Salep harusmantap (stabil / tidak mudah rusak) baik secara fisk maupun kimia 2. Lembut dan licin 3. Mudah digunakan/dioleskan atau melunak pada suhu tubuh 4. Homogen
  • 9.
    1. Tidak MenghambatPenyembuhan 2. Sensitivitas Rendah 3. Penampilan Bagus 4. Non Iritasi 5. Netral Baik Thd Kulit Atau Bhn Obat 6. Stabil dalam Penyimpanan (Tidak Tengik, Berubah Warna dll) 7. Kompatible dengan Bahan Obat 8. Dapat Melepaskan Obat
  • 10.
    I. Dasar SalepSenyawa Hidrokarbon. II. Dasar Salep Serap III. Dasar Salep Yang Dapat Dicuci Dengan Air IV. Dasar Salep Yang Larut Dalam Air
  • 11.
     Dasar salepini dikenal sebagai dasar salep berlemak seperti Vaselin album, vaselin flavum paraffin dan minyak tumbuhan.  Dasar salep ini tidak dapat dicuci dengan air, hanya menyerap air dalam jumlah yang sangat kecil.  Dasar salep ini dimaksudkan untuk memperpanjang kontak bahan obat dengan kulit, tanpa adanya absorpsi obat.  Salep ini dimaksudkan sebagai emolien, penutup permukaan kulit.
  • 12.
    1. Anhidrat 2. Tidaklarut dalam air 3. Tidak dapat dicuci dengan air 4. Hidrofob.
  • 13.
     Merupakan dasarsalep yang dapat menyerap air.  Membentuk emulsi tipe A/M
  • 14.
     Dasar salepanhidrat. Adalah dasar salep yang tidak mengandung air dan dapat bercampur/menyerap air membentuk emulsi tipe minyak dalam air. Contoh. -. Adeps lanae -. Hidrophilic petrolatum R/ Vaselin alb 86 Cera alb 8 Stearyl alcohol 3 Cholesterol 3
  • 15.
     Dasar salephidrat. Adalah dasar salep yang telah mengandung air dan masih mampu untuk menyerap air membentuk emulsi tipe air dalam minyak (A/M). Contoh . Lanolin R/ Adeps lanae 75 Aquades 25
  • 16.
     Dasar salepadalah berbentuk emulsi tipe M/A, sehingga mudah dicuci dengan air atau dengan kain lap basah.  Lebih cendrung digunakan sebagai kosmetika.  Keuntungan : -.Mudah diencerkan dengan air -.Dapat menyerap cairan pada kelainan dermatologis.
  • 17.
     Contoh : Vanishingcream R/ Acidi Stearinici 15,0 Cera albi 2,0 Vaseelini albi 8 Trietanolamini 1,5 Propilen glikol 8,0 Aquades ad 100
  • 18.
     Disebut jugadasar salep tidak berlemak yang terdiri dari konstituen larut air. Contoh : Polyethyleneglycol ointment. R/ PEG 4000 40 PEG 400 60. Sifat PEG. Anhidrat Dapat mengabsorpsi air larut dalam air dapat dicuci dengan air.
  • 19.
    1. khasiat yangdiinginkan. 2. sifat bahan obat yang dicampurkan. 3. ketersediaan hayati 4. stabilitas 5. ketahanan sediaan jadi.
  • 20.
     ZnO 10-20% sebagi anti septik dan adstringent  Hidrokortison 1-2,5%  Antibiotik spt tetrasiklin 2-3% dll  Sulfur 2-10%  Resorsinol  Asam salisilat  dll
  • 21.
    1. Bahan obatyang dapat larut dalam dasar salep Dilarutkan di dalam dasar salep kalau perlu dengan pemanasan rendah. Contoh : Camphora Menthol Tymol Napthol iodium
  • 22.
    2.Bahan obat yanglarut dalam air Jika tidak ada peraturan lain :  Dilarutkan dalam air yang tersedia baru dicampurkan dengan dasar salep  Dengan ketentuan jumlah air yang digunakan untuk melarutkan bahan obat harus dapat diserap oleh dasar salep  Banyak air yang digunakan dikurangkan dari dasar salepnya. Contoh : Tannin, Kalium iodida, Iodium+KI, Lidokain HCl dll
  • 23.
     R/Lidokain HCl100 mg (Larut dalam 10 bg air)  Adep lanae ad 15  Adeps lanae : 15 –(0,1 + 1 g) = 13,9 g 
  • 24.
    3. Bahan obatyang tidak larut dalam dasar salep dan air  Dijadikan serbuk No. 100 kemudian dicampur homogen dengan dasar salepnya  Kalau perlu dasar salepnya dicairkan Contoh : Sulfanilamid, ZnO, Acib boria, asam salisilat, bismut subnitras dll
  • 25.
    4. Dasar salepdibuat dengan cara peleburan Campuran tersebut digerus sampai dingin. Contoh : Vaselin Hydrophhllinum R/Adep lanae 3 Stearilalkohol 3 Cera alba 8 Vaselin ad 100 Cara pembuatan : Lebur bahan2 tersebut diatas penagas air (60-70o C) dan digerus sampai dingin
  • 26.
    5. Ada beberapabahan obat yang harus dimasukan terakhir ke dalam salep. Contoh : Balsmum peruvian, Ichthamolum, Tumeol ammonium, oleum Iecoris aselli, minyak mudah menguap LCD (Liquor Ditergent Carbonas) dll.
  • 27.
    Dr. Hidayat, Sp.D No.SIP : 396/Sumsel/2010 Jl. Kol. Atmo No 45 Palembang 012. Palembang, 6 Nopember 2013 R/ Vaselin Hidrophyl 15 Adde Kloramfenikol palmitat 2% Difenhidramin HCl 1% M f ungt S u e Pro : Dr. Hidayat, Sp.D No. SIP : 396/Sumsel/2010 Jl. Kol. Atmo No 45 Palembang 013. Palembang, 6 Nopember 2013 R/ Acidi Stearinici 3 Cera albi 0,4 Vaseelini albi 1,5 Trietanolamini 0,3 Propilen g likol 1,5 Aquades ad 20 mf cream Stdd ue
  • 28.
     Cara kerja: 1. Cera flava, stearil alkoho, adeps lanae, vaselin album dilebur di atas penangas air 2. Di gerus sampai dingin (basis salep) 3. Kloramfenikol di gerus halus 4. Di tambah sedikit basis salep gerus homogen 5. Tambahkan Difenhidramin HCl yang telah dilarutkan dengan air gerus homogen 6. Tambahkan sisa basis salep gerus homogen 7. Masukan ke dalam wadah dan beri etiket
  • 29.
    1. Basem perutetesi dengan etanol pada lumpang panas 2. Tambah sedikit talkum digerus sampai kering (masa I) 3. Camphora tetesi dengan etanol tambah sedikt talkum di gerus sampai kering 4. Tambahkam masa I gerus homogen 5. Tambahkan ZnO (yang telah diayak) gerus homogen 6. Tambahkan kaolin gerus homogen 7. Tambahkan sisa talkum gerus homogen 8. Ayak dengan ayakan mesh 44 9. Timbang, masukan dalam wadah 10. Dan beri etket
  • 30.
    No Singk LatinLengkap Latin Arti 1 prn pro re nata bila perlu 2 m et v mane et vespere pagi dan malam 3 m f misce fac campur buatlah 4 part dol partus dolente pada bagian yang sakit 5 dtd da tales doses berikan sekian takaran 50. Tugas min 50 buah ………….
  • 31.
     Salep Epidermis Salep Endodermis  Salep Diadermis
  • 32.
     Salep epidermis. Tidak berpenetrasi ke dalam kulit.  Efek terapinya hanya terbatas pada permukaan kulit (epidermis).  Berfungsi untuk melindungi kulit dan memberikan efek lokal seperti antisepti, adstringent, tabir surya dll  Sebagai dasar salepnya digunakan vaselin, lemak atau kombimasinya
  • 33.
     Salep endodermis. Mampu berpenetrasi kedalam kulit, tetapi tidak sampai melewati kulit.  Bahan obatnya diserap oleh kulit, tetapi tidak sampai ke dalam pembuluh darah, jadi tidak memberikan efek sistemik.  Berfungsi untuk melunakan kulit, analgetika, emolient, anti inflamasi dan lain-lain.
  • 34.
     Salep diadermis Salep yang bahan obat dapat berpenetrasi melewati kulit masuk ke dalam sirkulasi darah dan menghasilkan efek sistemik.
  • 35.
     Dasar salepI. R/ Cera alb/flava 50 Vaselin alb/flava 950  Dasar salep II. R/ Kolesterol 30 Stearil alkohol 30 Cera alb 80 Vaselin putih 860 Dasar salep II mudah menyerap air.
  • 36.
     Dasar salepIII. R/ Metil paraben 0,25 Propil paraben 0,15 Na lauril sulfat 10 Propilenglikol 120 Stearilalkohol 250 Vaselin alb 250 Aquades ad 1000 Dasar salep III mudah dicuci dengan air  Dasara salep IV. R/ Poliglikol 1500 25 Poliglikol 4000 40 Propilenglikol/gliserol ad 100
  • 37.
    1. Glyceroli Unguentum( Formularium Nasional ) R/ Amylum manihot 1 Glycerol 9 Aquades 0,5 Cara pembuatan : Amylum manihot + Glycerol + aqua (campur semua bahan) panaskan diatas penangas air sambil diaduk. Air menguap akan terjadi salep. Jika perlu ditambahkan larutan glycerol 5% hingga 10 gram.
  • 38.
    2. Unguentum Glycerini(CMN) R/ Amylum solani 10 Glycerol 90 Air 5 Cara Pembuatan : Amylum solani + aqua + glycerol Dicampur homogen dalam cawea penguap yang telah ditara bersama pengaduknya dari gelas kaca. Dipanaskan lansung diatas nyala api kecil dengan diaduk terus hingga menjadi kanji kental hingga beratnya 100 bahagian. Air yang ditambahkan harus diuapan seluruhnya. Bila beratnya kurang dari 100 bagian dicukupkan dengan larutan Glycerol 5%.
  • 39.
     Bila dalamsuatu salep terdapat glycerol dan amylum dan harus dibuat salep maka dianjurkan untuk dibuat menjadi Unguentum Glyceroli.  Jika ditulis amylum lebih banyak dari perbandingan antara glicerol dan amylum yang terdapat pada Unguentum Glyceroli. Maka dibuat dulu Unguentum Glyceroli sesuai dengan perbandingan. Dan amylum yang berlebih ditambahkan pada salep yang telah jadi.  Begitu juga jika jumlah Glycerol berlebih dari perbandingan yang ada pada Unguentum Glyceroli.  Penambahan bahan obat pada dasar Unguentum Glyceroli tidak pernah turut dipanaskan
  • 40.
     Adalah salepsteril yng digunakan untuk mata.  Bahan obat yang ditambahkan ke dalam bahan dasar salep dapat berupa larutan atau serbuk halus.  Dasar salep yang digunakan tidak boleh mengiritasi mata  memungkinkan difusi obat dalam cairan mata dan tetap mempertahankan aktifitas bahan obat dalam jangka waktu tertentu pada kondisi penyipanan yang tepat.
  • 41.
     Dasar salepmata yang lazim digunakan adalah : Oculentum simplex R/ Setil alkohol 2,5 Adeps lanae 6 Parafin liq 42 Vaselin flav ad 100 Basis salep mata yang lain R/ PEG 400 PEG 4000 aa
  • 42.
    1. Evaluasi fisik Homogenitasdiantara 2 lapisan filem. Secara makroskopis oleskan pada kaca. Konsistensi dengan tujuan supaya mudak dikeluarkan dari tube dan mudah dioleskan. Pengukuran konsistensi dengan penetrometer. 2. Evaluasi kimia Kadar dan stabilitas zat aktif dalam sediaan 3. Evaluasi biologi ◦ Kontaminasi mikroba ◦ Potensi zat aktif.
  • 43.
    Dinyatakan dalam 4bentuk : 1. % b/b adalah persen bobot perbobot yaitu jumlah g zat dalam 100 g bahan atau hasil akhir 2. % b/v adalah persen bobot pervolume yaitu jumlah g zat dalam 100 ml bahan atau hasil akhir
  • 44.
    3. % v/vadalah persen volume pervolume yaitu jumlah ml zat dalam 100 ml bahan atau hasil akhir 4. % v/b adalah persen volume perbobot yaitu jumlah ml zat dalam 100 g bahan atau hasil akhir Persen (%) tanpa penjelasan adalah persen bobot per bobot
  • 45.
     5 gramgula ditambah 95 gram tepung, artinya kadar gula pada campuran tersebut adalah 5%b/b  5 gram gula ditambah air sampai 100 ml, artinya kadar gula pada campuran tersebut adalah 5%b/v  5 ml alkohol ditambah 95 ml air , artinya kadar alkohol pada campuran tersebut adalah 5%v/v  5 ml alkohol ditambah air sampai 100 gram, artinya kadar alkohol pada campuran tersebut adalah 5%v/b