PENGEMBANGAN KURIKULUM
TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
           OLEH
     Dr. Sulton, M.Pd.
TINGKATAN PENGEMBANGAN
       KURIKULUM


        KURIKULUM IDEAL
       KURIKULUM FORMAL


    KURIKULUM INSTRUKSIONAL
     KURIKULUM OPERASIONAL



    KURIKULUM EKSPERIENSIAL
VISI, MISI DAN TUJUAN
LEMBAGA PENTING DLM KTSP
 Visi yayasan: mewujudkan Yayasan
 Sabilur Rosyad sebagai lembaga
 yang unggul dalam membentuk
 insan berilmu dan berbudi luhur
 berlandaskan keimanan dan
 ketaqwaan kepada Allah SWT.

 Visi TK, SD, SMP dan SMA
GAMBARAN UMUM
          KTSP
Kelahiran KTSP
 UU RI No 20 Tahun 2003 SPN

 PP RI No 19 Tahun 2005 SNP
(DELAPAN STANDAR PENDIDIKAN
DIANTARANYA ADALAH STANDAR ISI dan
STANDAR LULUSAN sebagai dasar dalam
penyusunan KTSP)

 Kurikulum operasional yang disusun
dan dilaksanakan oleh masing-masing
satuan pendidikan.
KERANGKA DASAR
          KURIKULUM
 Kelompok Mata Pelajaran
1. kelompok mata pelajaran agama dan
   akhlak mulia;
2. kelompok mata pelajaran
   kewarganegaraan dan kepribadian;
3. kelompok mata pelajaran ilmu
   pengetahuan dan teknologi;
4. kelompok mata pelajaran estetika;
5. kelompok mata pelajaran jasmani,
   olahraga dan kesehatan
 Prinsip-prinsip Pengembangan
  Kurikulum
1. Berpusat pada potensi, perkembangan,
   kebutuhan, dan kepentingan peserta didik
   dan lingkungannya
2. Beragam dan terpadu
3. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
4. Menyeluruh dan berkesinambungan
5. Belajar sepanjang hayat
6. Seimbang antara kepentingan nasional dan
   kepentingan daerah
Prinsip pelaksanaan kurikulum
Didasarkan pada potensi perkemb dan kondisi
peserta didik.
Menegakkan 5 pilar: belj unt beriman dan taqwa;
memahami dan menghayati; mampu
melaksanakan; hidup bersama; dan membangun
menemukan jati diri.
Memungkinkan pelayanan perbaikan, pengayaan,
dan percepatan.
Penerapan 3 prinsip Ki Hadjar Dewantara
Pendekan multi strategi, multi media, & TI
Mendayagunakan lingkungan sbg bahan kajian.
Keseimbangan, kesinambungan antar
kelas/jenjang.
STRUKTUR KURIKULUM
 Struktur Kurikulum SD
 A. Mata Pelajaran
  1.      Pendidikan Agama
  2.      Pendidikan Kewarganegaraan
  3. Bahasa Indonesia
  4.       Matematika
  5.       Ilmu Pengetahuan Alam
  6.       Ilmu Pengetahuan Sosial
  7.       Seni Budaya dan Keterampilan
  8.       Pendidikan Jasmani, Olahraga dan
Kesehatan
B. Muatan Lokal
C. Pengembangan Diri
Ketentuan pokok untuk SD/MI:
 Kurikulum SD/MI memuat 8 mata pelajaran,
  muatan lokal, dan pengembangan diri.
 Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada SD/MI
  merupakan “IPA Terpadu” dan “IPS Terpadu”.
 Pembelajaran pada Kelas I s.d. III melalui
  pendekatan tematik, Kelas IV s.d. VI
  dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran.
 Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran
  dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur
  kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan
  menambah maksimum empat jam pembelajaran
  per minggu secara keseluruhan.
 Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 35
  menit.
 Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua
  semester) adalah 34-38 minggu.
 Struktur Kurikulum SMP
 A. Mata Pelajaran
   1. Pendidikan Agama
   2. Pendidikan Kewarganegaraan
   3. Bahasa Indonesia
   4. Bahasa Inggris
   5. Matematika
   6. Ilmu Pengetahuan Alam
   7. Ilmu Pengetahuan Sosial
   8. Seni Budaya
   9. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
  10. Keterampilan/Teknologi Informasi dan
  Komunikasi
   B. Muatan Lokal
   C. Pengembangan Diri
Ketentuan Pokok untuk SMP/MTs
 Kurikulum SMP/MTs memuat 10 mata
 pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan
 diri
 Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada
 SMP/MTs merupakan “IPA Terpadu” dan “IPS
 Terpadu”.
 Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran
 dialokasikan sebagaimana tertera dalam
 struktur kurikulum. Satuan pendidikan
 dimungkinkan menambah maksimum empat
 jam pembelajaran per minggu secara
 keseluruhan.
 Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah
 40 menit.
 Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua
 semester) adalah 34-38 minggu.
     Struktur Kurikulum SMA/MA kelas X.
A        Mata Pelajaran
1.    Pendidikan Agama
2.    Pendidikan Kewarganegaraan
3.    Bahasa Indonesia
4.    Bahasa Inggris
5.    Matematika
6.    Fisika
7.    Biologi
8.    Kimia
9.    Sejarah .
10.   Geografi
11.   Ekonomi
12.   Sosiologi
13.   Seni Budaya
14.   Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
15.   Teknologi Informasi dan Komunikasi
16.   Keterampilan /Bahasa Asing
B.     Muatan Lokal
C.     Pengembangan Diri MA
Ketentuan pokok untuk SMA/MA
 Kurikulum SMA/MA Kelas X terdiri atas 16 mata
  pelajaran, Kelas XI dan XII Program IPA, Program
  IPS, Program Bahasa, dan Program Keagamaan
  terdiri atas 13 mata pelajaran, muatan lokal, dan
  pengembangan diri
 Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran
  dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur
  kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan
  menambah maksimum empat jam pembelajaran
  per minggu secara keseluruhan.
 Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 45
  menit.
 Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua
  semester) adalah 34-38 minggu.
BEBAN BELAJAR
 Beban belajar: program pembelajaran melalui
  sistem tatap muka, penugasan terstruktur dan
  kegiatan mandiri tidak terstruktur.
       SD/MI/SDLB berlangsung 35 menit;
       SMP/MTs/SMPLB berlangsung 40 menit;
       SMA/MA/SMALB/ SMK/MAK berlangsung 45
       menit.

 Beban belajar tatap muka per minggu
   SD/MI/SDLB: Kelas I s.d. III = 29 s.d. 32 jam
  pembl;
    Kelas IV s.d. VI adalah 34 jam pembelajaran.
   SMP/MTs/SMPLB adalah 34 jam pembelajaran.
   SMA/MA/SMALB/ SMK/MAK adalah 38 s.d. 39
  jam.
PENGEMBANGAN KTSP
Pengembang KTSP:
 Kelompok/satuan pendidikan
 Komite sekolah
 Di bawah koordinasi dan supervisi
 Dinas Pendidikan dan Depag
 kota/kab. Unt pend. Dasar dan
 propinsi unt. Pend. Menengah.
 Beberapa ketentuan pokok:
  Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan.
1. Pend Dasar meletakan dasar kecerdasan,
   pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta
   ketrampilan hidup mandiri, dan mengikuti
   pendidikan lanjut.
2. Pend Menengah meningkatkan kecerdasan,
   pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta
   ketrampilan hidup mandiri, dan mengikuti
   pendidikan lanjut
3. Pendidikan Kejuruan kecerdasan, pengetahuan,
   kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan
   hidup mandiri, dan mengikuti pendidikan lanjut
   sesuai dengan kejuruannya.
    Acuan operasional
1.   Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia
2.   Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan
     tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik
3.   Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan, dst
     (12 acuan).

    Struktur dan muatan KTSP
1.   Mata pelajaran
2.   Muatan lokal
3.   Kegiatan pengembangan mandiri
4.   Pengaturan beban belajar
5.   Kenaikan kelas
6.   Pendidikan kecakapan hidup
7.   Pendidkan berbasis keunggulan lokal dan global

    Kalender Pendidikan.
     Didasarkan pada standar isi, karakteristik daerah, satuan
     pendidikan dan peserta didik.
   Langkah-langkah pengembangan KTSP
1. Mengkaji standar kompetensi dan
   kompetensi dasar.
    Kenali S K Lulusan (Tujuan satuan
                pendidikan
           S K Kelompok Mata Pelajaran
           S K Mata Pelajaran

            Standar Kompetensi &
            kompetensi Dasar

    Gunakan Analisis Instruksional sbg alat
    menganalisis kompetensi tsb.
2. Mengedentifikasi sub kompetensi
  serta penentuan materi pokok
  yang menunjang pencapaian
  standar kompetensi.

  Dasar pertimbangannya:
  karakteristik siswa,
  kebermaknaan, struktur keilmuan,
  kedlaman dan keluasan, relevansi,
  alokasi waktu.
3. Merumuskan tujuan pembelajaran
   Dirumuskan berdasarkan kompetensi
   spesifik yang harus dikuasai siswa.(hasil
   analisis instruksional)

  Rumusan mencerminkan :
  a. pelaku belajar
  b. perilaku hasil belajar
  c. kondisi terkait dengan unjuk kerja
  d. kriteria/standar unjuk kerja.
4. Mengembangkan
   strategi/pengalaman belajar, yang
   mencerminkan

 - keterlibatan mental,emosional dan
  fisik dalam pembelajaran yang
  bervariasi dan bermakna.

  - memuat kecakapan hidup yang
  perlu dikuasai peserta didik

  - pengelolaan pengalaman belajar
  peserta didik
5. Taksiran waktu
  Didasarkan pada jumlah minggu efektif,
  alokasi waktu mata pelajaran perminggu,
  jumlah kompetensi dasar, keluasan,
  kedalaman, kesulitan dan tingkat
  kepentingan kompetensi dasar.
  Alokasi waktu merupakan perkiraan waktu
  yang dibutuhkan siswa menguasai
  kompetensi.
6. Menerntukan Sumber Belajar
   atau Media pembelajaran
   Merupakan rujukan bahan yang
   digunakan untuk kegiatan
   pembelajaran, dapat merupa
   media cetak, elektronik, nara
   sumber, serta lingkungan fisik,
   alam, sosial, dan budaya.

KTSP Indonesia

  • 1.
    PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUANPENDIDIKAN OLEH Dr. Sulton, M.Pd.
  • 2.
    TINGKATAN PENGEMBANGAN KURIKULUM KURIKULUM IDEAL KURIKULUM FORMAL KURIKULUM INSTRUKSIONAL KURIKULUM OPERASIONAL KURIKULUM EKSPERIENSIAL
  • 3.
    VISI, MISI DANTUJUAN LEMBAGA PENTING DLM KTSP Visi yayasan: mewujudkan Yayasan Sabilur Rosyad sebagai lembaga yang unggul dalam membentuk insan berilmu dan berbudi luhur berlandaskan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Visi TK, SD, SMP dan SMA
  • 4.
    GAMBARAN UMUM KTSP Kelahiran KTSP UU RI No 20 Tahun 2003 SPN PP RI No 19 Tahun 2005 SNP (DELAPAN STANDAR PENDIDIKAN DIANTARANYA ADALAH STANDAR ISI dan STANDAR LULUSAN sebagai dasar dalam penyusunan KTSP) Kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.
  • 5.
    KERANGKA DASAR KURIKULUM  Kelompok Mata Pelajaran 1. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; 2. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; 3. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; 4. kelompok mata pelajaran estetika; 5. kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
  • 6.
     Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum 1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya 2. Beragam dan terpadu 3. Relevan dengan kebutuhan kehidupan 4. Menyeluruh dan berkesinambungan 5. Belajar sepanjang hayat 6. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
  • 7.
    Prinsip pelaksanaan kurikulum Didasarkanpada potensi perkemb dan kondisi peserta didik. Menegakkan 5 pilar: belj unt beriman dan taqwa; memahami dan menghayati; mampu melaksanakan; hidup bersama; dan membangun menemukan jati diri. Memungkinkan pelayanan perbaikan, pengayaan, dan percepatan. Penerapan 3 prinsip Ki Hadjar Dewantara Pendekan multi strategi, multi media, & TI Mendayagunakan lingkungan sbg bahan kajian. Keseimbangan, kesinambungan antar kelas/jenjang.
  • 8.
    STRUKTUR KURIKULUM  StrukturKurikulum SD A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4. Matematika 5. Ilmu Pengetahuan Alam 6. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Seni Budaya dan Keterampilan 8. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan B. Muatan Lokal C. Pengembangan Diri
  • 9.
    Ketentuan pokok untukSD/MI:  Kurikulum SD/MI memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri.  Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada SD/MI merupakan “IPA Terpadu” dan “IPS Terpadu”.  Pembelajaran pada Kelas I s.d. III melalui pendekatan tematik, Kelas IV s.d. VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran.  Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.  Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 35 menit.  Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.
  • 10.
     Struktur KurikulumSMP  A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4. Bahasa Inggris 5. Matematika 6. Ilmu Pengetahuan Alam 7. Ilmu Pengetahuan Sosial 8. Seni Budaya 9. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 10. Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi B. Muatan Lokal C. Pengembangan Diri
  • 11.
    Ketentuan Pokok untukSMP/MTs Kurikulum SMP/MTs memuat 10 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada SMP/MTs merupakan “IPA Terpadu” dan “IPS Terpadu”. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.
  • 12.
    Struktur Kurikulum SMA/MA kelas X. A Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4. Bahasa Inggris 5. Matematika 6. Fisika 7. Biologi 8. Kimia 9. Sejarah . 10. Geografi 11. Ekonomi 12. Sosiologi 13. Seni Budaya 14. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 15. Teknologi Informasi dan Komunikasi 16. Keterampilan /Bahasa Asing B. Muatan Lokal C. Pengembangan Diri MA
  • 13.
    Ketentuan pokok untukSMA/MA  Kurikulum SMA/MA Kelas X terdiri atas 16 mata pelajaran, Kelas XI dan XII Program IPA, Program IPS, Program Bahasa, dan Program Keagamaan terdiri atas 13 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri  Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.  Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 45 menit.  Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.
  • 14.
    BEBAN BELAJAR  Bebanbelajar: program pembelajaran melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. SD/MI/SDLB berlangsung 35 menit; SMP/MTs/SMPLB berlangsung 40 menit; SMA/MA/SMALB/ SMK/MAK berlangsung 45 menit.  Beban belajar tatap muka per minggu SD/MI/SDLB: Kelas I s.d. III = 29 s.d. 32 jam pembl; Kelas IV s.d. VI adalah 34 jam pembelajaran. SMP/MTs/SMPLB adalah 34 jam pembelajaran. SMA/MA/SMALB/ SMK/MAK adalah 38 s.d. 39 jam.
  • 15.
    PENGEMBANGAN KTSP Pengembang KTSP: Kelompok/satuan pendidikan Komite sekolah Di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan dan Depag kota/kab. Unt pend. Dasar dan propinsi unt. Pend. Menengah.
  • 16.
     Beberapa ketentuanpokok:  Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan. 1. Pend Dasar meletakan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan hidup mandiri, dan mengikuti pendidikan lanjut. 2. Pend Menengah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan hidup mandiri, dan mengikuti pendidikan lanjut 3. Pendidikan Kejuruan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan hidup mandiri, dan mengikuti pendidikan lanjut sesuai dengan kejuruannya.
  • 17.
    Acuan operasional 1. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia 2. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik 3. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan, dst (12 acuan).  Struktur dan muatan KTSP 1. Mata pelajaran 2. Muatan lokal 3. Kegiatan pengembangan mandiri 4. Pengaturan beban belajar 5. Kenaikan kelas 6. Pendidikan kecakapan hidup 7. Pendidkan berbasis keunggulan lokal dan global  Kalender Pendidikan. Didasarkan pada standar isi, karakteristik daerah, satuan pendidikan dan peserta didik.
  • 18.
    Langkah-langkah pengembangan KTSP 1. Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar. Kenali S K Lulusan (Tujuan satuan pendidikan S K Kelompok Mata Pelajaran S K Mata Pelajaran Standar Kompetensi & kompetensi Dasar Gunakan Analisis Instruksional sbg alat menganalisis kompetensi tsb.
  • 19.
    2. Mengedentifikasi subkompetensi serta penentuan materi pokok yang menunjang pencapaian standar kompetensi. Dasar pertimbangannya: karakteristik siswa, kebermaknaan, struktur keilmuan, kedlaman dan keluasan, relevansi, alokasi waktu.
  • 20.
    3. Merumuskan tujuanpembelajaran Dirumuskan berdasarkan kompetensi spesifik yang harus dikuasai siswa.(hasil analisis instruksional) Rumusan mencerminkan : a. pelaku belajar b. perilaku hasil belajar c. kondisi terkait dengan unjuk kerja d. kriteria/standar unjuk kerja.
  • 21.
    4. Mengembangkan strategi/pengalaman belajar, yang mencerminkan - keterlibatan mental,emosional dan fisik dalam pembelajaran yang bervariasi dan bermakna. - memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik - pengelolaan pengalaman belajar peserta didik
  • 22.
    5. Taksiran waktu Didasarkan pada jumlah minggu efektif, alokasi waktu mata pelajaran perminggu, jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, kesulitan dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Alokasi waktu merupakan perkiraan waktu yang dibutuhkan siswa menguasai kompetensi.
  • 23.
    6. Menerntukan SumberBelajar atau Media pembelajaran Merupakan rujukan bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, dapat merupa media cetak, elektronik, nara sumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.