Kurikulum SMP 
Hak Cipta © 2014 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar 
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama
Pengertian 
1. Kurikulum pada Sekolah Menengah 
Pertama/Madrasah Tsanawiyah yang telah 
dilaksanakan sejak tahun ajaran 2013/2014 
disebut Kurikulum 2013 Sekolah Menengah 
Pertama. 
2. Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/MTs 
terdiri atas: 
a. Kerangka Dasar Kurikulum; 
b. Struktur Kurikulum; 
c. Silabus; dan 
d. Pedoman Mata Pelajaran.
Kerangka Dasar 
Kurikulum 
• Berisi landasan filosofis, sosiologis, 
psikopedagogis, dan yuridis sesuai 
dengan Standar Nasional Pendidikan.
Struktur Kurikulum 
A. Merupakan pengorganisasian Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, 
muatan pembelajaran, mata pelajaran, dan beban belajar. 
A. Kompetensi Inti pada Kurikulum 2013 Sekolah Menengah 
Pertama/merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar 
Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik 
sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah pada setiap 
tingkat kelas. 
B. Kompetensi Inti terdiri atas: 
1. Kompetensi Inti sikap spiritual; 
2. Kompetensi Inti sikap sosial; 
3. Kompetensi Inti pengetahuan; dan 
4. Kompetensi Inti keterampilan.
• Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2013 Sekolah Menengah 
Pertama/MTs berisikan kemampuan dan muatan pembelajaran 
untuk mata pelajaran pada Sekolah Menengah Pertama yang 
mengacu pada Kompetensi Inti. 
• Kompetensi Dasar merupakan penjabaran dari Kompetensi Inti 
dan terdiri atas: 
– Kompetensi Dasar sikap spiritual; 
– Kompetensi Dasar sikap sosial; 
– Kompetensi Dasar pengetahuan; dan 
– Kompetensi Dasar keterampilan.
MATA PELAJARAN 
ALOKASI WAKTU 
PER MINGGU 
VII VIII IX 
Kelompok A (Umum) 
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 
2. Pendidikan Pancasila dan 
Kewarganegaraan 
3 3 3 
3. Bahasa Indonesia 6 6 6 
4. Matematika 5 5 5 
5. Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 5 
6. Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4 
7. Bahasa Inggris 4 4 4 
Kelompok B (Umum) 
1. Seni Budaya 3 3 3 
2. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan 
Kesehatan 
3 3 3 
3. Prakarya 2 2 2 
Jumlah jam pelajaran per minggu 38 38 38
Muatan Pembelajaran dan Mata 
Pelajaran 
• Mata pelajaran Sekolah Menengah Pertama dikelompokkan atas: 
– mata pelajaran umum Kelompok A; dan 
– mata pelajaran umum Kelompok B. 
• Mata pelajaran umum Kelompok A merupakan program kurikuler 
yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sikap, 
kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta 
didik sebagai dasar dan penguatan kemampuan dalam kehidupan 
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 
• Mata pelajaran umum Kelompok B merupakan program kurikuler 
yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sikap, 
kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta 
didik terkait lingkungan dalam bidang sosial, budaya, dan seni. 
• Muatan dan acuan pembelajaran mata pelajaran umum Kelompok A 
bersifat nasional dan dikembangkan oleh Pemerintah.
• Muatan dan acuan pembelajaran mata pelajaran umum Kelompok B 
bersifat nasional dan dikembangkan oleh Pemerintah dan dapat 
diperkaya dengan muatan lokal oleh pemerintah daerah dan/atau 
satuan pendidikan. 
• Mata pelajaran umum Kelompok A terdiri atas: 
– Pendidikan Agama dan Budi Pekerti; 
– Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan; 
– Bahasa Indonesia; 
– Matematika; 
– Ilmu Pengetahuan Alam; 
– Ilmu Pengetahuan Sosial; dan 
– Bahasa Inggris. 
– Mata pelajaran umum Kelompok B: 
– Seni Budaya; 
– Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan; dan 
– Prakarya. 
• Mata pelajaran umum Kelompok B dapat ditambah dengan mata 
pelajaran muatan lokal yang berdiri sendiri.
Beban Belajar 
• Merupakan keseluruhan muatan dan pengalaman 
belajar yang harus diikuti peserta didik dalam satu 
minggu, satu semester, dan satu tahun pelajaran. 
• Beban belajar di Sekolah Menengah terdiri atas: 
• kegiatan tatap muka; 
• kegiatan terstruktur; dan 
• kegiatan mandiri.
• Beban belajar kegiatan tatap muka dinyatakan dalam jumlah jam 
pelajaran per minggu, dengan durasi setiap satu jam pelajaran 
adalah 40 (empat puluh) menit. 
• Beban belajar kegiatan terstruktur dan beban belajar kegiatan 
mandiri paling banyak 50% (lima puluh persen) dari waktu 
kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. 
• Beban belajar satu minggu untuk Kelas VII, Kelas VIII, dan Kelas 
IX masing-masing 38 (tiga puluh delapan) jam pelajaran. 
• Beban belajar Kelas VII dan Kelas VIII masing-masing paling 
sedikit 36 (tiga puluh enam) minggu efektif 
• Beban belajar kelas IX pada semester ganjil paling sedikit 18 
minggu efektif dan pada semester genap paling sedikit 14 (empat 
belas) minggu efektif.
Silabus 
• Silabus merupakan rencana pembelajaran 
pada suatu mata pelajaran yang mencakup 
Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, materi 
pembelajaran, kegiatan pembelajaran, 
penilaian, alokasi waktu, dan sumber 
belajar 
• Silabus Kurikulum 2013 Sekolah 
Menengah Pertama dikelompokkan atas: 
1. silabus mata pelajaran umum Kelompok A; 
dan 
2. silabus mata pelajaran umum Kelompok B.
Silabus mata pelajaran umum Kelompok A 
dikembangkan oleh Pemerintah. 
Silabus mata pelajaran umum Kelompok B 
dikembangkan oleh Pemerintah dan dapat 
diperkaya dengan muatan lokal oleh pemerintah 
daerah. 
Silabus digunakan oleh pendidik sebagai acuan 
dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan 
Pembelajaran.
Pedoman Mata Pelajaran 
A. Merupakan profil utuh mata pelajaran yang berisi 
latar belakang, karateristik mata pelajaran, 
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar mata 
pelajaran, desain pembelajaran, model 
pembelajaran, penilaian, media dan sumber belajar, 
dan peran guru sebagai pengembang budaya 
sekolah 
B. Pedoman Mata Pelajaran untuk setiap mata 
pelajaran dikembangkan oleh Pemerintah dan/atau 
pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya.
Pedoman Mata Pelajaran digunakan oleh pendidik 
untuk: 
1. memahami secara utuh mata pelajaran sesuai 
dengan karateristik Kurikulum 2013 Sekolah 
Menengah Pertama; dan 
2. acuan dalam penyusunan dan penerapan 
rencana pelaksanaan pembelajaran.
Kurikulum 2013 Permen 58 th 2014

Kurikulum 2013 Permen 58 th 2014

  • 1.
    Kurikulum SMP HakCipta © 2014 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama
  • 2.
    Pengertian 1. Kurikulumpada Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah yang telah dilaksanakan sejak tahun ajaran 2013/2014 disebut Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama. 2. Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/MTs terdiri atas: a. Kerangka Dasar Kurikulum; b. Struktur Kurikulum; c. Silabus; dan d. Pedoman Mata Pelajaran.
  • 3.
    Kerangka Dasar Kurikulum • Berisi landasan filosofis, sosiologis, psikopedagogis, dan yuridis sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan.
  • 4.
    Struktur Kurikulum A.Merupakan pengorganisasian Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, muatan pembelajaran, mata pelajaran, dan beban belajar. A. Kompetensi Inti pada Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah pada setiap tingkat kelas. B. Kompetensi Inti terdiri atas: 1. Kompetensi Inti sikap spiritual; 2. Kompetensi Inti sikap sosial; 3. Kompetensi Inti pengetahuan; dan 4. Kompetensi Inti keterampilan.
  • 5.
    • Kompetensi Dasarpada Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/MTs berisikan kemampuan dan muatan pembelajaran untuk mata pelajaran pada Sekolah Menengah Pertama yang mengacu pada Kompetensi Inti. • Kompetensi Dasar merupakan penjabaran dari Kompetensi Inti dan terdiri atas: – Kompetensi Dasar sikap spiritual; – Kompetensi Dasar sikap sosial; – Kompetensi Dasar pengetahuan; dan – Kompetensi Dasar keterampilan.
  • 6.
    MATA PELAJARAN ALOKASIWAKTU PER MINGGU VII VIII IX Kelompok A (Umum) 1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3 3 3 3. Bahasa Indonesia 6 6 6 4. Matematika 5 5 5 5. Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 5 6. Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4 7. Bahasa Inggris 4 4 4 Kelompok B (Umum) 1. Seni Budaya 3 3 3 2. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 3 3 3 3. Prakarya 2 2 2 Jumlah jam pelajaran per minggu 38 38 38
  • 7.
    Muatan Pembelajaran danMata Pelajaran • Mata pelajaran Sekolah Menengah Pertama dikelompokkan atas: – mata pelajaran umum Kelompok A; dan – mata pelajaran umum Kelompok B. • Mata pelajaran umum Kelompok A merupakan program kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik sebagai dasar dan penguatan kemampuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. • Mata pelajaran umum Kelompok B merupakan program kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik terkait lingkungan dalam bidang sosial, budaya, dan seni. • Muatan dan acuan pembelajaran mata pelajaran umum Kelompok A bersifat nasional dan dikembangkan oleh Pemerintah.
  • 8.
    • Muatan danacuan pembelajaran mata pelajaran umum Kelompok B bersifat nasional dan dikembangkan oleh Pemerintah dan dapat diperkaya dengan muatan lokal oleh pemerintah daerah dan/atau satuan pendidikan. • Mata pelajaran umum Kelompok A terdiri atas: – Pendidikan Agama dan Budi Pekerti; – Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan; – Bahasa Indonesia; – Matematika; – Ilmu Pengetahuan Alam; – Ilmu Pengetahuan Sosial; dan – Bahasa Inggris. – Mata pelajaran umum Kelompok B: – Seni Budaya; – Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan; dan – Prakarya. • Mata pelajaran umum Kelompok B dapat ditambah dengan mata pelajaran muatan lokal yang berdiri sendiri.
  • 9.
    Beban Belajar •Merupakan keseluruhan muatan dan pengalaman belajar yang harus diikuti peserta didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pelajaran. • Beban belajar di Sekolah Menengah terdiri atas: • kegiatan tatap muka; • kegiatan terstruktur; dan • kegiatan mandiri.
  • 10.
    • Beban belajarkegiatan tatap muka dinyatakan dalam jumlah jam pelajaran per minggu, dengan durasi setiap satu jam pelajaran adalah 40 (empat puluh) menit. • Beban belajar kegiatan terstruktur dan beban belajar kegiatan mandiri paling banyak 50% (lima puluh persen) dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. • Beban belajar satu minggu untuk Kelas VII, Kelas VIII, dan Kelas IX masing-masing 38 (tiga puluh delapan) jam pelajaran. • Beban belajar Kelas VII dan Kelas VIII masing-masing paling sedikit 36 (tiga puluh enam) minggu efektif • Beban belajar kelas IX pada semester ganjil paling sedikit 18 minggu efektif dan pada semester genap paling sedikit 14 (empat belas) minggu efektif.
  • 11.
    Silabus • Silabusmerupakan rencana pembelajaran pada suatu mata pelajaran yang mencakup Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar • Silabus Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama dikelompokkan atas: 1. silabus mata pelajaran umum Kelompok A; dan 2. silabus mata pelajaran umum Kelompok B.
  • 12.
    Silabus mata pelajaranumum Kelompok A dikembangkan oleh Pemerintah. Silabus mata pelajaran umum Kelompok B dikembangkan oleh Pemerintah dan dapat diperkaya dengan muatan lokal oleh pemerintah daerah. Silabus digunakan oleh pendidik sebagai acuan dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
  • 13.
    Pedoman Mata Pelajaran A. Merupakan profil utuh mata pelajaran yang berisi latar belakang, karateristik mata pelajaran, Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar mata pelajaran, desain pembelajaran, model pembelajaran, penilaian, media dan sumber belajar, dan peran guru sebagai pengembang budaya sekolah B. Pedoman Mata Pelajaran untuk setiap mata pelajaran dikembangkan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya.
  • 14.
    Pedoman Mata Pelajarandigunakan oleh pendidik untuk: 1. memahami secara utuh mata pelajaran sesuai dengan karateristik Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama; dan 2. acuan dalam penyusunan dan penerapan rencana pelaksanaan pembelajaran.