Konsep ilmu dalam Islam Bagian 1 Mohamad Ishaq Adnin Armas, M.A. Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Kedudukan Ilmu Dalam Islam Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Mohamad Ishaq (PIMPIN) Di dalam Al-Qur’an قل هل يستوى الذّين  يعلمون  والذّين لا يعلمون إنما يتذكّر أولو الأ لبب   “ Katakanlah “Apakah sama, orang-orang yang mengetahui dengan orang yang tidak  mengetahui ?” Hanya orang-orang yang berakal sajalah yang bisa mengambil pelajaran.” (QS. Al-Zumar: 9) يرفع الله الذّين آمنوا منكم و الذّين اوتو  العلم  درجت Allah mengangkat orang-orang yang beriman daripada kamu dan orang-orang yang diberi  ilmu  dengan beberapa derajat. (QS. Al-Mujadalah, 11).
Mohamad Ishaq (PIMPIN) إنما يخشى الله من عباده  العلماء Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba hambaNya hanyalah  ‘ulama  (al-Fatir 35: 28) و قل ربّ زدني  علما Dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku  ilmu pengetahuan .” (Thaha 20: 114)
Mohamad Ishaq (PIMPIN) فاعلم  أنه لا إله الله Maka  Ketahuilah , bahwa Sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah  (Muhammad 47: 19) كونوا  ربّنيّن  بما كنتم تعلمون الكتاب و بما كنتم تدرسون “ Hendaklah kamu menjadi orang-orang  rabbani  (orang yang sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah swt. (Al-Imran 3: 79)
Mohamad Ishaq (PIMPIN) Lihat juga ayat-ayat al-Qur’an yang lain seperti:  al-Nisa 83,113; Toha 114; al-Kahfi 65-66; Ali Imran 18; al-Ra’d 19; Al-Syura 52; Yunus 68; al-Maidah 4. شهد الله أنّه لا إله إلا هو والملائكة  واولو العلم  قائما بالقسط لا إله إلا هو العزيز العكيم Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. para malaikat  dan orang-orang yang berilmu  (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Ali Imran 3: 18)
Mohamad Ishaq (PIMPIN) Di dalam Al-Hadits من جاء مسجدى هذا  لم ياته إلا لخير يتعلّمه أو يعلّمه فهو بمنزلة المجاهد في سبيل الله  و من جاء لغير ذالك فهو بمنزلة الرّجل ينظر إلى متاع غيره “ Barangsiapa yang mendatangi masjidku ini, yang dia tidak mendatanginya kecuali untuk kebaikan yang akan  dipelajarinya atau diajarkannya,maka dia sekedudukan dengan mujahid di jalan Allah . Dan siapa yang datang untuk maksud selain itu, maka dia sekedudukan dengan seseorang yang melihat barang perhiasan orang lain.” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah). Isnadnya hasan, dan disahihkan oleh Ibnu Hibban.
Mohamad Ishaq (PIMPIN) ما من أحد يغدو إلى المسجد  لخيريتعلّمه أو يعلّمه إلاّ كتب له أجر مجاهد لا ينقلب إلاّ غانما “ Tiadalah seseorang yang pergi pagi hari ke masjid  untuk kebaikan yang akan dipelajarinya atau diajarkannya melainkan akan ditetapkan baginya pahala seorang Mujahid yang tidak balik (dari peperangan) kecuali membawa ghanimah. من خرج فى  طلب العلم فهو فى سبيل الله حتّى يرجع “ Barangsiapa yang pergi  menuntut ilmu, maka dia berada di jalan Allah sampai dia kembali .” (HR. Timidzi). Hadist ini hasan gharib. Sebagian perawi yang lain meriwayatkan hadits ini, namun tidak memarfu’kannya.
Mohamad Ishaq (PIMPIN) من سلك طريقا يطلب فيه علما سلك الله به طريقا من طرق الجنّة ,   وإنّ الملائكة لتضعَ أجنحتها رضا لطلب العلم ,   وإنّ العالم ليستغفر له من في السموات و من في الأرض والحيتانُ في جوف الماء  وإنّ فضل العالم على العابد كفضل القمر ليلة البدر على سائر الكواكب وإن العلماء ورثه الأنبياء وإن الأنبياء لم يورّثوْا دينارًا ولا درهما  و انّما  وَرَّثُوالعلم  فمن أخذه أخذ بحظّ وافر Barangsiapa melalui satu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memasukkannya ke salah satu jalan di antara jalan-jaan surga, dan sesungguhnya malaikat benar-benar merendahkan sayap-sayapnya karena ridha terhadap penuntut ilmu, dan sesungguhnya seorang alim benar-benar akan dimintakan ampun oleh makhluk yang ada di langit dan di bumi, bahkan ikan-ikan di dalam air.  Dan sesungguhnya keutamaan seorang alim atas seorang abid (ahli ibadah) adalah seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang-bintang yang ada. Dan sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi, dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan Dinar ataupun dirham, mereka hanya mewariskan ilmu . Maka barangsiapa mengambilnya, maka hendaklah dia mengambil bagian yang banyak.” (Hr. Abu Daud).
Mohamad Ishaq (PIMPIN) Dari Perkataan para Sahabat العلم  خير من المال لأن المال تحرسه والعلم يحرسك والمال تَفنِِِِيهُ النفقة والعلم يزكوا على الانفاق والعلم حاكم والمال محكوم عليه مات خُزّانُ المال وهم أحياء والعلماء باقون مابقي الدّهر أعيانهم مفقودة و آثارهم في القلوب موجودةٌ “ Ilmu lebih baik daripada harta, oleh karena harta itu kamu yang menjaganya, sedangkan ilmu itu adalah yang menjagamu. Harta akan lenyap jika dibelanjakan, sementara ilmu akan berkembang jika diinfakkan (diajarkan). Ilmu adalah penguasa, sedang harta adalah yang dikuasai. Telah mati para penyimpan harta padahal mereka masih hidup, sementara ulama tetap hidup sepanjang masa. Jasa-jasa mereka hilang tapi pengaruh mereka tetap ada/membekas di dalam hati.” Ali bin Abi Talib   ra:
Mohamad Ishaq (PIMPIN) عليكم بلعلم فإنّ طلبه لله عبادة ومعرفته خشية والبحث عنه جهاد وتعليمه لمن لا يعلمه صدقة ومذاكرته تسبيح بهِ يُعرف اللهُ و يُعبد وبه يهتدون بهم و ينتهون إلى رأْيهم Mu’adz bin Jabal:   “ Tuntutlah ilmu, sebab menuntutnya untuk mencari   keridhaan Allah adalah ibadah, mengetahuinya adalah khasyah, mengkajinya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sedekah dan mendiskusikannya adalah tasbih. Dengan ilmu, Allah diketahui dan disembah, dan dengan ilmu pulalah diagungkan dan ditauhidkan. Allah mengangkat (kedudukan) suatu kaum dengan ilmu, dan menjadikan mereka sebagai pemimpin dan Imam bagi manusia, manusia mendapat petunjuk melalui perantaraan mereka dan akan merujuk kepada pendapat mereka.”
Mohamad Ishaq (PIMPIN) Abu al-Aswad al-Duali: “ Para raja adalah penguasa-penguasa (yang memerintah) manusia,  sedangkan para ulama adalah penguasa-penguasa (yang memerintah) para raja .” الملوك حكّام على النّاس  والعلماء حكّام على الملوك Namun, ilmu seperti apakah yang begitu tinggi kedudukannya dalam  Agama kita tersebut? Apakah ‘ilmu’ yang kita pelajari di kampus tergolong Di dalamnya? Fisika? Kalkulus? Arskom? Digital? Algoritma? Agama ? Apakah Itu semua ilmu?
Al-Quran memuat sekitar 800 kali “ilmu” beserta turunannya Para ulama dan intelektual mencoba membuat definisi ilmu berdasarkan kata ilmu yang ada dalam al-Quran Sampai-sampai Roshental mendefinisikan 120 definisi ilmu yang didasarkan pada al-Quran, sehingga menyimpulkan :  “al-ilmu huwa al-Islam, wa al-islam huwa al-ilm” Namun demikian sama sekali tidak ditemukan definsi ilmu di dalam al-Quran (“ maa huwal ilm? ”) Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Konsep Ilmu Dalam al-Qur’an Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Tinjauan Bahasa Arab-Islam Ilmu berasal dari bahasa Arab yakni ( عِلْم   ٌُ ) berasal dari ( عَلِمَ - يَعْلَمُ )   maknanya mengetahui-pengetahuan. Tapi ( عَلِمَ ) masih satu akar juga dengan ( عَلَمَ ) maknanya adalah memberi tanda yang masdarnya ( عَلْماًَ - عَلاَمة ) maknanya petunjuk/tanda/alamat yang sama maknanya dengan ayat ( ( اياة Dan begitu pula istilah alam ( عالم )   masih satu akar kata dengannya, termasuk  alam shaghir  (tubuh kita/anfus) dan  alam kabir  (jagat raya/afaq) Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Dengan demikian, ada hubungan erat antara ilmu ( عِلْم ), tanda/alamat ( عَلَمَ ), dengan alam/ciptaan ( عالم ):   Yaitu tidak lain adalah bahwa alam/ciptaan ini sama kedudukannya dengan ayat yang merupakan tanda/alamat/petunjuk kepada sesuatu di luar dirinya, yaitu Yang menciptakannya  al-khaliq ( الخالق ) Al-Khaliq,  berasal dari ( خلق )  artinya selain mencipta dari ketiadaan juga berarti  at-taqdir  yang memberi ukuran/kadar (Ibn Manzhur-Lisaan al-Arab) Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Ini berarti alam diciptakan dengan ukuran tertentu atau kadar tertentu yang bersifat pasti dan tunduk para aturan tertentu.  Dalam pandangan Barat  natural science  mengesankan suatu alam ( natura=dilahirkan ) yang bersifat abadi, dalam islam istilah bagi ilmu alam (science) adalah ‘ilm al-thabi’ah ( علم الطبيعة ), tabi’ah berasal dari ( طبع ) yang berarti : kesan, penutup, jejak, yang menunjukkan adanya Pencipta Dengan demikian ilmu bisa didefinisikan sebagai: “ Segala sesuatu yang diperoleh dari alam dan ayat yang dengannya si pencari ilmu memahami alam/ayat tersebut dan dengannya ia mengenal (ma’rifah) kepada Pencipta alam dan ayat tersebut” Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Inilah definisi yang diambil oleh Syed Muhammad Naquib al-Attas dari al-Jurjani dalam kitab  at-Ta’rifaat : Husul suurat asy-syai’ fil aql, wushul an-nafs ila ma’na syai’   Karena itu, manusia yang mempelajari alam atau ayat namun dengannya ia tidak menjadi mengenal Pencipta, sungguh merupakan sesuatu yang aneh, seperti mereka yang melihat rambu-rambu lalu-lintas namun ia bukannya mengikuti rambu-rambu itu, justru terpana oleh rambu-rambu itu. Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Mohamad Ishaq (PIMPIN) MEMBACA Al-Qur’an Kitab Tertulis ayat Alam Semesta Kitab tak Tertulis ayat muhkamat mutasyabihat tafsir Tafsir/ta’wil muhkamat mutasyabihat tafsir Tafsir/ta’wil
Allah “menampakkan” Diri-Nya melalui alam dan ayat Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Kita tidak bisa dan mampu melihat Allah secara langsung, kita hanya bisa “melihat Allah” melalui jejak-Nya atau ayat yang tertulis (tanzil) dan yang tidak tertulis (alam). “ .. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu , dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman” (Al-A’raf 143) Atom, elektron, tubuh manusia, hewan, tumbuhan,  bumi  dan jagat raya ini, tidak lain adalah tanda, simbol, dan alamat yang menunjukkan Pencipta dan Pemiliknya Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Karenanya kebahagiaan tertinggi adalah ketika kita mampu dan diperkenankan melihat Allah secara langsung di Jannah-Nya kelak (Al-Qiyamah 22-23): “ Wajah-wajah  pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat” Dalam Hadits, sebuah do’a: “ Aku meminta kepada-Mu (ya Allah) kenikmatan memandang wajah-Mu (di akhirat nanti) dan aku meminta kepada-Mu kerinduan untuk bertemu dengan-Mu (sewaktu di dunia)…” (HR. An Nasa-i dalam “As Sunan” (3/54 dan 3/55)) Hadits lain: “ Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (melihat wajah Allah ta’ala)” (QS Yunus: 26). (HR. Muslim dalam Shahih Muslim, no. 181)   Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam kitab beliau “ Ighaatsatul lahafaan ” menjelaskan bahwa kenikmatan tertinggi di akhirat ini (melihat wajah Allah ta’ala) adalah balasan yang Allah SWT berikan kepada orang yang merasakan kenikmatan tertinggi di dunia, yaitu kesempurnaan dan kemanisan iman, kecintaan yang sempurna dan kerinduan untuk bertemu dengan-Nya, serta perasaan tenang dan bahagia ketika mendekatkan diri dan berzikir kepada-Nya.  Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Konsep ilmu dalam Islam Bagian 2 Mohamad Ishaq Adnin Armas, M.A. Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Tujuan Mencari Ilmu  Dalam Islam Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Tujuan Mencari Ilmu Tujuan mencari ilmu adalah: Untuk memahami agama dan mengenal Allah Melaksanakan kesempurnaan tugas menjadi hamba dan khalifah Allah Para ‘ulama mengingatkan ummat Islam agar tidak keluar dari tujuan tersebut, dan melarang pencarian ilmu untuk tujuan dunawi.  Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Tujuan Mencari Ilmu Ibn Hazm ( maratib al-ulum  dan  al-akhlaq wa siyar ): Mengritik orang yang mencari ilmu untuk mencari harta, ia menyebutnya sebagai pengorbanan besar untuk tujuan yang tidak ada nilainya. Sebab pertama, harta bisa dicari dengan cara lebih mudah. Misalnya dengan berdagang atau menjadi pembesar dan kedua ia telah dzalim memperlakukan derajat ilmu. Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Ilmu juga enggan datang pada orang yang salah dalam niat, seperti yang diungkapkan Imam al-Ghazali: “ طلبنا العلم لغير الله فأبى العلمُ  ان يكون لله ” ( kita menuntut ilmu selain karena Allah, maka ilmu enggan datang kecuali karena Allah ) Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Tujuan Mencari Ilmu Ibn Hazm ( taqrib ): Tujuan menulis karya ilmiah/buku adalah: Mengutarakan sesuatu yang asli Melengkapkan sesuatu yang belum lengkap Memperbaiki yang salah Menjelaskan yang terlalu rumit dan sukar Meringkaskan yang terlalu panjang Menggabung informasi dari berbagai sumber Menyatukan dan menyusun informasi menjadi sesuatu yang bernilai Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Tujuan Mencari Ilmu Harta tidak menghalangi ulama menguasai ilmu Ibnu Rusyd, Ibn Hazm, Ibn Khaldun dll, adalah orang-orang kaya Ibnu Siddah, Ibn Baqi’ dll, di sisi lain adalah seorang miskin, bahkan al-Jahidz dan penjual ikan di pasar Dialog antara Ibn Hazm dengan Sulayman bin Bajj sungguh sangat menarik. Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Tujuan Mencari Ilmu Karena itulah para ‘ulama tidak menjadi seorang yang hanya mengetahui satu bidang (‘spesialis’), namun menjadi seorang yang universalis (bukan ‘generalis’) Ibnu Rusyd adalah ahli fiqh, fisika, kimia, filsafat, pengobatan dll Ibn Hazm, adalah ahli ahli fiqh, sastra, filsafat, perbandingan agama, dll Ibnu Khaldun, fiqh, sejarah, bahasa, politik ,dll Fakhruddin Ar-Razi, ahli tafsir, fiqh, fisika, dll dll Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Hubungan Konsep Ilmu, Iman, amal, moral, dan spiritualitas Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Rasionalitas & Spiritualitas Mohamad Ishaq (PIMPIN) الَّذِينَ  يَذْكُرُونَ  اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ  وَيَتَفَكَّرُونَ  فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ  رَبَّنَا  مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ   Ali Imran 3
Iman dan Ilmu … .Allah akan meninggikan orang-orang yang  beriman  di antaramu dan orang-orang yang  diberi ilmu pengetahuan  beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.   Al-Mujadilah 11 Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang  beriman  di antara kamu dan  mengerjakan amal-amal yang saleh  bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka  berkuasa dimuka bumi , sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka………. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik .  Al-Nur 55 Iman dan Amal Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Mohamad Ishaq (PIMPIN) Rasulullah saw bersabda:   لا يكون المرء عالما حتّى يكون بعلمه عاملا . Artinya: ” Tidaklah seorang itu bernama ‘alim sebelum berbuat menurut ilmunya.” Rasulullah saw juga bersabda:   من طلب علما ممّا يبتغى به وجه الله تعالى ليصيب به عرضا من الدّنيا لم يجد عرف الجنّة يوم القيامة . Artinya: Barangsiapa menuntut ilmu yang menuju keridhaan  Allah untuk memperoleh harta benda duniawi, maka orang itu tidak akan mencium bau sorga pada hari kiamat. (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah). Iman, Ilmu dan Amal/Moral
Mohamad Ishaq (PIMPIN) Murtada al-Zabidi (w. 1205/1790) menyatakan: ...Sesungguhnya adalah fardu atas manusia supaya ber-Iman. Sebabnya,  Iman itu hakikatnya terdiri dari rangkuman ilmu  (yang tertentu) dan amal (yang tertentu); justru tidaklah tergambar akan wujud iman melainkan dengan ilmu dan amal. Kemudian dari (wajibnya meyakini rukun Iman) itu, mengamalkan cara hidup (shari'ah) Islam adalah kewajiban atas setiap Muslim, dan tidak mungkin menunaikannya melainkan sesudah mencapai (Ilmu) ma’rifah dan pengetahuan mengenai shari'ah yang tersebut.  Allah mengeluarkan para hamba-Nya dari perut ibu mereka dengan sifat tidak mengetahui apa-apa [ al-Nahl , 16: 78]. Oleh sebab itu,  menuntut Ilmu adalah fardu atas tiap-tiap Muslim . Tidak bisa mengabdikan diri kepada Allah—sedangkan ibadah itu haq Allah atas sekalian hamba-Nya— kecuali dengan ilmu, dan tidak mungkin mencapai ilmu melainkan dengan menuntutnya (walau dari mana sekalipun) Iman, Ilmu dan Amal/Moral
Mohamad Ishaq (PIMPIN) Allah berfirman yang artinya: ”Amat besar kutukan dari Allah ta’ala bahwa kamu katakan apa yang tidak kamu kerjakan.”  (Surat Al-Saff, 3) Allah berfirman yang artinya: ”Adakah kamu menyuruh manusia dengan kebaikan dan kamu lupakan akan dirimu sendiri.  (Surat al-Baqarah, 44) Iman, Ilmu dan Amal/Moral
Mohamad Ishaq (PIMPIN) Ilmu terkait secara erat dengan agama Ibn Sirin (110 H): ان هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم من ازداد علما ولم يزدد هدا لم يزدد من الله الا بعدا
Mohamad Ishaq (PIMPIN) Al-Khawarizmi  menyatakan: “Agamalah yang mendorong saya menyusun karya tulis singkat dalam hal hitungan dengan memakai prinsip operasi hitung seperti penambahan dan pengurangan, yang bermanfaat untuk pengguna aritmatika, biasa diibaratkan para pria yang terlibat dalam persoalan benda pusaka, warisan, perkara hukum, dan perdagangan serta dalam segala kesepakatan kerja atau yang bertalian dengan pengukuran dalamnya tanah, penggalian kanal, perhitungan geometri dan segala jenis objek dan yang ditekuninya.” Ilmu terkait secara erat dengan agama
Ilmu: Islam, jahiliyyah, dan masyarakat modern Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Tinjauan Bahasa Arab-Pra-Islam Istilah Ilmu ( عِلْم   ٌُ ) sudah ada sejak sebelum Islam (jahiliyyah). Makna dari ilmu, sebelum islam adalah wawasan atau pengetahuan praktis (skill) untuk bertahan hidup dan jalan keluar dari lingkungan fisik yang tidak bersahabat Mohamad Ishaq (PIMPIN) Ilmu dalam masa jahiliyah juga dimaknai sebagai pengetahuan yang berasal dari pengalaman individu atau kelompok yang diturunkan dari generasi ke generasi dalam bentuk amtsal (peribahasa).
Tinjauan Bahasa Arab-Pra-Islam Kita perhatikan pada zaman modern ini apa yang dimaksud dengan menuntut ilmu? Tidak lain adalah peningkatan skill/keterampilan saja demi pekerjaan, bukankah kita sudah kembali ke masa jahiliyyah? Kedatangan al-Qur’an/Islam berarti telah mengislamkan ilmu (islamisasi ilmu) Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Mohamad Ishaq (PIMPIN) “ الله ” amal ‘ ilm alam moral ayat Pra al-Qur’an Tanpa Konsep Pasca turun al-Qur’an Terbentuk worldview Islam  tentang ilmu, yaitu “prinsip tauhid” Medan Sematik Bahasa Arab: Islamisasi Ilmu ayat moral amal alam ‘ ilmu “ الله ”
Kita melihat bahwa ilmu atau konsep ilmu pada akhirnya bersumber pada Allah. Pada hakikatnya seluruh konsep dalam Islam akan bermuara pada konsep tentang Allah, inilah yang disebut sebagai ‘prinsip tauhid’ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ  دِينَكُمْ  وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا Al-Maidah 3  Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Mohamad Ishaq (PIMPIN) أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ   تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ Ibrahim  24 -25 Tauhid Dalam Konsep Ilmu Islam
Mohamad Ishaq (PIMPIN) توحيد   al-Qur’an Peradaban Islam ILMU ILMU ILMU ILMU ILMU ILMU ILMU ILMU ILMU ILMU ILMU ILMU ILMU ILMU ILMU
Konsep Ilmu Mohamad Ishaq (PIMPIN) اقْرَأْ  بِاسْمِ  رَبِّكَ  الَّذِي  خَلَقَ   (1)  خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ  (2)  اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ  (3)  الَّذِي  عَلَّمَ  بِالْقَلَمِ  (4)  عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ  (5 )   Al-Alaq 1-5
Mohamad Ishaq (PIMPIN) Konsep Ilmu Konsep Tuhan Konsep Kehidupan Konsep manusia Konsep moralitas Konsep Ukhuwwah Konsep Jihad Konsep Alam Semesta dsb Worldview Seorang Muslim Realitas Seorang ilmuwan Muslim tidak pernah “ objektif ” (dalam pengertian Barat). Jiwa dan pikirannya telah dipenuhi oleh konsep-konsep
Sumber Ilmu  Menurut Islam dan Barat Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Otoritas adalah suatu berita yang benar ( al-khabar ash-shadiq ) yang bisa meliputi dua macam, yaitu: pertama, berita yang datang secara berantai dan bersambung dari sejumlah orang kepada kita, di mana tidak mungkin mereka bersepakat dalam kebohongan secara bersama-sama.  Kabar terpercaya ini terbagi dalam dua bagian: Beritanya benar, tapi masih dapat dipersoalkan (nisbi), otoritasnya yaitu berupa kesepakatan para ‘ulama Beritanya benar mutlak, yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah Mohamad Ishaq (PIMPIN) Pendapat  orang-orang terpercaya
Pendapat  orang-orang terpercaya Islam sangat menekankan kualitas dan akhlaq guru untuk murid dalam menuntut ilmu: Luqman al-Hakim: “ Wahai anakku, bergaullah dengan orang-orang alim dan duduklah dengan hormat bersama mereka karena Allah SWT menghidupkan jiwa dengan cahaya hikmah-Nya, seperti Dia menghidupkan tanah gersang dengan hujan dari langit” Ibn Sirin (110 H): ان هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Indera terdiri dari dua bagian, yaitu indera lahiriah dan indera batin. Indera lahir adalah: penciuman (hidung), rasa (lidah), penglihatan (mata), pendengaran (telinga), sentuhan (tangan dsb) Indera batin adalah: indera umum ( common sense, hish al-mustarak ), representasi ( al-khayyaliyah ), estimasi ( al-wahmiyyah ), ingatan-pengingatan ( al-hafid ,  adz-dzakir ), dan imajinasi ( al-mutakhayyaliyah ) Ilmuwan Islam merupakan pelopor dalam metoda demonstratif seperti yang dilakukan oleh  al-Haytham  untuk membuktikan teori cahayanya sebelum snell Mohamad Ishaq (PIMPIN) Indera Yang Sehat
Kata  ‘aql  sendiri berarti “pengikatan” atau “penahanan”. Ia adalah suatu entitas yang aktif dan sadar, yang menahan dan mengikat obyek ilmu dengan kata-kata dan bentuk-bentuk perlambang lain.  ‘Aql  (akal) mengacu pada realitas yang sama dengan  qalb  (hati),  ruh  (ruh) dan  nafs  (jiwa). Perbedaan keempatnya adalah pada peran dan fungsi namun mengacu pada entitas yang sama Akal yang sehat ( aql salim ) bukanlah sebatas inderawi yang bekerja secara logis, sistematis dalam menafsirkan fakta dan data dari pengalaman inderawi menjadi sesuatu yang gambaran akliah ( ma’qulat ) yang difahami (akal seperti ini disebut reason atau nalar dalam pandangan Barat). Akal ini menjadikan alam bisa difahami cara kerjanya Mohamad Ishaq (PIMPIN) Akal (‘Aql)
Dalam Islam akal lebih dari sekadar reason/nalar. Akal dalam fungsinya lebih dalam adalah suatu organ ruhaniah yang melekat dalam hati atau qalb yang merupakan tempat terjadinya intuisi, yang dalam pandangan Barat di sebut  intellectus .  Akal inilah yang bekerja ketika melihat fenomena alam kemudian kita mengenal Allah dalam suatu cara tertentu Mohamad Ishaq (PIMPIN) Akal (‘Aql)
Islam tidak membatasi intuisi hanya dalam aspek inderawi yaitu suatu pengenalan dan pemahaman langsung tanpa proses karena proses perenungan dan pengalaman inderawi yang panjang dan berulang. Dalam Islam intuisi adalah juga pemahaman langsung atas kebenaran-kebenaran agama, realitas akan eksistensi Allah. Intuisi tidak datang kepada sembarang orang, tetapi kepada orang yang beribadah dan mengabdi kepada Allah secara ikhlas dan memahami keesaan-Nya. Mohamad Ishaq (PIMPIN) Intuisi
Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Barat tidak mengakui otoritas berupa wahyu atau “manusia” yang diberikan otoritas oleh Tuhan sebagai sumber ilmu, sebab mereka tidak mengenal iman Mereka mengakui indera dan rasio serta intuisi dalam aspek inderawi melalui perdebatan dan pergulatan pemikiran.  Menurut sebagian pandangan, kebenaran hanya dicapai melalui rasio (Plato) dan sebagian lainnya berpandangan kebenaran hanya dicapai melalui empirik (Aristoteles) Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Sumber Ilmu Empirisisme  (Panca-Indera) Rasionalisme  (Akal) John Locke (1711-1776) Rene Descartes (1596-1650) Plato Aristoteles David Hume Immanuel Kant (1724-1804) Rasional-Empirik  (Akal-Panca-Indera)
Descartes Ia memandang  logika  dan argumen  rasional * sebagai alat pokok untuk mendapatkan  kebenaran  . Para rasionalis biasanya cenderung tidak mempercayai bukti yang didasarkan pada  indera * belaka. Descartes merupakan contoh nya Kata-katanya yg terkenal :  cogito ergo sum  (aku berpikir maka aku ada).  Ia memandang satu-satunya yang nyata adalah ketika seseorang berpikir. Karena segala sesuatu di luar pikiran kita bisa membawa pada kesalahan. Ia pertama-tama harus menolak atau skeptis pada semua kebenaran kecuali, pikirannya membenarkannya.  Bandingkan dengan nasihat al-Ghazali:
Wahai Anakku, Janganlah menjadi orang yang bangkrut amal, dan jangan menjadi orang yang sunyi/ jauh dari keadaan-keadaan ruhani. Yakinlah bahwa “ilmu” saja tidak berguna. Bagi kita yang benar adalah “kita beramal (dengan ilmu) maka kita ada” Descartes termasuk pemikir yang mempercayai adanya Tuhan. Tapi Tuhan yang diapercayai adalah Tuhan yang yang ada karena manusia berpikir Tuhan itu ada. “Tuhan Filsafat”
David Hume P engalaman * dan pengamatan  inderawi * sebagai alat pokok untuk mendapatkan  kebenaran  filosofis. Para empirisis biasanya cenderung tidak mempercayai bukti yang didasarkan pada argumentasi  logis  belaka. Hume merupakan contoh khas empirisis. Hume menyatakan bahwa induksi  (menarik kesimpulan dari data pengalaman)  selalu melibatkan suatu dugaan, sehingga takkan pernah bisa disediakan kepastian mutlak bahwa simpulannya benar.  Karenanya ia seorang yang skeptik, yaitu orang yang tidak mempercayai bahwa manusia bisa mencapai pengetahuan atau kepastian
David Hume Konsekuensi dari empirisisme adalah bahwa sesuatu yang gaib dan metafisi tidak mengandung kebenaran dan tidak ada. Karena itulah David Hume tidak mempercayai Tuhan dan Agama. Keberadaan Tuhan bukanlah gagasan yang dengan sendirinya terbukti, juga bukan kebenaran yang bisa ditunjukan secara logis, seseorang bisa saja menyangkal keberadaan Tuhan tanpa bertentangan dengan dirinya sendiri. Oleh karena itu Hume mengkritik keras ketiga bukti keberadaan Tuhan yang disampaikan Descartes.
Immanuel Kant (1724-1804): Analytic a priori Synthetic a posteriori Synthetic a priori Ilmu Pengetahuan (kebenaran)
Immanuel Kant (1724-1804): Imanuel Kant (1724-1804) mencoba mengembangkan suatu sintesis atas dua pendekatan yang bertentangan ini.  Kant berpendapat bahwa masing-masing pendekatan benar separuh, dan salah separuh.  Benarlah bahwa pengetahuan kita tentang dunia berasal dari indera kita, namun dalam akal kita ada faktor-faktor yang menentukan bagaimana kita memandang dunia sekitar kita.  Ada kondisi-kondisi tertentu dalam manusia yang ikut menentukan konsepsi manusia tentang dunia.
Immanuel Kant (1724-1804): Kant mencoba “menyelamatkan Tuhan” dari serangan kaum empirisisme seperti Hume dengan melalui pendekatan moral (argumen moral) (1) Perilaku bermoral adalah rasional (2) Perilaku bermoral bisa terjadi jika adanya keadilan (3) Keadilan hanya ada jika ada Tuhan Karenannya: (4) Tuhan itu ada Namun konsepnya tentang Tuhan tidaklah sama dengan konsep kita tentang Tuhan (Allah), tuhan yang mereka maksud tidak beranjak dari Tuhan yang dipikirkannya ada, sebagai mana diistilahkan oleh Aristoteles “First Mover”
Immanuel Kant (1724-1804): Immanuel Kant  menyatakan bahwa apa-apa yang bisa diketahui manusia hanyalah yang dipersepsi dengan panca indera. Lain daripada itu merupakan “ilusi” saja, hanyalah  i de. Metafisika (sederhananya hal-hal ghaib) adalah tidak mungkin Metafisika adalah ilusi keilahian Pernyataan-pernyataan metafisis tidak memiliki nilai epistemologis (ilmiah) RASIONALISME
Ilmu yang  kosong dari agama (ilmu sekular) merupakan fondasi utama dari peradaban Barat modern saat ini . Epistemologi Barat-sekular termanifestasikan dalam berbagai aliran seperti rasionalisme, empirisisme, skeptisisme,agnotisisme, positivisme, objektifisme, subjektifisme dan relativisme. Epistemologi sekular memiliki  karakteristik seperti  menceraikan antara ilmu dan agama , melenyapkan Wahyu sebagai sumber ilmu, memisahkan wujud dari yang sakral, meredusir Intelek kepada rasio dan menjadikan rasio yang manjadi basis keilmuan, menyalah-pahami konsep ilmu, mengaburkan maksud dan tujuan ilmu yang sebenarnya, Ilmu Dalam Peradaban Barat
Mohamad Ishaq (PIMPIN) Barat sangat mengaggungkan sains (saintisme) sehingga segala sesuatu harus terukur dan terbukti secara empirik. Sayangnya banyak ummat Islam yang terperngaruh pemahaman ini  Filsafat sains dan ilmu sains (alam) Barat tidak bersangkut-paut dengan Pencipta (agama). Tujuan mereka hanya: Menemukan ”hukum-hukum” alam Mensintesakan temuan-temuan sains (Fiskka, Kimia, Biologi, dll) menjadi satu kesatuan utuh Filsafat sains-nya bertujuan untuk membangun pertahanan epistemologis sains
Ilmu Pengetahuan adalah kepercayaan yang paling benar (objektif). Ilmu Pengetahuan ( knowledge ) lebih tinggi dari kepercayaan ( belief ). Akal lebih tinggi dari Wahyu (Agama).
Friedrich Nietzsche (1844-1900):  “ There exists between religion and true science neither affinity, nor friendship, nor even enmity; they dwell on different stars.”   (Antara agama dan sains yang benar, tidak terdapat keterkaitan, pesahabatan, bahkan yang ada hanya permusuhan: keduanya menetap di bintang yang berbeda).
Friedrich Nietzsche (1844-1900) Kebenaran adalah rezim dan ilusi. “ God died; now we want the overman to live.” Agama adalah “membuat sesaat lebih baik sesaat dan membiuskan” (momentary amelioration and narcoticizing).
Friedrich Nietzsche (1844-1900) “ Seseorang tidak dapat  mempercayai  dogma-dogma agama dan metafisika ini jika ia memiliki metode-metode yang ketat untuk meraih kebenaran di dalam hati dan kepalanya.”
Konsep ilmu dalam Islam Bagian 3 Mohamad Ishaq Adnin Armas, M.A. Mohamad Ishaq (PIMPIN)
Produk Manusia :  Antara Konsep Islam vs. Barat
Contoh Biografi Para Intelektual Barat Jean-Jacques Rousseau  (1712-1778) Sang bapak demokrasi ini senang berjalan-jalan di Turin di jalan gelap dan menampakkan (maaf) “bagian belakangnya” kepada para wanita.  Ia menulis: “ Kesenangan bodoh yang yang saya pernah lakukan adalah menampakkannya di depan mata-mata yang tidak dapat digambarkan.”
Contoh Biografi Para Intelektual Barat Hemingway  tumbuh menjadi  pendusta yang luar biasa.  Di usianya yang muda, di depan orang tuanya Hemingway mengucapkan doa-doa sebagaimana umat Kristen yang taat, namun diam-diam ia memploklamirkan diri sebagai seorang Atheis, bahkan mengatakan bahwa Tuhan adalah ancaman bagi kebahagiaan manusia.. Ucapannya tersebut tergambar jelas dalam perilakunya. Isteri Hemingway bersaksi bahwa suaminya hanya dua kali berlutut dalam altar sepanjang hidupnya yakni saat menikah dan saat anaknya dibaptis. Kebohongan menjadi kemahiran Hemingway, bahkan ibunya merasa tidak tahan dengan perilakunya ini, selain pemalas dan jual tampang. Paul Johnson mendeksripsikan kemampuan Ernest Hemingway dalam berbohong dengan kalimat yang indah : “He thought, and sometimes boasted, that lying was part of his training as a writer. He lied both consciously and without thinking ”.
Contoh Biografi Para Intelektual Barat Bertrand Russell , lain lagi, filusuf dan pemikir bijak yang banyak dirujuk dan dikagumi dunia ini adalah seorang dengan sosok pribadi yang bertolak belakang degan pemikirannya. Ia adalah karakter dengan arogan, kasar dan penuh skandal. Ia tumbuh sebagai seorang yatim dan besar sebagai penulis brilian yang tak mengakui Tuhan. ‘Kami tak percaya pada Tuhan, tapi yakin atas supremasi kekuatan manusia’, begitu ikrarnya. Salah satu karyanya yang fenomenal adalah Why I am Not a Christian. Ia adalah tokoh penentang perang, namun di saat yang sama menjadi penasihat pemerintah Amerika untuk menyerang Kremlin.
Contoh Biografi Para Intelektual Barat Jean Paul Sartre  tentu bukan nama terlalu asing. Namun ia ternyata tidak jauh berbeda dengan Russell. Seorang pesohor dan intelektual yang bukunya banyak terjual lebih dari 2 juta copy hanya di Perancis saja. Namun ternyata ia seorang egois dan tergila-gila pada empat kombinasi yaitu : whiski, jazz, perempuan nakal dan pertunjukkan kabaret. (hal 234)
Contoh Biografi Para Intelektual Barat Bagaimana dengan  Karl Marx ? Nabinya kaum Komunis. Ia adalah personifikasi dari kemarahan. Dalam buku ini dijelaskan bahwa ia selalu mengalami pertengkaran dengan orang-orang yg bekerja dengannya. Sebuah puisi dituilskan untuk menggambarkannya: ‘Dark fellow from Trier in fury raging His evil fist is clenched,  he roars interminably As though ten thousand devils had him by the hair. Apapun yang ia katakan memiliki nada ketidaksetujuan dan tajam. Ia pernah menantang duel rekannya August von Willich pada 1850 karena perselisihan. Marx memandang kekerasan dan terosisme sebagai sesuatu yang wajar. Ia mengatakan  "‘We are ruthless and ask no quarter from you. When our turn comes we shall not disguise our terrorism.’"
Contoh Biografi Para Intelektual Barat Leo Tolstoy , sastrawan Rusia yang terkenal humanis itu ternyata pecandu seks bebas, menelantarkan anak dan isteri dan keluarganya terabaikan sebelum menjadi petapa.
Al-Hakam bin Hisyam al-Tsaqafi mengatakan: “Orang menceritakan kepadaku di negeri Syam, suatu cerita tentang  Abu Hanifah , bahwa beliau adalah seorang manusia pemegang amanah yang terbesar. Sultan mau mengangkatnya menjadi pemegang kunci gudang kekayaan Negara atau memukulnya kalau menolak. Maka Abu Hanifah memilih siksaan daripada siksaan Allah Ta’ala.”  Biografi Para Ulama Al-Rabi mengatakan: “ Imam Syafi‘i  mengkhatamkan al-Qur’an misalnya, dalam bulan Ramadhan, enam puluh kali. Semuanya itu dalam shalat.   Imam Abu Hanifah  Imam Syafi’i
Imam Bukhari  Imam al-Bukhari menulis karyanya  الجامع المسمد الصحيح المختصر من أمور رسول الله و سننه و أيّامه   , selama 16 tahun.  Imam Bukhari mengatakan: ما أدخلت فيه حديثا إلا استخرتُ الله و صلّيت ركعتين و بيّنت صحته
Selain menghafal al-Qur’an dan banyak al-Hadist, ia juga menghafal  al-Shamil , karya Imam al-Haramayn,  al-Mu’tamad , karya Abu al-Husayn al-Basri, dan  al-Mustasfa , karya al-Ghazali.  Tradisi Keilmuan Muslim Fakhruddin al-Razi (1149-1210) Imam Nawawi (676H) : وبقيت سنتين لم أضع جنبي إلى الأرض Tradisi lainnya
Klasifikasi Ilmu
 
Klasifikasi Ilmu oleh al-Ghazali
Ilmu fard kifayah, tidaklah sama untuk setiap orang, dan untuk setiap waktu. Jadi ilmu fard kifayah sifatnya dinamis, selain berbeda untuk setiap orang menurut kemampuannya, juga bisa berkembang sesuai keperluan Menurut al-Ghazali, Ilmu juga ada yang tercela, seperti sihir, mantera, Hipnotis, dll atau ilmu yang dipelajari untuk tujuan yang salah
Ilmu Fardu ‘Ayn Ilmu fardu ayn merupakan kewajiban pada  setiap  orang Islam. Setiap  aqil   baligh  tidak boleh tidak tahu mengenainya. Dalam pandangan al-Khawarizmi, ilmu  fardu ‘ayn  wajib ke atas semua manusia, baik kalangan masyarakat awam atau golongan terpilih ( khawass ), pemerintah atau menteri, yang merdeka atau hamba, yang tua dan yang muda, dan seterusnya. Ilmu fardu ‘ayn memiliki tiga dimensi. Dimensi pertama  ilmu fardu 'ayn adalah  i‘tiqad , yaitu, membenarkan segala apa yang sahih disampaikan Allah kepada Rasulullah dengan  i‘tiqad  yang tetap dan pasti, yang bebas dari sebarang  shakk  (keraguan). Dimensi pertama ilmu fardu ‘ayn ini juga terkenal dengan nama  ilmu al-tawhid , karena merangkum pengenalan mengenai Allah Maha Pencipta yang cabang-cabangnya diperincikan dalam rukun iman yang lain.
Kadar ilmu  I‘tiqad  yang wajib dituntut adalah secukupnya untuk menghilangkan kesangsian dan kekacauan  aqidah  yang boleh dialami. Yaitu, mampu mengenal antara aqidah yang  haqq  dan yang batil sehingga terhindar dari kepercayaan yang batil menurut hawa nafsu atau menafikan 'aqidah yang  haqq   Dimensi kedua  ilmu fardu 'ayn adalah berkenaan dengan perbuatan yang wajib dilaksanakan. Pertama, kewajiban menuntut ilmu ini  berkembang mengikuti waktu ; semakin lama seseorang mukallaf itu hidup, semakin berkembanglah urusan-urusan  fardu ’aynnya  yang memerlukan ilmu yang berkaitan.
Dimensi ini terdiri dari beberapa kaidah. (a) Kaidah pertama, semakin lama seseorang mukallaf itu hidup, semakin berkembanglah urusan-urusannya yang wajib, dari shalat lima waktu hinggalah puasa ramadan, dari zakat harta sampai ke haji – yaitu, apa yang dinamakan rukun Islam. Inipun hanyalah permulaan agama yang dapat dikembangkan lagi; seperti akar pohon yang berkembang tumbuh berdahan, beranting dan berbuah.  Selanjutnya termasuk ilmu mengenai apa yang halal dalam soal makanan, minuman, pakaian, pergaulan dan perhubungan sesama manusia dan lain-lain hal yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan biasa. Perincian ilmu  fardu ‘ayn  tentang amal sedikit-sebanyak berbeda,  karena  perberbedaan keadaan dan kedudukan seseorang. Yang menjadi sebab wajibnya ilmu tertentu berkaitan dengan apa yang dituntut oleh keperluan hidup.
(b) Kaedah kedua untuk memahami perkembangan ruang lingkup ilmu-ilmu  fardu ‘ayn  yang berkaitan dengan perbuatan yang wajib dilaksanakan adalah prinsip “tidak diperbolehkan melakukan sesuatu usaha melainkan setelah mengenal syarat-syaratnya dalam agama.”   Aspek ketiga  ilmu fardu 'ayn adalah berkenaan dengan masalah yang wajib ditinggalkan. Kewajiban ilmu ini berkembang menurut keadaan seseorang yang berbeda-beda antara satu sama lain.
Ilmu Fardu Kifayah Menurut al-Ghazzali, ilmu fardu kifayah adalah ilmu yang  tidak dapat dikesampingkan dalam menegakkan urusan duniawi  masyarakat Islam. Dalam kewajiban  fardu kifayah ,  kesatuan masyarakat Islam secara bersama  memikul tanggungjawab kefarduan untuk menuntutnya.   Menurut al-Ghazzali, ilmu  fardu kifayah  bisa dinilai dari dua jurusan.  Pertama , pengkhususan dalam ilmu-ilmu Shari’ah yang wajib dituntut  karena  ia menjadi  perantara  dalam menegakkan urusan keagamaan masyarakat Islam di dunia, seperti  disiplin  bahasa Arab al-Qur'an, usul fiqh, fiqh jual-beli dan perdagangan, pengurusan jenazah dan harta pewarisan, munakahat (nikah-kahwin dan perceraian), jinayah dan ketatanegaraan, dan lain sebagainya.
Bagian kedua ilmu fardu kifayah yang wajib dituntut adalah ilmu bukan Shari‘ah  karena ia  tidak dapat dikesampingkan dalam menegakkan urusan duniawi  masyarakat Islam. Dalam kewajiban ilmu  fardu kifayah ,  kesatuan para mukallaf masyarakat Islam secara bersama  memikul tanggungjawab kefarduan untuk menuntutnya. Yaitu, jika sejumlah mukallafin ada yang menegakkan kewajiban menuntut ilmu  fardu kifayah  tersebut, maka kefarduan itu telah terpenuhi dan gugurlah dosa bagi yang tidak mengerjakannya. Sebaliknya, jika tiada seorang pun yang menegakkan kewajiban menuntut ilmu  fardu kifayah  tersebut, atau mengambil keputusan untuk bersepakat untuk meninggalkan ilmu  fardu kifayah  itu, maka  semua  mukallaf masyarakat tersebut berdosa  karena  mengabaikan kewajiban itu.
Sumbangan Muslim  Terhadap Dunia
Sumbangan Pemikir Muslim Terhadap Peradaban Dunia Di antara karya-karya Ibn Sina adalah sebagai berikut: Ibn Sina menulis  al-Hasil wa al-Mahsul  yang terdiri dari 20 jilid ketika berusia 21 tahun;  Al-Shifa  (Penyembuhan), 18 jilid;  al-Qanun  (kaidah), 14 jilid;  Al-Insaf  (Pertimbangan), 20 jilid;  al-Najat  (Penyelamatan), 3 jilid;  Lisan al-’Arab  (Bahasa Arab), 10 jilid.
Buku  al-Qanun fi al-Tibb  diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Gerard Cremona di Toledo Spanyol pada abad ke-12. Buku ini menjadi buku rujukan utama di universitas-universitas Eropa hingga tahun 1700-an.  Pada abad ke-15, buku tersebut sudah disalin ke dalam bahasa Latin sebanyak 16 kali (edisi). Sebuah edisi dalam bahasa Ibrani. Pada abad ke-16, disalin sebanyak 21 edisi.  Al-Qanun  digunakan sebagai buku teks kedokteran di berbagai universitas di Perancis. Sekolah Tinggi Kedokteran di Montpellier dan Louvain, misalnya, telah menggunakannya sebagai bahan rujukan pada abad ke-17.
G.C. Anawati: Sebelum meninggal, ia (Ibnu Sina) telah mengarang sejumlah kurang lebih 276 karya. Ini meliputi berbagai subjek ilmu pengetahuan seperti filsafat, kedokteran, geometri, astronomi, musik, syair, teologi, politik, matematika, fisika, kimia, sastra, kosmologi dan sebagainya.” Phillip K. Hitti: al-Qanun adalah sebuah ensiklopedi kedokteran.” Ohaucer: “Sejak abad ke- 13 hingga 16, tak serang dokter atau penulis pun (dalam bidang kedokteran) yang leas dari pengaruhnya.”
Lahir di Rayy pada tahun 543/544-606 H (1149-1210)Menguasai berbagai bidang keilmuan seperti al-Qur’an, al-Hadith, tafsir, fiqh, usul fiqh, sastra arab, perbandingan agama, filsafat, logika, matematika, fisika, dan kedokteran. Selain telah menghafal al-Qur’an dan banyak al-Hadits, Fakhruddin al-Razi telah menghafal beberapa buku seperti  al-Shamil fi Usul al-Din , karya Imam al-Haramain,  al-Mu‘tamad  karya Abu al-Husain al-Basri  dan  al-Mustasfa  karya al-Ghazali.  Fakhruddin  al-Razi : Ulama yang Saintis
“ akar masalah yang sedang kita hadapi ini sesungguhnya terletak pada masalah disekitar  pengertian ilmu . Akal pikiran kita telah diliputi oleh masalah sifat dan tujuan ilmu yang salah…orang Islam telah terpedaya dan secara tidak sadar telah menerima pengertian ilmu yang dianggap sama dengan pengertian  kebudayaan Barat.  (SMN. Al-Attas) Al-Khaatimah Karenanya kebangkitan ummat Islam tidak bisa tidak  harus dimulai dari membenahi ilmu dan pendidikan,  melalui pembenahan worldview Islam dan Islamisasi ‘ilmu’. Tema selanjutnya yang bisa kita bahas

Konsep Ilmu Dalam Islam

  • 1.
    Konsep ilmu dalamIslam Bagian 1 Mohamad Ishaq Adnin Armas, M.A. Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 2.
    Kedudukan Ilmu DalamIslam Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 3.
    Mohamad Ishaq (PIMPIN)Di dalam Al-Qur’an قل هل يستوى الذّين يعلمون والذّين لا يعلمون إنما يتذكّر أولو الأ لبب “ Katakanlah “Apakah sama, orang-orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui ?” Hanya orang-orang yang berakal sajalah yang bisa mengambil pelajaran.” (QS. Al-Zumar: 9) يرفع الله الذّين آمنوا منكم و الذّين اوتو العلم درجت Allah mengangkat orang-orang yang beriman daripada kamu dan orang-orang yang diberi ilmu dengan beberapa derajat. (QS. Al-Mujadalah, 11).
  • 4.
    Mohamad Ishaq (PIMPIN)إنما يخشى الله من عباده العلماء Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba hambaNya hanyalah ‘ulama (al-Fatir 35: 28) و قل ربّ زدني علما Dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan .” (Thaha 20: 114)
  • 5.
    Mohamad Ishaq (PIMPIN)فاعلم أنه لا إله الله Maka Ketahuilah , bahwa Sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah (Muhammad 47: 19) كونوا ربّنيّن بما كنتم تعلمون الكتاب و بما كنتم تدرسون “ Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani (orang yang sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah swt. (Al-Imran 3: 79)
  • 6.
    Mohamad Ishaq (PIMPIN)Lihat juga ayat-ayat al-Qur’an yang lain seperti: al-Nisa 83,113; Toha 114; al-Kahfi 65-66; Ali Imran 18; al-Ra’d 19; Al-Syura 52; Yunus 68; al-Maidah 4. شهد الله أنّه لا إله إلا هو والملائكة واولو العلم قائما بالقسط لا إله إلا هو العزيز العكيم Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Ali Imran 3: 18)
  • 7.
    Mohamad Ishaq (PIMPIN)Di dalam Al-Hadits من جاء مسجدى هذا لم ياته إلا لخير يتعلّمه أو يعلّمه فهو بمنزلة المجاهد في سبيل الله و من جاء لغير ذالك فهو بمنزلة الرّجل ينظر إلى متاع غيره “ Barangsiapa yang mendatangi masjidku ini, yang dia tidak mendatanginya kecuali untuk kebaikan yang akan dipelajarinya atau diajarkannya,maka dia sekedudukan dengan mujahid di jalan Allah . Dan siapa yang datang untuk maksud selain itu, maka dia sekedudukan dengan seseorang yang melihat barang perhiasan orang lain.” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah). Isnadnya hasan, dan disahihkan oleh Ibnu Hibban.
  • 8.
    Mohamad Ishaq (PIMPIN)ما من أحد يغدو إلى المسجد لخيريتعلّمه أو يعلّمه إلاّ كتب له أجر مجاهد لا ينقلب إلاّ غانما “ Tiadalah seseorang yang pergi pagi hari ke masjid untuk kebaikan yang akan dipelajarinya atau diajarkannya melainkan akan ditetapkan baginya pahala seorang Mujahid yang tidak balik (dari peperangan) kecuali membawa ghanimah. من خرج فى طلب العلم فهو فى سبيل الله حتّى يرجع “ Barangsiapa yang pergi menuntut ilmu, maka dia berada di jalan Allah sampai dia kembali .” (HR. Timidzi). Hadist ini hasan gharib. Sebagian perawi yang lain meriwayatkan hadits ini, namun tidak memarfu’kannya.
  • 9.
    Mohamad Ishaq (PIMPIN)من سلك طريقا يطلب فيه علما سلك الله به طريقا من طرق الجنّة , وإنّ الملائكة لتضعَ أجنحتها رضا لطلب العلم , وإنّ العالم ليستغفر له من في السموات و من في الأرض والحيتانُ في جوف الماء وإنّ فضل العالم على العابد كفضل القمر ليلة البدر على سائر الكواكب وإن العلماء ورثه الأنبياء وإن الأنبياء لم يورّثوْا دينارًا ولا درهما و انّما وَرَّثُوالعلم فمن أخذه أخذ بحظّ وافر Barangsiapa melalui satu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memasukkannya ke salah satu jalan di antara jalan-jaan surga, dan sesungguhnya malaikat benar-benar merendahkan sayap-sayapnya karena ridha terhadap penuntut ilmu, dan sesungguhnya seorang alim benar-benar akan dimintakan ampun oleh makhluk yang ada di langit dan di bumi, bahkan ikan-ikan di dalam air. Dan sesungguhnya keutamaan seorang alim atas seorang abid (ahli ibadah) adalah seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang-bintang yang ada. Dan sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi, dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan Dinar ataupun dirham, mereka hanya mewariskan ilmu . Maka barangsiapa mengambilnya, maka hendaklah dia mengambil bagian yang banyak.” (Hr. Abu Daud).
  • 10.
    Mohamad Ishaq (PIMPIN)Dari Perkataan para Sahabat العلم خير من المال لأن المال تحرسه والعلم يحرسك والمال تَفنِِِِيهُ النفقة والعلم يزكوا على الانفاق والعلم حاكم والمال محكوم عليه مات خُزّانُ المال وهم أحياء والعلماء باقون مابقي الدّهر أعيانهم مفقودة و آثارهم في القلوب موجودةٌ “ Ilmu lebih baik daripada harta, oleh karena harta itu kamu yang menjaganya, sedangkan ilmu itu adalah yang menjagamu. Harta akan lenyap jika dibelanjakan, sementara ilmu akan berkembang jika diinfakkan (diajarkan). Ilmu adalah penguasa, sedang harta adalah yang dikuasai. Telah mati para penyimpan harta padahal mereka masih hidup, sementara ulama tetap hidup sepanjang masa. Jasa-jasa mereka hilang tapi pengaruh mereka tetap ada/membekas di dalam hati.” Ali bin Abi Talib ra:
  • 11.
    Mohamad Ishaq (PIMPIN)عليكم بلعلم فإنّ طلبه لله عبادة ومعرفته خشية والبحث عنه جهاد وتعليمه لمن لا يعلمه صدقة ومذاكرته تسبيح بهِ يُعرف اللهُ و يُعبد وبه يهتدون بهم و ينتهون إلى رأْيهم Mu’adz bin Jabal: “ Tuntutlah ilmu, sebab menuntutnya untuk mencari keridhaan Allah adalah ibadah, mengetahuinya adalah khasyah, mengkajinya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sedekah dan mendiskusikannya adalah tasbih. Dengan ilmu, Allah diketahui dan disembah, dan dengan ilmu pulalah diagungkan dan ditauhidkan. Allah mengangkat (kedudukan) suatu kaum dengan ilmu, dan menjadikan mereka sebagai pemimpin dan Imam bagi manusia, manusia mendapat petunjuk melalui perantaraan mereka dan akan merujuk kepada pendapat mereka.”
  • 12.
    Mohamad Ishaq (PIMPIN)Abu al-Aswad al-Duali: “ Para raja adalah penguasa-penguasa (yang memerintah) manusia, sedangkan para ulama adalah penguasa-penguasa (yang memerintah) para raja .” الملوك حكّام على النّاس والعلماء حكّام على الملوك Namun, ilmu seperti apakah yang begitu tinggi kedudukannya dalam Agama kita tersebut? Apakah ‘ilmu’ yang kita pelajari di kampus tergolong Di dalamnya? Fisika? Kalkulus? Arskom? Digital? Algoritma? Agama ? Apakah Itu semua ilmu?
  • 13.
    Al-Quran memuat sekitar800 kali “ilmu” beserta turunannya Para ulama dan intelektual mencoba membuat definisi ilmu berdasarkan kata ilmu yang ada dalam al-Quran Sampai-sampai Roshental mendefinisikan 120 definisi ilmu yang didasarkan pada al-Quran, sehingga menyimpulkan : “al-ilmu huwa al-Islam, wa al-islam huwa al-ilm” Namun demikian sama sekali tidak ditemukan definsi ilmu di dalam al-Quran (“ maa huwal ilm? ”) Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 14.
    Konsep Ilmu Dalamal-Qur’an Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 15.
    Tinjauan Bahasa Arab-IslamIlmu berasal dari bahasa Arab yakni ( عِلْم ٌُ ) berasal dari ( عَلِمَ - يَعْلَمُ ) maknanya mengetahui-pengetahuan. Tapi ( عَلِمَ ) masih satu akar juga dengan ( عَلَمَ ) maknanya adalah memberi tanda yang masdarnya ( عَلْماًَ - عَلاَمة ) maknanya petunjuk/tanda/alamat yang sama maknanya dengan ayat ( ( اياة Dan begitu pula istilah alam ( عالم ) masih satu akar kata dengannya, termasuk alam shaghir (tubuh kita/anfus) dan alam kabir (jagat raya/afaq) Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 16.
    Dengan demikian, adahubungan erat antara ilmu ( عِلْم ), tanda/alamat ( عَلَمَ ), dengan alam/ciptaan ( عالم ): Yaitu tidak lain adalah bahwa alam/ciptaan ini sama kedudukannya dengan ayat yang merupakan tanda/alamat/petunjuk kepada sesuatu di luar dirinya, yaitu Yang menciptakannya al-khaliq ( الخالق ) Al-Khaliq, berasal dari ( خلق ) artinya selain mencipta dari ketiadaan juga berarti at-taqdir yang memberi ukuran/kadar (Ibn Manzhur-Lisaan al-Arab) Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 17.
    Ini berarti alamdiciptakan dengan ukuran tertentu atau kadar tertentu yang bersifat pasti dan tunduk para aturan tertentu. Dalam pandangan Barat natural science mengesankan suatu alam ( natura=dilahirkan ) yang bersifat abadi, dalam islam istilah bagi ilmu alam (science) adalah ‘ilm al-thabi’ah ( علم الطبيعة ), tabi’ah berasal dari ( طبع ) yang berarti : kesan, penutup, jejak, yang menunjukkan adanya Pencipta Dengan demikian ilmu bisa didefinisikan sebagai: “ Segala sesuatu yang diperoleh dari alam dan ayat yang dengannya si pencari ilmu memahami alam/ayat tersebut dan dengannya ia mengenal (ma’rifah) kepada Pencipta alam dan ayat tersebut” Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 18.
    Inilah definisi yangdiambil oleh Syed Muhammad Naquib al-Attas dari al-Jurjani dalam kitab at-Ta’rifaat : Husul suurat asy-syai’ fil aql, wushul an-nafs ila ma’na syai’ Karena itu, manusia yang mempelajari alam atau ayat namun dengannya ia tidak menjadi mengenal Pencipta, sungguh merupakan sesuatu yang aneh, seperti mereka yang melihat rambu-rambu lalu-lintas namun ia bukannya mengikuti rambu-rambu itu, justru terpana oleh rambu-rambu itu. Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 19.
    Mohamad Ishaq (PIMPIN)MEMBACA Al-Qur’an Kitab Tertulis ayat Alam Semesta Kitab tak Tertulis ayat muhkamat mutasyabihat tafsir Tafsir/ta’wil muhkamat mutasyabihat tafsir Tafsir/ta’wil
  • 20.
    Allah “menampakkan” Diri-Nyamelalui alam dan ayat Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 21.
    Kita tidak bisadan mampu melihat Allah secara langsung, kita hanya bisa “melihat Allah” melalui jejak-Nya atau ayat yang tertulis (tanzil) dan yang tidak tertulis (alam). “ .. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu , dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman” (Al-A’raf 143) Atom, elektron, tubuh manusia, hewan, tumbuhan, bumi dan jagat raya ini, tidak lain adalah tanda, simbol, dan alamat yang menunjukkan Pencipta dan Pemiliknya Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 22.
    Karenanya kebahagiaan tertinggiadalah ketika kita mampu dan diperkenankan melihat Allah secara langsung di Jannah-Nya kelak (Al-Qiyamah 22-23): “ Wajah-wajah pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat” Dalam Hadits, sebuah do’a: “ Aku meminta kepada-Mu (ya Allah) kenikmatan memandang wajah-Mu (di akhirat nanti) dan aku meminta kepada-Mu kerinduan untuk bertemu dengan-Mu (sewaktu di dunia)…” (HR. An Nasa-i dalam “As Sunan” (3/54 dan 3/55)) Hadits lain: “ Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (melihat wajah Allah ta’ala)” (QS Yunus: 26). (HR. Muslim dalam Shahih Muslim, no. 181) Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 23.
    Imam Ibnu QayyimAl Jauziyyah dalam kitab beliau “ Ighaatsatul lahafaan ” menjelaskan bahwa kenikmatan tertinggi di akhirat ini (melihat wajah Allah ta’ala) adalah balasan yang Allah SWT berikan kepada orang yang merasakan kenikmatan tertinggi di dunia, yaitu kesempurnaan dan kemanisan iman, kecintaan yang sempurna dan kerinduan untuk bertemu dengan-Nya, serta perasaan tenang dan bahagia ketika mendekatkan diri dan berzikir kepada-Nya. Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 24.
    Konsep ilmu dalamIslam Bagian 2 Mohamad Ishaq Adnin Armas, M.A. Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 25.
    Tujuan Mencari Ilmu Dalam Islam Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 26.
    Tujuan Mencari IlmuTujuan mencari ilmu adalah: Untuk memahami agama dan mengenal Allah Melaksanakan kesempurnaan tugas menjadi hamba dan khalifah Allah Para ‘ulama mengingatkan ummat Islam agar tidak keluar dari tujuan tersebut, dan melarang pencarian ilmu untuk tujuan dunawi. Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 27.
    Tujuan Mencari IlmuIbn Hazm ( maratib al-ulum dan al-akhlaq wa siyar ): Mengritik orang yang mencari ilmu untuk mencari harta, ia menyebutnya sebagai pengorbanan besar untuk tujuan yang tidak ada nilainya. Sebab pertama, harta bisa dicari dengan cara lebih mudah. Misalnya dengan berdagang atau menjadi pembesar dan kedua ia telah dzalim memperlakukan derajat ilmu. Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 28.
    Ilmu juga enggandatang pada orang yang salah dalam niat, seperti yang diungkapkan Imam al-Ghazali: “ طلبنا العلم لغير الله فأبى العلمُ ان يكون لله ” ( kita menuntut ilmu selain karena Allah, maka ilmu enggan datang kecuali karena Allah ) Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 29.
    Tujuan Mencari IlmuIbn Hazm ( taqrib ): Tujuan menulis karya ilmiah/buku adalah: Mengutarakan sesuatu yang asli Melengkapkan sesuatu yang belum lengkap Memperbaiki yang salah Menjelaskan yang terlalu rumit dan sukar Meringkaskan yang terlalu panjang Menggabung informasi dari berbagai sumber Menyatukan dan menyusun informasi menjadi sesuatu yang bernilai Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 30.
    Tujuan Mencari IlmuHarta tidak menghalangi ulama menguasai ilmu Ibnu Rusyd, Ibn Hazm, Ibn Khaldun dll, adalah orang-orang kaya Ibnu Siddah, Ibn Baqi’ dll, di sisi lain adalah seorang miskin, bahkan al-Jahidz dan penjual ikan di pasar Dialog antara Ibn Hazm dengan Sulayman bin Bajj sungguh sangat menarik. Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 31.
    Tujuan Mencari IlmuKarena itulah para ‘ulama tidak menjadi seorang yang hanya mengetahui satu bidang (‘spesialis’), namun menjadi seorang yang universalis (bukan ‘generalis’) Ibnu Rusyd adalah ahli fiqh, fisika, kimia, filsafat, pengobatan dll Ibn Hazm, adalah ahli ahli fiqh, sastra, filsafat, perbandingan agama, dll Ibnu Khaldun, fiqh, sejarah, bahasa, politik ,dll Fakhruddin Ar-Razi, ahli tafsir, fiqh, fisika, dll dll Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 32.
    Hubungan Konsep Ilmu,Iman, amal, moral, dan spiritualitas Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 33.
    Rasionalitas & SpiritualitasMohamad Ishaq (PIMPIN) الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Ali Imran 3
  • 34.
    Iman dan Ilmu… .Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Al-Mujadilah 11 Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 35.
    Dan Allah Telahberjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi , sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka………. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik . Al-Nur 55 Iman dan Amal Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 36.
    Mohamad Ishaq (PIMPIN)Rasulullah saw bersabda: لا يكون المرء عالما حتّى يكون بعلمه عاملا . Artinya: ” Tidaklah seorang itu bernama ‘alim sebelum berbuat menurut ilmunya.” Rasulullah saw juga bersabda: من طلب علما ممّا يبتغى به وجه الله تعالى ليصيب به عرضا من الدّنيا لم يجد عرف الجنّة يوم القيامة . Artinya: Barangsiapa menuntut ilmu yang menuju keridhaan Allah untuk memperoleh harta benda duniawi, maka orang itu tidak akan mencium bau sorga pada hari kiamat. (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah). Iman, Ilmu dan Amal/Moral
  • 37.
    Mohamad Ishaq (PIMPIN)Murtada al-Zabidi (w. 1205/1790) menyatakan: ...Sesungguhnya adalah fardu atas manusia supaya ber-Iman. Sebabnya, Iman itu hakikatnya terdiri dari rangkuman ilmu (yang tertentu) dan amal (yang tertentu); justru tidaklah tergambar akan wujud iman melainkan dengan ilmu dan amal. Kemudian dari (wajibnya meyakini rukun Iman) itu, mengamalkan cara hidup (shari'ah) Islam adalah kewajiban atas setiap Muslim, dan tidak mungkin menunaikannya melainkan sesudah mencapai (Ilmu) ma’rifah dan pengetahuan mengenai shari'ah yang tersebut. Allah mengeluarkan para hamba-Nya dari perut ibu mereka dengan sifat tidak mengetahui apa-apa [ al-Nahl , 16: 78]. Oleh sebab itu, menuntut Ilmu adalah fardu atas tiap-tiap Muslim . Tidak bisa mengabdikan diri kepada Allah—sedangkan ibadah itu haq Allah atas sekalian hamba-Nya— kecuali dengan ilmu, dan tidak mungkin mencapai ilmu melainkan dengan menuntutnya (walau dari mana sekalipun) Iman, Ilmu dan Amal/Moral
  • 38.
    Mohamad Ishaq (PIMPIN)Allah berfirman yang artinya: ”Amat besar kutukan dari Allah ta’ala bahwa kamu katakan apa yang tidak kamu kerjakan.” (Surat Al-Saff, 3) Allah berfirman yang artinya: ”Adakah kamu menyuruh manusia dengan kebaikan dan kamu lupakan akan dirimu sendiri. (Surat al-Baqarah, 44) Iman, Ilmu dan Amal/Moral
  • 39.
    Mohamad Ishaq (PIMPIN)Ilmu terkait secara erat dengan agama Ibn Sirin (110 H): ان هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم من ازداد علما ولم يزدد هدا لم يزدد من الله الا بعدا
  • 40.
    Mohamad Ishaq (PIMPIN)Al-Khawarizmi menyatakan: “Agamalah yang mendorong saya menyusun karya tulis singkat dalam hal hitungan dengan memakai prinsip operasi hitung seperti penambahan dan pengurangan, yang bermanfaat untuk pengguna aritmatika, biasa diibaratkan para pria yang terlibat dalam persoalan benda pusaka, warisan, perkara hukum, dan perdagangan serta dalam segala kesepakatan kerja atau yang bertalian dengan pengukuran dalamnya tanah, penggalian kanal, perhitungan geometri dan segala jenis objek dan yang ditekuninya.” Ilmu terkait secara erat dengan agama
  • 41.
    Ilmu: Islam, jahiliyyah,dan masyarakat modern Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 42.
    Tinjauan Bahasa Arab-Pra-IslamIstilah Ilmu ( عِلْم ٌُ ) sudah ada sejak sebelum Islam (jahiliyyah). Makna dari ilmu, sebelum islam adalah wawasan atau pengetahuan praktis (skill) untuk bertahan hidup dan jalan keluar dari lingkungan fisik yang tidak bersahabat Mohamad Ishaq (PIMPIN) Ilmu dalam masa jahiliyah juga dimaknai sebagai pengetahuan yang berasal dari pengalaman individu atau kelompok yang diturunkan dari generasi ke generasi dalam bentuk amtsal (peribahasa).
  • 43.
    Tinjauan Bahasa Arab-Pra-IslamKita perhatikan pada zaman modern ini apa yang dimaksud dengan menuntut ilmu? Tidak lain adalah peningkatan skill/keterampilan saja demi pekerjaan, bukankah kita sudah kembali ke masa jahiliyyah? Kedatangan al-Qur’an/Islam berarti telah mengislamkan ilmu (islamisasi ilmu) Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 44.
    Mohamad Ishaq (PIMPIN)“ الله ” amal ‘ ilm alam moral ayat Pra al-Qur’an Tanpa Konsep Pasca turun al-Qur’an Terbentuk worldview Islam tentang ilmu, yaitu “prinsip tauhid” Medan Sematik Bahasa Arab: Islamisasi Ilmu ayat moral amal alam ‘ ilmu “ الله ”
  • 45.
    Kita melihat bahwailmu atau konsep ilmu pada akhirnya bersumber pada Allah. Pada hakikatnya seluruh konsep dalam Islam akan bermuara pada konsep tentang Allah, inilah yang disebut sebagai ‘prinsip tauhid’ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا Al-Maidah 3 Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 46.
    Mohamad Ishaq (PIMPIN)أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ Ibrahim 24 -25 Tauhid Dalam Konsep Ilmu Islam
  • 47.
    Mohamad Ishaq (PIMPIN)توحيد al-Qur’an Peradaban Islam ILMU ILMU ILMU ILMU ILMU ILMU ILMU ILMU ILMU ILMU ILMU ILMU ILMU ILMU ILMU
  • 48.
    Konsep Ilmu MohamadIshaq (PIMPIN) اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5 ) Al-Alaq 1-5
  • 49.
    Mohamad Ishaq (PIMPIN)Konsep Ilmu Konsep Tuhan Konsep Kehidupan Konsep manusia Konsep moralitas Konsep Ukhuwwah Konsep Jihad Konsep Alam Semesta dsb Worldview Seorang Muslim Realitas Seorang ilmuwan Muslim tidak pernah “ objektif ” (dalam pengertian Barat). Jiwa dan pikirannya telah dipenuhi oleh konsep-konsep
  • 50.
    Sumber Ilmu Menurut Islam dan Barat Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 51.
  • 52.
    Otoritas adalah suatuberita yang benar ( al-khabar ash-shadiq ) yang bisa meliputi dua macam, yaitu: pertama, berita yang datang secara berantai dan bersambung dari sejumlah orang kepada kita, di mana tidak mungkin mereka bersepakat dalam kebohongan secara bersama-sama. Kabar terpercaya ini terbagi dalam dua bagian: Beritanya benar, tapi masih dapat dipersoalkan (nisbi), otoritasnya yaitu berupa kesepakatan para ‘ulama Beritanya benar mutlak, yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah Mohamad Ishaq (PIMPIN) Pendapat orang-orang terpercaya
  • 53.
    Pendapat orang-orangterpercaya Islam sangat menekankan kualitas dan akhlaq guru untuk murid dalam menuntut ilmu: Luqman al-Hakim: “ Wahai anakku, bergaullah dengan orang-orang alim dan duduklah dengan hormat bersama mereka karena Allah SWT menghidupkan jiwa dengan cahaya hikmah-Nya, seperti Dia menghidupkan tanah gersang dengan hujan dari langit” Ibn Sirin (110 H): ان هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 54.
    Indera terdiri daridua bagian, yaitu indera lahiriah dan indera batin. Indera lahir adalah: penciuman (hidung), rasa (lidah), penglihatan (mata), pendengaran (telinga), sentuhan (tangan dsb) Indera batin adalah: indera umum ( common sense, hish al-mustarak ), representasi ( al-khayyaliyah ), estimasi ( al-wahmiyyah ), ingatan-pengingatan ( al-hafid , adz-dzakir ), dan imajinasi ( al-mutakhayyaliyah ) Ilmuwan Islam merupakan pelopor dalam metoda demonstratif seperti yang dilakukan oleh al-Haytham untuk membuktikan teori cahayanya sebelum snell Mohamad Ishaq (PIMPIN) Indera Yang Sehat
  • 55.
    Kata ‘aql sendiri berarti “pengikatan” atau “penahanan”. Ia adalah suatu entitas yang aktif dan sadar, yang menahan dan mengikat obyek ilmu dengan kata-kata dan bentuk-bentuk perlambang lain. ‘Aql (akal) mengacu pada realitas yang sama dengan qalb (hati), ruh (ruh) dan nafs (jiwa). Perbedaan keempatnya adalah pada peran dan fungsi namun mengacu pada entitas yang sama Akal yang sehat ( aql salim ) bukanlah sebatas inderawi yang bekerja secara logis, sistematis dalam menafsirkan fakta dan data dari pengalaman inderawi menjadi sesuatu yang gambaran akliah ( ma’qulat ) yang difahami (akal seperti ini disebut reason atau nalar dalam pandangan Barat). Akal ini menjadikan alam bisa difahami cara kerjanya Mohamad Ishaq (PIMPIN) Akal (‘Aql)
  • 56.
    Dalam Islam akallebih dari sekadar reason/nalar. Akal dalam fungsinya lebih dalam adalah suatu organ ruhaniah yang melekat dalam hati atau qalb yang merupakan tempat terjadinya intuisi, yang dalam pandangan Barat di sebut intellectus . Akal inilah yang bekerja ketika melihat fenomena alam kemudian kita mengenal Allah dalam suatu cara tertentu Mohamad Ishaq (PIMPIN) Akal (‘Aql)
  • 57.
    Islam tidak membatasiintuisi hanya dalam aspek inderawi yaitu suatu pengenalan dan pemahaman langsung tanpa proses karena proses perenungan dan pengalaman inderawi yang panjang dan berulang. Dalam Islam intuisi adalah juga pemahaman langsung atas kebenaran-kebenaran agama, realitas akan eksistensi Allah. Intuisi tidak datang kepada sembarang orang, tetapi kepada orang yang beribadah dan mengabdi kepada Allah secara ikhlas dan memahami keesaan-Nya. Mohamad Ishaq (PIMPIN) Intuisi
  • 58.
  • 59.
    Barat tidak mengakuiotoritas berupa wahyu atau “manusia” yang diberikan otoritas oleh Tuhan sebagai sumber ilmu, sebab mereka tidak mengenal iman Mereka mengakui indera dan rasio serta intuisi dalam aspek inderawi melalui perdebatan dan pergulatan pemikiran. Menurut sebagian pandangan, kebenaran hanya dicapai melalui rasio (Plato) dan sebagian lainnya berpandangan kebenaran hanya dicapai melalui empirik (Aristoteles) Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 60.
    Sumber Ilmu Empirisisme (Panca-Indera) Rasionalisme (Akal) John Locke (1711-1776) Rene Descartes (1596-1650) Plato Aristoteles David Hume Immanuel Kant (1724-1804) Rasional-Empirik (Akal-Panca-Indera)
  • 61.
    Descartes Ia memandang logika dan argumen rasional * sebagai alat pokok untuk mendapatkan kebenaran . Para rasionalis biasanya cenderung tidak mempercayai bukti yang didasarkan pada indera * belaka. Descartes merupakan contoh nya Kata-katanya yg terkenal : cogito ergo sum (aku berpikir maka aku ada). Ia memandang satu-satunya yang nyata adalah ketika seseorang berpikir. Karena segala sesuatu di luar pikiran kita bisa membawa pada kesalahan. Ia pertama-tama harus menolak atau skeptis pada semua kebenaran kecuali, pikirannya membenarkannya. Bandingkan dengan nasihat al-Ghazali:
  • 62.
    Wahai Anakku, Janganlahmenjadi orang yang bangkrut amal, dan jangan menjadi orang yang sunyi/ jauh dari keadaan-keadaan ruhani. Yakinlah bahwa “ilmu” saja tidak berguna. Bagi kita yang benar adalah “kita beramal (dengan ilmu) maka kita ada” Descartes termasuk pemikir yang mempercayai adanya Tuhan. Tapi Tuhan yang diapercayai adalah Tuhan yang yang ada karena manusia berpikir Tuhan itu ada. “Tuhan Filsafat”
  • 63.
    David Hume Pengalaman * dan pengamatan inderawi * sebagai alat pokok untuk mendapatkan kebenaran filosofis. Para empirisis biasanya cenderung tidak mempercayai bukti yang didasarkan pada argumentasi logis belaka. Hume merupakan contoh khas empirisis. Hume menyatakan bahwa induksi (menarik kesimpulan dari data pengalaman) selalu melibatkan suatu dugaan, sehingga takkan pernah bisa disediakan kepastian mutlak bahwa simpulannya benar. Karenanya ia seorang yang skeptik, yaitu orang yang tidak mempercayai bahwa manusia bisa mencapai pengetahuan atau kepastian
  • 64.
    David Hume Konsekuensidari empirisisme adalah bahwa sesuatu yang gaib dan metafisi tidak mengandung kebenaran dan tidak ada. Karena itulah David Hume tidak mempercayai Tuhan dan Agama. Keberadaan Tuhan bukanlah gagasan yang dengan sendirinya terbukti, juga bukan kebenaran yang bisa ditunjukan secara logis, seseorang bisa saja menyangkal keberadaan Tuhan tanpa bertentangan dengan dirinya sendiri. Oleh karena itu Hume mengkritik keras ketiga bukti keberadaan Tuhan yang disampaikan Descartes.
  • 65.
    Immanuel Kant (1724-1804):Analytic a priori Synthetic a posteriori Synthetic a priori Ilmu Pengetahuan (kebenaran)
  • 66.
    Immanuel Kant (1724-1804):Imanuel Kant (1724-1804) mencoba mengembangkan suatu sintesis atas dua pendekatan yang bertentangan ini. Kant berpendapat bahwa masing-masing pendekatan benar separuh, dan salah separuh. Benarlah bahwa pengetahuan kita tentang dunia berasal dari indera kita, namun dalam akal kita ada faktor-faktor yang menentukan bagaimana kita memandang dunia sekitar kita. Ada kondisi-kondisi tertentu dalam manusia yang ikut menentukan konsepsi manusia tentang dunia.
  • 67.
    Immanuel Kant (1724-1804):Kant mencoba “menyelamatkan Tuhan” dari serangan kaum empirisisme seperti Hume dengan melalui pendekatan moral (argumen moral) (1) Perilaku bermoral adalah rasional (2) Perilaku bermoral bisa terjadi jika adanya keadilan (3) Keadilan hanya ada jika ada Tuhan Karenannya: (4) Tuhan itu ada Namun konsepnya tentang Tuhan tidaklah sama dengan konsep kita tentang Tuhan (Allah), tuhan yang mereka maksud tidak beranjak dari Tuhan yang dipikirkannya ada, sebagai mana diistilahkan oleh Aristoteles “First Mover”
  • 68.
    Immanuel Kant (1724-1804):Immanuel Kant menyatakan bahwa apa-apa yang bisa diketahui manusia hanyalah yang dipersepsi dengan panca indera. Lain daripada itu merupakan “ilusi” saja, hanyalah i de. Metafisika (sederhananya hal-hal ghaib) adalah tidak mungkin Metafisika adalah ilusi keilahian Pernyataan-pernyataan metafisis tidak memiliki nilai epistemologis (ilmiah) RASIONALISME
  • 69.
    Ilmu yang kosong dari agama (ilmu sekular) merupakan fondasi utama dari peradaban Barat modern saat ini . Epistemologi Barat-sekular termanifestasikan dalam berbagai aliran seperti rasionalisme, empirisisme, skeptisisme,agnotisisme, positivisme, objektifisme, subjektifisme dan relativisme. Epistemologi sekular memiliki karakteristik seperti menceraikan antara ilmu dan agama , melenyapkan Wahyu sebagai sumber ilmu, memisahkan wujud dari yang sakral, meredusir Intelek kepada rasio dan menjadikan rasio yang manjadi basis keilmuan, menyalah-pahami konsep ilmu, mengaburkan maksud dan tujuan ilmu yang sebenarnya, Ilmu Dalam Peradaban Barat
  • 70.
    Mohamad Ishaq (PIMPIN)Barat sangat mengaggungkan sains (saintisme) sehingga segala sesuatu harus terukur dan terbukti secara empirik. Sayangnya banyak ummat Islam yang terperngaruh pemahaman ini Filsafat sains dan ilmu sains (alam) Barat tidak bersangkut-paut dengan Pencipta (agama). Tujuan mereka hanya: Menemukan ”hukum-hukum” alam Mensintesakan temuan-temuan sains (Fiskka, Kimia, Biologi, dll) menjadi satu kesatuan utuh Filsafat sains-nya bertujuan untuk membangun pertahanan epistemologis sains
  • 71.
    Ilmu Pengetahuan adalahkepercayaan yang paling benar (objektif). Ilmu Pengetahuan ( knowledge ) lebih tinggi dari kepercayaan ( belief ). Akal lebih tinggi dari Wahyu (Agama).
  • 72.
    Friedrich Nietzsche (1844-1900): “ There exists between religion and true science neither affinity, nor friendship, nor even enmity; they dwell on different stars.” (Antara agama dan sains yang benar, tidak terdapat keterkaitan, pesahabatan, bahkan yang ada hanya permusuhan: keduanya menetap di bintang yang berbeda).
  • 73.
    Friedrich Nietzsche (1844-1900)Kebenaran adalah rezim dan ilusi. “ God died; now we want the overman to live.” Agama adalah “membuat sesaat lebih baik sesaat dan membiuskan” (momentary amelioration and narcoticizing).
  • 74.
    Friedrich Nietzsche (1844-1900)“ Seseorang tidak dapat mempercayai dogma-dogma agama dan metafisika ini jika ia memiliki metode-metode yang ketat untuk meraih kebenaran di dalam hati dan kepalanya.”
  • 75.
    Konsep ilmu dalamIslam Bagian 3 Mohamad Ishaq Adnin Armas, M.A. Mohamad Ishaq (PIMPIN)
  • 76.
    Produk Manusia : Antara Konsep Islam vs. Barat
  • 77.
    Contoh Biografi ParaIntelektual Barat Jean-Jacques Rousseau (1712-1778) Sang bapak demokrasi ini senang berjalan-jalan di Turin di jalan gelap dan menampakkan (maaf) “bagian belakangnya” kepada para wanita. Ia menulis: “ Kesenangan bodoh yang yang saya pernah lakukan adalah menampakkannya di depan mata-mata yang tidak dapat digambarkan.”
  • 78.
    Contoh Biografi ParaIntelektual Barat Hemingway tumbuh menjadi pendusta yang luar biasa. Di usianya yang muda, di depan orang tuanya Hemingway mengucapkan doa-doa sebagaimana umat Kristen yang taat, namun diam-diam ia memploklamirkan diri sebagai seorang Atheis, bahkan mengatakan bahwa Tuhan adalah ancaman bagi kebahagiaan manusia.. Ucapannya tersebut tergambar jelas dalam perilakunya. Isteri Hemingway bersaksi bahwa suaminya hanya dua kali berlutut dalam altar sepanjang hidupnya yakni saat menikah dan saat anaknya dibaptis. Kebohongan menjadi kemahiran Hemingway, bahkan ibunya merasa tidak tahan dengan perilakunya ini, selain pemalas dan jual tampang. Paul Johnson mendeksripsikan kemampuan Ernest Hemingway dalam berbohong dengan kalimat yang indah : “He thought, and sometimes boasted, that lying was part of his training as a writer. He lied both consciously and without thinking ”.
  • 79.
    Contoh Biografi ParaIntelektual Barat Bertrand Russell , lain lagi, filusuf dan pemikir bijak yang banyak dirujuk dan dikagumi dunia ini adalah seorang dengan sosok pribadi yang bertolak belakang degan pemikirannya. Ia adalah karakter dengan arogan, kasar dan penuh skandal. Ia tumbuh sebagai seorang yatim dan besar sebagai penulis brilian yang tak mengakui Tuhan. ‘Kami tak percaya pada Tuhan, tapi yakin atas supremasi kekuatan manusia’, begitu ikrarnya. Salah satu karyanya yang fenomenal adalah Why I am Not a Christian. Ia adalah tokoh penentang perang, namun di saat yang sama menjadi penasihat pemerintah Amerika untuk menyerang Kremlin.
  • 80.
    Contoh Biografi ParaIntelektual Barat Jean Paul Sartre tentu bukan nama terlalu asing. Namun ia ternyata tidak jauh berbeda dengan Russell. Seorang pesohor dan intelektual yang bukunya banyak terjual lebih dari 2 juta copy hanya di Perancis saja. Namun ternyata ia seorang egois dan tergila-gila pada empat kombinasi yaitu : whiski, jazz, perempuan nakal dan pertunjukkan kabaret. (hal 234)
  • 81.
    Contoh Biografi ParaIntelektual Barat Bagaimana dengan Karl Marx ? Nabinya kaum Komunis. Ia adalah personifikasi dari kemarahan. Dalam buku ini dijelaskan bahwa ia selalu mengalami pertengkaran dengan orang-orang yg bekerja dengannya. Sebuah puisi dituilskan untuk menggambarkannya: ‘Dark fellow from Trier in fury raging His evil fist is clenched, he roars interminably As though ten thousand devils had him by the hair. Apapun yang ia katakan memiliki nada ketidaksetujuan dan tajam. Ia pernah menantang duel rekannya August von Willich pada 1850 karena perselisihan. Marx memandang kekerasan dan terosisme sebagai sesuatu yang wajar. Ia mengatakan "‘We are ruthless and ask no quarter from you. When our turn comes we shall not disguise our terrorism.’"
  • 82.
    Contoh Biografi ParaIntelektual Barat Leo Tolstoy , sastrawan Rusia yang terkenal humanis itu ternyata pecandu seks bebas, menelantarkan anak dan isteri dan keluarganya terabaikan sebelum menjadi petapa.
  • 83.
    Al-Hakam bin Hisyamal-Tsaqafi mengatakan: “Orang menceritakan kepadaku di negeri Syam, suatu cerita tentang Abu Hanifah , bahwa beliau adalah seorang manusia pemegang amanah yang terbesar. Sultan mau mengangkatnya menjadi pemegang kunci gudang kekayaan Negara atau memukulnya kalau menolak. Maka Abu Hanifah memilih siksaan daripada siksaan Allah Ta’ala.” Biografi Para Ulama Al-Rabi mengatakan: “ Imam Syafi‘i mengkhatamkan al-Qur’an misalnya, dalam bulan Ramadhan, enam puluh kali. Semuanya itu dalam shalat. Imam Abu Hanifah Imam Syafi’i
  • 84.
    Imam Bukhari Imam al-Bukhari menulis karyanya الجامع المسمد الصحيح المختصر من أمور رسول الله و سننه و أيّامه , selama 16 tahun. Imam Bukhari mengatakan: ما أدخلت فيه حديثا إلا استخرتُ الله و صلّيت ركعتين و بيّنت صحته
  • 85.
    Selain menghafal al-Qur’andan banyak al-Hadist, ia juga menghafal al-Shamil , karya Imam al-Haramayn, al-Mu’tamad , karya Abu al-Husayn al-Basri, dan al-Mustasfa , karya al-Ghazali. Tradisi Keilmuan Muslim Fakhruddin al-Razi (1149-1210) Imam Nawawi (676H) : وبقيت سنتين لم أضع جنبي إلى الأرض Tradisi lainnya
  • 86.
  • 87.
  • 88.
  • 89.
    Ilmu fard kifayah,tidaklah sama untuk setiap orang, dan untuk setiap waktu. Jadi ilmu fard kifayah sifatnya dinamis, selain berbeda untuk setiap orang menurut kemampuannya, juga bisa berkembang sesuai keperluan Menurut al-Ghazali, Ilmu juga ada yang tercela, seperti sihir, mantera, Hipnotis, dll atau ilmu yang dipelajari untuk tujuan yang salah
  • 90.
    Ilmu Fardu ‘AynIlmu fardu ayn merupakan kewajiban pada setiap orang Islam. Setiap aqil baligh tidak boleh tidak tahu mengenainya. Dalam pandangan al-Khawarizmi, ilmu fardu ‘ayn wajib ke atas semua manusia, baik kalangan masyarakat awam atau golongan terpilih ( khawass ), pemerintah atau menteri, yang merdeka atau hamba, yang tua dan yang muda, dan seterusnya. Ilmu fardu ‘ayn memiliki tiga dimensi. Dimensi pertama ilmu fardu 'ayn adalah i‘tiqad , yaitu, membenarkan segala apa yang sahih disampaikan Allah kepada Rasulullah dengan i‘tiqad yang tetap dan pasti, yang bebas dari sebarang shakk (keraguan). Dimensi pertama ilmu fardu ‘ayn ini juga terkenal dengan nama ilmu al-tawhid , karena merangkum pengenalan mengenai Allah Maha Pencipta yang cabang-cabangnya diperincikan dalam rukun iman yang lain.
  • 91.
    Kadar ilmu I‘tiqad yang wajib dituntut adalah secukupnya untuk menghilangkan kesangsian dan kekacauan aqidah yang boleh dialami. Yaitu, mampu mengenal antara aqidah yang haqq dan yang batil sehingga terhindar dari kepercayaan yang batil menurut hawa nafsu atau menafikan 'aqidah yang haqq Dimensi kedua ilmu fardu 'ayn adalah berkenaan dengan perbuatan yang wajib dilaksanakan. Pertama, kewajiban menuntut ilmu ini berkembang mengikuti waktu ; semakin lama seseorang mukallaf itu hidup, semakin berkembanglah urusan-urusan fardu ’aynnya yang memerlukan ilmu yang berkaitan.
  • 92.
    Dimensi ini terdiridari beberapa kaidah. (a) Kaidah pertama, semakin lama seseorang mukallaf itu hidup, semakin berkembanglah urusan-urusannya yang wajib, dari shalat lima waktu hinggalah puasa ramadan, dari zakat harta sampai ke haji – yaitu, apa yang dinamakan rukun Islam. Inipun hanyalah permulaan agama yang dapat dikembangkan lagi; seperti akar pohon yang berkembang tumbuh berdahan, beranting dan berbuah. Selanjutnya termasuk ilmu mengenai apa yang halal dalam soal makanan, minuman, pakaian, pergaulan dan perhubungan sesama manusia dan lain-lain hal yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan biasa. Perincian ilmu fardu ‘ayn tentang amal sedikit-sebanyak berbeda, karena perberbedaan keadaan dan kedudukan seseorang. Yang menjadi sebab wajibnya ilmu tertentu berkaitan dengan apa yang dituntut oleh keperluan hidup.
  • 93.
    (b) Kaedah keduauntuk memahami perkembangan ruang lingkup ilmu-ilmu fardu ‘ayn yang berkaitan dengan perbuatan yang wajib dilaksanakan adalah prinsip “tidak diperbolehkan melakukan sesuatu usaha melainkan setelah mengenal syarat-syaratnya dalam agama.” Aspek ketiga ilmu fardu 'ayn adalah berkenaan dengan masalah yang wajib ditinggalkan. Kewajiban ilmu ini berkembang menurut keadaan seseorang yang berbeda-beda antara satu sama lain.
  • 94.
    Ilmu Fardu KifayahMenurut al-Ghazzali, ilmu fardu kifayah adalah ilmu yang tidak dapat dikesampingkan dalam menegakkan urusan duniawi masyarakat Islam. Dalam kewajiban fardu kifayah , kesatuan masyarakat Islam secara bersama memikul tanggungjawab kefarduan untuk menuntutnya. Menurut al-Ghazzali, ilmu fardu kifayah bisa dinilai dari dua jurusan. Pertama , pengkhususan dalam ilmu-ilmu Shari’ah yang wajib dituntut karena ia menjadi perantara dalam menegakkan urusan keagamaan masyarakat Islam di dunia, seperti disiplin bahasa Arab al-Qur'an, usul fiqh, fiqh jual-beli dan perdagangan, pengurusan jenazah dan harta pewarisan, munakahat (nikah-kahwin dan perceraian), jinayah dan ketatanegaraan, dan lain sebagainya.
  • 95.
    Bagian kedua ilmufardu kifayah yang wajib dituntut adalah ilmu bukan Shari‘ah karena ia tidak dapat dikesampingkan dalam menegakkan urusan duniawi masyarakat Islam. Dalam kewajiban ilmu fardu kifayah , kesatuan para mukallaf masyarakat Islam secara bersama memikul tanggungjawab kefarduan untuk menuntutnya. Yaitu, jika sejumlah mukallafin ada yang menegakkan kewajiban menuntut ilmu fardu kifayah tersebut, maka kefarduan itu telah terpenuhi dan gugurlah dosa bagi yang tidak mengerjakannya. Sebaliknya, jika tiada seorang pun yang menegakkan kewajiban menuntut ilmu fardu kifayah tersebut, atau mengambil keputusan untuk bersepakat untuk meninggalkan ilmu fardu kifayah itu, maka semua mukallaf masyarakat tersebut berdosa karena mengabaikan kewajiban itu.
  • 96.
    Sumbangan Muslim Terhadap Dunia
  • 97.
    Sumbangan Pemikir MuslimTerhadap Peradaban Dunia Di antara karya-karya Ibn Sina adalah sebagai berikut: Ibn Sina menulis al-Hasil wa al-Mahsul yang terdiri dari 20 jilid ketika berusia 21 tahun; Al-Shifa (Penyembuhan), 18 jilid; al-Qanun (kaidah), 14 jilid; Al-Insaf (Pertimbangan), 20 jilid; al-Najat (Penyelamatan), 3 jilid; Lisan al-’Arab (Bahasa Arab), 10 jilid.
  • 98.
    Buku al-Qanunfi al-Tibb diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Gerard Cremona di Toledo Spanyol pada abad ke-12. Buku ini menjadi buku rujukan utama di universitas-universitas Eropa hingga tahun 1700-an. Pada abad ke-15, buku tersebut sudah disalin ke dalam bahasa Latin sebanyak 16 kali (edisi). Sebuah edisi dalam bahasa Ibrani. Pada abad ke-16, disalin sebanyak 21 edisi. Al-Qanun digunakan sebagai buku teks kedokteran di berbagai universitas di Perancis. Sekolah Tinggi Kedokteran di Montpellier dan Louvain, misalnya, telah menggunakannya sebagai bahan rujukan pada abad ke-17.
  • 99.
    G.C. Anawati: Sebelummeninggal, ia (Ibnu Sina) telah mengarang sejumlah kurang lebih 276 karya. Ini meliputi berbagai subjek ilmu pengetahuan seperti filsafat, kedokteran, geometri, astronomi, musik, syair, teologi, politik, matematika, fisika, kimia, sastra, kosmologi dan sebagainya.” Phillip K. Hitti: al-Qanun adalah sebuah ensiklopedi kedokteran.” Ohaucer: “Sejak abad ke- 13 hingga 16, tak serang dokter atau penulis pun (dalam bidang kedokteran) yang leas dari pengaruhnya.”
  • 100.
    Lahir di Rayypada tahun 543/544-606 H (1149-1210)Menguasai berbagai bidang keilmuan seperti al-Qur’an, al-Hadith, tafsir, fiqh, usul fiqh, sastra arab, perbandingan agama, filsafat, logika, matematika, fisika, dan kedokteran. Selain telah menghafal al-Qur’an dan banyak al-Hadits, Fakhruddin al-Razi telah menghafal beberapa buku seperti al-Shamil fi Usul al-Din , karya Imam al-Haramain, al-Mu‘tamad karya Abu al-Husain al-Basri dan al-Mustasfa karya al-Ghazali. Fakhruddin al-Razi : Ulama yang Saintis
  • 101.
    “ akar masalahyang sedang kita hadapi ini sesungguhnya terletak pada masalah disekitar pengertian ilmu . Akal pikiran kita telah diliputi oleh masalah sifat dan tujuan ilmu yang salah…orang Islam telah terpedaya dan secara tidak sadar telah menerima pengertian ilmu yang dianggap sama dengan pengertian kebudayaan Barat. (SMN. Al-Attas) Al-Khaatimah Karenanya kebangkitan ummat Islam tidak bisa tidak harus dimulai dari membenahi ilmu dan pendidikan, melalui pembenahan worldview Islam dan Islamisasi ‘ilmu’. Tema selanjutnya yang bisa kita bahas

Editor's Notes