EWS adalah sebuah sistem
skoring fisiologis yang umumnya
digunakan pada pasien dewasa
sebelum pasien mengalami
kondisi kegawatan. Skoring EWS
disertai dengan algoritme
tindakan berdasarkan hasil
skoring dari pengkajian pasien
(Duncan & McMullan, 2012).
Pendeteksian dini untuk melacak atau
menemukan pasien yang mengalami
perburukan kondisi dengan hasil
analisa tanda-tanda vital dalam
parameter fisiologis sesuai hasil
scoring. Dan memicu panggilan team
medik reaksi cepat untuk memberikan
intervensi secara cepat pada pasien
dengan status kondisi yang memburuk
(Kyriacos, Jelsma, Jordan, 2011).
JenisTools
Early
Warning
Score
EarlyWarning Score
(EWS)
 Merupakan tools yang digunakan untuk
melakukan asesmen pada pasien dewasa
yang sakit.
 Sistem yang sederhana yang
menggunakan parameter fisiologik.
 Productnya dapat digunakan mengidentifikasi
pasien secara cepat, dimana pasien secara
klinis mengalami perburukan dan
membutuhkan intervensi segera.
 Setiap parameter dinilai
 Dari 5 parameter dijumlahkan
 Jumlah parameter menunjukkan intervensi
 Langkah–langkah penerapan 6 (enam)
parameter fisiologis dalam Early Warning Score
System yaitu sebagai berikut :
1. Petugas Kesehatan (dokter atau perawat)
mengukur skor untuk setiap paramer fisiologis,
dimulaidari:
a. Tingkat kesadaran (pilih salah satu tingkat
kesadaran )
b. Tekanan Darah Sistolik
c. Nadi
d. Frekuensi
e. Pernafasan
f. Suhu tubuh
g. Keluaran urin.
Bagaimana
menggunakan
CARA
PENILAIAN
The basis of an EWS
The resulting observations are compared to a normal range to generate
a single composite score, for instance based on the following diagram:
A score of five or more is statistically linked to increased likelihood of
death or admission to an intensive care unit.
Within hospitals, the EWS is used as part of a "trackandtrigger“ system
whereby an increasing score produces an escalated response varying
from increasing the frequency of patient's observations (for a low
score) up to urgent review by a rapid response or Medical Emergency
Team (MET call).
(https://en.wikipedia.org/wiki/Early_warning_score)
(J Community Hosp Intern Med Perspect. 2015; 5(2): 10.3402/jchimp.v5.26716.)
2. Berikan tanda titik dengan ball point
tepat di titik tengah kolom pada lembar
observasi Early Warning Score System
sesuai dengan nilai hasil ukur yang
didapat serta perhatikan warna dan
jumlahkan nilai yang didapat.
3. Petugas kesehatan merata-rata kan hasil
yang didapat dan tambahkan skor 2 pada
pasien yang mendapatkan terapi oksigen
dan jumlahkan total skornya.
PENANGANAN
BILATERJADI HENTI NAFAS, HENTI
JANTUNG
Bagaimana
menggunakan
 Langkah–langkah penerapan 6 (enam) parameter
fisiologis dalam Early Warning Score System yaitu
sebagai berikut :
1. Petugas Kesehatan (dokter/perawat/bidan)
mengukur skor untuk setiap paramer fisiologis,
dimulai dari:
a. Tingkat kesadaran (pilih salah satu tingkat
kesadaran )
b. Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik
c. Nadi
d. Frekuensi
e. Pernafasan
f. Suhu tubuh
g. Keluaran urin.
Tim Reaksi
Cepat
 Tim yang terlatih untuk
mengidentifikasi tanda–tanda
fisiologi sebelum ada
perburukan gejala klinis yang
signifikan untuk mengantisipasi
kejadian henti jantung dan henti
nafas.
Di Ruma Sakit
 Dokter Konsulen ( Wakil dari setiap
SMF yang ditunjuk )
 Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (
DPJP)
 Dokter jaga setiap SMF
 Kepala Ruang setiap ruangan
 Case manager setiap ruangan
 Perawat jaga setiap ruangan
(minimal Perawat Klinik II)
Tugas Tim Reaksi
Cepat
1) Mengidentifikasi kondisi pasien yang
mengalami perburukan
2) KetuaTim Perawat, melaporkan kepada
Dokter Penanggung Jawab Pelayanan
(DPJP) tentang kondisi pasien
3) Memberikan tindakan resusitasi yang
dibutuhkan dalam waktu kurang dari 5
menit.
4) Mendokumentasikan tindakan dan
hasilnya di rekam medik.
5) Memberikan informasi dan edukasi kepada
pasien dan keluarga tentang tanda–tanda
Konsep early warning system

Konsep early warning system

  • 2.
    EWS adalah sebuahsistem skoring fisiologis yang umumnya digunakan pada pasien dewasa sebelum pasien mengalami kondisi kegawatan. Skoring EWS disertai dengan algoritme tindakan berdasarkan hasil skoring dari pengkajian pasien (Duncan & McMullan, 2012).
  • 3.
    Pendeteksian dini untukmelacak atau menemukan pasien yang mengalami perburukan kondisi dengan hasil analisa tanda-tanda vital dalam parameter fisiologis sesuai hasil scoring. Dan memicu panggilan team medik reaksi cepat untuk memberikan intervensi secara cepat pada pasien dengan status kondisi yang memburuk (Kyriacos, Jelsma, Jordan, 2011).
  • 4.
  • 5.
    EarlyWarning Score (EWS)  Merupakantools yang digunakan untuk melakukan asesmen pada pasien dewasa yang sakit.  Sistem yang sederhana yang menggunakan parameter fisiologik.  Productnya dapat digunakan mengidentifikasi pasien secara cepat, dimana pasien secara klinis mengalami perburukan dan membutuhkan intervensi segera.  Setiap parameter dinilai  Dari 5 parameter dijumlahkan  Jumlah parameter menunjukkan intervensi
  • 6.
     Langkah–langkah penerapan6 (enam) parameter fisiologis dalam Early Warning Score System yaitu sebagai berikut : 1. Petugas Kesehatan (dokter atau perawat) mengukur skor untuk setiap paramer fisiologis, dimulaidari: a. Tingkat kesadaran (pilih salah satu tingkat kesadaran ) b. Tekanan Darah Sistolik c. Nadi d. Frekuensi e. Pernafasan f. Suhu tubuh g. Keluaran urin. Bagaimana menggunakan
  • 7.
  • 11.
    The basis ofan EWS The resulting observations are compared to a normal range to generate a single composite score, for instance based on the following diagram: A score of five or more is statistically linked to increased likelihood of death or admission to an intensive care unit. Within hospitals, the EWS is used as part of a "trackandtrigger“ system whereby an increasing score produces an escalated response varying from increasing the frequency of patient's observations (for a low score) up to urgent review by a rapid response or Medical Emergency Team (MET call). (https://en.wikipedia.org/wiki/Early_warning_score)
  • 12.
    (J Community HospIntern Med Perspect. 2015; 5(2): 10.3402/jchimp.v5.26716.)
  • 13.
    2. Berikan tandatitik dengan ball point tepat di titik tengah kolom pada lembar observasi Early Warning Score System sesuai dengan nilai hasil ukur yang didapat serta perhatikan warna dan jumlahkan nilai yang didapat. 3. Petugas kesehatan merata-rata kan hasil yang didapat dan tambahkan skor 2 pada pasien yang mendapatkan terapi oksigen dan jumlahkan total skornya.
  • 14.
  • 15.
  • 16.
    Bagaimana menggunakan  Langkah–langkah penerapan6 (enam) parameter fisiologis dalam Early Warning Score System yaitu sebagai berikut : 1. Petugas Kesehatan (dokter/perawat/bidan) mengukur skor untuk setiap paramer fisiologis, dimulai dari: a. Tingkat kesadaran (pilih salah satu tingkat kesadaran ) b. Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik c. Nadi d. Frekuensi e. Pernafasan f. Suhu tubuh g. Keluaran urin.
  • 17.
    Tim Reaksi Cepat  Timyang terlatih untuk mengidentifikasi tanda–tanda fisiologi sebelum ada perburukan gejala klinis yang signifikan untuk mengantisipasi kejadian henti jantung dan henti nafas.
  • 18.
    Di Ruma Sakit Dokter Konsulen ( Wakil dari setiap SMF yang ditunjuk )  Dokter Penanggung Jawab Pelayanan ( DPJP)  Dokter jaga setiap SMF  Kepala Ruang setiap ruangan  Case manager setiap ruangan  Perawat jaga setiap ruangan (minimal Perawat Klinik II)
  • 20.
    Tugas Tim Reaksi Cepat 1)Mengidentifikasi kondisi pasien yang mengalami perburukan 2) KetuaTim Perawat, melaporkan kepada Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) tentang kondisi pasien 3) Memberikan tindakan resusitasi yang dibutuhkan dalam waktu kurang dari 5 menit. 4) Mendokumentasikan tindakan dan hasilnya di rekam medik. 5) Memberikan informasi dan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang tanda–tanda