DASAR
SURAT KEPUTUSAN
DIREKTUR RS PKU MUHAMMADIYAH KARANGANYAR
NOMOR : 07.H/KEP/III.6.AU/H/2019
TANGGAL : 20 JANUARI 2019
TENTANG
PANDUAN AKTIVASI CODE BLUE
RS PKU MUHAMMADIYAH KARANGANYAR
DEFINISI
• Code blue merupakan salah satu kode prosedur
emergensi yang harus segera diaktifkan jika
ditemukan seseorang dalam kondisi cardiac
respiratory arrest di dalam area rumah sakit.
• Code blue response team atau tim code blue
adalah suatu tim yang dibentuk oleh rumah sakit
yang bertugas merespon kondisi code blue
didalam area rumah sakit. Tim ini terdiri dari
dokter dan perawat yang sudah terlatih dalam
penanganan kondisi cardiac respiratory arrest.
TUJUAN
• Untuk memberikan panduan baku bagi tim code
blue dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagi
tim reaksi cepat jika code blue diaktifkan.
• Membangun respon seluruh petugas di RS PKU
Muhammadiyah Karanganyar pada pelayanan
kesehatan dalam keadaan gawat darurat.
• Mempercepat respon time kegawatdaruratan di
rumah sakit untuk menghindari kematian dan
kecacatan yang seharusnya tidak perlu terjadi.
RUANG LINGKUP
• Seluruh area di lingkungan internal rumah
sakit. Titik terjauh adalah area parkir selatan
rumah sakit.
TIM CODE BLUE
• Petugas non medis terlatih
• Tim primer
• Tim yang pertama kali menjumpai kejadian pasien kritis / henti
napas / henti jantung
• Petugas medis dengan kemampuan bantuan hidup dasar
• Tim sekunder
• Tim kedua yang bergerak atas aktivasi code blue dari tim primer
• Petugas medis dengan komponen dokter dan perawat dengan
kemampuan bantuan hidup lanjut dan disukung dengan peralatan
dan obat-obatan emergensi termasuk penggunaan defibrillator
• Respon time maksimal 5 menit
PROSEDUR CODE BLUE
• Jika didapatkan seseorang dalam kondisi cardiac respiratory arrest
maka perawat ruangan ( I ) berperan dalam tahap pertolongan ,
yaitu :
• Segera melakukan penilaian dini kesadaran korban
• Pastikan lingkungan penderita aman untuk dilakukan pertolongan
• Lakukan cek respon penderita dengan memanggil nama atau
menepuk bahu
• Meminta pertolongan perawat lain ( II ) atau petugas yang ditemui
dilokasi untuk mengaktifkan code blue.
• Lakukan resusitasi jantung paru sampai dengan tim code blue
datang
• Perawat ruangan yang lain ( II ) atau penolong kedua mengaktifkan
code blue atau hubungi 115
• Aktivasi code blue terkoneksi dengan operator ( customer service
untuk shift pagi dan sore, security bagian timur untuk shift
malam )
• Jika lokasi kejadian berada diarea ruang rawat inap ataupun rawat
jalan, setelah menekan tombol code blue, perawat ruangan segera
membawa troli emergensi ke lokasi dan membantu perawat
ruangan melakukan resusitasi sampai dengan tim code blue
datang.
• Jika lokasi berada diluar area rumah sakit misal kantin, koperasi,
masjid, parkir langsung hubungi 115
• Operator lewat pengeras suara mengatakan code blue dengan
prosedur sebagai berikut :
“Code blue, code blue, code blue, nama lokasi atau ruangan….nomor kamar.”
• Setelah tim code blue menerima pesan tentang aktivasi
code blue, mereka segera menghentikan tugasnya
masing-masing, mengambil resusitasi kit yang berada
di ICU dan menuju lokasi kejadian. Waktu respon dari
aktivasi code blue sampai dengan kedatangan tim code
blue dilokasi kejadian adalah kurang dari 5 menit.
• Jika lokasi terjadinya cardiac respiratory arrest adalah
lokasi yang padat pengunjung / aktivitas maka petugas
keamanan segera menuju lokasi kejadian untuk
mengamankan lokasi tersebut sehingga tim code blue
dapat melaksanakan tugasnya dengan aman dan sesuai
prosedur.
• Tim code blue melakukan tugasnya sampai dengan diputuskannya
bahwa resusitasi dihentikan oleh ketua tim code blue
• Ketua tim code blue memutuskan tindak lanjut pasca resusitasi,
yaitu :
• Jika resusitasi berhasil dan pasien stabil maka dipindahkan
secepatnya ke ICU bagi pasien rawat inap untuk mendapatkan
perawatan lebih lanjut jika keluarga pasien setuju
• Jika keluarga pasien tidak setuju atau jika ICU penuh maka pasien
dirujuk ke rumah sakit yang mempunyai fasilitas
• Jika keluarga pasien menolak dirujuk dan meminta dirawat
diruang perawatan biasa, maka keluarga pasien menandatangani
surat penolakan
• Jika tindakan code blue sudah selesai dilakukan maka salah satu
tim code blue menghubungi 115 atau operator. Kemudian
operator mengatakan bahwa code blue telah selesai dengan
prosedur sebagai berikut :
“Code blue, code blue, code blue, nama lokasi atau ruangan….nomor kamar
sudah selesai dilakukan”
• Jika resusitasi tidak berhasil dan pasien meninggal, maka lakukan
koordinasi dengan bagian bina rohani, kemudian pasien
dipindahkan ke kamar jenasah
• Ketua tim code blue melakukan koordinasi dengan DPJP
• Ketua tim code blue memberikan informasi dan edukasi kepada
keluarga pasien
• Perawat ruangan mendokumentasikan semua kegiatan dalam
rekam medis pasien dan melakukan koordinasi dengan ruangan
pasca resusitasi
DOKUMENTASI
• Kondisi code blue pada pasien non rawat inap
di dokumentasikan dalam catatan tim code
blue yang ditulis dalam asesmen gawat darurat
/ buku dokumentasi tim.
• Kondisi code blue pasien rawat inap di
dokumentasikan dalam rekam medis pasien.
• Terima kasih

PANDUAN CODE BLUE.pptx

  • 2.
    DASAR SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RSPKU MUHAMMADIYAH KARANGANYAR NOMOR : 07.H/KEP/III.6.AU/H/2019 TANGGAL : 20 JANUARI 2019 TENTANG PANDUAN AKTIVASI CODE BLUE RS PKU MUHAMMADIYAH KARANGANYAR
  • 3.
    DEFINISI • Code bluemerupakan salah satu kode prosedur emergensi yang harus segera diaktifkan jika ditemukan seseorang dalam kondisi cardiac respiratory arrest di dalam area rumah sakit. • Code blue response team atau tim code blue adalah suatu tim yang dibentuk oleh rumah sakit yang bertugas merespon kondisi code blue didalam area rumah sakit. Tim ini terdiri dari dokter dan perawat yang sudah terlatih dalam penanganan kondisi cardiac respiratory arrest.
  • 4.
    TUJUAN • Untuk memberikanpanduan baku bagi tim code blue dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagi tim reaksi cepat jika code blue diaktifkan. • Membangun respon seluruh petugas di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar pada pelayanan kesehatan dalam keadaan gawat darurat. • Mempercepat respon time kegawatdaruratan di rumah sakit untuk menghindari kematian dan kecacatan yang seharusnya tidak perlu terjadi.
  • 5.
    RUANG LINGKUP • Seluruharea di lingkungan internal rumah sakit. Titik terjauh adalah area parkir selatan rumah sakit.
  • 6.
    TIM CODE BLUE •Petugas non medis terlatih • Tim primer • Tim yang pertama kali menjumpai kejadian pasien kritis / henti napas / henti jantung • Petugas medis dengan kemampuan bantuan hidup dasar • Tim sekunder • Tim kedua yang bergerak atas aktivasi code blue dari tim primer • Petugas medis dengan komponen dokter dan perawat dengan kemampuan bantuan hidup lanjut dan disukung dengan peralatan dan obat-obatan emergensi termasuk penggunaan defibrillator • Respon time maksimal 5 menit
  • 7.
    PROSEDUR CODE BLUE •Jika didapatkan seseorang dalam kondisi cardiac respiratory arrest maka perawat ruangan ( I ) berperan dalam tahap pertolongan , yaitu : • Segera melakukan penilaian dini kesadaran korban • Pastikan lingkungan penderita aman untuk dilakukan pertolongan • Lakukan cek respon penderita dengan memanggil nama atau menepuk bahu • Meminta pertolongan perawat lain ( II ) atau petugas yang ditemui dilokasi untuk mengaktifkan code blue. • Lakukan resusitasi jantung paru sampai dengan tim code blue datang • Perawat ruangan yang lain ( II ) atau penolong kedua mengaktifkan code blue atau hubungi 115
  • 8.
    • Aktivasi codeblue terkoneksi dengan operator ( customer service untuk shift pagi dan sore, security bagian timur untuk shift malam ) • Jika lokasi kejadian berada diarea ruang rawat inap ataupun rawat jalan, setelah menekan tombol code blue, perawat ruangan segera membawa troli emergensi ke lokasi dan membantu perawat ruangan melakukan resusitasi sampai dengan tim code blue datang. • Jika lokasi berada diluar area rumah sakit misal kantin, koperasi, masjid, parkir langsung hubungi 115 • Operator lewat pengeras suara mengatakan code blue dengan prosedur sebagai berikut : “Code blue, code blue, code blue, nama lokasi atau ruangan….nomor kamar.”
  • 9.
    • Setelah timcode blue menerima pesan tentang aktivasi code blue, mereka segera menghentikan tugasnya masing-masing, mengambil resusitasi kit yang berada di ICU dan menuju lokasi kejadian. Waktu respon dari aktivasi code blue sampai dengan kedatangan tim code blue dilokasi kejadian adalah kurang dari 5 menit. • Jika lokasi terjadinya cardiac respiratory arrest adalah lokasi yang padat pengunjung / aktivitas maka petugas keamanan segera menuju lokasi kejadian untuk mengamankan lokasi tersebut sehingga tim code blue dapat melaksanakan tugasnya dengan aman dan sesuai prosedur.
  • 10.
    • Tim codeblue melakukan tugasnya sampai dengan diputuskannya bahwa resusitasi dihentikan oleh ketua tim code blue • Ketua tim code blue memutuskan tindak lanjut pasca resusitasi, yaitu : • Jika resusitasi berhasil dan pasien stabil maka dipindahkan secepatnya ke ICU bagi pasien rawat inap untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut jika keluarga pasien setuju • Jika keluarga pasien tidak setuju atau jika ICU penuh maka pasien dirujuk ke rumah sakit yang mempunyai fasilitas • Jika keluarga pasien menolak dirujuk dan meminta dirawat diruang perawatan biasa, maka keluarga pasien menandatangani surat penolakan
  • 11.
    • Jika tindakancode blue sudah selesai dilakukan maka salah satu tim code blue menghubungi 115 atau operator. Kemudian operator mengatakan bahwa code blue telah selesai dengan prosedur sebagai berikut : “Code blue, code blue, code blue, nama lokasi atau ruangan….nomor kamar sudah selesai dilakukan” • Jika resusitasi tidak berhasil dan pasien meninggal, maka lakukan koordinasi dengan bagian bina rohani, kemudian pasien dipindahkan ke kamar jenasah • Ketua tim code blue melakukan koordinasi dengan DPJP • Ketua tim code blue memberikan informasi dan edukasi kepada keluarga pasien • Perawat ruangan mendokumentasikan semua kegiatan dalam rekam medis pasien dan melakukan koordinasi dengan ruangan pasca resusitasi
  • 13.
    DOKUMENTASI • Kondisi codeblue pada pasien non rawat inap di dokumentasikan dalam catatan tim code blue yang ditulis dalam asesmen gawat darurat / buku dokumentasi tim. • Kondisi code blue pasien rawat inap di dokumentasikan dalam rekam medis pasien.
  • 15.