CALL117
OUT LINE
• DEFINISI
• CHAIN OF SURVIVAL
• TUJUAN
• RUANG LINGKUP
• STRUKTUR ORGANISASI CODE BLUE
• TATA KERJA CODE BLUE
• LOKASI TROLY EMERGENCY
• ALGORITMA CODE BLUE
• TATA LAKSANA SPO
• SKENARIO SIMULASI CODE BLUE
DEFINISI
Code Blue merupakan salah satu kode prosedur
emergensi yang harus segera diaktifkan jika
ditemukan seseorang dalam kondisi cardiac
respiratory arrest di dalam area rumah sakit.
Code Blue Response Team atau Tim Code
Blue adalah suatu tim yang dibentuk oleh rumah
sakit yang bertugas merespon kondisi code
blue didalam area rumah sakit
Terdiri dari dokter dan perawat yang sudah
terlatih basic or advanced cardiovascular life
support untuk menjamin rantai kelangsungan
hidup (chain of survival) di rumah sakit.
RANTAI KELANGSUNGAN HIDUP
TUJUAN
1. Untuk membangun budaya keselamatan
pasien dan menjamin mutu chain of survival
di RSMN Pamekasan.
2. Untuk membangun respon seluruh petugas
di RSMN Pamekasan pada pelayanan
kesehatan dalam keadaan gawat darurat.
3. Untuk mempercepat respon
time kegawatdaruratan di RSMN Pamekasan
untuk menghindari kematian dan kecacatan
yang seharusnya tidak perlu terjadi.
RUANG LINGKUP
Sistem Respon Cepat code blue dibentuk untuk
memastikan bahwa semua kondisi cardiac
respiratory arrest tertangani dengan resusitasi
dan stabilisasi sesegera mungkin.
Sistem Respon Cepat terbagi 2 tahap, yaitu :
1. Respon Awal (Responder I) berasal dari
petugas rumah sakit baik medis ataupun non
medis yang berada di sekitar korban.
2. Respon kedua (Responder II) berasal dari
tim code blue.
STRUKTUR ORGANISASI TIM CODE BLUE RSMN
KETUA TIM CODE BLUE
KEPALA INSTALASI GAWAT DARURAT
DOKTER
JAGA
SHIFT 1
SHIFT 2
SHIFT 3
PERAWAT
HCU/ICU
SHIFT 1
SHIFT 2
SHIFT 3
PERAWAT
IGD
SHIFT 1
SHIFT 2
SHIFT 3
PERAWAT
IRNA
SHIFT 1
SHIFT 2
SHIFT 3
PETUGAS
FARMASI
SHIFT 1
SHIFT 2
SHIFT 3
PETUGAS
SECURITY
SHIFT 1
SHIFT 2
SHIFT 3
SEKRETARIS
KA RU IGD
STRUKTUR ORGANISASI CODE BLUE TDD :
I. KETUA TIM : Kepala IGD (Dokter Umum)
II. SEKRETARIS TIM : Kepala Ruang IGD (Nurse)
III. ANGGOTA TIM : Pelaksana Code Blue
1.Dokter Jaga IGD
2.Perawat Jaga IGD
3.Perawat Jaga HCU
4.Perawat Jaga IRNA
5.Petugas Farmasi
6.Petugas Security
KETUA TIM CODE BLUE
Kualifikasi:
1.Memiliki SIP yang masih berlaku.
2.Memiliki sertifikat ACLS atau ATLS.
3.Memiliki kewenangan klinis dalam hal
kegawatdaruratan medis.
Tugas Pokok dan Fungsi :
1.Mengkoordinir Pelayanan Code Blue di RS
2.Memilih anggota tim Code Blue di RS
3.Memastikan Tim Code Blue siap saat
dibutuhkan
SEKRETARIS TIM CODE BLUE
 Kualifikasi:
1.Memiliki SIP yang masih berlaku.
2.Memiliki sertifikat BTCLS.
3. Memiliki kewenangan klinis dalam hal keperawatan
kegawatdaruratan medis.
 Tugas Pokok dan Fungsi :
1.Menyusun jadwal tugas Tim Code Blue.
2.Berkoordinasi dengan bagian farmasi untuk
memastikan kelengkapan obat dan alkes habis pakai
emergency di dalam troly emergency.
3. Mencatat dan melaporkan setiap kegiatan Tim Code
Blue.
4. Berkoordinasi dengan bagian diklat rumah sakit
untuk meningkatkan kompetensi tim code blue.
TATA KERJA TIM CODE BLUE RSMN
Pada saat melakukan tugas Tim Code Blue
Terdiri dari :
1. Dokter Jaga (sebagai kapten tim)
2. Perawat 1 (sebagai petugas yang menangani
,airway dan breathing)
3. Perawat 2 (sebagai petugas rjp 1)
4. Perawat 3 (sebagai petugas yang menyiapkan
defibrilator, iv line dan rjp 2)
5. Petugas farmasi (Menyiapkan obat dan
membantu mencatat kegiatan)
6. Security (Mengamankan area/Binroh)
TUGAS KAPTEN TIM (DOKTER JAGA)
1. Berkoordinasi dengan perawat ruangan (I)
atau .first responder terkait kondisi pasien.
2. Melakukan edukasi dengan keluarga pasien.
3. Memimpin pelaksanaan Resusitasi Jantung
Paru (RJP).
4. Melakukan koordinasi dengan Dokter
Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP).
5. Sebagai pengambil keputusan dalam kondisi
emergensi atau kondisi jika DPJP tidak ada di
tempat atau sulit dihubungi.
6. Menentukan tindak lanjut pasca resusitasi.
TUGAS PERAWAT 1 (D,A &B)
1. Menyiapkan Defibrilator/patien monitor/ecg.
2. Monitoring Tekanan Darah dan Nadi.
3. Mempertahankan kepatenan jalan
nafas (Airway), menyiapkan Bag-Valve-Mask,
dan persiapan pemasangan LMA atau
Oropharyngeal airway bila diperlukan.
4. Bertanggung jawab terhadap keadequatan
pemafasan pasien (Breathing).
5. Memberikan oksigen sesuai kebutuhan
pasien
TUGAS PERAWAT 2 DAN 3 (RJP&C)
1. Melakukan rjp dengan dekompresi dada
secara adekuat dan berkualitas secara
bergantian dengan perawat 3.
2. Menyiapkan iv line dan memasukkan obat
injeksi sesuai perintah kapten berdasarkan
algoritma kasus yang dihadapi scara
bergantian dengan perawat 3.
TUGAS PETUGAS FARMASI
1. Menyiapkan obat-obatan emergency yang akan
diperlukan dan digunakan.
2. Menyiapkan semua alat kesehatan habis pakai
yang diperlukan dan digunakan.
3. Memastikan bahwa seluruh obat emergency
dan alat habis pakai telah tersedia semua di
troly emergensi untuk digunakan lagi pada
resusitasi berikutnya.
TUGAS SECURITY
1. Mengaktifkan dan menginformasikan
kejadian code blue ke seluruh rumah sakit.
2. Mengamankan daerah sekitar Tim Code Blue
yang sedang bertugas.
3. Membantu membuka jalan untuk tim code
blue baik saat datang ke lokasi maupun saat
mentranfer pasien ke IGD/ICU setelah ROSC.
4. Membantu memberikan bimbingan rohani
kepada pasien dan keluarga.
LOKASI TROLY EMERGENCY TIM CODE BLUE
AREA 1
AREA 2
AREA 1 :
TEMPAT TROLY EMERGENCY DI
IGD.
UNTUK LOKASI KEJADIAN DI :
1. RAWAT JALAN DAN IGD
2. PENUNJANG MEDIS (LAB,
RADIOLOGI & FARMASI)
3. RUANG MANAJEMEN
LANTAI 2
AREA 2 :
TEMPAT TROLY EMERGENCY DI
IRNA LANTAI 2.
UNTUK LOKASI KEJADIAN DI:
1. IRNA & PAV LANTAI 1
2. IRNA & PAV LANTAI 2
3. IRNA KELAS 2
4. KAMAR OPERASI & ICU
ALGORITMA CODE BLUE
Bila ada kondisi “Code
Blue ” pasien dengan
henti nafas / henti
jantung
First resporder
memanggil bantuan
dan langsung
melakukan BHD
Penolong kedua
mengaktifkan “Code
Blue” melalui nomer
telepon darurat 117
Operator menerima
telepon “117” ( << 3
dering harus segera
diangkat)
Operator
mengumumkan
melalui handy talky
atau pengeras suara
dan menghubungi
“Tim Code Blue”
Tim Code Blue segera
menuju lokasi yang
ditentukan untuk
menggantikan First
Responder
Tim Code Blue
Memberikan Bantuan
Hidup Lanjut Sesuai
Algoritma sampai
Pasien ROSC
Transfer Pasien Ke
IGD/HCU/Rujuk RS
Lain/Meninggal dunia
Perawat Ruangan
mendokumentasikan
semua kegiatan
ALGORITMA SINGKAT CODE BLUE
PASIEN HENTI
JANTUNG/NAFAS,
TIDAK SADAR
HUBUNGI
PETUGAS RUMAH
SAKIT
SEGERA LAKUKAN
BANTUAN HIDUP
DASAR
AKTIFKAN “CODE BLUE”
DENGAN TELPON KE 117
1. KATAKAN CODE BLUE
2. NAMA PELAPOR, JABATAN
PELAPOR
3. LOKASI KORBAN
4. KONDISI KORBAN
TATA LAKSANA (SPO) CODE BLUE
1. Jika didapatkan seseorang atau pasien dalam kondisi cardiac respiratory
arrest maka perawat ruangan (I) atau first responder berperan dalam
tahap pertolongan, yaitu:
Segera melakukan penilaian dini kesadaran korban.
Pastikan lingkungan penderita aman untuk dilakukan pertolongan.
Lakukan cek respon penderita dengan memanggil nama atau menepuk
bahu.
Meminta bantuan pertolongan perawat lain (II) atau petugas yang
ditemui di lokasi untuk mengaktifkan code blue.
Lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sampai dengan tim code blue
datang.
2. Perawat ruangan yang lain (II) atau penolong kedua, segera menghubungi
operator telepon “117” untuk mengaktifkan code blue, dengan prosedur
sebagai berikut:
Perkenalkan diri.
Sampaikan informasi untuk mengaktifkan code blue.
Sebutkan nama lokasi terjadinya cardiac respiratory arrest dengan
lengkap dan jelas, yaitu: area ….. (area satu/dua/tiga/empat), nama
lokasi atau ruangan.
Jika lokasi kejadian di ruangan rawat inap maka informasikan : “ nama
ruangan ….. nomor …. “.
TATA LAKSANA (SPO) CODE BLUE
3. Waktu respon operator menerima telepon “117” adalah harus secepatnya
diterima, kurang dari 3 kali deringan telepon.
4. Jika lokasi kejadian berada di area ruang rawat inap ataupun rawat jalan,
setelah menghubungi operator, perawat ruangan II segera membawa troli
emergensi(emergency trolley) ke lokasi dan membantu perawat ruangan I
melakukan resusitasi sampai dengan tim Code Blue datang.
5. Operator menggunakan alat telekomunikasi Handy Talky (HT) atau
pengeras suara mengatakan code blue dengan prosedur sebagai berikut:
Jika lokasi kejadian di luar ruangan rawat inap maka informasikan :
“Code Blue, Code Blue, Code Blue, nama area...... atau lokasi…..”.
Jika lokasi kejadian di ruangan rawat inap maka informasikan :
“Code Blue, Code Blue, Code Blue, nama ruangan ….. nomor kamar …..”.
6. Setelah tim code blue menerima informasi tentang aktivasi code blue,
mereka segera menghentikan tugasnya masing-masing, mengambil
emergency trolly dan menuju lokasi terjadinya cardiac respiratory
arrest. Waktu respon dari aktivasi code blue sampai dengan kedatangan
tim code blue di lokasi terjadinya cardiac respiratory arrest adalah 5 menit.
7. Sekitar 5 menit kemudian, operator menghubungi tim code blue untuk
memastikan bahwa tim code blue sudah menuju lokasi
terjadinya cardiac respiratory arrest.
TATA LAKSANA (SPO) CODE BLUE
14.Tim code blue melakukan tugasnya sampai dengan diputuskannya bahwa
resusitasi dihentikan oleh ketua tim code blue.
15.Ketua tim code blue memutuskan tindak lanjut pasca resusitasi, yaitu;
16.Jika resusitasi berhasil dan pasien stabil (ROSC) maka dipindahkan
secepatnya ke Instalasi Perawatan Intensif untuk mendapatkan perawatan
lebih lanjut jika keluarga pasien setuju.
17.Jika keluarga pasien tidak setuju atau jika Instalasi Perawatan Intensif
penuh maka pasien di rujuk ke rumah sakit yang mempunyai fasilitas
perawatan intensif.
18.Jika keluarga pasien menolak dirujuk dan meminta dirawat di ruang
perawatan biasa, maka keluarga pasien menandatangani surat penolakan.
19.Jika resusitasi tidak berhasil dan pasien meninggal, maka lakukan
koordinasi dengan bagian bina rohani, kemudian pasien dipindahkan ke
kamar jenazah.
20.Ketua tim code blue melakukan koordinasi dengan DPJP.
21.Ketua tim code blue memberikan informasi dan edukasi kepada keluarga
pasien.
22.Perawat ruangan mendokumentasikan semua kegiatan dalam rekam
medis pasien dan melakukan koordinasi dengan ruangan pasca resusitasi.
MENYUSUN
SKENARIO
SIMULASI
Yang harus
dilakukan pertama
kali adalah
tentukan
algoritma yg
digunakan ?
Misalnya :
Cardiac
Arrest
(AHA/ACLS, 2015)
CONTOH SKENARIO VIDEO SIMULASI CODE BLUE
SCREEN 1
• Pasien di ruang bougenvile 1 henti jantung
• Perawat ruangan 1 memanggil bantuan perawat ruang 2 yang lewat dengan
menyampaikan code blue di bougenvile 1
• Perawat ruangan kembali ke ruang bouginvile 1 dan langsung melakukan rjp
SCREEN 2
• Perawat ruangan 2 menelpon ke IGD ada kode blue di ruang bougenvile 1
• Perawat IGD mengangkat telepon sebelum berdering 3 kali, menginformasi ada
code blue di bougenvile 1 ke seluruh rumah sakit melalui pengeras suara
SCREEN 3
• 2 orang perawat IGD, 1 orang perawat irna segera meluncur ke lokasi dengan
membawa emergency troli dibantu security .
• Dokter jaga dan petugas farmasi segera meluncur ke lokasi
SCREEN 1
• Tim code blue datang di lokasi
• Dokter jaga (kapten tim code blue) meminta semua tim memakai APD
• Pasien digeser menjauhi dinding agar memudahkan akses
• Perawat ruangan melaporkan kondisi pasien (cardiac arest) dan apa yang sudah
dilakukan kepada kapten tim code blue. Lakukan Resusitasi sesuai algoritma
cardiac arrest.
SCREEN 4
CONTOH SKENARIO VIDEO SIMULASI CODE BLUE
SCREEN 5
• Pasien dipasang alas decompresi
• Perawat 2 menggantikan perawat ruangan melakukan rjp, perawat ruangan
membantu dokumentasi
• Perawat 1 memasang ambubag dengan O2 10 lt/m dan melebarkan jalan nafas
dengan chin lift dan health tilt
SCREEN 6
• Perawat 3 memasang sadapan patien monitor/defibrilator, rjp tetap lanjut.
• Security membantu mencolokkan patient monitor/defibrilator ke listrik
• Setelah 5 siklus kompresi, dokter mengatakan stop kompresi-cek irama-irama
bukan VT/VF/PEA-cek nadi negatif-lanjutkan kompresi.
SCREEN 7
• Perawat 3 menggantikan perawat 2 untuk melakukan kompresi
• Dokter mengatakan siapkan inj epineprin dan siapkan pemasangan ETT.
• Inj epineprin disiapkan oleh petugas farmasi
• Inj epineprin 1 ampul + pz 10 cc dimasukkan perawat 3, elevasi tangan penderita
SCREEN 8
• Dokter mengatakan lanjutkan kompresi
• Dokter memasang ETT menggunakan laringoskop
• Dokter memastikan dengan auskultasi bahwa ETT terpasang dengan benar,
“clear”, jangan sampai hiperventilasi, lakukan kompresi selama 2 menit non stop
dan pertahankan kecepatan?
• Perawat 3 menjawab 100-120 x/menit, kedalaman 5-6 cm
CONTOH SKENARIO VIDEO SIMULASI CODE BLUE
SCREEN 5
• Dokter pastikan dada mengembang sempurna, semua perawat menjawab “recoil
sempurna”.
• Perawat dokumentasi mengatakan 10 detik terakhir masuk 2 menit ketiga
• Dokter mengatakan stop kompresi, cek irama bukan VT/VF/PEA, cek nadi
SCREEN 6
• Perawat 3 mengatakan tidak teraba nadi, perawat 2 melanjutkan kompresi.
• Perawat dokumen mengatakan 1 menit
• Dokter mengatakan siapkan inj epineprin kedua
• Petugas farmasi menyiapkan inj epineprin dan diambil oleh perawat 3
SCREEN 7
• Perawat 3 mengatakan inj epineprin kedua masuk, elevasi tangan penderita
• Perawat dokumen mengatakan 10 detik terakhir menit ketiga
• Dokter mengatakan stop kompresi, cek irama bukan VT/VF/asistole, cek nadi
• Perawat 2 mengatakan Nadi teraba.
SCREEN 8
• Dokter menjawab ROSC, sekunder survei , Air way? Nafas spontan, breathing
dilakukan auskultasi clear, clear, clear. T 100/60, N 70 x/m
• Siapkan pasien transfer ke HCU
“Time is Live Saving”
RSMN 117CodeBlueTeam
Terima Kasih
PENGORGANISASIAN
KETUA TIM 1
(AREA IRJA)
DOKTER KA IGD/DOKTER
JAGA IGD
KA TIM /PERAWAT
JAGA HCU
(SUPERVISI 1 ORG)
KA TIM /PERAWAT
JAGA IGD
(ANGGOTA 1 ORG)
PETUGAS FARMASI
SECURITY
KETUA TIM 2 (AREA IRNA)
DOKTER KA JAGA
RUANGAN
KA TIM RAWAT
INAP/PERAWAT
JAGA
(SUPERVISI 1 ORG)
PERAWAT JAGA
RAWAT INAP
(ANGGOTA 1 ORG)
PETUGAS FARMASI
SECURITY

Panduan Implementasi Code Blue RSMN Pamekasan

  • 1.
  • 2.
    OUT LINE • DEFINISI •CHAIN OF SURVIVAL • TUJUAN • RUANG LINGKUP • STRUKTUR ORGANISASI CODE BLUE • TATA KERJA CODE BLUE • LOKASI TROLY EMERGENCY • ALGORITMA CODE BLUE • TATA LAKSANA SPO • SKENARIO SIMULASI CODE BLUE
  • 3.
    DEFINISI Code Blue merupakansalah satu kode prosedur emergensi yang harus segera diaktifkan jika ditemukan seseorang dalam kondisi cardiac respiratory arrest di dalam area rumah sakit. Code Blue Response Team atau Tim Code Blue adalah suatu tim yang dibentuk oleh rumah sakit yang bertugas merespon kondisi code blue didalam area rumah sakit Terdiri dari dokter dan perawat yang sudah terlatih basic or advanced cardiovascular life support untuk menjamin rantai kelangsungan hidup (chain of survival) di rumah sakit.
  • 4.
  • 5.
    TUJUAN 1. Untuk membangunbudaya keselamatan pasien dan menjamin mutu chain of survival di RSMN Pamekasan. 2. Untuk membangun respon seluruh petugas di RSMN Pamekasan pada pelayanan kesehatan dalam keadaan gawat darurat. 3. Untuk mempercepat respon time kegawatdaruratan di RSMN Pamekasan untuk menghindari kematian dan kecacatan yang seharusnya tidak perlu terjadi.
  • 6.
    RUANG LINGKUP Sistem ResponCepat code blue dibentuk untuk memastikan bahwa semua kondisi cardiac respiratory arrest tertangani dengan resusitasi dan stabilisasi sesegera mungkin. Sistem Respon Cepat terbagi 2 tahap, yaitu : 1. Respon Awal (Responder I) berasal dari petugas rumah sakit baik medis ataupun non medis yang berada di sekitar korban. 2. Respon kedua (Responder II) berasal dari tim code blue.
  • 7.
    STRUKTUR ORGANISASI TIMCODE BLUE RSMN KETUA TIM CODE BLUE KEPALA INSTALASI GAWAT DARURAT DOKTER JAGA SHIFT 1 SHIFT 2 SHIFT 3 PERAWAT HCU/ICU SHIFT 1 SHIFT 2 SHIFT 3 PERAWAT IGD SHIFT 1 SHIFT 2 SHIFT 3 PERAWAT IRNA SHIFT 1 SHIFT 2 SHIFT 3 PETUGAS FARMASI SHIFT 1 SHIFT 2 SHIFT 3 PETUGAS SECURITY SHIFT 1 SHIFT 2 SHIFT 3 SEKRETARIS KA RU IGD
  • 8.
    STRUKTUR ORGANISASI CODEBLUE TDD : I. KETUA TIM : Kepala IGD (Dokter Umum) II. SEKRETARIS TIM : Kepala Ruang IGD (Nurse) III. ANGGOTA TIM : Pelaksana Code Blue 1.Dokter Jaga IGD 2.Perawat Jaga IGD 3.Perawat Jaga HCU 4.Perawat Jaga IRNA 5.Petugas Farmasi 6.Petugas Security
  • 9.
    KETUA TIM CODEBLUE Kualifikasi: 1.Memiliki SIP yang masih berlaku. 2.Memiliki sertifikat ACLS atau ATLS. 3.Memiliki kewenangan klinis dalam hal kegawatdaruratan medis. Tugas Pokok dan Fungsi : 1.Mengkoordinir Pelayanan Code Blue di RS 2.Memilih anggota tim Code Blue di RS 3.Memastikan Tim Code Blue siap saat dibutuhkan
  • 10.
    SEKRETARIS TIM CODEBLUE  Kualifikasi: 1.Memiliki SIP yang masih berlaku. 2.Memiliki sertifikat BTCLS. 3. Memiliki kewenangan klinis dalam hal keperawatan kegawatdaruratan medis.  Tugas Pokok dan Fungsi : 1.Menyusun jadwal tugas Tim Code Blue. 2.Berkoordinasi dengan bagian farmasi untuk memastikan kelengkapan obat dan alkes habis pakai emergency di dalam troly emergency. 3. Mencatat dan melaporkan setiap kegiatan Tim Code Blue. 4. Berkoordinasi dengan bagian diklat rumah sakit untuk meningkatkan kompetensi tim code blue.
  • 11.
    TATA KERJA TIMCODE BLUE RSMN Pada saat melakukan tugas Tim Code Blue Terdiri dari : 1. Dokter Jaga (sebagai kapten tim) 2. Perawat 1 (sebagai petugas yang menangani ,airway dan breathing) 3. Perawat 2 (sebagai petugas rjp 1) 4. Perawat 3 (sebagai petugas yang menyiapkan defibrilator, iv line dan rjp 2) 5. Petugas farmasi (Menyiapkan obat dan membantu mencatat kegiatan) 6. Security (Mengamankan area/Binroh)
  • 12.
    TUGAS KAPTEN TIM(DOKTER JAGA) 1. Berkoordinasi dengan perawat ruangan (I) atau .first responder terkait kondisi pasien. 2. Melakukan edukasi dengan keluarga pasien. 3. Memimpin pelaksanaan Resusitasi Jantung Paru (RJP). 4. Melakukan koordinasi dengan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP). 5. Sebagai pengambil keputusan dalam kondisi emergensi atau kondisi jika DPJP tidak ada di tempat atau sulit dihubungi. 6. Menentukan tindak lanjut pasca resusitasi.
  • 13.
    TUGAS PERAWAT 1(D,A &B) 1. Menyiapkan Defibrilator/patien monitor/ecg. 2. Monitoring Tekanan Darah dan Nadi. 3. Mempertahankan kepatenan jalan nafas (Airway), menyiapkan Bag-Valve-Mask, dan persiapan pemasangan LMA atau Oropharyngeal airway bila diperlukan. 4. Bertanggung jawab terhadap keadequatan pemafasan pasien (Breathing). 5. Memberikan oksigen sesuai kebutuhan pasien
  • 14.
    TUGAS PERAWAT 2DAN 3 (RJP&C) 1. Melakukan rjp dengan dekompresi dada secara adekuat dan berkualitas secara bergantian dengan perawat 3. 2. Menyiapkan iv line dan memasukkan obat injeksi sesuai perintah kapten berdasarkan algoritma kasus yang dihadapi scara bergantian dengan perawat 3.
  • 15.
    TUGAS PETUGAS FARMASI 1.Menyiapkan obat-obatan emergency yang akan diperlukan dan digunakan. 2. Menyiapkan semua alat kesehatan habis pakai yang diperlukan dan digunakan. 3. Memastikan bahwa seluruh obat emergency dan alat habis pakai telah tersedia semua di troly emergensi untuk digunakan lagi pada resusitasi berikutnya.
  • 16.
    TUGAS SECURITY 1. Mengaktifkandan menginformasikan kejadian code blue ke seluruh rumah sakit. 2. Mengamankan daerah sekitar Tim Code Blue yang sedang bertugas. 3. Membantu membuka jalan untuk tim code blue baik saat datang ke lokasi maupun saat mentranfer pasien ke IGD/ICU setelah ROSC. 4. Membantu memberikan bimbingan rohani kepada pasien dan keluarga.
  • 17.
    LOKASI TROLY EMERGENCYTIM CODE BLUE AREA 1 AREA 2 AREA 1 : TEMPAT TROLY EMERGENCY DI IGD. UNTUK LOKASI KEJADIAN DI : 1. RAWAT JALAN DAN IGD 2. PENUNJANG MEDIS (LAB, RADIOLOGI & FARMASI) 3. RUANG MANAJEMEN LANTAI 2 AREA 2 : TEMPAT TROLY EMERGENCY DI IRNA LANTAI 2. UNTUK LOKASI KEJADIAN DI: 1. IRNA & PAV LANTAI 1 2. IRNA & PAV LANTAI 2 3. IRNA KELAS 2 4. KAMAR OPERASI & ICU
  • 18.
    ALGORITMA CODE BLUE Bilaada kondisi “Code Blue ” pasien dengan henti nafas / henti jantung First resporder memanggil bantuan dan langsung melakukan BHD Penolong kedua mengaktifkan “Code Blue” melalui nomer telepon darurat 117 Operator menerima telepon “117” ( << 3 dering harus segera diangkat) Operator mengumumkan melalui handy talky atau pengeras suara dan menghubungi “Tim Code Blue” Tim Code Blue segera menuju lokasi yang ditentukan untuk menggantikan First Responder Tim Code Blue Memberikan Bantuan Hidup Lanjut Sesuai Algoritma sampai Pasien ROSC Transfer Pasien Ke IGD/HCU/Rujuk RS Lain/Meninggal dunia Perawat Ruangan mendokumentasikan semua kegiatan
  • 19.
    ALGORITMA SINGKAT CODEBLUE PASIEN HENTI JANTUNG/NAFAS, TIDAK SADAR HUBUNGI PETUGAS RUMAH SAKIT SEGERA LAKUKAN BANTUAN HIDUP DASAR AKTIFKAN “CODE BLUE” DENGAN TELPON KE 117 1. KATAKAN CODE BLUE 2. NAMA PELAPOR, JABATAN PELAPOR 3. LOKASI KORBAN 4. KONDISI KORBAN
  • 20.
    TATA LAKSANA (SPO)CODE BLUE 1. Jika didapatkan seseorang atau pasien dalam kondisi cardiac respiratory arrest maka perawat ruangan (I) atau first responder berperan dalam tahap pertolongan, yaitu: Segera melakukan penilaian dini kesadaran korban. Pastikan lingkungan penderita aman untuk dilakukan pertolongan. Lakukan cek respon penderita dengan memanggil nama atau menepuk bahu. Meminta bantuan pertolongan perawat lain (II) atau petugas yang ditemui di lokasi untuk mengaktifkan code blue. Lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sampai dengan tim code blue datang. 2. Perawat ruangan yang lain (II) atau penolong kedua, segera menghubungi operator telepon “117” untuk mengaktifkan code blue, dengan prosedur sebagai berikut: Perkenalkan diri. Sampaikan informasi untuk mengaktifkan code blue. Sebutkan nama lokasi terjadinya cardiac respiratory arrest dengan lengkap dan jelas, yaitu: area ….. (area satu/dua/tiga/empat), nama lokasi atau ruangan. Jika lokasi kejadian di ruangan rawat inap maka informasikan : “ nama ruangan ….. nomor …. “.
  • 21.
    TATA LAKSANA (SPO)CODE BLUE 3. Waktu respon operator menerima telepon “117” adalah harus secepatnya diterima, kurang dari 3 kali deringan telepon. 4. Jika lokasi kejadian berada di area ruang rawat inap ataupun rawat jalan, setelah menghubungi operator, perawat ruangan II segera membawa troli emergensi(emergency trolley) ke lokasi dan membantu perawat ruangan I melakukan resusitasi sampai dengan tim Code Blue datang. 5. Operator menggunakan alat telekomunikasi Handy Talky (HT) atau pengeras suara mengatakan code blue dengan prosedur sebagai berikut: Jika lokasi kejadian di luar ruangan rawat inap maka informasikan : “Code Blue, Code Blue, Code Blue, nama area...... atau lokasi…..”. Jika lokasi kejadian di ruangan rawat inap maka informasikan : “Code Blue, Code Blue, Code Blue, nama ruangan ….. nomor kamar …..”. 6. Setelah tim code blue menerima informasi tentang aktivasi code blue, mereka segera menghentikan tugasnya masing-masing, mengambil emergency trolly dan menuju lokasi terjadinya cardiac respiratory arrest. Waktu respon dari aktivasi code blue sampai dengan kedatangan tim code blue di lokasi terjadinya cardiac respiratory arrest adalah 5 menit. 7. Sekitar 5 menit kemudian, operator menghubungi tim code blue untuk memastikan bahwa tim code blue sudah menuju lokasi terjadinya cardiac respiratory arrest.
  • 22.
    TATA LAKSANA (SPO)CODE BLUE 14.Tim code blue melakukan tugasnya sampai dengan diputuskannya bahwa resusitasi dihentikan oleh ketua tim code blue. 15.Ketua tim code blue memutuskan tindak lanjut pasca resusitasi, yaitu; 16.Jika resusitasi berhasil dan pasien stabil (ROSC) maka dipindahkan secepatnya ke Instalasi Perawatan Intensif untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut jika keluarga pasien setuju. 17.Jika keluarga pasien tidak setuju atau jika Instalasi Perawatan Intensif penuh maka pasien di rujuk ke rumah sakit yang mempunyai fasilitas perawatan intensif. 18.Jika keluarga pasien menolak dirujuk dan meminta dirawat di ruang perawatan biasa, maka keluarga pasien menandatangani surat penolakan. 19.Jika resusitasi tidak berhasil dan pasien meninggal, maka lakukan koordinasi dengan bagian bina rohani, kemudian pasien dipindahkan ke kamar jenazah. 20.Ketua tim code blue melakukan koordinasi dengan DPJP. 21.Ketua tim code blue memberikan informasi dan edukasi kepada keluarga pasien. 22.Perawat ruangan mendokumentasikan semua kegiatan dalam rekam medis pasien dan melakukan koordinasi dengan ruangan pasca resusitasi.
  • 23.
    MENYUSUN SKENARIO SIMULASI Yang harus dilakukan pertama kaliadalah tentukan algoritma yg digunakan ? Misalnya : Cardiac Arrest (AHA/ACLS, 2015)
  • 24.
    CONTOH SKENARIO VIDEOSIMULASI CODE BLUE SCREEN 1 • Pasien di ruang bougenvile 1 henti jantung • Perawat ruangan 1 memanggil bantuan perawat ruang 2 yang lewat dengan menyampaikan code blue di bougenvile 1 • Perawat ruangan kembali ke ruang bouginvile 1 dan langsung melakukan rjp SCREEN 2 • Perawat ruangan 2 menelpon ke IGD ada kode blue di ruang bougenvile 1 • Perawat IGD mengangkat telepon sebelum berdering 3 kali, menginformasi ada code blue di bougenvile 1 ke seluruh rumah sakit melalui pengeras suara SCREEN 3 • 2 orang perawat IGD, 1 orang perawat irna segera meluncur ke lokasi dengan membawa emergency troli dibantu security . • Dokter jaga dan petugas farmasi segera meluncur ke lokasi SCREEN 1 • Tim code blue datang di lokasi • Dokter jaga (kapten tim code blue) meminta semua tim memakai APD • Pasien digeser menjauhi dinding agar memudahkan akses • Perawat ruangan melaporkan kondisi pasien (cardiac arest) dan apa yang sudah dilakukan kepada kapten tim code blue. Lakukan Resusitasi sesuai algoritma cardiac arrest. SCREEN 4
  • 25.
    CONTOH SKENARIO VIDEOSIMULASI CODE BLUE SCREEN 5 • Pasien dipasang alas decompresi • Perawat 2 menggantikan perawat ruangan melakukan rjp, perawat ruangan membantu dokumentasi • Perawat 1 memasang ambubag dengan O2 10 lt/m dan melebarkan jalan nafas dengan chin lift dan health tilt SCREEN 6 • Perawat 3 memasang sadapan patien monitor/defibrilator, rjp tetap lanjut. • Security membantu mencolokkan patient monitor/defibrilator ke listrik • Setelah 5 siklus kompresi, dokter mengatakan stop kompresi-cek irama-irama bukan VT/VF/PEA-cek nadi negatif-lanjutkan kompresi. SCREEN 7 • Perawat 3 menggantikan perawat 2 untuk melakukan kompresi • Dokter mengatakan siapkan inj epineprin dan siapkan pemasangan ETT. • Inj epineprin disiapkan oleh petugas farmasi • Inj epineprin 1 ampul + pz 10 cc dimasukkan perawat 3, elevasi tangan penderita SCREEN 8 • Dokter mengatakan lanjutkan kompresi • Dokter memasang ETT menggunakan laringoskop • Dokter memastikan dengan auskultasi bahwa ETT terpasang dengan benar, “clear”, jangan sampai hiperventilasi, lakukan kompresi selama 2 menit non stop dan pertahankan kecepatan? • Perawat 3 menjawab 100-120 x/menit, kedalaman 5-6 cm
  • 26.
    CONTOH SKENARIO VIDEOSIMULASI CODE BLUE SCREEN 5 • Dokter pastikan dada mengembang sempurna, semua perawat menjawab “recoil sempurna”. • Perawat dokumentasi mengatakan 10 detik terakhir masuk 2 menit ketiga • Dokter mengatakan stop kompresi, cek irama bukan VT/VF/PEA, cek nadi SCREEN 6 • Perawat 3 mengatakan tidak teraba nadi, perawat 2 melanjutkan kompresi. • Perawat dokumen mengatakan 1 menit • Dokter mengatakan siapkan inj epineprin kedua • Petugas farmasi menyiapkan inj epineprin dan diambil oleh perawat 3 SCREEN 7 • Perawat 3 mengatakan inj epineprin kedua masuk, elevasi tangan penderita • Perawat dokumen mengatakan 10 detik terakhir menit ketiga • Dokter mengatakan stop kompresi, cek irama bukan VT/VF/asistole, cek nadi • Perawat 2 mengatakan Nadi teraba. SCREEN 8 • Dokter menjawab ROSC, sekunder survei , Air way? Nafas spontan, breathing dilakukan auskultasi clear, clear, clear. T 100/60, N 70 x/m • Siapkan pasien transfer ke HCU
  • 27.
    “Time is LiveSaving” RSMN 117CodeBlueTeam Terima Kasih
  • 28.
    PENGORGANISASIAN KETUA TIM 1 (AREAIRJA) DOKTER KA IGD/DOKTER JAGA IGD KA TIM /PERAWAT JAGA HCU (SUPERVISI 1 ORG) KA TIM /PERAWAT JAGA IGD (ANGGOTA 1 ORG) PETUGAS FARMASI SECURITY KETUA TIM 2 (AREA IRNA) DOKTER KA JAGA RUANGAN KA TIM RAWAT INAP/PERAWAT JAGA (SUPERVISI 1 ORG) PERAWAT JAGA RAWAT INAP (ANGGOTA 1 ORG) PETUGAS FARMASI SECURITY