KONSEP BERPIKIR
SEJARAH
SRIYUNI WAHYUNINGSIH RIPAL, S.PD.
Tujuan
Pembelajaran
Peserta didik
memahami cara
berpikir sejarah
secara kronologis,
diakronik dan
sinkronik dalam
kehidupan sehari-hari
Topik
Bahasan
1 Berpikir Kronologis
2 Berpikir Diakronik
3 Berpikir Sinkronis
KRONOLOGIS
(Berasal dari Bahasa Yunani)
Chronos (Waktu) Logos (Ilmu)
Secara harfiah,
kronologi berarti
ilmu tentang
waktu
Urutan peristiwa
sejarah yang terjadi
berdasarkan
urutan waktu
Peristiwa Sejarah akan
selalu berlangsung sesuai
dengan urutan waktu,
sehingga peristiwa-
peristiwa sejarah tidak
terjadi secara melompat-
lompat urutan waktunya
(anakronisme)
Membantu
menghindarkan
kerancuan dalam
pembabakan
waktu sejarah
Manfaat Berpikir Kronologis
Membantu
membandingkan
kejadian sejarah di
tempat lain dalam
waktu yang sama
Merekonstruksi peristiwa
sejarah di masa lalu
berdasarkan urutan
waktu secara tepat
Ciri-Ciri
Diakronik
Memanjang dalam waktu, menyempit
dalam ruang
menitikberatkan pengkajian peristiwa pada
sejarahnya
bersifat historis atau komparatif
bersifat vertikal
terdapat konsep perbandingan
cakupan kajian lebih luas
1.
2.
3.
4.
5.
6.
contoh berpikir Diakronik
Era Reformasi 1998- sekarang
Ciri-Ciri
Sinkronik
Melebar dalam ruang, menyempit
dalam waktu
cakupan kajiannya pada satu hal
kajiannya sangat sistematis dan
lebih mendalam
1.
2.
3.
Perbedaan Berpikir
Sinkronik & Diakronik
Perubahan Sosial di Yogyakarta
Kata "Yogyakarta" merujuk
pada ruang yang memanjang
Perubahan Sosial dalam Masyarakat
Agraris Madura 1850-1940
Kata "Madura" menunjukkan ruang
yang memadat Rentang waktu "1850-1940"
menunjukkan memanjang dalam waktu

konsep berfikir sejarah