SYI’AH
dari kitab mereka
Oleh:
H. Abdul Somad, Lc., MA.
Curriculum Vitae
N a m a : H. Abdul Somad, Lc., MA.
Pendidikan : S1 Al-Azhar, Mesir.
S2 Dar Al-Hadith, Maroko.
Pengabdian : Komisi Riset MUI Prov.Riau.
Komisi Fatwa MUI Pekanbaru.
Badan Amil Zakat Prov. Riau.
Dosen Uin Suska
Web : www.tafaqquhstreaming.com
Mahasiswa : “Pak, apa pendapat Bapak
tentang Syi’ah?”.
Dosen : “Perbedaan kita dengan Syi’ah
bukanlah perbedaan yang
mendasar, hanya pada masalah-
masalah furu’ saja”.
:‫االختالف‬
‫االصول‬‫الفروع‬ ‫و‬
‫األصول‬‫الفروع‬
Perbedaan Furu’ atau Ushul?
RUKUN IMAN AHLUSSUNNAH
1. Beriman kepada Allah
2. Beriman kepada para malaikat
3. Beriman kepada kitab-kitab
4. Beriman kepada para rasul
5. Beriman kepada hari akhirat
6. Beriman kepada takdir
RUKUN IMAN SYI’AH:
1. Tauhid.
2. Kenabian.
3. Al-Imaman (Beriman kepada Imam 12).
4. Keadilan.
5. Hari kiamat
RUKUN ISLAM AHLUSSUNNAH
1. Syahadat
2. Shalat.
3. Zakat
4. Puasa
5. Haji
RUKUN ISLAM SYI’AH
1. shalat.
2. Puasa.
3. Zakat
4. Khusus (fee 5 % )
5. Haji ke kuburan Husain di Karbala’
6. Amar Ma’ruf Nahi Munkar
7. Jihad fi Sabilillah
TAQIYYAH : ‫تقية‬
Makna Taqiyyah:
‫التقية‬ ‫معىن‬:‫كتمان‬‫من‬ ً‫ا‬‫خوف‬ ‫املنهي‬ ‫تكاب‬‫ر‬‫إ‬ ‫أو‬ ‫الالزم‬ ‫ترك‬ ‫أو‬ ‫احلق‬‫الناس‬
Menyembunyikan kebenaran.
Meninggalkan kewajiban.
Melakukan perbuatan terlarang.
Karena khawatir terhadap orang lain
Tidak mau Taqiyyah = Tidak beragama
‫قال‬ ‫أنه‬ ‫الصادق‬ ‫جعفر‬ ‫عن‬«‫يف‬ ‫الدين‬ ‫أعشار‬ ‫تسعة‬‫التقية‬‫وال‬ ،‫ال‬ ‫ملن‬ ‫دين‬
‫له‬ ‫تقية‬»(‫الكايف‬2/172.)
Dari Imam Ja’far as-Shadiq, ia berkata:
“9/10 agama adalah dalam Taqiyyah.
Tidak ada agama bagi yang tidak mau ber-
taqiyyah”.
(Sumber: al-Kafi, juz.II, hal.172).
Hukum Taqiyyah = WAJIB
‫ي‬ّ‫م‬ُ‫ق‬‫ال‬ ‫قال‬«‫القائم‬ ‫خيرج‬ ‫أن‬ ‫إىل‬ ‫رفعها‬ ‫جيوز‬ ‫ال‬ ‫واجبة‬ ‫والتقية‬[‫الغائب‬ ‫اإلمام‬]
‫اإلما‬ ‫دين‬ ‫ومن‬ ‫تعاىل‬ ‫هللا‬ ‫دين‬ ‫من‬ ‫خرج‬ ‫فقد‬ ‫خروجه‬ ‫قبل‬ ‫كها‬‫تر‬ ‫فمن‬‫وخالف‬ ،‫مية‬
‫واألئمة‬ ‫ورسوله‬ ‫هللا‬»(‫االعتقادات‬114-115)
Imam al-Qummi berkata:
“Taqiyyah itu wajib. Tidak boleh meninggalkan
Taqiyyah hingga Imam al-Qa’im datang. Siapa yang
meninggalkan Taqiyyah sebelum Imam al-Qa’im
keluar, maka ia telah keluar dari agama Allah dan
dari agama para Imam (12) dan telah menentang
Allah, Rasul dan para imam”.
(Sumber: al-I’tiqadat, hal.114-115).
Masalah Ushul (Dasar/Prinsip).
Robb: tidak ada yang setara dengan-Nya
Nabi: ma’shum,
Al-Qur’an: terpelihara dari perubahan
Shahabat: diridhai Allah Swt
Kesimpulannya bahwa kami (Syi’ah) tidak mungkin bersama
dengan mereka (Sunni) dalam satu tuhan, satu nabi dan satu
imam. Karena mereka (Sunni) mengatakan bahwa tuhan
mereka adalah Muhammad nabinya dan Abu Bakar khalifah
setelahnya. Sedangkan kami tidak mengakui tuhan itu dan nabi
itu. Bahkan kami katakan bahwa tuhan yang khalifah nabinya
adalah Abu Bakar bukanlah tuhan kami dan nabi itu juga bukan
nabi kami.
(al-Anwar an-Nu’maniyyah, as-Sayyid Ni’matullah al-Jaza’iri,
juz.II, hal.378).
ALLAH SYI’AH >< ALLAH SUNNI
PELECEHAN NABI
•‫ن‬َ‫ع‬"ّ‫ي‬ِ‫و‬َ‫ر‬ُ‫غ‬‫ال‬ ٍّّ‫ي‬ِ‫ل‬َ‫ع‬",‫يف‬ ِ‫اء‬َ‫م‬َ‫ل‬ُ‫الع‬ َِ‫َكَب‬‫أ‬ ُ‫د‬َ‫َح‬‫أ‬ِ‫ة‬َ‫وز‬َ‫احل‬" :‫ى‬َّ‫ل‬َ‫ص‬ ُّ ِ‫َِّب‬‫ن‬‫ال‬ ِّ‫ن‬‫إ‬َ‫و‬ ِ‫ليه‬َ‫ع‬ ُ‫هللا‬
َ‫ل‬ُ‫خ‬‫د‬َ‫ي‬ ‫َن‬‫أ‬ َّ‫د‬ُ‫الب‬ ،‫ه‬ِ‫آل‬َ‫َّار‬‫ن‬‫ال‬ ُ‫ه‬ُ‫رج‬َ‫ف‬ِ‫ط‬َ‫و‬ ُ‫ه‬َّ‫ن‬َ‫أل‬ِ‫ات‬َ‫ك‬ِ‫ر‬‫ش‬ُ‫امل‬ َ‫عض‬َ‫ب‬ َ‫ئ‬! "ِ‫ب‬ ُ‫د‬‫ي‬ِ‫ر‬ُ‫ي‬َ‫ك‬ِ‫ل‬َ‫ذ‬
َ‫ة‬َ‫فص‬َ‫ح‬َ‫و‬ َ‫ة‬َ‫ش‬ِ‫ائ‬َ‫ع‬ ‫ن‬ِ‫م‬ ُ‫ه‬َ‫اج‬َ‫و‬َ‫ز‬.
Dari Ali al-Ghurawi, salah seorang ulama Hauzah:
“Sesungguhnya Nabi Muhammad Saw mesti masuk
neraka, meskipun hanya zakarnya, karena ia
berhubungan intim dengan perempuan musyrik”.
Maksud perempuan musyrik: Aisyah dan Hafshah
(Sumber: Kasyf al-Asrar wa Tabri’at al-A’immah al-
Ath-har: hal.24-25).
Imam 12 lebih mulia daripada Nabi
"‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلوات‬ ‫تنا‬ّ‫وأئم‬ ‫نا‬ّ‫نبي‬ ‫فضل‬ ‫من‬ ‫هللا‬ ‫رمحه‬ ‫ذكره‬ ‫ما‬ ّ‫ن‬‫أ‬ ‫اعلم‬‫مجيع‬ ‫على‬ ‫م‬
‫املخلوقات‬‫أفضل‬ ‫تنا‬ّ‫أئم‬ ‫كون‬‫و‬‫من‬‫سائر‬‫فيه‬ ‫يرتاب‬ ‫ال‬ ‫الذي‬ ‫هو‬ ‫األنبياء‬‫أخبارهم‬ ‫ع‬ّ‫تتب‬ ‫من‬
ُ‫ت‬ ‫أن‬ ‫من‬ ‫أكثر‬ ‫ذلك‬ ‫يف‬ ‫واألخبار‬ ،‫واليقني‬ ‫اإلذعان‬ ‫وجه‬ ‫على‬ ‫الم‬ّ‫الس‬ ‫عليهم‬‫صى‬..‫وعليه‬
‫باألخبار‬ ‫جاهل‬ ‫إال‬ ‫ذلك‬ ‫يأىب‬ ‫وال‬ ‫ة‬ّ‫اإلمامي‬ ‫عمدة‬"
“Ketahuilah sesungguhnya apa yang telah disebutkan
tentang keutaman nabi kita dan para imam kita terhadap
semua makhluk, dan para imam kita lebih utama
daripada semua nabi-nabi, itu tidak diragukan lagi bahwa
orang yang mengikuti riwayat pada imam dengan yakin.
Riwayat-riwayat tentang itu sangat banyak, tidak
terhitung.
Demikianlah dasar mazhab Imamiyah. Tidak ada yang
menolak itu kecuali orang jahi”.
(Sumber: Bihar al-Anwar, al-Majlisi: juz.26, hal.297-298)
Imam 12 lebih tinggi daripada malaikat, nabi dan rasul
"‫ألئمتنا‬ ‫أن‬ ‫مذهبنا‬ ‫ات‬‫ر‬‫ضرو‬ ‫من‬ ‫إن‬‫مقرب‬ ‫ملك‬ ‫يبلغه‬ ‫ال‬ ً‫ا‬‫مقام‬‫نِب‬ ‫وال‬‫مرسل‬..
‫عنهم‬ ‫ورد‬ ‫وقد‬(‫ع‬)‫نِب‬ ‫وال‬ ‫مقرب‬ ‫ملك‬ ‫يسعها‬ ‫ال‬ ‫حاالت‬ ‫هللا‬ ‫مع‬ ‫لنا‬ ‫أن‬‫مرسل‬"
[‫اإلسالمية‬ ‫احلكومة‬:‫ص‬52.].
Diantara prinsip utama mazhab kami, sesungguhnya
para imam kami memiliki kedudukan, tidak dapat
dicapai malaikat, nabi dan rasul.
Kami juga memiliki suatu kondisi yang tidak dapat
dicapai malaikat, nabi dan rasul”.
(Sumber: al-Hukumah al-Islamiyyah, al-Khumaini:
hal.52).
Al-Furu’ min Al-Kafi,
Imam al-Kulaini,
Dari Abu Ja’far, ia berkata: “Rasulullah
Saw keluar pada hari nahar ke tengah kota
Madinah di atas unta bertelanjang tubuh,
ia melewati para perempuan
KEYAKINAN
TERHADAP
Al-QUR’AN
Mashabih Al-Anwar, As-Sayyid Abdullah
Syibr, hal.295
Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi
Muhammad Saw lebih banyak daripada
al-Qur’an yang ada di tangan kita hari
ini. Banyak yang dibuang daripadanya,
sebagaimana yang ditunjukkan oleh
khabar-khabar yang saling menguatkan
yang hampir sampai mencapai
mutawatir. Sebagaimana yang telah
kami jelaskan dalam kitab kami Mun-yat
al-Muhashshilin fi Haqqiyyat Thariqat al-
Mujtahidin.
Imam Al-Majlisi, Mir’at Al-‘Uqul, juz.12,
hal.525.
Hadits ke-28.
Khabar tersebut shahih. Tidak diragukan lagi
bahwa khabar ini dan khabar-khabar lain yang
shahih menyatakan dengan jelas tentang
kekurangan dan perubahan al-Qur’an.
Menurut saya bahwa khabar-khabar tentang
masalah ini mutawatir secara makna.
Nur Al-Anwar, Ni’matullah al-Jaza’iri,
ْ‫م‬ُ‫ك‬‫ا‬َ‫ن‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ج‬ َ‫ك‬ِ‫ل‬َ‫ذ‬َ‫ك‬َ‫و‬‫ا‬ً‫ط‬َ‫س‬َ‫و‬ ً‫ة‬َّ‫ُم‬‫أ‬
Tidak turun seperti ini, akan tetapi:
ْ‫م‬ُ‫ك‬‫ا‬َ‫ن‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ج‬ َ‫ك‬ِ‫ل‬َ‫ذ‬َ‫ك‬َ‫و‬‫ا‬ً‫ط‬َ‫س‬َ‫و‬ ‫أئمة‬
Ayat ini telah diselewengkan.
Ash-Shadiq ‘Alaihissalam sangat mengingkari qira’at
ini, ia berkata, “Bagaimana mungkin ummat ini
washata, adil dan sebaik-baik ummat, padahal
mereka telah membunuh anak Rasulullah Saw”.
Telah hilang diantara keduanya lebih dari sepertiga
al-Qur’an. Riwayat-riwayat kami mutawatir
menyebutkan telah terjadi penyelewengan dan
hilang sehingga kita tidak dapat
mengingkarinya.
Masyariq asy-Syumus ad-Durriyyah fi
Ahaqqiyyati Madzahib al-Akhbariyyah,
Al-‘Allamah al-Hujjah as-Sayyid Adnan bin as-
Sayyid ‘Alawi Al Abdul-Jabbar al-Musawi al-
Bahrani,
Kesimpulannya, khabar-khabar dari jalur
Ahlibait banyak, meskipun tidak sampai
mutawatir, bahwa al-Qur’an yang ada di tangan
kita sekarang ini bukanlah al-Qur’an yang
sempurna sebagaimana yang diturunkan
kepada Muhammad Saw, akan tetapi berbeda
dari apa yang telah diturunkan Allah, ada yang
diselewengkan, dirubah, sesungguhnya telah
dibuang darinya banyak perkara, diantaranya
adalah nama Ali di banyak tempat, diantaranya
lafaz Al Muhammad (keluarga Muhammad),
diantaranya nama-nama orang munafiq, dan
lain-lain. Tidak berdasarkan susunan yang
diridhai Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana
disebutkan dalam Tafsir Ali bin Ibrahim.
TAFSIR AL-QUR’AN,
Al-Fidh al-Kasani
Saya katakan dari semua khabar-khabar ini dan
khabar lainnya dari beberapa riwayat dari jalur
Ahlibait ‘Alaihimussalam bahwa al-Qur’an yang
ada di tengah-tengah kita sekarang bukanlah al-
Qur’an yang sempurna seperti yang telah
diturunkan kepada Muhammad Saw, akan tetapi
berbeda dari apa yang telah diturunkan Allah
Swt, ada yang dirubah, diselewengkan dan telah
dibuang banyak perkara
al-Ushul min al-Kafi,
al-Kulaini,
al-Husein berkata: sesungguhnya
kami memiliki mushaf Fatimah.
Saya katakana: Apakah mushaf
Fatimah itu?
Ia menjawab: satu mushaf, di
dalamnya seperti Qur’an kamu ini
tiga kali lipat,
Demi Allah satu huruf pun tidak
ada dalam Qur’an kamu
Ayat Kursi Versi Syi’ah
Kitab: Mafatih al-Jinan.
, itu kan dulu …
Ayatullah Ali Sistani (Irak)
Abu al-Qasim al-Khu’i
‫القران‬ ‫تفسير‬ ‫في‬ ‫البيان‬
‫الخوئي‬ ‫القاسم‬ ‫ابو‬
, Itu kan Syi’ah yang di sana …
“al-Qur’an yang ada saat ini sudah tidak orisinil
karena sudah dirubah-rubah oleh sahabat nabi
utamanya Utsman bin Affan. Al-Qur’an yang
diyakini Kyai Tajul Muluk dan pengikutnya juznya
sebanyak tiga kali lipat dari yang dipakai ummat
Islam pada umumnya yang sekarang dipegang
oleh Imam Mahdi yang sedang ghaib”.
Wawancara, Sabtu 30 Desember 2011.
Kantor Kejaksaan Negeri Sampang, Jl.Jaksa
Agung Suprapto No.84 Sampang.
Mir’at al-‘Uqul, 3/331
Khabar-khabar dari jalur khusus dan umum
tentang kekurangan dan perubahan al-Qur’an
itu mutawatir. Akal juga menyatakan bahwa
jika al-Qur’an itu berserakan diantara
manusia, yang mengumpulkannya pula bukan
orang yang ma’shum, menurut adat kebiasaan
tidak mungkin pengumpulannya sempurna
dan sesuai dengan yang sebenarnya. Akan
tetapi tidak diragukan bahwa manusia itu
dibebani agar mengamalkan apa yang ada
dalam al-Qur’an dan membacanya hingga al-
Qa’im muncul. Ini diketahui secara mutawatir
dari jalur Ahlibait dan kebanyakan riwayat-
riwayat, dan bab ini menunjukkan adanya
kekurangan dan perubahan.
KEYAKINAN
TERHADAP
PARA SHAHABAT
Ar-Raudhah min Al-Kafi,
Al-Kulaini,
Abu Ja’far ‘Alaihissalam berkata:
Manusia murtad setelah kematian nabi
Muhammad Saw, kecuali tiga.
Saya katakana: “Siapakah yang tiga orang
itu?”.
Ia menjawab: “Al-Miqdad bin Al-Aswad,
Abu Dzarr dan Salman al-Farisi
Al-Ushul min al-Kafi,
Imam al-Kulaini,
Sesungguhnya penduduk Mekah kafir
kepada Allah Swt secara nyata,
Sesungguhnya penduduk Madinah
lebih kotor daripada penduduk Mekah,
Lebih kotor 70 kali lipat
Al-Ushul min al-Kafi,
Imam al-Kulaini,
Tiga orang yang tidak akan diajak bicara
oleh Allah para hari kiamat,
Tdak akan disucikan, dan bagi mereka
azab yang menyakitkan:
Orang yang menyatakan keimanan dari
Allah, padahal bukan miliknya,
Orang yang mengingkari keimaman dari
Allah,
Orang yang menyatakan bahwa Abu Bakar
dan Umar memiliki bagian dari Islam.
Syi’ah memuliakan makam Abu Lu’lu’ah pembunuh Umar bin Khaththab
Al-Istighatsah, Ali al-Kufi, hal.108
Sesungguhnya Ruqayyah dan Zainab
istri Utsman bukanlah putri Rasulullah
Saw dan tidak pula anak Khadijah istri
Rasulullah Saw.
Al-Kulaini, Kitab: ath-Thalaq, juz.VI, hal.115.
BAB: Perempuan yang suaminya meninggal dunia,
Perempuan itu telah dukhul, dimana ia menjalani
‘iddah?
Apa yang wajib baginya?
1.Humaid bin Ziyad, dari Ibnu Sima’ah, dari
Muhammad bin Ziyad, dari Abdulllah bin Sinan
dan Mu’awiyah bin ‘Amar, dari Abu Abdillah
‘Alaihissalam, ia berkata, “Aku bertanya kepadanya
tentang perempuan yang suaminya meninggal
dunia, apakah ia menjalani ‘iddah di rumahnya?
Atau kemana saja ia mau? Ia menjawab: “Kemana
saja ia pergi”.
Sesungguhnya Ali ‘Alaihissalam, ketika Umar
meninggal, Ali datang kepada Ummu Kultsum,
Ali membawa Ummu Kultsum ke rumah Ali.
791/152 - dari Abdushshamad bin Basyir, dari
Abu Abdillah ‘alaihissalam, ia berkata,
“Tahukah kalian apakah Rasulullah Saw itu
mati atau dibunuh?”. Sesungguhnya Allah Swt
berfirman: “Apakah jika ia mati atau terbunuh,
kamu berbalik ke belakang”. Ia diracun
sebelum mati. Kedua perempuan itu telah
meracunnya (Aisyah dan Hafshah). Kami
katakan: sesungguhnya mereka berdua dan
bapak mereka berdua (Abu Bakar dan Umar)
adalah seburuk-buruk makhluk yang
diciptakan Allah Swt”.
(Tafsir al-’Ayyasyi, juz.1, hal.342).
Dikutip dari al-Kafi dan Bihar al-Anwar).
Bihar al-Anwar,
Al-Majlisi
Abu Ja’far ‘Alaihissalam berkata,
Jika al-Qa’im telah datang, maka Aisyah akan
dikembalikan kepadanya hingga ia
menjatuhkan hukuman hudud kepada
Aisyah, hingga ia menuntut balas untuk
Fatimah terhadap Aisyah
Tafsir Al-’Ayyasyi:
ََ‫ل‬ْ‫ز‬َ‫غ‬ ْ‫ت‬َ‫ض‬َ‫ق‬َ‫ن‬ ِ‫ِت‬َّ‫ل‬‫ا‬َ‫ك‬‫وا‬ُ‫ن‬‫و‬ُ‫ك‬َ‫ت‬ َ‫ال‬َ‫و‬َ‫ك‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ ٍّ‫ة‬َّ‫و‬ُ‫ق‬ ِ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ا‬‫ا‬ًً‫ا‬
Aisyah yang telah melepas
imannya
Rijal al-Kissyi,
Amirul-Mukminin Ali ‘Alaihissalam
berkata:
Ya Allah, laknatlah dua anak fulan dan
butakanlah mata mereka sebagaimana
engkau telah membutakan hati mereka,
jadikan butanya mata mereka sebagai
bukti bahwa hati mereka telah buta.
Footnote:
yang dimaksud dengan dua anak fulan
adalah Abdullah bin Abbas dan
Ubaidillah bin Abbas
Apakah Syi’ah Indonesia mencaci maki
shahabat nabi?
• Abu Bakar Munafiq
• Umar arogan.
• Utsman hedonis.
• Abu Bakar dan Umar adalah Iblis.
Dalam buku “KECUALI ALI”.
Penerbit al-Huda, Jakarta.
Cetakan Pertama: Juli 2009.
• Aisyah biang fitnah.
• Aisyah licik dan pembohong.
• Abu Hurairah pemalsu hadits.
• Abu Hurairah Yahudi pura-pura masuk Islam.
Buku “ANTOLOGI ISLAM”.
Penerbit al-Huda Jakarta.
Cetakan pertama Januari 2005.
• Laknat Syi’ah terhadap Abu Bakar
• Abu Bakar dan Umar pelaku bid’ah.
Buku “THE SHI’A”.
Penerbit Lentera Jakarta.
Cetakan pertama Maret 2008
• Laknat Syi’ah terhadap Abu Bakar
• Abu Bakar dan Umar pelaku bid’ah.
Buku “40 MASALAH SYI’AH”.
Penulis :Emilia Renita.
Editor: Jalaluddin Rakhmat
Penerbit IJABI (Ikatan Jamaah Ahli Bait Indonesia)
Hal.194: Abu Bakr la
(laknatullah ‘alaihi: Allah melaknatnya).
• Aisyah berdusta
• Manipulasi nama tempat dalam hadits.
Buku
Al-Mustafa Pengantar Studi Kritis Tarikh Nabi
Saw.
Penulis: Jalaluddin Rakhmat.
Penerbit: Muthahhari Press
Cetakan Pertama Juni 2002
Mengapa mesti sujud ke
turbah Karbala’?
Nur fi Kaifiyyati Raj’atihi,
Wahai Mufadhdhal, sesungguhnya bagian
permukaan bumi saling membanggakan
diri, maka Ka’bah membanggakan diri
kepada Karbala. Maka Allah mewahyukan
kepadanya, “Diamlah wahai Ka’bah,
janganlah engkau menyombongkan diri
terhadap Karbala’, karena sesungguhnya
Karbala itu permukaan bumi yang
diagungkan. Di sanalah Allah berfirman
kepada Musa, “Aku lah Allah”.
Di Karbala tempat lahirnya al-Masih dan
ibunya saat melahirkannya.
Karbala’ tempat membasuh kepala Al-
Husein,
Karbala’ tempat mi’raj Muhammad Saw.
Tanah Makam Husain = Obat
‫عبدهللا‬ ‫أيب‬ ‫عن‬?‫قال‬:›‫كل‬‫من‬ ‫الشفاء‬ ‫احلسني‬ ‫قَب‬ ‫طني‬ ‫يف‬‫داء‬,‫وهو‬
‫األكَب‬ ‫الدواء‬
“Tanah makam Husain adalah penyembuh
terhadap semua penyakit. Itulah penyembuh
yang maha besar”.
(Sumber:
‫ص‬ ‫للمفيد‬ ‫ار‬‫ز‬‫الم‬ ‫كتاب‬125‫و‬143,‫ج‬ ‫الفقيه‬ ‫ه‬‫ر‬‫يحض‬ ‫ال‬ ‫ومن‬2/599,‫ج‬ ‫األحكام‬ ‫وتهذيب‬6/74,
‫ج‬ ‫الشيعة‬ ‫ووسائل‬14/524,‫ج‬ ‫ي‬‫للنيشابور‬ ‫اعظين‬‫و‬‫ال‬ ‫وروضة‬2/411,‫ص‬ ‫ات‬‫ر‬‫يا‬‫ز‬‫ال‬ ‫وكامل‬275,
‫ص‬ ‫للطبرسي‬ ‫األخالق‬ ‫ومكارم‬167.
Sujud ke Tanah Makam Husain
‫ع‬ ‫الصادق‬ ‫قال‬:
‫طني‬ ‫على‬ ‫السجود‬‫ع‬ ‫احلسني‬ ‫قَب‬,‫السابعة‬ ‫األرض‬ ‫إىل‬ ‫نور‬ُ‫ي‬
“Sujud ke tanah makan Husain menerangi
hingga bumi lapisan ke tujuh”.
Sumber: [ ‫ج‬ ‫العاملي‬ ‫للحر‬ ‫الشيعة‬ ‫وسائل‬5/365,‫ج‬ ‫القمي‬ ‫بابويه‬ ‫البن‬ ‫الفقيه‬ ‫ه‬‫يحضر‬ ‫ال‬ ‫ومن‬1/268. ]
Buka Puasa Dengan Tanah Makam Husain
‫وغريه‬ ‫الصائم‬ ‫عليه‬ ‫يفطر‬ ‫ما‬ ‫أفضل‬,‫ع‬ ‫احلسني‬ ‫قَب‬ ‫طني‬
“Yang paling afdhal untuk buka puasa adalah
tanah makam Husain”.
• Sumber: [ ‫ج‬ ‫ار‬‫و‬‫األن‬ ‫بحار‬88/132. ]
Tanah makam Husain Untuk Anak Yang Baru Lahir
‫ع‬ ‫احلسني‬ ‫بة‬‫رت‬‫ب‬ ‫أوالدكم‬ ‫حنكوا‬,‫أمان‬ ‫فإهنا‬
“Berikanlah makanan pertama pada anak-anak
kamu yang baru lahir itu tanah makam Husain.
Karena sesungguhnya ia aman”.
• Sumber: ‫ص‬ ‫للمفيد‬ ‫ار‬‫ز‬‫الم‬ ‫كتاب‬144.
Menyiksa Diri Demi Husain
Perhatikan gamba Kiri dan Kanan !
FANATISME BUTA
Terhadap ALI
‘Ilal asy-Syara’I’,
Imam ash-Shaduq,
Ali memiliki kuasa memasukkan orang ke
surga dan ke neraka
Al-Ikhtishah,
Syekh Al-Mufid,
Abdullah bin Mas’ud berkata, “Saya
datang kepada Fatimah, saya
katakana kepadanya, “Mana
suamimu?”.
Fatimah menjawab, “Jibril
membawanya ke langit”.
Abdullah bin Mas’ud: “Untuk apa?”.
Fatimah: “Ada beberapa malaikat
bertengkar tentang sesuatu. Mereka
bertanya hukumnya kepada
manusia. Allah mewahyukan kepada
mereka agar memilih. Mereka
memilih Ali bin Abi Thalib”.
‘Ilal asy-Syara’I’,
Imam ash-Shaduq,
Nabi Muhammad Saw bersabda:
Wahai Ali, sesungguhnya Allah
membebankan kepadaku dosa-dosa
syi’ahmu, kemudian Ia mengampuninya
untukku itulah makna firman Allah Swt:
surat al-Fath ayat 2
“Tolonglah kami wahai Ali”.
Nyamuk = Ali.
Di atasnya = Rasulullah Saw.
Madinat al-Ma’ajiz,
Jabir bin Yazid al-Ju’fi berkata: “Aku
melihat tuanku al-Baqir ‘alaihissalam
membuat gajah dari tanah, lalu ia
menunggangnya, ia terbang di angin
hingga pergi ke Mekah dan kembali
lagi. Aku tidak percaya, hingga aku
berjumpa dengan al-Baqir, aku
katakana kepadanya, “Jabir berkata
kepadaku tentang engkau anu dan
anu”. Lalu al-Baqir membuat seperti
itu, ia menunggangnya dan
membawaku bersamanya ke Mekah,
lalu mengembalikanku”.
IMAN KEPADA IMAM ADALAH RUKUN IMAN
1. Imam Ali bin Abi Thalib (w.41H/661M).
2. Imam al-Hasan bin Ali (w.49H/669M).
3. Imam al-Husain (61H/680M).
4. Imam Ali bin al-Husain Zainal Abidin (w.94H/712M).
5. Imam Muhammad bin Ali al-Baqir (w.113H/731M).
6. Imam Ja’far bin Muhammad ash-Shadiq
(w.146H/765M).
7. Imam Musa bin Ja’far al-Kazhim (128-203H).
8. Imam Ali bin Musa ar-Ridha (w.203H/818M).
9. Imam Muhammad bin Ali al-Jawwad
(w.221H/835M).
10. Imam Ali bin Muhammad al-Hadi (w.254H/868M).
11. Imam al-Hasan bin Ali al-‘Askari (w.261H/874M).
12. Imam Muhammad bin al-Hasan al-Mahdi al-
Munthazhar (w.265H/878M)
Imam Lebih daripada Malaikat, Nabi dan Rasul
•"‫أن‬ ‫مذهبنا‬ ‫ات‬‫ر‬‫ضرو‬ ‫من‬ ‫إن‬
‫ألئمتنا‬‫يبلغه‬ ‫ال‬ ً‫ا‬‫مقام‬‫م‬‫لك‬
‫مرسل‬ ‫نِب‬ ‫وال‬ ‫مقرب‬..‫وقد‬
‫عنهم‬ ‫ورد‬(‫ع‬)‫هللا‬ ‫مع‬ ‫لنا‬ ‫أن‬
‫مقرب‬ ‫ملك‬ ‫يسعها‬ ‫ال‬ ‫حاالت‬
‫مرسل‬ ‫نِب‬ ‫وال‬[ "‫احلكومة‬
‫اإلسالمية‬:‫ص‬52.].
“Diantara prinsip utama mazhab kami,
Sesungguhnya para imam kami itu
memiliki kedudukan yang tidak dapat
dicapai oleh malaikat, nabi dan rasul”.
“Sesungguhnya kami (ulama Syi’ah)
memiliki kondisi bersama Allah yang tidak
dicapai malaikat, nabi dan rasul”.
(Sumber: al-Hukumah al-Islamiyyah, Imam
al-Khumaini: hal.52).
Tidak percaya Imam = KAFIR
‫الصادق‬ ‫جعفر‬ ‫عن‬ ‫الكليين‬ ‫روى‬‫أنه‬‫قال‬" :ً‫مؤمن‬ ‫العبد‬ ‫يكون‬ ‫ال‬‫يعلم‬ ‫حىت‬ ‫ا‬
‫زمانه‬ ‫وإمام‬ ‫كلهم‬‫واألئمة‬ ‫ورسوله‬ ‫هللا‬. "‫الكايف‬ ‫أصول‬(1/108)
Imam al-Kulaini meriwayatkan dari Imam Ja’far
as-Shadiq, ia berkata:
“Seorang hamba tidak dianggap beriman hingga
ia mengetahui Allah, Rasul-Nya, semua imam
dan imam pada zamannya”.
(Sumber: Ushul al-Kafi: juz.I, hal.108).
Menanamkan:
RASISME
RADIKALISME
Syi’ah = Tidak diganggu setan.
Non-Syi’ah = diganggu setan.
Ar-Raudhah min Al-Kafi,
Al-Kulaini,
Semua manusia adalah anak-
anak wanita tuna susila,
kecuali Syi’ah kita
Bihar al-Anwar,
Al-Majlisi,
Sesungguhnya Allah Swt memulai
pandangan kepada para peziarah makam
Husein bin Ali pada petang hari Arafah.
Ali bin Asbath berkata: “Sebelum Allah
memandang kepada orang yang wukuf di
Arafah?”.
Ia menjawab: Ya.
Saya katakan: Mengapa bisa begitu?
Imam Al-Husein berkata: “Karena pada
mereka di Arafah ada anak-anak zina
(kaum Sunni),
sedangkan pada para peziarah makam
Husein tidak ada anak-anak zina
Zhulmah fi Ahwal ash-Shufiyyah wa an-
Nawashib: juz.II, hal.307.
para imam (syi’ah) dan para ulama khusus
diantara mereka menggunakan kata an-Nashibi
(musuh Syi’ah) terhadap imam Abu Hanifah dan
yang seperti dia.
Kedua, mereka (nashibi) boleh dibunuh dan harta
mereka halal. Saya telah mengetahui bahwa
mayoritas ulama sy’iah menyebut demikian
terhadap nashibi. Itulah makna khusus dalam bab
thaharah dan najasah (najis), hukumnya menurut
mereka sama seperti orang kafir harbi (boleh
diperangi) dalam semua hukum.
Saya katakan kepada Abu Abdillah ‘alaihissalam,
“Apa pendapatmu tentang nashibi”. Ia menjawab:
“Darahnya halal, tapi saya sarankan kepadamu,
jika engkau mampu membuatkan tembok atau
engkau masukkan ke dalam air agar engkau tidak
melihatnya (mati), maka lakukanlah”.
FATWA TIDAK LAYAK
Karena Referensi Tidak Layak
FATWA IMAM KHUMAINI
Dalam Kitab Tahrir Al-Wasilah:
Masalah 12 – tidak boleh
berhubungan kelamin dengan istri
sebelum sempurna 9 tahun, apakah
pernikahan kekal atau nikah mut’ah.
Adapun semua bentuk kenikmatan
seperti sentuhan dengan syahwat,
pelukan, meletakkan kemaluan di
celah paha, maka boleh, bahkan pada
bayi yang masih menyusui.
(Tahrir al-Wasilah, juz.2, hal.216).
NIKAH MUT’AH
(Nikah Kontrak)
‫الصادق‬ ‫عن‬ ‫الصدوق‬ ‫وروى‬-
‫السالم‬ ‫عليه‬-‫قال‬:
(‫ف‬ ‫آبائي‬ ‫ودين‬ ‫ديين‬ ‫املتعة‬ ‫إن‬‫من‬
‫أنك‬ ‫ومن‬ ،‫بديننا‬ ‫عمل‬ ‫هبا‬ ‫عمل‬‫رها‬
‫دي‬ ‫بغري‬ ‫واعتقد‬ ،‫ديننا‬ ‫أنكر‬‫ننا‬)
(‫الفقيه‬ ‫حيضره‬ ‫ال‬ ‫من‬3/366)
Imam as-Shaduq meriwayatkan dari
Imam Ja’far as-Shadiq, ia berkata:
“Sesungguhnya nikah Mut’ah adalah
agamaku dan agama nenek moyangku.
Siapa yang mengamalkannya, maka ia
telah mengamalkan agama kami. Siapa
yang mengingkarinya maka ia telah
mengingkari agama kami dan beraqidah
dengan selain agama kami”.
(Sumber: Man La Yahdhuruhu al-Faqih,
juz.III, hal.366).
Keutamaan Nikah Mut’ah
‫علي‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬ ‫النِب‬ ‫وقال‬‫وآله‬ ‫ه‬:
(‫متتع‬ ‫من‬‫اجلب‬ ‫سخط‬ ‫أمن‬ ‫مرة‬،‫ار‬
‫األ‬ ‫مع‬ ‫حشر‬ ‫تني‬‫ر‬‫م‬ ‫متتع‬ ‫ومن‬،‫ار‬‫ر‬‫ب‬
‫امحين‬‫ز‬ ‫ات‬‫ر‬‫م‬ ‫ًالث‬ ‫متتع‬ ‫ومن‬‫يف‬
‫اجلنان‬)
(‫الفقيه‬ ‫حيضره‬ ‫ال‬ ‫من‬3/366)،
Rasulullah Saw bersabda:
“Siapa yang nikah Mut’ah satu kali,
maka aman dari murka Allah.
Siapa yang nikah Mut’ah dua kali,
dibangkitkan pada hari kiamat bersama
para orang-orang sholeh.
Siapa yang nikah Mut’ah tiga kami, ia
akan berdesak-desakan denganku di
dalam surga”.
(Sumber: Man La Yahdhuruhu al-Faqih:
juz.III, hal.366).
Nikah Mut’ah 4 Kali = Nabi
•‫الكاش‬ ‫هللا‬ ‫فتح‬ ‫السيد‬ ‫وروى‬‫يف‬ ‫اين‬
‫عن‬ ‫الصادقني‬ ‫منهج‬ ‫تفسري‬‫النِب‬
‫ق‬ ‫أنه‬ ‫وآله‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬‫ال‬:‫من‬
‫متتع‬‫كدرج‬‫درجته‬ ‫كانت‬‫مرة‬‫ة‬
‫احلسني‬-‫السالم‬ ‫عليه‬-‫و‬ ،‫من‬
‫كدرج‬‫فدرجته‬ ‫تني‬‫ر‬‫م‬ ‫متتع‬‫احلسن‬ ‫ة‬
-‫السالم‬ ‫عليه‬-‫متتع‬ ‫ومن‬ ،
‫كدر‬‫درجته‬ ‫كانت‬‫ات‬‫ر‬‫م‬ ‫ًالث‬‫جة‬
‫طالب‬ ‫أيب‬ ‫بن‬ ‫علي‬-‫عليه‬
‫السالم‬-‫متتع‬ ‫ومن‬‫بع‬‫ر‬‫أ‬‫فد‬‫رجته‬
‫كدرجِت‬.)
As-Sayyid Fathullah al-Kasyani
meriwayatkan dalam Tafsir Manhaj as-
Shadiqin, dari Rasulullah Saw:
“Siapa yang nikah Mut’ah satu kali,
derajatnya sama seperti al-Husain.
Siapa yang nikah Mut’ah dua kali,
derajatnya sama seperti al-Hasan.
Siapa yang nikah Mut’ah tiga kali,
derajatnya sama seperti Ali.
Siapa yang nikah Mut’ah empat kali,
Derajatnya sama sepertiku”.
(Sumber: Tafsir Manhaj as-Shadiqin:
Juz.II, hal.493).
Masalah ke-18:
Boleh nikah mut’ah dengan wanita
pelaku zina,
meskipun makruh,
khususunya jika ia PSK/WTS,
Dan terkenal berzina,
Jika ia melakukannya,
Hendaklah ia melarang wanita itu
berbuat kejahatan
Peringatan:
Merokok dapat menyebabkan
impotensi dan gangguan kehamilan
Mustadrak al-Wasa’il,
Ath-Thabrusi,
BAB: TIDAK HARAM NIKAH MUT’AH
DENGAN PEZINA, MESKIPUN IA TERUS
BERZINA.
Dari Abi Abdillah (Al-Husein)
‘Alaihissalam,
Tentang perempuan cantik yang engkau
lihat di jalan, tidak diketahui apakah ia
mempunyai suami atau ia seorang WTS.
Al-Husein berkata: “Itu tidak penting
bagimu,
yang penting engkau beri ia mahar
(mut’ah)”.
Jika seseorang nikah mut’ah, ia tidak
berbicara dengan wanita itu, maka
dituliskan untuknya satu kebaikan.
Jika ia tidak mengulurkan tangannya, maka
dituliskan untuknya satu kebaikan.
Jika ia mendekatinya, maka Allah
mengampuni dosanya.
Jika ia mandi (junub), maka Allah
mengampuninya sebanyak aliran air yang
mengalir di rambutnya dan sejumlah
rambutnya.
Rasulullah Saw bersabda, “Jibril telah
menemuiku dan berkata: “Wahai
Muhammad, sesungguhnya Allah telah
berfirman: “Sesungguhnya Aku telah
mengampuni orang-orang yang nikah
mut’ah dari ummatmu”.
1843 – 51
Dari Abu Abdillah Al-Husein
‘Alaihissalam, ia berkata:
Apabila seorang laki-laki menyetubuhi
istrinya di dubur,
ketika itu istrinya sedang puasa,
maka puasanya tidak batal
dan suaminya tidak perlu mandi wajib
Mustadrak al-Wasa’il,
Imam ath-Thusi,
‘Uqbah : apakah orang yang nikah mut’ah dapat
pahala?
Imam Al-Baqir ‘Alaihissalam: jika ia melakukan itu
karena Allah, berbeda dengan si fulan,
Jika ia berbicara satu kata, maka Allah menuliskan
satu kebaikan untuknya,
Jika ia mendekati wanita itu, maka Allah
mengampuni dosanya.
Jika ia mandi, maka Allah mengampuni dosanya
sebanyak air yang melewati rambutnya.
‘Uqbah: sebanyak jumlah rambut?
Imam Al-Baqir ‘Alaihissalam: ya, sebanyak
jumlah rambutnya
SYI’AH DISINI TIDAK MUT’AH ?!
“Saudara Alimullah guru ngaji kawin dengan
Umul Quro santri dari Alimullah”.
Wawancara, Sabtu 30 Desember 2011.
Kantor Kejaksaan Negeri Sampang, Jl.Jaksa
Agung Suprapto No.84 Sampang.
INFO MUT’AH TERKINI
Demi menciptakan iklim spiritual yang nyaman …
Mut’ah 5 jam : 50.000 Tuman (50 Dollar).
Mut’ah 1 hari : 75.000 Tuman (75 Dollar).
Mut’ah 2 hari : 100.000 Tuman (100 Dollar).
Mut’ah 3 hari : 150.000 Tuman (150 Dollar).
Mut’ah 4 s/d 10 hari 300.000 Tuman (300 Dollar).
Lokasi: Astan Quds Ridhawi (Mashad, Iran).
(Catatan: bagi akhawat yang pertama kali melakukan mut’ah
dibayar 150.000 Tuman sebagai ganti keperawanan).
Diterjemahkan oleh: Muhammad Ihsan Zainuddin
http://www.aansar.com/news.php?action=show&id=1775
eramuslim>dunia
Tidak Ada Permusuhan
Antara Ahlulbait
Dengan para khalifah
Adakah Permusuhan
Antara Khalifah
Dari Mana Syi’ah Datang?
Firaq asy-Syi’ah,
Al-Hasan bin Musa an-Naubakhti
Sa’ad bin Abdillah al-Qummi
(Ulama Syi’ah Abad ke-3 Hijrah).
Disebutkan oleh jamaah dari para
ulama dari para shahabat ali
(bergaris bawah dibuang dalam
terbitan syi’ah) bahwa Abdullah bin
Saba’ adalah seorang Yahudi,
kemudian masuk Islam, ia
berkomitmen menjadi pengikut Ali,
Abdullah bin Saba’
Bukan Mitos
Bukan buatan Ahlussunnah
Ikhtiyar Ma’rifat ar-Rijal,
Imam ath-Thusi,
Dari Abu Ja’far Alaihissalam:
Ali bin Abi Thalib membakar Abdullah bin Saba’
Status Referensi
AHLUSSUNNAH
Shahih Al-Bukhari
Muhammad bin Isma’il
Al-Bukhari (w.256H).
SYI’AH
Al-Kafi
Muhammad bin Ya’qub al-
Kulaini (w.329H).
‫أن‬‫الشيعة‬‫وجود‬ ‫يزعمون‬(16199)‫ألفا‬ ‫عشر‬ ‫ستة‬
‫وتسع‬ ‫ومائة‬‫رواية‬ ‫وتسعون‬‫الكافي‬ ‫في‬.
Syi’ah menyatakan ada
16199 hadits dalam Al-Kafi
Shahih al-Bukhari hanya
berisi 7275 hadits,
4000 hadits tanpa
pengulangan
‫عنوان‬ ‫تحت‬(‫الكليني‬ ‫حال‬ ‫شرح‬)‫المصطفوي‬ ‫يقول‬:
‫وفاته‬ ‫تاريخ‬ ‫أن‬ ‫اال‬ ‫معروف‬ ‫غير‬ ‫الكليني‬ ‫ميالد‬ ‫تاريخ‬
328‫أو‬319‫المهدي‬ ‫بسفراء‬ ‫التقى‬ ‫قد‬ ‫و‬ ‫هجرية‬(‫ع‬)-
‫الخاص‬ ‫النواب‬ ‫أي‬-‫األخبار‬ ‫و‬ ‫األحاديث‬ ‫منه‬ ‫أخذوا‬ ‫و‬
‫مباشرة‬
Imam al-Kulaini telah bertemu
dengan para utusan Imam
Mahdi, ia meriwayatkan
langsung dari mereka
Imam al-Bukhari hanya
meriwayatkan hadits dari
manusia biasa.
Biografi Al-Kulaini
Nama : Abu Ja’far Muhammad bin Ya’qub
bin Ishaq al-Kulaini.
Tempat Lahir:
Desa Kulain, 38KM dari kota Ray, selatan
Teheran.
Wafat:
sya’ban 329H, dimakamkan di Baghdad.
(Sumber: A’yan asy-Syi’ah: juz.10, hal.99).
Pujian Ulama Syi’ah Terhadap kitab
Al-Kafi:
‫الم‬ ‫الكتاب‬ ‫صاحب‬ ‫الدين‬ ‫شرف‬ ‫الحسين‬ ‫عبد‬ ‫وقال‬‫لفق‬(
‫المراجعات‬)‫نص‬ ‫ما‬ ‫الرافضة‬ ‫مراجع‬ ‫عن‬ ‫يتكلم‬ ‫وهو‬‫ه‬:
(‫مرج‬ ‫هي‬ ‫التي‬ ، ‫األربعة‬ ‫الكتب‬ ‫منها‬ ‫جمع‬ ‫ما‬ ‫وأحسن‬‫ع‬
‫إلى‬ ‫األول‬ ‫الصدر‬ ‫من‬ ‫وفروعهم‬ ‫أصولهم‬ ‫في‬ ‫اإلمامية‬
‫وهي‬ ‫الزمان‬ ‫هذا‬:، ‫والتهذيب‬ ، ‫الكافي‬
‫و‬ ، ‫الفقيه‬ ‫يحضره‬ ‫ال‬ ‫ومن‬ ، ‫واإلستبصار‬‫هي‬
‫بصحتها‬ ‫مقطوع‬ ‫ومضامينها‬ ‫متواترة‬
‫وأحسنها‬ ‫وأعظمها‬ ‫أقدمها‬ ‫والكافي‬
‫وأتقنها‬) .‫ص‬ ‫المراجعات‬370‫مراجعة‬ ،
‫رقم‬(110).
Abdul Husein Syarafuddin:
Kitab terbaik yang pernah
dikumpulkan diantara empat kitab
yang merupakan referensi utama
Syi’ah dalam hal Ushul dan Furu’,
dari sejak generasi awal hingga
zaman ini, yaitu:
• Kitab Al-Kafi,
• Kitab at-Tahdzib.
• Kitab al-Istibshar.
• Kitab Man La Yahdhuruhu al-
Faqih.
Mutawatir dan isi kandungannya
dijamin keshahihannya. Kitab al-Kafi
terdepan, terbesar, terbaik dan
terbagus.
(Sumber: al-Muraja’at, hal.370,
no.110).
‫الطبرسي‬ ‫وقال‬( :‫األربعة‬ ‫الكتب‬ ‫بين‬ ‫الكافي‬
‫استغن‬ ‫المنصف‬ ‫تأمل‬ ‫وإذا‬ ‫النجوم‬ ‫بين‬ ‫كالشمس‬‫ى‬
‫فيه‬ ‫المودعة‬ ‫السند‬ ‫رجال‬ ‫آحاد‬ ‫حال‬ ‫مالحظة‬ ‫عن‬
‫االطمئنان‬ ‫له‬ ‫ويحصل‬ ‫الوثوق‬ ‫وتورثه‬
‫وصحتها‬ ‫وثبوتها‬ ‫بصدورها‬. )‫مستدرك‬
‫الوسائل‬(3/532 ) .
Ath-Thabrusi:
Kitab al-Kafi diantara empat kitab induk
seperti matahari diantara bintang-
bintang. Jika orang yang netral mau
merenung memperhatikan kondisi para
perawinya pastilah akan merasa yakin,
tenang dan mengetahui keshahihannya.
(Sumber: Mustadrak al-Wasa’il: 3/532).
‫الطهراني‬ ‫بزرك‬ ‫آغا‬( :‫األربعة‬ ‫الكتب‬ ‫أجل‬ ‫هو‬
‫في‬ ‫مثله‬ ‫يكتب‬ ‫لم‬ ، ‫عليها‬ ‫المعتمدة‬ ‫األصول‬
‫بن‬ ‫محمد‬ ‫اإلسالم‬ ‫لثقة‬ ، ‫الرسول‬ ‫آل‬ ‫من‬ ‫المنقول‬
‫س‬ ‫المتوفى‬ ‫الرازي‬ ‫الكليني‬ ‫إسحاق‬ ‫بن‬ ‫يعقوب‬‫نة‬
328‫هـ‬. )‫الشيعة‬ ‫تصانيف‬ ‫إلى‬ ‫الذريعة‬ ( 17
/ 245 ) .
Agha Bazrak ath-Thahrani:
Kitab al-Kafi adalah kitab termulia
diantara empat kitab induk pedoman
Syi’ah. Tidak pernah ada kitab yang
ditulis seperti itu yang diriwayatkan dari
keluarga Rasulullah Saw, karya Tsiqat
(terpercaya) Islam, al-Kulaini w.328H.
(sumber: adz-Dzari’ah ila Tashanif asy-
Syi’ah: 17/245).
Kedudukan Al-Kulaini
Isi Kitab Al-Kafi
‫في‬ ‫ب‬ َّ‫وبو‬(1/260)‫بعنوان‬ ً‫ا‬‫باب‬" :‫األئمة‬ ‫أن‬ ‫باب‬
‫ال‬ ‫وأنه‬ ، ‫يكون‬ ‫وما‬ ، ‫كان‬ ‫ما‬ ‫علم‬ ‫يعلمون‬ ‫السالم‬ ‫عليهم‬
‫شيء‬ ‫عليهم‬ ‫يخفى‬. "
‫قال‬ ‫هللا‬ ‫عبد‬ ‫أبي‬ ‫عن‬ ‫فيه‬ ‫وروى‬:‫في‬ ‫ما‬ ‫أعلم‬ ‫إني‬
‫والنار‬ ‫الجنة‬ ‫في‬ ‫ما‬ ‫وأعلم‬ ، ‫األرض‬ ‫في‬ ‫وما‬ ، ‫السموات‬
‫يكون‬ ‫وما‬ ، ‫كان‬ ‫ما‬ ‫وأعلم‬ ،. "
Bab: Para Imam ‘Alaihissalam
mengetahui apa yang telah terjadi, apa
yang akan terjadi, tidak ada yang
tersembunyi bagi imam.
Diriwayatkan ari Abu Abdillah (Al-
Husein), ia berkata:
“Sesungguhnya aku mengetahui apa
yang ada di langit, di dalam bumi, aku
mengetahui apa yang ada di dalam
surga dan neraka, aku mengetahui apa
yang telah terjadi dan apa yang akan
terjadi”.
(Al-Kafi: 1/260).
(1/407–410)‫بعنوان‬ ً‫ا‬‫باب‬" :‫أن‬ ‫باب‬
‫لإلمام‬ ‫كلها‬ ‫األرض‬. "
‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫عبد‬ ‫أبي‬ ‫عن‬ ‫بصير‬ ‫أبي‬ ‫عن‬ ‫فيه‬ ‫وروى‬
‫السالم‬–‫أي‬:‫الصادق‬ ‫جعفر‬-‫قال‬" :َ‫علمت‬ ‫أما‬
‫لإلمام‬ ‫واآلخرة‬ ‫الدنيا‬ ‫أن‬!‫يشاء‬ ‫حيث‬ ‫يضعها‬!
‫؟‬ ‫يشاء‬ ‫من‬ ‫إلى‬ ‫ويدفعها‬. " !
Bab: Seluruh bumi milik imam.
Diriwayatkan dari Abu Bashir dari Abu
Abdillah (Al-Husein), Imam Ja’far ash-
Shadiq berkata: “Apakah engkau tidak
mengetahui bahwa dunia dan akhirat milik
imam, ia meletakkannya sesuai
kehendaknya dan memberikan kepada
siapa yang ia kehendaki.
(al-Kafi: 1/407).
Sesungguhnya ziarah ke makam Husein
sama dengan 20 kali haji. Lebih afdhal
daripada 20 kali haji dan umrah.
(Furu’ Al-Kafi, hal.59).
‫وفي‬"‫الكافي‬ ‫فروع‬( "‫ص‬59" : )‫زيارة‬ ‫إن‬
‫من‬ ‫وأفضل‬ ، ‫حجة‬ ‫عشرين‬ ‫تعدل‬ ‫الحسين‬ ‫قبر‬
‫وحجة‬ ‫عمرة‬ ‫عشرين‬. "
Ibu susu pertama nabi
‫هللا‬ ‫عبد‬ ‫أبي‬ ‫عن‬ ‫بصير‬ ‫أبي‬ ‫عن‬-‫السالم‬ ‫عليه‬-‫ق‬‫ال‬:‫لما‬
‫له‬ ‫ليس‬ ‫أياما‬ ‫مكث‬ ‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬ ‫النبي‬ ‫ولد‬،‫لبن‬
‫لبن‬ ‫هللا‬ ‫فأنزل‬ ،‫نفسه‬ ‫ثدي‬ ‫على‬ ‫طالب‬ ‫أبو‬ ‫فألقاه‬‫منه‬ ‫فرضع‬ ‫ا‬
‫فدف‬ ‫السعدية‬ ‫حليمة‬ ‫على‬ ‫طالب‬ ‫أبو‬ ‫وقع‬ ‫حتى‬ ‫أياما‬‫إليها‬ ‫عه‬
[‫ج‬ ‫الكافي‬1/448].
Dari Abu Bashir, dari Abu Abdillah (Al-
Husein) ‘Alaihissalam, ia berkata:
Ketika Rasulullah Saw lahir, beberapa
hari tidak ada air susu, maka Abu Thalib
memberikan susunya, maka Allah
menurunkan susu, lalu Rasulullah Saw
menyusu dari susu Abu Thalib beberapa
hari Abu Thalib menyerahkannya kepada
Halima’ as-Sa’diyah.
(Al-Kafi: 1/448).
Iblis membai’at Abu Bakar
‫و‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬ ‫هللا‬ ‫رسول‬ ‫وفاة‬ ‫بعد‬‫سلم‬
‫في‬ ‫بكر‬ ‫ألبي‬ ‫البيعة‬ ‫تقررت‬ ‫وحين‬‫سقيفة‬
‫إلى‬ ‫بكر‬ ‫أبي‬ ‫وصول‬ ‫وبعد‬ ‫ساعدة‬ ‫بني‬
‫هللا‬ ‫رسول‬ ‫منبر‬ ‫واعتلى‬ ‫النبوي‬ ‫المسجد‬
‫يب‬ ‫الناس‬ ‫وبدأ‬ ‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬،‫ايعونه‬
‫ذهب‬ ‫المنظر‬ ‫هذا‬ ‫الفارسي‬ ‫سلمان‬ ‫ورأى‬
‫باألمر‬ ‫وأبلغه‬ ‫عنه‬ ‫هللا‬ ‫رضي‬ ‫علي‬ ‫إلى‬
‫الفارسي‬ ‫سلمان‬ ‫علي‬ ‫فسأل‬:‫من‬ ‫أتعرف‬
‫ي‬ ‫في‬ ‫يده‬ ‫ووضع‬ ‫بكر‬ ‫أبا‬ ‫بايع‬ ‫من‬ ‫أول‬‫ده؟‬
‫سلمان‬ ‫فقال‬:‫الرجل‬ ‫ذلك‬ ‫أعرف‬ ‫ال‬ ،‫ال‬
‫على‬ ‫يتوكأ‬ ‫عجوزا‬ ‫شيخا‬ ‫رأيت‬ ‫لكني‬
‫كا‬ ،‫السجود‬ ‫عالمة‬ ‫جبينه‬ ‫وعلى‬ ،‫عصاه‬‫ن‬
‫أبي‬ ‫إلى‬ ‫أوال‬ ‫تقدم‬ ‫الذي‬ ‫الشيخ‬ ‫هو‬ ‫ذلك‬
‫ويقول‬ ‫يبكي‬ ‫وأخذ‬ ،‫بكر‬:‫ال‬ ‫هلل‬ ‫الحمد‬‫لم‬ ‫ذي‬
‫اب‬ ،‫المكان‬ ‫هذا‬ ‫في‬ ‫رأيتك‬ ‫حتى‬ ‫يمتني‬‫سط‬
‫علي‬ ‫فسمع‬ ،‫فبايعه‬ ‫يده‬ ‫فبسط‬ ‫يدك‬‫كالم‬
‫وقال‬ ‫سلمان‬:‫فقال‬ ‫؟‬ ‫هذا‬ ‫من‬ ‫تدري‬ ‫هل‬
‫سلمان‬:‫علي‬ ‫فقال‬ ،‫أدري‬ ‫ال‬:‫إبليس‬ ‫ذاك‬
‫هللا‬ ‫لعنه‬[‫الروضة‬/159].
Setelah Rasulullah Saw wafat, ketika terjadi bai’at
terhadap Abu Bakar di Saqifah Bani Sa’idah, setelah
Abu Bakar sampai ke Masjid Nabawi, ia naik ke mimbar
Rasulullah Saw, orang banyak mulai membai’atnya,
Salman al-Farisi melihat pemandangan itu, lalu ia pergi
kepada Ali, ia menyampaikan berita itu, ali bertanya
kepada Salman, “Tahukah engkau siapa yang pertama
kali membai’at Abu Bakar dan meletakkan tangannya
ke tangan Abu Bakar?”. Salman menjawab: “Tidak, saya
tidak kenal laki-laki itu. Akan tetapi saya melihat ada
lelaki tua bertongkat, di keningnya ada bekas sujud,
dialah orang tua yang pertama kali maju kepada Abu
Bakar, ia menangis dan berkata: “Alhamdulillah yang
tidak mematikan aku hingga aku bisa melihatmu di
tempat ini. Ulurkanlah tanganmu”. Lalu Abu Bakar
mengulurkan tangannya. Lalu orang tua itu
membai’atnya. Ali bertanya: “Apakah engkau tau siapa
orang itu?”. Salman menjawab: “Saya tidak tau”.
Ali berkata: “Itu Iblis la’natullah”. (ar-Raudhah/al-Kafi:
159)
SYI’AH: KAFIR ATAU SESAT?
PENDAPAT IMAM MALIK:
•‫قال‬ ‫املروذي‬ ‫بكر‬ ‫أيب‬ ‫عن‬ ‫اخلالل‬ ‫روى‬:‫يقول‬ ‫هللا‬ ‫عبد‬ ‫أبا‬ ‫مسعت‬:‫اإلمام‬ ‫قال‬
‫مالك‬:‫أصحاب‬ ‫يشتم‬ ‫الذي‬‫ل‬ ‫ليس‬ ‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬ ‫النِب‬‫اسم‬ ‫م‬-‫أو‬
‫قال‬-:‫نصيب‬‫اإلسالم‬ ‫يف‬[‫اخلالل‬/‫السنة‬:2/557‫الرسالة‬ ‫حمقق‬ ‫قال‬ ،:
‫صحيح‬ ‫إسناده‬.].
Al-Khallal meriwayatkan dari Abu Bakr al-Marwazi,
ia berkata, “Saya mendengar Abu Abdillah berkata,
ia berkata, Imam Malik berkata:
“Orang yang mencaci maki shahabat nabi, mereka
tidak punya bagian dalam Islam/KAFIR”.
PENDAPAT IMAM HANBALI:
•"‫و‬ ‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬ ‫حممد‬ ‫أصحاب‬ ‫من‬ ‫يتَبؤون‬ ‫الذين‬ ‫هم‬،‫يسبوهنم‬
‫بعة‬‫ر‬‫أ‬ ‫إال‬ ‫األئمة‬ ‫ويكفرون‬ ‫ويتنقصون‬:،‫واملقداد‬ ،‫وعمار‬ ،‫علي‬،‫وسلمان‬
‫شيء‬ ‫يف‬ ‫اإلسالم‬ ‫من‬ ‫افضة‬‫ر‬‫ال‬ ‫وليست‬[ "‫أمحد‬ ‫لإلمام‬ ‫السنة‬:‫ص‬82،
‫األنصاري‬ ‫إمساعيل‬ ‫الشيخ‬ ‫تصحيح‬.].
Mereka yang mengkafirkan dan mencaci maki
shahabat nabi, mencela dan mengkafirkan para
imam, kecuali empat: Ali, Ammar, al-Miqdad dan
Salman. Syi’ah Rafhidhah bukan Islam”.
(sumber: as-Sunnah, hal.82).
PENDAPAT IMAM ABDURRAHMAN IBNU MAHDI:
‫مهدي‬ ‫بن‬ ‫الرمحن‬ ‫عبد‬ ‫قال‬:‫ملتان‬ ‫مها‬:‫افضية‬‫ر‬‫وال‬ ‫اجلهمية‬[‫خلق‬‫أفعال‬
‫للبخاري‬ ‫العباد‬:‫ص‬125
Al-Jahamiyyah dan Syi’ah Rafidhah adalah
dua agama (Bukan Islam).
(Sumber: Khalq Af’al al-’Ibad: hal.125).
PENDAPAT IMAM AL-BUKHARI:
‫قال‬-‫هللا‬ ‫رمحه‬-:‫صلي‬ ‫أم‬ ،‫افض‬‫ر‬‫وال‬ ‫اجلهمي‬ ‫خلف‬ ‫صليت‬ ‫أبايل‬ ‫ما‬‫خلف‬ ‫ت‬
‫يش‬ ‫وال‬ ‫يناكحون‬ ‫وال‬ ‫يعادون‬ ‫وال‬ ‫عليهم‬ ‫يسلم‬ ‫وال‬ ،‫والنصارى‬ ‫اليهود‬‫وال‬ ‫هدون‬
‫ذبائحهم‬ ‫كل‬‫تؤ‬[‫البخاري‬ ‫اإلمام‬/‫العباد‬ ‫أفعال‬ ‫خلق‬:‫ص‬125.].
Imam al-Bukhari berkata:
“Saya tidak peduli apakah saya shalat di belakang
penganut mazhab Jahamiyah atau Syi’ah Rafidhah,
di belakang Yahudi dan Nasrani (Mereka KAFIR).
Tidak boleh mengucapkan salam kepada mereka,
tidak boleh dijenguk, tidak boleh dinikahi, tidak
boleh bersaksi, tidak dimakan sembelihan mereka”.
(Sumber: Khalq Af’al al-’Ibad, hal.125).
IMAM AL-GHAZALI:
‫وعمر‬ ‫بكر‬ ‫أيب‬ ‫بكفر‬ ‫مصرح‬ ‫صرح‬ ‫فلو‬-‫عنهما‬ ‫هللا‬ ‫رضي‬-‫اإل‬ ‫خالف‬ ‫فقد‬،‫وخرقه‬ ‫مجاع‬
‫واحلكم‬ ‫عليهم‬ ‫والثناء‬ ‫باجلنة‬ ‫الوعد‬ ‫من‬ ‫حقهم‬ ‫يف‬ ‫جاء‬ ‫ما‬ ‫ورد‬‫دينهم‬ ‫بصحة‬‫و‬‫يقينهم‬ ‫ًبات‬
‫كثرية‬‫أخبار‬ ‫يف‬ ‫اخللق‬ ‫سائر‬ ‫على‬ ‫وتقدمهم‬..‫قال‬ ‫مث‬" :‫بلغ‬ ‫إن‬ ‫ذلك‬ ‫فقائل‬‫واعتقد‬ ‫األخبار‬ ‫ته‬
‫كافر‬‫فهو‬ ‫كفرهم‬‫ذلك‬ ‫مع‬..،‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬ ‫هللا‬ ‫رسول‬ ‫بتكذيبه‬‫بكلمة‬ ‫كذبه‬‫فمن‬
‫باإلمجاع‬ ‫كافر‬‫فهو‬ ‫أقاويله‬ ‫من‬
“Jika seseorang secara jelas mengkafirkan Abu Bakar dan
Umar, maka ia telah bertentangan dengan Ijma’ dan
merusaknya. Menolak hak shahabat yaitu janji mendapat
surga, pujian, kebenaran agama, kokoh keyakinan,
didahulukan dari selua makhluk. Orang yang mengingkari
semua itu, jika hadits telah sampai kepadanya, namun ia
tetap kafir, MAKA IA KAFIR, karena ia telah mendustakan
Rasulullah Saw. Siapa yang mendustakan Rasulullah Saw
dengan satu kalimat, maka ia KAFIR menurut Ijma’”
(Sumber: Fadha’ih al-Bathiniyyah, 149).
PENDAPAT IMAM ABDUL QAHIR AL-BAGHDADI:
"‫أك‬ ‫الذين‬ ‫واإلمامية‬ ،‫واجلهمية‬ ‫الامشية‬ ‫اجلارودية‬ ‫األهواء‬ ‫أهل‬ ‫وأما‬‫خيار‬ ‫فروا‬
‫الصحابة‬..‫الص‬ ‫وال‬ ‫عندنا‬ ‫عليهم‬ ‫الصالة‬ ‫جتوز‬ ‫وال‬ ،‫نكفرهم‬ ‫فإنا‬‫خلفهم‬ ‫الة‬"
[‫الفرق‬ ‫بني‬ ‫الفرق‬:‫ص‬357.].
“Adapun ahli hawa seperti kelompok al-
Jarudiyah, al-Hasyimiyah, al-Jahamiyah dan
Syi’ah Imamiyah yang telah mengkafirkan para
shahabat, maka kami MENGKAFIRKAN mereka.
Mereka tidak boleh dishalatkan dan tidak boleh
shalat di belakang mereka”.
(Sumber: al-Farq Bain al-Firaq: hal.357).
PENDAPAT IMAM IBNU HAZM:
‫قولم‬ ‫وأما‬(‫النصارى‬ ‫يعين‬)‫فإن‬ ‫القرآن‬ ‫تبديل‬ ‫الروافض‬ ‫دعوى‬ ‫يف‬‫ليسوا‬ ‫الروافض‬
‫املسلمني‬ ‫من‬[‫ك‬‫على‬ ‫وال‬ ،‫املسلمني‬ ‫على‬ ‫كالمهم‬‫يف‬ ‫حاجة‬ ‫فال‬ ‫يعين‬‫تاهبم‬].‫إمنا‬ ،
‫خب‬ ‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬ ‫هللا‬ ‫رسول‬ ‫موت‬ ‫بعد‬ ‫أولا‬ ‫حدث‬ ‫فرقة‬ ‫هي‬‫ين‬‫ر‬‫وعش‬ ‫مس‬
‫سنة‬.‫والكفر‬ ‫الكذب‬ ‫يف‬ ‫والنصارى‬ ‫اليهود‬ ‫جمرى‬ ‫جتري‬ ‫طائفة‬ ‫وهي‬[‫الفصل‬:
2/213.].
“adapun pendapat mereka (Nasrani) sama seperti
pendapat Syi’ah Rafidhah tentang pertukaran al-
Qur’an. Sesungguhnya Syi’ah Rafidhah itu bukan
kaum muslimin. Mereka adalah kelompok yang
muncul setelah 25 tahun kematian Rasulullah Saw.
Kelompok ini sama seperti Yahudi dan Nasrani
dalam hal dusta dan KEKAFIRAN”.
(Sumber: al-Fishal, juz.II, hal.213).
PENDAPAT IMAM FAKHRUDIN AR-RAZI:
•‫وجوه‬ ‫ًالًة‬ ‫من‬ ‫الروافض‬ ‫يكفرون‬ ‫األشاعرة‬:
•‫أولا‬:‫السالم‬ ‫عليه‬ ‫لقوله‬ ‫كافر‬‫فهو‬ ً‫ا‬‫مسلم‬ ‫كفر‬‫من‬ ‫كل‬‫و‬ ،‫املسلمني‬ ‫سادات‬ ‫كفروا‬‫أهنم‬:"‫ألخيه‬ ‫قال‬ ‫من‬:‫يا‬
‫أحدمها‬ ‫هبا‬ ‫باء‬ ‫فقد‬ ‫كافر‬[ "‫خترجيه‬ ‫سيأيت‬].‫تكفريهم‬ ‫جيب‬ ‫فإذن‬.
•‫وًانيها‬:‫ف‬ ،‫شأهنم‬ ‫وتعظيم‬ ‫عليهم‬ ‫بالثناء‬ ‫السالم‬ ‫عليه‬ ‫الرسول‬ ‫نص‬ ً‫ا‬‫قوم‬ ‫كفروا‬‫أهنم‬ً‫ا‬‫تكذيب‬ ‫تكفريهم‬ ‫يكون‬
‫السالم‬ ‫عليه‬ ‫للرسول‬.
•‫وًالثها‬:‫الصحابة‬ ‫سادات‬ ‫كفر‬‫من‬ ‫تكفري‬ ‫على‬ ‫األمة‬ ‫إمجاع‬[‫ازي‬‫ر‬‫ال‬/‫الورق‬ ،‫العقول‬ ‫هناية‬‫ة‬212
(‫خمطوط‬.].)
Ulama mazhab Asy’ari mengkafirkan Syi’ah Rafidhah
Dari tiga aspek:
Pertama, mereka mengkafirkan kaum muslimin. Siapa yang
mengkafirkan kaum muslimin, maka ia kafir. Berdasarkan hadits. Maka
mereka WAJIB DIKAFIRKAN.
Kedua, mereka mengkafirkan orang-orang yang dipuji nabi, berarti
mereka mendustakan nabi.
Ketiga, Ijma’ untuk MENGKAFIRKAN orang yang telah mengkafirkan
para shahabat nabi”.
(Sumber: Nihayat al-’Uqul: kertas: 212).

Kesesatan syi'ah

  • 1.
  • 2.
    Curriculum Vitae N am a : H. Abdul Somad, Lc., MA. Pendidikan : S1 Al-Azhar, Mesir. S2 Dar Al-Hadith, Maroko. Pengabdian : Komisi Riset MUI Prov.Riau. Komisi Fatwa MUI Pekanbaru. Badan Amil Zakat Prov. Riau. Dosen Uin Suska Web : www.tafaqquhstreaming.com
  • 3.
    Mahasiswa : “Pak,apa pendapat Bapak tentang Syi’ah?”. Dosen : “Perbedaan kita dengan Syi’ah bukanlah perbedaan yang mendasar, hanya pada masalah- masalah furu’ saja”.
  • 4.
  • 5.
    Perbedaan Furu’ atauUshul? RUKUN IMAN AHLUSSUNNAH 1. Beriman kepada Allah 2. Beriman kepada para malaikat 3. Beriman kepada kitab-kitab 4. Beriman kepada para rasul 5. Beriman kepada hari akhirat 6. Beriman kepada takdir RUKUN IMAN SYI’AH: 1. Tauhid. 2. Kenabian. 3. Al-Imaman (Beriman kepada Imam 12). 4. Keadilan. 5. Hari kiamat RUKUN ISLAM AHLUSSUNNAH 1. Syahadat 2. Shalat. 3. Zakat 4. Puasa 5. Haji RUKUN ISLAM SYI’AH 1. shalat. 2. Puasa. 3. Zakat 4. Khusus (fee 5 % ) 5. Haji ke kuburan Husain di Karbala’ 6. Amar Ma’ruf Nahi Munkar 7. Jihad fi Sabilillah
  • 6.
    TAQIYYAH : ‫تقية‬ MaknaTaqiyyah: ‫التقية‬ ‫معىن‬:‫كتمان‬‫من‬ ً‫ا‬‫خوف‬ ‫املنهي‬ ‫تكاب‬‫ر‬‫إ‬ ‫أو‬ ‫الالزم‬ ‫ترك‬ ‫أو‬ ‫احلق‬‫الناس‬ Menyembunyikan kebenaran. Meninggalkan kewajiban. Melakukan perbuatan terlarang. Karena khawatir terhadap orang lain
  • 7.
    Tidak mau Taqiyyah= Tidak beragama ‫قال‬ ‫أنه‬ ‫الصادق‬ ‫جعفر‬ ‫عن‬«‫يف‬ ‫الدين‬ ‫أعشار‬ ‫تسعة‬‫التقية‬‫وال‬ ،‫ال‬ ‫ملن‬ ‫دين‬ ‫له‬ ‫تقية‬»(‫الكايف‬2/172.) Dari Imam Ja’far as-Shadiq, ia berkata: “9/10 agama adalah dalam Taqiyyah. Tidak ada agama bagi yang tidak mau ber- taqiyyah”. (Sumber: al-Kafi, juz.II, hal.172).
  • 8.
    Hukum Taqiyyah =WAJIB ‫ي‬ّ‫م‬ُ‫ق‬‫ال‬ ‫قال‬«‫القائم‬ ‫خيرج‬ ‫أن‬ ‫إىل‬ ‫رفعها‬ ‫جيوز‬ ‫ال‬ ‫واجبة‬ ‫والتقية‬[‫الغائب‬ ‫اإلمام‬] ‫اإلما‬ ‫دين‬ ‫ومن‬ ‫تعاىل‬ ‫هللا‬ ‫دين‬ ‫من‬ ‫خرج‬ ‫فقد‬ ‫خروجه‬ ‫قبل‬ ‫كها‬‫تر‬ ‫فمن‬‫وخالف‬ ،‫مية‬ ‫واألئمة‬ ‫ورسوله‬ ‫هللا‬»(‫االعتقادات‬114-115) Imam al-Qummi berkata: “Taqiyyah itu wajib. Tidak boleh meninggalkan Taqiyyah hingga Imam al-Qa’im datang. Siapa yang meninggalkan Taqiyyah sebelum Imam al-Qa’im keluar, maka ia telah keluar dari agama Allah dan dari agama para Imam (12) dan telah menentang Allah, Rasul dan para imam”. (Sumber: al-I’tiqadat, hal.114-115).
  • 9.
    Masalah Ushul (Dasar/Prinsip). Robb:tidak ada yang setara dengan-Nya Nabi: ma’shum, Al-Qur’an: terpelihara dari perubahan Shahabat: diridhai Allah Swt
  • 10.
    Kesimpulannya bahwa kami(Syi’ah) tidak mungkin bersama dengan mereka (Sunni) dalam satu tuhan, satu nabi dan satu imam. Karena mereka (Sunni) mengatakan bahwa tuhan mereka adalah Muhammad nabinya dan Abu Bakar khalifah setelahnya. Sedangkan kami tidak mengakui tuhan itu dan nabi itu. Bahkan kami katakan bahwa tuhan yang khalifah nabinya adalah Abu Bakar bukanlah tuhan kami dan nabi itu juga bukan nabi kami. (al-Anwar an-Nu’maniyyah, as-Sayyid Ni’matullah al-Jaza’iri, juz.II, hal.378). ALLAH SYI’AH >< ALLAH SUNNI
  • 11.
    PELECEHAN NABI •‫ن‬َ‫ع‬"ّ‫ي‬ِ‫و‬َ‫ر‬ُ‫غ‬‫ال‬ ٍّّ‫ي‬ِ‫ل‬َ‫ع‬",‫يف‬ِ‫اء‬َ‫م‬َ‫ل‬ُ‫الع‬ َِ‫َكَب‬‫أ‬ ُ‫د‬َ‫َح‬‫أ‬ِ‫ة‬َ‫وز‬َ‫احل‬" :‫ى‬َّ‫ل‬َ‫ص‬ ُّ ِ‫َِّب‬‫ن‬‫ال‬ ِّ‫ن‬‫إ‬َ‫و‬ ِ‫ليه‬َ‫ع‬ ُ‫هللا‬ َ‫ل‬ُ‫خ‬‫د‬َ‫ي‬ ‫َن‬‫أ‬ َّ‫د‬ُ‫الب‬ ،‫ه‬ِ‫آل‬َ‫َّار‬‫ن‬‫ال‬ ُ‫ه‬ُ‫رج‬َ‫ف‬ِ‫ط‬َ‫و‬ ُ‫ه‬َّ‫ن‬َ‫أل‬ِ‫ات‬َ‫ك‬ِ‫ر‬‫ش‬ُ‫امل‬ َ‫عض‬َ‫ب‬ َ‫ئ‬! "ِ‫ب‬ ُ‫د‬‫ي‬ِ‫ر‬ُ‫ي‬َ‫ك‬ِ‫ل‬َ‫ذ‬ َ‫ة‬َ‫فص‬َ‫ح‬َ‫و‬ َ‫ة‬َ‫ش‬ِ‫ائ‬َ‫ع‬ ‫ن‬ِ‫م‬ ُ‫ه‬َ‫اج‬َ‫و‬َ‫ز‬. Dari Ali al-Ghurawi, salah seorang ulama Hauzah: “Sesungguhnya Nabi Muhammad Saw mesti masuk neraka, meskipun hanya zakarnya, karena ia berhubungan intim dengan perempuan musyrik”. Maksud perempuan musyrik: Aisyah dan Hafshah (Sumber: Kasyf al-Asrar wa Tabri’at al-A’immah al- Ath-har: hal.24-25).
  • 12.
    Imam 12 lebihmulia daripada Nabi "‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلوات‬ ‫تنا‬ّ‫وأئم‬ ‫نا‬ّ‫نبي‬ ‫فضل‬ ‫من‬ ‫هللا‬ ‫رمحه‬ ‫ذكره‬ ‫ما‬ ّ‫ن‬‫أ‬ ‫اعلم‬‫مجيع‬ ‫على‬ ‫م‬ ‫املخلوقات‬‫أفضل‬ ‫تنا‬ّ‫أئم‬ ‫كون‬‫و‬‫من‬‫سائر‬‫فيه‬ ‫يرتاب‬ ‫ال‬ ‫الذي‬ ‫هو‬ ‫األنبياء‬‫أخبارهم‬ ‫ع‬ّ‫تتب‬ ‫من‬ ُ‫ت‬ ‫أن‬ ‫من‬ ‫أكثر‬ ‫ذلك‬ ‫يف‬ ‫واألخبار‬ ،‫واليقني‬ ‫اإلذعان‬ ‫وجه‬ ‫على‬ ‫الم‬ّ‫الس‬ ‫عليهم‬‫صى‬..‫وعليه‬ ‫باألخبار‬ ‫جاهل‬ ‫إال‬ ‫ذلك‬ ‫يأىب‬ ‫وال‬ ‫ة‬ّ‫اإلمامي‬ ‫عمدة‬" “Ketahuilah sesungguhnya apa yang telah disebutkan tentang keutaman nabi kita dan para imam kita terhadap semua makhluk, dan para imam kita lebih utama daripada semua nabi-nabi, itu tidak diragukan lagi bahwa orang yang mengikuti riwayat pada imam dengan yakin. Riwayat-riwayat tentang itu sangat banyak, tidak terhitung. Demikianlah dasar mazhab Imamiyah. Tidak ada yang menolak itu kecuali orang jahi”. (Sumber: Bihar al-Anwar, al-Majlisi: juz.26, hal.297-298)
  • 13.
    Imam 12 lebihtinggi daripada malaikat, nabi dan rasul "‫ألئمتنا‬ ‫أن‬ ‫مذهبنا‬ ‫ات‬‫ر‬‫ضرو‬ ‫من‬ ‫إن‬‫مقرب‬ ‫ملك‬ ‫يبلغه‬ ‫ال‬ ً‫ا‬‫مقام‬‫نِب‬ ‫وال‬‫مرسل‬.. ‫عنهم‬ ‫ورد‬ ‫وقد‬(‫ع‬)‫نِب‬ ‫وال‬ ‫مقرب‬ ‫ملك‬ ‫يسعها‬ ‫ال‬ ‫حاالت‬ ‫هللا‬ ‫مع‬ ‫لنا‬ ‫أن‬‫مرسل‬" [‫اإلسالمية‬ ‫احلكومة‬:‫ص‬52.]. Diantara prinsip utama mazhab kami, sesungguhnya para imam kami memiliki kedudukan, tidak dapat dicapai malaikat, nabi dan rasul. Kami juga memiliki suatu kondisi yang tidak dapat dicapai malaikat, nabi dan rasul”. (Sumber: al-Hukumah al-Islamiyyah, al-Khumaini: hal.52).
  • 14.
    Al-Furu’ min Al-Kafi, Imamal-Kulaini, Dari Abu Ja’far, ia berkata: “Rasulullah Saw keluar pada hari nahar ke tengah kota Madinah di atas unta bertelanjang tubuh, ia melewati para perempuan
  • 15.
  • 16.
    Mashabih Al-Anwar, As-SayyidAbdullah Syibr, hal.295 Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw lebih banyak daripada al-Qur’an yang ada di tangan kita hari ini. Banyak yang dibuang daripadanya, sebagaimana yang ditunjukkan oleh khabar-khabar yang saling menguatkan yang hampir sampai mencapai mutawatir. Sebagaimana yang telah kami jelaskan dalam kitab kami Mun-yat al-Muhashshilin fi Haqqiyyat Thariqat al- Mujtahidin.
  • 17.
    Imam Al-Majlisi, Mir’atAl-‘Uqul, juz.12, hal.525. Hadits ke-28. Khabar tersebut shahih. Tidak diragukan lagi bahwa khabar ini dan khabar-khabar lain yang shahih menyatakan dengan jelas tentang kekurangan dan perubahan al-Qur’an. Menurut saya bahwa khabar-khabar tentang masalah ini mutawatir secara makna.
  • 18.
    Nur Al-Anwar, Ni’matullahal-Jaza’iri, ْ‫م‬ُ‫ك‬‫ا‬َ‫ن‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ج‬ َ‫ك‬ِ‫ل‬َ‫ذ‬َ‫ك‬َ‫و‬‫ا‬ً‫ط‬َ‫س‬َ‫و‬ ً‫ة‬َّ‫ُم‬‫أ‬ Tidak turun seperti ini, akan tetapi: ْ‫م‬ُ‫ك‬‫ا‬َ‫ن‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ج‬ َ‫ك‬ِ‫ل‬َ‫ذ‬َ‫ك‬َ‫و‬‫ا‬ً‫ط‬َ‫س‬َ‫و‬ ‫أئمة‬ Ayat ini telah diselewengkan. Ash-Shadiq ‘Alaihissalam sangat mengingkari qira’at ini, ia berkata, “Bagaimana mungkin ummat ini washata, adil dan sebaik-baik ummat, padahal mereka telah membunuh anak Rasulullah Saw”. Telah hilang diantara keduanya lebih dari sepertiga al-Qur’an. Riwayat-riwayat kami mutawatir menyebutkan telah terjadi penyelewengan dan hilang sehingga kita tidak dapat mengingkarinya.
  • 19.
    Masyariq asy-Syumus ad-Durriyyahfi Ahaqqiyyati Madzahib al-Akhbariyyah, Al-‘Allamah al-Hujjah as-Sayyid Adnan bin as- Sayyid ‘Alawi Al Abdul-Jabbar al-Musawi al- Bahrani, Kesimpulannya, khabar-khabar dari jalur Ahlibait banyak, meskipun tidak sampai mutawatir, bahwa al-Qur’an yang ada di tangan kita sekarang ini bukanlah al-Qur’an yang sempurna sebagaimana yang diturunkan kepada Muhammad Saw, akan tetapi berbeda dari apa yang telah diturunkan Allah, ada yang diselewengkan, dirubah, sesungguhnya telah dibuang darinya banyak perkara, diantaranya adalah nama Ali di banyak tempat, diantaranya lafaz Al Muhammad (keluarga Muhammad), diantaranya nama-nama orang munafiq, dan lain-lain. Tidak berdasarkan susunan yang diridhai Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Ali bin Ibrahim.
  • 20.
    TAFSIR AL-QUR’AN, Al-Fidh al-Kasani Sayakatakan dari semua khabar-khabar ini dan khabar lainnya dari beberapa riwayat dari jalur Ahlibait ‘Alaihimussalam bahwa al-Qur’an yang ada di tengah-tengah kita sekarang bukanlah al- Qur’an yang sempurna seperti yang telah diturunkan kepada Muhammad Saw, akan tetapi berbeda dari apa yang telah diturunkan Allah Swt, ada yang dirubah, diselewengkan dan telah dibuang banyak perkara
  • 21.
    al-Ushul min al-Kafi, al-Kulaini, al-Huseinberkata: sesungguhnya kami memiliki mushaf Fatimah. Saya katakana: Apakah mushaf Fatimah itu? Ia menjawab: satu mushaf, di dalamnya seperti Qur’an kamu ini tiga kali lipat, Demi Allah satu huruf pun tidak ada dalam Qur’an kamu
  • 22.
    Ayat Kursi VersiSyi’ah Kitab: Mafatih al-Jinan.
  • 23.
    , itu kandulu …
  • 24.
    Ayatullah Ali Sistani(Irak) Abu al-Qasim al-Khu’i
  • 25.
    ‫القران‬ ‫تفسير‬ ‫في‬‫البيان‬ ‫الخوئي‬ ‫القاسم‬ ‫ابو‬
  • 26.
    , Itu kanSyi’ah yang di sana …
  • 27.
    “al-Qur’an yang adasaat ini sudah tidak orisinil karena sudah dirubah-rubah oleh sahabat nabi utamanya Utsman bin Affan. Al-Qur’an yang diyakini Kyai Tajul Muluk dan pengikutnya juznya sebanyak tiga kali lipat dari yang dipakai ummat Islam pada umumnya yang sekarang dipegang oleh Imam Mahdi yang sedang ghaib”. Wawancara, Sabtu 30 Desember 2011. Kantor Kejaksaan Negeri Sampang, Jl.Jaksa Agung Suprapto No.84 Sampang.
  • 28.
    Mir’at al-‘Uqul, 3/331 Khabar-khabardari jalur khusus dan umum tentang kekurangan dan perubahan al-Qur’an itu mutawatir. Akal juga menyatakan bahwa jika al-Qur’an itu berserakan diantara manusia, yang mengumpulkannya pula bukan orang yang ma’shum, menurut adat kebiasaan tidak mungkin pengumpulannya sempurna dan sesuai dengan yang sebenarnya. Akan tetapi tidak diragukan bahwa manusia itu dibebani agar mengamalkan apa yang ada dalam al-Qur’an dan membacanya hingga al- Qa’im muncul. Ini diketahui secara mutawatir dari jalur Ahlibait dan kebanyakan riwayat- riwayat, dan bab ini menunjukkan adanya kekurangan dan perubahan.
  • 29.
  • 30.
    Ar-Raudhah min Al-Kafi, Al-Kulaini, AbuJa’far ‘Alaihissalam berkata: Manusia murtad setelah kematian nabi Muhammad Saw, kecuali tiga. Saya katakana: “Siapakah yang tiga orang itu?”. Ia menjawab: “Al-Miqdad bin Al-Aswad, Abu Dzarr dan Salman al-Farisi
  • 31.
    Al-Ushul min al-Kafi, Imamal-Kulaini, Sesungguhnya penduduk Mekah kafir kepada Allah Swt secara nyata, Sesungguhnya penduduk Madinah lebih kotor daripada penduduk Mekah, Lebih kotor 70 kali lipat
  • 32.
    Al-Ushul min al-Kafi, Imamal-Kulaini, Tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah para hari kiamat, Tdak akan disucikan, dan bagi mereka azab yang menyakitkan: Orang yang menyatakan keimanan dari Allah, padahal bukan miliknya, Orang yang mengingkari keimaman dari Allah, Orang yang menyatakan bahwa Abu Bakar dan Umar memiliki bagian dari Islam.
  • 34.
    Syi’ah memuliakan makamAbu Lu’lu’ah pembunuh Umar bin Khaththab
  • 35.
    Al-Istighatsah, Ali al-Kufi,hal.108 Sesungguhnya Ruqayyah dan Zainab istri Utsman bukanlah putri Rasulullah Saw dan tidak pula anak Khadijah istri Rasulullah Saw.
  • 36.
    Al-Kulaini, Kitab: ath-Thalaq,juz.VI, hal.115. BAB: Perempuan yang suaminya meninggal dunia, Perempuan itu telah dukhul, dimana ia menjalani ‘iddah? Apa yang wajib baginya? 1.Humaid bin Ziyad, dari Ibnu Sima’ah, dari Muhammad bin Ziyad, dari Abdulllah bin Sinan dan Mu’awiyah bin ‘Amar, dari Abu Abdillah ‘Alaihissalam, ia berkata, “Aku bertanya kepadanya tentang perempuan yang suaminya meninggal dunia, apakah ia menjalani ‘iddah di rumahnya? Atau kemana saja ia mau? Ia menjawab: “Kemana saja ia pergi”. Sesungguhnya Ali ‘Alaihissalam, ketika Umar meninggal, Ali datang kepada Ummu Kultsum, Ali membawa Ummu Kultsum ke rumah Ali.
  • 37.
    791/152 - dariAbdushshamad bin Basyir, dari Abu Abdillah ‘alaihissalam, ia berkata, “Tahukah kalian apakah Rasulullah Saw itu mati atau dibunuh?”. Sesungguhnya Allah Swt berfirman: “Apakah jika ia mati atau terbunuh, kamu berbalik ke belakang”. Ia diracun sebelum mati. Kedua perempuan itu telah meracunnya (Aisyah dan Hafshah). Kami katakan: sesungguhnya mereka berdua dan bapak mereka berdua (Abu Bakar dan Umar) adalah seburuk-buruk makhluk yang diciptakan Allah Swt”. (Tafsir al-’Ayyasyi, juz.1, hal.342). Dikutip dari al-Kafi dan Bihar al-Anwar).
  • 38.
    Bihar al-Anwar, Al-Majlisi Abu Ja’far‘Alaihissalam berkata, Jika al-Qa’im telah datang, maka Aisyah akan dikembalikan kepadanya hingga ia menjatuhkan hukuman hudud kepada Aisyah, hingga ia menuntut balas untuk Fatimah terhadap Aisyah
  • 39.
    Tafsir Al-’Ayyasyi: ََ‫ل‬ْ‫ز‬َ‫غ‬ ْ‫ت‬َ‫ض‬َ‫ق‬َ‫ن‬ِ‫ِت‬َّ‫ل‬‫ا‬َ‫ك‬‫وا‬ُ‫ن‬‫و‬ُ‫ك‬َ‫ت‬ َ‫ال‬َ‫و‬َ‫ك‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ ٍّ‫ة‬َّ‫و‬ُ‫ق‬ ِ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ا‬‫ا‬ًً‫ا‬ Aisyah yang telah melepas imannya
  • 40.
    Rijal al-Kissyi, Amirul-Mukminin Ali‘Alaihissalam berkata: Ya Allah, laknatlah dua anak fulan dan butakanlah mata mereka sebagaimana engkau telah membutakan hati mereka, jadikan butanya mata mereka sebagai bukti bahwa hati mereka telah buta. Footnote: yang dimaksud dengan dua anak fulan adalah Abdullah bin Abbas dan Ubaidillah bin Abbas
  • 41.
    Apakah Syi’ah Indonesiamencaci maki shahabat nabi? • Abu Bakar Munafiq • Umar arogan. • Utsman hedonis. • Abu Bakar dan Umar adalah Iblis. Dalam buku “KECUALI ALI”. Penerbit al-Huda, Jakarta. Cetakan Pertama: Juli 2009.
  • 42.
    • Aisyah biangfitnah. • Aisyah licik dan pembohong. • Abu Hurairah pemalsu hadits. • Abu Hurairah Yahudi pura-pura masuk Islam. Buku “ANTOLOGI ISLAM”. Penerbit al-Huda Jakarta. Cetakan pertama Januari 2005.
  • 43.
    • Laknat Syi’ahterhadap Abu Bakar • Abu Bakar dan Umar pelaku bid’ah. Buku “THE SHI’A”. Penerbit Lentera Jakarta. Cetakan pertama Maret 2008
  • 44.
    • Laknat Syi’ahterhadap Abu Bakar • Abu Bakar dan Umar pelaku bid’ah. Buku “40 MASALAH SYI’AH”. Penulis :Emilia Renita. Editor: Jalaluddin Rakhmat Penerbit IJABI (Ikatan Jamaah Ahli Bait Indonesia) Hal.194: Abu Bakr la (laknatullah ‘alaihi: Allah melaknatnya).
  • 45.
    • Aisyah berdusta •Manipulasi nama tempat dalam hadits. Buku Al-Mustafa Pengantar Studi Kritis Tarikh Nabi Saw. Penulis: Jalaluddin Rakhmat. Penerbit: Muthahhari Press Cetakan Pertama Juni 2002
  • 46.
    Mengapa mesti sujudke turbah Karbala’?
  • 47.
    Nur fi KaifiyyatiRaj’atihi, Wahai Mufadhdhal, sesungguhnya bagian permukaan bumi saling membanggakan diri, maka Ka’bah membanggakan diri kepada Karbala. Maka Allah mewahyukan kepadanya, “Diamlah wahai Ka’bah, janganlah engkau menyombongkan diri terhadap Karbala’, karena sesungguhnya Karbala itu permukaan bumi yang diagungkan. Di sanalah Allah berfirman kepada Musa, “Aku lah Allah”. Di Karbala tempat lahirnya al-Masih dan ibunya saat melahirkannya. Karbala’ tempat membasuh kepala Al- Husein, Karbala’ tempat mi’raj Muhammad Saw.
  • 48.
    Tanah Makam Husain= Obat ‫عبدهللا‬ ‫أيب‬ ‫عن‬?‫قال‬:›‫كل‬‫من‬ ‫الشفاء‬ ‫احلسني‬ ‫قَب‬ ‫طني‬ ‫يف‬‫داء‬,‫وهو‬ ‫األكَب‬ ‫الدواء‬ “Tanah makam Husain adalah penyembuh terhadap semua penyakit. Itulah penyembuh yang maha besar”. (Sumber: ‫ص‬ ‫للمفيد‬ ‫ار‬‫ز‬‫الم‬ ‫كتاب‬125‫و‬143,‫ج‬ ‫الفقيه‬ ‫ه‬‫ر‬‫يحض‬ ‫ال‬ ‫ومن‬2/599,‫ج‬ ‫األحكام‬ ‫وتهذيب‬6/74, ‫ج‬ ‫الشيعة‬ ‫ووسائل‬14/524,‫ج‬ ‫ي‬‫للنيشابور‬ ‫اعظين‬‫و‬‫ال‬ ‫وروضة‬2/411,‫ص‬ ‫ات‬‫ر‬‫يا‬‫ز‬‫ال‬ ‫وكامل‬275, ‫ص‬ ‫للطبرسي‬ ‫األخالق‬ ‫ومكارم‬167.
  • 49.
    Sujud ke TanahMakam Husain ‫ع‬ ‫الصادق‬ ‫قال‬: ‫طني‬ ‫على‬ ‫السجود‬‫ع‬ ‫احلسني‬ ‫قَب‬,‫السابعة‬ ‫األرض‬ ‫إىل‬ ‫نور‬ُ‫ي‬ “Sujud ke tanah makan Husain menerangi hingga bumi lapisan ke tujuh”. Sumber: [ ‫ج‬ ‫العاملي‬ ‫للحر‬ ‫الشيعة‬ ‫وسائل‬5/365,‫ج‬ ‫القمي‬ ‫بابويه‬ ‫البن‬ ‫الفقيه‬ ‫ه‬‫يحضر‬ ‫ال‬ ‫ومن‬1/268. ]
  • 50.
    Buka Puasa DenganTanah Makam Husain ‫وغريه‬ ‫الصائم‬ ‫عليه‬ ‫يفطر‬ ‫ما‬ ‫أفضل‬,‫ع‬ ‫احلسني‬ ‫قَب‬ ‫طني‬ “Yang paling afdhal untuk buka puasa adalah tanah makam Husain”. • Sumber: [ ‫ج‬ ‫ار‬‫و‬‫األن‬ ‫بحار‬88/132. ]
  • 51.
    Tanah makam HusainUntuk Anak Yang Baru Lahir ‫ع‬ ‫احلسني‬ ‫بة‬‫رت‬‫ب‬ ‫أوالدكم‬ ‫حنكوا‬,‫أمان‬ ‫فإهنا‬ “Berikanlah makanan pertama pada anak-anak kamu yang baru lahir itu tanah makam Husain. Karena sesungguhnya ia aman”. • Sumber: ‫ص‬ ‫للمفيد‬ ‫ار‬‫ز‬‫الم‬ ‫كتاب‬144.
  • 52.
    Menyiksa Diri DemiHusain Perhatikan gamba Kiri dan Kanan !
  • 53.
  • 54.
    ‘Ilal asy-Syara’I’, Imam ash-Shaduq, Alimemiliki kuasa memasukkan orang ke surga dan ke neraka
  • 55.
    Al-Ikhtishah, Syekh Al-Mufid, Abdullah binMas’ud berkata, “Saya datang kepada Fatimah, saya katakana kepadanya, “Mana suamimu?”. Fatimah menjawab, “Jibril membawanya ke langit”. Abdullah bin Mas’ud: “Untuk apa?”. Fatimah: “Ada beberapa malaikat bertengkar tentang sesuatu. Mereka bertanya hukumnya kepada manusia. Allah mewahyukan kepada mereka agar memilih. Mereka memilih Ali bin Abi Thalib”.
  • 56.
    ‘Ilal asy-Syara’I’, Imam ash-Shaduq, NabiMuhammad Saw bersabda: Wahai Ali, sesungguhnya Allah membebankan kepadaku dosa-dosa syi’ahmu, kemudian Ia mengampuninya untukku itulah makna firman Allah Swt: surat al-Fath ayat 2
  • 57.
  • 58.
    Nyamuk = Ali. Diatasnya = Rasulullah Saw.
  • 59.
    Madinat al-Ma’ajiz, Jabir binYazid al-Ju’fi berkata: “Aku melihat tuanku al-Baqir ‘alaihissalam membuat gajah dari tanah, lalu ia menunggangnya, ia terbang di angin hingga pergi ke Mekah dan kembali lagi. Aku tidak percaya, hingga aku berjumpa dengan al-Baqir, aku katakana kepadanya, “Jabir berkata kepadaku tentang engkau anu dan anu”. Lalu al-Baqir membuat seperti itu, ia menunggangnya dan membawaku bersamanya ke Mekah, lalu mengembalikanku”.
  • 60.
    IMAN KEPADA IMAMADALAH RUKUN IMAN 1. Imam Ali bin Abi Thalib (w.41H/661M). 2. Imam al-Hasan bin Ali (w.49H/669M). 3. Imam al-Husain (61H/680M). 4. Imam Ali bin al-Husain Zainal Abidin (w.94H/712M). 5. Imam Muhammad bin Ali al-Baqir (w.113H/731M). 6. Imam Ja’far bin Muhammad ash-Shadiq (w.146H/765M). 7. Imam Musa bin Ja’far al-Kazhim (128-203H). 8. Imam Ali bin Musa ar-Ridha (w.203H/818M). 9. Imam Muhammad bin Ali al-Jawwad (w.221H/835M). 10. Imam Ali bin Muhammad al-Hadi (w.254H/868M). 11. Imam al-Hasan bin Ali al-‘Askari (w.261H/874M). 12. Imam Muhammad bin al-Hasan al-Mahdi al- Munthazhar (w.265H/878M)
  • 61.
    Imam Lebih daripadaMalaikat, Nabi dan Rasul •"‫أن‬ ‫مذهبنا‬ ‫ات‬‫ر‬‫ضرو‬ ‫من‬ ‫إن‬ ‫ألئمتنا‬‫يبلغه‬ ‫ال‬ ً‫ا‬‫مقام‬‫م‬‫لك‬ ‫مرسل‬ ‫نِب‬ ‫وال‬ ‫مقرب‬..‫وقد‬ ‫عنهم‬ ‫ورد‬(‫ع‬)‫هللا‬ ‫مع‬ ‫لنا‬ ‫أن‬ ‫مقرب‬ ‫ملك‬ ‫يسعها‬ ‫ال‬ ‫حاالت‬ ‫مرسل‬ ‫نِب‬ ‫وال‬[ "‫احلكومة‬ ‫اإلسالمية‬:‫ص‬52.]. “Diantara prinsip utama mazhab kami, Sesungguhnya para imam kami itu memiliki kedudukan yang tidak dapat dicapai oleh malaikat, nabi dan rasul”. “Sesungguhnya kami (ulama Syi’ah) memiliki kondisi bersama Allah yang tidak dicapai malaikat, nabi dan rasul”. (Sumber: al-Hukumah al-Islamiyyah, Imam al-Khumaini: hal.52).
  • 62.
    Tidak percaya Imam= KAFIR ‫الصادق‬ ‫جعفر‬ ‫عن‬ ‫الكليين‬ ‫روى‬‫أنه‬‫قال‬" :ً‫مؤمن‬ ‫العبد‬ ‫يكون‬ ‫ال‬‫يعلم‬ ‫حىت‬ ‫ا‬ ‫زمانه‬ ‫وإمام‬ ‫كلهم‬‫واألئمة‬ ‫ورسوله‬ ‫هللا‬. "‫الكايف‬ ‫أصول‬(1/108) Imam al-Kulaini meriwayatkan dari Imam Ja’far as-Shadiq, ia berkata: “Seorang hamba tidak dianggap beriman hingga ia mengetahui Allah, Rasul-Nya, semua imam dan imam pada zamannya”. (Sumber: Ushul al-Kafi: juz.I, hal.108).
  • 63.
  • 64.
    Syi’ah = Tidakdiganggu setan. Non-Syi’ah = diganggu setan.
  • 65.
    Ar-Raudhah min Al-Kafi, Al-Kulaini, Semuamanusia adalah anak- anak wanita tuna susila, kecuali Syi’ah kita
  • 66.
    Bihar al-Anwar, Al-Majlisi, Sesungguhnya AllahSwt memulai pandangan kepada para peziarah makam Husein bin Ali pada petang hari Arafah. Ali bin Asbath berkata: “Sebelum Allah memandang kepada orang yang wukuf di Arafah?”. Ia menjawab: Ya. Saya katakan: Mengapa bisa begitu? Imam Al-Husein berkata: “Karena pada mereka di Arafah ada anak-anak zina (kaum Sunni), sedangkan pada para peziarah makam Husein tidak ada anak-anak zina
  • 67.
    Zhulmah fi Ahwalash-Shufiyyah wa an- Nawashib: juz.II, hal.307. para imam (syi’ah) dan para ulama khusus diantara mereka menggunakan kata an-Nashibi (musuh Syi’ah) terhadap imam Abu Hanifah dan yang seperti dia. Kedua, mereka (nashibi) boleh dibunuh dan harta mereka halal. Saya telah mengetahui bahwa mayoritas ulama sy’iah menyebut demikian terhadap nashibi. Itulah makna khusus dalam bab thaharah dan najasah (najis), hukumnya menurut mereka sama seperti orang kafir harbi (boleh diperangi) dalam semua hukum. Saya katakan kepada Abu Abdillah ‘alaihissalam, “Apa pendapatmu tentang nashibi”. Ia menjawab: “Darahnya halal, tapi saya sarankan kepadamu, jika engkau mampu membuatkan tembok atau engkau masukkan ke dalam air agar engkau tidak melihatnya (mati), maka lakukanlah”.
  • 68.
    FATWA TIDAK LAYAK KarenaReferensi Tidak Layak
  • 69.
    FATWA IMAM KHUMAINI DalamKitab Tahrir Al-Wasilah: Masalah 12 – tidak boleh berhubungan kelamin dengan istri sebelum sempurna 9 tahun, apakah pernikahan kekal atau nikah mut’ah. Adapun semua bentuk kenikmatan seperti sentuhan dengan syahwat, pelukan, meletakkan kemaluan di celah paha, maka boleh, bahkan pada bayi yang masih menyusui. (Tahrir al-Wasilah, juz.2, hal.216).
  • 70.
    NIKAH MUT’AH (Nikah Kontrak) ‫الصادق‬‫عن‬ ‫الصدوق‬ ‫وروى‬- ‫السالم‬ ‫عليه‬-‫قال‬: (‫ف‬ ‫آبائي‬ ‫ودين‬ ‫ديين‬ ‫املتعة‬ ‫إن‬‫من‬ ‫أنك‬ ‫ومن‬ ،‫بديننا‬ ‫عمل‬ ‫هبا‬ ‫عمل‬‫رها‬ ‫دي‬ ‫بغري‬ ‫واعتقد‬ ،‫ديننا‬ ‫أنكر‬‫ننا‬) (‫الفقيه‬ ‫حيضره‬ ‫ال‬ ‫من‬3/366) Imam as-Shaduq meriwayatkan dari Imam Ja’far as-Shadiq, ia berkata: “Sesungguhnya nikah Mut’ah adalah agamaku dan agama nenek moyangku. Siapa yang mengamalkannya, maka ia telah mengamalkan agama kami. Siapa yang mengingkarinya maka ia telah mengingkari agama kami dan beraqidah dengan selain agama kami”. (Sumber: Man La Yahdhuruhu al-Faqih, juz.III, hal.366).
  • 71.
    Keutamaan Nikah Mut’ah ‫علي‬‫هللا‬ ‫صلى‬ ‫النِب‬ ‫وقال‬‫وآله‬ ‫ه‬: (‫متتع‬ ‫من‬‫اجلب‬ ‫سخط‬ ‫أمن‬ ‫مرة‬،‫ار‬ ‫األ‬ ‫مع‬ ‫حشر‬ ‫تني‬‫ر‬‫م‬ ‫متتع‬ ‫ومن‬،‫ار‬‫ر‬‫ب‬ ‫امحين‬‫ز‬ ‫ات‬‫ر‬‫م‬ ‫ًالث‬ ‫متتع‬ ‫ومن‬‫يف‬ ‫اجلنان‬) (‫الفقيه‬ ‫حيضره‬ ‫ال‬ ‫من‬3/366)، Rasulullah Saw bersabda: “Siapa yang nikah Mut’ah satu kali, maka aman dari murka Allah. Siapa yang nikah Mut’ah dua kali, dibangkitkan pada hari kiamat bersama para orang-orang sholeh. Siapa yang nikah Mut’ah tiga kami, ia akan berdesak-desakan denganku di dalam surga”. (Sumber: Man La Yahdhuruhu al-Faqih: juz.III, hal.366).
  • 72.
    Nikah Mut’ah 4Kali = Nabi •‫الكاش‬ ‫هللا‬ ‫فتح‬ ‫السيد‬ ‫وروى‬‫يف‬ ‫اين‬ ‫عن‬ ‫الصادقني‬ ‫منهج‬ ‫تفسري‬‫النِب‬ ‫ق‬ ‫أنه‬ ‫وآله‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬‫ال‬:‫من‬ ‫متتع‬‫كدرج‬‫درجته‬ ‫كانت‬‫مرة‬‫ة‬ ‫احلسني‬-‫السالم‬ ‫عليه‬-‫و‬ ،‫من‬ ‫كدرج‬‫فدرجته‬ ‫تني‬‫ر‬‫م‬ ‫متتع‬‫احلسن‬ ‫ة‬ -‫السالم‬ ‫عليه‬-‫متتع‬ ‫ومن‬ ، ‫كدر‬‫درجته‬ ‫كانت‬‫ات‬‫ر‬‫م‬ ‫ًالث‬‫جة‬ ‫طالب‬ ‫أيب‬ ‫بن‬ ‫علي‬-‫عليه‬ ‫السالم‬-‫متتع‬ ‫ومن‬‫بع‬‫ر‬‫أ‬‫فد‬‫رجته‬ ‫كدرجِت‬.) As-Sayyid Fathullah al-Kasyani meriwayatkan dalam Tafsir Manhaj as- Shadiqin, dari Rasulullah Saw: “Siapa yang nikah Mut’ah satu kali, derajatnya sama seperti al-Husain. Siapa yang nikah Mut’ah dua kali, derajatnya sama seperti al-Hasan. Siapa yang nikah Mut’ah tiga kali, derajatnya sama seperti Ali. Siapa yang nikah Mut’ah empat kali, Derajatnya sama sepertiku”. (Sumber: Tafsir Manhaj as-Shadiqin: Juz.II, hal.493).
  • 73.
    Masalah ke-18: Boleh nikahmut’ah dengan wanita pelaku zina, meskipun makruh, khususunya jika ia PSK/WTS, Dan terkenal berzina, Jika ia melakukannya, Hendaklah ia melarang wanita itu berbuat kejahatan Peringatan: Merokok dapat menyebabkan impotensi dan gangguan kehamilan
  • 74.
    Mustadrak al-Wasa’il, Ath-Thabrusi, BAB: TIDAKHARAM NIKAH MUT’AH DENGAN PEZINA, MESKIPUN IA TERUS BERZINA. Dari Abi Abdillah (Al-Husein) ‘Alaihissalam, Tentang perempuan cantik yang engkau lihat di jalan, tidak diketahui apakah ia mempunyai suami atau ia seorang WTS. Al-Husein berkata: “Itu tidak penting bagimu, yang penting engkau beri ia mahar (mut’ah)”.
  • 75.
    Jika seseorang nikahmut’ah, ia tidak berbicara dengan wanita itu, maka dituliskan untuknya satu kebaikan. Jika ia tidak mengulurkan tangannya, maka dituliskan untuknya satu kebaikan. Jika ia mendekatinya, maka Allah mengampuni dosanya. Jika ia mandi (junub), maka Allah mengampuninya sebanyak aliran air yang mengalir di rambutnya dan sejumlah rambutnya. Rasulullah Saw bersabda, “Jibril telah menemuiku dan berkata: “Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah telah berfirman: “Sesungguhnya Aku telah mengampuni orang-orang yang nikah mut’ah dari ummatmu”.
  • 76.
    1843 – 51 DariAbu Abdillah Al-Husein ‘Alaihissalam, ia berkata: Apabila seorang laki-laki menyetubuhi istrinya di dubur, ketika itu istrinya sedang puasa, maka puasanya tidak batal dan suaminya tidak perlu mandi wajib
  • 77.
    Mustadrak al-Wasa’il, Imam ath-Thusi, ‘Uqbah: apakah orang yang nikah mut’ah dapat pahala? Imam Al-Baqir ‘Alaihissalam: jika ia melakukan itu karena Allah, berbeda dengan si fulan, Jika ia berbicara satu kata, maka Allah menuliskan satu kebaikan untuknya, Jika ia mendekati wanita itu, maka Allah mengampuni dosanya. Jika ia mandi, maka Allah mengampuni dosanya sebanyak air yang melewati rambutnya. ‘Uqbah: sebanyak jumlah rambut? Imam Al-Baqir ‘Alaihissalam: ya, sebanyak jumlah rambutnya
  • 78.
    SYI’AH DISINI TIDAKMUT’AH ?! “Saudara Alimullah guru ngaji kawin dengan Umul Quro santri dari Alimullah”. Wawancara, Sabtu 30 Desember 2011. Kantor Kejaksaan Negeri Sampang, Jl.Jaksa Agung Suprapto No.84 Sampang.
  • 79.
    INFO MUT’AH TERKINI Demimenciptakan iklim spiritual yang nyaman … Mut’ah 5 jam : 50.000 Tuman (50 Dollar). Mut’ah 1 hari : 75.000 Tuman (75 Dollar). Mut’ah 2 hari : 100.000 Tuman (100 Dollar). Mut’ah 3 hari : 150.000 Tuman (150 Dollar). Mut’ah 4 s/d 10 hari 300.000 Tuman (300 Dollar). Lokasi: Astan Quds Ridhawi (Mashad, Iran). (Catatan: bagi akhawat yang pertama kali melakukan mut’ah dibayar 150.000 Tuman sebagai ganti keperawanan). Diterjemahkan oleh: Muhammad Ihsan Zainuddin http://www.aansar.com/news.php?action=show&id=1775 eramuslim>dunia
  • 80.
    Tidak Ada Permusuhan AntaraAhlulbait Dengan para khalifah
  • 81.
  • 83.
  • 84.
    Firaq asy-Syi’ah, Al-Hasan binMusa an-Naubakhti Sa’ad bin Abdillah al-Qummi (Ulama Syi’ah Abad ke-3 Hijrah). Disebutkan oleh jamaah dari para ulama dari para shahabat ali (bergaris bawah dibuang dalam terbitan syi’ah) bahwa Abdullah bin Saba’ adalah seorang Yahudi, kemudian masuk Islam, ia berkomitmen menjadi pengikut Ali,
  • 85.
    Abdullah bin Saba’ BukanMitos Bukan buatan Ahlussunnah
  • 86.
    Ikhtiyar Ma’rifat ar-Rijal, Imamath-Thusi, Dari Abu Ja’far Alaihissalam: Ali bin Abi Thalib membakar Abdullah bin Saba’
  • 87.
  • 88.
    AHLUSSUNNAH Shahih Al-Bukhari Muhammad binIsma’il Al-Bukhari (w.256H). SYI’AH Al-Kafi Muhammad bin Ya’qub al- Kulaini (w.329H). ‫أن‬‫الشيعة‬‫وجود‬ ‫يزعمون‬(16199)‫ألفا‬ ‫عشر‬ ‫ستة‬ ‫وتسع‬ ‫ومائة‬‫رواية‬ ‫وتسعون‬‫الكافي‬ ‫في‬. Syi’ah menyatakan ada 16199 hadits dalam Al-Kafi Shahih al-Bukhari hanya berisi 7275 hadits, 4000 hadits tanpa pengulangan ‫عنوان‬ ‫تحت‬(‫الكليني‬ ‫حال‬ ‫شرح‬)‫المصطفوي‬ ‫يقول‬: ‫وفاته‬ ‫تاريخ‬ ‫أن‬ ‫اال‬ ‫معروف‬ ‫غير‬ ‫الكليني‬ ‫ميالد‬ ‫تاريخ‬ 328‫أو‬319‫المهدي‬ ‫بسفراء‬ ‫التقى‬ ‫قد‬ ‫و‬ ‫هجرية‬(‫ع‬)- ‫الخاص‬ ‫النواب‬ ‫أي‬-‫األخبار‬ ‫و‬ ‫األحاديث‬ ‫منه‬ ‫أخذوا‬ ‫و‬ ‫مباشرة‬ Imam al-Kulaini telah bertemu dengan para utusan Imam Mahdi, ia meriwayatkan langsung dari mereka Imam al-Bukhari hanya meriwayatkan hadits dari manusia biasa.
  • 89.
    Biografi Al-Kulaini Nama :Abu Ja’far Muhammad bin Ya’qub bin Ishaq al-Kulaini. Tempat Lahir: Desa Kulain, 38KM dari kota Ray, selatan Teheran. Wafat: sya’ban 329H, dimakamkan di Baghdad. (Sumber: A’yan asy-Syi’ah: juz.10, hal.99).
  • 90.
    Pujian Ulama Syi’ahTerhadap kitab Al-Kafi: ‫الم‬ ‫الكتاب‬ ‫صاحب‬ ‫الدين‬ ‫شرف‬ ‫الحسين‬ ‫عبد‬ ‫وقال‬‫لفق‬( ‫المراجعات‬)‫نص‬ ‫ما‬ ‫الرافضة‬ ‫مراجع‬ ‫عن‬ ‫يتكلم‬ ‫وهو‬‫ه‬: (‫مرج‬ ‫هي‬ ‫التي‬ ، ‫األربعة‬ ‫الكتب‬ ‫منها‬ ‫جمع‬ ‫ما‬ ‫وأحسن‬‫ع‬ ‫إلى‬ ‫األول‬ ‫الصدر‬ ‫من‬ ‫وفروعهم‬ ‫أصولهم‬ ‫في‬ ‫اإلمامية‬ ‫وهي‬ ‫الزمان‬ ‫هذا‬:، ‫والتهذيب‬ ، ‫الكافي‬ ‫و‬ ، ‫الفقيه‬ ‫يحضره‬ ‫ال‬ ‫ومن‬ ، ‫واإلستبصار‬‫هي‬ ‫بصحتها‬ ‫مقطوع‬ ‫ومضامينها‬ ‫متواترة‬ ‫وأحسنها‬ ‫وأعظمها‬ ‫أقدمها‬ ‫والكافي‬ ‫وأتقنها‬) .‫ص‬ ‫المراجعات‬370‫مراجعة‬ ، ‫رقم‬(110). Abdul Husein Syarafuddin: Kitab terbaik yang pernah dikumpulkan diantara empat kitab yang merupakan referensi utama Syi’ah dalam hal Ushul dan Furu’, dari sejak generasi awal hingga zaman ini, yaitu: • Kitab Al-Kafi, • Kitab at-Tahdzib. • Kitab al-Istibshar. • Kitab Man La Yahdhuruhu al- Faqih. Mutawatir dan isi kandungannya dijamin keshahihannya. Kitab al-Kafi terdepan, terbesar, terbaik dan terbagus. (Sumber: al-Muraja’at, hal.370, no.110).
  • 91.
    ‫الطبرسي‬ ‫وقال‬( :‫األربعة‬‫الكتب‬ ‫بين‬ ‫الكافي‬ ‫استغن‬ ‫المنصف‬ ‫تأمل‬ ‫وإذا‬ ‫النجوم‬ ‫بين‬ ‫كالشمس‬‫ى‬ ‫فيه‬ ‫المودعة‬ ‫السند‬ ‫رجال‬ ‫آحاد‬ ‫حال‬ ‫مالحظة‬ ‫عن‬ ‫االطمئنان‬ ‫له‬ ‫ويحصل‬ ‫الوثوق‬ ‫وتورثه‬ ‫وصحتها‬ ‫وثبوتها‬ ‫بصدورها‬. )‫مستدرك‬ ‫الوسائل‬(3/532 ) . Ath-Thabrusi: Kitab al-Kafi diantara empat kitab induk seperti matahari diantara bintang- bintang. Jika orang yang netral mau merenung memperhatikan kondisi para perawinya pastilah akan merasa yakin, tenang dan mengetahui keshahihannya. (Sumber: Mustadrak al-Wasa’il: 3/532). ‫الطهراني‬ ‫بزرك‬ ‫آغا‬( :‫األربعة‬ ‫الكتب‬ ‫أجل‬ ‫هو‬ ‫في‬ ‫مثله‬ ‫يكتب‬ ‫لم‬ ، ‫عليها‬ ‫المعتمدة‬ ‫األصول‬ ‫بن‬ ‫محمد‬ ‫اإلسالم‬ ‫لثقة‬ ، ‫الرسول‬ ‫آل‬ ‫من‬ ‫المنقول‬ ‫س‬ ‫المتوفى‬ ‫الرازي‬ ‫الكليني‬ ‫إسحاق‬ ‫بن‬ ‫يعقوب‬‫نة‬ 328‫هـ‬. )‫الشيعة‬ ‫تصانيف‬ ‫إلى‬ ‫الذريعة‬ ( 17 / 245 ) . Agha Bazrak ath-Thahrani: Kitab al-Kafi adalah kitab termulia diantara empat kitab induk pedoman Syi’ah. Tidak pernah ada kitab yang ditulis seperti itu yang diriwayatkan dari keluarga Rasulullah Saw, karya Tsiqat (terpercaya) Islam, al-Kulaini w.328H. (sumber: adz-Dzari’ah ila Tashanif asy- Syi’ah: 17/245).
  • 92.
  • 93.
    Isi Kitab Al-Kafi ‫في‬‫ب‬ َّ‫وبو‬(1/260)‫بعنوان‬ ً‫ا‬‫باب‬" :‫األئمة‬ ‫أن‬ ‫باب‬ ‫ال‬ ‫وأنه‬ ، ‫يكون‬ ‫وما‬ ، ‫كان‬ ‫ما‬ ‫علم‬ ‫يعلمون‬ ‫السالم‬ ‫عليهم‬ ‫شيء‬ ‫عليهم‬ ‫يخفى‬. " ‫قال‬ ‫هللا‬ ‫عبد‬ ‫أبي‬ ‫عن‬ ‫فيه‬ ‫وروى‬:‫في‬ ‫ما‬ ‫أعلم‬ ‫إني‬ ‫والنار‬ ‫الجنة‬ ‫في‬ ‫ما‬ ‫وأعلم‬ ، ‫األرض‬ ‫في‬ ‫وما‬ ، ‫السموات‬ ‫يكون‬ ‫وما‬ ، ‫كان‬ ‫ما‬ ‫وأعلم‬ ،. " Bab: Para Imam ‘Alaihissalam mengetahui apa yang telah terjadi, apa yang akan terjadi, tidak ada yang tersembunyi bagi imam. Diriwayatkan ari Abu Abdillah (Al- Husein), ia berkata: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang ada di langit, di dalam bumi, aku mengetahui apa yang ada di dalam surga dan neraka, aku mengetahui apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi”. (Al-Kafi: 1/260).
  • 94.
    (1/407–410)‫بعنوان‬ ً‫ا‬‫باب‬" :‫أن‬‫باب‬ ‫لإلمام‬ ‫كلها‬ ‫األرض‬. " ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫عبد‬ ‫أبي‬ ‫عن‬ ‫بصير‬ ‫أبي‬ ‫عن‬ ‫فيه‬ ‫وروى‬ ‫السالم‬–‫أي‬:‫الصادق‬ ‫جعفر‬-‫قال‬" :َ‫علمت‬ ‫أما‬ ‫لإلمام‬ ‫واآلخرة‬ ‫الدنيا‬ ‫أن‬!‫يشاء‬ ‫حيث‬ ‫يضعها‬! ‫؟‬ ‫يشاء‬ ‫من‬ ‫إلى‬ ‫ويدفعها‬. " ! Bab: Seluruh bumi milik imam. Diriwayatkan dari Abu Bashir dari Abu Abdillah (Al-Husein), Imam Ja’far ash- Shadiq berkata: “Apakah engkau tidak mengetahui bahwa dunia dan akhirat milik imam, ia meletakkannya sesuai kehendaknya dan memberikan kepada siapa yang ia kehendaki. (al-Kafi: 1/407). Sesungguhnya ziarah ke makam Husein sama dengan 20 kali haji. Lebih afdhal daripada 20 kali haji dan umrah. (Furu’ Al-Kafi, hal.59). ‫وفي‬"‫الكافي‬ ‫فروع‬( "‫ص‬59" : )‫زيارة‬ ‫إن‬ ‫من‬ ‫وأفضل‬ ، ‫حجة‬ ‫عشرين‬ ‫تعدل‬ ‫الحسين‬ ‫قبر‬ ‫وحجة‬ ‫عمرة‬ ‫عشرين‬. "
  • 95.
    Ibu susu pertamanabi ‫هللا‬ ‫عبد‬ ‫أبي‬ ‫عن‬ ‫بصير‬ ‫أبي‬ ‫عن‬-‫السالم‬ ‫عليه‬-‫ق‬‫ال‬:‫لما‬ ‫له‬ ‫ليس‬ ‫أياما‬ ‫مكث‬ ‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬ ‫النبي‬ ‫ولد‬،‫لبن‬ ‫لبن‬ ‫هللا‬ ‫فأنزل‬ ،‫نفسه‬ ‫ثدي‬ ‫على‬ ‫طالب‬ ‫أبو‬ ‫فألقاه‬‫منه‬ ‫فرضع‬ ‫ا‬ ‫فدف‬ ‫السعدية‬ ‫حليمة‬ ‫على‬ ‫طالب‬ ‫أبو‬ ‫وقع‬ ‫حتى‬ ‫أياما‬‫إليها‬ ‫عه‬ [‫ج‬ ‫الكافي‬1/448]. Dari Abu Bashir, dari Abu Abdillah (Al- Husein) ‘Alaihissalam, ia berkata: Ketika Rasulullah Saw lahir, beberapa hari tidak ada air susu, maka Abu Thalib memberikan susunya, maka Allah menurunkan susu, lalu Rasulullah Saw menyusu dari susu Abu Thalib beberapa hari Abu Thalib menyerahkannya kepada Halima’ as-Sa’diyah. (Al-Kafi: 1/448).
  • 96.
    Iblis membai’at AbuBakar ‫و‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬ ‫هللا‬ ‫رسول‬ ‫وفاة‬ ‫بعد‬‫سلم‬ ‫في‬ ‫بكر‬ ‫ألبي‬ ‫البيعة‬ ‫تقررت‬ ‫وحين‬‫سقيفة‬ ‫إلى‬ ‫بكر‬ ‫أبي‬ ‫وصول‬ ‫وبعد‬ ‫ساعدة‬ ‫بني‬ ‫هللا‬ ‫رسول‬ ‫منبر‬ ‫واعتلى‬ ‫النبوي‬ ‫المسجد‬ ‫يب‬ ‫الناس‬ ‫وبدأ‬ ‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬،‫ايعونه‬ ‫ذهب‬ ‫المنظر‬ ‫هذا‬ ‫الفارسي‬ ‫سلمان‬ ‫ورأى‬ ‫باألمر‬ ‫وأبلغه‬ ‫عنه‬ ‫هللا‬ ‫رضي‬ ‫علي‬ ‫إلى‬ ‫الفارسي‬ ‫سلمان‬ ‫علي‬ ‫فسأل‬:‫من‬ ‫أتعرف‬ ‫ي‬ ‫في‬ ‫يده‬ ‫ووضع‬ ‫بكر‬ ‫أبا‬ ‫بايع‬ ‫من‬ ‫أول‬‫ده؟‬ ‫سلمان‬ ‫فقال‬:‫الرجل‬ ‫ذلك‬ ‫أعرف‬ ‫ال‬ ،‫ال‬ ‫على‬ ‫يتوكأ‬ ‫عجوزا‬ ‫شيخا‬ ‫رأيت‬ ‫لكني‬ ‫كا‬ ،‫السجود‬ ‫عالمة‬ ‫جبينه‬ ‫وعلى‬ ،‫عصاه‬‫ن‬ ‫أبي‬ ‫إلى‬ ‫أوال‬ ‫تقدم‬ ‫الذي‬ ‫الشيخ‬ ‫هو‬ ‫ذلك‬ ‫ويقول‬ ‫يبكي‬ ‫وأخذ‬ ،‫بكر‬:‫ال‬ ‫هلل‬ ‫الحمد‬‫لم‬ ‫ذي‬ ‫اب‬ ،‫المكان‬ ‫هذا‬ ‫في‬ ‫رأيتك‬ ‫حتى‬ ‫يمتني‬‫سط‬ ‫علي‬ ‫فسمع‬ ،‫فبايعه‬ ‫يده‬ ‫فبسط‬ ‫يدك‬‫كالم‬ ‫وقال‬ ‫سلمان‬:‫فقال‬ ‫؟‬ ‫هذا‬ ‫من‬ ‫تدري‬ ‫هل‬ ‫سلمان‬:‫علي‬ ‫فقال‬ ،‫أدري‬ ‫ال‬:‫إبليس‬ ‫ذاك‬ ‫هللا‬ ‫لعنه‬[‫الروضة‬/159]. Setelah Rasulullah Saw wafat, ketika terjadi bai’at terhadap Abu Bakar di Saqifah Bani Sa’idah, setelah Abu Bakar sampai ke Masjid Nabawi, ia naik ke mimbar Rasulullah Saw, orang banyak mulai membai’atnya, Salman al-Farisi melihat pemandangan itu, lalu ia pergi kepada Ali, ia menyampaikan berita itu, ali bertanya kepada Salman, “Tahukah engkau siapa yang pertama kali membai’at Abu Bakar dan meletakkan tangannya ke tangan Abu Bakar?”. Salman menjawab: “Tidak, saya tidak kenal laki-laki itu. Akan tetapi saya melihat ada lelaki tua bertongkat, di keningnya ada bekas sujud, dialah orang tua yang pertama kali maju kepada Abu Bakar, ia menangis dan berkata: “Alhamdulillah yang tidak mematikan aku hingga aku bisa melihatmu di tempat ini. Ulurkanlah tanganmu”. Lalu Abu Bakar mengulurkan tangannya. Lalu orang tua itu membai’atnya. Ali bertanya: “Apakah engkau tau siapa orang itu?”. Salman menjawab: “Saya tidak tau”. Ali berkata: “Itu Iblis la’natullah”. (ar-Raudhah/al-Kafi: 159)
  • 97.
    SYI’AH: KAFIR ATAUSESAT? PENDAPAT IMAM MALIK: •‫قال‬ ‫املروذي‬ ‫بكر‬ ‫أيب‬ ‫عن‬ ‫اخلالل‬ ‫روى‬:‫يقول‬ ‫هللا‬ ‫عبد‬ ‫أبا‬ ‫مسعت‬:‫اإلمام‬ ‫قال‬ ‫مالك‬:‫أصحاب‬ ‫يشتم‬ ‫الذي‬‫ل‬ ‫ليس‬ ‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬ ‫النِب‬‫اسم‬ ‫م‬-‫أو‬ ‫قال‬-:‫نصيب‬‫اإلسالم‬ ‫يف‬[‫اخلالل‬/‫السنة‬:2/557‫الرسالة‬ ‫حمقق‬ ‫قال‬ ،: ‫صحيح‬ ‫إسناده‬.]. Al-Khallal meriwayatkan dari Abu Bakr al-Marwazi, ia berkata, “Saya mendengar Abu Abdillah berkata, ia berkata, Imam Malik berkata: “Orang yang mencaci maki shahabat nabi, mereka tidak punya bagian dalam Islam/KAFIR”.
  • 98.
    PENDAPAT IMAM HANBALI: •"‫و‬‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬ ‫حممد‬ ‫أصحاب‬ ‫من‬ ‫يتَبؤون‬ ‫الذين‬ ‫هم‬،‫يسبوهنم‬ ‫بعة‬‫ر‬‫أ‬ ‫إال‬ ‫األئمة‬ ‫ويكفرون‬ ‫ويتنقصون‬:،‫واملقداد‬ ،‫وعمار‬ ،‫علي‬،‫وسلمان‬ ‫شيء‬ ‫يف‬ ‫اإلسالم‬ ‫من‬ ‫افضة‬‫ر‬‫ال‬ ‫وليست‬[ "‫أمحد‬ ‫لإلمام‬ ‫السنة‬:‫ص‬82، ‫األنصاري‬ ‫إمساعيل‬ ‫الشيخ‬ ‫تصحيح‬.]. Mereka yang mengkafirkan dan mencaci maki shahabat nabi, mencela dan mengkafirkan para imam, kecuali empat: Ali, Ammar, al-Miqdad dan Salman. Syi’ah Rafhidhah bukan Islam”. (sumber: as-Sunnah, hal.82).
  • 99.
    PENDAPAT IMAM ABDURRAHMANIBNU MAHDI: ‫مهدي‬ ‫بن‬ ‫الرمحن‬ ‫عبد‬ ‫قال‬:‫ملتان‬ ‫مها‬:‫افضية‬‫ر‬‫وال‬ ‫اجلهمية‬[‫خلق‬‫أفعال‬ ‫للبخاري‬ ‫العباد‬:‫ص‬125 Al-Jahamiyyah dan Syi’ah Rafidhah adalah dua agama (Bukan Islam). (Sumber: Khalq Af’al al-’Ibad: hal.125).
  • 100.
    PENDAPAT IMAM AL-BUKHARI: ‫قال‬-‫هللا‬‫رمحه‬-:‫صلي‬ ‫أم‬ ،‫افض‬‫ر‬‫وال‬ ‫اجلهمي‬ ‫خلف‬ ‫صليت‬ ‫أبايل‬ ‫ما‬‫خلف‬ ‫ت‬ ‫يش‬ ‫وال‬ ‫يناكحون‬ ‫وال‬ ‫يعادون‬ ‫وال‬ ‫عليهم‬ ‫يسلم‬ ‫وال‬ ،‫والنصارى‬ ‫اليهود‬‫وال‬ ‫هدون‬ ‫ذبائحهم‬ ‫كل‬‫تؤ‬[‫البخاري‬ ‫اإلمام‬/‫العباد‬ ‫أفعال‬ ‫خلق‬:‫ص‬125.]. Imam al-Bukhari berkata: “Saya tidak peduli apakah saya shalat di belakang penganut mazhab Jahamiyah atau Syi’ah Rafidhah, di belakang Yahudi dan Nasrani (Mereka KAFIR). Tidak boleh mengucapkan salam kepada mereka, tidak boleh dijenguk, tidak boleh dinikahi, tidak boleh bersaksi, tidak dimakan sembelihan mereka”. (Sumber: Khalq Af’al al-’Ibad, hal.125).
  • 101.
    IMAM AL-GHAZALI: ‫وعمر‬ ‫بكر‬‫أيب‬ ‫بكفر‬ ‫مصرح‬ ‫صرح‬ ‫فلو‬-‫عنهما‬ ‫هللا‬ ‫رضي‬-‫اإل‬ ‫خالف‬ ‫فقد‬،‫وخرقه‬ ‫مجاع‬ ‫واحلكم‬ ‫عليهم‬ ‫والثناء‬ ‫باجلنة‬ ‫الوعد‬ ‫من‬ ‫حقهم‬ ‫يف‬ ‫جاء‬ ‫ما‬ ‫ورد‬‫دينهم‬ ‫بصحة‬‫و‬‫يقينهم‬ ‫ًبات‬ ‫كثرية‬‫أخبار‬ ‫يف‬ ‫اخللق‬ ‫سائر‬ ‫على‬ ‫وتقدمهم‬..‫قال‬ ‫مث‬" :‫بلغ‬ ‫إن‬ ‫ذلك‬ ‫فقائل‬‫واعتقد‬ ‫األخبار‬ ‫ته‬ ‫كافر‬‫فهو‬ ‫كفرهم‬‫ذلك‬ ‫مع‬..،‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬ ‫هللا‬ ‫رسول‬ ‫بتكذيبه‬‫بكلمة‬ ‫كذبه‬‫فمن‬ ‫باإلمجاع‬ ‫كافر‬‫فهو‬ ‫أقاويله‬ ‫من‬ “Jika seseorang secara jelas mengkafirkan Abu Bakar dan Umar, maka ia telah bertentangan dengan Ijma’ dan merusaknya. Menolak hak shahabat yaitu janji mendapat surga, pujian, kebenaran agama, kokoh keyakinan, didahulukan dari selua makhluk. Orang yang mengingkari semua itu, jika hadits telah sampai kepadanya, namun ia tetap kafir, MAKA IA KAFIR, karena ia telah mendustakan Rasulullah Saw. Siapa yang mendustakan Rasulullah Saw dengan satu kalimat, maka ia KAFIR menurut Ijma’” (Sumber: Fadha’ih al-Bathiniyyah, 149).
  • 102.
    PENDAPAT IMAM ABDULQAHIR AL-BAGHDADI: "‫أك‬ ‫الذين‬ ‫واإلمامية‬ ،‫واجلهمية‬ ‫الامشية‬ ‫اجلارودية‬ ‫األهواء‬ ‫أهل‬ ‫وأما‬‫خيار‬ ‫فروا‬ ‫الصحابة‬..‫الص‬ ‫وال‬ ‫عندنا‬ ‫عليهم‬ ‫الصالة‬ ‫جتوز‬ ‫وال‬ ،‫نكفرهم‬ ‫فإنا‬‫خلفهم‬ ‫الة‬" [‫الفرق‬ ‫بني‬ ‫الفرق‬:‫ص‬357.]. “Adapun ahli hawa seperti kelompok al- Jarudiyah, al-Hasyimiyah, al-Jahamiyah dan Syi’ah Imamiyah yang telah mengkafirkan para shahabat, maka kami MENGKAFIRKAN mereka. Mereka tidak boleh dishalatkan dan tidak boleh shalat di belakang mereka”. (Sumber: al-Farq Bain al-Firaq: hal.357).
  • 103.
    PENDAPAT IMAM IBNUHAZM: ‫قولم‬ ‫وأما‬(‫النصارى‬ ‫يعين‬)‫فإن‬ ‫القرآن‬ ‫تبديل‬ ‫الروافض‬ ‫دعوى‬ ‫يف‬‫ليسوا‬ ‫الروافض‬ ‫املسلمني‬ ‫من‬[‫ك‬‫على‬ ‫وال‬ ،‫املسلمني‬ ‫على‬ ‫كالمهم‬‫يف‬ ‫حاجة‬ ‫فال‬ ‫يعين‬‫تاهبم‬].‫إمنا‬ ، ‫خب‬ ‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬ ‫هللا‬ ‫رسول‬ ‫موت‬ ‫بعد‬ ‫أولا‬ ‫حدث‬ ‫فرقة‬ ‫هي‬‫ين‬‫ر‬‫وعش‬ ‫مس‬ ‫سنة‬.‫والكفر‬ ‫الكذب‬ ‫يف‬ ‫والنصارى‬ ‫اليهود‬ ‫جمرى‬ ‫جتري‬ ‫طائفة‬ ‫وهي‬[‫الفصل‬: 2/213.]. “adapun pendapat mereka (Nasrani) sama seperti pendapat Syi’ah Rafidhah tentang pertukaran al- Qur’an. Sesungguhnya Syi’ah Rafidhah itu bukan kaum muslimin. Mereka adalah kelompok yang muncul setelah 25 tahun kematian Rasulullah Saw. Kelompok ini sama seperti Yahudi dan Nasrani dalam hal dusta dan KEKAFIRAN”. (Sumber: al-Fishal, juz.II, hal.213).
  • 104.
    PENDAPAT IMAM FAKHRUDINAR-RAZI: •‫وجوه‬ ‫ًالًة‬ ‫من‬ ‫الروافض‬ ‫يكفرون‬ ‫األشاعرة‬: •‫أولا‬:‫السالم‬ ‫عليه‬ ‫لقوله‬ ‫كافر‬‫فهو‬ ً‫ا‬‫مسلم‬ ‫كفر‬‫من‬ ‫كل‬‫و‬ ،‫املسلمني‬ ‫سادات‬ ‫كفروا‬‫أهنم‬:"‫ألخيه‬ ‫قال‬ ‫من‬:‫يا‬ ‫أحدمها‬ ‫هبا‬ ‫باء‬ ‫فقد‬ ‫كافر‬[ "‫خترجيه‬ ‫سيأيت‬].‫تكفريهم‬ ‫جيب‬ ‫فإذن‬. •‫وًانيها‬:‫ف‬ ،‫شأهنم‬ ‫وتعظيم‬ ‫عليهم‬ ‫بالثناء‬ ‫السالم‬ ‫عليه‬ ‫الرسول‬ ‫نص‬ ً‫ا‬‫قوم‬ ‫كفروا‬‫أهنم‬ً‫ا‬‫تكذيب‬ ‫تكفريهم‬ ‫يكون‬ ‫السالم‬ ‫عليه‬ ‫للرسول‬. •‫وًالثها‬:‫الصحابة‬ ‫سادات‬ ‫كفر‬‫من‬ ‫تكفري‬ ‫على‬ ‫األمة‬ ‫إمجاع‬[‫ازي‬‫ر‬‫ال‬/‫الورق‬ ،‫العقول‬ ‫هناية‬‫ة‬212 (‫خمطوط‬.].) Ulama mazhab Asy’ari mengkafirkan Syi’ah Rafidhah Dari tiga aspek: Pertama, mereka mengkafirkan kaum muslimin. Siapa yang mengkafirkan kaum muslimin, maka ia kafir. Berdasarkan hadits. Maka mereka WAJIB DIKAFIRKAN. Kedua, mereka mengkafirkan orang-orang yang dipuji nabi, berarti mereka mendustakan nabi. Ketiga, Ijma’ untuk MENGKAFIRKAN orang yang telah mengkafirkan para shahabat nabi”. (Sumber: Nihayat al-’Uqul: kertas: 212).