Power and Influence in
Interpersonal Relationship
Angga Prawadika Aji, S.I.P., M.A.
angga.prawadika@fisip.unair.ac.id
Kekuasaan (Power)
Kekuasaan (power) ialah
mempengaruhi perilaku
pihak lain.
Beberapa orang lebih berkuasa (more
powerful) dari orang lain
Kekuasaan bisa dibagi
Kekuasaan dapat ditingkatkan maupun
dikurangi
Kekuasaan mengikuti prinsip kepentingan
Kekuasan menciptakan hak-hak istimewa
(privilege)
Kekuasaan memiliki dimensi kultural
Jenis Kekuasaan
Dalam Relasi Interpersonal
Referent Power
Legitimate
Power
Expert Power
Information
and Persuasion
Power
Reward and
Coercive Power
Referent Power
(Kekuasaan Rujukan)
Kekuasaan yang timbul karena
karisma, karakteristik individu,
keteladanan atau kepribadian yang
menarik. Logika sederhana dari jenis
kekuasaan ini adalah, apabila saya
mengagumi dan memuja Anda, maka
Anda dapat berkuasa atas saya.
Legitimate Power
(Kekuasaan Sah)
Kkekuasaan yang dimiliki seorang
pemimpin sebagai hasil dari posisinya dalam
suatu organisasi atau lembaga. Kekuasaan
yang memberi otoritas atau wewenang
(authority) kepada seorang pemimpin untuk
memberi perintah, yang harus didengar dan
dipatuhi oleh anak buahnya. Bisa berupa
kekuasaan seorang jenderal terhadap para
prajuritnya, seorang kepala sekolah
terhadap guru-guru yang dipimpinnya,
ataupun seorang pemimpin perusahaan
terhadap karyawannya.
Coercive Power
(Kekuasaan Paksa)
Kekuasaan yang didasari karena
kemampuan seorang pemimpin untuk
memberi hukuman dan melakukan
pengendalian. Yang dipimpin juga
menyadari bahwa apabila dia tidak
mematuhinya, akan ada efek negatif yang
bisa timbul.
Reward Power
(Kekuasaan Penghargaan)
Kekuasaan untuk memberi keuntungan
positif atau penghargaan kepada yang
dipimpin. Tentu hal ini bisa terlaksana
dalam konteks bahwa sang pemimpin
mempunyai kemampuan dan sumberdaya
untuk memberikan penghargaan kepada
bawahan yang mengikuti arahan-
arahannya.
Expert Power
(Kekuasaan Kepakaran)
kekuasaan yang berdasarkan karena
kepakaran dan kemampuan seseorang
dalam suatu bidang tertentu, sehingga
menyebabkan sang bawahan patuh karena
percaya bahwa pemimpin mempunyai
pengalaman, pengetahuan dan kemahiran
konseptual dan teknikal. Kekuasaan ini akan
terus berjalan dalam kerangka sang
pengikut memerlukan kepakarannya, dan
akan hilang apabila sudah tidak
memerlukannya. Kekuasaan kepakaran bisa
terus eksis apabila ditunjang oleh referent
power atau legitimate power.
Empat Gaya Pengaruh
Assertive Persuasion :
Menggunakan logika atau argumen
rasional dan alasan persuasif
Participation and Trust :
Dalam sebuah kelompok menggunakan
kharisma dan ‘liking’
Reward and
Punishment:
Menggunakan tawar menawar, insentif,
dan tekanan.
Common Vision:
Memperkuat kepercayaan bahwa upaya
bersama dapat mencapai visi bersama
Melawan Kekuasaan dan Pengaruh
Negosiasi
• Berupaya
mencari jalan
tengah dan
menegosiasi
posisi antara
masing-masing
pihak.
Justifikasi
• Membela diri
dengan
menyampaikan
argumen
tentang pilihan
yang diambil
Manajemen
Identitas
• Berupaya untuk
mengatur kapan
harus tunduk
dan kapan harus
tegas
• Berupaya agar
tidak
menampilkan
kesan mudah
ditekan
Terima Kasih

Kekuasaan Dalam Hubungan Interpersonal

  • 1.
    Power and Influencein Interpersonal Relationship Angga Prawadika Aji, S.I.P., M.A. angga.prawadika@fisip.unair.ac.id
  • 2.
    Kekuasaan (Power) Kekuasaan (power)ialah mempengaruhi perilaku pihak lain. Beberapa orang lebih berkuasa (more powerful) dari orang lain Kekuasaan bisa dibagi Kekuasaan dapat ditingkatkan maupun dikurangi Kekuasaan mengikuti prinsip kepentingan Kekuasan menciptakan hak-hak istimewa (privilege) Kekuasaan memiliki dimensi kultural
  • 3.
    Jenis Kekuasaan Dalam RelasiInterpersonal Referent Power Legitimate Power Expert Power Information and Persuasion Power Reward and Coercive Power
  • 4.
    Referent Power (Kekuasaan Rujukan) Kekuasaanyang timbul karena karisma, karakteristik individu, keteladanan atau kepribadian yang menarik. Logika sederhana dari jenis kekuasaan ini adalah, apabila saya mengagumi dan memuja Anda, maka Anda dapat berkuasa atas saya.
  • 5.
    Legitimate Power (Kekuasaan Sah) Kkekuasaanyang dimiliki seorang pemimpin sebagai hasil dari posisinya dalam suatu organisasi atau lembaga. Kekuasaan yang memberi otoritas atau wewenang (authority) kepada seorang pemimpin untuk memberi perintah, yang harus didengar dan dipatuhi oleh anak buahnya. Bisa berupa kekuasaan seorang jenderal terhadap para prajuritnya, seorang kepala sekolah terhadap guru-guru yang dipimpinnya, ataupun seorang pemimpin perusahaan terhadap karyawannya.
  • 6.
    Coercive Power (Kekuasaan Paksa) Kekuasaanyang didasari karena kemampuan seorang pemimpin untuk memberi hukuman dan melakukan pengendalian. Yang dipimpin juga menyadari bahwa apabila dia tidak mematuhinya, akan ada efek negatif yang bisa timbul.
  • 7.
    Reward Power (Kekuasaan Penghargaan) Kekuasaanuntuk memberi keuntungan positif atau penghargaan kepada yang dipimpin. Tentu hal ini bisa terlaksana dalam konteks bahwa sang pemimpin mempunyai kemampuan dan sumberdaya untuk memberikan penghargaan kepada bawahan yang mengikuti arahan- arahannya.
  • 8.
    Expert Power (Kekuasaan Kepakaran) kekuasaanyang berdasarkan karena kepakaran dan kemampuan seseorang dalam suatu bidang tertentu, sehingga menyebabkan sang bawahan patuh karena percaya bahwa pemimpin mempunyai pengalaman, pengetahuan dan kemahiran konseptual dan teknikal. Kekuasaan ini akan terus berjalan dalam kerangka sang pengikut memerlukan kepakarannya, dan akan hilang apabila sudah tidak memerlukannya. Kekuasaan kepakaran bisa terus eksis apabila ditunjang oleh referent power atau legitimate power.
  • 9.
    Empat Gaya Pengaruh AssertivePersuasion : Menggunakan logika atau argumen rasional dan alasan persuasif Participation and Trust : Dalam sebuah kelompok menggunakan kharisma dan ‘liking’ Reward and Punishment: Menggunakan tawar menawar, insentif, dan tekanan. Common Vision: Memperkuat kepercayaan bahwa upaya bersama dapat mencapai visi bersama
  • 10.
    Melawan Kekuasaan danPengaruh Negosiasi • Berupaya mencari jalan tengah dan menegosiasi posisi antara masing-masing pihak. Justifikasi • Membela diri dengan menyampaikan argumen tentang pilihan yang diambil Manajemen Identitas • Berupaya untuk mengatur kapan harus tunduk dan kapan harus tegas • Berupaya agar tidak menampilkan kesan mudah ditekan
  • 11.