KELOMPOK 7
BEHEZTY RAIHANA
HANA AFIFAH
MUHAMMAD DAFFA ADERSA
SAYYID ARKHAN HUSEINY
KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP
 Makhluk hidup terdiri dari manusia, hewan, dan
tumbuhan.
Dalam Sehari hari makhluk hidup perlu makan
dan minum. Dengan makan dan minum makhluk
hidup dapat bertahan hidup. Selain itu, makhluk
hidup juga
melakukan aktivitas lainnya. Makhluk hidup
mempunyai ciri
ciri yang membedakan dengan benda tidak hidup
CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP
BERGERAK BERNAFAS MAKAN
TUMBUH DAN
BERKEMBANG
MENGELUARKAN
ZAT SISA
BERKEMBANG
BIAK
PEKA TERHADAP
RANGSANGAN
BERADAPTASI
BERGERAK
 Ada 2 macam gerak pada makhluk hidup:
- Gerak berpindah tempat (manusia dan hewan)
- Gerak tidak berpindah tempat (Tumbuhan)
 Gerak pada tumbuhan tidak mudah diamati dan tidak
dapat berpindah tempat, hanya diberikan pengaruh
 Gerak pada hewan mudah diamati dan dapat berpindah
pindah tempat secara leluasa, gerak tersebut
berhubungan dengan aktivitas hidupnya seperti
mencari makan
Contoh
GERAK PADA HEWAN GERAK PADA TUMBUHAN
BERNAFAS
Fungsi utama bernafas yaitu untuk meghasilkan
energi
Energi berguna untuk menjalankan kegiatan hidup
Energi yg dimiliki makhluk hidup berasal dari
makanan yg mereka makan. Hal ini menyangkut
proses pernafasan pada tubuh. Perhatikan reaksi
pernafasan berikut:
C6 H12 O6 + 6CO2 + 12H2O + 674 kkai
Ketika makhluk menghirup oksigen (O2) dan
menghembuskan karbon dioksida (CO2).
CONTOH
BERNAFAS
MAKAN
Makhluk hidup perlu makan agar memperoleh
energi untuk beraktivitas. Makanan juga di
gunakan untuk pertumbuhan dan mengganti sel-
sel yg rusak. Manusia dan hewan tidak dapat
membuat makanannya sendiri (heterotrof). Oleh
karena itu manusia dan hewan bergantung pada
tumbuhan hijau.
CONTOH
TUMBUH DAN BERKEMBANG
Pertumbuhan merupakan perubahan yg sifatnya
kuantitatif, sedangkan perkembangan merupakan
perubahan kualitatif. Jika pertumbuhan lebih
memusatkan tinjauan pada perubahan struktur
fisik, maka perkembangan lebih memusatkan
tinjauan pada perubahan struktur fisik
Tumbuh dikatakan dewasa jika telah mempunyai
organ reproduksi
CONTOH
MENGELUARKAN ZAT SISA
Proses pengeluaran zat sisa metabolisme pada makhluk hidup
disebut ekskresi.
Alat-alat pengeluaran pada manusia antara lain paru-paru , kulit,
ginjal dan hati.
Pengeluaran zat sisa di bagi menjadi 3 yaitu:
Ekskresi : pengeluaran zat sisa yang dilakukan oleh
kulit dan ginjal.
Respirasi : pengeluaran CO2 sebagai zat sisa yang
dikeluarkan melalui hidung, atau disebut
pernapasan.
Defekasi : pengeluaran zat sisa pencernaan makanan yang
berupa tinja (feses) melalui anus.
Berkembang biak
Berkembangbiak merupakan upaya makhluk hidup
untuk menghasilkan keturunan. Tujuannya untuk
mempertahankan kelestarian jenisnya.
Berkembang biak dibagi menjadi dua, yaitu:
-vegetatif (tidak kawin)
-generatif (kawin)
Berkembang biak pada tumbuhan
 Vegetatif alami :
 Umbi akar : singkong dan wortel
 Umbi batang : kentang
 Umbi lapis : bawang merah dan bawang putih
 Tunas : pisang dan bambu
 Tunas adventif : cocor bebek dan begonia
 Spora : lumut dan tumbuhan paku
 Geragih : rumput teki dan stoberi
 Akar tinggal (stolon) : kunyit dan jahe
 Vegetatif buatan :
 Cangkok : mangga dan jambu
 Stek batang : mawar dan singkong
 Stek daun : wijaya kusuma
 Merunduk : apel dan alamanda
 Generatif :
 Konjungsi : reproduksi generatif pada tumbuhan
yang belum jelas alat kelaminnya : spyrogyra
(ganggang hijau)
 Isogami : Peleburan 2 sel kelamin yang sama besar :
clamydomonas (ganggang biru)
 Anisogami: peleburan 2 sel yang tidak sama besar:
Ulva (ganggang yang berbentuk lembaran)
 Penyerbukan yang diikuti pembuahan: terjadi pada
tumbuhan berbunga(antophyta) / berbiji
(spermatophyta) .
Perkembang biakan pada hewan
*Generatif : -Ovipar= bertelur
Contoh: ayam, kurakura, cecak, ikan mas,penguin,
dkk.
-Ovovivipar= bertelur dan melahirkan
Contoh : beberapa jenis ular dan kadal
-Vivipar= melahirkan
Contoh : orangutan , paus, kucing, kelelawar, dkk.
*Vegetatif : - tunas = hydra, anemon laut
-Membelah diri
-Fragmentasi
Contoh
Berkembakbiak pada tumbuhan Berkembangbiak pada hewan
Peka Terhadap Rangsang
(manusia dan hewan)
 Untuk menerima rangsang, hewan dan manusia
mempunyai alat indra yaitu :
mata,telinga,hidung,lidah dan kulit
o Mata : Peka terhadap rangsang cahaya
o Telinga : Peka terhadap rangsang suara
o Hidung : Peka terhadap rangsang bau
o Lidah : Peka terhadap rangsang rasa
o Kulit : Peka terhadap rangsag sentuhan.
Peka terhadap rangsang
(tumbuhan)
Untuk menerima rangsang tumbuhan
tidak punya alat indra namun juga peka
terhadap rangsang dan menanggapi
dengan gerak. Rangsangan tersebut
berupa : sentuhan, cahaya, air, zat kimia,
suhu, dan gravitas bumi.
Contoh
 Pada hewan :
Bila anjing mendengar suara asing, bila
kepanasan akan mengulurkan lidahnya, laron
slalu mendekai cahaya, dan semut selalu
menghindari tempat-tempat berair.
 Pada tumbuhan :
Daun putri malu jika terkena sentuhan,
daunnya akan menguncup, bunga matahari
mengikuti arah sinar matahari.
Contoh peka terhadap rangsang
Adaptasi
 Adaptasi adalah Kemampuan makhluk hidup
untuk menyesuaikan diri terhadap
llingkungan dan mempertahankan diri.
 Adaptasi dibagi menjadi 3 yaitu :
 Adaptasi morfologi
 Adaptasi fisiologi
 Adaptasi tingkah laku
 Adaptasi morfologi :
penyesuaian diri terhadap alat-alat tubuhnya,
contoh: -burung elang mempunyai kuku yang
tajam untuk menerkam mangsa,dll.
 Adaptasi fisiologi :
penyesuaian diri terhadap lingkungan dengan
fungsi alat-alat tubuh.
Contoh:-manusia menambah jumlah sel darah
merah bila berada di pegunungan.
 Adaptasi tingkahlaku:
Penyesuaian diri terhadap lingkungannya dengan
tingkah laku.
Contoh:-bunglon merubah warna di tubuhnya.
Contoh Adaptasi
Upaya Pelestarian
Keanekaragaman Hayati
 Keanekaragaman hayati atau biodiversitas (biological
divercity) adalah berbagai macam variasi bentuk,
penampilan, jumlah, dan sifat yang tampak pada
berbagai tingkatan mahluk hidup yang meliputi
tingkatan ekoistem, tingkatan jeni (spesies), dan
keanekaragaman ekosistem. Berdasarkan
pengertiannya, keanekaragaman hayati dibedakan
menjadi tiga macam, yaitu: keanekaragaman gen
(genetik), keanekaragaman spesies (jenis), dan
keanekaragaman ekosistem.
Fungsi keanekaragaman :
 Sumber penghidupan dan kelangsungan hidup
manusia karena bahan sandang, pangan, papan,
obat-obatan, dan kebutuhan hidup lain berasal
dari sana.
 Sumber ilmu pengetahuan dan teknologi.
 Pengembangan sosial budaya umat manusia.
 Membangkitkan nuansa keindahan yang
mencerminkan kehebatan sang pencipta.
Penurunan keanekaragaman hayati dapat dicegah
dengan cara melakukan pelestarian (konservasi)
keanekaragaman hayati. Tujuan :
 Menjamin kelestarian fungsi ekosistem sebagai
penyangga kehidupan
 Mencegah terjadinya kepunahan spesies yang
disebabkan oleh kerusakan habitat dan
pemanfaatan yang tidak terkendali.
 Menyediakan sumber plasma nutfah untuk
mendukung pengembangan dan budidaya kultivar-
kultivar tanaman pangan, obat-obatan, maupun
hewan ternak.
Contoh penurunan
keanekaragaman hayati
Pelestarian Makhluk Hidup
 Usaha pelestarian hewan dan tumbuhan dapat
dilakukan melalui:
 Pelestarian in situ : dilakukan di habitat
aslinya.
 Contoh: pembuatan suaka marga satwa, taman
nasional, cagar alam,dll.
 Pelestarian ex situ : dilakukan di luar
habitatnya
 Contoh: kebun botani, penangkaran, kebun
binatang,dll.
Contoh pelestarian makhluk hidup
TAKE WITH GOOD CARE OF OUR
EARTH
DON’T LET ANYONE SPOIL IT !!!
TOGETHER, LET’S KEEP THE EARTH
GOOD 
BECAUSE WE ARE THE EARTH
RESIDENCE

Keanekaragaman makluk hidup

  • 1.
    KELOMPOK 7 BEHEZTY RAIHANA HANAAFIFAH MUHAMMAD DAFFA ADERSA SAYYID ARKHAN HUSEINY
  • 4.
    KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP Makhluk hidup terdiri dari manusia, hewan, dan tumbuhan. Dalam Sehari hari makhluk hidup perlu makan dan minum. Dengan makan dan minum makhluk hidup dapat bertahan hidup. Selain itu, makhluk hidup juga melakukan aktivitas lainnya. Makhluk hidup mempunyai ciri ciri yang membedakan dengan benda tidak hidup
  • 5.
    CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP BERGERAKBERNAFAS MAKAN TUMBUH DAN BERKEMBANG MENGELUARKAN ZAT SISA BERKEMBANG BIAK PEKA TERHADAP RANGSANGAN BERADAPTASI
  • 6.
    BERGERAK  Ada 2macam gerak pada makhluk hidup: - Gerak berpindah tempat (manusia dan hewan) - Gerak tidak berpindah tempat (Tumbuhan)  Gerak pada tumbuhan tidak mudah diamati dan tidak dapat berpindah tempat, hanya diberikan pengaruh  Gerak pada hewan mudah diamati dan dapat berpindah pindah tempat secara leluasa, gerak tersebut berhubungan dengan aktivitas hidupnya seperti mencari makan
  • 7.
    Contoh GERAK PADA HEWANGERAK PADA TUMBUHAN
  • 8.
    BERNAFAS Fungsi utama bernafasyaitu untuk meghasilkan energi Energi berguna untuk menjalankan kegiatan hidup Energi yg dimiliki makhluk hidup berasal dari makanan yg mereka makan. Hal ini menyangkut proses pernafasan pada tubuh. Perhatikan reaksi pernafasan berikut: C6 H12 O6 + 6CO2 + 12H2O + 674 kkai Ketika makhluk menghirup oksigen (O2) dan menghembuskan karbon dioksida (CO2).
  • 9.
  • 10.
    MAKAN Makhluk hidup perlumakan agar memperoleh energi untuk beraktivitas. Makanan juga di gunakan untuk pertumbuhan dan mengganti sel- sel yg rusak. Manusia dan hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri (heterotrof). Oleh karena itu manusia dan hewan bergantung pada tumbuhan hijau.
  • 11.
  • 12.
    TUMBUH DAN BERKEMBANG Pertumbuhanmerupakan perubahan yg sifatnya kuantitatif, sedangkan perkembangan merupakan perubahan kualitatif. Jika pertumbuhan lebih memusatkan tinjauan pada perubahan struktur fisik, maka perkembangan lebih memusatkan tinjauan pada perubahan struktur fisik Tumbuh dikatakan dewasa jika telah mempunyai organ reproduksi
  • 13.
  • 14.
    MENGELUARKAN ZAT SISA Prosespengeluaran zat sisa metabolisme pada makhluk hidup disebut ekskresi. Alat-alat pengeluaran pada manusia antara lain paru-paru , kulit, ginjal dan hati. Pengeluaran zat sisa di bagi menjadi 3 yaitu: Ekskresi : pengeluaran zat sisa yang dilakukan oleh kulit dan ginjal. Respirasi : pengeluaran CO2 sebagai zat sisa yang dikeluarkan melalui hidung, atau disebut pernapasan. Defekasi : pengeluaran zat sisa pencernaan makanan yang berupa tinja (feses) melalui anus.
  • 15.
    Berkembang biak Berkembangbiak merupakanupaya makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan. Tujuannya untuk mempertahankan kelestarian jenisnya. Berkembang biak dibagi menjadi dua, yaitu: -vegetatif (tidak kawin) -generatif (kawin)
  • 16.
    Berkembang biak padatumbuhan  Vegetatif alami :  Umbi akar : singkong dan wortel  Umbi batang : kentang  Umbi lapis : bawang merah dan bawang putih  Tunas : pisang dan bambu  Tunas adventif : cocor bebek dan begonia  Spora : lumut dan tumbuhan paku  Geragih : rumput teki dan stoberi  Akar tinggal (stolon) : kunyit dan jahe
  • 17.
     Vegetatif buatan:  Cangkok : mangga dan jambu  Stek batang : mawar dan singkong  Stek daun : wijaya kusuma  Merunduk : apel dan alamanda
  • 18.
     Generatif : Konjungsi : reproduksi generatif pada tumbuhan yang belum jelas alat kelaminnya : spyrogyra (ganggang hijau)  Isogami : Peleburan 2 sel kelamin yang sama besar : clamydomonas (ganggang biru)  Anisogami: peleburan 2 sel yang tidak sama besar: Ulva (ganggang yang berbentuk lembaran)  Penyerbukan yang diikuti pembuahan: terjadi pada tumbuhan berbunga(antophyta) / berbiji (spermatophyta) .
  • 19.
    Perkembang biakan padahewan *Generatif : -Ovipar= bertelur Contoh: ayam, kurakura, cecak, ikan mas,penguin, dkk. -Ovovivipar= bertelur dan melahirkan Contoh : beberapa jenis ular dan kadal -Vivipar= melahirkan Contoh : orangutan , paus, kucing, kelelawar, dkk. *Vegetatif : - tunas = hydra, anemon laut -Membelah diri -Fragmentasi
  • 20.
    Contoh Berkembakbiak pada tumbuhanBerkembangbiak pada hewan
  • 21.
    Peka Terhadap Rangsang (manusiadan hewan)  Untuk menerima rangsang, hewan dan manusia mempunyai alat indra yaitu : mata,telinga,hidung,lidah dan kulit o Mata : Peka terhadap rangsang cahaya o Telinga : Peka terhadap rangsang suara o Hidung : Peka terhadap rangsang bau o Lidah : Peka terhadap rangsang rasa o Kulit : Peka terhadap rangsag sentuhan.
  • 22.
    Peka terhadap rangsang (tumbuhan) Untukmenerima rangsang tumbuhan tidak punya alat indra namun juga peka terhadap rangsang dan menanggapi dengan gerak. Rangsangan tersebut berupa : sentuhan, cahaya, air, zat kimia, suhu, dan gravitas bumi.
  • 23.
    Contoh  Pada hewan: Bila anjing mendengar suara asing, bila kepanasan akan mengulurkan lidahnya, laron slalu mendekai cahaya, dan semut selalu menghindari tempat-tempat berair.  Pada tumbuhan : Daun putri malu jika terkena sentuhan, daunnya akan menguncup, bunga matahari mengikuti arah sinar matahari.
  • 24.
  • 25.
    Adaptasi  Adaptasi adalahKemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap llingkungan dan mempertahankan diri.  Adaptasi dibagi menjadi 3 yaitu :  Adaptasi morfologi  Adaptasi fisiologi  Adaptasi tingkah laku
  • 26.
     Adaptasi morfologi: penyesuaian diri terhadap alat-alat tubuhnya, contoh: -burung elang mempunyai kuku yang tajam untuk menerkam mangsa,dll.  Adaptasi fisiologi : penyesuaian diri terhadap lingkungan dengan fungsi alat-alat tubuh. Contoh:-manusia menambah jumlah sel darah merah bila berada di pegunungan.  Adaptasi tingkahlaku: Penyesuaian diri terhadap lingkungannya dengan tingkah laku. Contoh:-bunglon merubah warna di tubuhnya.
  • 27.
  • 29.
    Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati Keanekaragaman hayati atau biodiversitas (biological divercity) adalah berbagai macam variasi bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat yang tampak pada berbagai tingkatan mahluk hidup yang meliputi tingkatan ekoistem, tingkatan jeni (spesies), dan keanekaragaman ekosistem. Berdasarkan pengertiannya, keanekaragaman hayati dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: keanekaragaman gen (genetik), keanekaragaman spesies (jenis), dan keanekaragaman ekosistem.
  • 30.
    Fungsi keanekaragaman : Sumber penghidupan dan kelangsungan hidup manusia karena bahan sandang, pangan, papan, obat-obatan, dan kebutuhan hidup lain berasal dari sana.  Sumber ilmu pengetahuan dan teknologi.  Pengembangan sosial budaya umat manusia.  Membangkitkan nuansa keindahan yang mencerminkan kehebatan sang pencipta.
  • 31.
    Penurunan keanekaragaman hayatidapat dicegah dengan cara melakukan pelestarian (konservasi) keanekaragaman hayati. Tujuan :  Menjamin kelestarian fungsi ekosistem sebagai penyangga kehidupan  Mencegah terjadinya kepunahan spesies yang disebabkan oleh kerusakan habitat dan pemanfaatan yang tidak terkendali.  Menyediakan sumber plasma nutfah untuk mendukung pengembangan dan budidaya kultivar- kultivar tanaman pangan, obat-obatan, maupun hewan ternak.
  • 32.
  • 33.
    Pelestarian Makhluk Hidup Usaha pelestarian hewan dan tumbuhan dapat dilakukan melalui:  Pelestarian in situ : dilakukan di habitat aslinya.  Contoh: pembuatan suaka marga satwa, taman nasional, cagar alam,dll.  Pelestarian ex situ : dilakukan di luar habitatnya  Contoh: kebun botani, penangkaran, kebun binatang,dll.
  • 34.
  • 35.
    TAKE WITH GOODCARE OF OUR EARTH DON’T LET ANYONE SPOIL IT !!! TOGETHER, LET’S KEEP THE EARTH GOOD  BECAUSE WE ARE THE EARTH RESIDENCE