1
B A B I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Agar warga negara dapat berpartisipasi secara efektif, diperlukan bekal pengetahuan
dan keterampilan, pengalaman praktis, dan pemahaman tentang pentingnya partisipasi
warga Negara. Menyiapkan warga Negara yang memiliki kualitas, merupakan tugas pokok
pendidikan baik persekolahan maupun pendidikan luar sekolah.
Tujuan pendidikan Kewarganegaraan adalah partisipasi yang penuh nalar dan
tanggungjawab dalam kehidupan politik warga Negara yang taat kepada nilai-nilai dan
prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia.
Menimbang dasar pemikiran di atas, selayaknya pembelajaran PKn dapat membekali
siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman
praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. Oleh karena itu ada
dua hal yang perlu mendapat perhatian yaitu mempersiapkan pengetahuan materi
pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran.
Namun demikian, hasil pembelajaran pada mata pelajaran PKn tentang “mengenal
lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintah tingkat pusat”, di SD Negeri IX
Lembang, diperoleh data hanya 16 (enam belas) orang dari 42 (empat puluh dua) orang
siswa yang berhasil memperoleh nilai secara individu diatas KKM, atau dapat dinyatakan
daya serap siswa secara klasikal hanya mencapai 62%. Hal ini melatarbelakangi perlunya
menyusun sebuah rencana perbaikan belajar agar hasil pembelajaran lebih meningkat dan
bermakna bagi siswa.
2
Untuk menyusun rencana dan melaksanakan perbaikan pembelajaran akan lebih baik
jika perencanaan dan tindakan dilaksanakan dengan cara kolaboratif, bersama teman
sejawat, sebagai perekam kekurangan dan kelebihan dari pelaksanaan pembelajaran, agar
perbaikan terfokus pada masalah yang sudah terekam oleh pengamat.
Peneliti bersama teman sejawat diawali dengan merefleksi hasil pembelajaran. Dari
hasil refleksi teridentifikasi permasalahan sebagai berikut:
1. Kurangnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran,
2. Kurangnya konsentrasi siswa dalam memperhatikan penjelasan dari guru,
3. Dalam melaksanakan pembelajaran guru tidak menggunakan media pembelajaran
yang dapat menarik perhatian siswa.
4. Proses pembelajaran hanya menggunakan metode ceramah, sehingga pembelajaran
hanya berfokus pada guru
5. Guru kurang menggali potensi siswa untuk bertanya, dan menjawab pertanyaan.
Dari permasalahan tersebut, maka diperlukan adanya suatu kegiatan perbaikan proses
pembelajaran dengan melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sehingga dapat
meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, dan meningkatkan keatifan
siswa dalam melakukan Tanya jawab.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan pada hal-hal yang telah diidentifikasikan sebagaimana tercantum pada
latar belakang diadakannya tindakan penelitian kelas, maka dapat dirumuskan beberapa hal
dalam melakukan tindakan penelitian kelas, yaitu sebagai berikut:
“Bagaimana meningkatkan pemahaman siswa melalui penggunaan media
pembelajaran gambar presiden dan wakil presiden terhadap tugas presiden dan wakil
presiden di kelas IV SD Negeri X Lembang”
3
C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam melaksanakan program perbaikan yaitu untuk
menyelesaikan permasalahan yang telah ditemukan dalam proses pembelajaran PKn di
kelas IV (empat) SD Negeri IX Lembang, diantaranya yaitu:
1. Meningkatkan kompetensi guru dalam pengadaan media pembelajaran.
2. Meningkatkan kompetensi guru dalam mengkondisikan siswa berdiskusi dalam
kelompok.
3. Meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan alat peraga sehingga mampu
menarik perhatian siswa.
4. Memotivasi siswa untuk bertanya jawab dengan menggunakan metode diskusi.
D. Manfaat Penelitian
Berdasarkan hasil kegiatan belajar yang kemudian dilanjutkan dengan penelitian
tindakan kelas yang dirancang dalam 2 (dua) siklus tindakan perbaikan di kelas IV (empat)
SD Negeri IX, diharapkan dapat memeberikan manfaat baik guru, siswa, dan institusi.
1. Manfaat seorang guru adalah:
1) Menjadi guru profesional yang mampu merancang perbaikan pembelajaran,
sehingga mampu menilai dan memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya.
Dengan demikian guru mampu menunjukkan otonominya sebagai pekerja
profesional.
2) Menghasilkan alat peraga yang dapat memotivasi siswa dalam mengikuti
pembelajaran
4
3) Mampu menggunakan metode pembelajaran yang dapat memotivasi siswa
untuk mengikuti kegiatan bertanya jawab, sehingga pembelajaran menjadi
menyenangkan.
4) Dengan adanya perbaikan membuat guru lebih percaya diri, dan sekaligus guru
berperan aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sendiri
sehingga menjadi guru yang inovatif.
2. Bagi bagi siswa adalah:
1) Hasil belajar siswa meningkat.
2) Siswa dapat mengikuti pembelajaran aktif dan kreatif sehingga siswa merasa
senang mengikuti pembelajaran.
3) Dengan berdiskusi maka secara tidak langsung siswa melaksanakan kegiatan
bimbingan teman sejawat, dan melatih siswa untuk mengemukakan pendapat
sehingga melatih rasa percaya diri agar berani untuk bertanya dan menjawab
pertanyaan.
1. Manfaat bagi institusi pendidikan diantaranya:
1. Adanya peningkatan mutu pembelajaran, yang dapat meningkatkan
mutu suatu lembaga pendidikan tersebut tertutama di sekolah dasar.
2. Temuan-temuan dalam proses pembelajaran yang telah diperbaiki
sehingga memungkinkan adanya perubahan atau inovasi dalam
proses pembelajaran.
3. Lembaga pendidikan atau Skeolah akan termotivasi untuk dalam
menyediakan sarana dan prasarna pendidikan terutama dalam
pengadaan alat peraga.
5
B A B II
KAJIAN PUSTAKA
A. Teori Pembelajaran
Menurut Gagne, Briggs, dan Wager (1992), pembelajaran adalah
serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar
pada siswa.
Motivasi siswa baik ekstrinsik dan instrinsik akan berpengaruh terhadap
hasil belajar siswa. Menurut Meece dan Blumenfild, ada kolerasi positif antara hasil
belajar dengan motivasi, semakin kuat dan tinggi motivasi yang dimiliki siswa akan
berpengaruh terhadap hasil belajar. Guru harus berperan sebagai motivator, selain itu
guru juga harus dapat menciptakan proses belajar yang menantang siswa untuk
berfikir kreatif.
Selain motivasi penggunaan alat peraga dalam pembelajaran sangat
dibutuhkan sesuai dengan karakteristik anak, menurut Teori Piaget anak usia 7 – 11
tahun termasuk periode operasional kongkrit (concrete operational period) dimana
hal-hal yang bersifat kongkrit lebih mudah dipahami dibanding yang abstrak. Pada
masa ini juga anak menganggap bahwa kehidupan adalah bermain. Penggunaan alat
peraga akan sangat membantu keberhasilan proses pembelajaran.
Guru juga harus mampu mengadakan variasi dalam pembelajaran baik alat
peraga maupun metode yang digunakan. Pengadaan variasi dalam pembelajaran
mempunyai manfaat sebagai berikut :
1. Meningkatkan motivasi belajar siswa.
6
2. Mengurangi kebosanan siswa dalam mengikuti pembelajaran.
3. Menumbuhkan rasa ingin tahu siswa pada hal-hal yang sedang dipelajari.
Suciati (2003), motivasi merupakan dorongan, dan dorongan tersebut dapat
berupa intrinsic motivation (dorongan dari dalam diri) dan extrinsic motivation
(dorongan dari luar)
Menurut Robert Gagne, aktifitas pembelajaran yang dapat meningkatkan
kualitas pembelajaran yaitu menjelaskan tujuan pada siswa, memberikan bimbingan
belajar dan menilai kemampuan siswa.
Menurut Puji Santosa, dkk (2008) tujuan penggunaan teknik diskusi agar
siswa dapat mengembangkan pengetahuannya untuk mengatasi masalah,
menyampaikan pendapatnya dengan baik dan benar serta dapat menghargai orang
lain.
Hargreaves (dalam Hopkins, 1993) Sekolah yang berhasil mendorong
terjadinya inovasi pada diri para guru telah berhasil pula meningkatkan kualitas
pendidikan untuk para siswa.
B. Motivasi Belajar dan Media Pembelajaran
1. Motivasi Belajar
Motivasi belajar: (Huitt, W. (2001) dalam Yuni Pitriah) “ motivasi belajar
adalah suatu kondisi internal sebagai pendorong pada diri anak untuk melakukan
kegiatan belajar, atau status internal kadang-kadang diartikan sebagai kebutuhan,
keinginan, atau hasrat yang mengarahkan perilaku seseorang untuk aktif bertindak
dalam rangka mencapai sesuatu”
7
Sementara itu (Slamet ,1987 :92). “ motivasi belajar adalah suatu hasrat
atau keinginan yang mengarah kepada tujuan pembelajaran, dan bila motivasi guru
tepat dan mengenai sasaran akan meningkatkan kegiatan belajar, dengan tujuan
yang jelas maka siswa akan belajar lebih tekun, giat dan lebih bersemangat”
Motivasi belajar terdiri dari 2 jenis yaitu :
1. Motivasi Intrinsik yaitu suatu motivasi atau dorongan yang lahir dalam diri
siswa sendiri
2. Motivasi Ekstrinsik yaitu suatu motivasi karena pengaruh dari luar misalkan
suasana kelas yang agak berbeda dirasakan siswa karena guru mengunakan
alat peraga atau guru memberika pujian.
Untuk meningkatkan perhatian siswa, motivasi belajar siswa dapat juga
dilakuka dengan sapaan atau penghargaan yang bisa dilakukan dengan cara verbal
atau non verbal yang merupakan bentuk motivasi ekstrinsik.
“Jika pemberian motivasi ekstrinsik ini dilakuka maka akan berdampak pada
perhatian belajar karena antara perhatian dan motivasi adalah satu kesatuan
dimana perhatia belajar adalah kesiapan mental (pikiran dan perasaan) pada suatu
objek pembelajaran yang akan berkontribusi terhadap hasil belajar siswa”.
(Huitt, W. (2001) dalam Yuni Pitriah) Hasil belajar : Benyamin Bloom
(1956) “ Gambaran hasil belajar mencakup aspek kognitif, afektif dan
fsikomotorik” jadi hasil belajar berupa perubahan prilaku secara keseluruhan
meliputi tiga ranah yaitu pengetahuan (Kognitif) , Keterampilan (Psikomotor) dan
penguasaan nilai (Afektif). Hasil belajar akan tercapai secara menyeluruh jika
adanya motivasi belajar.
8
1. Alat peraga/Media
Ada beberapa pedapat tentang pengertian media:
1. a. Pengertian Media/Alat peraga
Pengertian Alat Peraga dari beberapa peneliti antara lain:
a) (Heinich,dkk 1993) “media merupakan alat saluran komunikasi, bisa
berupa media film, televisi, diagram, bahan tercetak, komputer dan
instruktur.”
b) (Schramm 1977) mengemukakan bahwa “media pembelajaran adalah
teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan
pembelajaran”
c) (Briggs,1977) mengemukakan pengertian media “media
pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampiakan isi/materi
pembelajaran seperti buku, film, video, slid dan sebagainya”
d) (NEA,1996)” Media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam
bentuk cetak maupun pandang dengar , termasuk teknologi perangkat
kerasnya.
e) (Robert Heinich (1985:6) dalam Kartika Laria,2008.)
mengemukakan bahwa defenisi medium sebagai sesuatu yang
membawa informasi antara sumber (source) dan penerima (receiver)
informasi.
f) (Sadiman,2002:6). mengungkapkan bahwa “ media adalah segala
sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari
pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan,
perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga
proses belajar terjadi”.
9
Dari uraian pengertian media diatas dapat disumpulkan bahwa media/alat
peraga pembelajaran adalah alat/bahan yang dapat membawa pesan-
pesan pembelajaran yang mudah dimengerti oleh si penerima pesan
(siswa) dengan tujuan penguasaan materi pelajaran akan menjadi lebih
baik.
b. Fungsi media adalah:
(Robert Heinich (1985:6) dalam Kartika Laria,2008) mengungkapkan
bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran
dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Semetara itu
pendapat (Brown (1973) dalam Akhmad Sudrajat.2008) Media memiliki
beberapa fungsi, diantaranya :
1. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang
dimiliki oleh para peserta didik.
2. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. banyak
hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh
para peserta didik tentang suatu obyek
3. Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung
antara peserta didik dengan lingkungannya.
4. Media menghasilkan keseragaman pengamatan
5. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan
realistis.
6. Media membangkitkan keinginan dan minat baru.
7. Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.
8. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang
konkrit sampai dengan abstrak.
10
(Latuheru (2005) dalam Yoga) tentang peran media dalam pembelajaran
adalah:
1) Membangkitkan motivasi belajar
2) Mengulang apa yang telah dipelajari dalam belajar
3) Merangsang pembelajar untuk belajar penuh semangat
4) Mengaktifkan respon belajar
Mengapa peranan media atau lebih sering kita menyebutnya alat bantu
pembelajaran atau alat peraga diperlukan dalam proses pembelajaran dikelas
karena didasarkan pertimbangan bahwa:
1) Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor
yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku maka
media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut.
2) Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari,
maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik, karena pertimbangan
keamanan. Obyek dimaksud bisa disederhanakan jika memang berbahaya
dalam bentuk miniatur, model, maupun bentuk gambar – gambar yang dapat
disajikan secara audio visual, audial atau visual.
3) Media dapat menjebatani pemahama siswa jika objek dibawa kedalam ruang
kelas karena misalkan objek:
(a) obyek terlalu besar;
(b) obyek terlalu kecil;
11
(c) obyek yang bergerak terlalu lambat;
(d) obyek yang bergerak terlalu cepat;
(e) obyek yang terlalu kompleks;
(f) obyek yang bunyinya terlalu halus;
(f) obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi.
Dengan demikian kita simpulkan bahwa dengan media pembelajaran yang
beragam dan tepat, akan meningkatkan perhatian dan motivasi siswa untuk belajar
yang akhirnya dapat meningkatkan hasil belajarnya.
Jenis media belajar, diantaranya :
1. Media visual adalah media yang hanya dapat dilihat oleh indra penglihatan
terdiri atas:
a) Media Visual yang dapat diproyeksikan ; over head projektor (OHP), in
focus
b) Media visual yang tidak dapat didiproyekskan grafik, diagram, chart,
bagan, poster, kartun, komik
c) Media audial : (radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan
sejenisnya)
d) Media audio visual (film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer
dan sejenisnya).
Apabila peranan media tepat akan memudahkan dalam metode mengajar di
kelas, selanjutnya guru didalam kelas sebaiknya memupuk rasa kepercayaan
12
kepada siswa akan tugas-tugas yang diberikan selesai dengan baik, maka
jaga hubungan guru dengan siswa dengan cara:
 Guru dapat menampilkan ciri-ciri kepribadian : empatik, peduli dan sabar,
adil, terbuka serta dapat menjadi pendengar yang baik.
 Guru dapat menerapkan pembelajaran individua dan atau kelompok agar
dapat memahami siswanya (kebutuhan, potensi, minat, karakteristik
kepribadian dan latar belakangnya)
 Guru lebih banyak memberikan komentar dan umpan balik yang positif
dari pada yang negatif.
 Guru dapat menghargai dan menghormati setiap pemikiran, pendapat dan
keputusan setiap siswanya.
 Guru dapat menjadi penolong yang bisa diandalkan dan memberikan
kepercayaan terhadap siswanya
1. Metode : (Joni 1992/1993) mengemukakan pengertian metode adalah “ berbagai
cara kerja yang bersifat umum yang sesuai untuk mencapai tujuan tertentu” ,
metode erat kaitanya dengan teknik mengajar yang akan digunakan. Teknik
mengajar adalah “ ragam khas penerapan suatu metode yang sesuai dengan latar
penerapa tertentu, seperti kemampuan dan kebiasaan guru, ketersediaan peralatan,
kesiapan siswa, dan alokasi waktu yang dibutuhkan termasuk karakteristik materi
yang akan diberikan”. (Joni 1992/1993). Lalu media juga berhubungan dengan
metode yang dipakai” (Heinich,dkk 1993)
Jenis jenis metode secara umum yang biasa dipakai adalah:
13
1. Lecturing atau pembelajaran langsung
Identik dengan ceramah, namun ceramah bisa dikolaboraska dengan pengunaan
alat peraga serta adanya tambahan dialog interaktif, ceramah bervariasi yang baik
adalah penyajian materi disusun sistematis berurut dan jelas. Sistematika
penyajian ceramah antara lain:
a) Pemberian informasi
b) Identifikasi dan klarifkasi masalah
c) Penyajian analisis masalah,
d) Respon
e) Ide baru
1. Diskusi kelompok yang dilengkapi dengan LK
Guru harus berusaha untuk melakukan pendekatan secara pribadi terampil
mengorganisasikan kelas, mampu membimbing dan memudahkan belajar, dan
mampu merencanakan dan melakukan kegiatan belajar.
Agar berhasil maka yang harus dilakukan adalah:
1. Memusatkan perhatian
2. Menjelaskan masalah dan uraiannya
3. Menganalisis pandangan
4. Meningkatkan urutan
5. Menyebarkan kesempatan partispasi
6. Menutup dan menyimpulkan bersama.
7. Tanya jawab
Turney (1979) mengidentifikasi fungsi pertanyaan adalah sebagai berikut:
1. Membangkitkan minat dan keingintahuan siswa
2. Membantu memusatkan perhatian siswa kepada suatu topik
3. Menggalakan penerapan belajar aktif
4. Merangsang siswa mengajukan pertanyaan
5. Menstukturkan tugas-tugas hingga kegiatan belajar
6. Mendiagnosis kesulitan belajar siswa
14
7. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendemonstrasikan
pemahaman yang diberikan
8. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar berdiskusi
9. Membantu siswa menyatakan fikiran, perasaan dan pendapat
Sementara itu syarat pertanyaan yang baik adalah:
1. Pengajuan pertanyaan yang jelas dan singkat,
2. Pemberian acuan,
3. Pemusatan,
4. Pemindah giliran,
5. Penyebaran,
6. Pemberian waktu berfikir ,
7. Pemberian tuntunan,
8. Pengaturan urutan pertanyaan,
9. Penggunaan pertanyaan pelacak,
10. Peningkatan terjadinya interaksi.
11. Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah merupaka metode mengajar yang menyajikan bahan
pelajaran dengan mempertunjuka secara langsung objek atau cara melakukan sesuatu,
sehinga dapat memperlajari secara proses.
Fungsi metode demonstrasi adalah:
1. Megkonkritkan suatu konsep atau prosedur yang abstrak
2. Mengajarkan bagaimana berbuat atau melakukan sesuatu
3. Membangkitkan minat mengunakan alat peraga dan prosedur
15
BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
A. Subjek Penelitian
1. Tempat penelitian
Peneliti adalah mahasiswa di Universitas Terbuka semester X, dan juga
sebagai seorang guru kelas IV di SD Negeri IX Lembang. Penelitian dilaksanakan
pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, Semester II di kelas IV
(empat) SD Negeri IX Lembang, tentang “mengenal lembaga-lembaga negara
dalam susunan pemerintahan tingkat pusat, seperti MPR, DPR, Presiden, MA,
MK dan BPK dll”.
Jumlah siswa kelas IV (empat) adalah 42 orang, terdiri dari 20 orang laki-laki dan
22 orang perempuan.
1. Tanggal dan Waktu penelitian
Jadwal pelaksanaan perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut :
Jadwal PelaksanaanKegiatan Penelitian Tindakan Kelas
Di SD Negeri IX Lembang tahun 2018/2019
No Hari/Tanggal Waktu Mata Pelajaran Siklus
1 Senin, 23 Pebruari 2018 07.30 – 08.40 PKn RP
2 Rabu, 02 Maret 2018 07.30 – 08.40 PKn RPP Siklus 1
3 Rabu, 16 Maret 2018 07.30 – 08.40 PKn RPP Siklus 2
16
B. Deskripsi Per Siklus
1. Perencanaan
Merencanakan merupakan langkah awal dalam setiap kegiatan. Rencana akan
menjadi acuan dalam melakukan tindakan. Melakukan tindakan sebagai langkah
yang kedua merupakan realisasi dari rencana yang kita buat. Tanpa tindakan
nyata rencana hanya merupakan angan-angan saja yang tidak akan pernah
menjadi kenyataan. Agar tindakan yang kita lakukan dapat kita ketahui
kualitasnya, maka kita perlu melakukan pengamatan. Kegiatan pengamatan harus
dilaksanakan oleh orang lain agar dapat merekam segala kegiatan yang dilakukan
oleh peneliti, sehingga hal-hal yang tidak teramati oleh peneliti dapat diamati
oleh pengamat. Dalam hal ini peneliti meminta mempersiapkan salah seorang
teman sejawat yang diminta bantuannya untuk menjadi pengamat. Setelah
diperoleh hasil pengamatan, maka ditemukan kelemahan dan kelebihan dari hasil
pembelajaran, yang kemudian didiskusikan dan direfleksikan sehingga mampu
menentukan langkah-lankgah menuju perbaikan proses pembelajar.
2. Pelaksanaan Perbaikan
Pelaksanaan perbaikan mata pelajaran PKn bertempat di kelas IV (empat) SD
Negeri IX Lembanng dimulai dari tanggal 02 Maret 2011 sampai dengan tanggal
16 Maret 2018
Jadwal dan fokus perbaikan mata pelajaran PKn Di SD Negeri IX Lembang
No Hari/Tanggal Siklus Fokus
1. Senin, 23 Pebruari 2018 RP
Meningkatkan pengetahuan siswa terhadap
materi pelajaran tentang lembaga-lembaga
negara dan jenis pemerintahan pusat
17
2. Rabu, 02 Maret 2018
RPP
Siklus I
Meningkatkan motivasi siswa untuk bertanya
jawab sehingga pembelajaran lebih aktif
3. Rabu, 16 Maret 2018
RPP
Siklus II
Meningkatkan perhatian siswa dengan
menggunakan alat peraga bagan sehingga
pembelajaran lebih aktif dan siswa lebih
mudah mengumpulkan data tentang materi
pelajaran yang akhirnya dapat meningkatkan
nilai perolehan siswa.
Langkah-langkah yang di tempuh dalam rencana pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan sebelum perbaikan adalah sebagai berikut:
1. Mengadakan appersepsi dengan bertanya jawab tentang pemerintahan
Kabupaten, Kota dan Propinsi.
2. Menjelaskan materi pembelajaran tentang lembaga-lembaga negara dalam
susunan pemerintahan tingkat pusat.
3. Siswa ditugaskan untuk Diskusi kelompok dengan tema tuliskanlah
kepanjangan dari istilah lembaga-lembaga negara berikut ini!
4. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok.
5. Evaluasi individu.
Setelah selesai melaksanakan pembelajaran dan menganalisis hasil evaluasi
ternyata siswa yang memperoleh nilai di atas KKM mencapai 26 orang dari 42
orang siswa atau secara klasikal mencapai 62%. Berdasarkan hasil pembelajaran
yang didiskusikan dengan teman sejawat maka ditemukan beberapa kelemahan
dalam proses pembelajaran, antara lain :
1. Siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran.
2. Siswa masih terlihat asing dengan istilah-istilah pada lembaga negara.
3. Metode yang digunakan kurang merangsang keaktifan siswa.
4. Media dan alat peraga pembelajaran masih kurang.
18
Dari berbagai permasalahan yang timbul tersebut kemudian didiskusikan kembali dengan
teman sejawat untuk dilakukan perbaikan pembelajaran. Langkah-langkah yang diambil
untuk memperbaiki proses pembelajaran adalah :
1. Membagi siswa dalam kelompok kecil.
2. Membiasakan siswa agar terbiasa dengan istilah-istilah pada lembaga negara dengan
memberi nama kelompok dengan nama-nama lembaga negara.
3. Menggunakan metode yang lebih fariatif.
4. Menggunakan media dan alat peraga yang lebih menarik.
Kemudian hasil dari pengamatan dan diskusi dengan teman sejawat sebagai pengamat akan
digunakan sebagai bahan untuk menyusun rencana perbaikan siklus kesatu.
Langkah-langkah yang di tempuh dalam perbaikan pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan Siklus I adalah sebagai berikut:
1. Mengadakan appersepsi dengan bertanya jawab tentang lembaga-lembaga negara.
2. Membagi siswa dalam beberapa kelompok.
3. Guru menyampaikan materi tentang lembaga negara dan wewenangnya
4. Diskusi kelompok tentang pemerintahan dan lembaga-lemaga negara.
5. Setiap kelompok mempresentaseikan hasil diskusi
6. Membahas hasil diskusi secara klasikal
7. Memberikan soal evaluasi individu
8. Memberikan kesimpulan
Setelah dilakukan proses perbaikan pembelajaran diperoleh peningkatan hasil
pembelajaran siswa. Namun demikian, secara individual jumlah siswa yang berhasil
memperoleh nilai di atas KKM mencapai 28 orang dari 42 orang, sehingga keberhasilan
secara klasikal baru mencapai 67%.
19
Setelah menghitung keberhasilan pembelajaran dari perolehan nilai siswa, maka
direfleksikan dan diskusikan kembali dengan teman sejawat selaku pengamat. Hasil diskusi
memutuskan pelu adanya perbaikan kembali. Langkah-langkah yang di tempuh dalam
perbaikan pembelajaran Siklus II adalah sebagai berikut :
1. Mengadakan appersepsi dengan tanya jawab tentang lembaga-lembaga negara dalam
susunan pemerintahan
2. Guru menyampaikan materi pembelajaran tentang lembaga-lembaga negara dengan
menggunakan istilah yang sudah dipahami siswa, dan menyampaikan wewenang
lembaga-lembaga dengan menggunakan alat peraga berupa bagan lembaga negara dan
wewenangnya
3. Siswa berdiskusi dalam kelompok tentang lembaga-lembaga negara dan wewenang
lembaga negara dengan cara memasangkan wewenang lembaga negara dengan
wewenang masing-masing lembaga negara
4. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk saling bertanya jawab
5. Menjelaskan tentang lembaga negara sebelum amandemen dan seduah amandemen
(perubahan UUD 1945)
6. Diberikan evalluasi individu.
7. Memberikan kesimpulan dan penguatan kepada siswa tentang lembaga-lembaga negara
dan wewenangnya.
Setelah melaksnakan kegiatan perbaikan pembelajaran Siklus II, dan diberikan evaluasi
untuk mengukur keberhasilan pembelajaran diperoleh hasil seluruh siswa yaitu 35 orang
telah berhasil memperoleh nilai diatas nilai KKM yaitu diatas 83%.
Berdasarkan perolehan nilai secara individu dan klasikal dapat ditentukan bahwa hasil
pembelajaran siklus II, siswa kelas IV SD Negeri IX Lembang telah menguasai dan
memahami tentang lembaga-lembaga negara dan wewenangnya. Dengan kata lain guru
telah melakukan proses pembelajaran secara profesional dengan menghasilkan capaian
nilai keberhasilan individu dan klasikal di atas nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)
20
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Setelah melakukan perbaikan pembelajaran tentang masalah peningkatan penguasaan
materi melalui upaya memotivasi siswa dengan menggunakan alat peraga yang sesuai
dengan materi dan menggunakan metode yang melibatkan keaktifan siswa didapat data
sebagai berikut :
Jadwal Dan Hasil Perbaikan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
No Hari/Tanggal Siklus Fokus
1. Senin, 23 Pebruari 2018 RP
Meningkatkan pengetahuan siswa terhadap
materi pelajaran tentang lembaga-lembaga
negara dan jenis pemerintahan pusat
2. Rabu, 02 Maret 2018
RPP
Siklus I
Meningkatnya motivasi siswa untuk bertanya
jawab sehingga pembelajaran aktif
3. Rabu, 16 Maret 2018
RPP
Siklus II
Meningkatnya perhatian siswa dengan
menggunakan alat peraga sehingga
pembelajaran lebih aktif dan siswa lebih mudah
mengumpulkan data tentang materi pelajaran
yang akhirnya dapat meningkatkan nilai
perolehan siswa.
21
Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran guru merefleksikan diri dan
mendiskusikan hasil pembelajaran dengan teman sejawat. Yang kemudian ditentukan
untuk mengadakan perbaikan pembelajaran dalam bentuk penelitian tindakan kelas.
Hasil kegiatan refleksi guru dan pengamatan kegiatan guru selama proses perbaikan
pembelajaran I dan II sebagai berikut:
Hasil Refleksi Pembelajaran oleh Guru dan Hasil Observasi Guru oleh Pengamat
No Aspek Yang Diobservasi
Kemunculan Pada Tiap Siklus
Rp RPP Siklus 1 RPP Siklus 2
Ada
Tidak
Ada
Ada
Tidak
Ada
Ada
Tidak
Ada
1.
Menggunakan bahan pembelajaran yang
sesuai dengan kurikulum (GBPP)
√ √ √
2.
Mengembangkan dan mengorganisasikan
materi pembelajaran
√ √ √
3.
Menentukan dan mengembangkan alat
bantu pembelajaran
√ √ √
4. Memilih sumber belajar √ √ √
5.
Menyusun langakah-langkah
pembelajaran
√ √ √
6. Menentukan alokasi waktu pembelajaran √ √ √
7. Menentukan prosedur dan jenis penilaian √ √ √
8.
Membuat alat penilaian dan kunci
jawaban
√ √ √
9. Memberi tindak lanjut √ √ √
10.
Menggunakan alat peraga yang sesuai
dengan materi pembelajaran
√ √ √
22
Selain guru, siswa pun diobservasi untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan yang
telah dilakukan oleh siswa sebagai timbale balik dari kegiatan yang dilakukan guru
dalam proses pembelajaran. Berikut disajikan data hasil refleksi guru dalam kegiatan
pembelajaran terhadap pelaksanaan pembelajaran siswa, dan hasil pengamatan teman
sejawat pada kegiatan perbaikan pembelajaran ke-1 dan ke-2, pada table 4.3 hasil
observasi keaktipan siswa
Data Keaktifan Siswa Selama Proses Pembelajaran
No Kreteria Penilaian
Jumlah Siswa Yang Merespon Pada Setiap Siklus
RP
RPP RPP
Siklus 1 Siklus 2
Banyak
Siswa
%
Banyak
Siswa
%
Banyak
Siswa
%
1
Menyimak penjelasan
guru 30 73% 42 100% 42 100%
2 Mengajukan pertanyaan 15 36% 15 36% 26 64%
3 Menjawab pertanyaan 15 36% 18 45% 26 64%
4 Siswa yang aktif 18 45% 34 82% 34 82%
5 Unjuk kerja 11 27% 18 45% 26 64%
Prosentase daya serap kelas 62% 78% 96%
Dari data table di atas nampak bahwa keaktifan siswa juga mempengaruhi daya serap
siswa terhadap hasil pembelajaran.
Selanjutnya, setelah melalui proses pembelajaran dan perbaikan pembelajaran siklus I
dan Siklus II, diperoleh peningkatan hasil belajar siswa. Terbukti dengan peningkatan
perolehan nilai baik secara individu maupun klasikal untuk setiap kegiatan. Nilai
yang diperoleh siswa dalam setiap siklus digambarkan pada tabel 4.4, perolehan nilai
siswa kelas IV SDN IX mata pelajaran PKn
23
Perolehan Nilai Evaluasi Siswa Pada Proses Pembelajaran, Perbaikan I dan
Perbaikan II
Nama Sekolah : SD Negeri IX Lembang
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/Semester : IV/2
KKM : 70
NO NAMA SISWA
NILAI PEROLEHAN
Keterangan
RP
RPP
Siklus 1
RPP Siklus
2
1 AMINAH 50 60 70 Berhasil
2 ANIDA AULIA 50 60 70 Berhasil
3 ARI JANUAR 60 70 80 Berhasil
4 AHMAD TAJWINI 60 70 80 Berhasil
5 AYI WINDI S 60 70 80 Berhasil
6 DEDI PERMANA 70 80 90 Berhasil
7 ENOK AYIRIN 70 80 90 Berhasil
8 GILANG ADITYA 60 70 80 Berhasil
9 HILMAN MAULANA 60 70 80 Berhasil
10 INDAYANI 50 60 70 Berhasil
11 KHAERUL ANAM 40 50 60 Tidak Berhasil
12 LENI 80 90 100 Berhasil
13 LILIS SAPINAH 80 90 100 Berhasil
14 MADRIYANA 70 80 90 Berhasil
15 MUHIDIN 60 80 90 Berhasil
16 MEGA YULIAWATI 40 70 80 Berhasil
17 NURHAYATI 80 90 100 Berhasil
18 NURUL FADILATUR 80 90 100 Berhasil
19 PITRI 70 80 90 Berhasil
24
20 RUSMANA 70 80 90 Berhasil
21 ROUP 80 90 100 Berhasil
22 RICA FRANSISCA 80 90 100 Berhasil
23 RAHMAT RAMDONI 80 90 100 Berhasil
24 RENI RAHAYU 60 70 80 Berhasil
25 SUPIRA 60 70 80 Berhasil
26 SUHENDI 40 50 60 Tidak Berhasil
27 SUNARTA 50 70 80 Berhasil
28 SITI AISAH (A) 60 60 70 Berhasil
29 SITI AISAH (B) 50 60 70 Berhasil
30 SITI DEWI LESTARI 60 70 80 Berhasil
31 SITI HOLIPAH 80 90 100 Berhasil
32 SITI JULAEHA 80 90 100 Berhasil
33 SITI KODIJAH 40 50 60 Tidak Berhasil
34 SITI KAMILAH 80 90 100 Berhasil
35 SITI HOLIPAH 40 50 60 Tidak Berhasil
36 SITI SANTI 50 60 70 Berhasil
37 SITI YULIASARI 60 70 80 Berhasil
38 TANA HIDAYAT 50 60 70 Berhasil
39 YANI SUPIYAT 70 80 90 Berhasil
40 SALAMET 60 60 70 Berhasil
41 EDIH SUPRIYATNA 40 50 60 Tidak Berhasil
42 MUHAMMAD 40 50 60 Tidak Berhasil
Jumlah 2570 3010 3430
Rata-Rata 61 72 82
Jumlah Siswa Dinyatakan Tuntas 26 28 35
25
Kemajuan hasil perbaikan pembelajaran dapat dilihat pada diagram berikut ini.
Diagram 4.1
Diagram kemajuan jumlah siswa terhadap ketuntasan belajar
pada proses pembelajaran, perbaikan I, dan perbaikan II
Diagram 4.2
Diagram kemajuan taraf serap siswa terhadap prosentase daya serap siswa
pada proses pembelajaran, perbaikan I, dan perbaikan II
Diagram 4.3
Kemajuan nilai rata-rata kelas terhadap hasil
pembelajaran, perbaikan pembelajaran I, dan perbaikan pembelajaran II
B. Pembahasan Dari Setiap Siklus
1. Kegiatan Pembelajaran (RP)
Kegiatan pembelajaran untuk mata pelajaran PKn di Kelas IV (empat) SDN
IX Lembang telah dilaksanakan dengan menggunakan rencana pembelajaran
yang telah disusun sebelum kegiatan pembeljaaran dilaksnakan.
Dari hasil pembelajaran diperoleh data sebagai berikut:
Siswa yang memperoleh nilai di atas KKM mencapai 26 orang dari 42 orang
siswa atau secara klasikal mencapai 62%. Berdasarkan hasil pembelajaran
yang didiskusikan dengan teman sejawat maka ditemukan beberapa
kelemahan dalam proses pembelajaran, antara lain :
1. Siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran.
2. Siswa masih terlihat asing dengan istilah-istilah pada lembaga negara.
3. Metode yang digunakan kurang merangsang keaktifan siswa.
4. Media dan alat peraga pembelajaran masih kurang.
Dari berbagai permasalahan yang timbul tersebut kemudian didiskusikan
kembali dengan teman sejawat untuk dilakukan perbaikan pembelajaran.
Langkah-langkah yang direncakanan untuk memperbaiki proses
pembelajaran adalah :
26
1. Membagi siswa dalam kelompok kecil, dengan memebri nama kelompok
dengan nama-nama lebaga pemerintahan
2. Mempersiapkan materi pembelajaran dengan menggunakan alat peraga
berupa bagan lembaga-lembaga pemerintah.
3. Menggunakan metode yang lebih fariativ.
4. Memberikan soal evaluasi dengan bahasa yang mudah dipahamai siswa.
Dari hasil kegiatan Pembelajaran diperoleh hasil nilai komulatif evaluasi kegiatan
pembelajaran sebagaimana digambarkan pada tabel 4.5 berikut ini:
Perolehan Nilai Kumulatif Hasil Evaluasi Kegiatan Pembelajaran (RP)
No Banyak Murid Nilai
Nilai
Komulatif
Persentase
1 100 0 0%
2 90 0 0%
3 10 80 1905 24%
4 6 70 1000 14%
5 12 60 1714 29%
6 7 50 833 17%
7 7 40 667 17%
8 30 0 0%
9 20 0 0%
10 10 0 0%
Jumlah 42 6119 100%
Nilai Rata-rata Kelas 61
Berdasarkan pada data perolehan nilai komulatif hasil kegiatan pembelajaran (RP),
masih dibutuhkan adanya perbaikan terhadap proses pembelajaran baik dari guru
maupun dari siswa.
27
Untuk itu kegiatan pembelajaran, perlu diperbaiki dengan melaksanakan proses
perbaikan pembelajaran siklus I.
Kegiatan Perbaikan Pembelajaran Siklus I (RPP I)
Langkah-langkah yang di tempuh dalam perbaikan pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan Siklus I adalah sebagai berikut:
1. Mengadakan appersepsi dengan bertanya jawab tentang lembaga-lembaga
negara.
2. Membagi siswa dalam 8 kelompok, dua kelompok terdiri dari empat orang dan
satu kelompok terdiri 5 atau 6 orang.
3. Nama kelompok diambil dari nama-nama lembaga negara.
4. Guru menyampaikan materi tentang lembaga negara dan wewenangnya
5. Diskusi kelompok tentang pemerintahan dan lembaga-lemaga negara.
6. Setiap kelompok mempresentaseikan hasil diskusi
7. Membahas hasil diskusi secara klasikal
8. Memberikan soal evaluasi individu
9. Memberikan kesimpulan
Setelah dilakukan proses perbaikan pembelajaran diperoleh peningkatan hasil
pembelajaran siswa terhadap nilai rata-rata kelas. Namun demikian, secara
individual jumlah siswa yang berhasil memperoleh nilai di atas KKM mencapai 28
orang dari 42 orang, sehingga keberhasilan secara klasikal baru mencapai 67%.
Sedangkan keberhasilan secara klasikal diharapkan mencapai 80%.
Data tersebut dapat digambarkan pada tabel 4.6 perolehan nilai komultif siswa
terhadap hasil perbaikan pembelajaran siklus I
28
Perolehan nilai komulatif siswa pada perbaikan pembelajaran siklus I
No Banyak Murid Nilai
Nilai
Komulatif
Persentase
1 100 0 0%
2 10 90 900 24%
3 7 80 560 17%
4 11 70 770 26%
5 8 60 480 19%
6 6 50 300 14%
7 40 0 0%
8 30 0 0%
9 20 0 0%
10 10 0 0%
Jumlah 42 3010 100%
Nilai Rata-rata Kelas 72
Berdasarkan data di atas maka perlu diadakan perbaikan pembelajaran siklus II.
1. Kegiatan Perbaikan Pembelajaran Siklus II (RPP II)
Berdasarkan hasil perbaikan pembelajaran siklus I, telah ditetapkan untuk
melaksanakan perbaikan pada siklus II, adapun langkah kegiatan yang dilaksanakan
pada kegiatan perbaikan pembelajaran siklus II sebagai berikut:
1. Mengadakan appersepsi dengan tanya jawab tentang lembaga-lembaga negara
dalam susunan pemerintahan
2. Guru menyampaikan materi pembelajaran tentang lembaga-lembaga negara
dengan menggunakan istilah yang sudah dipahami siswa, dan menyampaikan
wewenang lembaga-lembaga dengan menggunakan alat peraga berupa bagan
lembaga negara dan wewenangnya
29
3. Siswa berdiskusi dalam kelompok tentang lembaga-lembaga negara dan
wewenang lembaga negara dengan cara memasangkan wewenang lembaga
negara dengan wewenang masing-masing lembaga negara
4. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk saling bertanya jawab
5. Menjelaskan tentang lembaga negara sebelum amandemen dan seduah
amandemen (perubahan UUD 1945)
6. Diberikan evalluasi individu.
7. Memberikan kesimpulan dan penguatan kepada siswa tentang lembaga-
lembaga negara dan wewenangnya
Setelah melaksanakan kegiatan perbaikan pembelajaran Siklus II, dan diberikan
evaluasi untuk mengukur keberhasilan pembelajaran diperoleh hasil pembelajaran
yaitu 11 orang siswa telah berhasil memperoleh nilai diatas nilai KKM yaitu diatas
65.
Adapun perolehan nilai komulatif siswa digambarkan pada tabel 4.7
Daftar nilai komulatif siswa pada perbaikan pembelajaran siklus II
No Banyak Murid Nilai Nilai Komulatif Persentase
1 10 100 1000 24
2 7 90 630 17
3 11 80 880 26
4 8 70 560 19
5 6 60 360 14
6 50 0 0%
7 40 0 0%
8 30 0 0%
9 20 0 0%
10 10 0 0%
Jumlah 42 3430 100%
Nilai Rata-rata Kelas 82
30
Pada tabel data perolehan nilai secara individu dan klasikal dapat ditentukan bahwa
hasil pembelajaran siklus II, siswa kelas IV SD Negeri IX telah mengetahui dan
memahami tentang lembaga-lembaga negara dan wewenangnya.
Berdasarkan pada hasil perbaikan pembeljaaran siklus II, maka perbaikan
pembelajaran telah dilakukan secara profesional dengan menghasilkan capaian nilai
keberhasilan individu dan klasikal di atas nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)
dan dari hasil observasi terhadap siswa pun telah diketahui bahwa siswa sudah aktif
dalam mengikuti pembeljaran.
C. Deskripsi Temuan dan Refleksi
Berdasarkan hasil pengamatan perbaikan pembelajaran, analisa perolehan nilai, diskusi
dengan teman sejawat dan supervisor serta refleksi dapat dikatakan pelaksanaan
perbaikan pembelajaran mengalami kemajuan. Hal ini ditunjukkan situasi belajar yang
hidup, bukti peserta didik termotivasi. Perolehan nilai peserta didik juga terdapat
peningkatan, siswa semakin terbiasa untuk berani mengemukakan pendapatnya.
Kekurangan dalam proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan kegiatan observasi
yang dibantu oleh teman sejawat.
31
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan kegiatan perbaikan pembelajaran dan hasil yang telah dicapai, penulis
dapat menarik beberapa kesimpulan antara lain :
1. Guru yang professional mampu mengkondisikan siswa pada situasi belajar yang
menyenangkan.
2. Suasana belajar yang kondusif mampu meningkatkan motivasi belajar siswa.
3. Dengan penggunaan alat peraga yang tepat, dapat memberikan data-data sesuai
dengan kebutuhan informasi siswa.
4. Penguatan berpengaruh positif bagi siswa, yaitu menambah rasa percaya diri siswa.
5. Keaktifan siswa di dalam berdiskusi dengan temans sekelompok dapat membangun
individu siswa menjadi figure yang terbuka terhadap masalah yang dimilikinya
B. Saran
Setiap guru hendaklah mampu memilih dan menggunakan alat peraga dengan baik
sehingga membantu siswa dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk
menguasai dan memahami materi pelajaran.
Dalam pelaksanaan metode diskusi hendaklah guru lebih memotivasi siswa yang
kurang aktif agar ikut berpartisifasi, dan kepada ketua kelompok hendaklah dilatih agar
dapat melibatkan semua anggota kelompok dengan membagi tugas secara adil dan
merata.
Institusi pendidikan khusunya sekolah dasar, hendaknya memberlakukan sisitem
observasi pembelajaran sehingga guru dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan
dalam melaksanakan proses pembelajaran demi tercapainya pendidikan yang
berkualitas, yang akhirnya dapat memberikan out put lulusan siswa yang berkualitas.

Isi karya tulis ilmiah

  • 1.
    1 B A BI PENDAHULUAN A. Latar Belakang Agar warga negara dapat berpartisipasi secara efektif, diperlukan bekal pengetahuan dan keterampilan, pengalaman praktis, dan pemahaman tentang pentingnya partisipasi warga Negara. Menyiapkan warga Negara yang memiliki kualitas, merupakan tugas pokok pendidikan baik persekolahan maupun pendidikan luar sekolah. Tujuan pendidikan Kewarganegaraan adalah partisipasi yang penuh nalar dan tanggungjawab dalam kehidupan politik warga Negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia. Menimbang dasar pemikiran di atas, selayaknya pembelajaran PKn dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitas dalam berpartisipasi. Oleh karena itu ada dua hal yang perlu mendapat perhatian yaitu mempersiapkan pengetahuan materi pembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran. Namun demikian, hasil pembelajaran pada mata pelajaran PKn tentang “mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintah tingkat pusat”, di SD Negeri IX Lembang, diperoleh data hanya 16 (enam belas) orang dari 42 (empat puluh dua) orang siswa yang berhasil memperoleh nilai secara individu diatas KKM, atau dapat dinyatakan daya serap siswa secara klasikal hanya mencapai 62%. Hal ini melatarbelakangi perlunya menyusun sebuah rencana perbaikan belajar agar hasil pembelajaran lebih meningkat dan bermakna bagi siswa.
  • 2.
    2 Untuk menyusun rencanadan melaksanakan perbaikan pembelajaran akan lebih baik jika perencanaan dan tindakan dilaksanakan dengan cara kolaboratif, bersama teman sejawat, sebagai perekam kekurangan dan kelebihan dari pelaksanaan pembelajaran, agar perbaikan terfokus pada masalah yang sudah terekam oleh pengamat. Peneliti bersama teman sejawat diawali dengan merefleksi hasil pembelajaran. Dari hasil refleksi teridentifikasi permasalahan sebagai berikut: 1. Kurangnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, 2. Kurangnya konsentrasi siswa dalam memperhatikan penjelasan dari guru, 3. Dalam melaksanakan pembelajaran guru tidak menggunakan media pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa. 4. Proses pembelajaran hanya menggunakan metode ceramah, sehingga pembelajaran hanya berfokus pada guru 5. Guru kurang menggali potensi siswa untuk bertanya, dan menjawab pertanyaan. Dari permasalahan tersebut, maka diperlukan adanya suatu kegiatan perbaikan proses pembelajaran dengan melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sehingga dapat meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, dan meningkatkan keatifan siswa dalam melakukan Tanya jawab. B. Rumusan Masalah Berdasarkan pada hal-hal yang telah diidentifikasikan sebagaimana tercantum pada latar belakang diadakannya tindakan penelitian kelas, maka dapat dirumuskan beberapa hal dalam melakukan tindakan penelitian kelas, yaitu sebagai berikut: “Bagaimana meningkatkan pemahaman siswa melalui penggunaan media pembelajaran gambar presiden dan wakil presiden terhadap tugas presiden dan wakil presiden di kelas IV SD Negeri X Lembang”
  • 3.
    3 C. Tujuan Penelitian Tujuanyang ingin dicapai dalam melaksanakan program perbaikan yaitu untuk menyelesaikan permasalahan yang telah ditemukan dalam proses pembelajaran PKn di kelas IV (empat) SD Negeri IX Lembang, diantaranya yaitu: 1. Meningkatkan kompetensi guru dalam pengadaan media pembelajaran. 2. Meningkatkan kompetensi guru dalam mengkondisikan siswa berdiskusi dalam kelompok. 3. Meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan alat peraga sehingga mampu menarik perhatian siswa. 4. Memotivasi siswa untuk bertanya jawab dengan menggunakan metode diskusi. D. Manfaat Penelitian Berdasarkan hasil kegiatan belajar yang kemudian dilanjutkan dengan penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam 2 (dua) siklus tindakan perbaikan di kelas IV (empat) SD Negeri IX, diharapkan dapat memeberikan manfaat baik guru, siswa, dan institusi. 1. Manfaat seorang guru adalah: 1) Menjadi guru profesional yang mampu merancang perbaikan pembelajaran, sehingga mampu menilai dan memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya. Dengan demikian guru mampu menunjukkan otonominya sebagai pekerja profesional. 2) Menghasilkan alat peraga yang dapat memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran
  • 4.
    4 3) Mampu menggunakanmetode pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk mengikuti kegiatan bertanya jawab, sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan. 4) Dengan adanya perbaikan membuat guru lebih percaya diri, dan sekaligus guru berperan aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sendiri sehingga menjadi guru yang inovatif. 2. Bagi bagi siswa adalah: 1) Hasil belajar siswa meningkat. 2) Siswa dapat mengikuti pembelajaran aktif dan kreatif sehingga siswa merasa senang mengikuti pembelajaran. 3) Dengan berdiskusi maka secara tidak langsung siswa melaksanakan kegiatan bimbingan teman sejawat, dan melatih siswa untuk mengemukakan pendapat sehingga melatih rasa percaya diri agar berani untuk bertanya dan menjawab pertanyaan. 1. Manfaat bagi institusi pendidikan diantaranya: 1. Adanya peningkatan mutu pembelajaran, yang dapat meningkatkan mutu suatu lembaga pendidikan tersebut tertutama di sekolah dasar. 2. Temuan-temuan dalam proses pembelajaran yang telah diperbaiki sehingga memungkinkan adanya perubahan atau inovasi dalam proses pembelajaran. 3. Lembaga pendidikan atau Skeolah akan termotivasi untuk dalam menyediakan sarana dan prasarna pendidikan terutama dalam pengadaan alat peraga.
  • 5.
    5 B A BII KAJIAN PUSTAKA A. Teori Pembelajaran Menurut Gagne, Briggs, dan Wager (1992), pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa. Motivasi siswa baik ekstrinsik dan instrinsik akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Menurut Meece dan Blumenfild, ada kolerasi positif antara hasil belajar dengan motivasi, semakin kuat dan tinggi motivasi yang dimiliki siswa akan berpengaruh terhadap hasil belajar. Guru harus berperan sebagai motivator, selain itu guru juga harus dapat menciptakan proses belajar yang menantang siswa untuk berfikir kreatif. Selain motivasi penggunaan alat peraga dalam pembelajaran sangat dibutuhkan sesuai dengan karakteristik anak, menurut Teori Piaget anak usia 7 – 11 tahun termasuk periode operasional kongkrit (concrete operational period) dimana hal-hal yang bersifat kongkrit lebih mudah dipahami dibanding yang abstrak. Pada masa ini juga anak menganggap bahwa kehidupan adalah bermain. Penggunaan alat peraga akan sangat membantu keberhasilan proses pembelajaran. Guru juga harus mampu mengadakan variasi dalam pembelajaran baik alat peraga maupun metode yang digunakan. Pengadaan variasi dalam pembelajaran mempunyai manfaat sebagai berikut : 1. Meningkatkan motivasi belajar siswa.
  • 6.
    6 2. Mengurangi kebosanansiswa dalam mengikuti pembelajaran. 3. Menumbuhkan rasa ingin tahu siswa pada hal-hal yang sedang dipelajari. Suciati (2003), motivasi merupakan dorongan, dan dorongan tersebut dapat berupa intrinsic motivation (dorongan dari dalam diri) dan extrinsic motivation (dorongan dari luar) Menurut Robert Gagne, aktifitas pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yaitu menjelaskan tujuan pada siswa, memberikan bimbingan belajar dan menilai kemampuan siswa. Menurut Puji Santosa, dkk (2008) tujuan penggunaan teknik diskusi agar siswa dapat mengembangkan pengetahuannya untuk mengatasi masalah, menyampaikan pendapatnya dengan baik dan benar serta dapat menghargai orang lain. Hargreaves (dalam Hopkins, 1993) Sekolah yang berhasil mendorong terjadinya inovasi pada diri para guru telah berhasil pula meningkatkan kualitas pendidikan untuk para siswa. B. Motivasi Belajar dan Media Pembelajaran 1. Motivasi Belajar Motivasi belajar: (Huitt, W. (2001) dalam Yuni Pitriah) “ motivasi belajar adalah suatu kondisi internal sebagai pendorong pada diri anak untuk melakukan kegiatan belajar, atau status internal kadang-kadang diartikan sebagai kebutuhan, keinginan, atau hasrat yang mengarahkan perilaku seseorang untuk aktif bertindak dalam rangka mencapai sesuatu”
  • 7.
    7 Sementara itu (Slamet,1987 :92). “ motivasi belajar adalah suatu hasrat atau keinginan yang mengarah kepada tujuan pembelajaran, dan bila motivasi guru tepat dan mengenai sasaran akan meningkatkan kegiatan belajar, dengan tujuan yang jelas maka siswa akan belajar lebih tekun, giat dan lebih bersemangat” Motivasi belajar terdiri dari 2 jenis yaitu : 1. Motivasi Intrinsik yaitu suatu motivasi atau dorongan yang lahir dalam diri siswa sendiri 2. Motivasi Ekstrinsik yaitu suatu motivasi karena pengaruh dari luar misalkan suasana kelas yang agak berbeda dirasakan siswa karena guru mengunakan alat peraga atau guru memberika pujian. Untuk meningkatkan perhatian siswa, motivasi belajar siswa dapat juga dilakuka dengan sapaan atau penghargaan yang bisa dilakukan dengan cara verbal atau non verbal yang merupakan bentuk motivasi ekstrinsik. “Jika pemberian motivasi ekstrinsik ini dilakuka maka akan berdampak pada perhatian belajar karena antara perhatian dan motivasi adalah satu kesatuan dimana perhatia belajar adalah kesiapan mental (pikiran dan perasaan) pada suatu objek pembelajaran yang akan berkontribusi terhadap hasil belajar siswa”. (Huitt, W. (2001) dalam Yuni Pitriah) Hasil belajar : Benyamin Bloom (1956) “ Gambaran hasil belajar mencakup aspek kognitif, afektif dan fsikomotorik” jadi hasil belajar berupa perubahan prilaku secara keseluruhan meliputi tiga ranah yaitu pengetahuan (Kognitif) , Keterampilan (Psikomotor) dan penguasaan nilai (Afektif). Hasil belajar akan tercapai secara menyeluruh jika adanya motivasi belajar.
  • 8.
    8 1. Alat peraga/Media Adabeberapa pedapat tentang pengertian media: 1. a. Pengertian Media/Alat peraga Pengertian Alat Peraga dari beberapa peneliti antara lain: a) (Heinich,dkk 1993) “media merupakan alat saluran komunikasi, bisa berupa media film, televisi, diagram, bahan tercetak, komputer dan instruktur.” b) (Schramm 1977) mengemukakan bahwa “media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran” c) (Briggs,1977) mengemukakan pengertian media “media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampiakan isi/materi pembelajaran seperti buku, film, video, slid dan sebagainya” d) (NEA,1996)” Media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang dengar , termasuk teknologi perangkat kerasnya. e) (Robert Heinich (1985:6) dalam Kartika Laria,2008.) mengemukakan bahwa defenisi medium sebagai sesuatu yang membawa informasi antara sumber (source) dan penerima (receiver) informasi. f) (Sadiman,2002:6). mengungkapkan bahwa “ media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi”.
  • 9.
    9 Dari uraian pengertianmedia diatas dapat disumpulkan bahwa media/alat peraga pembelajaran adalah alat/bahan yang dapat membawa pesan- pesan pembelajaran yang mudah dimengerti oleh si penerima pesan (siswa) dengan tujuan penguasaan materi pelajaran akan menjadi lebih baik. b. Fungsi media adalah: (Robert Heinich (1985:6) dalam Kartika Laria,2008) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Semetara itu pendapat (Brown (1973) dalam Akhmad Sudrajat.2008) Media memiliki beberapa fungsi, diantaranya : 1. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. 2. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu obyek 3. Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya. 4. Media menghasilkan keseragaman pengamatan 5. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis. 6. Media membangkitkan keinginan dan minat baru. 7. Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar. 8. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak.
  • 10.
    10 (Latuheru (2005) dalamYoga) tentang peran media dalam pembelajaran adalah: 1) Membangkitkan motivasi belajar 2) Mengulang apa yang telah dipelajari dalam belajar 3) Merangsang pembelajar untuk belajar penuh semangat 4) Mengaktifkan respon belajar Mengapa peranan media atau lebih sering kita menyebutnya alat bantu pembelajaran atau alat peraga diperlukan dalam proses pembelajaran dikelas karena didasarkan pertimbangan bahwa: 1) Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku maka media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. 2) Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik, karena pertimbangan keamanan. Obyek dimaksud bisa disederhanakan jika memang berbahaya dalam bentuk miniatur, model, maupun bentuk gambar – gambar yang dapat disajikan secara audio visual, audial atau visual. 3) Media dapat menjebatani pemahama siswa jika objek dibawa kedalam ruang kelas karena misalkan objek: (a) obyek terlalu besar; (b) obyek terlalu kecil;
  • 11.
    11 (c) obyek yangbergerak terlalu lambat; (d) obyek yang bergerak terlalu cepat; (e) obyek yang terlalu kompleks; (f) obyek yang bunyinya terlalu halus; (f) obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi. Dengan demikian kita simpulkan bahwa dengan media pembelajaran yang beragam dan tepat, akan meningkatkan perhatian dan motivasi siswa untuk belajar yang akhirnya dapat meningkatkan hasil belajarnya. Jenis media belajar, diantaranya : 1. Media visual adalah media yang hanya dapat dilihat oleh indra penglihatan terdiri atas: a) Media Visual yang dapat diproyeksikan ; over head projektor (OHP), in focus b) Media visual yang tidak dapat didiproyekskan grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik c) Media audial : (radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya) d) Media audio visual (film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya). Apabila peranan media tepat akan memudahkan dalam metode mengajar di kelas, selanjutnya guru didalam kelas sebaiknya memupuk rasa kepercayaan
  • 12.
    12 kepada siswa akantugas-tugas yang diberikan selesai dengan baik, maka jaga hubungan guru dengan siswa dengan cara:  Guru dapat menampilkan ciri-ciri kepribadian : empatik, peduli dan sabar, adil, terbuka serta dapat menjadi pendengar yang baik.  Guru dapat menerapkan pembelajaran individua dan atau kelompok agar dapat memahami siswanya (kebutuhan, potensi, minat, karakteristik kepribadian dan latar belakangnya)  Guru lebih banyak memberikan komentar dan umpan balik yang positif dari pada yang negatif.  Guru dapat menghargai dan menghormati setiap pemikiran, pendapat dan keputusan setiap siswanya.  Guru dapat menjadi penolong yang bisa diandalkan dan memberikan kepercayaan terhadap siswanya 1. Metode : (Joni 1992/1993) mengemukakan pengertian metode adalah “ berbagai cara kerja yang bersifat umum yang sesuai untuk mencapai tujuan tertentu” , metode erat kaitanya dengan teknik mengajar yang akan digunakan. Teknik mengajar adalah “ ragam khas penerapan suatu metode yang sesuai dengan latar penerapa tertentu, seperti kemampuan dan kebiasaan guru, ketersediaan peralatan, kesiapan siswa, dan alokasi waktu yang dibutuhkan termasuk karakteristik materi yang akan diberikan”. (Joni 1992/1993). Lalu media juga berhubungan dengan metode yang dipakai” (Heinich,dkk 1993) Jenis jenis metode secara umum yang biasa dipakai adalah:
  • 13.
    13 1. Lecturing ataupembelajaran langsung Identik dengan ceramah, namun ceramah bisa dikolaboraska dengan pengunaan alat peraga serta adanya tambahan dialog interaktif, ceramah bervariasi yang baik adalah penyajian materi disusun sistematis berurut dan jelas. Sistematika penyajian ceramah antara lain: a) Pemberian informasi b) Identifikasi dan klarifkasi masalah c) Penyajian analisis masalah, d) Respon e) Ide baru 1. Diskusi kelompok yang dilengkapi dengan LK Guru harus berusaha untuk melakukan pendekatan secara pribadi terampil mengorganisasikan kelas, mampu membimbing dan memudahkan belajar, dan mampu merencanakan dan melakukan kegiatan belajar. Agar berhasil maka yang harus dilakukan adalah: 1. Memusatkan perhatian 2. Menjelaskan masalah dan uraiannya 3. Menganalisis pandangan 4. Meningkatkan urutan 5. Menyebarkan kesempatan partispasi 6. Menutup dan menyimpulkan bersama. 7. Tanya jawab Turney (1979) mengidentifikasi fungsi pertanyaan adalah sebagai berikut: 1. Membangkitkan minat dan keingintahuan siswa 2. Membantu memusatkan perhatian siswa kepada suatu topik 3. Menggalakan penerapan belajar aktif 4. Merangsang siswa mengajukan pertanyaan 5. Menstukturkan tugas-tugas hingga kegiatan belajar 6. Mendiagnosis kesulitan belajar siswa
  • 14.
    14 7. Memberikan kesempatankepada siswa untuk mendemonstrasikan pemahaman yang diberikan 8. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar berdiskusi 9. Membantu siswa menyatakan fikiran, perasaan dan pendapat Sementara itu syarat pertanyaan yang baik adalah: 1. Pengajuan pertanyaan yang jelas dan singkat, 2. Pemberian acuan, 3. Pemusatan, 4. Pemindah giliran, 5. Penyebaran, 6. Pemberian waktu berfikir , 7. Pemberian tuntunan, 8. Pengaturan urutan pertanyaan, 9. Penggunaan pertanyaan pelacak, 10. Peningkatan terjadinya interaksi. 11. Demonstrasi Metode demonstrasi adalah merupaka metode mengajar yang menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjuka secara langsung objek atau cara melakukan sesuatu, sehinga dapat memperlajari secara proses. Fungsi metode demonstrasi adalah: 1. Megkonkritkan suatu konsep atau prosedur yang abstrak 2. Mengajarkan bagaimana berbuat atau melakukan sesuatu 3. Membangkitkan minat mengunakan alat peraga dan prosedur
  • 15.
    15 BAB III PELAKSANAAN PERBAIKANPEMBELAJARAN A. Subjek Penelitian 1. Tempat penelitian Peneliti adalah mahasiswa di Universitas Terbuka semester X, dan juga sebagai seorang guru kelas IV di SD Negeri IX Lembang. Penelitian dilaksanakan pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, Semester II di kelas IV (empat) SD Negeri IX Lembang, tentang “mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahan tingkat pusat, seperti MPR, DPR, Presiden, MA, MK dan BPK dll”. Jumlah siswa kelas IV (empat) adalah 42 orang, terdiri dari 20 orang laki-laki dan 22 orang perempuan. 1. Tanggal dan Waktu penelitian Jadwal pelaksanaan perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut : Jadwal PelaksanaanKegiatan Penelitian Tindakan Kelas Di SD Negeri IX Lembang tahun 2018/2019 No Hari/Tanggal Waktu Mata Pelajaran Siklus 1 Senin, 23 Pebruari 2018 07.30 – 08.40 PKn RP 2 Rabu, 02 Maret 2018 07.30 – 08.40 PKn RPP Siklus 1 3 Rabu, 16 Maret 2018 07.30 – 08.40 PKn RPP Siklus 2
  • 16.
    16 B. Deskripsi PerSiklus 1. Perencanaan Merencanakan merupakan langkah awal dalam setiap kegiatan. Rencana akan menjadi acuan dalam melakukan tindakan. Melakukan tindakan sebagai langkah yang kedua merupakan realisasi dari rencana yang kita buat. Tanpa tindakan nyata rencana hanya merupakan angan-angan saja yang tidak akan pernah menjadi kenyataan. Agar tindakan yang kita lakukan dapat kita ketahui kualitasnya, maka kita perlu melakukan pengamatan. Kegiatan pengamatan harus dilaksanakan oleh orang lain agar dapat merekam segala kegiatan yang dilakukan oleh peneliti, sehingga hal-hal yang tidak teramati oleh peneliti dapat diamati oleh pengamat. Dalam hal ini peneliti meminta mempersiapkan salah seorang teman sejawat yang diminta bantuannya untuk menjadi pengamat. Setelah diperoleh hasil pengamatan, maka ditemukan kelemahan dan kelebihan dari hasil pembelajaran, yang kemudian didiskusikan dan direfleksikan sehingga mampu menentukan langkah-lankgah menuju perbaikan proses pembelajar. 2. Pelaksanaan Perbaikan Pelaksanaan perbaikan mata pelajaran PKn bertempat di kelas IV (empat) SD Negeri IX Lembanng dimulai dari tanggal 02 Maret 2011 sampai dengan tanggal 16 Maret 2018 Jadwal dan fokus perbaikan mata pelajaran PKn Di SD Negeri IX Lembang No Hari/Tanggal Siklus Fokus 1. Senin, 23 Pebruari 2018 RP Meningkatkan pengetahuan siswa terhadap materi pelajaran tentang lembaga-lembaga negara dan jenis pemerintahan pusat
  • 17.
    17 2. Rabu, 02Maret 2018 RPP Siklus I Meningkatkan motivasi siswa untuk bertanya jawab sehingga pembelajaran lebih aktif 3. Rabu, 16 Maret 2018 RPP Siklus II Meningkatkan perhatian siswa dengan menggunakan alat peraga bagan sehingga pembelajaran lebih aktif dan siswa lebih mudah mengumpulkan data tentang materi pelajaran yang akhirnya dapat meningkatkan nilai perolehan siswa. Langkah-langkah yang di tempuh dalam rencana pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebelum perbaikan adalah sebagai berikut: 1. Mengadakan appersepsi dengan bertanya jawab tentang pemerintahan Kabupaten, Kota dan Propinsi. 2. Menjelaskan materi pembelajaran tentang lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahan tingkat pusat. 3. Siswa ditugaskan untuk Diskusi kelompok dengan tema tuliskanlah kepanjangan dari istilah lembaga-lembaga negara berikut ini! 4. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok. 5. Evaluasi individu. Setelah selesai melaksanakan pembelajaran dan menganalisis hasil evaluasi ternyata siswa yang memperoleh nilai di atas KKM mencapai 26 orang dari 42 orang siswa atau secara klasikal mencapai 62%. Berdasarkan hasil pembelajaran yang didiskusikan dengan teman sejawat maka ditemukan beberapa kelemahan dalam proses pembelajaran, antara lain : 1. Siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. 2. Siswa masih terlihat asing dengan istilah-istilah pada lembaga negara. 3. Metode yang digunakan kurang merangsang keaktifan siswa. 4. Media dan alat peraga pembelajaran masih kurang.
  • 18.
    18 Dari berbagai permasalahanyang timbul tersebut kemudian didiskusikan kembali dengan teman sejawat untuk dilakukan perbaikan pembelajaran. Langkah-langkah yang diambil untuk memperbaiki proses pembelajaran adalah : 1. Membagi siswa dalam kelompok kecil. 2. Membiasakan siswa agar terbiasa dengan istilah-istilah pada lembaga negara dengan memberi nama kelompok dengan nama-nama lembaga negara. 3. Menggunakan metode yang lebih fariatif. 4. Menggunakan media dan alat peraga yang lebih menarik. Kemudian hasil dari pengamatan dan diskusi dengan teman sejawat sebagai pengamat akan digunakan sebagai bahan untuk menyusun rencana perbaikan siklus kesatu. Langkah-langkah yang di tempuh dalam perbaikan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Siklus I adalah sebagai berikut: 1. Mengadakan appersepsi dengan bertanya jawab tentang lembaga-lembaga negara. 2. Membagi siswa dalam beberapa kelompok. 3. Guru menyampaikan materi tentang lembaga negara dan wewenangnya 4. Diskusi kelompok tentang pemerintahan dan lembaga-lemaga negara. 5. Setiap kelompok mempresentaseikan hasil diskusi 6. Membahas hasil diskusi secara klasikal 7. Memberikan soal evaluasi individu 8. Memberikan kesimpulan Setelah dilakukan proses perbaikan pembelajaran diperoleh peningkatan hasil pembelajaran siswa. Namun demikian, secara individual jumlah siswa yang berhasil memperoleh nilai di atas KKM mencapai 28 orang dari 42 orang, sehingga keberhasilan secara klasikal baru mencapai 67%.
  • 19.
    19 Setelah menghitung keberhasilanpembelajaran dari perolehan nilai siswa, maka direfleksikan dan diskusikan kembali dengan teman sejawat selaku pengamat. Hasil diskusi memutuskan pelu adanya perbaikan kembali. Langkah-langkah yang di tempuh dalam perbaikan pembelajaran Siklus II adalah sebagai berikut : 1. Mengadakan appersepsi dengan tanya jawab tentang lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahan 2. Guru menyampaikan materi pembelajaran tentang lembaga-lembaga negara dengan menggunakan istilah yang sudah dipahami siswa, dan menyampaikan wewenang lembaga-lembaga dengan menggunakan alat peraga berupa bagan lembaga negara dan wewenangnya 3. Siswa berdiskusi dalam kelompok tentang lembaga-lembaga negara dan wewenang lembaga negara dengan cara memasangkan wewenang lembaga negara dengan wewenang masing-masing lembaga negara 4. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk saling bertanya jawab 5. Menjelaskan tentang lembaga negara sebelum amandemen dan seduah amandemen (perubahan UUD 1945) 6. Diberikan evalluasi individu. 7. Memberikan kesimpulan dan penguatan kepada siswa tentang lembaga-lembaga negara dan wewenangnya. Setelah melaksnakan kegiatan perbaikan pembelajaran Siklus II, dan diberikan evaluasi untuk mengukur keberhasilan pembelajaran diperoleh hasil seluruh siswa yaitu 35 orang telah berhasil memperoleh nilai diatas nilai KKM yaitu diatas 83%. Berdasarkan perolehan nilai secara individu dan klasikal dapat ditentukan bahwa hasil pembelajaran siklus II, siswa kelas IV SD Negeri IX Lembang telah menguasai dan memahami tentang lembaga-lembaga negara dan wewenangnya. Dengan kata lain guru telah melakukan proses pembelajaran secara profesional dengan menghasilkan capaian nilai keberhasilan individu dan klasikal di atas nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)
  • 20.
    20 BAB IV HASIL PENELITIANDAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Setelah melakukan perbaikan pembelajaran tentang masalah peningkatan penguasaan materi melalui upaya memotivasi siswa dengan menggunakan alat peraga yang sesuai dengan materi dan menggunakan metode yang melibatkan keaktifan siswa didapat data sebagai berikut : Jadwal Dan Hasil Perbaikan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan No Hari/Tanggal Siklus Fokus 1. Senin, 23 Pebruari 2018 RP Meningkatkan pengetahuan siswa terhadap materi pelajaran tentang lembaga-lembaga negara dan jenis pemerintahan pusat 2. Rabu, 02 Maret 2018 RPP Siklus I Meningkatnya motivasi siswa untuk bertanya jawab sehingga pembelajaran aktif 3. Rabu, 16 Maret 2018 RPP Siklus II Meningkatnya perhatian siswa dengan menggunakan alat peraga sehingga pembelajaran lebih aktif dan siswa lebih mudah mengumpulkan data tentang materi pelajaran yang akhirnya dapat meningkatkan nilai perolehan siswa.
  • 21.
    21 Setelah melaksanakan kegiatanpembelajaran guru merefleksikan diri dan mendiskusikan hasil pembelajaran dengan teman sejawat. Yang kemudian ditentukan untuk mengadakan perbaikan pembelajaran dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Hasil kegiatan refleksi guru dan pengamatan kegiatan guru selama proses perbaikan pembelajaran I dan II sebagai berikut: Hasil Refleksi Pembelajaran oleh Guru dan Hasil Observasi Guru oleh Pengamat No Aspek Yang Diobservasi Kemunculan Pada Tiap Siklus Rp RPP Siklus 1 RPP Siklus 2 Ada Tidak Ada Ada Tidak Ada Ada Tidak Ada 1. Menggunakan bahan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum (GBPP) √ √ √ 2. Mengembangkan dan mengorganisasikan materi pembelajaran √ √ √ 3. Menentukan dan mengembangkan alat bantu pembelajaran √ √ √ 4. Memilih sumber belajar √ √ √ 5. Menyusun langakah-langkah pembelajaran √ √ √ 6. Menentukan alokasi waktu pembelajaran √ √ √ 7. Menentukan prosedur dan jenis penilaian √ √ √ 8. Membuat alat penilaian dan kunci jawaban √ √ √ 9. Memberi tindak lanjut √ √ √ 10. Menggunakan alat peraga yang sesuai dengan materi pembelajaran √ √ √
  • 22.
    22 Selain guru, siswapun diobservasi untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan yang telah dilakukan oleh siswa sebagai timbale balik dari kegiatan yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran. Berikut disajikan data hasil refleksi guru dalam kegiatan pembelajaran terhadap pelaksanaan pembelajaran siswa, dan hasil pengamatan teman sejawat pada kegiatan perbaikan pembelajaran ke-1 dan ke-2, pada table 4.3 hasil observasi keaktipan siswa Data Keaktifan Siswa Selama Proses Pembelajaran No Kreteria Penilaian Jumlah Siswa Yang Merespon Pada Setiap Siklus RP RPP RPP Siklus 1 Siklus 2 Banyak Siswa % Banyak Siswa % Banyak Siswa % 1 Menyimak penjelasan guru 30 73% 42 100% 42 100% 2 Mengajukan pertanyaan 15 36% 15 36% 26 64% 3 Menjawab pertanyaan 15 36% 18 45% 26 64% 4 Siswa yang aktif 18 45% 34 82% 34 82% 5 Unjuk kerja 11 27% 18 45% 26 64% Prosentase daya serap kelas 62% 78% 96% Dari data table di atas nampak bahwa keaktifan siswa juga mempengaruhi daya serap siswa terhadap hasil pembelajaran. Selanjutnya, setelah melalui proses pembelajaran dan perbaikan pembelajaran siklus I dan Siklus II, diperoleh peningkatan hasil belajar siswa. Terbukti dengan peningkatan perolehan nilai baik secara individu maupun klasikal untuk setiap kegiatan. Nilai yang diperoleh siswa dalam setiap siklus digambarkan pada tabel 4.4, perolehan nilai siswa kelas IV SDN IX mata pelajaran PKn
  • 23.
    23 Perolehan Nilai EvaluasiSiswa Pada Proses Pembelajaran, Perbaikan I dan Perbaikan II Nama Sekolah : SD Negeri IX Lembang Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/Semester : IV/2 KKM : 70 NO NAMA SISWA NILAI PEROLEHAN Keterangan RP RPP Siklus 1 RPP Siklus 2 1 AMINAH 50 60 70 Berhasil 2 ANIDA AULIA 50 60 70 Berhasil 3 ARI JANUAR 60 70 80 Berhasil 4 AHMAD TAJWINI 60 70 80 Berhasil 5 AYI WINDI S 60 70 80 Berhasil 6 DEDI PERMANA 70 80 90 Berhasil 7 ENOK AYIRIN 70 80 90 Berhasil 8 GILANG ADITYA 60 70 80 Berhasil 9 HILMAN MAULANA 60 70 80 Berhasil 10 INDAYANI 50 60 70 Berhasil 11 KHAERUL ANAM 40 50 60 Tidak Berhasil 12 LENI 80 90 100 Berhasil 13 LILIS SAPINAH 80 90 100 Berhasil 14 MADRIYANA 70 80 90 Berhasil 15 MUHIDIN 60 80 90 Berhasil 16 MEGA YULIAWATI 40 70 80 Berhasil 17 NURHAYATI 80 90 100 Berhasil 18 NURUL FADILATUR 80 90 100 Berhasil 19 PITRI 70 80 90 Berhasil
  • 24.
    24 20 RUSMANA 7080 90 Berhasil 21 ROUP 80 90 100 Berhasil 22 RICA FRANSISCA 80 90 100 Berhasil 23 RAHMAT RAMDONI 80 90 100 Berhasil 24 RENI RAHAYU 60 70 80 Berhasil 25 SUPIRA 60 70 80 Berhasil 26 SUHENDI 40 50 60 Tidak Berhasil 27 SUNARTA 50 70 80 Berhasil 28 SITI AISAH (A) 60 60 70 Berhasil 29 SITI AISAH (B) 50 60 70 Berhasil 30 SITI DEWI LESTARI 60 70 80 Berhasil 31 SITI HOLIPAH 80 90 100 Berhasil 32 SITI JULAEHA 80 90 100 Berhasil 33 SITI KODIJAH 40 50 60 Tidak Berhasil 34 SITI KAMILAH 80 90 100 Berhasil 35 SITI HOLIPAH 40 50 60 Tidak Berhasil 36 SITI SANTI 50 60 70 Berhasil 37 SITI YULIASARI 60 70 80 Berhasil 38 TANA HIDAYAT 50 60 70 Berhasil 39 YANI SUPIYAT 70 80 90 Berhasil 40 SALAMET 60 60 70 Berhasil 41 EDIH SUPRIYATNA 40 50 60 Tidak Berhasil 42 MUHAMMAD 40 50 60 Tidak Berhasil Jumlah 2570 3010 3430 Rata-Rata 61 72 82 Jumlah Siswa Dinyatakan Tuntas 26 28 35
  • 25.
    25 Kemajuan hasil perbaikanpembelajaran dapat dilihat pada diagram berikut ini. Diagram 4.1 Diagram kemajuan jumlah siswa terhadap ketuntasan belajar pada proses pembelajaran, perbaikan I, dan perbaikan II Diagram 4.2 Diagram kemajuan taraf serap siswa terhadap prosentase daya serap siswa pada proses pembelajaran, perbaikan I, dan perbaikan II Diagram 4.3 Kemajuan nilai rata-rata kelas terhadap hasil pembelajaran, perbaikan pembelajaran I, dan perbaikan pembelajaran II B. Pembahasan Dari Setiap Siklus 1. Kegiatan Pembelajaran (RP) Kegiatan pembelajaran untuk mata pelajaran PKn di Kelas IV (empat) SDN IX Lembang telah dilaksanakan dengan menggunakan rencana pembelajaran yang telah disusun sebelum kegiatan pembeljaaran dilaksnakan. Dari hasil pembelajaran diperoleh data sebagai berikut: Siswa yang memperoleh nilai di atas KKM mencapai 26 orang dari 42 orang siswa atau secara klasikal mencapai 62%. Berdasarkan hasil pembelajaran yang didiskusikan dengan teman sejawat maka ditemukan beberapa kelemahan dalam proses pembelajaran, antara lain : 1. Siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. 2. Siswa masih terlihat asing dengan istilah-istilah pada lembaga negara. 3. Metode yang digunakan kurang merangsang keaktifan siswa. 4. Media dan alat peraga pembelajaran masih kurang. Dari berbagai permasalahan yang timbul tersebut kemudian didiskusikan kembali dengan teman sejawat untuk dilakukan perbaikan pembelajaran. Langkah-langkah yang direncakanan untuk memperbaiki proses pembelajaran adalah :
  • 26.
    26 1. Membagi siswadalam kelompok kecil, dengan memebri nama kelompok dengan nama-nama lebaga pemerintahan 2. Mempersiapkan materi pembelajaran dengan menggunakan alat peraga berupa bagan lembaga-lembaga pemerintah. 3. Menggunakan metode yang lebih fariativ. 4. Memberikan soal evaluasi dengan bahasa yang mudah dipahamai siswa. Dari hasil kegiatan Pembelajaran diperoleh hasil nilai komulatif evaluasi kegiatan pembelajaran sebagaimana digambarkan pada tabel 4.5 berikut ini: Perolehan Nilai Kumulatif Hasil Evaluasi Kegiatan Pembelajaran (RP) No Banyak Murid Nilai Nilai Komulatif Persentase 1 100 0 0% 2 90 0 0% 3 10 80 1905 24% 4 6 70 1000 14% 5 12 60 1714 29% 6 7 50 833 17% 7 7 40 667 17% 8 30 0 0% 9 20 0 0% 10 10 0 0% Jumlah 42 6119 100% Nilai Rata-rata Kelas 61 Berdasarkan pada data perolehan nilai komulatif hasil kegiatan pembelajaran (RP), masih dibutuhkan adanya perbaikan terhadap proses pembelajaran baik dari guru maupun dari siswa.
  • 27.
    27 Untuk itu kegiatanpembelajaran, perlu diperbaiki dengan melaksanakan proses perbaikan pembelajaran siklus I. Kegiatan Perbaikan Pembelajaran Siklus I (RPP I) Langkah-langkah yang di tempuh dalam perbaikan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Siklus I adalah sebagai berikut: 1. Mengadakan appersepsi dengan bertanya jawab tentang lembaga-lembaga negara. 2. Membagi siswa dalam 8 kelompok, dua kelompok terdiri dari empat orang dan satu kelompok terdiri 5 atau 6 orang. 3. Nama kelompok diambil dari nama-nama lembaga negara. 4. Guru menyampaikan materi tentang lembaga negara dan wewenangnya 5. Diskusi kelompok tentang pemerintahan dan lembaga-lemaga negara. 6. Setiap kelompok mempresentaseikan hasil diskusi 7. Membahas hasil diskusi secara klasikal 8. Memberikan soal evaluasi individu 9. Memberikan kesimpulan Setelah dilakukan proses perbaikan pembelajaran diperoleh peningkatan hasil pembelajaran siswa terhadap nilai rata-rata kelas. Namun demikian, secara individual jumlah siswa yang berhasil memperoleh nilai di atas KKM mencapai 28 orang dari 42 orang, sehingga keberhasilan secara klasikal baru mencapai 67%. Sedangkan keberhasilan secara klasikal diharapkan mencapai 80%. Data tersebut dapat digambarkan pada tabel 4.6 perolehan nilai komultif siswa terhadap hasil perbaikan pembelajaran siklus I
  • 28.
    28 Perolehan nilai komulatifsiswa pada perbaikan pembelajaran siklus I No Banyak Murid Nilai Nilai Komulatif Persentase 1 100 0 0% 2 10 90 900 24% 3 7 80 560 17% 4 11 70 770 26% 5 8 60 480 19% 6 6 50 300 14% 7 40 0 0% 8 30 0 0% 9 20 0 0% 10 10 0 0% Jumlah 42 3010 100% Nilai Rata-rata Kelas 72 Berdasarkan data di atas maka perlu diadakan perbaikan pembelajaran siklus II. 1. Kegiatan Perbaikan Pembelajaran Siklus II (RPP II) Berdasarkan hasil perbaikan pembelajaran siklus I, telah ditetapkan untuk melaksanakan perbaikan pada siklus II, adapun langkah kegiatan yang dilaksanakan pada kegiatan perbaikan pembelajaran siklus II sebagai berikut: 1. Mengadakan appersepsi dengan tanya jawab tentang lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahan 2. Guru menyampaikan materi pembelajaran tentang lembaga-lembaga negara dengan menggunakan istilah yang sudah dipahami siswa, dan menyampaikan wewenang lembaga-lembaga dengan menggunakan alat peraga berupa bagan lembaga negara dan wewenangnya
  • 29.
    29 3. Siswa berdiskusidalam kelompok tentang lembaga-lembaga negara dan wewenang lembaga negara dengan cara memasangkan wewenang lembaga negara dengan wewenang masing-masing lembaga negara 4. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk saling bertanya jawab 5. Menjelaskan tentang lembaga negara sebelum amandemen dan seduah amandemen (perubahan UUD 1945) 6. Diberikan evalluasi individu. 7. Memberikan kesimpulan dan penguatan kepada siswa tentang lembaga- lembaga negara dan wewenangnya Setelah melaksanakan kegiatan perbaikan pembelajaran Siklus II, dan diberikan evaluasi untuk mengukur keberhasilan pembelajaran diperoleh hasil pembelajaran yaitu 11 orang siswa telah berhasil memperoleh nilai diatas nilai KKM yaitu diatas 65. Adapun perolehan nilai komulatif siswa digambarkan pada tabel 4.7 Daftar nilai komulatif siswa pada perbaikan pembelajaran siklus II No Banyak Murid Nilai Nilai Komulatif Persentase 1 10 100 1000 24 2 7 90 630 17 3 11 80 880 26 4 8 70 560 19 5 6 60 360 14 6 50 0 0% 7 40 0 0% 8 30 0 0% 9 20 0 0% 10 10 0 0% Jumlah 42 3430 100% Nilai Rata-rata Kelas 82
  • 30.
    30 Pada tabel dataperolehan nilai secara individu dan klasikal dapat ditentukan bahwa hasil pembelajaran siklus II, siswa kelas IV SD Negeri IX telah mengetahui dan memahami tentang lembaga-lembaga negara dan wewenangnya. Berdasarkan pada hasil perbaikan pembeljaaran siklus II, maka perbaikan pembelajaran telah dilakukan secara profesional dengan menghasilkan capaian nilai keberhasilan individu dan klasikal di atas nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) dan dari hasil observasi terhadap siswa pun telah diketahui bahwa siswa sudah aktif dalam mengikuti pembeljaran. C. Deskripsi Temuan dan Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan perbaikan pembelajaran, analisa perolehan nilai, diskusi dengan teman sejawat dan supervisor serta refleksi dapat dikatakan pelaksanaan perbaikan pembelajaran mengalami kemajuan. Hal ini ditunjukkan situasi belajar yang hidup, bukti peserta didik termotivasi. Perolehan nilai peserta didik juga terdapat peningkatan, siswa semakin terbiasa untuk berani mengemukakan pendapatnya. Kekurangan dalam proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan kegiatan observasi yang dibantu oleh teman sejawat.
  • 31.
    31 BAB V KESIMPULAN DANSARAN A. Kesimpulan Berdasarkan kegiatan perbaikan pembelajaran dan hasil yang telah dicapai, penulis dapat menarik beberapa kesimpulan antara lain : 1. Guru yang professional mampu mengkondisikan siswa pada situasi belajar yang menyenangkan. 2. Suasana belajar yang kondusif mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. 3. Dengan penggunaan alat peraga yang tepat, dapat memberikan data-data sesuai dengan kebutuhan informasi siswa. 4. Penguatan berpengaruh positif bagi siswa, yaitu menambah rasa percaya diri siswa. 5. Keaktifan siswa di dalam berdiskusi dengan temans sekelompok dapat membangun individu siswa menjadi figure yang terbuka terhadap masalah yang dimilikinya B. Saran Setiap guru hendaklah mampu memilih dan menggunakan alat peraga dengan baik sehingga membantu siswa dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk menguasai dan memahami materi pelajaran. Dalam pelaksanaan metode diskusi hendaklah guru lebih memotivasi siswa yang kurang aktif agar ikut berpartisifasi, dan kepada ketua kelompok hendaklah dilatih agar dapat melibatkan semua anggota kelompok dengan membagi tugas secara adil dan merata. Institusi pendidikan khusunya sekolah dasar, hendaknya memberlakukan sisitem observasi pembelajaran sehingga guru dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan dalam melaksanakan proses pembelajaran demi tercapainya pendidikan yang berkualitas, yang akhirnya dapat memberikan out put lulusan siswa yang berkualitas.