INTEGRITAS
DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT III
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
Dr. Minsya T. Djaling , Drs. Ec, M. Kes
RANCANG BANGUN PEMBELAJARAN MATA DIKLAT
•1. Nama Diklat : Diklat Kepemimpinan TK. IIIP
•2. Mata Diklat : Integritas
•3. Alokasi Waktu : 18 JP
4. Deskripsi Singkat : Mata Diklat ini membekali peserta dengan kemampuan mengaktualisasikan Integritas dalam mengelola
pelaksanaan kegiatan instansi melalui pembelajaran akuntabilitas, etika, dan aktualisasi akuntabilitas dan
etika. Mata Diklat disajikan secara interaktif melalui metode ceramah interaktif, diskusi, study kasus,
simulasi, menonton film pendek, study lapangan, dan demonstrasi. Keberhasilan peserta dinilai dari
kemampuannya mengaktualisasikan akuntabilitas dan etika dalam mengelola pelaksanaan kegiatan
instansinya.
5. Tujuan Pembelajaran
a. Hasil Belajar : Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan mampu menguktualisasikan integritas pribadinya
dalam mengelola pelaksanaan kegiatan Instansi
b. Indikator Hasil Belajar : Peserta diharapkan mampu
1. Menginternalisasi Akuntabilitas :
2. Menginternalisasi Etika
3. Mengaktualisasikan Akuntabilitas dan Etika dalam mengelola pelaksanaan program instansi.
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
NO INDIKATOR HASIL
BELAJAR
MATERI POKOK METODE ESTIMASI
WAKTU
REFERENSI/
KET
MATERI POKOK SUB MATERI
1 1) Menginternalisasi
Akuntabilitas
Akuntabilitas 1) Penjelasan mengenai
pentingnya akuntabilitas
dalam mewujudkan
Integritas bagi Aparatur
Pemerintah
2) Mendiskusikan
penerapan Akuntabilisas
di Instansi peserta
• Penyajian
• Pemutaran
film pendek
• Tanya
jawab
•Bahan
bacaan
•Bahan
tayang
•Film
pendek
6 jp •Bahan
bacaan
•Bahan
tayang
•Film pendek
2) Menginternalisasi
Etika
Etika 1) Penjelasan mengenai
pentingnya etika dalam
mewujudkan integritas
2) Mendiskusikan
penerapan etika di
instansi peserta
•Film
pendek
•Diskusi
•kasus
•Bahan
•kasus
•Bahan
film
pendek
6 jp •Kasus :
Akuntabilitas,
Etika atau
Integritas
3)Mengaktualisasikan
Akuntabilitas dan
etika dalam
mengelola
pelaksanaan program
instansi
Aktualisasi, Etika dan
Akuntabilitas untuk
mewujudkan
integritas dalam
mengelola program
Instansi
1) Merumuskan aktualisasi,
etika dan integritas dalam
pelaksanaan program
•Infocus
flipcart
•Alat tulis
•Laptop, dll
6 jp
JUMLAH 18 jp
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
NO TAHAP
KEGIATAN
MATERI POKOK METODE MEDIA DAN
ALAT BANTU
ALAKOSI
WAKTU
FASILITATOR PESERTA
Pendahuluan
Penyajian
Penutup
1) Menjelaskan deskripsi
singkat dan
pembelajaran
2) Penjelasan mengenai
pentingnya integritas
bagi aparatur
pemerintah
3) Penjelasan mengenai
pentingnya etika dalam
akuntabilitas dalam
mewujudkan integritas
4) Memfasilitasi diskusi
mengenai penerapan
etika dan akuntabilitas
di unit kerja peserta
5) Memandu peserta
untuk merumuskan
aktualisasi etika dan
akuntabilitas untuk
mewujudkan integritas
mendengarkan
penjelasan
 menonton film
pendek
 berdiskusi
• menonton film
pendek
• berdiskusi
• visitasi
• mendiskusikan
penerapan dan
penguatan etika
menyampaikan
komitmen terkait
dengan aktualisasi
integritas
• ceramah
•Nonton film
• Tanya jawab
• nonton fil
pendek
• tanya jawab
• visitasi
• nonton film
pendek
• kasus
• diskusi
• presentasi
•Pembacaan
komitmen
peserta
pemaparan
Infocus filpchart
• infocus film
pendek
•Flipchart alat
tulis
• infocust film
pendek
• flipchart alat
tulis
• kasus film
pendek
• flipchart
• infocus, dll
1 jp
2 jp
2 jp
7 jp
Deskripsi
singkat
MATA DIKLAT
INTEGRITAS PIM 3
Mata Diklat ini
membekali peserta
dengan kemampuan
mengaktualisasikan
INTEGRITAS DALAM
MENGELOLA
PELAKSANAAN
PROGRAM
INSTANSINYA melalui
pembelajaran
akuntabilitas etika dan
aktualisasi akutabilitas
dan etika
Hasil Belajar
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta
diharapkan mampu mengaktualisasikan
integritas pribadinya dalam mengelola
pelaksanaan program Instansi
Indikator
Hasil
Belajar
Peserta dapat menginternalisasi akuntabilitas
Peserta dapat menginternalisasi etika
Peserta dapat menginternalisasi akuntabilitas
dan etika dalam mengelola pelaksanaan
program instansi
POKOK BAHASAN
I. INTERNALISASI ETIKA :
A. PENGERTIAN MORAL,ETIKA DAN INTEGRITAS BAGI APARATUR PEMERINTAH;
B. PENTINGNYA INTEGRITAS BAGI APARATUR PEMERINTAH;
C. ETIKA DALAM PENYELENGGARA PEMERINTAHAN
II. INTERNALISASI AKUNTABILITAS :
A. PENGERTIAN AKUNTABILITAS
B. PENTINGNYA AKUNTABILITAS DALAM MEWUJUDKAN INTEGRITAS
III. AKTUALISASI ETIKA DAN AKUNTABILITAS UNTUK PENGUATAN INTEGRITAS DALAM MENMGELOLA PROGRAM INSTANSI :
A. PENERAPAN DAN PENGUATAN ETIKA DI ISTANSI
B. AKTUALISASI ETIKA DAN INTEGRITAS DALAM PELAKSANAAN PROGRAM INSTANSINYA
M
E
T
O
D
E
P
E
M
B
E
L
A
J
A
R
A
N
MATA DIKLAT DISAJIKAN SECARA
INTERAKTIF DENGAN METODE :
1. CERAMAH Peserta diminta
mendengar ceramah dari tenaga
pengajar
2. FILM PENDEK Peserta diminta
menonton film pendek, kemudian
diminta mengomentasi dan kemudian
mendiskusikannya
3. DISKUSI Peserta mendiskusikan
pentingnya integritas yang harus dimiliki
pemimpin pembaharuan baik dengan
tenaga pengajar maupun sesama peserta
4. VISITASI Peserta berkunjung
ketempat yang dapat membantu proses
internalisasi hasil belajar
5. AKTUALISASI Terakhir
pembelajaran peserta diminta untuk
menghasilkan suatu produk
pembelajaran yang menunjukkan
kompentensi integritas
MEDIA PEMBELAJARAN
• BAHAN BACAAN
• KASUS
• GAME
• FILM PENDEK
• DATA
• GRAFIK
KEGIATAN DAN WAKTU BM INTEGRITAS PIM III
5 jp 11 jp 2 jp
•Menjelaskan deskripsi
singkat dan tujuan
pembelajaran
•Penjelasan mengenai
pentingnya integritas
bagi aparatur
pemerintah
•Penjelasan mengenai
pentingnya etika dan
akuntabilitas dalam
mewujudkan integritas
PENDAHULUAN
PENYAJIAN
•Visitasi
•Memfasilitasi diskusi
mengenai penerapan
etika dan akuntabilitas
di unit kerja peserta
•Memandu peserta
untuk merumuskan
aktualisasi dan
akuntabilitas untuk
mewujudkan integritas
dalam pelaksanaan
kegiatan di unit
kerjanya, dilakukan
perkelompok
•Memfasilitssi peserta
membuat dan
menyampaikan
komitmen terhadap
integritas
PENUTUP
APA ITU INTEGRITAS ?
11 Februari 1899 terjadi pertempuran hebat di Meulaboh di Medan, Teuku Umar gugur.
Lalu dimakamkan di desa Mugo pedalaman
DISKUSI
PENERAPAN DAN
PENGUATAN ETIKA DAN INTEGRITAS
DI INSTANSI PESERTA
I. PENGERTIAN MORAL,
ETIKA DAN INTEGRITAS
1. PENGERTIAN MORAL
Menurut Haryatmoko (2011), moral merupakan
wacana normatif dan imperatif yang diungkapkan
dalam kerangka baik/buruk, benar/ salah yang
dianggap nilai mutlak atau transeden
Sambungan
2. PENGERTIAN ETIKA
• Menurut Haryatmoko (2011), Etika difahami sebagai refleksi
filisofis tentang moral, dan lebih merupakan wacana normatif.
Etika dipandang sebagai seni hidup yang mengarahkan kepada
kebahagiaan dan kebijaksanaan
• Elizabeth Harlock (1982) adalah perilaku yang dapat diterima
oleh kelompok sosial dimana kita berada. Oleh karena itu,
perilaku yang dianggap bermoral dalam komunitas tertentu,
belum tentu dianggap bermoral juga dalam kelompok atau
komunitas lainnya.
Eeeeeeee Sambungan
3. PENGERTIAN INTEGRITAS
• Menurut Alfred John (1995) Integritas adalah bagian
penting dari kepribadian seseorang
• Seseorang yang sifatnya baik (memiliki etika moral yang baik)
tanpa memiliki integritas kemungkinan hanya bermanfaat bagi dirinya saja,
belum dapat mendatangkan manfaat bagi orang lain
ss Sambungan
• Dalam konteks pemerintahan dan
birokrasi Integritas dimaksud sebagai
penggunaan kekuasaan resmi, otoritas
dan wewenang oleh para pejabat publik
untuk tujuan-tujuan yang syah (justified)
menurut hukum
• Dengan demikian, integritas adalah
keteguhan diri seorang aparatur birokrasi
dan pejabat publik untuk tidak meminta
atau menerima apapun dari orang lain
INTEGRITAS
KESESUAIAN ANTARA
HATI, UCAPAN DAN TINDAKAN
INTEGRITAS :
KEMAMPUAN UNTUK
SENANTIASA
MEMEGANG TEGUH
PRINSIP-PRINSIP
MORAL SECARA
KONSISTEN
INTEGRITAS
PERILAKU
INTEGRITAS
Io = a (ACE)-c
Io= Integritas Organisasi
a= alignment / interaksi
A= Accountability
C= Competence
E= Ethic
C= Corruption
I N T E G R I T A S
• Mematuhi Peraturan dan etika Organisasi
• Jujur
• Memegang Teguh Komitmen
• Bertanggung Jawab
• Konsisten Antara Pikiran, Ucapan dan
Tindakan
• Kreatif Dalam Membedakan yang Benar dan
Salah
PENTINGNYA INTEGRITAS BAGI
APARATUR PEMERINTAH
Menstransformasikan nilai-nilai agama;
Mengimplementasikan nilai-nilai luhur
Pancasila dan budaya bangsa dalam
kehidupan sehari-hari;
Keteladanan para pemimpin dalam
menjunjung tinggi etika dan integritas
(kepribadian yang religius, memiliki rasa
kebersamaan, kekeluargaan, kehidupan
dalam keselarasan, keserasian dan
keseimbangan)
Jendral Soedirman
Pameo mengatakan wanita sebagai insan
lemah dan harus selalu dilindungi, tidak
selamanya benar, itu dibuktikan oleh Cut
Nyak
Meuthia, wanita asal Aceh yang terus
berjuang
melawan Belanda hingga tewas diterjang
tiga peluru di tubuhnya, serta Cut Nyak
Dhien
yang meninggal dunia ditempat
pengasingannya
VISITASI
AKTUALISASI
AKTUALISASI
PESERTA MEMBUAT DAN
MENYAMPAIKAN
KOMITMEN
TERHADAP
INTEGRITAS

INTEGRITAS

  • 1.
    INTEGRITAS DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKATIII LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA Dr. Minsya T. Djaling , Drs. Ec, M. Kes
  • 2.
    RANCANG BANGUN PEMBELAJARANMATA DIKLAT •1. Nama Diklat : Diklat Kepemimpinan TK. IIIP •2. Mata Diklat : Integritas •3. Alokasi Waktu : 18 JP 4. Deskripsi Singkat : Mata Diklat ini membekali peserta dengan kemampuan mengaktualisasikan Integritas dalam mengelola pelaksanaan kegiatan instansi melalui pembelajaran akuntabilitas, etika, dan aktualisasi akuntabilitas dan etika. Mata Diklat disajikan secara interaktif melalui metode ceramah interaktif, diskusi, study kasus, simulasi, menonton film pendek, study lapangan, dan demonstrasi. Keberhasilan peserta dinilai dari kemampuannya mengaktualisasikan akuntabilitas dan etika dalam mengelola pelaksanaan kegiatan instansinya. 5. Tujuan Pembelajaran a. Hasil Belajar : Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan mampu menguktualisasikan integritas pribadinya dalam mengelola pelaksanaan kegiatan Instansi b. Indikator Hasil Belajar : Peserta diharapkan mampu 1. Menginternalisasi Akuntabilitas : 2. Menginternalisasi Etika 3. Mengaktualisasikan Akuntabilitas dan Etika dalam mengelola pelaksanaan program instansi.
  • 3.
    KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR NOINDIKATOR HASIL BELAJAR MATERI POKOK METODE ESTIMASI WAKTU REFERENSI/ KET MATERI POKOK SUB MATERI 1 1) Menginternalisasi Akuntabilitas Akuntabilitas 1) Penjelasan mengenai pentingnya akuntabilitas dalam mewujudkan Integritas bagi Aparatur Pemerintah 2) Mendiskusikan penerapan Akuntabilisas di Instansi peserta • Penyajian • Pemutaran film pendek • Tanya jawab •Bahan bacaan •Bahan tayang •Film pendek 6 jp •Bahan bacaan •Bahan tayang •Film pendek 2) Menginternalisasi Etika Etika 1) Penjelasan mengenai pentingnya etika dalam mewujudkan integritas 2) Mendiskusikan penerapan etika di instansi peserta •Film pendek •Diskusi •kasus •Bahan •kasus •Bahan film pendek 6 jp •Kasus : Akuntabilitas, Etika atau Integritas 3)Mengaktualisasikan Akuntabilitas dan etika dalam mengelola pelaksanaan program instansi Aktualisasi, Etika dan Akuntabilitas untuk mewujudkan integritas dalam mengelola program Instansi 1) Merumuskan aktualisasi, etika dan integritas dalam pelaksanaan program •Infocus flipcart •Alat tulis •Laptop, dll 6 jp JUMLAH 18 jp
  • 4.
    KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR NOTAHAP KEGIATAN MATERI POKOK METODE MEDIA DAN ALAT BANTU ALAKOSI WAKTU FASILITATOR PESERTA Pendahuluan Penyajian Penutup 1) Menjelaskan deskripsi singkat dan pembelajaran 2) Penjelasan mengenai pentingnya integritas bagi aparatur pemerintah 3) Penjelasan mengenai pentingnya etika dalam akuntabilitas dalam mewujudkan integritas 4) Memfasilitasi diskusi mengenai penerapan etika dan akuntabilitas di unit kerja peserta 5) Memandu peserta untuk merumuskan aktualisasi etika dan akuntabilitas untuk mewujudkan integritas mendengarkan penjelasan  menonton film pendek  berdiskusi • menonton film pendek • berdiskusi • visitasi • mendiskusikan penerapan dan penguatan etika menyampaikan komitmen terkait dengan aktualisasi integritas • ceramah •Nonton film • Tanya jawab • nonton fil pendek • tanya jawab • visitasi • nonton film pendek • kasus • diskusi • presentasi •Pembacaan komitmen peserta pemaparan Infocus filpchart • infocus film pendek •Flipchart alat tulis • infocust film pendek • flipchart alat tulis • kasus film pendek • flipchart • infocus, dll 1 jp 2 jp 2 jp 7 jp
  • 5.
    Deskripsi singkat MATA DIKLAT INTEGRITAS PIM3 Mata Diklat ini membekali peserta dengan kemampuan mengaktualisasikan INTEGRITAS DALAM MENGELOLA PELAKSANAAN PROGRAM INSTANSINYA melalui pembelajaran akuntabilitas etika dan aktualisasi akutabilitas dan etika
  • 6.
    Hasil Belajar Setelah mengikutipembelajaran ini peserta diharapkan mampu mengaktualisasikan integritas pribadinya dalam mengelola pelaksanaan program Instansi
  • 7.
    Indikator Hasil Belajar Peserta dapat menginternalisasiakuntabilitas Peserta dapat menginternalisasi etika Peserta dapat menginternalisasi akuntabilitas dan etika dalam mengelola pelaksanaan program instansi
  • 8.
    POKOK BAHASAN I. INTERNALISASIETIKA : A. PENGERTIAN MORAL,ETIKA DAN INTEGRITAS BAGI APARATUR PEMERINTAH; B. PENTINGNYA INTEGRITAS BAGI APARATUR PEMERINTAH; C. ETIKA DALAM PENYELENGGARA PEMERINTAHAN II. INTERNALISASI AKUNTABILITAS : A. PENGERTIAN AKUNTABILITAS B. PENTINGNYA AKUNTABILITAS DALAM MEWUJUDKAN INTEGRITAS III. AKTUALISASI ETIKA DAN AKUNTABILITAS UNTUK PENGUATAN INTEGRITAS DALAM MENMGELOLA PROGRAM INSTANSI : A. PENERAPAN DAN PENGUATAN ETIKA DI ISTANSI B. AKTUALISASI ETIKA DAN INTEGRITAS DALAM PELAKSANAAN PROGRAM INSTANSINYA
  • 9.
    M E T O D E P E M B E L A J A R A N MATA DIKLAT DISAJIKANSECARA INTERAKTIF DENGAN METODE : 1. CERAMAH Peserta diminta mendengar ceramah dari tenaga pengajar 2. FILM PENDEK Peserta diminta menonton film pendek, kemudian diminta mengomentasi dan kemudian mendiskusikannya 3. DISKUSI Peserta mendiskusikan pentingnya integritas yang harus dimiliki pemimpin pembaharuan baik dengan tenaga pengajar maupun sesama peserta 4. VISITASI Peserta berkunjung ketempat yang dapat membantu proses internalisasi hasil belajar 5. AKTUALISASI Terakhir pembelajaran peserta diminta untuk menghasilkan suatu produk pembelajaran yang menunjukkan kompentensi integritas
  • 10.
    MEDIA PEMBELAJARAN • BAHANBACAAN • KASUS • GAME • FILM PENDEK • DATA • GRAFIK
  • 11.
    KEGIATAN DAN WAKTUBM INTEGRITAS PIM III 5 jp 11 jp 2 jp •Menjelaskan deskripsi singkat dan tujuan pembelajaran •Penjelasan mengenai pentingnya integritas bagi aparatur pemerintah •Penjelasan mengenai pentingnya etika dan akuntabilitas dalam mewujudkan integritas PENDAHULUAN PENYAJIAN •Visitasi •Memfasilitasi diskusi mengenai penerapan etika dan akuntabilitas di unit kerja peserta •Memandu peserta untuk merumuskan aktualisasi dan akuntabilitas untuk mewujudkan integritas dalam pelaksanaan kegiatan di unit kerjanya, dilakukan perkelompok •Memfasilitssi peserta membuat dan menyampaikan komitmen terhadap integritas PENUTUP
  • 12.
  • 13.
    11 Februari 1899terjadi pertempuran hebat di Meulaboh di Medan, Teuku Umar gugur. Lalu dimakamkan di desa Mugo pedalaman
  • 14.
    DISKUSI PENERAPAN DAN PENGUATAN ETIKADAN INTEGRITAS DI INSTANSI PESERTA
  • 15.
    I. PENGERTIAN MORAL, ETIKADAN INTEGRITAS 1. PENGERTIAN MORAL Menurut Haryatmoko (2011), moral merupakan wacana normatif dan imperatif yang diungkapkan dalam kerangka baik/buruk, benar/ salah yang dianggap nilai mutlak atau transeden
  • 16.
    Sambungan 2. PENGERTIAN ETIKA •Menurut Haryatmoko (2011), Etika difahami sebagai refleksi filisofis tentang moral, dan lebih merupakan wacana normatif. Etika dipandang sebagai seni hidup yang mengarahkan kepada kebahagiaan dan kebijaksanaan • Elizabeth Harlock (1982) adalah perilaku yang dapat diterima oleh kelompok sosial dimana kita berada. Oleh karena itu, perilaku yang dianggap bermoral dalam komunitas tertentu, belum tentu dianggap bermoral juga dalam kelompok atau komunitas lainnya.
  • 17.
    Eeeeeeee Sambungan 3. PENGERTIANINTEGRITAS • Menurut Alfred John (1995) Integritas adalah bagian penting dari kepribadian seseorang • Seseorang yang sifatnya baik (memiliki etika moral yang baik) tanpa memiliki integritas kemungkinan hanya bermanfaat bagi dirinya saja, belum dapat mendatangkan manfaat bagi orang lain
  • 18.
    ss Sambungan • Dalamkonteks pemerintahan dan birokrasi Integritas dimaksud sebagai penggunaan kekuasaan resmi, otoritas dan wewenang oleh para pejabat publik untuk tujuan-tujuan yang syah (justified) menurut hukum • Dengan demikian, integritas adalah keteguhan diri seorang aparatur birokrasi dan pejabat publik untuk tidak meminta atau menerima apapun dari orang lain
  • 19.
    INTEGRITAS KESESUAIAN ANTARA HATI, UCAPANDAN TINDAKAN INTEGRITAS : KEMAMPUAN UNTUK SENANTIASA MEMEGANG TEGUH PRINSIP-PRINSIP MORAL SECARA KONSISTEN
  • 20.
    INTEGRITAS PERILAKU INTEGRITAS Io = a(ACE)-c Io= Integritas Organisasi a= alignment / interaksi A= Accountability C= Competence E= Ethic C= Corruption
  • 21.
    I N TE G R I T A S • Mematuhi Peraturan dan etika Organisasi • Jujur • Memegang Teguh Komitmen • Bertanggung Jawab • Konsisten Antara Pikiran, Ucapan dan Tindakan • Kreatif Dalam Membedakan yang Benar dan Salah
  • 22.
    PENTINGNYA INTEGRITAS BAGI APARATURPEMERINTAH Menstransformasikan nilai-nilai agama; Mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dan budaya bangsa dalam kehidupan sehari-hari; Keteladanan para pemimpin dalam menjunjung tinggi etika dan integritas (kepribadian yang religius, memiliki rasa kebersamaan, kekeluargaan, kehidupan dalam keselarasan, keserasian dan keseimbangan)
  • 23.
  • 25.
    Pameo mengatakan wanitasebagai insan lemah dan harus selalu dilindungi, tidak selamanya benar, itu dibuktikan oleh Cut Nyak Meuthia, wanita asal Aceh yang terus berjuang melawan Belanda hingga tewas diterjang tiga peluru di tubuhnya, serta Cut Nyak Dhien yang meninggal dunia ditempat pengasingannya
  • 33.
  • 34.
  • 35.