REAKSI BIOKIMIA PADA
STAPHYLOCOCCUS
AUREUS
Audree Geraldine Jonathan
160110190060
Uji Katalase
◻ Katalase: menguraikan H2O2 menjadi H2O
dan O2 berperan pada daya tahan bakteri
terhadap fagositosis
◻ Membedakan Staphylococcus dan
Streptococcus
◻ Positif terhadap Staphylococcus menghasilkan
gelembung gas pada tabung reaksi
Uji Fermentasi Karbohidrat
◻ Bakteri mampu memfermentasi karbohidrat,
menghasilkan asam
◻ Hasil glukosa, sukrosa, maltosa, dan laktosa
menunjukkan positif
◻ Indikator BTB pada reaksi positif akan
berubah menjadi warna kuning
Uji Mannitol Salt Agar
◻ Dilakukan untuk mengetahui kemampuan
memfermentasi mannitol pada Staphylococcus
sp. menjadi asam laktat
◻ Hasil positif (Staphylococcus aureus)
menunjukkan perubahan warna medium dari
merah menjadi kuning
Uji Koagulase
◻ Koagulase: menggumpalkan plasma oksalat
atau sitrat dengan bantua suatu faktor yang
terdapat dalam serum
◻ Staphylococcus aureus memberikan respon
positif dengan membentuk gumpalan pada
tabung
◻ Negatif: patogen oportunistik
Uji Voges-Proskauer
◻ Acetyl-methyl-carbinol atau asetoin salah satu
hasil produk pemecahan dextrose oleh enzim
bakteri
◻ Staphylococcus aureus menunjukkan hasil
yang positif dengan mengubah warna kuning
menjadi merah atau merah muda (Barritt’s
Reagen)
Uji A-Latex Agglutination
◻ Partikel latex yang dilapisi dengan IgG (dan
fibrinogen) dicampur dengan suspensi
Staphylococcus aureus pada kaca preparat
◻ Terlihat aglutinasi partikel latex
Uji Nuklease Thermostabil
◻ Nuklease: enzim fosfodiesterase yang dapat
memotong DNA atau RNA (memecah asam
nukleat)
◻ Staphylococcus aureus memberikan respon
positif, membentuk cincin berwarba merah
muda
Uji DNase
◻ Mengidentifikasi bakteri Staphylococcus yang
berpotensi patogen
◻ Respon positif: zona benng di sekitar koloni,
Dnase memecah DNA menjadi fosfo
mononukleotida
Uji Urea
◻ Hidrolisis urea dilakukan untuk melihat apakah
bakteri mampu menghasilkan enzim urease
◻ Untuk Staphylococcus hasil pada umumnya
positif, ditandai timbulnya warna merah
setelah diinkubasi
Karakteristik yang membedakan spesies dari
Staphylococcus
Identifikasi bakteri berbentuk coccus Gram-
positif
Referensi
Bhatia R, Ichhpujani RL. Essentials of Medical Microbiology. 4th ed. Peromila
M, editor. Jitendar P Vij. New Delhi, India: Jaypee Brothers Medical
Publishers. 2008.
Karimela, E. J., Ijong, F. G., & Dien, H. A. (2017). Karakteristik Staphylococcus
aureus yang di isolasi dari ikan asap pinekuhe hasil olahan
tradisional Kabupaten Sangihe. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan
Indonesia, 20(1), 188-198.
Samaranayake, L. 2012. Essential microbiology for Dentistry. 4th ed. Churchill
Livingstone : Elsevier.
Suerni, E., Alwi, M., & Guli, M. M. (2013). Uji Daya Hambat Ekstrak Buah
Nanas (Ananas comosus L. Merr.), Salak (Salacca edulis Reinw.)
dan Mangga Kweni (Mangifera odorata Griff.) terhadap Daya Hambat
Staphylococcus aureus. Biocelebes, 7(1).
Prasetyo, B., & Kusumaningrum, E. N. (2014). Deteksi gen tst isolat
Staphylococcus aureus melalui amplifikasi 23s rRNA asal susu
kambing dan sapi perah. Jurnal Kedokteran Hewan-Indonesian
Journal of Veterinary Sciences, 8(1).

Identifikasi Bakteri Staphylococcus Aureus

  • 1.
  • 2.
    Uji Katalase ◻ Katalase:menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2 berperan pada daya tahan bakteri terhadap fagositosis ◻ Membedakan Staphylococcus dan Streptococcus ◻ Positif terhadap Staphylococcus menghasilkan gelembung gas pada tabung reaksi
  • 3.
    Uji Fermentasi Karbohidrat ◻Bakteri mampu memfermentasi karbohidrat, menghasilkan asam ◻ Hasil glukosa, sukrosa, maltosa, dan laktosa menunjukkan positif ◻ Indikator BTB pada reaksi positif akan berubah menjadi warna kuning
  • 4.
    Uji Mannitol SaltAgar ◻ Dilakukan untuk mengetahui kemampuan memfermentasi mannitol pada Staphylococcus sp. menjadi asam laktat ◻ Hasil positif (Staphylococcus aureus) menunjukkan perubahan warna medium dari merah menjadi kuning
  • 5.
    Uji Koagulase ◻ Koagulase:menggumpalkan plasma oksalat atau sitrat dengan bantua suatu faktor yang terdapat dalam serum ◻ Staphylococcus aureus memberikan respon positif dengan membentuk gumpalan pada tabung ◻ Negatif: patogen oportunistik
  • 6.
    Uji Voges-Proskauer ◻ Acetyl-methyl-carbinolatau asetoin salah satu hasil produk pemecahan dextrose oleh enzim bakteri ◻ Staphylococcus aureus menunjukkan hasil yang positif dengan mengubah warna kuning menjadi merah atau merah muda (Barritt’s Reagen)
  • 7.
    Uji A-Latex Agglutination ◻Partikel latex yang dilapisi dengan IgG (dan fibrinogen) dicampur dengan suspensi Staphylococcus aureus pada kaca preparat ◻ Terlihat aglutinasi partikel latex
  • 8.
    Uji Nuklease Thermostabil ◻Nuklease: enzim fosfodiesterase yang dapat memotong DNA atau RNA (memecah asam nukleat) ◻ Staphylococcus aureus memberikan respon positif, membentuk cincin berwarba merah muda
  • 9.
    Uji DNase ◻ Mengidentifikasibakteri Staphylococcus yang berpotensi patogen ◻ Respon positif: zona benng di sekitar koloni, Dnase memecah DNA menjadi fosfo mononukleotida
  • 10.
    Uji Urea ◻ Hidrolisisurea dilakukan untuk melihat apakah bakteri mampu menghasilkan enzim urease ◻ Untuk Staphylococcus hasil pada umumnya positif, ditandai timbulnya warna merah setelah diinkubasi
  • 11.
    Karakteristik yang membedakanspesies dari Staphylococcus
  • 12.
    Identifikasi bakteri berbentukcoccus Gram- positif
  • 13.
    Referensi Bhatia R, IchhpujaniRL. Essentials of Medical Microbiology. 4th ed. Peromila M, editor. Jitendar P Vij. New Delhi, India: Jaypee Brothers Medical Publishers. 2008. Karimela, E. J., Ijong, F. G., & Dien, H. A. (2017). Karakteristik Staphylococcus aureus yang di isolasi dari ikan asap pinekuhe hasil olahan tradisional Kabupaten Sangihe. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 20(1), 188-198. Samaranayake, L. 2012. Essential microbiology for Dentistry. 4th ed. Churchill Livingstone : Elsevier. Suerni, E., Alwi, M., & Guli, M. M. (2013). Uji Daya Hambat Ekstrak Buah Nanas (Ananas comosus L. Merr.), Salak (Salacca edulis Reinw.) dan Mangga Kweni (Mangifera odorata Griff.) terhadap Daya Hambat Staphylococcus aureus. Biocelebes, 7(1). Prasetyo, B., & Kusumaningrum, E. N. (2014). Deteksi gen tst isolat Staphylococcus aureus melalui amplifikasi 23s rRNA asal susu kambing dan sapi perah. Jurnal Kedokteran Hewan-Indonesian Journal of Veterinary Sciences, 8(1).