http://u13aps.blogspot.com

HURUF MIRING


 1.Huruf miring dalam cetakan dipakai
   untuk menuliskan nama buku, majalah,
   dan surat kabar yang dikutip dalam
   tulisan.

 Misalnya:
  majalah Bahasa dan Kesusastraan,
  buku Negarakertagama karangan Prapanca,
  surat kabar Suara Karya

                Oleh: Sugeng Rahardjo                                1
2.Huruf miring dalam cetakan dipakai
  untuk menegaskan atau
  mengkhususkan huruf, bagian kata,
  atau kelompok kata.

 Misalnya:
  Huruf pertama kata abad ialah a.
  Dia bukan menipu, tetapi ditipu.
  Buatlah kalimat dengan berlepas tangan.


                 Oleh: Sugeng Rahardjo
                                            2
3.Huruf miring dalam cetakan dipakai
  untuk menuliskan kata nama ilmiah
  atau ungkapan asing kecuali yang
  telah disesuaikan ejaannya.
    Misalnya:
     Nama ilmiah janin ialah Zigote.
     Politik devide et impera pernah merajalela di
     negeri ini.

Misalnya:
 Dalam tulisan tangan atau ketikan, huruf
 atau kata yang akan dicetak miring diberi
 satu garis di bawahnya.
  Oleh: Sugeng Rahardjo                              3
ANGKA dan LAMBANG BILANGAN

1.Angka dipakai untuk menyatakan
  lambang bilangan atau nomor.
 Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab
 atau angka Romawi.

 Angka Arab     : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9

 Angka Romawi : I, II, III, IV, V, L (50),
  C (100), D (500)


                  Oleh: Sugeng Rahardjo
                                                 4
3.Angka lazim dipakai untuk melambangkan
  nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar
  pada alamat.
 Misalnya:
   Jalan Tanah Abang I No. 15
   Hotel Indonesia, Kamar 169


4.Angka dipakai juga untuk menomori bagian
  bagian karangan dan ayat kitab suci.
 Misalnya:
   Bab X, Pasal 5, halaman 253
   Surah Yasin: 9

                  Oleh: Sugeng Rahardjo
                                              5
5.Penulisan lambang bilangan dengan
  menggunakan huruf.
 a. Bilangan utuh
    Misalnya:
      dua belas                  12
      dua puluh dua              22
      dua ratus dua puluh dua   222

  b. Bilangan pecahan
     Misalnya:
       setengah                 ½
       seperseratus             1/100
       satu persen              1%
       satu dua persepuluh      1,2
 Oleh: Sugeng Rahardjo                  6
6.Penulisan lambang bilangan tingkat dapat
  dilakukan dengan cara sebagai berikut.
  Misalnya:
    Paku Buwono X; abad ke-20; lihat Bab II;
    di tingkat kedua gedung itu; di tingkat ke-2 itu


7.Penulisan lambang bilangan yang mendapat
  akhiran –an mengikuti cara sebagai berikut.
  Misalnya:
    tahun ’50-an            atau tahun lima puluhan
    uang 5000-an            atau uang lima ribuan
    lima uang 1000-an       atau lima uang seribuan

                    Oleh: Sugeng Rahardjo
                                                       7
9.Lambang bilangan pada awal kalimat
  dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat
  diubah sehingga bilangan yang tidak dapat
  dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak
  terdapat pada awal kalimat.
 Misalnya:
   Lima belas orang tewas dalam kecelakaan itu.
   Pak Darmo mengundang 250 orang tamu.

Bukan:
  15 orang tewas dalam kecelakaan itu.
  Dua ratus lima puluh orang tamu diundang Pak Darmo.


                   Oleh: Sugeng Rahardjo
                                                        8
10.Angka yang menunjukkan bilangan utuh
   besar dapat dieja sebagian supaya lebih
   mudah dibaca.

 Misalnya:
   Perusahaan itu baru saja mendapat
   pinjaman 250 juta rupiah.

   Penduduk Indonesia berjumlah lebih dari
   200 juta orang.


                 Oleh: Sugeng Rahardjo
                                             9
11.Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka
  dan huruf sekaligus dalam teks kecuali di
  dalam dokumen resmi seperti akta dan
  kuitansi.
 Misalnya:
   Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai.
   Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah.

Bukan:
  Kantor kami mempunyai 20 (dua puluh) orang pegawai.

  Di lemari itu tersimpan 805 (delapan ratus lima) buku
  dan majalah.

                     Oleh: Sugeng Rahardjo
                                                          10
12.Jika bilangan dilambangkan dengan angka
  dan huruf, penulisannya harus tepat.
  Misalnya:
    Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp999,75
    (sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu dan
    tujuh puluh lima perseratus rupiah).

    Saya lampirkan tanda terima uang sebesar 999,75
   (sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu dan
   tujuh puluh lima perseratus) rupiah.




                    Oleh: Sugeng Rahardjo
                                                      11

Huruf miring

  • 1.
    http://u13aps.blogspot.com HURUF MIRING 1.Hurufmiring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Misalnya: majalah Bahasa dan Kesusastraan, buku Negarakertagama karangan Prapanca, surat kabar Suara Karya Oleh: Sugeng Rahardjo 1
  • 2.
    2.Huruf miring dalamcetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, atau kelompok kata. Misalnya: Huruf pertama kata abad ialah a. Dia bukan menipu, tetapi ditipu. Buatlah kalimat dengan berlepas tangan. Oleh: Sugeng Rahardjo 2
  • 3.
    3.Huruf miring dalamcetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. Misalnya: Nama ilmiah janin ialah Zigote. Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini. Misalnya: Dalam tulisan tangan atau ketikan, huruf atau kata yang akan dicetak miring diberi satu garis di bawahnya. Oleh: Sugeng Rahardjo 3
  • 4.
    ANGKA dan LAMBANGBILANGAN 1.Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi. Angka Arab : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 Angka Romawi : I, II, III, IV, V, L (50), C (100), D (500) Oleh: Sugeng Rahardjo 4
  • 5.
    3.Angka lazim dipakaiuntuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat. Misalnya: Jalan Tanah Abang I No. 15 Hotel Indonesia, Kamar 169 4.Angka dipakai juga untuk menomori bagian bagian karangan dan ayat kitab suci. Misalnya: Bab X, Pasal 5, halaman 253 Surah Yasin: 9 Oleh: Sugeng Rahardjo 5
  • 6.
    5.Penulisan lambang bilangandengan menggunakan huruf. a. Bilangan utuh Misalnya: dua belas 12 dua puluh dua 22 dua ratus dua puluh dua 222 b. Bilangan pecahan Misalnya: setengah ½ seperseratus 1/100 satu persen 1% satu dua persepuluh 1,2 Oleh: Sugeng Rahardjo 6
  • 7.
    6.Penulisan lambang bilangantingkat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. Misalnya: Paku Buwono X; abad ke-20; lihat Bab II; di tingkat kedua gedung itu; di tingkat ke-2 itu 7.Penulisan lambang bilangan yang mendapat akhiran –an mengikuti cara sebagai berikut. Misalnya: tahun ’50-an atau tahun lima puluhan uang 5000-an atau uang lima ribuan lima uang 1000-an atau lima uang seribuan Oleh: Sugeng Rahardjo 7
  • 8.
    9.Lambang bilangan padaawal kalimat dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat. Misalnya: Lima belas orang tewas dalam kecelakaan itu. Pak Darmo mengundang 250 orang tamu. Bukan: 15 orang tewas dalam kecelakaan itu. Dua ratus lima puluh orang tamu diundang Pak Darmo. Oleh: Sugeng Rahardjo 8
  • 9.
    10.Angka yang menunjukkanbilangan utuh besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca. Misalnya: Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 250 juta rupiah. Penduduk Indonesia berjumlah lebih dari 200 juta orang. Oleh: Sugeng Rahardjo 9
  • 10.
    11.Bilangan tidak perluditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks kecuali di dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Misalnya: Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai. Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah. Bukan: Kantor kami mempunyai 20 (dua puluh) orang pegawai. Di lemari itu tersimpan 805 (delapan ratus lima) buku dan majalah. Oleh: Sugeng Rahardjo 10
  • 11.
    12.Jika bilangan dilambangkandengan angka dan huruf, penulisannya harus tepat. Misalnya: Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp999,75 (sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu dan tujuh puluh lima perseratus rupiah). Saya lampirkan tanda terima uang sebesar 999,75 (sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu dan tujuh puluh lima perseratus) rupiah. Oleh: Sugeng Rahardjo 11