EJAAN
dan
TANDA BACA
Dr. Felicia N. Utorodewo
1. Pemakaian huruf
2. Pemakaian huruf kapital
dan huruf miring
3. Penulisan kata (termasuk angka
dan lambang bilangan)
4. Penulisan unsur serapan
5. Pemakaian tanda baca
(pungtuasi)
EJAAN
EJAAN
Ejaan bersifat ketat
Ejaan harus merupakan konvensi
yang dianut dan dikuasai oleh
selingkung bidang
Penamaan
Nama Tuhan dan Kitab suci, termasuk
kata ganti untuk Tuhan.
Nama orang.
Gelar kehormatan, keturunan, dan
keagamaan yang diikuti nama orang
Nama jabatan dan pangkat yang diikuti
nama orang atau yang digunakan
sebagai pengganti nama orang tertentu,
nama instansi, atau nama tempat.
Nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa
Nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan
peristiwa bersejarah.
Nama geografi.
Semua unsur nama negara, lembaga
pemerintah dan ketatanegaraan, nama
dokumen resmi.
Setiap unsur bentuk ulang sempurna
yang terdapat dalam nama badan,
lembaga pemerintah dan
ketatanegaraan, serta dokumen resmi
Semua kata dalam nama buku, majalah,
surat kabar, dan judul karangan kecuali
kata depan dan kata hubung yang tidak
terletak di awal kalimat.
Unsur singkatan nama gelar, pangkat,
dan sapaan.
Kata penunjuk hubungan kekerabatan
yang digunakan dalam penyapaan dan
pengacuan.
Kata ganti Anda
Angka dan Bilangan
Angka digunakan untuk menyatakan lambang bilangan
atau nomor. Dalam tulisan lazim digunakan angka
Arab (1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9) atau angka Romawi (I,
II, III, IV, i, ii, iii, iv)
Angka digunakan untuk menyatakan
 ukuran panjang (0,5 cm), berat (7 kg), luas (1000 ha),
dan isi (10 cc);
 satuan waktu (1 jam 20 menit, pukul 15.00, tahun
2000, 2 Agustus 2000)
 nilai uang (Rp5.000,00 atau 2.000 rupiah, US$3.50)
 kuantitas (10 persen, 20 orang)
Angka lazim digunakan untuk
melambangkan nomor jalan, rumah,
apartemen, atau kamar pada alamat
Angka digunakan untuk menomori bagian
karangan dan ayat pada kitab suci
Penulisan lambang bilangan yang dengan
huruf dilakukan dengan memisahkan satu
nama bilangan dengan nama bilangan
yang lain
Penulisan lambang bilangan pecahan
ditulis sebagai berikut.
½ = setengah
¾ = tiga perempat
1/16 = seperenam belas
3¾ = tiga tiga perempat
1,2 = satu dua persepuluh atau satu koma
dua
Penulisan lambang bilangan tingkat dapat ditulis
dengan tiga cara: (a) Paku Buwono kesepuluh, (b) Paku
Buwono X, atau (c) Paku Buwono ke-10
Penulisan lambang bilangan yang mendapat akhiran –an
ada dua cara: (a) tahun ‘60-an atau (b) tahun enam
puluhan
Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu
atau dua kata ditulis dengan huruf kecuali jika
beberapa lambang bilangan digunakan secara
berurutan, seperti dalam perincian dan pemaparan
Jika diperlukan, lambang bilangan pada awal kalimat
ditulis dengan huruf. Akan tetapi, seharusnya tidak
digunakan bilangan di awal kalimat.
Angka yang menunjukkan bilangan utuh yang besar
dapat dieja sebagian supaya mudah dibaca
Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf
sekaligus dalam teks kecuali dalam dokumen resmi
seperti akta atau kuitansi
Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf,
penulisannya harus tepat
TANDA BACA/PUNGTUASI
a woman without her man is nothing
Lalu, ia meminta mahasiswa
untuk meletakkan pungtuasi yang tepat
pada kalimat itu
Seorang dosen Bahasa Inggris menulis:
Semua mahasiswa pria menulis:
A woman, without her man, is nothing.
Semua mahasiswa wanita menulis:
A woman: without her, man is nothing.
PUNGTUASI
SANGAT
PENTING
Tanda baca
merupakan pengganti intonasi, nada,
dan tekanan yang muncul dalam
ragam lisan
dapat membantu pembaca untuk
dapat memahami jalan pikiran
penulisnya
Tanda Titik
singkatan umum yang menggunakan huruf kapital tidak
diberi titik
singkatan gelar akademik dan singkatan nama orang
harus menggunakan tanda titik
Pada singkatan dengan menggunakan huruf kecil yang
terdiri atas dua huruf dipakai dua buah titik
pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih
hanya dipakai satu titik
Pada angka yang menyatakan jumlah untuk memisahkan
ribuan, jutaan, dan seterusnya digunakan titik
pada angka yang tidak menyatakan jumlah tidak perlu
digunakan tanda titik
Tanda titik tidak digunakan
di belakang singkatan lambang kimia,
satuan, ukuran, takaran, timbangan, dan
mata uang
di belakang judul yang merupakan kepala
karangan, judul bab dan subbab, kepala
ilustrasi, dan tabel
di belakang alamat pengirim dan tanggal
surat, dan di belakang nama dan alamat
penerima surat
Tanda Koma
di antara unsur-unsur dalam suatu
perincian atau pembilangan jika
perinciannya terdiri atas tiga unsur atau
lebih. Tiap unsur dibatasi tanda koma,
serta sebelum kata dan dibutuhkan
tanda koma.
jika rincian itu hanya dua unsur, sebelum
kata dan tidak dibubuhkan tanda koma
untuk memisahkan setara perlawanan
yang satu dari kalimat setara berikutnya
yang didahului oleh kata tetapi,
melainkan, dan sedangkan
untuk memisahkan anak kalimat yang
mendahului induk kalimatnya
di belakang kata atau ungkapan
penghubung antarkalimat
di belakang kata seru seperti wah, ah,
aduh, kasihan, o, dan ya
di antara nama dan alamat, tempat dan tanggal, serta
nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis
berurutan
di antara nama orang dan gelar akademik yang
mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan
nama keluarga atau marga
mengapit keterangan tambahan dan keterangan
aposisi.
 Keterangan tambahan adalah keterangan yang diselipkan
dalam kalimat yang sudah lengkap. Bagian ini terletak di
luar bangun kalimat karena dibuang pun tidak akan
mengganggu makna yang dikandung di dalam kalimat
tersebut.
 Keterangan aposisi adalah keterangan yang sifatnya
saling menggantikan
Tanda koma tidak digunakan
Jika anak kalimat mengiringi induk
kalimat, tanda koma tidak boleh
digunakan untuk memisahkan kedua
bagian tersebut
Tanda Titik Koma
untuk memisahkan kalimat yang setara
dalam suatu kalimat majemuk sebagai
pengganti kata penghubung
pada rincian ke bawah yang unsur-
unsurnya berupa kelompok kata yang
panjang atau berupa kalimat.
Titik Dua
digunakan pada kalimat lengkap, yang
diikuti perincian berupa kata atau frasa
diganti menjadi titik satu pada kalimat
lengkap, yang diikuti suatu perincian
berupa kalimat lengkap pula, dan tanda
akhir perincian harus tanda titik
tidak digunakan sebelum rincian yang
merupakan pelengkap kalimat atau,
karena kalimat pengantarnya belum
lengkap, titik dua tidak perlu
dicantumkan
Tanda Hubung
Tanda hubung dapat dipakai untuk
memperjelas hubungan bagian-bagian
ungkapan
tanda hubung digunakan untuk
merangkaikan
 unsur terikat atau kata dengan kata berikutnya yang
dimulai dengan huruf kapital
 singkatan yang berupa huruf kapital dengan huruf
kecil
 ke- dengan angka
 angka dengan akhiran –an
Tanda Pisah
membatasi penyisipan kata atau kalimat
yang memberi penjelasan khusus di luar
bangun kalimat
menegaskan adanya aposisi atau
keterangan yang lain sehingga kalimat
menjadi lebih jelas
di antara dua bilangan atau tanggal yang
berarti ‘sampai dengan’
di antara dua nama kota yang berarti ‘ke’
atau ‘sampai’
dapat dilambangkan dengan tanda
hubung dua
EJAAN dan
TANDA BACA
Pedoman Umum Ejaan Bahasa
Indonesia yang Disempurnakan
(1999)
Kamus Besar Bahasa Indonesia
(2001)

ejaan (1).ppt

  • 1.
  • 2.
    1. Pemakaian huruf 2.Pemakaian huruf kapital dan huruf miring 3. Penulisan kata (termasuk angka dan lambang bilangan) 4. Penulisan unsur serapan 5. Pemakaian tanda baca (pungtuasi) EJAAN
  • 3.
    EJAAN Ejaan bersifat ketat Ejaanharus merupakan konvensi yang dianut dan dikuasai oleh selingkung bidang
  • 4.
    Penamaan Nama Tuhan danKitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan. Nama orang. Gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang Nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang digunakan sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat. Nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa
  • 5.
    Nama tahun, bulan,hari, hari raya, dan peristiwa bersejarah. Nama geografi. Semua unsur nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, nama dokumen resmi. Setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat dalam nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi
  • 6.
    Semua kata dalamnama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali kata depan dan kata hubung yang tidak terletak di awal kalimat. Unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan. Kata penunjuk hubungan kekerabatan yang digunakan dalam penyapaan dan pengacuan. Kata ganti Anda
  • 7.
    Angka dan Bilangan Angkadigunakan untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Dalam tulisan lazim digunakan angka Arab (1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9) atau angka Romawi (I, II, III, IV, i, ii, iii, iv) Angka digunakan untuk menyatakan  ukuran panjang (0,5 cm), berat (7 kg), luas (1000 ha), dan isi (10 cc);  satuan waktu (1 jam 20 menit, pukul 15.00, tahun 2000, 2 Agustus 2000)  nilai uang (Rp5.000,00 atau 2.000 rupiah, US$3.50)  kuantitas (10 persen, 20 orang)
  • 8.
    Angka lazim digunakanuntuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat Angka digunakan untuk menomori bagian karangan dan ayat pada kitab suci Penulisan lambang bilangan yang dengan huruf dilakukan dengan memisahkan satu nama bilangan dengan nama bilangan yang lain
  • 9.
    Penulisan lambang bilanganpecahan ditulis sebagai berikut. ½ = setengah ¾ = tiga perempat 1/16 = seperenam belas 3¾ = tiga tiga perempat 1,2 = satu dua persepuluh atau satu koma dua
  • 10.
    Penulisan lambang bilangantingkat dapat ditulis dengan tiga cara: (a) Paku Buwono kesepuluh, (b) Paku Buwono X, atau (c) Paku Buwono ke-10 Penulisan lambang bilangan yang mendapat akhiran –an ada dua cara: (a) tahun ‘60-an atau (b) tahun enam puluhan Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang bilangan digunakan secara berurutan, seperti dalam perincian dan pemaparan
  • 11.
    Jika diperlukan, lambangbilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Akan tetapi, seharusnya tidak digunakan bilangan di awal kalimat. Angka yang menunjukkan bilangan utuh yang besar dapat dieja sebagian supaya mudah dibaca Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks kecuali dalam dokumen resmi seperti akta atau kuitansi Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf, penulisannya harus tepat
  • 12.
    TANDA BACA/PUNGTUASI a womanwithout her man is nothing Lalu, ia meminta mahasiswa untuk meletakkan pungtuasi yang tepat pada kalimat itu Seorang dosen Bahasa Inggris menulis:
  • 13.
    Semua mahasiswa priamenulis: A woman, without her man, is nothing.
  • 14.
    Semua mahasiswa wanitamenulis: A woman: without her, man is nothing.
  • 15.
  • 16.
    Tanda baca merupakan penggantiintonasi, nada, dan tekanan yang muncul dalam ragam lisan dapat membantu pembaca untuk dapat memahami jalan pikiran penulisnya
  • 17.
    Tanda Titik singkatan umumyang menggunakan huruf kapital tidak diberi titik singkatan gelar akademik dan singkatan nama orang harus menggunakan tanda titik Pada singkatan dengan menggunakan huruf kecil yang terdiri atas dua huruf dipakai dua buah titik pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu titik Pada angka yang menyatakan jumlah untuk memisahkan ribuan, jutaan, dan seterusnya digunakan titik pada angka yang tidak menyatakan jumlah tidak perlu digunakan tanda titik
  • 18.
    Tanda titik tidakdigunakan di belakang singkatan lambang kimia, satuan, ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang di belakang judul yang merupakan kepala karangan, judul bab dan subbab, kepala ilustrasi, dan tabel di belakang alamat pengirim dan tanggal surat, dan di belakang nama dan alamat penerima surat
  • 19.
    Tanda Koma di antaraunsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan jika perinciannya terdiri atas tiga unsur atau lebih. Tiap unsur dibatasi tanda koma, serta sebelum kata dan dibutuhkan tanda koma. jika rincian itu hanya dua unsur, sebelum kata dan tidak dibubuhkan tanda koma
  • 20.
    untuk memisahkan setaraperlawanan yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata tetapi, melainkan, dan sedangkan untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat di belakang kata seru seperti wah, ah, aduh, kasihan, o, dan ya
  • 21.
    di antara namadan alamat, tempat dan tanggal, serta nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama keluarga atau marga mengapit keterangan tambahan dan keterangan aposisi.  Keterangan tambahan adalah keterangan yang diselipkan dalam kalimat yang sudah lengkap. Bagian ini terletak di luar bangun kalimat karena dibuang pun tidak akan mengganggu makna yang dikandung di dalam kalimat tersebut.  Keterangan aposisi adalah keterangan yang sifatnya saling menggantikan
  • 22.
    Tanda koma tidakdigunakan Jika anak kalimat mengiringi induk kalimat, tanda koma tidak boleh digunakan untuk memisahkan kedua bagian tersebut
  • 23.
    Tanda Titik Koma untukmemisahkan kalimat yang setara dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung pada rincian ke bawah yang unsur- unsurnya berupa kelompok kata yang panjang atau berupa kalimat.
  • 24.
    Titik Dua digunakan padakalimat lengkap, yang diikuti perincian berupa kata atau frasa diganti menjadi titik satu pada kalimat lengkap, yang diikuti suatu perincian berupa kalimat lengkap pula, dan tanda akhir perincian harus tanda titik tidak digunakan sebelum rincian yang merupakan pelengkap kalimat atau, karena kalimat pengantarnya belum lengkap, titik dua tidak perlu dicantumkan
  • 25.
    Tanda Hubung Tanda hubungdapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan tanda hubung digunakan untuk merangkaikan  unsur terikat atau kata dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital  singkatan yang berupa huruf kapital dengan huruf kecil  ke- dengan angka  angka dengan akhiran –an
  • 26.
    Tanda Pisah membatasi penyisipankata atau kalimat yang memberi penjelasan khusus di luar bangun kalimat menegaskan adanya aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti ‘sampai dengan’ di antara dua nama kota yang berarti ‘ke’ atau ‘sampai’ dapat dilambangkan dengan tanda hubung dua
  • 27.
    EJAAN dan TANDA BACA PedomanUmum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (1999) Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001)