Asyhadu anlaa ilaaha illalloh
wa asyhadu anna Muhammadan rasuululloh
Rodliitu billaahi robbaa
wa bil-islaami diinaa
wa bi Muhammadin nabiyyaw wa rosuulaa
Robbii zidni ‘ilmaa
warzuqnii fahmaa
Aamiin....
Do’a belajar
Sulistyaningsih
zoelist_2203@yahoo.co.id
HUBUNGAN SEBAB
AKIBAT
PENYEBAB MASALAH/PENYAKIT:
● Kejadian
● Kondisi
● Karakteristik
PENYEBAB PENYAKIT
Sufficient cause adalah segala sesuatu yang
menghasilkan atau yang merangsang terjadinya
penyakit.
● Faktor tunggal misalnya umur, jenis kelamin,
jarak dan lain-lain.
● Beberapa komponen misalnya daya tahan
terdiri atas status gizi, antibodi, dan lain-lain
yang dapat mempertahankan tubuh dari
serangan penyakit.
● Pemindahan komponen misalnya kalau nervus
opticus dipindahkan, maka akan terjadi
kebutaan.
PENYEBAB PENYAKIT
Necessary cause adalah sesuatu
yang tanpa kehadirannya,
penyakit tidak akan terjadi.
Misalnya basil TBC.
FAKTOR RISIKO
● Faktor risiko = karakteristik atau keadaan yang
diamati pada individu atau kelompok individu
yang diketahui mempunyai hubungan dengan
risiko besar untuk menderita kesakitan,
kecelakaan atau kematian.
● Faktor risiko = suatu mata rantai proses
terjadinya penyakit.
● Faktor risiko dapat diamati dan diidentifikasi
sebelum keadaan sakit.
FAKTOR RISIKO PENYAKIT
● Faktor Predisposisi (Predisposing Factors)
faktor yang dapat menciptakan status kerentanan
(susceptibility) terhadap agen penyakit, misalnya:
umur, jenis kelamin, penyakit sebelumnya, dan lain-
lain.
● Faktor yang Memungkinkan (Enabling Factors)
Faktor yang mungkin menguntungkan untuk
perkembangan penyakit atau tidak membantu untuk
menyembuhkan penyakit atau memelihara kesehatan
yang baik, misalnya: pendapatan yang rendah, gizi
buruk, rumah tidak sehat, pelayanan medis yang tidak
cukup.
FAKTOR RISIKO PENYAKIT
● Faktor yang Memastikan (Precipitating Factors)
Faktor yang dihubungkan dengan serangan
suatu penyakit atau status kesehatan,
misalnya: keterpaparan terhadap agen
infeksius atau agen keracunan.
● Faktor yang Memperkuat (Reinforcing Factors)
Keterpaparan yang berulang dan kerja
berlebihan dapat memperberat penyakit yang
ada.
JUSTIFIKASI HUBUNGAN SEBAB
AKIBAT
1.Asosiasi atau Hubungan
2.Kekuatan Hubungan (Asosiasi)
3.Hubungan temporal (urutan waktu)
4.Hubungan dosis exposure dengan efek (dose
response relationship) atau Gradien Biologik
5.Analogi (Kemampuan Memprediksi)
JUSTIFIKASI HUBUNGAN SEBAB
AKIBAT
6. Konsistensi
Survivability adalah adanya hubungan dapat
dibuktikan dengan sejumlah uji statistik yang
berbeda kekuatan uji statistiknya.
Replicability adalah adanya hubungan dapat
dibuktikan dengan sejumlah teknik uji statistik.
JUSTIFIKASI HUBUNGAN SEBAB
AKIBAT
7. Spesifisitas
Ukuran ketepatan suatu variabel dalam
memprediksi terjadinya suatu keadaan
(variabel lain) bila variabel lain dikendalikan.
● Spesifisitas penyebab, adalah suatu efek
(outcome) tertentu memiliki penyebab
spesifik.
● Spesifisitas efek, yaitu penyebab tertentu
menimbulkan efek yang spesifik (khusus).
JUSTIFIKASI HUBUNGAN SEBAB
AKIBAT
8. Coherence
● Theoritical coherence
● Factual coherence (plausibility)
● Biologic coherence
● Statistical coherence
JUSTIFIKASI HUBUNGAN SEBAB
AKIBAT
9. Reversibilitas
Kalau kemungkinan penyebab diangkat atau
dipindahkan, risiko terjadinya penyakit akan
berkurang. Bila demikian, maka kemungkinan
penyebab itu semakin diperkuat.
10. Justifikasi Bukti
Bukti dari desain studi yang baik tentu penting
terutama kalau studi dilaksanakan di lokasi yang
berbeda.
JUSTIFIKASI HUBUNGAN SEBAB
AKIBAT
11. Desain Penelitian
1. Studi kasus
2. Studi Kasus kontrol
3. Studi kohort
4. Random Trial Klinik (RCT)
Subhaanakallohumma
wabihamdika
asyhadu anlaa illaaha illa anta
astaghfiruka wa atuubu ilaika
Do’a penutup majelis

Hubungan Sebab Akibat

  • 1.
    Asyhadu anlaa ilaahaillalloh wa asyhadu anna Muhammadan rasuululloh Rodliitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa wa bi Muhammadin nabiyyaw wa rosuulaa Robbii zidni ‘ilmaa warzuqnii fahmaa Aamiin.... Do’a belajar
  • 2.
  • 3.
  • 4.
    PENYEBAB PENYAKIT Sufficient causeadalah segala sesuatu yang menghasilkan atau yang merangsang terjadinya penyakit. ● Faktor tunggal misalnya umur, jenis kelamin, jarak dan lain-lain. ● Beberapa komponen misalnya daya tahan terdiri atas status gizi, antibodi, dan lain-lain yang dapat mempertahankan tubuh dari serangan penyakit. ● Pemindahan komponen misalnya kalau nervus opticus dipindahkan, maka akan terjadi kebutaan.
  • 5.
    PENYEBAB PENYAKIT Necessary causeadalah sesuatu yang tanpa kehadirannya, penyakit tidak akan terjadi. Misalnya basil TBC.
  • 6.
    FAKTOR RISIKO ● Faktorrisiko = karakteristik atau keadaan yang diamati pada individu atau kelompok individu yang diketahui mempunyai hubungan dengan risiko besar untuk menderita kesakitan, kecelakaan atau kematian. ● Faktor risiko = suatu mata rantai proses terjadinya penyakit. ● Faktor risiko dapat diamati dan diidentifikasi sebelum keadaan sakit.
  • 7.
    FAKTOR RISIKO PENYAKIT ●Faktor Predisposisi (Predisposing Factors) faktor yang dapat menciptakan status kerentanan (susceptibility) terhadap agen penyakit, misalnya: umur, jenis kelamin, penyakit sebelumnya, dan lain- lain. ● Faktor yang Memungkinkan (Enabling Factors) Faktor yang mungkin menguntungkan untuk perkembangan penyakit atau tidak membantu untuk menyembuhkan penyakit atau memelihara kesehatan yang baik, misalnya: pendapatan yang rendah, gizi buruk, rumah tidak sehat, pelayanan medis yang tidak cukup.
  • 8.
    FAKTOR RISIKO PENYAKIT ●Faktor yang Memastikan (Precipitating Factors) Faktor yang dihubungkan dengan serangan suatu penyakit atau status kesehatan, misalnya: keterpaparan terhadap agen infeksius atau agen keracunan. ● Faktor yang Memperkuat (Reinforcing Factors) Keterpaparan yang berulang dan kerja berlebihan dapat memperberat penyakit yang ada.
  • 9.
    JUSTIFIKASI HUBUNGAN SEBAB AKIBAT 1.Asosiasiatau Hubungan 2.Kekuatan Hubungan (Asosiasi) 3.Hubungan temporal (urutan waktu) 4.Hubungan dosis exposure dengan efek (dose response relationship) atau Gradien Biologik 5.Analogi (Kemampuan Memprediksi)
  • 10.
    JUSTIFIKASI HUBUNGAN SEBAB AKIBAT 6.Konsistensi Survivability adalah adanya hubungan dapat dibuktikan dengan sejumlah uji statistik yang berbeda kekuatan uji statistiknya. Replicability adalah adanya hubungan dapat dibuktikan dengan sejumlah teknik uji statistik.
  • 11.
    JUSTIFIKASI HUBUNGAN SEBAB AKIBAT 7.Spesifisitas Ukuran ketepatan suatu variabel dalam memprediksi terjadinya suatu keadaan (variabel lain) bila variabel lain dikendalikan. ● Spesifisitas penyebab, adalah suatu efek (outcome) tertentu memiliki penyebab spesifik. ● Spesifisitas efek, yaitu penyebab tertentu menimbulkan efek yang spesifik (khusus).
  • 12.
    JUSTIFIKASI HUBUNGAN SEBAB AKIBAT 8.Coherence ● Theoritical coherence ● Factual coherence (plausibility) ● Biologic coherence ● Statistical coherence
  • 13.
    JUSTIFIKASI HUBUNGAN SEBAB AKIBAT 9.Reversibilitas Kalau kemungkinan penyebab diangkat atau dipindahkan, risiko terjadinya penyakit akan berkurang. Bila demikian, maka kemungkinan penyebab itu semakin diperkuat. 10. Justifikasi Bukti Bukti dari desain studi yang baik tentu penting terutama kalau studi dilaksanakan di lokasi yang berbeda.
  • 14.
    JUSTIFIKASI HUBUNGAN SEBAB AKIBAT 11.Desain Penelitian 1. Studi kasus 2. Studi Kasus kontrol 3. Studi kohort 4. Random Trial Klinik (RCT)
  • 15.
    Subhaanakallohumma wabihamdika asyhadu anlaa illaahailla anta astaghfiruka wa atuubu ilaika Do’a penutup majelis