Mekanisme Fisiologi Tubuh
Manusia Dalam Mempertahankan
Homeostasis Tubuh
IDK I
Dr. Eni Nuraeni, M.Kes
S1 Keperawatan
FIKES UMT
1
1. Kompartemen dan komposisi cairan tubuh
2. Teori asam basa
3. Derajat keasaman larutan (pH); teori asam basa,
pengaruh pH bagi homeostasis tubuh
4. Larutan elektrolit dan non elektrolit
5. Sistem Buffer tubuh
6. Larutan isotonik, hipotonik, dan hipertonik
7. 7. Mekanisme perpindahan cairan
Fungsi Air dalam Fisiologi Manusia
1. Media semua reaksi kimia tubuh
2. Berperan dalam pengaturan distribusi kimia &
biolistrik dalam sel
3. Alat transport hormon & nutrien
4. Membawa O2 ( yg terikat pada sel darah merah) dari paru-
paru ke sel tubuh
5. Membawa CO2 dari sel ke paru-paru
6. Mengencerkan zat toksik dan waste product serta
membawanya ke ginjal dan hati
7. Distribusi panas ke seluruh tubuh
3
 Intracellular
(ICF)
 Extracellular
(ECF)
 Interstitial
 Plasma
Kompartemen Cairan Tubuh
Figure 5-13: Body fluid compartments
Distribusi Cairan Tubuh
5
Cairan Tubuh 60%
Intraseluler 40%
Ekstraseluler 20%
Sel Membran Interstisial 15%
Plasma Darah 5%
Dinding Kapiler
CAIRAN TUBUH
• Cairan tubuh pada orang dewasa 60% berat badan
• Berhubungan dengan lemak tubuh, umur dan jenis
kelamin
• Pengaruh hormon estrogen
• Cairan tubuh ini terdapat dalam dua kompartemen
– Ciaran Intra seluler (CIS / di dalam sel): 40% dari BB
– Cairan Ekstra seluler (CES) / di luar sel 20%, tdd :
• Interestitial (CIT)/ cairan antar sel berada diantara
sel – sel 15 %
• Intra vaskular (CIV) : di pembuluh darah 5 %
6
7
Komposisi Ion pd Cairan Tubuh
PROSENTASE TOTAL CAIRAN TUBUH DIBANDINGKAN
BERAT BADAN
Umur Total cairan tubuh (%)
terhadap BB
Bayi BL 77
6 Bulan 72
2 Tahun 60
16 Tahun 60
20-39 Tahun:
Pria/Wanita 60/50
40-59 Tahun:
Pria/Wanita 55/47
Pertukaran cairan
9
Figure 27.3
Cairan tubuh pada bayi
• Bayi 75 – 80 % BB terdiri dari air
• Ekstra sel 35 – 40 %
• Intra sel 40 %
• Plasma 5%
Mudah dehidrasi
10
Transfort zat antar kompartemen
• Lapisan endotel kapiler : dapat di lalui ion &
mudah
• Membran sel : semi permeabel/ selektif
permeabel untuk ion K+, Cl-, kurang
permeabel : Na+, Ca++
• Membran : Difusi
11
Transfort membran
• Difusi
• Osmosis
• Filtrasi
• Difusi terfasilitasi
• Transport aktif primer
• Transport aktif sekunder
• Endositosis
12
Difusi
• Karena perbedaan konsentrasi atau muatan
perlu energi
• Difusi adalah proses dimana partikel yang
terdapat dalam cairan bergerak dari
konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah
sampai terjadi keseimbangan.
Faktor-faktor yang meningkatkan difusi / Laju difusi
1. Peningkatan suhu
2. Peningkatan konsentrasi partikel
3. Penurunan ukuran atau berat molekul dari partikel
4. Peningkatan area permukaan yang tersedia untuk difusi
5. Penurunan jarak lintas dimana massa partikel harus
berdifusi
6. Beda konsentrasi
7. Permeabilita
8. Luas permuakaan membran
9. Berat moleku
10. jarak / tebal membran
15
difusi sederhana
KRISTAL DALAM AIR
GAS DALAM RUANG
17
Osmosis
• perpindahan air dari konsentrasi zat terlarut
rendah ke konsentrasi zat terlarut tinggi
osmolaritas: ukuran konsentrasi suatu larutan
- isotonus  konsentrasi larutan = plasma
darah
• sifatnya menarik
Konsentrasi rendah ( air banyak) ke konsentrasi tinggi (
air sedikit)
• Perpindahan molekul zat pelarut dari daerah konsentrasi pelarut tinggi ke
daerah konsentrasi pelarut rendah melalui membran selektif permeabel
19
Keseimbangan Osmosis
Membran sel relatif impermiabel terhadap zat
terlarut, tapi sangat permiabel terhadap air.
Perpindahan cairan melalui membran sel = cepat
perbedaan osmolaritas antar kompartemen akan
dikoreksi (agar seimbang kembali) dalam detik/menit
20
Efek osmosis
Jika konsentrasi larutan sel lebih rendah dibandingkan konsentrasi
lingkungan sekitarnya, maka air akan segera bergerak ke luar
meninggalkan sel secara otomatis, akibatnya sel menyusut dan
mati (PLASMOLISIS)
Jika konsentrasi larutan sel lebih tinggi dibandingkan konsentrasi
lingkungan sekitarnya, maka air akan segera bergerak masuk ke
dalam sel secara otomatis, akibatnya sel membengkak dan pecah,
kecuali pada sel tumbuhan hanya menggelembung dan menegang
(TURGID)
21
Isotonik
Hipotonik
Air Masuk Ke Sel
Hipertonik
Air Keluar Sel
Sel
22
Filtrasi
• Cairan melewati membran atau penyekat lain oleh
perbedaan tekanan hidrostatik dikedua belah sisinya
Cairan yang keluar sebanding dengan :
# Besar perbedaan tekanan
# Luas permukaan membran
# Permeabilitas membran
• Molekul < pori-pori: lewat sama dengan cairan
• Molekul > pori : tidak dapat lewat
• Pada kapiler filtrasi : Tekanan hidrostatik > osmotik
24
Difusi Terfasilitasi
Transport Aktif
1) Transport Aktif adalah bahan bergerak dari konsentrasi
rendah ke tinggi.
2) diperlukan Energi atau daya aktif dari tubuh seperti
pompa jantung.
3) Banyak zat terlarut penting ditransport secara aktif
melewati membran sel meliputi: natrium, kalium,
hidrogen, glukosa dan asam amino.
4) Transport aktif adalah vital untuk mempertahankan
keunikan komposisi baik CES dan CIS.
Transport aktif primer
perpindahan
molekul dari
konsentrasi
rendah ke
konsntrasi
tinggi dgn
menggunakan
energi (ATP)
Contoh :
pompa Na-K ,
Transort Aktif Sekunder
• Difusi yang
difasilitasi
• Glukosa ikut Na+
ke konsentrasi
yang lebih tinggi
• Jadi Glukosa
menumpang
dengan Na
(gratis)
28
E
n
d
o
s
I
t
o
s
I
s
29
TRANSPOR PASIF
(Transpor tanpa menggunakan energi)
TRANSPOR AKTIF
(Transpor dengan menggunakan energi)
karena dari konsentrasi rendah  tinggi
Transpor pada membran plasma
DIFUSI OSMOSIS
Sederhana
Terfasilitasi
Dibantu dengan
protein pembawa
di membran
palsma sehingga
membentuk kanal
dan molekul
bergerak melintasi
membran
Difusi molekul
air melintasi
membran
permeabel
Endositosis Eksositosis
“memakan”
(fagositosis)
“memuntahkan”
“meminum”
(pinositosis)
31
A. Pertukaran air
• Jumlah cairan tubuh harus tetap
• Pertukaran air dari luar tubuh ke dalam tubuh ke
kompartemen keluar
• Lihat pemasukan dan pengeluaran
B. Pertukaran antar kompartemen
• Sekresi & reabsorbsi di usus
• Sekresi & reabsorbsi di ginjal
• Filtrasi & rabsorbsi di kapiler
• Sekresi & reabsorbsi di cairan otak
32
Pertukaran di kapiler
• Tempat pertukaran zat2 antara darah dan jaringan
secara difusi :
• Kapiler sempit, aliran lambat ( cukup untuk
pertukaran nutrisi dan sisa metabolisme
33
Pertukaran di Kapiler
• Zat larut dalam lemak difusi melalui dinding kapiler
• Zat larut air pori Contoh : ion,glukosa, asam
amino
• Protein ukuran >> tidak dapat lewat
Perbedaan tekanan di ujung arteriol
= ( 27 –1) – 25 = 11 mmHg keluar kapiler
Perbedaan tekanan di ujung venula
= ( 25 –(17 –1) = 9 mmHg Kedalam kapiler
34
Keseimbangan Cairan
Figure 20-3: Role of the kidneys in water balance
Nephron Recycling: Overview
Figure 20-4: Osmolarity changes as fluid flows through the nephron
 Countercurrent
multiplier
exchange
 Gradien Osmotik
Medula
 H2O ECF
pembuluh darah
vasa rekta
Rebsorbsi Air pada Ansa
Henle Desenden
Figure 20-10: Countercurrent exchange in the medulla of the kidney
Keseimbangan cairan dan elektrolit
• Normal : susunan elektrolit seimbang
• Tiap perubahan homeostasis
• Volume cairan ekstra sel : memiliki keaktifan
osmotik dalam CES Na, Cl- adalah ion
terbanyak ekstra sel
• Ginjal : mengendalikan eksresi ion Na++
38
Pengaturan keseimbangan / volume vaskular dan
osmolalitas cairan ekstraselular (CES)
1. Rasa Dahaga
2. Anti Diuretik Hormon (ADH)
3. Aldosteron
4. Prostaglandin
5. Glukokortikoid
Keseimbangan Air Dan Elektrolit Dipertahankan
Melalui Integrasi Dari Fungsi :
• GINJAL
• HORMONAL
• SARAF
Pengaturan Keseimbangan
Cairan & Elektrolit
1. Pengaturan volume cairan ekstrasel
* Asupan cairan
* Peranan Ginjal
* Pengontrolan tekanan darah
- Hormon Atriopeptin (Atrial Natriuretic peptide)
* Pengontrolan keseimbangan garam
- Sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron
2. Pengaturan osmolaritas cairan ekstrasel
* Perubahan osmolaritas di nefron
* Peranan Vasopresin
41
Pengaturan Neuroendokrin dalam
Keseimbangan Cairan
1. Sistem saraf
Reseptor
- Baroreseptor di arkus aorta & sinus karotis
- Reseptor regang tekanan rendah di thorak
Sistem saraf simpatis
2. Sistem endokrin
- Angiotensin II   reabsorpsi Na
- Aldosteron   reabsorpsi Na
- Antidiuretic hormone (ADH)   reabsorpsi air
- Atrial natriuretic peptide (ANP/atriopeptin)   ekskresi
Na & air
42
CARA PENGELUARAN CAIRAN
a. Ginjal
b. Kulit
c. Paru –paru
d. Gastrointestinal
Pengendalian ginjal
• Rasa haus terlepasnya ADH
• Osmoreseptor di hipotalamus
• Ginjal : aparatus jukstaglomerulus
44
Steroid Hormones: Structure and Action
45
Figure 20-1: Integrated responses to changes in blood volume and blood pressure
Regulators of Vasopressin Release
46
Figure 20-7: Factors affecting vasopressin release
47
Normal Fluid Intake
• Rata-rata : 1500 ml – 2500 ml dg tambahan
1000 ml dari Preformed water
• Jenis asupan
– Oral (+ 2100 ML)
– Sintesis internal/oksidasi KH (+ 200 ML)
• Intake bervariasi tiap umur
48
Output Cairan Normal
• Utama : Urine
• Jalan Tambahan :
– Kulit  Insensible
Perspiration
– Paru-paru
– Intestine
• IWL (Insensible water loss)
– Dewasa : 15 ml/Kg BB
– Anak : 15 – 30 ml/Kg BB
– Bayi : 30 ml/Kg BB
• Jenis Keluaran
– IWL kulit (+ 350 ml)
– IWL paru (+ 350 ml)
– Keringat (+ 100 ml)
– Feses (+ 100 ml)
– Urin (+ 1400 ml)
49
Keseimbangan
Input : air minum/makan, infus, air metabolisme
Output: Urine, IWL
Faktor yg Mempengaruhi Keseimbangan Cairan Elektrolit
1. Usia
2. Luas Permukaan Tubuh / diet
3. Suhu Lingkungan
4. Gaya Hidup / Stres
5. Kesehatan
Peningkatan suhu 1oC butuh 12,5% penambahan cairanUmur
50
Apa itu zat asam ??
1. Zat Asam adalah suatu senyawa (zat) yang
dalam larutannya mengandung ion H+ bebas.
- asam klorida HCl  H+ + Cl-
- asam nitra HNO3  H+ + NO3-
- asam sulfat H2SO4  2H+ + SO42-
- asam asetat H3COOH  CH3COO- + H+
- asam karbonat H2CO3  HCO3 ¯ + H+
H3PO4 == H+ + H2PO4 ¯ === 2H+ + PO4
2-
2. Memiliki nilai pH < 7
Sumber-sumber asam dalam tubuh
Asam lemah dan asam kuat
 Asam kuat artinya asam yang terurai secara sempurna.
Contoh : H – Cl  H+ + Cl- ( derajat ionisasi (α = 1 )
 Asam lemah artinya asam yang terurai secara tidak
sempurna.
Contoh : H2CO3 + Protein ===== HCO3
 + H Protein
( 0 < α < 1 )
 CH3COOH ------ CH3COO- + H+ (α = 7% )
Asam –asam dalam tubuh umumnya asam-asam lemah
ASIDITAS ( DERAJAT KEASAMAN = pH )
Derajat keasaman menyatakan seberapa kuat
atau lemahnya suatu asam didasarkan atas
nilai pH.
Keasaman atau kebasaan suatu larutan tergantung kepada
banyak/sedikitnya jumlah ion H+
Karena keberadaan ion H+ atau OH- sangat kecil dalam
larutan maka untuk perhitungan digunakan satuan pH
 Secara matematis : pH = - log [ H+]
Larutan bersifat asam : [ H+] > [OH- ]
Larutan bersifat basa : [OH- ] < [ H+]
Larutan bersifat netral : [ H+] = [OH- ]
Keseimbangan Asam & Basa
• Keseimbangan asam-basa  pengaturan
konsentrasi ion H+ dalam cairan tubuh
• Ion H+ sbg hasil dari metabolisme:
C6H12O6 + O2  CO2 + H2O  H2CO3  H+ + HCO3
-
• [H+] dlm plasma  pH plasma darah = 7,4
• Sistem dapar (buffer) menghambat perubahan
pH yang besar jika ada penambahan asam
atau basa
56
Pd Dasarnya Ph / Derajat Keasaman DarahTergantung
Pada Konsentrasi Ion H+ & Dapat Dipertahankan Dalam
Batas Normal Melalui 3 Faktor
1. Mekanisme buffer kimia
Terdapat 4 macam buffer kimia dalam tubuh, yaitu:
o Sistem dapar bikarbonat-asam karbonat ; sistem dapar di
CES untuk asam non-karbonat
o Sistem dapar fosfat ; sistem dapar di ginjal dan CIS
o Sistem dapar protein; sistem dapar di CIS & CES
o Sistem dapar hemoglobin sistem dapar di eritrosit untuk
asam karbonat
2. Mekanisme pernafasan
3. Mekanisme ginjal. Mekanismenya terdiri dari:
o Reabsorpsi ion HCO3¯
o Asidifikasi dari garam-garam dapar
o Sekresi ammonia
PCO2 and Plasma pH
58
Figure 27.6
Animation: Relationship Between PCO2 and Plasma pH
PLAY
Keseimbangan ion H+
59
Ada 3 sistem buffer yang paling penting
dalam darah dan cairan ekstraselluler
1. Sistem bikarbonat ( H2CO3 / HCO3 ¯ )
2. Sistem protein (protein serum dan Hb)
H-Protein / B+ Protein, H-HbO2 /B+ HbO2,
B = K+, Na+ ; HProtein = Protein bebas
HHbO2 = oksiHb ; HHb = Hb bebas
3. Sistem fosfat (H2PO4¯ / HPO4
2-)
1. Sistem bikarbonat ( H2CO3 / HCO3 ¯ )
Konsep kerja Buffer
H2CO3 H+ + HCO3 ¯
jika terjadi kelebihan ion H+ maka ion tersebut akan di
ikat oleh ion HCO3 ¯ Sehingga terbentuk H2CO3.
Kesetimbangan akan bergeser ke kiri.
Selanjutnya dengan bantuan enzim dehidratase
karbonat , H2CO3 akan terurai menjadi CO2 dan H2O.
CO2 (aq) + H2O (l) H2CO3 (aq) H+ (aq) + HCO3 ¯(aq)
CO2 (g) + H2O (l)
Asam bisa berasal
dari makanan, hasil
metabolisme
Ez
Akan dikeluarkan melalui
pernapasan
2. Sistem Buffer Protein
Hb menjalankan fungsi pembufferan ion H+ yang
sedang transit dari sel-sel tubuh menuju paru-paru
Perhatikan peran Hb dalam gambar berikut: (hal 253
atlas biokimia.
3. SISTEM BUFFER FOSFAT
Pada prinsipnya, kerja buffer fosfat sama dengan buffer karbonat.
Sistem fosfat terdiri dari ion-ion yang berasal dari penguraian asam
fosfat.
H3PO4 H+ + H2PO4 ¯ 2H+ + HPO4
2- 3H+ + PO4
3-
Disini yang berfungsi sebagai buffer adalah ion dihidrogen fosfat (H2PO4 ¯) yang termasuk
asam lemah dengan pKa = 7,2 dan ion monohidrogen fosfat (HPO4
2- ) yang merupakan
asam sangat lemah dengan pKa = 12,4.
Jika terjadi kelebihan ion H+ maka ion tersebut akan diikat oleh ion HPO4
2-
HPO4
2- + H+ ====== H2PO4 ¯
Jika kelebihan basa ( ion OH ¯ ) meningkat, maka ion tersebut akan diikat oleh H2PO4 ¯
H2PO4 ¯ + OH- ======= HPO4
2- + H2O
Sistem ini sangat penting peranannya dalam cairan tubular ginjal, maupun dalam cairan
Intraselluler karena konsentrasi fosfat disini lebih besar daripada dalam cairan ekstra
selluler.
Regulasi Pernapasan dlm Keseimbangan
Asam-Basa
• Kadar CO2 meningkat  pH menurun
• Kadar CO2 menurun  pH meningkat
• Kadar CO2 & pH merangsang kemoreseptor yg
kemudian akan mempengaruhi pusat
pernapasan
 hipoventilasi meningkatkan kadar CO2
dlm darah
 hiperventilasi menurunkan kadar CO2
dlm darah
64
Regulasi Ginjal dlm
Keseimbangan Asam-Basa
• Sekresi H+ ke dalam filtrat & reabsorpsi HCO3-
ke CES menyebabkan pH ekstrasel meningkat
• HCO3- di dlm filtrat diabsorbsi
• Laju sekresi H+ meningkat akibat penurunan
pH cairan tubuh atau peningkatan kadar
aldosteron
• Sekresi H+ dihambat jika pH urin < 4,5
65
 H+ & NH4
+ disekresi ke dalam lumen dan
dieksresikan
 HCO3
- direabsorbsi
Keseimbangan Ion Hidrogen Ginjal:
Tubulus Proksimal
Keseimbangan Ion Hidrogen Ginjal:
Tubulus Proksimal
 Sel Interkalasi Tipe A mengekskresi H+ dan
absorbsi HCO3
-
 Sel Interkalasi Tipe B mengabsorbsi H+ dan
sekresi HCO3
-
Keseimbangan Ion Hidrogen Ginjal: Duktus
Koligens
Keseimbangan Ion Hidrogen Ginjal:
Duktus Koligens
Figure 20-22: Role of the intercalated cell in acidosis and alkalosis
faal_cairan-asam-basa/ikun/2006 70
 Asidosis:  pH plasma
 Kerusakan Protein
 Penekanan SSP
 Alkalosis:  pH plasma
 Hipereksitabilitas
 SSP & Jantung
 Bufer: HCO3
- & protein
 “H+ input”: diet & metabolik
 “H+ output”: paru & ginjal
Keseimbangan Asam-Basa
72
INTERPRETASI AGD
Lihat pH darah
pH < 7,35 pH > 7,45
ASIDOSIS ALKALOSIS
Lihat pCO2 Lihat HCO3
-
< 40mmHg > 40 mmHg < 24 mM > 24 mM
METABOLIK
RESPIRATORIK
RESPIRATORIK
METABOLIK
73
TERKOMPENSASI atau TIDAK?
 Lihat pH kembali
- jika mendekati kadar normal (7,35-7,45)
 terkompensasi
- jika belum mendekati normal
 tidak terkompensasi atau terkompensasi
sebagian
 Jika asidosis respiratorik dgn HCO3
- < 24 mM 
terkompensasi sebagian
 Jika asidosis metabolik dgn pCO2 < 40 mmHg 
terkompensasi sebagian
 Jika alkalosis respiratorik dgn HCO3
- > 24 mM 
terkompensasi sebagian
 Jika alkalosis metabolik dgn pCO2 > 40 mmHg 
terkompensasi sebagian
74
LATIHAN
 pH 7.32, PCO2 40, HCO3 19
 pH 7.55, PCO2 20, HCO3 22
 pH 7.55, PCO2 37, HCO3 30
 pH 7.49, PCO2 35, HCO3 29
 pH 7.30, PCO2 50, HCO3 29
 pH 7.43, PCO2 53, HCO3 30
 pH 7.44, PCO2 38, HCO3 26
 pH 7.43, PCO2 32, HCO3 20
Asidosis metabolik
tdk terkompensasi
Alkalosis respiratorik
tdk terkompensasi
Alkalosis metabolik
tdk terkompensasi
Alkalosis metabolik
tdk terkompensasi
Asidosis respiratorik
terkompensasi sebagian
Alkalosis respiratorik
terkompensasi
normal
Alkalosis metabolik
terkompensasi

Homeostasis , cairan, asam basa

  • 1.
    Mekanisme Fisiologi Tubuh ManusiaDalam Mempertahankan Homeostasis Tubuh IDK I Dr. Eni Nuraeni, M.Kes S1 Keperawatan FIKES UMT 1
  • 2.
    1. Kompartemen dankomposisi cairan tubuh 2. Teori asam basa 3. Derajat keasaman larutan (pH); teori asam basa, pengaruh pH bagi homeostasis tubuh 4. Larutan elektrolit dan non elektrolit 5. Sistem Buffer tubuh 6. Larutan isotonik, hipotonik, dan hipertonik 7. 7. Mekanisme perpindahan cairan
  • 3.
    Fungsi Air dalamFisiologi Manusia 1. Media semua reaksi kimia tubuh 2. Berperan dalam pengaturan distribusi kimia & biolistrik dalam sel 3. Alat transport hormon & nutrien 4. Membawa O2 ( yg terikat pada sel darah merah) dari paru- paru ke sel tubuh 5. Membawa CO2 dari sel ke paru-paru 6. Mengencerkan zat toksik dan waste product serta membawanya ke ginjal dan hati 7. Distribusi panas ke seluruh tubuh 3
  • 4.
     Intracellular (ICF)  Extracellular (ECF) Interstitial  Plasma Kompartemen Cairan Tubuh Figure 5-13: Body fluid compartments
  • 5.
    Distribusi Cairan Tubuh 5 CairanTubuh 60% Intraseluler 40% Ekstraseluler 20% Sel Membran Interstisial 15% Plasma Darah 5% Dinding Kapiler
  • 6.
    CAIRAN TUBUH • Cairantubuh pada orang dewasa 60% berat badan • Berhubungan dengan lemak tubuh, umur dan jenis kelamin • Pengaruh hormon estrogen • Cairan tubuh ini terdapat dalam dua kompartemen – Ciaran Intra seluler (CIS / di dalam sel): 40% dari BB – Cairan Ekstra seluler (CES) / di luar sel 20%, tdd : • Interestitial (CIT)/ cairan antar sel berada diantara sel – sel 15 % • Intra vaskular (CIV) : di pembuluh darah 5 % 6
  • 7.
    7 Komposisi Ion pdCairan Tubuh
  • 8.
    PROSENTASE TOTAL CAIRANTUBUH DIBANDINGKAN BERAT BADAN Umur Total cairan tubuh (%) terhadap BB Bayi BL 77 6 Bulan 72 2 Tahun 60 16 Tahun 60 20-39 Tahun: Pria/Wanita 60/50 40-59 Tahun: Pria/Wanita 55/47
  • 9.
  • 10.
    Cairan tubuh padabayi • Bayi 75 – 80 % BB terdiri dari air • Ekstra sel 35 – 40 % • Intra sel 40 % • Plasma 5% Mudah dehidrasi 10
  • 11.
    Transfort zat antarkompartemen • Lapisan endotel kapiler : dapat di lalui ion & mudah • Membran sel : semi permeabel/ selektif permeabel untuk ion K+, Cl-, kurang permeabel : Na+, Ca++ • Membran : Difusi 11
  • 12.
    Transfort membran • Difusi •Osmosis • Filtrasi • Difusi terfasilitasi • Transport aktif primer • Transport aktif sekunder • Endositosis 12
  • 13.
    Difusi • Karena perbedaankonsentrasi atau muatan perlu energi • Difusi adalah proses dimana partikel yang terdapat dalam cairan bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah sampai terjadi keseimbangan.
  • 14.
    Faktor-faktor yang meningkatkandifusi / Laju difusi 1. Peningkatan suhu 2. Peningkatan konsentrasi partikel 3. Penurunan ukuran atau berat molekul dari partikel 4. Peningkatan area permukaan yang tersedia untuk difusi 5. Penurunan jarak lintas dimana massa partikel harus berdifusi 6. Beda konsentrasi 7. Permeabilita 8. Luas permuakaan membran 9. Berat moleku 10. jarak / tebal membran
  • 15.
  • 16.
    difusi sederhana KRISTAL DALAMAIR GAS DALAM RUANG
  • 17.
  • 18.
    Osmosis • perpindahan airdari konsentrasi zat terlarut rendah ke konsentrasi zat terlarut tinggi osmolaritas: ukuran konsentrasi suatu larutan - isotonus  konsentrasi larutan = plasma darah • sifatnya menarik Konsentrasi rendah ( air banyak) ke konsentrasi tinggi ( air sedikit) • Perpindahan molekul zat pelarut dari daerah konsentrasi pelarut tinggi ke daerah konsentrasi pelarut rendah melalui membran selektif permeabel
  • 19.
  • 20.
    Keseimbangan Osmosis Membran selrelatif impermiabel terhadap zat terlarut, tapi sangat permiabel terhadap air. Perpindahan cairan melalui membran sel = cepat perbedaan osmolaritas antar kompartemen akan dikoreksi (agar seimbang kembali) dalam detik/menit 20
  • 21.
    Efek osmosis Jika konsentrasilarutan sel lebih rendah dibandingkan konsentrasi lingkungan sekitarnya, maka air akan segera bergerak ke luar meninggalkan sel secara otomatis, akibatnya sel menyusut dan mati (PLASMOLISIS) Jika konsentrasi larutan sel lebih tinggi dibandingkan konsentrasi lingkungan sekitarnya, maka air akan segera bergerak masuk ke dalam sel secara otomatis, akibatnya sel membengkak dan pecah, kecuali pada sel tumbuhan hanya menggelembung dan menegang (TURGID) 21 Isotonik Hipotonik Air Masuk Ke Sel Hipertonik Air Keluar Sel Sel
  • 22.
  • 23.
    Filtrasi • Cairan melewatimembran atau penyekat lain oleh perbedaan tekanan hidrostatik dikedua belah sisinya Cairan yang keluar sebanding dengan : # Besar perbedaan tekanan # Luas permukaan membran # Permeabilitas membran • Molekul < pori-pori: lewat sama dengan cairan • Molekul > pori : tidak dapat lewat • Pada kapiler filtrasi : Tekanan hidrostatik > osmotik
  • 24.
  • 25.
  • 26.
    Transport Aktif 1) TransportAktif adalah bahan bergerak dari konsentrasi rendah ke tinggi. 2) diperlukan Energi atau daya aktif dari tubuh seperti pompa jantung. 3) Banyak zat terlarut penting ditransport secara aktif melewati membran sel meliputi: natrium, kalium, hidrogen, glukosa dan asam amino. 4) Transport aktif adalah vital untuk mempertahankan keunikan komposisi baik CES dan CIS.
  • 27.
    Transport aktif primer perpindahan molekuldari konsentrasi rendah ke konsntrasi tinggi dgn menggunakan energi (ATP) Contoh : pompa Na-K ,
  • 28.
    Transort Aktif Sekunder •Difusi yang difasilitasi • Glukosa ikut Na+ ke konsentrasi yang lebih tinggi • Jadi Glukosa menumpang dengan Na (gratis) 28
  • 29.
  • 30.
    TRANSPOR PASIF (Transpor tanpamenggunakan energi) TRANSPOR AKTIF (Transpor dengan menggunakan energi) karena dari konsentrasi rendah  tinggi Transpor pada membran plasma DIFUSI OSMOSIS Sederhana Terfasilitasi Dibantu dengan protein pembawa di membran palsma sehingga membentuk kanal dan molekul bergerak melintasi membran Difusi molekul air melintasi membran permeabel Endositosis Eksositosis “memakan” (fagositosis) “memuntahkan” “meminum” (pinositosis)
  • 31.
  • 32.
    A. Pertukaran air •Jumlah cairan tubuh harus tetap • Pertukaran air dari luar tubuh ke dalam tubuh ke kompartemen keluar • Lihat pemasukan dan pengeluaran B. Pertukaran antar kompartemen • Sekresi & reabsorbsi di usus • Sekresi & reabsorbsi di ginjal • Filtrasi & rabsorbsi di kapiler • Sekresi & reabsorbsi di cairan otak 32
  • 33.
    Pertukaran di kapiler •Tempat pertukaran zat2 antara darah dan jaringan secara difusi : • Kapiler sempit, aliran lambat ( cukup untuk pertukaran nutrisi dan sisa metabolisme 33
  • 34.
    Pertukaran di Kapiler •Zat larut dalam lemak difusi melalui dinding kapiler • Zat larut air pori Contoh : ion,glukosa, asam amino • Protein ukuran >> tidak dapat lewat Perbedaan tekanan di ujung arteriol = ( 27 –1) – 25 = 11 mmHg keluar kapiler Perbedaan tekanan di ujung venula = ( 25 –(17 –1) = 9 mmHg Kedalam kapiler 34
  • 35.
    Keseimbangan Cairan Figure 20-3:Role of the kidneys in water balance
  • 36.
    Nephron Recycling: Overview Figure20-4: Osmolarity changes as fluid flows through the nephron
  • 37.
     Countercurrent multiplier exchange  GradienOsmotik Medula  H2O ECF pembuluh darah vasa rekta Rebsorbsi Air pada Ansa Henle Desenden Figure 20-10: Countercurrent exchange in the medulla of the kidney
  • 38.
    Keseimbangan cairan danelektrolit • Normal : susunan elektrolit seimbang • Tiap perubahan homeostasis • Volume cairan ekstra sel : memiliki keaktifan osmotik dalam CES Na, Cl- adalah ion terbanyak ekstra sel • Ginjal : mengendalikan eksresi ion Na++ 38
  • 39.
    Pengaturan keseimbangan /volume vaskular dan osmolalitas cairan ekstraselular (CES) 1. Rasa Dahaga 2. Anti Diuretik Hormon (ADH) 3. Aldosteron 4. Prostaglandin 5. Glukokortikoid
  • 40.
    Keseimbangan Air DanElektrolit Dipertahankan Melalui Integrasi Dari Fungsi : • GINJAL • HORMONAL • SARAF
  • 41.
    Pengaturan Keseimbangan Cairan &Elektrolit 1. Pengaturan volume cairan ekstrasel * Asupan cairan * Peranan Ginjal * Pengontrolan tekanan darah - Hormon Atriopeptin (Atrial Natriuretic peptide) * Pengontrolan keseimbangan garam - Sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron 2. Pengaturan osmolaritas cairan ekstrasel * Perubahan osmolaritas di nefron * Peranan Vasopresin 41
  • 42.
    Pengaturan Neuroendokrin dalam KeseimbanganCairan 1. Sistem saraf Reseptor - Baroreseptor di arkus aorta & sinus karotis - Reseptor regang tekanan rendah di thorak Sistem saraf simpatis 2. Sistem endokrin - Angiotensin II   reabsorpsi Na - Aldosteron   reabsorpsi Na - Antidiuretic hormone (ADH)   reabsorpsi air - Atrial natriuretic peptide (ANP/atriopeptin)   ekskresi Na & air 42
  • 43.
    CARA PENGELUARAN CAIRAN a.Ginjal b. Kulit c. Paru –paru d. Gastrointestinal
  • 44.
    Pengendalian ginjal • Rasahaus terlepasnya ADH • Osmoreseptor di hipotalamus • Ginjal : aparatus jukstaglomerulus 44
  • 45.
    Steroid Hormones: Structureand Action 45 Figure 20-1: Integrated responses to changes in blood volume and blood pressure
  • 46.
    Regulators of VasopressinRelease 46 Figure 20-7: Factors affecting vasopressin release
  • 47.
  • 48.
    Normal Fluid Intake •Rata-rata : 1500 ml – 2500 ml dg tambahan 1000 ml dari Preformed water • Jenis asupan – Oral (+ 2100 ML) – Sintesis internal/oksidasi KH (+ 200 ML) • Intake bervariasi tiap umur 48
  • 49.
    Output Cairan Normal •Utama : Urine • Jalan Tambahan : – Kulit  Insensible Perspiration – Paru-paru – Intestine • IWL (Insensible water loss) – Dewasa : 15 ml/Kg BB – Anak : 15 – 30 ml/Kg BB – Bayi : 30 ml/Kg BB • Jenis Keluaran – IWL kulit (+ 350 ml) – IWL paru (+ 350 ml) – Keringat (+ 100 ml) – Feses (+ 100 ml) – Urin (+ 1400 ml) 49
  • 50.
    Keseimbangan Input : airminum/makan, infus, air metabolisme Output: Urine, IWL Faktor yg Mempengaruhi Keseimbangan Cairan Elektrolit 1. Usia 2. Luas Permukaan Tubuh / diet 3. Suhu Lingkungan 4. Gaya Hidup / Stres 5. Kesehatan Peningkatan suhu 1oC butuh 12,5% penambahan cairanUmur 50
  • 51.
    Apa itu zatasam ?? 1. Zat Asam adalah suatu senyawa (zat) yang dalam larutannya mengandung ion H+ bebas. - asam klorida HCl  H+ + Cl- - asam nitra HNO3  H+ + NO3- - asam sulfat H2SO4  2H+ + SO42- - asam asetat H3COOH  CH3COO- + H+ - asam karbonat H2CO3  HCO3 ¯ + H+ H3PO4 == H+ + H2PO4 ¯ === 2H+ + PO4 2- 2. Memiliki nilai pH < 7
  • 52.
  • 54.
    Asam lemah danasam kuat  Asam kuat artinya asam yang terurai secara sempurna. Contoh : H – Cl  H+ + Cl- ( derajat ionisasi (α = 1 )  Asam lemah artinya asam yang terurai secara tidak sempurna. Contoh : H2CO3 + Protein ===== HCO3  + H Protein ( 0 < α < 1 )  CH3COOH ------ CH3COO- + H+ (α = 7% ) Asam –asam dalam tubuh umumnya asam-asam lemah
  • 55.
    ASIDITAS ( DERAJATKEASAMAN = pH ) Derajat keasaman menyatakan seberapa kuat atau lemahnya suatu asam didasarkan atas nilai pH. Keasaman atau kebasaan suatu larutan tergantung kepada banyak/sedikitnya jumlah ion H+ Karena keberadaan ion H+ atau OH- sangat kecil dalam larutan maka untuk perhitungan digunakan satuan pH  Secara matematis : pH = - log [ H+] Larutan bersifat asam : [ H+] > [OH- ] Larutan bersifat basa : [OH- ] < [ H+] Larutan bersifat netral : [ H+] = [OH- ]
  • 56.
    Keseimbangan Asam &Basa • Keseimbangan asam-basa  pengaturan konsentrasi ion H+ dalam cairan tubuh • Ion H+ sbg hasil dari metabolisme: C6H12O6 + O2  CO2 + H2O  H2CO3  H+ + HCO3 - • [H+] dlm plasma  pH plasma darah = 7,4 • Sistem dapar (buffer) menghambat perubahan pH yang besar jika ada penambahan asam atau basa 56
  • 57.
    Pd Dasarnya Ph/ Derajat Keasaman DarahTergantung Pada Konsentrasi Ion H+ & Dapat Dipertahankan Dalam Batas Normal Melalui 3 Faktor 1. Mekanisme buffer kimia Terdapat 4 macam buffer kimia dalam tubuh, yaitu: o Sistem dapar bikarbonat-asam karbonat ; sistem dapar di CES untuk asam non-karbonat o Sistem dapar fosfat ; sistem dapar di ginjal dan CIS o Sistem dapar protein; sistem dapar di CIS & CES o Sistem dapar hemoglobin sistem dapar di eritrosit untuk asam karbonat 2. Mekanisme pernafasan 3. Mekanisme ginjal. Mekanismenya terdiri dari: o Reabsorpsi ion HCO3¯ o Asidifikasi dari garam-garam dapar o Sekresi ammonia
  • 58.
    PCO2 and PlasmapH 58 Figure 27.6 Animation: Relationship Between PCO2 and Plasma pH PLAY
  • 59.
  • 60.
    Ada 3 sistembuffer yang paling penting dalam darah dan cairan ekstraselluler 1. Sistem bikarbonat ( H2CO3 / HCO3 ¯ ) 2. Sistem protein (protein serum dan Hb) H-Protein / B+ Protein, H-HbO2 /B+ HbO2, B = K+, Na+ ; HProtein = Protein bebas HHbO2 = oksiHb ; HHb = Hb bebas 3. Sistem fosfat (H2PO4¯ / HPO4 2-)
  • 61.
    1. Sistem bikarbonat( H2CO3 / HCO3 ¯ ) Konsep kerja Buffer H2CO3 H+ + HCO3 ¯ jika terjadi kelebihan ion H+ maka ion tersebut akan di ikat oleh ion HCO3 ¯ Sehingga terbentuk H2CO3. Kesetimbangan akan bergeser ke kiri. Selanjutnya dengan bantuan enzim dehidratase karbonat , H2CO3 akan terurai menjadi CO2 dan H2O. CO2 (aq) + H2O (l) H2CO3 (aq) H+ (aq) + HCO3 ¯(aq) CO2 (g) + H2O (l) Asam bisa berasal dari makanan, hasil metabolisme Ez Akan dikeluarkan melalui pernapasan
  • 62.
    2. Sistem BufferProtein Hb menjalankan fungsi pembufferan ion H+ yang sedang transit dari sel-sel tubuh menuju paru-paru Perhatikan peran Hb dalam gambar berikut: (hal 253 atlas biokimia.
  • 63.
    3. SISTEM BUFFERFOSFAT Pada prinsipnya, kerja buffer fosfat sama dengan buffer karbonat. Sistem fosfat terdiri dari ion-ion yang berasal dari penguraian asam fosfat. H3PO4 H+ + H2PO4 ¯ 2H+ + HPO4 2- 3H+ + PO4 3- Disini yang berfungsi sebagai buffer adalah ion dihidrogen fosfat (H2PO4 ¯) yang termasuk asam lemah dengan pKa = 7,2 dan ion monohidrogen fosfat (HPO4 2- ) yang merupakan asam sangat lemah dengan pKa = 12,4. Jika terjadi kelebihan ion H+ maka ion tersebut akan diikat oleh ion HPO4 2- HPO4 2- + H+ ====== H2PO4 ¯ Jika kelebihan basa ( ion OH ¯ ) meningkat, maka ion tersebut akan diikat oleh H2PO4 ¯ H2PO4 ¯ + OH- ======= HPO4 2- + H2O Sistem ini sangat penting peranannya dalam cairan tubular ginjal, maupun dalam cairan Intraselluler karena konsentrasi fosfat disini lebih besar daripada dalam cairan ekstra selluler.
  • 64.
    Regulasi Pernapasan dlmKeseimbangan Asam-Basa • Kadar CO2 meningkat  pH menurun • Kadar CO2 menurun  pH meningkat • Kadar CO2 & pH merangsang kemoreseptor yg kemudian akan mempengaruhi pusat pernapasan  hipoventilasi meningkatkan kadar CO2 dlm darah  hiperventilasi menurunkan kadar CO2 dlm darah 64
  • 65.
    Regulasi Ginjal dlm KeseimbanganAsam-Basa • Sekresi H+ ke dalam filtrat & reabsorpsi HCO3- ke CES menyebabkan pH ekstrasel meningkat • HCO3- di dlm filtrat diabsorbsi • Laju sekresi H+ meningkat akibat penurunan pH cairan tubuh atau peningkatan kadar aldosteron • Sekresi H+ dihambat jika pH urin < 4,5 65
  • 66.
     H+ &NH4 + disekresi ke dalam lumen dan dieksresikan  HCO3 - direabsorbsi Keseimbangan Ion Hidrogen Ginjal: Tubulus Proksimal
  • 67.
    Keseimbangan Ion HidrogenGinjal: Tubulus Proksimal
  • 68.
     Sel InterkalasiTipe A mengekskresi H+ dan absorbsi HCO3 -  Sel Interkalasi Tipe B mengabsorbsi H+ dan sekresi HCO3 - Keseimbangan Ion Hidrogen Ginjal: Duktus Koligens
  • 69.
    Keseimbangan Ion HidrogenGinjal: Duktus Koligens Figure 20-22: Role of the intercalated cell in acidosis and alkalosis
  • 70.
  • 71.
     Asidosis: pH plasma  Kerusakan Protein  Penekanan SSP  Alkalosis:  pH plasma  Hipereksitabilitas  SSP & Jantung  Bufer: HCO3 - & protein  “H+ input”: diet & metabolik  “H+ output”: paru & ginjal Keseimbangan Asam-Basa
  • 72.
    72 INTERPRETASI AGD Lihat pHdarah pH < 7,35 pH > 7,45 ASIDOSIS ALKALOSIS Lihat pCO2 Lihat HCO3 - < 40mmHg > 40 mmHg < 24 mM > 24 mM METABOLIK RESPIRATORIK RESPIRATORIK METABOLIK
  • 73.
    73 TERKOMPENSASI atau TIDAK? Lihat pH kembali - jika mendekati kadar normal (7,35-7,45)  terkompensasi - jika belum mendekati normal  tidak terkompensasi atau terkompensasi sebagian  Jika asidosis respiratorik dgn HCO3 - < 24 mM  terkompensasi sebagian  Jika asidosis metabolik dgn pCO2 < 40 mmHg  terkompensasi sebagian  Jika alkalosis respiratorik dgn HCO3 - > 24 mM  terkompensasi sebagian  Jika alkalosis metabolik dgn pCO2 > 40 mmHg  terkompensasi sebagian
  • 74.
    74 LATIHAN  pH 7.32,PCO2 40, HCO3 19  pH 7.55, PCO2 20, HCO3 22  pH 7.55, PCO2 37, HCO3 30  pH 7.49, PCO2 35, HCO3 29  pH 7.30, PCO2 50, HCO3 29  pH 7.43, PCO2 53, HCO3 30  pH 7.44, PCO2 38, HCO3 26  pH 7.43, PCO2 32, HCO3 20 Asidosis metabolik tdk terkompensasi Alkalosis respiratorik tdk terkompensasi Alkalosis metabolik tdk terkompensasi Alkalosis metabolik tdk terkompensasi Asidosis respiratorik terkompensasi sebagian Alkalosis respiratorik terkompensasi normal Alkalosis metabolik terkompensasi