MORFOLOGIDANSTRUKTUR
KAPANG
MORFOLOGI KAPANG
Kapang dalam bahasa Inggris adalah mold.
Merupakan anggota regnum fungi (kerajaan Fungi) yang
membentuk hifa, biasanya tumbuh pada permukaan makanan yang
sudah basi atau terlalu lama tidak diolah.
Kapang adalah fungi multiseluler yang mempunyai
filamen, dan pertumbuhannya pada makanan mudah dilihat karena
penampakannya yang berserabut seperti kapas.
Kapang terdiri dari suatu thallus (jamak = thalli) yang
tersusun dari filamen yang bercabang yang disebut hifa (tunggal =
hypha, jamak = hyphae). Kumpulan dari hifa disebut miselium
(tunggal = mycelium, Jamak = mycelia) (Pelczar, 2005).
Kumpulan dari hifa disebut
dengan miselium. Hifa tumbuh dari
spora yang melakukan germinasi
membentuk suatu tuba germ,
dimana tuba ini akan tumbuh terus
membentuk filamen yang panjang
dan bercabang yang disebut hifa,
kemudian seterusnya akan
membentuk suatu massa hifa yang
disebut miselium. Pembentukan
miselium merupakan sifat yang
membedakan grup-grup didalam
fungi.
Sifat-sifat kapang baik
penampakan makroskopik ataupun
mikroskopik digunakan untuk
identifikasi dan klasifikasi kapang.
Kapang dapat dibedakan menjadi dua
kelompok berdasarkan struktur hifa
yaitu hifa tidak bersekat atau
nonseptat dan hifa bersekat atau
septat yang membagi hifa dalam
ruangan-ruangan, dimana setiap
ruangan mempunyai satu atau lebih
inti sel (nukleus). Dinding penyekat
yang disebut septum tidak tertutup
rapat sehingga sitoplasma masih
bebas bergerak dari suatu ruangan ke
ruangan lainnya.
HIFA
Menurut fungsinya ada dua macam hifa, yaitu hifa fertil
dan hifa vegetatif. Hifa fertil dapat membentuk sel-sel
reproduktif atau badan buah (spora). Biasanya arah
pertumbuhannya ke atas sebagai hifa udara. Hifa vegetatif
berfungsi mencari makanan ke dalam substrat.
MORFOLOGI HIFA
(1) Aseptat atau senosit, hifa seperti ini tidak mempunyai dinding sekat atau
septum
(2) Septat dengan sel-sel uninukleat, sekat membagi hifa menjadi ruang-ruang
atau sel-sel berisi nucleus tunggal, pada setiap septum terdapat pori
ditengah-tengah yang memungkinkan perpindahan nucleus dan sitoplasma
dari satu ruang keruang yang lain, setiap ruang suatu hifa yang bersekat
tidak terbatasi oleh suatu membran sebagaimana halnya pada sel yang khas,
setiap ruang itu biasanya dinamakan sel
(3) Septat dengan sel-sel multinukleat, septum membagi hifa menjadi sel-sel
dengan lebih dari satu nukleus dalam setiap ruang. (Syamsuri 2004).
SIFAT FISIOLOGI KAPANG
1. Kebutuhan Air
Pada umumnya kebanyakan kapang membutuhkan air minimal untuk
pertumbuhan lebih rendah dibandingkan dengan khamir dan bakteri. Kadar air
bahan pangan kurang dari 14-15%, misalnya pada beras dan serealia, dapat
menghambat atau memperlambat pertumbuhan kebanyakan khamir.
2. Suhu pertumbuhan
Kebanyakan kapang bersifat mesofilik yaitu tumbuh baik pada suhu
kamar. Suhu optimum pertumbuhan untuk kebanyakan kapang adalah
sekitar 25-30 0 C tetapi beberapa dapat tumbuh pada suhu 35-37 0 C
atau lebih tinggi. Beberapa kapang bersifat psikrotrofik dan beberapa
bersifat termofilik.
3. Kebutuhan oksigen dan pH
Semua kapang bersifat aerobik, yaitu membutuhkan oksigen untuk
pertumbuhannya. Kebanyakan kapang dapat pada kisaran pH yang
luas, yaitu 2-8,5 tetapi biasanya pertumbuhannya akan lebih baik pada
kondisi asam atau pH rendah.
4. Makanan
Pada umumnya kapang dapat menggunakan berbagai komponen makanan, dari
yang sederhana hingga kompleks. Kebanyakan kapang memproduksi enzim
hidrolitik, misal amylase, pektinase, proteinase dan lipase, oleh karena itu dapat
tumbuh pada makanan-makanan yang mengandung pati, pektin, protein atau
lipid.
5. Komponen penghambat
Beberapa kapang mengeluarkan komponen yang dapat menghambat organisme
lainnya. Komponen itu disebut antibiotik, misalnya penisilin yang diproduksi
oleh Penicillium chrysogenum dan clavasin yang diproduksi oleh Aspergillus
clavatus. Pertumbuhan kapang biasanya berjalan lambat bila dibandingkan
dengan pertumbuhan khamir dan bakteri. Oleh karena itu jika kondisi
pertumbuhan memungkinkan semua mikroorganisme untuk tumbuh, kapang
biasanya kalah dalam kompetisi dengan khamir dan bakteri. Tetapi sekali kapang
dapat mulai tumbuh, pertumbuhan yang ditandai dengan pembentukan miselium
dapat berlangsung dengan cepat.
KLASIFIKASI KAPANG
Berdasarkan ada tidaknya septa dibedakan beberapa kelas yaitu :
1. Kapang tidak bersepta
a. Kelas Oomycetes (spora seksual disebut oospora) terdiri dari ordo
saprolegniales (spesies Saprolegnia) dan ordo Peronosporales (spesies Pythium).
b. Kelas Zygomycetes (spora seksual zigospora) terdiri dari ordo Mucorales
(spora aseksual adalah sporangiospora) seperti : Mucor mucedo, Zygorrhynchus,
Rhizopus, Absidia dan Thamnidium.
2. Kapang bersepta
a. Kelas fungi tidak sempurna (imperfecti) tidak mempunyai spora seksual
1). Ordo Moniales
a). Famili Monialiaceae : Aspergillus, Penicillium, Trichothecium,
Geotrichum, Neurospora, Sporatrichum, Botrytis, Cephalosporium,
Trichoderma, Scopulariopsis, Pullularia.
b). Famili Dematiceae : Cladosporium, Helminthosporium, Alternaria,
Stempylium.
c). Famili Tuberculariaceae : Fusarium
d). Famili Cryptococcaceae (fungsi seperti khusus atau false yeast) :
Candida (khamir), Cryptococcus
e). Famili Rhodotorulacee : Rhodotorula (khamir)
2). Ordo Melanconiales : Colletotrichum, Gleosporium, Pestalozzia.
3). Ordo Sphaeropsidales (konidia berbentuk botol, dinamakan
piknidia) : Phoma, Dlipodia.
b. Kelas Ascomycetes. Spora seksual adalah askospora, sperti : jenis
Endomyces, Monascus, Sclerotinia. Yang termasuk dalam fungi
imperfecti : Neurospora, Eurotium (tahap seksual dari Aspergillus), dan
Penicillium.
REPRODUKSI KAPANG
Kapang melakukan reproduksi dan penyebaran
menggunakan spora. Spora kapang terdiri dari dua jenis, yaitu
spora seksual dan spora aseksual. Spora aseksual dihasilkan
lebih cepat dan dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan
spora seksual. Spora aseksual memiliki ukuran yang kecil
(diameter 1-10 μm) dan ringan, sehingga penyebarannya
umumnya secara pasif menggunakan aliran udara. Apabila
spora tersebut terhirup oleh manusia dalam jumlah tertentu
akan mengakibatkan gangguan kesehatan.
IDENTIFIKASI KAPANG
Identifikasi kapang biasanya dilakukan dengan
melihat morfologi terutama secara
mikroskopik. Sifat-sifat yang digunakan untuk
identifikasi kapang adalah :
Hifa bersepat atau non sepat
Miselium terang atau keruh
Miselium berwarna atau tidak berwarna
Memproduksi atau tidak memproduksi spora
seksual, dan jenis sporanya yaitu oospora,
zigospora, askospora
Jenis spora seksual : sporangiospora, konidia
atau arhospora (oidia)
Adanya struktur atau spora spesifik : stolon,
rhizoid, “foot cell”(sel kaki), apofisis,
khlamidospora, sklerotia dan sebagainya.
Ciri kepala pembawa spora :
a. Sporangium : ukuran, warna, bentuk dan
lokasi
b. Kepala spora pembawa konidia : tunggal,
berantai,pertunasan atau kumpulan (massa),
Penampakan sporangiofora atau konidiofora:
sederhana atau bercabang, jika bercabang
bentuk
percabangan, ukuran dan bentuk kolumela
pada ujung sporangiofora, konidiofora tunggal
atau bergerombol.bentuk dan rangkaian
sterigmata atau fialides.
Penampakan mikroskopik spora aseksual,
terutama konidia : bentuk, ukuran, warna,
halus atau kasar, satu, dua atau banyak sel.
STRUKTUR HIFA
KAPANG
1. Dinding Sel
Kelangsungan hidup fungi (kapang) melibatkan hifa yang
menembus ke dalam jaringan hidup atau mati dan menyerap
nutrisi, atau tumbuh ke udara untuk penyebaran spora. Kapang
terdapat protoplasma yangterbungkus dalam dinding sel yang
fleksibel dan memiliki kekuatan mekanik yang besar dan disertai
dengan berbagai enzim hidrolitik pada permukaannya untuk
pencernaan dan pemanfaatan bahan organic terlarut untuk
energi dan biosintesis. Dinding sel tidak hanya
menentukan morfologi koloni fungi tetapi juga terlibat
dalam perkawinan dan interaksi fungi dengan hostnya
(tumbuhan dan hewan). Sebuah hifa harus memiliki sifat perekat
dan kemampuan untuk melakukan konfigurasi permukaan untuk
orientasi arah pertumbuhannya Dinding sel umumnya
strukturnya berlapis-lapis dengan α-glukan lapisan dalam
(glukan adalah polimer glukosa), β-glukan lapisan tengah, dan
lapisan luarglikoprotein, dan juga kitin, yang terdpata di
beberapa dinding sel.
2. Glukan
Hifa apex terdiri dari urutan polimer:
glukan luar, protein dan kitin (atau
selulosa). Komposisi dan struktur dinding
sel bervariasi tergantung usia fungi dan
kondisi lingkungan hidupnya. Perubahan
morfologi kolonihifa karena perubahan
komposisi kimia, karena aktivitas enzim
diubah mengarah ke perubahan glukan dan
kitin. Kimia dinding sel ternyata bervariasi di
berbagai daerah koloni tunggal. Sejak hifa
adalah sel tunggal tebal dan dinding sel
berada dalam kontak langsung dengan
lingkungan, terputus/rusak dan terbentuk ke
mbali dari dinding sel menjadi proses yang
konstan. Dinding sel dianggap sebagai
struktur yang sangat dinamis.
3. Mikrotubulus dan filamen aktin
Sama seperti seluruh hifa terpolarisasi, terdapat unsur-unsur sitoskeleton. Pewarnaan
hifa dengan antibodi anti-tubulin terikat pewarna fluorescent, fluorescein isothiocyanate
(FITC), atau dengan GFP-tagged tubulinmenunjukkan susunan yang luas dari
struktur seperti pipa hijau bernoda, panjang disebut mikrotubulus, umumnya diatur sejajar
dengan sumbu panjang hifa. Unsur sitoskeleton lain divisualisasikan dengan pewarnaan
rhodamin phalloidin, mikrofilamen terdiri dari aktin protein (Lih. Gambar). Sitoskeleton
pada jamur sangat dinamis, perakitan dan pembongkaran sebagai tanggapan
terhadap perubahan kebutuhan seluler, dan berfungsi sebagai jalur migrasi dan posisi
organel
4. Spitzenkörper dan Polarisome
Kelompok vesikel apikal kecil tanpa batas yang
jelas telah ditemukan langsung di bawah membran
plasma dari ujung hifa dengan mikroskop fase
kontras dan vital pewarnaan dengan pewarna
fluorescent membran selektif. Tubuh apikal ini
disebut Spitzenkörper (Jerman). Video mikroskop
dan analisis hifa hidup menunjukkan korelasi yang
erat dari lintasan Spitzenkörper dan arah
pertumbuhan hifa tersebut. Dari posisi dan
perilaku,bahwa Spitzenkörper adalah pusat
koleksi vesikel yang mengandung enzim dan yang
membentuk prekursor polisakarida untuk sintesis
dinding sel, memungkinkan pengiriman mereka
diterjemahkan ke puncak hifa (Bartnicki-Garcia et
al., 1995). Setelah Spitzenkörper isi habis , sebuah
Spitzenkörper baru direformasi. Siklus ini
konsisten dengan pertumbuhan hifa jamur terjadi
di nadi. Selanjutnya, asosiasi dari Spitzenkörper
dengan bahan penghubung mikrotubulus dan
mikrofilamen.
5. Vakuola
Mudah dilihat dalam
sel hifa lebih tua. Membran terikat ini,
sebagian besar bentuk
organel bulat telah dianggap analog
dengan lisosom sel hewan (Klionsky et
al., 1990). Vakuola telah diisolasi dari
fraksi sel segaris dengan sentrifugasi
diferensial. Vakuola
hifa mengandung asam
amino, poliamin yang kaya
nitrogen untuk menstabilkan asam
nukleat, dan polifosfat.
Karenanya vakuola berfungsi sebagai
organel penyimpanan N dan P.
6. Septa dan tubuh woronin
Septa dibentuk oleh pertumbuhan sentripetal dari dinding sel
dan memiliki perforasi melalui organel sitoplasma, termasuk inti. Pada
ascomycotina dan basidiomycotina, sebuah protein tubuh
elektron padatdisebut tubuh Woronin (Peroksisom berasal dari inti
padat), hadir di kedua sisi septa, menunjukkan bahwa fungsi ini
sebagai sebuah penyumbat/penutup untuk septa yang berpori.
Dengan penutupan diatur atau pembukaan pori-pori septum, gerakan
protoplasma dapat dialihkan untuk setiap wilayah di miselium,
mengubah arah ekstensi untuk eksplorasi produktif daerah sekitarnya
yang kaya nutrisi
BEBERAPA JENIS
KAPANG YANG
PENTING DALAM
MIKROBIOLOGI
PANGAN
1. RHIZOPUS
Rhizopus sering disebut kapang roti karena sering
tumbuh dan menyebabkan kerusakan pada roti. Selain
itu kapang ini juga sering tumbuh pada sayuran dan
buah-buahan. Spesies Rhizopus yang sering tumbuh
pada roti adalah R. stolonifer dan R.nigricans. selain
merusak makanan, beberapa spesies Rhizopus juga
digunakan dalam pembuatan beberapa makanan
fermentasi tradisional, misal R. oligosporus dan R.
oryzae yang digunakan dalam fermentasi berbagai
macam tempe dan oncom hitam.
Ciri-ciri spesifik Rhizopus adalah :
a. Hifa nonseptat
b. Mempunyai stolon dan rhizoid yang warnanya gelap jika sudah tua
c. Sporangiofora tumbuh pada noda dimana terbentuk juga rhizoid
d. Sporangia biasanya besar dan berwarna hitam
e. Kolumela agak bulat dan apofisis berbentuk seperti cangkir
f. Tidak mempunyai sporangiola
g. Membentuk hifa vegetative yang melakukan penetrasi pada substrat dan
hifa
fertil yang memproduksi sporangia pada ujung sporangiofora
h. Pertumbuhannya cepat membentuk miselium seperti kapas
2. ASPERGHILLUS
Kapang ini tumbuh baik pada substrat dengan konsentrasi gula dan garam
tinggi, oleh karena itu dapat tumbuh pada makanan dengan kadar air
rendah. Grup ini mempunyai konidia berwarna hijau, dan membentuk
askospora yang terdapat didalam aski perithesia berwarna kuning sampai
merah.
Grup A. niger mempunyai kepala pembawa konidia yang besar yang dipak
secara padat, bulat dan berwarna hitam, coklat hitam atau ungu coklat.
Konidianya kasar dan mengandung pigmen. Grup A. flavus-oryzae termasuk
spesies yang penting dalam fermentasi beberapa makanan tradisional dan
untuk memproduksi enzim, tetapi kapang dalam grup ini sering
menyebabkan kerusakan makanan. A. oryzae digunakan dalam fermentasi
tahap pertama dalam pembuatan kecap dan tauco. Konidia dalam grup ini
berwarna kuning sampai hijau, dan mungkin membentuk sklerotia.
Ciri-ciri spesifik Aspergillus adalah :
a. Hifa septat dan miselium bercabang, biasanya tidak berwarna, yang
terdapat dibawah permukaan merupakan hifa vegetatif sedangkan yang
muncul diatas permukaan adalah hifa fertil.
b. Koloni kelompok
c. Konidiofora septat dan nonseptat, muncul dari “foot cell” (yaitu sel
miselium yang bengkak dan berdinding tebal)
d. Konidiofora membengkak menjadi vesikel pada ujungnya, membawa
sterigmata dimana tumbuh konidia
e. Sterigmata atau fialida biasanya sederhana berwarna atau tidak berwarna
f. Konidia membentuk rantai yang berwarna hijau, coklat atau hitam
g. Beberapa spesies tumbuh baik pada suhu 37 0 C atau lebih.
3. PENICILLIUM
Kapang ini sering menyababkan kerusakan pada sayuran, buah-buahan
dan serealia. Penicillium juga digunakan oleh dalam industri untuk
memproduksi antibiotik. Beberapa ciri spesifik Pencicillium adalah :
a. Hifa septat, miselium bercabang, biasanya tidak berwarna
b. Konidiofora septet dan muncul di atas permukaan, berasal dari hifa
dibawah permukaan, bercabang atau tidak bercabang
c. Kepala yang membawa spora berbentuk seperti sapu, dengan
sterigmata atau fialida muncul dalam kelompok
d. Konidia membentuk rantai karena muncul satu per satu dari sterigmata
e. Konidia pada waktu masih muda berwarna hijau, kemudian berubah
menjadi kebiruan atau kecoklatan
4. NEUROSPORA (MONILA)
Neurospora (Monila) sitophila dan N. crassa merupakan spesies yang umum
dijumpai pada makanan dan disebut kapang roti merah atau kapang nasi merah
karena pertumbuhannya yang cepat pada roti atau nasi dengan membentuk
warna merah-oranye. N. sitophila juga digunakan dalam pembuatan oncom
merah. Pembentukan askospora yang terdapat didalam perithesia jarang
terlihat pada kapang ini.
Ciri-ciri spesifik Neurospora adalah sebagai berikut :
a. Miselium septat, kemudian dapat pecah menjadi sel-sel yang terpisah
b. Miselium panjang dan bebas tumbuh diatas permukaan
c. Hifa aerial membawa konidia yang bertunas, berbentuk oval dan berwarna
merah
jambu sampai oranye merah, serta membentuk rantai bercabang pada
ujungnya.

HHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH

  • 1.
  • 2.
    MORFOLOGI KAPANG Kapang dalambahasa Inggris adalah mold. Merupakan anggota regnum fungi (kerajaan Fungi) yang membentuk hifa, biasanya tumbuh pada permukaan makanan yang sudah basi atau terlalu lama tidak diolah. Kapang adalah fungi multiseluler yang mempunyai filamen, dan pertumbuhannya pada makanan mudah dilihat karena penampakannya yang berserabut seperti kapas. Kapang terdiri dari suatu thallus (jamak = thalli) yang tersusun dari filamen yang bercabang yang disebut hifa (tunggal = hypha, jamak = hyphae). Kumpulan dari hifa disebut miselium (tunggal = mycelium, Jamak = mycelia) (Pelczar, 2005).
  • 3.
    Kumpulan dari hifadisebut dengan miselium. Hifa tumbuh dari spora yang melakukan germinasi membentuk suatu tuba germ, dimana tuba ini akan tumbuh terus membentuk filamen yang panjang dan bercabang yang disebut hifa, kemudian seterusnya akan membentuk suatu massa hifa yang disebut miselium. Pembentukan miselium merupakan sifat yang membedakan grup-grup didalam fungi. Sifat-sifat kapang baik penampakan makroskopik ataupun mikroskopik digunakan untuk identifikasi dan klasifikasi kapang. Kapang dapat dibedakan menjadi dua kelompok berdasarkan struktur hifa yaitu hifa tidak bersekat atau nonseptat dan hifa bersekat atau septat yang membagi hifa dalam ruangan-ruangan, dimana setiap ruangan mempunyai satu atau lebih inti sel (nukleus). Dinding penyekat yang disebut septum tidak tertutup rapat sehingga sitoplasma masih bebas bergerak dari suatu ruangan ke ruangan lainnya.
  • 4.
    HIFA Menurut fungsinya adadua macam hifa, yaitu hifa fertil dan hifa vegetatif. Hifa fertil dapat membentuk sel-sel reproduktif atau badan buah (spora). Biasanya arah pertumbuhannya ke atas sebagai hifa udara. Hifa vegetatif berfungsi mencari makanan ke dalam substrat.
  • 5.
    MORFOLOGI HIFA (1) Aseptatatau senosit, hifa seperti ini tidak mempunyai dinding sekat atau septum (2) Septat dengan sel-sel uninukleat, sekat membagi hifa menjadi ruang-ruang atau sel-sel berisi nucleus tunggal, pada setiap septum terdapat pori ditengah-tengah yang memungkinkan perpindahan nucleus dan sitoplasma dari satu ruang keruang yang lain, setiap ruang suatu hifa yang bersekat tidak terbatasi oleh suatu membran sebagaimana halnya pada sel yang khas, setiap ruang itu biasanya dinamakan sel (3) Septat dengan sel-sel multinukleat, septum membagi hifa menjadi sel-sel dengan lebih dari satu nukleus dalam setiap ruang. (Syamsuri 2004).
  • 6.
    SIFAT FISIOLOGI KAPANG 1.Kebutuhan Air Pada umumnya kebanyakan kapang membutuhkan air minimal untuk pertumbuhan lebih rendah dibandingkan dengan khamir dan bakteri. Kadar air bahan pangan kurang dari 14-15%, misalnya pada beras dan serealia, dapat menghambat atau memperlambat pertumbuhan kebanyakan khamir.
  • 7.
    2. Suhu pertumbuhan Kebanyakankapang bersifat mesofilik yaitu tumbuh baik pada suhu kamar. Suhu optimum pertumbuhan untuk kebanyakan kapang adalah sekitar 25-30 0 C tetapi beberapa dapat tumbuh pada suhu 35-37 0 C atau lebih tinggi. Beberapa kapang bersifat psikrotrofik dan beberapa bersifat termofilik. 3. Kebutuhan oksigen dan pH Semua kapang bersifat aerobik, yaitu membutuhkan oksigen untuk pertumbuhannya. Kebanyakan kapang dapat pada kisaran pH yang luas, yaitu 2-8,5 tetapi biasanya pertumbuhannya akan lebih baik pada kondisi asam atau pH rendah.
  • 8.
    4. Makanan Pada umumnyakapang dapat menggunakan berbagai komponen makanan, dari yang sederhana hingga kompleks. Kebanyakan kapang memproduksi enzim hidrolitik, misal amylase, pektinase, proteinase dan lipase, oleh karena itu dapat tumbuh pada makanan-makanan yang mengandung pati, pektin, protein atau lipid. 5. Komponen penghambat Beberapa kapang mengeluarkan komponen yang dapat menghambat organisme lainnya. Komponen itu disebut antibiotik, misalnya penisilin yang diproduksi oleh Penicillium chrysogenum dan clavasin yang diproduksi oleh Aspergillus clavatus. Pertumbuhan kapang biasanya berjalan lambat bila dibandingkan dengan pertumbuhan khamir dan bakteri. Oleh karena itu jika kondisi pertumbuhan memungkinkan semua mikroorganisme untuk tumbuh, kapang biasanya kalah dalam kompetisi dengan khamir dan bakteri. Tetapi sekali kapang dapat mulai tumbuh, pertumbuhan yang ditandai dengan pembentukan miselium dapat berlangsung dengan cepat.
  • 9.
    KLASIFIKASI KAPANG Berdasarkan adatidaknya septa dibedakan beberapa kelas yaitu : 1. Kapang tidak bersepta a. Kelas Oomycetes (spora seksual disebut oospora) terdiri dari ordo saprolegniales (spesies Saprolegnia) dan ordo Peronosporales (spesies Pythium). b. Kelas Zygomycetes (spora seksual zigospora) terdiri dari ordo Mucorales (spora aseksual adalah sporangiospora) seperti : Mucor mucedo, Zygorrhynchus, Rhizopus, Absidia dan Thamnidium.
  • 10.
    2. Kapang bersepta a.Kelas fungi tidak sempurna (imperfecti) tidak mempunyai spora seksual 1). Ordo Moniales a). Famili Monialiaceae : Aspergillus, Penicillium, Trichothecium, Geotrichum, Neurospora, Sporatrichum, Botrytis, Cephalosporium, Trichoderma, Scopulariopsis, Pullularia. b). Famili Dematiceae : Cladosporium, Helminthosporium, Alternaria, Stempylium. c). Famili Tuberculariaceae : Fusarium d). Famili Cryptococcaceae (fungsi seperti khusus atau false yeast) : Candida (khamir), Cryptococcus e). Famili Rhodotorulacee : Rhodotorula (khamir)
  • 11.
    2). Ordo Melanconiales: Colletotrichum, Gleosporium, Pestalozzia. 3). Ordo Sphaeropsidales (konidia berbentuk botol, dinamakan piknidia) : Phoma, Dlipodia. b. Kelas Ascomycetes. Spora seksual adalah askospora, sperti : jenis Endomyces, Monascus, Sclerotinia. Yang termasuk dalam fungi imperfecti : Neurospora, Eurotium (tahap seksual dari Aspergillus), dan Penicillium.
  • 12.
    REPRODUKSI KAPANG Kapang melakukanreproduksi dan penyebaran menggunakan spora. Spora kapang terdiri dari dua jenis, yaitu spora seksual dan spora aseksual. Spora aseksual dihasilkan lebih cepat dan dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan spora seksual. Spora aseksual memiliki ukuran yang kecil (diameter 1-10 μm) dan ringan, sehingga penyebarannya umumnya secara pasif menggunakan aliran udara. Apabila spora tersebut terhirup oleh manusia dalam jumlah tertentu akan mengakibatkan gangguan kesehatan.
  • 13.
    IDENTIFIKASI KAPANG Identifikasi kapangbiasanya dilakukan dengan melihat morfologi terutama secara mikroskopik. Sifat-sifat yang digunakan untuk identifikasi kapang adalah : Hifa bersepat atau non sepat Miselium terang atau keruh Miselium berwarna atau tidak berwarna Memproduksi atau tidak memproduksi spora seksual, dan jenis sporanya yaitu oospora, zigospora, askospora Jenis spora seksual : sporangiospora, konidia atau arhospora (oidia) Adanya struktur atau spora spesifik : stolon, rhizoid, “foot cell”(sel kaki), apofisis, khlamidospora, sklerotia dan sebagainya. Ciri kepala pembawa spora : a. Sporangium : ukuran, warna, bentuk dan lokasi b. Kepala spora pembawa konidia : tunggal, berantai,pertunasan atau kumpulan (massa), Penampakan sporangiofora atau konidiofora: sederhana atau bercabang, jika bercabang bentuk percabangan, ukuran dan bentuk kolumela pada ujung sporangiofora, konidiofora tunggal atau bergerombol.bentuk dan rangkaian sterigmata atau fialides. Penampakan mikroskopik spora aseksual, terutama konidia : bentuk, ukuran, warna, halus atau kasar, satu, dua atau banyak sel.
  • 14.
  • 16.
    1. Dinding Sel Kelangsunganhidup fungi (kapang) melibatkan hifa yang menembus ke dalam jaringan hidup atau mati dan menyerap nutrisi, atau tumbuh ke udara untuk penyebaran spora. Kapang terdapat protoplasma yangterbungkus dalam dinding sel yang fleksibel dan memiliki kekuatan mekanik yang besar dan disertai dengan berbagai enzim hidrolitik pada permukaannya untuk pencernaan dan pemanfaatan bahan organic terlarut untuk energi dan biosintesis. Dinding sel tidak hanya menentukan morfologi koloni fungi tetapi juga terlibat dalam perkawinan dan interaksi fungi dengan hostnya (tumbuhan dan hewan). Sebuah hifa harus memiliki sifat perekat dan kemampuan untuk melakukan konfigurasi permukaan untuk orientasi arah pertumbuhannya Dinding sel umumnya strukturnya berlapis-lapis dengan α-glukan lapisan dalam (glukan adalah polimer glukosa), β-glukan lapisan tengah, dan lapisan luarglikoprotein, dan juga kitin, yang terdpata di beberapa dinding sel.
  • 17.
    2. Glukan Hifa apexterdiri dari urutan polimer: glukan luar, protein dan kitin (atau selulosa). Komposisi dan struktur dinding sel bervariasi tergantung usia fungi dan kondisi lingkungan hidupnya. Perubahan morfologi kolonihifa karena perubahan komposisi kimia, karena aktivitas enzim diubah mengarah ke perubahan glukan dan kitin. Kimia dinding sel ternyata bervariasi di berbagai daerah koloni tunggal. Sejak hifa adalah sel tunggal tebal dan dinding sel berada dalam kontak langsung dengan lingkungan, terputus/rusak dan terbentuk ke mbali dari dinding sel menjadi proses yang konstan. Dinding sel dianggap sebagai struktur yang sangat dinamis.
  • 18.
    3. Mikrotubulus danfilamen aktin Sama seperti seluruh hifa terpolarisasi, terdapat unsur-unsur sitoskeleton. Pewarnaan hifa dengan antibodi anti-tubulin terikat pewarna fluorescent, fluorescein isothiocyanate (FITC), atau dengan GFP-tagged tubulinmenunjukkan susunan yang luas dari struktur seperti pipa hijau bernoda, panjang disebut mikrotubulus, umumnya diatur sejajar dengan sumbu panjang hifa. Unsur sitoskeleton lain divisualisasikan dengan pewarnaan rhodamin phalloidin, mikrofilamen terdiri dari aktin protein (Lih. Gambar). Sitoskeleton pada jamur sangat dinamis, perakitan dan pembongkaran sebagai tanggapan terhadap perubahan kebutuhan seluler, dan berfungsi sebagai jalur migrasi dan posisi organel
  • 19.
    4. Spitzenkörper danPolarisome Kelompok vesikel apikal kecil tanpa batas yang jelas telah ditemukan langsung di bawah membran plasma dari ujung hifa dengan mikroskop fase kontras dan vital pewarnaan dengan pewarna fluorescent membran selektif. Tubuh apikal ini disebut Spitzenkörper (Jerman). Video mikroskop dan analisis hifa hidup menunjukkan korelasi yang erat dari lintasan Spitzenkörper dan arah pertumbuhan hifa tersebut. Dari posisi dan perilaku,bahwa Spitzenkörper adalah pusat koleksi vesikel yang mengandung enzim dan yang membentuk prekursor polisakarida untuk sintesis dinding sel, memungkinkan pengiriman mereka diterjemahkan ke puncak hifa (Bartnicki-Garcia et al., 1995). Setelah Spitzenkörper isi habis , sebuah Spitzenkörper baru direformasi. Siklus ini konsisten dengan pertumbuhan hifa jamur terjadi di nadi. Selanjutnya, asosiasi dari Spitzenkörper dengan bahan penghubung mikrotubulus dan mikrofilamen.
  • 20.
    5. Vakuola Mudah dilihatdalam sel hifa lebih tua. Membran terikat ini, sebagian besar bentuk organel bulat telah dianggap analog dengan lisosom sel hewan (Klionsky et al., 1990). Vakuola telah diisolasi dari fraksi sel segaris dengan sentrifugasi diferensial. Vakuola hifa mengandung asam amino, poliamin yang kaya nitrogen untuk menstabilkan asam nukleat, dan polifosfat. Karenanya vakuola berfungsi sebagai organel penyimpanan N dan P.
  • 21.
    6. Septa dantubuh woronin Septa dibentuk oleh pertumbuhan sentripetal dari dinding sel dan memiliki perforasi melalui organel sitoplasma, termasuk inti. Pada ascomycotina dan basidiomycotina, sebuah protein tubuh elektron padatdisebut tubuh Woronin (Peroksisom berasal dari inti padat), hadir di kedua sisi septa, menunjukkan bahwa fungsi ini sebagai sebuah penyumbat/penutup untuk septa yang berpori. Dengan penutupan diatur atau pembukaan pori-pori septum, gerakan protoplasma dapat dialihkan untuk setiap wilayah di miselium, mengubah arah ekstensi untuk eksplorasi produktif daerah sekitarnya yang kaya nutrisi
  • 22.
    BEBERAPA JENIS KAPANG YANG PENTINGDALAM MIKROBIOLOGI PANGAN
  • 23.
  • 24.
    Rhizopus sering disebutkapang roti karena sering tumbuh dan menyebabkan kerusakan pada roti. Selain itu kapang ini juga sering tumbuh pada sayuran dan buah-buahan. Spesies Rhizopus yang sering tumbuh pada roti adalah R. stolonifer dan R.nigricans. selain merusak makanan, beberapa spesies Rhizopus juga digunakan dalam pembuatan beberapa makanan fermentasi tradisional, misal R. oligosporus dan R. oryzae yang digunakan dalam fermentasi berbagai macam tempe dan oncom hitam.
  • 25.
    Ciri-ciri spesifik Rhizopusadalah : a. Hifa nonseptat b. Mempunyai stolon dan rhizoid yang warnanya gelap jika sudah tua c. Sporangiofora tumbuh pada noda dimana terbentuk juga rhizoid d. Sporangia biasanya besar dan berwarna hitam e. Kolumela agak bulat dan apofisis berbentuk seperti cangkir f. Tidak mempunyai sporangiola g. Membentuk hifa vegetative yang melakukan penetrasi pada substrat dan hifa fertil yang memproduksi sporangia pada ujung sporangiofora h. Pertumbuhannya cepat membentuk miselium seperti kapas
  • 26.
  • 27.
    Kapang ini tumbuhbaik pada substrat dengan konsentrasi gula dan garam tinggi, oleh karena itu dapat tumbuh pada makanan dengan kadar air rendah. Grup ini mempunyai konidia berwarna hijau, dan membentuk askospora yang terdapat didalam aski perithesia berwarna kuning sampai merah. Grup A. niger mempunyai kepala pembawa konidia yang besar yang dipak secara padat, bulat dan berwarna hitam, coklat hitam atau ungu coklat. Konidianya kasar dan mengandung pigmen. Grup A. flavus-oryzae termasuk spesies yang penting dalam fermentasi beberapa makanan tradisional dan untuk memproduksi enzim, tetapi kapang dalam grup ini sering menyebabkan kerusakan makanan. A. oryzae digunakan dalam fermentasi tahap pertama dalam pembuatan kecap dan tauco. Konidia dalam grup ini berwarna kuning sampai hijau, dan mungkin membentuk sklerotia.
  • 28.
    Ciri-ciri spesifik Aspergillusadalah : a. Hifa septat dan miselium bercabang, biasanya tidak berwarna, yang terdapat dibawah permukaan merupakan hifa vegetatif sedangkan yang muncul diatas permukaan adalah hifa fertil. b. Koloni kelompok c. Konidiofora septat dan nonseptat, muncul dari “foot cell” (yaitu sel miselium yang bengkak dan berdinding tebal) d. Konidiofora membengkak menjadi vesikel pada ujungnya, membawa sterigmata dimana tumbuh konidia e. Sterigmata atau fialida biasanya sederhana berwarna atau tidak berwarna f. Konidia membentuk rantai yang berwarna hijau, coklat atau hitam g. Beberapa spesies tumbuh baik pada suhu 37 0 C atau lebih.
  • 29.
  • 30.
    Kapang ini seringmenyababkan kerusakan pada sayuran, buah-buahan dan serealia. Penicillium juga digunakan oleh dalam industri untuk memproduksi antibiotik. Beberapa ciri spesifik Pencicillium adalah : a. Hifa septat, miselium bercabang, biasanya tidak berwarna b. Konidiofora septet dan muncul di atas permukaan, berasal dari hifa dibawah permukaan, bercabang atau tidak bercabang c. Kepala yang membawa spora berbentuk seperti sapu, dengan sterigmata atau fialida muncul dalam kelompok d. Konidia membentuk rantai karena muncul satu per satu dari sterigmata e. Konidia pada waktu masih muda berwarna hijau, kemudian berubah menjadi kebiruan atau kecoklatan
  • 31.
  • 32.
    Neurospora (Monila) sitophiladan N. crassa merupakan spesies yang umum dijumpai pada makanan dan disebut kapang roti merah atau kapang nasi merah karena pertumbuhannya yang cepat pada roti atau nasi dengan membentuk warna merah-oranye. N. sitophila juga digunakan dalam pembuatan oncom merah. Pembentukan askospora yang terdapat didalam perithesia jarang terlihat pada kapang ini. Ciri-ciri spesifik Neurospora adalah sebagai berikut : a. Miselium septat, kemudian dapat pecah menjadi sel-sel yang terpisah b. Miselium panjang dan bebas tumbuh diatas permukaan c. Hifa aerial membawa konidia yang bertunas, berbentuk oval dan berwarna merah jambu sampai oranye merah, serta membentuk rantai bercabang pada ujungnya.