Nandana Prabaswara
Nody Risky Pratomo
Rayhan Farras Wibowo
Rifqi
• Secara etimologi haji berarti ziarah, berkunjung.
  Sedangkan secara istilah ialah berkunjung ke Baitullah
  (ka’bah) untuk melakukan wukuf di Padang Arafah,
  tawaf, sa’i dan amalan lainnya dalam waktu tertentu
  (bulan dzulhijjah).
• Allah berfirman dalam surah Ali Imran ayat 97:
• “mengerjakan haji adalah kewajiban terhadap Allah, yaitu
  (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke
  Baitullah.
a.   Islam
b.   Baligh (dewasa)
c.   Aqil (berakal sehat)
d.   Merdeka
e.   Istitha’ah (mampu)
           yang dimaksud dengan istitha’ah (mampu) adalah:
1.   Jasmani : mampu secara fisik menunaikan ibadah haji
2.   Rohani : mengetahui hukum dan manasik haji, berakal sehat dan
     memiliki kesiapan mental untuk melakukan ibadah haji atau umrah
     dengan perjalanan jauh
3.   Ekonomi : mampu membayar Ongkos Naik Haji (ONH) dengan uang
     yang halal, memiliki biaya hidup bagi keluarga yang menjadi
     tanggungan.
4.   Keamanan : aman diperjalanan dan aman waktu melaknsanakan
     ibadah haji atau umrah (tidak ada musibah dan peperangan),
     keamanan bagi keluarga atau harta yang ditinggalkan selama
     melakukan ibadah haji atau umrah.
Tertib



                        Tahallul



                     Sa’i



                Tawaf Ifadhah



        Wukuf

Ihram
• Ihram ialah kebulatan niat mulai mengerjakan haji/umrah.
• Berpakaian ihram:
  • Bagi pria, memakai dua helai kain, yang tidak berjahit, satu
    diselendangkan dan satu disarungkan. Boleh dipakai ikat pinggang
    yang tidak disimpul mati dan disunatkan berwarna putih. Tidak boleh
    memakai baju maupun celana dalam.
  • Bagi wanita pakaian yang menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan
    kedua telapak tangan.
• Sebelum berihram disunatkan mandi, memakai minyak wangi,
  menyisir rambut dan memotong kuku.
• Selama berihram tidak diperbolehkan
  • Memakai pakaian berjahit/tertangkup
  • Memakai sepatu yang menutupi mata kaki
  • Memakai kepala yang melekat dan kalau tidak melekat boleh
• Bagi wanita :
  • Berkaus tangan
  • Menutup muka (cadar)
• Bagi kedua-duanya:
  • Wangi-wangian kecuali yang dipakai sebelum berihram
  • Memotong kuku dan mencukur atau mencabuti bulu
    badan
  • Memburu atau mengganggu/membunuh binatang
    dengan badan
  • Kawin, mengawinkan atau meminang wanita untuk
    dinikahi
  • Bercumbu atau bersetubuh
  • Mencaci, bertengkar atau mengucapkan kata-kata
    kotor, dan
• Pengertian wukuf ialah berdiam diri di Padang Arafah.
  Waktunya adalah tanggal 9 Dzulhijah mulai tergelincir
  matahari sampai terbit fajar tanggal 10 Dzulhijah. Wukuf
  diawali dengan Shalad Dzuhur dan ‘Ashar di Jama’
  (diutamakan berjama’ah) kemudian diisi dengan kegiatan
  membaca do’a wukuf, membaca Al-Quran dan berdzikir.
• Pengertian Tawaf ialah mengelilingi Ka’bah sebanyak 7
  kali (Ka’bah berada di sebelah kiri), dimulai dari Hajar
  Aswad atau searah garis lurus berwarna coklat di muka
  Hajar Aswad yang memotong lantai tawaf. Orang yang
  melakukan tawaf harus dalam keadaan suci dari hadast
  besar dan kecil.
• Pengertian Sa’i ialah berjalan/berlari-lari kecil, yang
  dimulai dari bukit Shafa ke bukit Marwah dan sebaliknya
  sebanyak 7 kali, berakhir di bukit Marwah. Perjalanan
  dari buit Shafa ke bukit Marwah dihitung satu kali. Lari-
  lari kecil dilakukan mulai dari pilar hijau, sampai pilar
  hijau berikutnya, di luar batas tersebut cukup dilakukan
  dengan berjalan biasa. Orang yang sedang melakukan
  Sa’i boleh dalam keadaan berhadast besar/kecil.
• Mencukur rambut minimal tiga helai, dengan melakukan
  tahallul berarti larang yang diberlakukan selama haji
  boleh dilakukan seperti biasa.
• Tertib adalah melakukan sesuatu perbuatan secara
  berurutan, dengan mendahulukan yang harus
  diberlakukan lebih dahulu dan seterusnya menurut yang
  telah ditentukan.
Meninggalkan
                                                                                   perbuatan
                                                                  Tawaf Wada’   terlarang dalam
                    Mabit di    Mabit di Mina   Melontar Jumrah                     keadaan
Ihram dari Miqat   Muzdalifah                                                       berihram
A. Miqat artinya ketentuan batas. Dalam hal ini dua, yaitu :
  • Miqat Zamani ialah ketentuan batas waktu untuk mengerjakan haji,
    dari tanggal 1 Syawal sampai 10 Dzulhijjah.
  • Miqat Makani ialah ketentuan batas tempat untuk memulai ihram.
    Tempat-tempat tersebut ialah:
  a. Mekah
  b. Zulhulaifah
  c. Juhfah
  d. Yalamlam
  e. Qamul
  f. Zatu irqin
  g. Bagi penduduk negeri yang terletak antara kota Mekah dengan
      miqat-miqat tersebut diatas, maka mereka adalah negeri-negerti
      masing-masing.
B. Mabit di Muzdalifah
  Yaitu bermalam atau berhenti sejenak di Muzdalifah, setelah tengah
  malam pada tanngal 10 Dzulhijjah, mabit bisa berhenti sejenak dalam
  kendaraan, atau turun dari kendaraan, saat itu bisa dimanfaatkan
  mencari kerikil sekitar tempat berhenti kendaran, sejumlah kerikil yang
  dikumpulkan paling banyak 70 butir.
C. Mabit di Mina
  Yaitu jama’ah haji yang diwajibkan bermalam di Mina, bagi jamaah haji
  yang ingin mengambil nafar awal harus bermalam pada malam tanggal
  11-12 Dzulhijjah, sedang mengambal nafar tsani sampai tengah malam
  tanggal 13 Dzulhijjah.
D. Melontar Jumrah
  Artinya melempar dengan batu pada jumrah (tugu)ula, wustha dan
  aqobah di Mina pada tanggal 10,11 dan 13 Dzulhijjah jumlah batu yang
  digunakan dalam melontar jumlah bagi nafar awal (tanggal 10, 11 dan
  12 Dzulhijjah) sebanyak 49 butir dan bagi nafar tsani (tanggal 10, 11,
  12 dan 13 Dzulhijjah) sebanyak 70 butir.
E. Tawaf Wada’
  Tawaf wada’ adalah perpisahan. Tawaf ini dilakukan sewaktu akan
  meninggalkan Baitullah di Mekkah untuk berangkat ke kota Madinah
  atau pulang ke tanah air masing-maisng
F. Meninggalkan perbuatan terlarang dalam keadaan berihram.
a. Mandi ketika akan berihram haji atau umrah.
b. Membaca talbiyah
c. Tawaf qudum (tawaf awal) atau tawaf selamat
   datang
d. Bermalam di Mina tanggal 8 Dzulhijjah sebelum
   berangkat ke Arafah
e. Berhenti di Masjidil Haram sewaktu perjalanan
   di Muzdalifah ke Mina
f. Memakai wangi-wangian sebelum memakai
   ihram.
• Penyelenggaraan ibadah haji tidak boleh terpisah dari
  ibadah umrah, dengan kata lain apabila seseorang
  menunaikan ibadah haji dia wajib pula menunaikan
  ibadah umrah.
• Ada 3 macam cara:
  • Ifrad, adalah melakukan ibadah haji terlebih dahulu kemudian
    umrah. Untuk cara semacam ini tidak dikenakan dam (denda).
  • Tamattu’, mendahulukan umrah baru kemudian haji. Cara inilah
    yang biasanya dilakukan oleh jemaah haji Indonesia. Untuk cara
    ini dikenakan damm yaitu menyembelih seekor kambing, jika tidak
    mampu menggantinya dengan berpuasa 10 hari, 3 hari di tanah
    suci dan 7 hari di tanah air.
  • Qiron, ibadah haji dan umrah dilaksanakan secara bersamaan.
    Untuk cara ini juga dikenakan dam.
• Undang-undang Republik Indonesia mengatur
  penyelenggaraan ibadah haji ialah UU nomot 17 tahun
  1999. UU ini berisikan BAB yang mengatur segala
  sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah
  haji Indonesia, seperti:
a. Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) ditetapkan
   oleh Presiden atas usul dari Menteri setelah mendapat
   persetujuan dari DPR.
b. Pendaftaran, setiap warga Negara yang akan
   menunaikan ibadah haji diwajibkan untuk mendaftarkan
   diri kepada instansi yang ditunjuk oleh pemerintah. Tata
   cara dan persyaratan pendaftaran serta jangka waktu
   pendaftaran pada musim haji ditetapkan oleh menteri.
c. Pembinaan, Menteri wajib menentapkan pola
   pembinaan calon jemaah haji. Menerbitkan pedoman
   manasik haji. Pembinaan dilakukan demi
   kesempurnaan ibadah haji, untuk keperluan ini tidak
   ada biaya tambahan.
d. Kesehatan, Pembinaan dan pelayanan kesehatan haji
   baik pada saat persiapan maupun pelaksanaan
   penyelenggaraan ibadah haji oleh Menteri yang ruang
   lingkup tugas dan tanggung jawabnya meliputi bidang
   kesehatan.
e. Keimigrasian, Setiapa warga Negara yang akan
   menunaikan ibadah haji menggunakan paspor hijau
   yang dikeluarkan oleh Menteri.
f. Akomodasi, Menteri berkewajiban menyediakan
   akomodasi bagi jamaah haji tanpa biaya tambahan
   diluar BPIH.
• Umrah (bahasa Arab:           adalah salah satu kegiatan ibadah dalam
  agama Islam. Hampir mirip dengan ibadah haji, ibadah ini
  dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota
  suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram.
• Pada istilah teknis syari'ah, Umrah berarti melaksanakan Tawaf di
  Ka'bah dan Sa'i antara Shofa dan Marwah, setelah memakai ihram
  yang diambil dari Miqat. Sering disebut pula dengan haji kecil.
• Perbedaan umrah dengan haji adalah pada waktu dan tempat.
  Umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan,
  setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan haji hanya dapat
  dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah
  hingga 12 Dzulhijjah serta dilaksanakan sampai ke luar kota
  Mekkah.
Syarat untuk mengerjakan umrah sama dengan syarat
untuk mengerjakan haji.
Sedangkan rukun umrah adalah :
• Ihram
• Tawaf
• Sai
• Mencukur rambut kepala atau memotong
  sebagian(tahalul)
• Tertib
Adapun wajib umrah hanya satu, yaitu memulai ihram dari
miqat.
Untuk tata cara pelaksanaan umrah, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut
ini :
• Disunnahkan mandi besar (janabah) sebelum ihram untuk umrah.
• Memakai pakaian ihram. Untuk lelaki 2 kain yang dijadikan sarung dan
    selendang, sedangkan untuk wanita memakai pakaian apa saja yang
    menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung
    tangan.
• Niat umrah dalam hati dan mengucapkan Labbaika 'umrotan atau
    Labbaikallahumma bi'umrotin. Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan
    suaranya bagi laki-laki dan cukup dengan suara yang didengar orang yang
    ada di sampingnya bagi wanita, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma
    labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka
    wal mulk laa syarika laka.
• Jika sudah sampai kota Makkah, disunnahkan mandi terlebih dahulu
    sebelum memasukinya.
• Sesampai di ka'bah, talbiyah berhenti sebelum thawaf. Kemudian menuju
    hajar aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya
    jika mampu dan mengucapkan Bismillahi wallahu akbar. Jika tidak bisa
    menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi isyarat dan berkata
• Thawaf sebanyak 7 kali putaran. 3 putaran pertama jalan cepat dan
  sisanya jalan biasa. Thowaf diawali dan diakhiri di hajar aswad dan
  ka'bah dijadikan berada di sebelah kiri.
• Salat 2 raka'at di belakang maqam Ibrahim jika bisa atau di tempat
  lainnya di masjidil haram dengan membaca surah Al-Kafirun pada
  raka'at pertama dan Al-Ikhlas pada raka'at kedua.
• Sa'i dengan naik ke bukit Shofa dan menghadap kiblat sambil
  mengangkat kedua tangan dan mengucapkan Innash shofa wal
  marwata min sya'aairillah. Abda'u bima bada'allahu bihi (Aku
  memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3
  kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu
  wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa
  'alaa kulli syai'in qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa'dahu
  wa shodaqo 'abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x. Kemudian
  berdoa sekehendaknya.
• Amalan pada poin 8 diulangi setiap putaran di sisi bukit Shofa dan
  Marwah disertai dengan doa.
• Sa'i dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali
  dan kembalinya dihitung satu kali, diawali di bukit Shofa dan diakhiri
  di bukit Marwah.
• Mencukur seluruh atau sebagian rambut kepala bagi lelaki dan
  memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita.
• Dengan demikian selesai sudah amalan umrah
•   Adapun syarat-syaratnya adalah :           •   Tawaf Qudum (Selamat Datang)
•   Suci daripada Hadath.                      •   Tawaf Wada' (Selamat Tinggal)
•   Suci badan/pakaian/tempat tawaf            •   Tawaf Sunat.
    daripada najis.                            •   Tawaf Nazar.
•   Menutup aurat.                             •   Ada beberapa sunah-sunah tawaf
•   Bermula pada sudut Al-Hajarul Aswad            diantaranya :
    dan berniat Tawaf jika Tawaf               •   Berjalan kaki.
    Wada'/Sunat/Nazar.                         •   Berittiba' bagi Tawaf diiringi dengan Sa'ie
•   Menjadikan Baitullah di sebelah kiri dan       (Lelaki)
    berjalan ke hadapan. (berlawanan           •   Melakukan Ramal (Berlari-lari anak) bagi
    dengan arah jarum jam jika dilihat dari        Tawaf yang diiringi dengan Sa'ie (Lelaki)
    atas)
                                               •   Istilam Hajarul Aswad dan
•   Berjalan bertujuan Tawaf, bukan                Mengucupnya/Istilam Rukun Yamani dan
    bertujuan lain.                                tidak Mengucupnya.
•   Cukup 7 kali keliling dengan yakin.        •   Membaca Zikir dan Doa.
•   Dilakukan dalam Masjidil Haram dan di      •   Berturut-turut 7 kali keliling.
    luar dari Hijir Ismail/Syazarwan.
                                               •   Tawaf dengan Khusyuk/Tawadhuk.
•   Tawaf pun dibagi menjadi beberapa jenis
    yaitu :                                    •   Sembahyang Sunat Tawaf.
•   Tawaf Rukun.

Haji dan umroh

  • 1.
    Nandana Prabaswara Nody RiskyPratomo Rayhan Farras Wibowo Rifqi
  • 2.
    • Secara etimologihaji berarti ziarah, berkunjung. Sedangkan secara istilah ialah berkunjung ke Baitullah (ka’bah) untuk melakukan wukuf di Padang Arafah, tawaf, sa’i dan amalan lainnya dalam waktu tertentu (bulan dzulhijjah). • Allah berfirman dalam surah Ali Imran ayat 97: • “mengerjakan haji adalah kewajiban terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.
  • 3.
    a. Islam b. Baligh (dewasa) c. Aqil (berakal sehat) d. Merdeka e. Istitha’ah (mampu) yang dimaksud dengan istitha’ah (mampu) adalah: 1. Jasmani : mampu secara fisik menunaikan ibadah haji 2. Rohani : mengetahui hukum dan manasik haji, berakal sehat dan memiliki kesiapan mental untuk melakukan ibadah haji atau umrah dengan perjalanan jauh 3. Ekonomi : mampu membayar Ongkos Naik Haji (ONH) dengan uang yang halal, memiliki biaya hidup bagi keluarga yang menjadi tanggungan. 4. Keamanan : aman diperjalanan dan aman waktu melaknsanakan ibadah haji atau umrah (tidak ada musibah dan peperangan), keamanan bagi keluarga atau harta yang ditinggalkan selama melakukan ibadah haji atau umrah.
  • 4.
    Tertib Tahallul Sa’i Tawaf Ifadhah Wukuf Ihram
  • 5.
    • Ihram ialahkebulatan niat mulai mengerjakan haji/umrah. • Berpakaian ihram: • Bagi pria, memakai dua helai kain, yang tidak berjahit, satu diselendangkan dan satu disarungkan. Boleh dipakai ikat pinggang yang tidak disimpul mati dan disunatkan berwarna putih. Tidak boleh memakai baju maupun celana dalam. • Bagi wanita pakaian yang menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan. • Sebelum berihram disunatkan mandi, memakai minyak wangi, menyisir rambut dan memotong kuku. • Selama berihram tidak diperbolehkan • Memakai pakaian berjahit/tertangkup • Memakai sepatu yang menutupi mata kaki • Memakai kepala yang melekat dan kalau tidak melekat boleh
  • 6.
    • Bagi wanita: • Berkaus tangan • Menutup muka (cadar) • Bagi kedua-duanya: • Wangi-wangian kecuali yang dipakai sebelum berihram • Memotong kuku dan mencukur atau mencabuti bulu badan • Memburu atau mengganggu/membunuh binatang dengan badan • Kawin, mengawinkan atau meminang wanita untuk dinikahi • Bercumbu atau bersetubuh • Mencaci, bertengkar atau mengucapkan kata-kata kotor, dan
  • 8.
    • Pengertian wukufialah berdiam diri di Padang Arafah. Waktunya adalah tanggal 9 Dzulhijah mulai tergelincir matahari sampai terbit fajar tanggal 10 Dzulhijah. Wukuf diawali dengan Shalad Dzuhur dan ‘Ashar di Jama’ (diutamakan berjama’ah) kemudian diisi dengan kegiatan membaca do’a wukuf, membaca Al-Quran dan berdzikir.
  • 10.
    • Pengertian Tawafialah mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali (Ka’bah berada di sebelah kiri), dimulai dari Hajar Aswad atau searah garis lurus berwarna coklat di muka Hajar Aswad yang memotong lantai tawaf. Orang yang melakukan tawaf harus dalam keadaan suci dari hadast besar dan kecil.
  • 12.
    • Pengertian Sa’iialah berjalan/berlari-lari kecil, yang dimulai dari bukit Shafa ke bukit Marwah dan sebaliknya sebanyak 7 kali, berakhir di bukit Marwah. Perjalanan dari buit Shafa ke bukit Marwah dihitung satu kali. Lari- lari kecil dilakukan mulai dari pilar hijau, sampai pilar hijau berikutnya, di luar batas tersebut cukup dilakukan dengan berjalan biasa. Orang yang sedang melakukan Sa’i boleh dalam keadaan berhadast besar/kecil.
  • 14.
    • Mencukur rambutminimal tiga helai, dengan melakukan tahallul berarti larang yang diberlakukan selama haji boleh dilakukan seperti biasa.
  • 16.
    • Tertib adalahmelakukan sesuatu perbuatan secara berurutan, dengan mendahulukan yang harus diberlakukan lebih dahulu dan seterusnya menurut yang telah ditentukan.
  • 17.
    Meninggalkan perbuatan Tawaf Wada’ terlarang dalam Mabit di Mabit di Mina Melontar Jumrah keadaan Ihram dari Miqat Muzdalifah berihram
  • 18.
    A. Miqat artinyaketentuan batas. Dalam hal ini dua, yaitu : • Miqat Zamani ialah ketentuan batas waktu untuk mengerjakan haji, dari tanggal 1 Syawal sampai 10 Dzulhijjah. • Miqat Makani ialah ketentuan batas tempat untuk memulai ihram. Tempat-tempat tersebut ialah: a. Mekah b. Zulhulaifah c. Juhfah d. Yalamlam e. Qamul f. Zatu irqin g. Bagi penduduk negeri yang terletak antara kota Mekah dengan miqat-miqat tersebut diatas, maka mereka adalah negeri-negerti masing-masing.
  • 19.
    B. Mabit diMuzdalifah Yaitu bermalam atau berhenti sejenak di Muzdalifah, setelah tengah malam pada tanngal 10 Dzulhijjah, mabit bisa berhenti sejenak dalam kendaraan, atau turun dari kendaraan, saat itu bisa dimanfaatkan mencari kerikil sekitar tempat berhenti kendaran, sejumlah kerikil yang dikumpulkan paling banyak 70 butir. C. Mabit di Mina Yaitu jama’ah haji yang diwajibkan bermalam di Mina, bagi jamaah haji yang ingin mengambil nafar awal harus bermalam pada malam tanggal 11-12 Dzulhijjah, sedang mengambal nafar tsani sampai tengah malam tanggal 13 Dzulhijjah. D. Melontar Jumrah Artinya melempar dengan batu pada jumrah (tugu)ula, wustha dan aqobah di Mina pada tanggal 10,11 dan 13 Dzulhijjah jumlah batu yang digunakan dalam melontar jumlah bagi nafar awal (tanggal 10, 11 dan 12 Dzulhijjah) sebanyak 49 butir dan bagi nafar tsani (tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah) sebanyak 70 butir. E. Tawaf Wada’ Tawaf wada’ adalah perpisahan. Tawaf ini dilakukan sewaktu akan meninggalkan Baitullah di Mekkah untuk berangkat ke kota Madinah atau pulang ke tanah air masing-maisng F. Meninggalkan perbuatan terlarang dalam keadaan berihram.
  • 20.
    a. Mandi ketikaakan berihram haji atau umrah. b. Membaca talbiyah c. Tawaf qudum (tawaf awal) atau tawaf selamat datang d. Bermalam di Mina tanggal 8 Dzulhijjah sebelum berangkat ke Arafah e. Berhenti di Masjidil Haram sewaktu perjalanan di Muzdalifah ke Mina f. Memakai wangi-wangian sebelum memakai ihram.
  • 21.
    • Penyelenggaraan ibadahhaji tidak boleh terpisah dari ibadah umrah, dengan kata lain apabila seseorang menunaikan ibadah haji dia wajib pula menunaikan ibadah umrah. • Ada 3 macam cara: • Ifrad, adalah melakukan ibadah haji terlebih dahulu kemudian umrah. Untuk cara semacam ini tidak dikenakan dam (denda). • Tamattu’, mendahulukan umrah baru kemudian haji. Cara inilah yang biasanya dilakukan oleh jemaah haji Indonesia. Untuk cara ini dikenakan damm yaitu menyembelih seekor kambing, jika tidak mampu menggantinya dengan berpuasa 10 hari, 3 hari di tanah suci dan 7 hari di tanah air. • Qiron, ibadah haji dan umrah dilaksanakan secara bersamaan. Untuk cara ini juga dikenakan dam.
  • 22.
    • Undang-undang RepublikIndonesia mengatur penyelenggaraan ibadah haji ialah UU nomot 17 tahun 1999. UU ini berisikan BAB yang mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia, seperti: a. Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) ditetapkan oleh Presiden atas usul dari Menteri setelah mendapat persetujuan dari DPR. b. Pendaftaran, setiap warga Negara yang akan menunaikan ibadah haji diwajibkan untuk mendaftarkan diri kepada instansi yang ditunjuk oleh pemerintah. Tata cara dan persyaratan pendaftaran serta jangka waktu pendaftaran pada musim haji ditetapkan oleh menteri.
  • 23.
    c. Pembinaan, Menteriwajib menentapkan pola pembinaan calon jemaah haji. Menerbitkan pedoman manasik haji. Pembinaan dilakukan demi kesempurnaan ibadah haji, untuk keperluan ini tidak ada biaya tambahan. d. Kesehatan, Pembinaan dan pelayanan kesehatan haji baik pada saat persiapan maupun pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji oleh Menteri yang ruang lingkup tugas dan tanggung jawabnya meliputi bidang kesehatan. e. Keimigrasian, Setiapa warga Negara yang akan menunaikan ibadah haji menggunakan paspor hijau yang dikeluarkan oleh Menteri. f. Akomodasi, Menteri berkewajiban menyediakan akomodasi bagi jamaah haji tanpa biaya tambahan diluar BPIH.
  • 24.
    • Umrah (bahasaArab: adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Hampir mirip dengan ibadah haji, ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram. • Pada istilah teknis syari'ah, Umrah berarti melaksanakan Tawaf di Ka'bah dan Sa'i antara Shofa dan Marwah, setelah memakai ihram yang diambil dari Miqat. Sering disebut pula dengan haji kecil. • Perbedaan umrah dengan haji adalah pada waktu dan tempat. Umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.
  • 25.
    Syarat untuk mengerjakanumrah sama dengan syarat untuk mengerjakan haji. Sedangkan rukun umrah adalah : • Ihram • Tawaf • Sai • Mencukur rambut kepala atau memotong sebagian(tahalul) • Tertib Adapun wajib umrah hanya satu, yaitu memulai ihram dari miqat.
  • 26.
    Untuk tata carapelaksanaan umrah, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini : • Disunnahkan mandi besar (janabah) sebelum ihram untuk umrah. • Memakai pakaian ihram. Untuk lelaki 2 kain yang dijadikan sarung dan selendang, sedangkan untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung tangan. • Niat umrah dalam hati dan mengucapkan Labbaika 'umrotan atau Labbaikallahumma bi'umrotin. Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan cukup dengan suara yang didengar orang yang ada di sampingnya bagi wanita, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk laa syarika laka. • Jika sudah sampai kota Makkah, disunnahkan mandi terlebih dahulu sebelum memasukinya. • Sesampai di ka'bah, talbiyah berhenti sebelum thawaf. Kemudian menuju hajar aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika mampu dan mengucapkan Bismillahi wallahu akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi isyarat dan berkata
  • 27.
    • Thawaf sebanyak7 kali putaran. 3 putaran pertama jalan cepat dan sisanya jalan biasa. Thowaf diawali dan diakhiri di hajar aswad dan ka'bah dijadikan berada di sebelah kiri. • Salat 2 raka'at di belakang maqam Ibrahim jika bisa atau di tempat lainnya di masjidil haram dengan membaca surah Al-Kafirun pada raka'at pertama dan Al-Ikhlas pada raka'at kedua. • Sa'i dengan naik ke bukit Shofa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan Innash shofa wal marwata min sya'aairillah. Abda'u bima bada'allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai'in qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa'dahu wa shodaqo 'abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x. Kemudian berdoa sekehendaknya. • Amalan pada poin 8 diulangi setiap putaran di sisi bukit Shofa dan Marwah disertai dengan doa. • Sa'i dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah. • Mencukur seluruh atau sebagian rambut kepala bagi lelaki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita. • Dengan demikian selesai sudah amalan umrah
  • 28.
    Adapun syarat-syaratnya adalah : • Tawaf Qudum (Selamat Datang) • Suci daripada Hadath. • Tawaf Wada' (Selamat Tinggal) • Suci badan/pakaian/tempat tawaf • Tawaf Sunat. daripada najis. • Tawaf Nazar. • Menutup aurat. • Ada beberapa sunah-sunah tawaf • Bermula pada sudut Al-Hajarul Aswad diantaranya : dan berniat Tawaf jika Tawaf • Berjalan kaki. Wada'/Sunat/Nazar. • Berittiba' bagi Tawaf diiringi dengan Sa'ie • Menjadikan Baitullah di sebelah kiri dan (Lelaki) berjalan ke hadapan. (berlawanan • Melakukan Ramal (Berlari-lari anak) bagi dengan arah jarum jam jika dilihat dari Tawaf yang diiringi dengan Sa'ie (Lelaki) atas) • Istilam Hajarul Aswad dan • Berjalan bertujuan Tawaf, bukan Mengucupnya/Istilam Rukun Yamani dan bertujuan lain. tidak Mengucupnya. • Cukup 7 kali keliling dengan yakin. • Membaca Zikir dan Doa. • Dilakukan dalam Masjidil Haram dan di • Berturut-turut 7 kali keliling. luar dari Hijir Ismail/Syazarwan. • Tawaf dengan Khusyuk/Tawadhuk. • Tawaf pun dibagi menjadi beberapa jenis yaitu : • Sembahyang Sunat Tawaf. • Tawaf Rukun.