HAJI DAN UMROH

Oleh : Hanifa Septa G
Kelas : IX-E
Nomor : 06
PENGERTIAN HAJI DAN UMROH
 HAJI
• Menurut bahasa :
Menyengaja atau
bersungguh-sungguh
• Menurut Istilah :
Menyengaja menuju
baitulloh atau ka’bah
untuk melaksanakan
ibadah kepada Allah
pada waktu tertentu dan
dilakukan secara tertib

 UMROH
• Menurut bahasa :
Berziarah atau
berkunjung
• Menurut Istilah :
Berkunjung ke ka’bah
dan dapat dilakukan
pada waktu diluar
musim haji . Ibadah
umroh disebut juga haji
kecil
KETENTUAN IBADAH
HAJI DAN UMROH
• Syarat Haji dan Umroh :
1. Beragama Islam
2. Berakal sehat
3. Baligh
4. Mampu
5. Merdeka

• Rukun Haji :
1. Islam
2. Towaf
3. Syai’I
4. Wukuf
5. Tahallul
6. Tertib
• Wajib haji :
1. Ihram dari Miqod dan
mengucapkan lafal talbiyah
2. Mabit (bermalam) di
Musdalifah
3. Mabit di Mina pada hari
tasrik
4. Melontar jumroh di akobah
dan wustho
5. Meninggalkan hal-hal yang
dilarang karena ikhrom
6. Sholat 2 rakaat setelah towaf
didekat maqom ibrahim

• Sunah haji :
1. Mandi ketika akan berikhram
2. Sholat 2 rakaat sesudah
ihrom
3. Membaca talbiyah
4. Melakukan towaf qudum dari
masjidil haram
5. Membaca dzikir dan doa
ketika towaf
A. IHRAM
• Ihram
Ihram ialah menentukan ibadah Haji atau Umroh
dengan menggunakan pakaian Ihram
• Ihram dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Ihram ifrad
Adalah ihram khusus untuk haji saja.
2. Haji Tamattu’
Ihram untuk ibadah Umroh pada bulan-bulan
pelaksanaan ibadah haji
3. Ihram qiron
Yaitu apabila merangkap ihram haji dan umroh
B. WUKUF
• Berhenti di Arafah (nama tempat yang
letaknya kurang lebih 20 km dari kota
Mekkah) sejak tergelincirnya matahari pada
tanggal 9 Dzulhijah hingga terbit fajar pada
tanggal 10 Dzulhijah.
C. TOWAF
• Mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali putaran,
di mana tiga kali pertama dengan lari-lari kecil
(jika mungkin) dan selanjutnya dengan
berjalan biasa. Tawaf dimulai dan berkir di
Hajar Aswad (tempat batu hitam) dengan
menjadikan Baitullah di sebelah kiri
D. SAI
• Lari-lari kecil / Jalan cepat
• Aktivitas ibadah haji (rukun haji/umrah) yang
dilakukan dengan lari-lari kecil / jalan cepat
sebanyak tujuh kali dimulai dari Shofa dan
diakhiri di Marwah
E. TAHALUL
• Tahallul berarti ‘menjadi boleh’ atau
‘diperbolehkan’. Dengan demikian tahallul
ialah diperbolehkan atau dibebaskannya
seseorang dari larangan atau pantangan Ihram.
Pembebasan tersebut ditandai dengan tahallul
yaitu dengan mencukur atau memotong rambut
sedikitnya 3 helai rambut.
F. MABIT DI MUSDALIFAH
• Bermalam di musdalifah walaupun sebentar .
dilakukan tanggal 10 Zulhijah, yaitu lewat
tengah malam sehabis wukuf di padangArafah.
G. MABIT DI MINA
• Dilakukan di Mina dalam 2 hari (11 dan 12
Zulhijah) bagi yang akan mengambil ‘Nafar
Awal’, dan 3 hari (11,12,13 Zulhijah) bagi
yang akan mengambil ‘Nafar Akhir’.
H. MELONTAR JUMROH
• Melempar batu kerikil ke arah 3 tonggak dan
masing-masing 7 kali . Melontar jumrah
adalah salah satu wajib haji. Jama'ah yang
tidak melontar wajib membayarDam (denda)
berupa seekor kambing. kalau tidak mampu
boleh membayar Fidyah atau berpuasa 10 hari
yaitu 3 hari dimasa haji di tanah suci dan
sisanya di tanah air.
LARANGAN HAJI DAN UMRAH
• Larangan bagi laki-laki : • Larangan bagi wanita :
1. Mengenakan pakaian
1. Menutup muka
yang berjahit
(menggunakan cadar)
2. Memakai tutup kepala 2. Menutup kedua telapak
tangan (Memakai
3. Memakai sepatu atau
sarung tangan)
kaos kaki
LARANGAN BAGI
PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Memakai wangi-wangian
Memotong kuku
Menghilangkan bulu dan rambut
Berhubungan seksual
Bercumbu
Menikah atau menikahkan
Membunuh binatang buruan
DAM
• Denda atau tebusan bagi mereka yang menunaikan haji atau umrah
tetapi melakukan pelanggaran ketentuan atau peraturan yang telah
ditetapkan. Pelanggaran itu misalnya melakukan larangan – larangan
Ihram atau tidak dapat menyempurnakan wajib haji seperti mabit di
Mina atau Muzdalifah. Para Ulama tela sepakat bahwa seseorang
yang menunaikan ibadah haji akan dikenakan Dam apabila
melakukan antara lain pelanggaran – pelanggaran sebagai berikut :
• Melakukan Haji Qiran atau Tamattu.
• Tidak Ihram dari Miqat
• Tidak Mabit I di Muzdalifah
• Tidak Mabit II di Mina
• Tidak melontar Jumrah
• Tidak melakukan Tawaf Wada

Umroh dan haji

  • 1.
    HAJI DAN UMROH Oleh: Hanifa Septa G Kelas : IX-E Nomor : 06
  • 2.
    PENGERTIAN HAJI DANUMROH  HAJI • Menurut bahasa : Menyengaja atau bersungguh-sungguh • Menurut Istilah : Menyengaja menuju baitulloh atau ka’bah untuk melaksanakan ibadah kepada Allah pada waktu tertentu dan dilakukan secara tertib  UMROH • Menurut bahasa : Berziarah atau berkunjung • Menurut Istilah : Berkunjung ke ka’bah dan dapat dilakukan pada waktu diluar musim haji . Ibadah umroh disebut juga haji kecil
  • 3.
    KETENTUAN IBADAH HAJI DANUMROH • Syarat Haji dan Umroh : 1. Beragama Islam 2. Berakal sehat 3. Baligh 4. Mampu 5. Merdeka • Rukun Haji : 1. Islam 2. Towaf 3. Syai’I 4. Wukuf 5. Tahallul 6. Tertib
  • 4.
    • Wajib haji: 1. Ihram dari Miqod dan mengucapkan lafal talbiyah 2. Mabit (bermalam) di Musdalifah 3. Mabit di Mina pada hari tasrik 4. Melontar jumroh di akobah dan wustho 5. Meninggalkan hal-hal yang dilarang karena ikhrom 6. Sholat 2 rakaat setelah towaf didekat maqom ibrahim • Sunah haji : 1. Mandi ketika akan berikhram 2. Sholat 2 rakaat sesudah ihrom 3. Membaca talbiyah 4. Melakukan towaf qudum dari masjidil haram 5. Membaca dzikir dan doa ketika towaf
  • 5.
    A. IHRAM • Ihram Ihramialah menentukan ibadah Haji atau Umroh dengan menggunakan pakaian Ihram • Ihram dibagi menjadi 3 yaitu : 1. Ihram ifrad Adalah ihram khusus untuk haji saja. 2. Haji Tamattu’ Ihram untuk ibadah Umroh pada bulan-bulan pelaksanaan ibadah haji 3. Ihram qiron Yaitu apabila merangkap ihram haji dan umroh
  • 6.
    B. WUKUF • Berhentidi Arafah (nama tempat yang letaknya kurang lebih 20 km dari kota Mekkah) sejak tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijah hingga terbit fajar pada tanggal 10 Dzulhijah.
  • 7.
    C. TOWAF • MengelilingiKa’bah sebanyak 7 kali putaran, di mana tiga kali pertama dengan lari-lari kecil (jika mungkin) dan selanjutnya dengan berjalan biasa. Tawaf dimulai dan berkir di Hajar Aswad (tempat batu hitam) dengan menjadikan Baitullah di sebelah kiri
  • 8.
    D. SAI • Lari-larikecil / Jalan cepat • Aktivitas ibadah haji (rukun haji/umrah) yang dilakukan dengan lari-lari kecil / jalan cepat sebanyak tujuh kali dimulai dari Shofa dan diakhiri di Marwah
  • 9.
    E. TAHALUL • Tahallulberarti ‘menjadi boleh’ atau ‘diperbolehkan’. Dengan demikian tahallul ialah diperbolehkan atau dibebaskannya seseorang dari larangan atau pantangan Ihram. Pembebasan tersebut ditandai dengan tahallul yaitu dengan mencukur atau memotong rambut sedikitnya 3 helai rambut.
  • 10.
    F. MABIT DIMUSDALIFAH • Bermalam di musdalifah walaupun sebentar . dilakukan tanggal 10 Zulhijah, yaitu lewat tengah malam sehabis wukuf di padangArafah.
  • 11.
    G. MABIT DIMINA • Dilakukan di Mina dalam 2 hari (11 dan 12 Zulhijah) bagi yang akan mengambil ‘Nafar Awal’, dan 3 hari (11,12,13 Zulhijah) bagi yang akan mengambil ‘Nafar Akhir’.
  • 12.
    H. MELONTAR JUMROH •Melempar batu kerikil ke arah 3 tonggak dan masing-masing 7 kali . Melontar jumrah adalah salah satu wajib haji. Jama'ah yang tidak melontar wajib membayarDam (denda) berupa seekor kambing. kalau tidak mampu boleh membayar Fidyah atau berpuasa 10 hari yaitu 3 hari dimasa haji di tanah suci dan sisanya di tanah air.
  • 13.
    LARANGAN HAJI DANUMRAH • Larangan bagi laki-laki : • Larangan bagi wanita : 1. Mengenakan pakaian 1. Menutup muka yang berjahit (menggunakan cadar) 2. Memakai tutup kepala 2. Menutup kedua telapak tangan (Memakai 3. Memakai sepatu atau sarung tangan) kaos kaki
  • 14.
    LARANGAN BAGI PEREMPUAN DANLAKI-LAKI 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Memakai wangi-wangian Memotong kuku Menghilangkan bulu dan rambut Berhubungan seksual Bercumbu Menikah atau menikahkan Membunuh binatang buruan
  • 15.
    DAM • Denda atautebusan bagi mereka yang menunaikan haji atau umrah tetapi melakukan pelanggaran ketentuan atau peraturan yang telah ditetapkan. Pelanggaran itu misalnya melakukan larangan – larangan Ihram atau tidak dapat menyempurnakan wajib haji seperti mabit di Mina atau Muzdalifah. Para Ulama tela sepakat bahwa seseorang yang menunaikan ibadah haji akan dikenakan Dam apabila melakukan antara lain pelanggaran – pelanggaran sebagai berikut : • Melakukan Haji Qiran atau Tamattu. • Tidak Ihram dari Miqat • Tidak Mabit I di Muzdalifah • Tidak Mabit II di Mina • Tidak melontar Jumrah • Tidak melakukan Tawaf Wada