AHLI K3
Listrik
INSPEKSI GENERATOR
Politeknik Negeri Bandung
13 Agustus 2016
Introduce Our Team
Setyo Pranowo
PT. Centex, Tbk
Ade Sutriaman
PT. KMI Wire and Cable, Tbk
Fidri Chaerul Umam
PT. Lautan Otsuka Chemical
Edinal
PT. Sucofindo
Our Agenda
Temuan K3
Pendahuluan
Hasil Pengujian
Standard Operational
Procedure
Simpulan &
Penutup
Abstrak
Sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang no 1 tahun 1970
tentang keselamatan kerja, “bahwa setiap orang lain yang berada ditempat kerja perlu
terjamin keselamatannya, dimana salah satu syarat-syarat keselamatan kerja adalah untuk
mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya, maka sebagai salah satu calon ahli K3
listrik harus dapat menjamin keamanan dan keselamatan terhadap bahaya listrik baik dari
segi perencanaan, pemasangan, pemeriksaan serta pengujian instalasi listrik”.
(Kep.311/BW/2002 : Sertifikasi kompetensi K3 teknik listrik).
Sebagai objek dari proses pelaksanaan pemeriksaan system instalasi listrik,
dilaksanakan di Politeknik Negeri Bandung yang meliputi system instalasi panel,
pembumian & pengujian Generator.
Adapun pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik dilakukan antara lain dengan
cara : pemeriksaan tanda pengenal & peringatan, perlengkapan listrik yang dipasang,
cara memasang perlengkapan listrik, polaritas, pembumian dan resistan isolasi
(PUIL 9.4.3.2)
Pendahuluan
Tujuan :
• Untuk memastikan perencanaan, pemasangan, penggunaan, pemeriksaan dan pengujian instalasi
• Listrik yang dilayani oleh panel serta sistem pentanahan sesuai dengan standar.
• Untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian tahanan belitan dan tahan isolasi pada Generator
• Untuk melakukan pemeriksaan instalasi PHB, Kuat Hantar Arus, Breaker, pembumian dan
Pembebanan
Ruang Lingkup :
• Kelengkapan sarana K3 pada ruang Generator
• Pemeriksaan kelaikan ukuran kabel power, Breaker, pembumian pada output Generator
STAMFORD Seri X14F235424
• Pengukuran tahan belitan dan tahanan isolasi pada Generator AVK
Referensi :
• Undang Undang R.I No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
• Undang Undang R.I No. 13 Tahun 2013
• Peraturan Pemerintah R.I No. 50 Tahun 2012
• Peraturan Menteri Ketenaga Kerjaan R.I Tahun 2015
• PUIL 2000 Pasal 5.6
Kembali
Hasil Temuan K3
Hasil Temuan K3
Hasil Temuan K3
Hasil Temuan K3
Hasil Temuan K3
Hasil Temuan K3
Kembali
Data Generator 1
Pada Name Plate generator STAMFORD Seri X14F235424
pembuktian
S = 160 Kva
P = 160 Kva x 0,8 = 128 KW
V = 380 V
Cos phi = 0,8
Beban Max (G) = 80% x P
= 102,4 KW
In = 102400/1,73x380x0,8
= 102400/525,92
= 194,70 A
Inspeksi Faktor Safety
1. Faktor Safety pada KHA
(Kuat Hantar Arus)
KHA = In x 1,25
KHA = 243,38 x 1,25 = 304,22 A
Standar PUIL Tabel 7.3-5A tentang KHA, menggunakan
kabel tanah NYFGbY 4 x 120 mm2 adalah 313 A
2. Faktor Safety pada Breaker
Breaker = (In x 80%) x 1,15
Breaker = 194,70 x 1,15 = 223,91 A
Standar menggunakan MCCB 250 A
Review
160KVA/380V
Pf 0,80 Existing 250 A
Perhitungan 223,91 A
Existing 160 A
KHA Existing
NYFGbY 4x120 mm2
313 A Pada Tanah
Sudah sesuai dengan Kapasitas (G) 80%
Sudah Sesuai
Perhitungan 304,22A
Data Generator 2
Resistansi Belitan
Tahanan Isolasi
IEEE 43-2000
Tentang Standar
Tahanan Isolasi
Kembali
SOP
Micro Ohm Meter
1. Siapkan APD yang diperlukan seperti helmet, sarung
tangan katun
2. Siapkan alat uji micro-ohm meter, kunci pas 19
3. Check kondisi alat micro ohm meter dengan cara menekan
tombol baterai, Pastikan jarum menunjuk ke area baterai.
4. Lepaskan baut pengunci kabel fasa U, V dan W pada
terminal belitan Generator
5. Pasang penjepit kabel hitam ke terminal Pembumian
6. Pasang kabel merah, lalu pasang baut pengunci ke terminal
phase U
7. Atur skala ukur ke 500 ohm
8. Tekan tombol hitam sebelah kiri hingga posisi jarum berada
ditengah dengan memutar potensiometer
9. Catat hasil pengukuran
10. Ulangi langkah yang sama untuk pengukuran tahanan
belitan fasa V DAN W
SOP
Insulation Test
1. Siapkan APD yang diperlukan seperti helmet, sarung tangan
katun
2. Siapkan alat uji Insulation Tester, kunci pas 19
3. Pasang kabel warna hitam ke terminal Earth pada alat,
Pasang kabel warna merah ke terminal Line pada alat.
4. ON-kan alat insulation tester lalu kalibrasi dengan cara
menyatukan kabel earth dan Line. Pastikan Nilainya 0
5. OFF-kan alat insulation tester
6. Pasang jack buaya kabel earth ke terminal Pembumian
7. Pasang jack buaya kabel line ke terminal U
8. ON- kan alat dengan memutar selektor switch ke posisi
500V
9. Set waktu 10 menit lalu tekan tombol test sambil diputar
searah jarum jam hingga mengunci
10. Catat dan foto hasil pada detik ke-30 lalu detik ke-60 dan
terakhir detik ke-600
Kembali
Simpulan
Dari hasil inspeksi kami rekomendasikan :
1. Peningkatan K3 di ruang Generator/genset
2. Perbaikan dan penempatan peralatan yang tidak
diperlukan direlokasi ke tempat semestinya
Team Work :
1. Setyo Pranowo
2. Ade Sutriaman
3. Edinal
4. Fidri Chaerul Umam
Ucapan terima kasih kepada Team Polban

Generator report pada ak3 listrik

  • 1.
    AHLI K3 Listrik INSPEKSI GENERATOR PoliteknikNegeri Bandung 13 Agustus 2016
  • 2.
    Introduce Our Team SetyoPranowo PT. Centex, Tbk Ade Sutriaman PT. KMI Wire and Cable, Tbk Fidri Chaerul Umam PT. Lautan Otsuka Chemical Edinal PT. Sucofindo
  • 3.
    Our Agenda Temuan K3 Pendahuluan HasilPengujian Standard Operational Procedure Simpulan & Penutup
  • 4.
    Abstrak Sebagaimana yang telahdiamanatkan dalam Undang-Undang no 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja, “bahwa setiap orang lain yang berada ditempat kerja perlu terjamin keselamatannya, dimana salah satu syarat-syarat keselamatan kerja adalah untuk mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya, maka sebagai salah satu calon ahli K3 listrik harus dapat menjamin keamanan dan keselamatan terhadap bahaya listrik baik dari segi perencanaan, pemasangan, pemeriksaan serta pengujian instalasi listrik”. (Kep.311/BW/2002 : Sertifikasi kompetensi K3 teknik listrik). Sebagai objek dari proses pelaksanaan pemeriksaan system instalasi listrik, dilaksanakan di Politeknik Negeri Bandung yang meliputi system instalasi panel, pembumian & pengujian Generator. Adapun pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik dilakukan antara lain dengan cara : pemeriksaan tanda pengenal & peringatan, perlengkapan listrik yang dipasang, cara memasang perlengkapan listrik, polaritas, pembumian dan resistan isolasi (PUIL 9.4.3.2)
  • 5.
    Pendahuluan Tujuan : • Untukmemastikan perencanaan, pemasangan, penggunaan, pemeriksaan dan pengujian instalasi • Listrik yang dilayani oleh panel serta sistem pentanahan sesuai dengan standar. • Untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian tahanan belitan dan tahan isolasi pada Generator • Untuk melakukan pemeriksaan instalasi PHB, Kuat Hantar Arus, Breaker, pembumian dan Pembebanan Ruang Lingkup : • Kelengkapan sarana K3 pada ruang Generator • Pemeriksaan kelaikan ukuran kabel power, Breaker, pembumian pada output Generator STAMFORD Seri X14F235424 • Pengukuran tahan belitan dan tahanan isolasi pada Generator AVK Referensi : • Undang Undang R.I No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja • Undang Undang R.I No. 13 Tahun 2013 • Peraturan Pemerintah R.I No. 50 Tahun 2012 • Peraturan Menteri Ketenaga Kerjaan R.I Tahun 2015 • PUIL 2000 Pasal 5.6 Kembali
  • 6.
  • 7.
  • 8.
  • 9.
  • 10.
  • 11.
  • 12.
  • 13.
    Data Generator 1 PadaName Plate generator STAMFORD Seri X14F235424 pembuktian S = 160 Kva P = 160 Kva x 0,8 = 128 KW V = 380 V Cos phi = 0,8 Beban Max (G) = 80% x P = 102,4 KW In = 102400/1,73x380x0,8 = 102400/525,92 = 194,70 A
  • 14.
    Inspeksi Faktor Safety 1.Faktor Safety pada KHA (Kuat Hantar Arus) KHA = In x 1,25 KHA = 243,38 x 1,25 = 304,22 A Standar PUIL Tabel 7.3-5A tentang KHA, menggunakan kabel tanah NYFGbY 4 x 120 mm2 adalah 313 A 2. Faktor Safety pada Breaker Breaker = (In x 80%) x 1,15 Breaker = 194,70 x 1,15 = 223,91 A Standar menggunakan MCCB 250 A
  • 15.
    Review 160KVA/380V Pf 0,80 Existing250 A Perhitungan 223,91 A Existing 160 A KHA Existing NYFGbY 4x120 mm2 313 A Pada Tanah Sudah sesuai dengan Kapasitas (G) 80% Sudah Sesuai Perhitungan 304,22A
  • 16.
    Data Generator 2 ResistansiBelitan Tahanan Isolasi
  • 17.
  • 18.
    SOP Micro Ohm Meter 1.Siapkan APD yang diperlukan seperti helmet, sarung tangan katun 2. Siapkan alat uji micro-ohm meter, kunci pas 19 3. Check kondisi alat micro ohm meter dengan cara menekan tombol baterai, Pastikan jarum menunjuk ke area baterai. 4. Lepaskan baut pengunci kabel fasa U, V dan W pada terminal belitan Generator 5. Pasang penjepit kabel hitam ke terminal Pembumian 6. Pasang kabel merah, lalu pasang baut pengunci ke terminal phase U 7. Atur skala ukur ke 500 ohm 8. Tekan tombol hitam sebelah kiri hingga posisi jarum berada ditengah dengan memutar potensiometer 9. Catat hasil pengukuran 10. Ulangi langkah yang sama untuk pengukuran tahanan belitan fasa V DAN W
  • 19.
    SOP Insulation Test 1. SiapkanAPD yang diperlukan seperti helmet, sarung tangan katun 2. Siapkan alat uji Insulation Tester, kunci pas 19 3. Pasang kabel warna hitam ke terminal Earth pada alat, Pasang kabel warna merah ke terminal Line pada alat. 4. ON-kan alat insulation tester lalu kalibrasi dengan cara menyatukan kabel earth dan Line. Pastikan Nilainya 0 5. OFF-kan alat insulation tester 6. Pasang jack buaya kabel earth ke terminal Pembumian 7. Pasang jack buaya kabel line ke terminal U 8. ON- kan alat dengan memutar selektor switch ke posisi 500V 9. Set waktu 10 menit lalu tekan tombol test sambil diputar searah jarum jam hingga mengunci 10. Catat dan foto hasil pada detik ke-30 lalu detik ke-60 dan terakhir detik ke-600 Kembali
  • 20.
    Simpulan Dari hasil inspeksikami rekomendasikan : 1. Peningkatan K3 di ruang Generator/genset 2. Perbaikan dan penempatan peralatan yang tidak diperlukan direlokasi ke tempat semestinya
  • 21.
    Team Work : 1.Setyo Pranowo 2. Ade Sutriaman 3. Edinal 4. Fidri Chaerul Umam Ucapan terima kasih kepada Team Polban