Smart Driving
Pedoman Mengemudi Aman
dan Efisiendan Efisien
By. Peny Gama M
1. Pengecekan Bagian Luar Mobil
Sebelum menggunakan mobil cek kondisi sekeliling bodi,
pastikan semua dalam kondisi baik dan layak jalan.
A. Pengecekan Ban
Cek tekanan angin dan kondisi ban mobil (termasuk ban
cadangan) minimal seminggu sekali sebelum mobil
digunakan. Periksa tekanan angin dengan menggunakan
Tire Presure Gauge, dan pastikan tekanan sesuai
dengan standar.
Untuk memeriksa ketebalan ban, gunakan
Trade Wear Indicator, yaitu berupa tanda
segitiga pada dinding ban dan tonjolan
pada telapak ban.
Jika kembangan ban sudah rata dengan
tonjolan tersebut, maka gantilah segera
ban Anda.
B. Pengecekan Mesin
Lakukan pengecekan ruang mesin minimal seminggu
sekali pada bagian oli mesin, oli rem, air radiator dan air
aki. Pastikan ketinggian oli ataupun air berada di bawah
garis maksimal. Selanjutnya cek juga karet-karet selang
dan tali kipas. Pastikan semua masih lentur dan tidak ada
retakan.
2. Pengecekan Dalam Mobil
Saat memasuki kabin mobil hal penting yang perlu di cek
adalah kondisi karet pedal kopling, rem dan gas.
Semuanya harus terpasang dengan baik dan tidak tipis.
Lalu, cek juga rem tangan mobil, terutama tuas dan
penguncinya. Semuanya harus dalam kondisi dan
berfungsi dengan baik.
3. Posisi Duduk
Ada 3 hal penting yang akan kita dapatkan apabila posisi
duduk kita sudah tepat, yaitu:
A.Komunikasi
Mudah berkomunikasi dengan pengendara lain dan
memantau situasi di luar mobil.
B. Kenyamanan
Tidak mudah lelah dan selalu sigap meski mengemudiTidak mudah lelah dan selalu sigap meski mengemudi
jarak jauh.
C. Kontrol
Mudah merasakan gejala awal ketika mobil mulai
kehilangan keseimbangan. Sehingga bisa segera
mengantisipasinya.
Untuk mendapatkan posisi duduk yang
tepat ikuti prosedur dalam hal:
A. Sabuk Pengaman
Gunakan selalu Sabuk Pengaman sebagai
perlengkapan pelindung keselamatan
utama. Pastikan terdengar suara KLIK!,
saat memasangnya.
Penggunaan sabuk pengaman yang tepat,
harus melewati tulang bahu dan pinggul.harus melewati tulang bahu dan pinggul.
Gunakan pengatur ketinggian sabuk
pengaman agar memudahkan
mendapatkan posisi duduk yang tepat.
B. Jarak Kursi
Atur jarak kursi sehingga kamu mudah
mengoperasikan pedal gas, rem dan
kopling.
C. Sandaran Kursi
Posisi sandaran kursi harus nyaman, tidak
terlalu tegak namun tidak terlalu landai.
D. Jarak Tubuh & Kemudi
Jarak ideal tubuh dengan kemudi yaitu
sekitar 25cm. Cara mengukurnya, letakkan
kedua pergelangan tangan Anda pada jam
12. Kemudian atur sandaran kursi.
E. Posisi Penahan Kepala
Tempatkan sandaran kepala sejajar
dengan tinggi kepala.
F. Ketinggian Kemudi
Sesuaikan ketinggian kemudi sampai
merasa nyaman untuk mengemudi.
Setelah duduk dengan nyaman, lakukan pengecekan
berikut ini:
A. Pengecekan Instrumen Dashboard
Cek semua indikator di dashboard ketika kunci
dalam posisi ON. Untuk kendaraan yang dilengkapi
dengan ABS (Anti-Lock Brake System) dan SRS
(Supplementary/Secondary Restraint System)
Airbag, pastikan saat menyalakan mobil indikator
tersebut mati.
B. Pengaturan Kaca SpionB. Pengaturan Kaca Spion
Atur semua posisi kaca spion supaya memudahkan
memantau situasi di luar mobil.
C. Pengecekan Lampu – Lampu
Pastikan semua lampu-lampu berfungsi dengan
baik.
4. Olah Kemudi
Posisi dasar tangan yang paling tepat saat mengemudi
yaitu tangan kiri di posisi jam 9 dan tangan kanan di posisi
jam 3. Posisi ibu jari harus tegak di atas setir dan tidak
masuk ke lingkaran setir.
Hindari kebiasaan mengemudi dengan satu tangan, telapak
tangan dan mengemudi dengan jari yang masuk ke lingkar
setir. Selain mudah kehilangan kendali saat mengemudikan
mobil, Anda juga terancam bahaya cedera.
Ada 2 Teknik olah kemudi yang tepat yaitu sebagai berikut:
A. Tarik - Dorong
Merupakan teknik olah kemudi yang paling dasar dan
aman digunakan di berbagai situasi, baik mengemudi
pada kecepatan rendah ataupun tinggi.
B. Silang
Teknik ini dapat digunakan saat kecepatan rendah
tapi membutuhkan radius putar yang cukup luas,
seperti saat parkir atau berbalik arah.
5. Teknik Pengereman
Salah satu fitur yang berkaitan dengan teknik pengereman
adalah Anti Lock Brake System (ABS), Electronic Force Brake
Distribution (EBD) dan Brake Assist (BA).
ABS berfungsi agar ban tidak terkunci saat terjadi
pengereman.
Caranya injak sekuat tenaga pedal rem sambil arahkan mobil
ke tempat yang lebih aman.
EBD berfungsi mendistribusikan daya pengereman ke setiap
roda sesuai beban kendaraan. Mekanisme ini bekerja bersama
ABS dan sangat bermanfaat ketika mengerem pada jalan
menikung.
Sementara itu, BA berguna untuk menambah daya
pengereman saat mengerem mendadak. Mekanisme ini
bekerja berdasarkan kecepatan menginjak pedal rem pada
kondisi darurat. Sehingga dengan sedikit injakan tapi cepat,
mobil dapat berhenti dengan cepat.
6. Scanning
Ketika sedang mengendarai mobil, perlu memperhatikan
semua pengguna jalan atau kondisi jalan sekitar, misalnya
motor, mobil, rambu-rambu, pejalan kaki ataupun objek-
objek penting lainnya yang dapat mempengaruhi kesigapan
saat mengemudi.
7. Blind Spot
Blind Spot adalah area yang tidak terlihat secara langsung
oleh kaca spion tengah, kanan ataupun kiri. Dengan
keterbatasan ini, perlu membiasakan diri untuk melakukanketerbatasan ini, perlu membiasakan diri untuk melakukan
Shoulder Check yaitu dengan menoleh sesaat ke kiri atau
kanan sesuai arah belok Anda.
8. Safe Following Distance
Ketika sedang mengendarai mobil, jaga jarak aman ideal
mobil dengan mobil di depan yaitu sekitar 3 detik. Caranya:
Temukan patokan yang cukup besar dan tidak bergerak di
sepanjang jalan.
Kemudian saat mobil lain di depan melintasi patokan
tersebut, hitung dengan angka ‘1000 dan 1, 1000 dan 2,
1000 dan 3’.
Pastikan mobil melewati patokan yang sama pada akhirPastikan mobil melewati patokan yang sama pada akhir
hitungan. Jika sudah tepat, maka Anda telah memenuhi jarak
aman ideal.
9. Safe Stopping Distance
Saat menghentikan mobil, pastikan jarak mobil cukup
memadai sehingga bisa melihat kedua ban belakang mobil
yang berada di depan. Hal ini agar memudahkan saat terjadi
kondisi yang memaksa Anda harus keluar dari antrian
kendaraan.
10. Parkir
Untuk memudahkan saat parkir, perlu memahami dan
menggunakan patokan-patokan yang ada pada mobil.
Seperti terlihat pada gambar berikut:
Tips Efisiensi Bahan Bakar Saat Mengemudi:
• Pastikan kondisi mesin selalu prima.
• Jaga putaran mesin tetap rendah.
• Hindari akselerasi dan pengereman berlebihan.
• Gunakan pengereman dengan mesin.
• Tekanan udara ban selalu normal.
• Gunakan SPBU yang kredibel dan akurat.
• Matikan AC jika tidak diperlukan.
The End
Click on http://intranet.telpp.com or www.telpp.com to get more interesting things about Us.
Engineered by TELPP-MID © 2007

Smart & Safety driving (Pedoman Mengemudi Aman dan Efisien)

  • 1.
    Smart Driving Pedoman MengemudiAman dan Efisiendan Efisien By. Peny Gama M
  • 2.
    1. Pengecekan BagianLuar Mobil Sebelum menggunakan mobil cek kondisi sekeliling bodi, pastikan semua dalam kondisi baik dan layak jalan. A. Pengecekan Ban Cek tekanan angin dan kondisi ban mobil (termasuk ban cadangan) minimal seminggu sekali sebelum mobil digunakan. Periksa tekanan angin dengan menggunakan Tire Presure Gauge, dan pastikan tekanan sesuai dengan standar. Untuk memeriksa ketebalan ban, gunakan Trade Wear Indicator, yaitu berupa tanda segitiga pada dinding ban dan tonjolan pada telapak ban. Jika kembangan ban sudah rata dengan tonjolan tersebut, maka gantilah segera ban Anda.
  • 3.
    B. Pengecekan Mesin Lakukanpengecekan ruang mesin minimal seminggu sekali pada bagian oli mesin, oli rem, air radiator dan air aki. Pastikan ketinggian oli ataupun air berada di bawah garis maksimal. Selanjutnya cek juga karet-karet selang dan tali kipas. Pastikan semua masih lentur dan tidak ada retakan. 2. Pengecekan Dalam Mobil Saat memasuki kabin mobil hal penting yang perlu di cek adalah kondisi karet pedal kopling, rem dan gas. Semuanya harus terpasang dengan baik dan tidak tipis. Lalu, cek juga rem tangan mobil, terutama tuas dan penguncinya. Semuanya harus dalam kondisi dan berfungsi dengan baik.
  • 4.
    3. Posisi Duduk Ada3 hal penting yang akan kita dapatkan apabila posisi duduk kita sudah tepat, yaitu: A.Komunikasi Mudah berkomunikasi dengan pengendara lain dan memantau situasi di luar mobil. B. Kenyamanan Tidak mudah lelah dan selalu sigap meski mengemudiTidak mudah lelah dan selalu sigap meski mengemudi jarak jauh. C. Kontrol Mudah merasakan gejala awal ketika mobil mulai kehilangan keseimbangan. Sehingga bisa segera mengantisipasinya.
  • 5.
    Untuk mendapatkan posisiduduk yang tepat ikuti prosedur dalam hal: A. Sabuk Pengaman Gunakan selalu Sabuk Pengaman sebagai perlengkapan pelindung keselamatan utama. Pastikan terdengar suara KLIK!, saat memasangnya. Penggunaan sabuk pengaman yang tepat, harus melewati tulang bahu dan pinggul.harus melewati tulang bahu dan pinggul. Gunakan pengatur ketinggian sabuk pengaman agar memudahkan mendapatkan posisi duduk yang tepat. B. Jarak Kursi Atur jarak kursi sehingga kamu mudah mengoperasikan pedal gas, rem dan kopling.
  • 6.
    C. Sandaran Kursi Posisisandaran kursi harus nyaman, tidak terlalu tegak namun tidak terlalu landai. D. Jarak Tubuh & Kemudi Jarak ideal tubuh dengan kemudi yaitu sekitar 25cm. Cara mengukurnya, letakkan kedua pergelangan tangan Anda pada jam 12. Kemudian atur sandaran kursi. E. Posisi Penahan Kepala Tempatkan sandaran kepala sejajar dengan tinggi kepala. F. Ketinggian Kemudi Sesuaikan ketinggian kemudi sampai merasa nyaman untuk mengemudi.
  • 7.
    Setelah duduk dengannyaman, lakukan pengecekan berikut ini: A. Pengecekan Instrumen Dashboard Cek semua indikator di dashboard ketika kunci dalam posisi ON. Untuk kendaraan yang dilengkapi dengan ABS (Anti-Lock Brake System) dan SRS (Supplementary/Secondary Restraint System) Airbag, pastikan saat menyalakan mobil indikator tersebut mati. B. Pengaturan Kaca SpionB. Pengaturan Kaca Spion Atur semua posisi kaca spion supaya memudahkan memantau situasi di luar mobil. C. Pengecekan Lampu – Lampu Pastikan semua lampu-lampu berfungsi dengan baik.
  • 8.
    4. Olah Kemudi Posisidasar tangan yang paling tepat saat mengemudi yaitu tangan kiri di posisi jam 9 dan tangan kanan di posisi jam 3. Posisi ibu jari harus tegak di atas setir dan tidak masuk ke lingkaran setir. Hindari kebiasaan mengemudi dengan satu tangan, telapak tangan dan mengemudi dengan jari yang masuk ke lingkar setir. Selain mudah kehilangan kendali saat mengemudikan mobil, Anda juga terancam bahaya cedera. Ada 2 Teknik olah kemudi yang tepat yaitu sebagai berikut: A. Tarik - Dorong Merupakan teknik olah kemudi yang paling dasar dan aman digunakan di berbagai situasi, baik mengemudi pada kecepatan rendah ataupun tinggi.
  • 9.
    B. Silang Teknik inidapat digunakan saat kecepatan rendah tapi membutuhkan radius putar yang cukup luas, seperti saat parkir atau berbalik arah.
  • 10.
    5. Teknik Pengereman Salahsatu fitur yang berkaitan dengan teknik pengereman adalah Anti Lock Brake System (ABS), Electronic Force Brake Distribution (EBD) dan Brake Assist (BA). ABS berfungsi agar ban tidak terkunci saat terjadi pengereman. Caranya injak sekuat tenaga pedal rem sambil arahkan mobil ke tempat yang lebih aman. EBD berfungsi mendistribusikan daya pengereman ke setiap roda sesuai beban kendaraan. Mekanisme ini bekerja bersama ABS dan sangat bermanfaat ketika mengerem pada jalan menikung. Sementara itu, BA berguna untuk menambah daya pengereman saat mengerem mendadak. Mekanisme ini bekerja berdasarkan kecepatan menginjak pedal rem pada kondisi darurat. Sehingga dengan sedikit injakan tapi cepat, mobil dapat berhenti dengan cepat.
  • 11.
    6. Scanning Ketika sedangmengendarai mobil, perlu memperhatikan semua pengguna jalan atau kondisi jalan sekitar, misalnya motor, mobil, rambu-rambu, pejalan kaki ataupun objek- objek penting lainnya yang dapat mempengaruhi kesigapan saat mengemudi. 7. Blind Spot Blind Spot adalah area yang tidak terlihat secara langsung oleh kaca spion tengah, kanan ataupun kiri. Dengan keterbatasan ini, perlu membiasakan diri untuk melakukanketerbatasan ini, perlu membiasakan diri untuk melakukan Shoulder Check yaitu dengan menoleh sesaat ke kiri atau kanan sesuai arah belok Anda.
  • 12.
    8. Safe FollowingDistance Ketika sedang mengendarai mobil, jaga jarak aman ideal mobil dengan mobil di depan yaitu sekitar 3 detik. Caranya: Temukan patokan yang cukup besar dan tidak bergerak di sepanjang jalan. Kemudian saat mobil lain di depan melintasi patokan tersebut, hitung dengan angka ‘1000 dan 1, 1000 dan 2, 1000 dan 3’. Pastikan mobil melewati patokan yang sama pada akhirPastikan mobil melewati patokan yang sama pada akhir hitungan. Jika sudah tepat, maka Anda telah memenuhi jarak aman ideal. 9. Safe Stopping Distance Saat menghentikan mobil, pastikan jarak mobil cukup memadai sehingga bisa melihat kedua ban belakang mobil yang berada di depan. Hal ini agar memudahkan saat terjadi kondisi yang memaksa Anda harus keluar dari antrian kendaraan.
  • 13.
    10. Parkir Untuk memudahkansaat parkir, perlu memahami dan menggunakan patokan-patokan yang ada pada mobil. Seperti terlihat pada gambar berikut:
  • 14.
    Tips Efisiensi BahanBakar Saat Mengemudi: • Pastikan kondisi mesin selalu prima. • Jaga putaran mesin tetap rendah. • Hindari akselerasi dan pengereman berlebihan. • Gunakan pengereman dengan mesin. • Tekanan udara ban selalu normal. • Gunakan SPBU yang kredibel dan akurat. • Matikan AC jika tidak diperlukan.
  • 15.
    The End Click onhttp://intranet.telpp.com or www.telpp.com to get more interesting things about Us. Engineered by TELPP-MID © 2007