SlideShare a Scribd company logo
GAMBAR TEKNIS PERENCANAAN


1. PENDAHULUAN
Menggambar merupakan salah satu cara komunikasi antara seseorang dengan yang lainnya,
sehingga dengan melihat suatu gambar maka seseorang akan dapat mengerti arti gambar itu.
Karena gambar teknis merupakan suatu alat komunikasi, maka gambar teknis tidak boleh
menimbulkan tafsiran yang berbeda bagi orang yang melihatnya. Oleh karena itu perlu ada
tanda-tanda atau patokan tertentu atau standar sebagai suatu perjanjian bersama.

Dengan demikian, gambar teknis harus:
 1) Memakai tanda-tanda gambar standar dan seragam
 2) Selengkap mungkin agar dapat memberikan pengertian yang lengkap
 3) Mudah dimengerti oleh orang lain.

Gambar teknis bisa digambarkan dalam bentuk:
 1) Gambar proyeksi ortogonal atau gambar dua dimensi
 2) Gambar perspektif atau gambar tiga dimensi
 3) Gambar proyeksi dua dimensi atau disebut juga gambar proyeksi tegak lurus inilah yang
    dipakai untuk gambar teknis, terutama gambar-gambar detail.

2.   KETENTUAN-KETENTUAN

Huruf teknis
  Di dalam gambar teknis juga harus ada keseragaman bentuk huruf, yaitu huruf teknis yang
  berupa huruf cetak besar.

Ukuran kertas
  Untuk membuat gambar yang membutuhkan beberapa kertas sekaligus, dianjurkan memakai
  kertas dengan ukuran yang sama. Untuk menentukan ukuran-ukuran kertas tersebut dipakai
  patokan atau ukuran standar yaitu: A0, A1,A2, A3 atau A4.

Jenis garis dan tebal garis
   Macam-macam garis yang biasa dipakai dalam gambar teknis adalah sebagai berikut:
   1) Garis kontinu: untuk melukiskan bagian-bagian benda yang terlihat, dan untuk tepi garis
        kertas.
   2) Garis strip-strip: untuk melukiskan bagian-bagian yang tidak terlihat/ dibelakang irisan
   3) Garis strip titik: untuk garis-garis sumbu, dan tempat irisan
   4) Garis-titik-titik: menyatakan bangunan yang akan dibongkar
                                                                                                 1
Tabel 1 Gambar jenis garis dan tebal garis


          Garis Kontinu

          Garis Strip-Strip

          Garis Strip Titik
          Garis Tipis
          Garis Titik-Titik

Skala gambar
  Pakailah skala dengan angka-angka yang bulat dan mudah yaitu sebagai berikut:
       Gambar situasi skala 1:5.000 sampai 1:10.000
       Gambar potongan dan denah skala 1:50 sampai 1:100
       Gambar detail skala 1:1 sampai 1:10

Gambar penampang atau simbol bahan
  Normalisasi gambar bahan-bahan bangunan untuk memperjelas gambar teknis harus
  memakai tanda standar/ seragam.


                        Tabel 2 Gambar penampang dan simbol bahan




                    Besi                                                Kayu




             Permukaan tanah                                    Permukaan air

2
Pasangan batu kali                            Pasangan batu bata




                  Beton                            Urugan tanah dan pasangan batu

3. GAMBAR HASIL PENGUKURAN
Ada beberapa macam gambar yang akan dibuat dalam pekerjaan perencanaan drainase yaitu
meliputi :
        Gambar hasil pengukuran atau gambar eksisting
        Gambar hasil perencanaan

Gambar hasil pengukuran merupakan tahap penyajian data dan merupakan tahap terakhir dari
proses pengukuran. Gambar-gambar hasil pengukuran akan ditampilkan sebagai eksisting dari
kondisi lapangan yang sebenarnya.

Gambar-gambar hasil pengukuran tersebut yaitu :
      Gambar situasi
      Gambar potongan profil melintang saluran
      Gambar potongan profil memanjang saluran


Pekerjaan penggambaran dilakukan di atas kertas milimeter dan obyek penggambaran sebagai
berikut:
         Penentuan koordinat X dan Y
         Plotting semua titik poligon
         Plotting tempat pengamatan situasi dan profil
         Penggambaran potongan melintang dan memanjang dengan komputer dan plotter yang
         meliputi pengisian nama patok jarak dan tinggi.

                                                                                            3
Skala gambar, untuk penampang memanjang dengan skala 1:1.000 ke arah horizontal
        dan skala 1:100 ke arah vertikal yang dilengkapi gambar situasi trase saluran
        Untuk penampang melintang digambar dengan skala 1:100 baik ke arah vertikal
        maupun horizontal
        Gambar detail menggunakan skala 1:10

Aturan khusus penggambaran ukuran tanah:
  • Seluruh penampang melintang harus digambar dengan melihat ke arah hilir (sesuai arah
     aliran).
  • Istilah tebing kiri dan tebing kanan juga dibuat sesuai dengan arah ke hilir tersebut (sesuai
     dengan aturan yang lazim).
  • Penampang memanjang digambar dengan arah aliran dari kiri ke kanan.

4. GAMBAR DESAIN / PERENCANAAN
Jenis gambar hasil perencanaan
Penggambaran hasil perencanaan akan disajikan antara lain meliputi :
        Gambar peta lay-out atau situasi sistem drainase rencana.
        Gambar potongan memanjang saluran, yang penggambarannya akan diplot langsung
        pada gambar eksisting yang sudah dilengkapi gambar situasi atau trase.
        Gambar potongan melintang saluran, dibuat seperti pada gambar potongan memanjang
        yaitu penggambaran potongan melintang ini juga akan diplot diatas gambar eksisting.
        Gambar bangunan pelengkap (gorong-gorong, bangunan terjun, dll) dilengkapi dengan
        beberapa gambar potongan.
        Gambar-gambar detail seperti detail konstruksi dan lain-lain.

Skala gambar hasil perencanaan
Skala gambar hasil perencaan akan disajikan dengan ketentuan sebagai berikut:
        Peta lay-out atau situasi sistem drainase rencana, dibuat dengan skala 1:5.000 sampai
        dengan 1:10.000
        Gambar potongan memanjang saluran, dibuat dengan skala 1:1.000 untuk arah
        horizontal dan skala 1:100 untuk arah vertikal
        Gambar potongan melintang saluran, dibuat dengan skala 1:100 untuk arah vertikal dan
        horizontal
        Gambar bangunan pelengkap (gorong-gorong, bangunan terjun, dll) dibuat dengan skala
        1:100 yang dilengkapi dengan beberapa gambar potongan
        Gambar-gambar detail seperti detail konstruksi dan lain-lain dibuat dengan skala
        minimal 1:10



4
Gambar 1. Potongan pipa beton untuk gorong-gorong




Gambar 2. Potongan melintang bangunan terjun tegak

                                                     5
Gambar 3. Potongan melintang bangunan terjun miring




6
Gambar 4. Peta situasi dan detail potongan saluran drainase




                                                              7
Gambar 5. Gambar Tipikal Pintu Air




    Gambar 6. Gambar Tipikal Pintu Air
8
Gambar 7. Gambar Tipikal Pelindung Pintu Air




                                               9
Gambar 8. Gambar Tipikal Rumah Pompa dan Jaringan Pipa Pompa




10
Gambar 9. Gambar Contoh Peletakan Rumah Pompa




                                                11
Gambar 10. Gambar Tipikal Kolam Intake




5.   STANDARISASI GAMBAR

Tujuan Standarisasi
Karena sistem drainase sudah mulai banyak dikenal oleh penduduk dengan bentuk yang sudah
mulai seragam, maka diperlukan standarisasi bangunan tipikal sistem drainase, mengingat
alasan yang sudah jelas menguntungkan, baik pada biaya konstruksi sistem drainase ini, maupun
penghematan biaya dan waktu perencanaan secara berulang-ulang oleh pihak yang silih berganti
untuk barang yang sama.

Selain itu, standarisasi dimaksudkan agar penduduk yang boleh dikatakan awam dalam bidang
teknik, akan dapat membangun sendiri sistem drainase di dalam dan di depan rumahnya tanpa
memerlukan keikutsertakan ahli teknik profesional, hanya dengan membaca dan melaksanakan
gambar tipikal yang diberikan standarisasinya.


12
Tanpa standarisasi, dapat saja penduduk membangun sistem drainasenya sendiri, seperti yang
telah banyak dilihat pada sistem drainase perkotaan yang ada. Tetapi kesalahan bentuk teknis
yang ada saat ini, akan diulangi dimana-mana, karena menyebar dengan cepat dari satu tempat
ke tempat yang lain.

Standarisasi ini, selain bermaksud untuk memasyarakatkan gambar-gambar tipikal drainase,
berguna pula untuk :

      Mengatasi Bottle Neck pada Gorong-Gorong
      Menentukan suatu batasan mimimum dan maksimum suatu besaran seperti misalnya,
      batas ukuran gorong-gorong yang akan memiliki ukuran minimum tertentu, agar orang
      masih dapat masuk untuk membersihkan saluran tersebut.
      Ukuran gorong-gorong maksimum diperlukan bilamana pelaksanaannya terlalu sukar dan
      lebih baik diganti saja dengan jembatan.

      Standarisasi Ukuran Bahan Bangunan
      Menentukan standarisasi ukuran bahan sistem drainase, seperti misalnya ukuran buis
      beton, pelat tutup, pelat man-hole, pagar pengamanan gorong-gorong, dan lain-lain, agar
      pabrik dan suplier bahan bangunan ini dapat mendapatkan keseragaman barang yang
      dijualnya, sehingga memudahkan pasangan dan pelaksanaan.

      Mencegah Kurangnya Salah Satu Elemen Bangunan.
      Standarisasi juga dimaksudkan agar kesalahan hidraulik yang banyak dijumpai pada
      bangunan drainase yang dibuat oleh penduduk bisa diperbaiki, seperti misalnya
      pembuatan bangunan gorong-gorong di depan rumah, yang terlalu kecil (lebih kecil
      daripada penampang salurannya sendiri), bangunan saluran dalam yang tidak
      diperlengkapi dengan pagar, sehingga membahayakan penduduk, bangunan gorong-
      gorong yang melayani saluran tanah, tetapi tidak ada bangunan transisi inlet maupun
      outletnya.

      Membenahi Bangunan
      Bangunan drain- inlet di sepanjang jalan raya memerlukan konstruksi yang benar-benar
      dapat menjamin agar air hujan yang melimpah di jalan raya akan segera melimpah ke
      saluran. Dan tidak menggenangi jalan dan badan jalan. Oleh karena itu, standarisasi
      bangunan drain-inlet ini akan mengajarkan pentingnya untuk memiliki kemiringan lahan
      di sekitar saluran, sehingga setelah hujan berhenti jalanan tidak tergenang air hujan.

      Standarisasi Penampang Saluran

                                                                                                13
Bentuk penampang melintang berbagai saluran dengan berbagai debit dan keadaan
     (kemiringan lahan yang curam atau landai) sangat menentukan sekali, karena saluran ini
     dibuat dalam jumlah banyak, sehingga kesalahan yang berulang harus dihindari. Dalam
     aspek hidraulik, dikenal istilah yang paling menguntungkan dalam segi kapasitas
     hidrauliknya, sedangkan pada segi biaya dikenal saluran yang paling ekonomis.
     Keduanya akan dipadukan, sehingga diperoleh standar penampang saluran untuk dipakai
     secara luas, yang dengan sendirinya harus terbagi atas saluran tanah, saluran berdinding
     pasangan batu kali, dan dasarnya dari tanah, atau saluran beton maupun saluran dari buis
     beton.

     Standarisasi untuk memudahkan operasi dan pemeliharaan.
     Ada dua hal yang dikehendaki oleh pihak yang menyelenggarakan Operasi dan
     Pemeliharaan saluran yaitu sistem drainase tidak mudah mengalami erosi, dan sebaliknya
     juga jangan menimbulkan endapan, atau sedapat mungkin endapan ini dilokalisir.

     Untuk mencapai hal ini, peran standarisasi tipikal bangunan sistim drainase sangatlah
     besar, karena dapat menanggulangi erosi dan mengelola pengendapan secara meluas,
     seperti misalnya memperkenalkan dalam standarisasi adanya pemasangan dinding
     pasangan pada belokan luar suatu sungai atau saluran tanah, menyarankan adanya
     bangunan outlet yang menurut standar pada gorong-gorong, atau menyarankan
     dipakainya saluran berdinding pasangan batu kali pada saluran yang curam didaerah
     perbukitan.

     Sebaliknya, endapan dilokalisir, dengan memperkenalkan suatu bangunan penangkap
     pasir yang letaknya pada persimpangan saluran, agar endapan dapat dilokalisir, atau
     mensyaratkan adanya bangunan penangkap endapan, bilamana air yang melimpas berasal
     dari kawasan yang tanahnya labil, serta mudah mengalami erosi. Dengan demikian
     sebelum memasuki sistim drainase lebih jauh, maka endapan dapat di-intersepsi dan
     dilokalisir serta dikeruk dengan rutin.

     Standarisasi Tipikal Struktural Bangunan Saluran Drainase
     Tipikal bangunan saluran memiliki resiko yang tinggi bilamana mengalami kesalahan
     dalam bidang struktur, karena keruntuhan saluran yang tipikal strukturil bangunan
     salurannya salah, menyebabkan hampir seluruh saluran drainase kota mengalami
     keruntuhan, dengan kerugian finansial yang besar.

     Tetapi sebaliknya, tipikal struktur bangunan saluran yang terlalu kuat dan berlebihan
     ukurannya dapat menyebabkan pemborosan biaya pelaksanaan saluran drainase kota,
     meskipun saluran ini sangat aman terhadap kemungkinan keruntuhan, tetapi bilamana
14
dipandang dari segi finansial kurang menguntungkan. Oleh karena itu dengan standarisasi
diharapkan diperoleh tipikal struktur bangunan saluran drainase yang tepat konstruksinya
dan dengan sendirinya layak ekonomis.

Perlu dicatat, bahwa standarisasi tipikal struktur bangunan saluran drainase juga memiliki
parameter yang cukup luas, seperti misalnya beban kendaraan yang bervariasi menurut
kelas jalan raya, jenis tanah dan kekuatan dari tanah tersebut.

Untuk Menampung Air Limbah Buangan Rumah Tangga
Seperti kita ketahui, bahwa saluran drainase di negara kita tidak saja dipergunakan untuk
menampung air hujan saja, tetapi juga untuk menampung air limbah rumah tangga, maka
sifat-sifat dari air limbah ini juga harus sedikit banyak dipahami dan diterapkan pada
bentuk tipikal bangunan drainase yang hendak dipakai.

Air limbah rumah tangga jumlahnya tidak sebanyak air hujan lebat, tetapi air hujan lebat
hanya terjadi beberapa kali dalam setahun, sehingga dalam prakteknya Tipikal Bangunan
Saluran Drainase harus memiliki “lekukan” pada bagian dasarnya, yang biasanya dibuat
dari pipa setengah lingkaran, yang khusus disediakan untuk menampung air limbah
rumah tangga ini, sehingga kecepatan air limbah dapat dipertahankan cukup besar untuk
mencegah sedimentasi.

Bilamana “lekukan” ini tidak diberikan pada bagian dasar saluran ini, maka air limbah
akan menyebar keseluruh dasar saluran dan menyebabkan kecepatannya menurun,
sehingga menimbulkan pengendapan. Pemahaman ini kurang banyak diketahui oleh
perencana dan pihak yang membuat saluran drainase, sehingga perlu disebar luaskan
pengertian penampungan air limbah rumah tangga ini dalam bentuk standar tipikal
bangunan sistem drainase, sehingga disamping mencegah pengendapan air limbah ini,
juga dapat mencegah agar air limbah yang berpotensi menyebabkan pencemaran yang
dapat mematikan manusia ini bisa dicegah, yaitu dengan memberikan dasar pasangan
batu kali, atau pipa beton setengah lingkaran didasar saluran. Meskipun berupa saluran
tanah.

Peralatan Penahan Sampah
Saluran yang direncanakan dengan baik dan lengkap akan memiliki peralatan penahan
sampah baik pada bangunan drain inlet, atau menutupnya dengan pelat beton, atau
memasang jeruji besi penahan aliran sampah.




                                                                                             15
Hal ini hendak diingatkan pemakaiannya pada Standarisasi Tipikal Bangunan Sistem
      Drainase, sehingga dengan demikian kekurangan yang ada dapat disempurnakan dalam
      skala yang luas, diseluruh penanganan drainase perkotaan.

      Standarisasi Pekerjaan Kontraktor Sistem Saluran Drainase
      Dengan adanya standarisasinya tipikal bangunan sistem drainase, maka kontraktor yang
      melaksanakan pekerjaan ini, juga akan mengalami kemudahan karena melaksanakan
      pekerjaan sama secara berulang-ulang sehingga organisasi kontraktor dan methodologi
      kerja telah menyesuaikan terhadap standar kerja. Begitu juga dengan stock persediaan
      bahan (misalnya pipa setengah lingkaran) dari kontraktor juga disesuaikan dengan standar
      yang berlaku.

      Dengan sendirinya biaya konstruksi dapat ditekan menjadi lebih murah, karena
      standarisasi ini. Sehingga dapat dicapai penghematan yang bersifat skala besar, didalam
      melaksanakan sistem drainase ini.

ASPEK-ASPEK YANG AKAN DIPERTIMBANGKAN
Menetapkan suatu tipikal bangunan sistem drainase yang dapat langsung diterima oleh
masyarakat, bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Banyak aspek-aspek yang harus
diperhatikan, agar tipikal ini mudah dilaksanakan, kelihatan manfaat nyata yang dapat diperoleh
oleh masyarakat, seperti misalnya :

      Pemakaian Bahan Lokal dan Harga Bahan yang Murah
      Bahan saluran drainase dengan pasangan batu kali, misalnya merupakan bahan lokal yang
      harganya termasuk murah, sehingga banyak dipergunakan dimana-mana dan standarisasi
      tipikal dengan bahan ini banyak mendapat sambutan masyarakat.

      Kemampuan Teknis Masyarakat Yang Ada
      Salah satu tujuan dari Standarisasi Tipikal Bangunan Drainase adalah untuk
      memberikan panduan pembangunannya tetapi tidak perlu lagi tenaga ahli untuk
      membantu mengadakan monitoring dan supervisi pelaksanaannya. Oleh karena itu,
      Tipikal Bangunan harus dibuat sedemikian sehingga mudah dimengerti oleh masyarakat.

      Standar Tipikal Bangunan harus dipersiapkan dengan matang dan siap pakai karena
      sistem drainase harus dilaksanakan secara besar-besaran, maka kesalahan teknis pada
      tipikal bangunan ini akan mengakibatkan kerugian yang ada dalam skala besar. Oleh
      karena itu Tipikal bangunan harus dipersiapkan dengan matang dan siap pakai dalam arti
      kata telah diadakan pengujian dan post monitoring yang intensif.

16
Secara berangsur-angsur dipersiapkan agar tipikal bangunan drainase dapat dilaksanakan
oleh masyarakat sendiri. Dalam kebijakan pembangunan terdahulu banyak perencanaan
teknis drainase perkotaan yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Tetapi mengingat
kuantitas perkotaan yang memerlukan sistem drainase yang memadai, maka secara
berangsur-angsur pelaksanaan sistem drainase akan didelegasikan kepada masyarakat
dalam bentuk swadaya, sehingga dengan sendirinya Tipikal Bangunan Sistem Drainase
harus dipersiapkan juga untuk dapat dilaksanakan oleh masyarakat dengan cara
swasembada, swadaya dan swakelola.




                                                                                         17

More Related Content

What's hot

TUGAS BESAR GEOMETRIK JALAN RAYA
TUGAS BESAR GEOMETRIK JALAN RAYATUGAS BESAR GEOMETRIK JALAN RAYA
TUGAS BESAR GEOMETRIK JALAN RAYA
Aristo Amir
 
Perbaikan Tanah Gambut
Perbaikan Tanah Gambut Perbaikan Tanah Gambut
Perbaikan Tanah Gambut
CITRA MARGA NUSAPHALA PERSADA, PT TBK
 
Analisa pekerjaan bongkaran
Analisa pekerjaan bongkaranAnalisa pekerjaan bongkaran
Analisa pekerjaan bongkaran
Saeful Fajri
 
Pedoman desain geometrik jalan 2020
Pedoman desain geometrik jalan 2020Pedoman desain geometrik jalan 2020
Pedoman desain geometrik jalan 2020
University of Widyagama Malang
 
Sni 7393-2008-tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan aluminium...
Sni 7393-2008-tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan aluminium...Sni 7393-2008-tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan aluminium...
Sni 7393-2008-tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan aluminium...
Ellan Syahnoorizal Siregar
 
Contoh metode pelaksanaan pekerjaan jalan raya
Contoh metode pelaksanaan pekerjaan jalan rayaContoh metode pelaksanaan pekerjaan jalan raya
Contoh metode pelaksanaan pekerjaan jalan raya
MOSES HADUN
 
Rencana Atap dan Detail Kuda Kuda
Rencana Atap dan Detail Kuda Kuda Rencana Atap dan Detail Kuda Kuda
Rencana Atap dan Detail Kuda Kuda
Rian Irvandi
 
Metode teknis dan flow chart of work
Metode teknis dan  flow chart of workMetode teknis dan  flow chart of work
Metode teknis dan flow chart of work
Zinet Yeha
 
SNI 2847-2013 Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung
SNI 2847-2013 Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan GedungSNI 2847-2013 Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung
SNI 2847-2013 Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung
Mira Pemayun
 
Peraturan perencanaan geometrik jalan antar kota no.38 tbm 1997 (2)
Peraturan perencanaan geometrik jalan antar kota no.38 tbm 1997 (2)Peraturan perencanaan geometrik jalan antar kota no.38 tbm 1997 (2)
Peraturan perencanaan geometrik jalan antar kota no.38 tbm 1997 (2)
Harsanty Seran
 
Kebutuhan air dan pemberian air
Kebutuhan air dan pemberian airKebutuhan air dan pemberian air
Kebutuhan air dan pemberian air
Munzirkamala
 
KERUNTUHAN PONDASI
KERUNTUHAN PONDASIKERUNTUHAN PONDASI
KERUNTUHAN PONDASI
Nurul Angreliany
 
Bab 2 perencanaan gording
Bab 2 perencanaan gordingBab 2 perencanaan gording
Bab 2 perencanaan gordingGraham Atmadja
 
PELAKSANAAN PEMELIHARAAN JALAN DAN JEMBATAN
PELAKSANAAN PEMELIHARAAN JALAN DAN JEMBATANPELAKSANAAN PEMELIHARAAN JALAN DAN JEMBATAN
PELAKSANAAN PEMELIHARAAN JALAN DAN JEMBATAN
MOSES HADUN
 
11 sistem jaringan dan bangunan irigasi
11   sistem jaringan dan bangunan irigasi11   sistem jaringan dan bangunan irigasi
11 sistem jaringan dan bangunan irigasi
Kharistya Amaru
 
Metode pelaksanaan-konstruksi-jembatan
Metode pelaksanaan-konstruksi-jembatanMetode pelaksanaan-konstruksi-jembatan
Metode pelaksanaan-konstruksi-jembatan
CITRA MARGA NUSAPHALA PERSADA, PT TBK
 
Perkerasan jalan raya kelompok dhanes
Perkerasan jalan raya kelompok dhanesPerkerasan jalan raya kelompok dhanes
Perkerasan jalan raya kelompok dhanes
rakesword
 
Perencanaan teknis bangunan gedung ppt
Perencanaan teknis bangunan gedung pptPerencanaan teknis bangunan gedung ppt
Perencanaan teknis bangunan gedung ppt
Harun Ariesto Wijaya
 
Tata Cara Penyusunan Rencana Induk Sistem Drainase Perkotaan
Tata Cara Penyusunan Rencana Induk Sistem Drainase Perkotaan Tata Cara Penyusunan Rencana Induk Sistem Drainase Perkotaan
Tata Cara Penyusunan Rencana Induk Sistem Drainase Perkotaan
Joy Irman
 
Kuliah minggu ke 9 struktur jembatan,06 nopb2012
Kuliah minggu ke 9 struktur jembatan,06 nopb2012Kuliah minggu ke 9 struktur jembatan,06 nopb2012
Kuliah minggu ke 9 struktur jembatan,06 nopb2012
فهرودين سفي
 

What's hot (20)

TUGAS BESAR GEOMETRIK JALAN RAYA
TUGAS BESAR GEOMETRIK JALAN RAYATUGAS BESAR GEOMETRIK JALAN RAYA
TUGAS BESAR GEOMETRIK JALAN RAYA
 
Perbaikan Tanah Gambut
Perbaikan Tanah Gambut Perbaikan Tanah Gambut
Perbaikan Tanah Gambut
 
Analisa pekerjaan bongkaran
Analisa pekerjaan bongkaranAnalisa pekerjaan bongkaran
Analisa pekerjaan bongkaran
 
Pedoman desain geometrik jalan 2020
Pedoman desain geometrik jalan 2020Pedoman desain geometrik jalan 2020
Pedoman desain geometrik jalan 2020
 
Sni 7393-2008-tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan aluminium...
Sni 7393-2008-tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan aluminium...Sni 7393-2008-tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan aluminium...
Sni 7393-2008-tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan aluminium...
 
Contoh metode pelaksanaan pekerjaan jalan raya
Contoh metode pelaksanaan pekerjaan jalan rayaContoh metode pelaksanaan pekerjaan jalan raya
Contoh metode pelaksanaan pekerjaan jalan raya
 
Rencana Atap dan Detail Kuda Kuda
Rencana Atap dan Detail Kuda Kuda Rencana Atap dan Detail Kuda Kuda
Rencana Atap dan Detail Kuda Kuda
 
Metode teknis dan flow chart of work
Metode teknis dan  flow chart of workMetode teknis dan  flow chart of work
Metode teknis dan flow chart of work
 
SNI 2847-2013 Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung
SNI 2847-2013 Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan GedungSNI 2847-2013 Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung
SNI 2847-2013 Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung
 
Peraturan perencanaan geometrik jalan antar kota no.38 tbm 1997 (2)
Peraturan perencanaan geometrik jalan antar kota no.38 tbm 1997 (2)Peraturan perencanaan geometrik jalan antar kota no.38 tbm 1997 (2)
Peraturan perencanaan geometrik jalan antar kota no.38 tbm 1997 (2)
 
Kebutuhan air dan pemberian air
Kebutuhan air dan pemberian airKebutuhan air dan pemberian air
Kebutuhan air dan pemberian air
 
KERUNTUHAN PONDASI
KERUNTUHAN PONDASIKERUNTUHAN PONDASI
KERUNTUHAN PONDASI
 
Bab 2 perencanaan gording
Bab 2 perencanaan gordingBab 2 perencanaan gording
Bab 2 perencanaan gording
 
PELAKSANAAN PEMELIHARAAN JALAN DAN JEMBATAN
PELAKSANAAN PEMELIHARAAN JALAN DAN JEMBATANPELAKSANAAN PEMELIHARAAN JALAN DAN JEMBATAN
PELAKSANAAN PEMELIHARAAN JALAN DAN JEMBATAN
 
11 sistem jaringan dan bangunan irigasi
11   sistem jaringan dan bangunan irigasi11   sistem jaringan dan bangunan irigasi
11 sistem jaringan dan bangunan irigasi
 
Metode pelaksanaan-konstruksi-jembatan
Metode pelaksanaan-konstruksi-jembatanMetode pelaksanaan-konstruksi-jembatan
Metode pelaksanaan-konstruksi-jembatan
 
Perkerasan jalan raya kelompok dhanes
Perkerasan jalan raya kelompok dhanesPerkerasan jalan raya kelompok dhanes
Perkerasan jalan raya kelompok dhanes
 
Perencanaan teknis bangunan gedung ppt
Perencanaan teknis bangunan gedung pptPerencanaan teknis bangunan gedung ppt
Perencanaan teknis bangunan gedung ppt
 
Tata Cara Penyusunan Rencana Induk Sistem Drainase Perkotaan
Tata Cara Penyusunan Rencana Induk Sistem Drainase Perkotaan Tata Cara Penyusunan Rencana Induk Sistem Drainase Perkotaan
Tata Cara Penyusunan Rencana Induk Sistem Drainase Perkotaan
 
Kuliah minggu ke 9 struktur jembatan,06 nopb2012
Kuliah minggu ke 9 struktur jembatan,06 nopb2012Kuliah minggu ke 9 struktur jembatan,06 nopb2012
Kuliah minggu ke 9 struktur jembatan,06 nopb2012
 

Similar to Gambar teknis perencanaan drainase

Gambar Arsitektur 1.pptx
Gambar Arsitektur 1.pptxGambar Arsitektur 1.pptx
Gambar Arsitektur 1.pptx
AHMADAFRIANTO1
 
MODUL TKP M5KB3 - GAMBAR BANGUNAN AIR
MODUL TKP M5KB3 - GAMBAR BANGUNAN AIRMODUL TKP M5KB3 - GAMBAR BANGUNAN AIR
MODUL TKP M5KB3 - GAMBAR BANGUNAN AIR
PPGHybrid1
 
PPT JURU GAMBAR JALAN DAN JEMBATAN LV 4.pptx
PPT JURU GAMBAR JALAN DAN JEMBATAN LV 4.pptxPPT JURU GAMBAR JALAN DAN JEMBATAN LV 4.pptx
PPT JURU GAMBAR JALAN DAN JEMBATAN LV 4.pptx
ANGKATANCORONA1
 
Materi Gambar Teknik (Pertemuan-2 dan 3).ppt
Materi Gambar Teknik  (Pertemuan-2 dan 3).pptMateri Gambar Teknik  (Pertemuan-2 dan 3).ppt
Materi Gambar Teknik (Pertemuan-2 dan 3).ppt
Rahmat Anggi Marvianto
 
Lukisan bangunan
Lukisan bangunanLukisan bangunan
Lukisan bangunan
YASMINE HASLAN
 
TRAINING ISOMETRIK.pptx
TRAINING ISOMETRIK.pptxTRAINING ISOMETRIK.pptx
TRAINING ISOMETRIK.pptx
Adrysncof
 
2. Keterlibatan pada dalam mewujudkan pekerjaan kost. Bangunan Gedung..pptx
2. Keterlibatan pada dalam mewujudkan pekerjaan kost. Bangunan Gedung..pptx2. Keterlibatan pada dalam mewujudkan pekerjaan kost. Bangunan Gedung..pptx
2. Keterlibatan pada dalam mewujudkan pekerjaan kost. Bangunan Gedung..pptx
IWayanSomayasa
 
handout-fw1-gd.pptx
handout-fw1-gd.pptxhandout-fw1-gd.pptx
handout-fw1-gd.pptx
JihanNFakhira
 
Proses Desain Drainase Perkotaan
Proses Desain Drainase PerkotaanProses Desain Drainase Perkotaan
Proses Desain Drainase Perkotaan
Joy Irman
 
Menggambar mrsin
Menggambar mrsinMenggambar mrsin
Menggambar mrsinAlen Pepa
 
Drainase - Proses desain drainase perkotaan
Drainase - Proses desain drainase perkotaanDrainase - Proses desain drainase perkotaan
Drainase - Proses desain drainase perkotaan
noussevarenna
 
MATERI TEKNIK GAMBAR MANUFAKTUR UNTUK SMK MESIN
MATERI TEKNIK GAMBAR MANUFAKTUR UNTUK SMK MESINMATERI TEKNIK GAMBAR MANUFAKTUR UNTUK SMK MESIN
MATERI TEKNIK GAMBAR MANUFAKTUR UNTUK SMK MESIN
Sarwanto.S.Pd.T
 
teknikgambarmanufaktur.pptx
teknikgambarmanufaktur.pptxteknikgambarmanufaktur.pptx
teknikgambarmanufaktur.pptx
pes20226
 
Modul Teknik gambar manufaktur 2018
Modul Teknik gambar manufaktur 2018Modul Teknik gambar manufaktur 2018
Modul Teknik gambar manufaktur 2018
Sarwanto.S.Pd.T
 
Pertemuan 1 gambar teknik
Pertemuan 1   gambar teknikPertemuan 1   gambar teknik
Pertemuan 1 gambar teknik
angie parameswari
 
Laporan Kartografi Long Cross Section Peta RBI 1608-111 Batu
Laporan Kartografi Long Cross Section Peta RBI 1608-111 BatuLaporan Kartografi Long Cross Section Peta RBI 1608-111 Batu
Laporan Kartografi Long Cross Section Peta RBI 1608-111 BatuNational Cheng Kung University
 
standart minimal gambar.pdf
standart minimal gambar.pdfstandart minimal gambar.pdf
standart minimal gambar.pdf
AdeIqbalPradhana
 
00001 - 02. PENGANTAR GAMBAR TEKNIK.pptx
00001 - 02. PENGANTAR GAMBAR TEKNIK.pptx00001 - 02. PENGANTAR GAMBAR TEKNIK.pptx
00001 - 02. PENGANTAR GAMBAR TEKNIK.pptx
arwahyudin27
 
P12. Potongan Bangunan dan Lanskap.ppt
P12. Potongan Bangunan dan Lanskap.pptP12. Potongan Bangunan dan Lanskap.ppt
P12. Potongan Bangunan dan Lanskap.ppt
IrawanLecturer
 
PEMAHAMAN LUKISAN ARKITEK, PELAN SUSUNATUR, DAN SKALA
PEMAHAMAN LUKISAN ARKITEK, PELAN SUSUNATUR, DAN SKALAPEMAHAMAN LUKISAN ARKITEK, PELAN SUSUNATUR, DAN SKALA
PEMAHAMAN LUKISAN ARKITEK, PELAN SUSUNATUR, DAN SKALA
Puteri Zaharah
 

Similar to Gambar teknis perencanaan drainase (20)

Gambar Arsitektur 1.pptx
Gambar Arsitektur 1.pptxGambar Arsitektur 1.pptx
Gambar Arsitektur 1.pptx
 
MODUL TKP M5KB3 - GAMBAR BANGUNAN AIR
MODUL TKP M5KB3 - GAMBAR BANGUNAN AIRMODUL TKP M5KB3 - GAMBAR BANGUNAN AIR
MODUL TKP M5KB3 - GAMBAR BANGUNAN AIR
 
PPT JURU GAMBAR JALAN DAN JEMBATAN LV 4.pptx
PPT JURU GAMBAR JALAN DAN JEMBATAN LV 4.pptxPPT JURU GAMBAR JALAN DAN JEMBATAN LV 4.pptx
PPT JURU GAMBAR JALAN DAN JEMBATAN LV 4.pptx
 
Materi Gambar Teknik (Pertemuan-2 dan 3).ppt
Materi Gambar Teknik  (Pertemuan-2 dan 3).pptMateri Gambar Teknik  (Pertemuan-2 dan 3).ppt
Materi Gambar Teknik (Pertemuan-2 dan 3).ppt
 
Lukisan bangunan
Lukisan bangunanLukisan bangunan
Lukisan bangunan
 
TRAINING ISOMETRIK.pptx
TRAINING ISOMETRIK.pptxTRAINING ISOMETRIK.pptx
TRAINING ISOMETRIK.pptx
 
2. Keterlibatan pada dalam mewujudkan pekerjaan kost. Bangunan Gedung..pptx
2. Keterlibatan pada dalam mewujudkan pekerjaan kost. Bangunan Gedung..pptx2. Keterlibatan pada dalam mewujudkan pekerjaan kost. Bangunan Gedung..pptx
2. Keterlibatan pada dalam mewujudkan pekerjaan kost. Bangunan Gedung..pptx
 
handout-fw1-gd.pptx
handout-fw1-gd.pptxhandout-fw1-gd.pptx
handout-fw1-gd.pptx
 
Proses Desain Drainase Perkotaan
Proses Desain Drainase PerkotaanProses Desain Drainase Perkotaan
Proses Desain Drainase Perkotaan
 
Menggambar mrsin
Menggambar mrsinMenggambar mrsin
Menggambar mrsin
 
Drainase - Proses desain drainase perkotaan
Drainase - Proses desain drainase perkotaanDrainase - Proses desain drainase perkotaan
Drainase - Proses desain drainase perkotaan
 
MATERI TEKNIK GAMBAR MANUFAKTUR UNTUK SMK MESIN
MATERI TEKNIK GAMBAR MANUFAKTUR UNTUK SMK MESINMATERI TEKNIK GAMBAR MANUFAKTUR UNTUK SMK MESIN
MATERI TEKNIK GAMBAR MANUFAKTUR UNTUK SMK MESIN
 
teknikgambarmanufaktur.pptx
teknikgambarmanufaktur.pptxteknikgambarmanufaktur.pptx
teknikgambarmanufaktur.pptx
 
Modul Teknik gambar manufaktur 2018
Modul Teknik gambar manufaktur 2018Modul Teknik gambar manufaktur 2018
Modul Teknik gambar manufaktur 2018
 
Pertemuan 1 gambar teknik
Pertemuan 1   gambar teknikPertemuan 1   gambar teknik
Pertemuan 1 gambar teknik
 
Laporan Kartografi Long Cross Section Peta RBI 1608-111 Batu
Laporan Kartografi Long Cross Section Peta RBI 1608-111 BatuLaporan Kartografi Long Cross Section Peta RBI 1608-111 Batu
Laporan Kartografi Long Cross Section Peta RBI 1608-111 Batu
 
standart minimal gambar.pdf
standart minimal gambar.pdfstandart minimal gambar.pdf
standart minimal gambar.pdf
 
00001 - 02. PENGANTAR GAMBAR TEKNIK.pptx
00001 - 02. PENGANTAR GAMBAR TEKNIK.pptx00001 - 02. PENGANTAR GAMBAR TEKNIK.pptx
00001 - 02. PENGANTAR GAMBAR TEKNIK.pptx
 
P12. Potongan Bangunan dan Lanskap.ppt
P12. Potongan Bangunan dan Lanskap.pptP12. Potongan Bangunan dan Lanskap.ppt
P12. Potongan Bangunan dan Lanskap.ppt
 
PEMAHAMAN LUKISAN ARKITEK, PELAN SUSUNATUR, DAN SKALA
PEMAHAMAN LUKISAN ARKITEK, PELAN SUSUNATUR, DAN SKALAPEMAHAMAN LUKISAN ARKITEK, PELAN SUSUNATUR, DAN SKALA
PEMAHAMAN LUKISAN ARKITEK, PELAN SUSUNATUR, DAN SKALA
 

More from infosanitasi

Permen pupr24 2014
Permen pupr24 2014Permen pupr24 2014
Permen pupr24 2014infosanitasi
 
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
infosanitasi
 
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
infosanitasi
 
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...infosanitasi
 
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
infosanitasi
 
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...infosanitasi
 
Permen PUPR pupr26 2014
Permen PUPR pupr26 2014Permen PUPR pupr26 2014
Permen PUPR pupr26 2014infosanitasi
 
Aspek Kelembagaan dan Pendanaan Sanitasi dalam Program PPSP 2015-2019
Aspek Kelembagaan dan Pendanaan Sanitasi dalam Program PPSP 2015-2019Aspek Kelembagaan dan Pendanaan Sanitasi dalam Program PPSP 2015-2019
Aspek Kelembagaan dan Pendanaan Sanitasi dalam Program PPSP 2015-2019
infosanitasi
 
Usulan Program dan Kegiatan dalam Memorandum Program Sanitasi
Usulan Program dan Kegiatan dalam Memorandum Program SanitasiUsulan Program dan Kegiatan dalam Memorandum Program Sanitasi
Usulan Program dan Kegiatan dalam Memorandum Program Sanitasi
infosanitasi
 
Target Pembangunan Sanitasi Nasional 2015-2019
Target Pembangunan Sanitasi Nasional 2015-2019Target Pembangunan Sanitasi Nasional 2015-2019
Target Pembangunan Sanitasi Nasional 2015-2019
infosanitasi
 
Pengalokasian Pendanaan Sanitasi bidang Kesehatan
Pengalokasian Pendanaan Sanitasi bidang KesehatanPengalokasian Pendanaan Sanitasi bidang Kesehatan
Pengalokasian Pendanaan Sanitasi bidang Kesehatan
infosanitasi
 
Pendampingan Pokja dalam Pengelolaan Program PPSP 2015
Pendampingan Pokja dalam Pengelolaan Program PPSP 2015Pendampingan Pokja dalam Pengelolaan Program PPSP 2015
Pendampingan Pokja dalam Pengelolaan Program PPSP 2015
infosanitasi
 
Pelaksanaan Program PPSP tahun 2015
Pelaksanaan Program PPSP tahun 2015Pelaksanaan Program PPSP tahun 2015
Pelaksanaan Program PPSP tahun 2015
infosanitasi
 
Kesiapan Pelaksanaan Studi Primer dan IPP STBM
Kesiapan Pelaksanaan Studi Primer dan IPP STBMKesiapan Pelaksanaan Studi Primer dan IPP STBM
Kesiapan Pelaksanaan Studi Primer dan IPP STBM
infosanitasi
 
Arah Kebijakan Program PPSP 2015 2019
Arah Kebijakan Program PPSP 2015 2019Arah Kebijakan Program PPSP 2015 2019
Arah Kebijakan Program PPSP 2015 2019
infosanitasi
 
Peraturan Presiden tentang Percepatan Pembangunan Air Minum dan Sanitasi
Peraturan Presiden tentang Percepatan Pembangunan Air Minum dan SanitasiPeraturan Presiden tentang Percepatan Pembangunan Air Minum dan Sanitasi
Peraturan Presiden tentang Percepatan Pembangunan Air Minum dan Sanitasi
infosanitasi
 
Strategi, Kebijakan, Target dan Sasaran Pembangunan Sanitasi (Air Limbah dan ...
Strategi, Kebijakan, Target dan Sasaran Pembangunan Sanitasi (Air Limbah dan ...Strategi, Kebijakan, Target dan Sasaran Pembangunan Sanitasi (Air Limbah dan ...
Strategi, Kebijakan, Target dan Sasaran Pembangunan Sanitasi (Air Limbah dan ...
infosanitasi
 
Tahap Implementasi Pembangunan Sanitasi Permukiman
Tahap Implementasi Pembangunan Sanitasi PermukimanTahap Implementasi Pembangunan Sanitasi Permukiman
Tahap Implementasi Pembangunan Sanitasi Permukiman
infosanitasi
 
Daftar Kabupaten/Kota Peserta Program PPSP 2015
Daftar Kabupaten/Kota Peserta Program PPSP 2015Daftar Kabupaten/Kota Peserta Program PPSP 2015
Daftar Kabupaten/Kota Peserta Program PPSP 2015
infosanitasi
 
Permen PU 01 2014 Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataa...
Permen PU 01 2014 Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataa...Permen PU 01 2014 Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataa...
Permen PU 01 2014 Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataa...
infosanitasi
 

More from infosanitasi (20)

Permen pupr24 2014
Permen pupr24 2014Permen pupr24 2014
Permen pupr24 2014
 
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
 
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
 
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
 
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
 
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
Permen PUPR 26 2014 tentang Prosedur Operasional Standar Pengelolaan Sistem A...
 
Permen PUPR pupr26 2014
Permen PUPR pupr26 2014Permen PUPR pupr26 2014
Permen PUPR pupr26 2014
 
Aspek Kelembagaan dan Pendanaan Sanitasi dalam Program PPSP 2015-2019
Aspek Kelembagaan dan Pendanaan Sanitasi dalam Program PPSP 2015-2019Aspek Kelembagaan dan Pendanaan Sanitasi dalam Program PPSP 2015-2019
Aspek Kelembagaan dan Pendanaan Sanitasi dalam Program PPSP 2015-2019
 
Usulan Program dan Kegiatan dalam Memorandum Program Sanitasi
Usulan Program dan Kegiatan dalam Memorandum Program SanitasiUsulan Program dan Kegiatan dalam Memorandum Program Sanitasi
Usulan Program dan Kegiatan dalam Memorandum Program Sanitasi
 
Target Pembangunan Sanitasi Nasional 2015-2019
Target Pembangunan Sanitasi Nasional 2015-2019Target Pembangunan Sanitasi Nasional 2015-2019
Target Pembangunan Sanitasi Nasional 2015-2019
 
Pengalokasian Pendanaan Sanitasi bidang Kesehatan
Pengalokasian Pendanaan Sanitasi bidang KesehatanPengalokasian Pendanaan Sanitasi bidang Kesehatan
Pengalokasian Pendanaan Sanitasi bidang Kesehatan
 
Pendampingan Pokja dalam Pengelolaan Program PPSP 2015
Pendampingan Pokja dalam Pengelolaan Program PPSP 2015Pendampingan Pokja dalam Pengelolaan Program PPSP 2015
Pendampingan Pokja dalam Pengelolaan Program PPSP 2015
 
Pelaksanaan Program PPSP tahun 2015
Pelaksanaan Program PPSP tahun 2015Pelaksanaan Program PPSP tahun 2015
Pelaksanaan Program PPSP tahun 2015
 
Kesiapan Pelaksanaan Studi Primer dan IPP STBM
Kesiapan Pelaksanaan Studi Primer dan IPP STBMKesiapan Pelaksanaan Studi Primer dan IPP STBM
Kesiapan Pelaksanaan Studi Primer dan IPP STBM
 
Arah Kebijakan Program PPSP 2015 2019
Arah Kebijakan Program PPSP 2015 2019Arah Kebijakan Program PPSP 2015 2019
Arah Kebijakan Program PPSP 2015 2019
 
Peraturan Presiden tentang Percepatan Pembangunan Air Minum dan Sanitasi
Peraturan Presiden tentang Percepatan Pembangunan Air Minum dan SanitasiPeraturan Presiden tentang Percepatan Pembangunan Air Minum dan Sanitasi
Peraturan Presiden tentang Percepatan Pembangunan Air Minum dan Sanitasi
 
Strategi, Kebijakan, Target dan Sasaran Pembangunan Sanitasi (Air Limbah dan ...
Strategi, Kebijakan, Target dan Sasaran Pembangunan Sanitasi (Air Limbah dan ...Strategi, Kebijakan, Target dan Sasaran Pembangunan Sanitasi (Air Limbah dan ...
Strategi, Kebijakan, Target dan Sasaran Pembangunan Sanitasi (Air Limbah dan ...
 
Tahap Implementasi Pembangunan Sanitasi Permukiman
Tahap Implementasi Pembangunan Sanitasi PermukimanTahap Implementasi Pembangunan Sanitasi Permukiman
Tahap Implementasi Pembangunan Sanitasi Permukiman
 
Daftar Kabupaten/Kota Peserta Program PPSP 2015
Daftar Kabupaten/Kota Peserta Program PPSP 2015Daftar Kabupaten/Kota Peserta Program PPSP 2015
Daftar Kabupaten/Kota Peserta Program PPSP 2015
 
Permen PU 01 2014 Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataa...
Permen PU 01 2014 Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataa...Permen PU 01 2014 Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataa...
Permen PU 01 2014 Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataa...
 

Recently uploaded

10. Bab tentang Anuitas - Matematika ekonomi.pptx
10. Bab tentang Anuitas - Matematika ekonomi.pptx10. Bab tentang Anuitas - Matematika ekonomi.pptx
10. Bab tentang Anuitas - Matematika ekonomi.pptx
RahmanAnshari3
 
ppt metodologi penelitian bisnis digital Al faiz
ppt metodologi penelitian bisnis digital Al faizppt metodologi penelitian bisnis digital Al faiz
ppt metodologi penelitian bisnis digital Al faiz
Alfaiz21
 
pph pasal 4 ayat 2 belajar ( pph Final ).ppt
pph pasal 4 ayat 2  belajar ( pph Final ).pptpph pasal 4 ayat 2  belajar ( pph Final ).ppt
pph pasal 4 ayat 2 belajar ( pph Final ).ppt
mediamandirinusantar
 
POWER POIN MATERI KELAS XI BAB IV (3).pptx
POWER POIN MATERI KELAS XI BAB IV (3).pptxPOWER POIN MATERI KELAS XI BAB IV (3).pptx
POWER POIN MATERI KELAS XI BAB IV (3).pptx
EchaNox
 
Strategi pemasaran dalam bisnis ritel diperusahaan
Strategi pemasaran dalam bisnis ritel diperusahaanStrategi pemasaran dalam bisnis ritel diperusahaan
Strategi pemasaran dalam bisnis ritel diperusahaan
fatamorganareborn88
 
Khutbah Jum'at, RASULULLAH BERANGKAT BERUMRAH DAN BERHAJI MULAI BULAN DZULQA'...
Khutbah Jum'at, RASULULLAH BERANGKAT BERUMRAH DAN BERHAJI MULAI BULAN DZULQA'...Khutbah Jum'at, RASULULLAH BERANGKAT BERUMRAH DAN BERHAJI MULAI BULAN DZULQA'...
Khutbah Jum'at, RASULULLAH BERANGKAT BERUMRAH DAN BERHAJI MULAI BULAN DZULQA'...
GalihHardiansyah2
 
BAB 8 Teori Akuntansi dan Konsekuensi Ekonomi.pptx
BAB 8 Teori Akuntansi dan Konsekuensi Ekonomi.pptxBAB 8 Teori Akuntansi dan Konsekuensi Ekonomi.pptx
BAB 8 Teori Akuntansi dan Konsekuensi Ekonomi.pptx
arda89
 
PPT METODOLOGI PENELITIAN MUHAMMAD IQBAL.pdf
PPT METODOLOGI PENELITIAN MUHAMMAD IQBAL.pdfPPT METODOLOGI PENELITIAN MUHAMMAD IQBAL.pdf
PPT METODOLOGI PENELITIAN MUHAMMAD IQBAL.pdf
MuhammadIqbal24956
 
Materi Pemasaran Kelas 11 kurikulum merdeka
Materi Pemasaran Kelas 11 kurikulum merdekaMateri Pemasaran Kelas 11 kurikulum merdeka
Materi Pemasaran Kelas 11 kurikulum merdeka
13FitriDwi
 
AUDIT II KELOMPOK 9_indrioktuvianii.pptx
AUDIT II KELOMPOK 9_indrioktuvianii.pptxAUDIT II KELOMPOK 9_indrioktuvianii.pptx
AUDIT II KELOMPOK 9_indrioktuvianii.pptx
indrioktuviani10
 
17837355 pemantauan dan pengendalian.ppt
17837355 pemantauan dan pengendalian.ppt17837355 pemantauan dan pengendalian.ppt
17837355 pemantauan dan pengendalian.ppt
aciambarwati
 
Grass Block Untuk Carport Pengiriman ke Klojen
Grass Block Untuk Carport Pengiriman ke KlojenGrass Block Untuk Carport Pengiriman ke Klojen
Grass Block Untuk Carport Pengiriman ke Klojen
PavingBlockBolong
 
kinerja penyusunan anggaran organisasi yang baik
kinerja penyusunan anggaran organisasi yang baikkinerja penyusunan anggaran organisasi yang baik
kinerja penyusunan anggaran organisasi yang baik
HalomoanHutajulu3
 
PPT BIMTEK STRATEGI PEMBELAJARAN EFEKTIF.pptx
PPT BIMTEK STRATEGI PEMBELAJARAN EFEKTIF.pptxPPT BIMTEK STRATEGI PEMBELAJARAN EFEKTIF.pptx
PPT BIMTEK STRATEGI PEMBELAJARAN EFEKTIF.pptx
MiscoTamaela1
 
studi kelayakan bisnis (desaian studi kelayakan).ppt
studi kelayakan bisnis (desaian studi kelayakan).pptstudi kelayakan bisnis (desaian studi kelayakan).ppt
studi kelayakan bisnis (desaian studi kelayakan).ppt
SendowoResiden
 
bauran pemasaran- STP-segmen pasar-positioning
bauran pemasaran- STP-segmen pasar-positioningbauran pemasaran- STP-segmen pasar-positioning
bauran pemasaran- STP-segmen pasar-positioning
wear7
 
Jasa Cuci Sofa Terdekat Bogor Barat Bogor.PDF
Jasa Cuci Sofa Terdekat Bogor Barat Bogor.PDFJasa Cuci Sofa Terdekat Bogor Barat Bogor.PDF
Jasa Cuci Sofa Terdekat Bogor Barat Bogor.PDF
Rajaclean
 
SUNDABET DAFTAR SLOT ONLINE GACOR MAXWIN
SUNDABET DAFTAR SLOT ONLINE GACOR MAXWINSUNDABET DAFTAR SLOT ONLINE GACOR MAXWIN
SUNDABET DAFTAR SLOT ONLINE GACOR MAXWIN
SUNDABET
 
PERTEMUAN 1 ; PENGANTAR DIGITAL MARKETING PERTANIAN.pptx
PERTEMUAN 1 ; PENGANTAR DIGITAL MARKETING PERTANIAN.pptxPERTEMUAN 1 ; PENGANTAR DIGITAL MARKETING PERTANIAN.pptx
PERTEMUAN 1 ; PENGANTAR DIGITAL MARKETING PERTANIAN.pptx
AzisahAchmad
 
hubungan-perusahaan-dengan-stakeholder-lintas-budaya-dan-pola-hidup-audit-sos...
hubungan-perusahaan-dengan-stakeholder-lintas-budaya-dan-pola-hidup-audit-sos...hubungan-perusahaan-dengan-stakeholder-lintas-budaya-dan-pola-hidup-audit-sos...
hubungan-perusahaan-dengan-stakeholder-lintas-budaya-dan-pola-hidup-audit-sos...
hanhan140379
 

Recently uploaded (20)

10. Bab tentang Anuitas - Matematika ekonomi.pptx
10. Bab tentang Anuitas - Matematika ekonomi.pptx10. Bab tentang Anuitas - Matematika ekonomi.pptx
10. Bab tentang Anuitas - Matematika ekonomi.pptx
 
ppt metodologi penelitian bisnis digital Al faiz
ppt metodologi penelitian bisnis digital Al faizppt metodologi penelitian bisnis digital Al faiz
ppt metodologi penelitian bisnis digital Al faiz
 
pph pasal 4 ayat 2 belajar ( pph Final ).ppt
pph pasal 4 ayat 2  belajar ( pph Final ).pptpph pasal 4 ayat 2  belajar ( pph Final ).ppt
pph pasal 4 ayat 2 belajar ( pph Final ).ppt
 
POWER POIN MATERI KELAS XI BAB IV (3).pptx
POWER POIN MATERI KELAS XI BAB IV (3).pptxPOWER POIN MATERI KELAS XI BAB IV (3).pptx
POWER POIN MATERI KELAS XI BAB IV (3).pptx
 
Strategi pemasaran dalam bisnis ritel diperusahaan
Strategi pemasaran dalam bisnis ritel diperusahaanStrategi pemasaran dalam bisnis ritel diperusahaan
Strategi pemasaran dalam bisnis ritel diperusahaan
 
Khutbah Jum'at, RASULULLAH BERANGKAT BERUMRAH DAN BERHAJI MULAI BULAN DZULQA'...
Khutbah Jum'at, RASULULLAH BERANGKAT BERUMRAH DAN BERHAJI MULAI BULAN DZULQA'...Khutbah Jum'at, RASULULLAH BERANGKAT BERUMRAH DAN BERHAJI MULAI BULAN DZULQA'...
Khutbah Jum'at, RASULULLAH BERANGKAT BERUMRAH DAN BERHAJI MULAI BULAN DZULQA'...
 
BAB 8 Teori Akuntansi dan Konsekuensi Ekonomi.pptx
BAB 8 Teori Akuntansi dan Konsekuensi Ekonomi.pptxBAB 8 Teori Akuntansi dan Konsekuensi Ekonomi.pptx
BAB 8 Teori Akuntansi dan Konsekuensi Ekonomi.pptx
 
PPT METODOLOGI PENELITIAN MUHAMMAD IQBAL.pdf
PPT METODOLOGI PENELITIAN MUHAMMAD IQBAL.pdfPPT METODOLOGI PENELITIAN MUHAMMAD IQBAL.pdf
PPT METODOLOGI PENELITIAN MUHAMMAD IQBAL.pdf
 
Materi Pemasaran Kelas 11 kurikulum merdeka
Materi Pemasaran Kelas 11 kurikulum merdekaMateri Pemasaran Kelas 11 kurikulum merdeka
Materi Pemasaran Kelas 11 kurikulum merdeka
 
AUDIT II KELOMPOK 9_indrioktuvianii.pptx
AUDIT II KELOMPOK 9_indrioktuvianii.pptxAUDIT II KELOMPOK 9_indrioktuvianii.pptx
AUDIT II KELOMPOK 9_indrioktuvianii.pptx
 
17837355 pemantauan dan pengendalian.ppt
17837355 pemantauan dan pengendalian.ppt17837355 pemantauan dan pengendalian.ppt
17837355 pemantauan dan pengendalian.ppt
 
Grass Block Untuk Carport Pengiriman ke Klojen
Grass Block Untuk Carport Pengiriman ke KlojenGrass Block Untuk Carport Pengiriman ke Klojen
Grass Block Untuk Carport Pengiriman ke Klojen
 
kinerja penyusunan anggaran organisasi yang baik
kinerja penyusunan anggaran organisasi yang baikkinerja penyusunan anggaran organisasi yang baik
kinerja penyusunan anggaran organisasi yang baik
 
PPT BIMTEK STRATEGI PEMBELAJARAN EFEKTIF.pptx
PPT BIMTEK STRATEGI PEMBELAJARAN EFEKTIF.pptxPPT BIMTEK STRATEGI PEMBELAJARAN EFEKTIF.pptx
PPT BIMTEK STRATEGI PEMBELAJARAN EFEKTIF.pptx
 
studi kelayakan bisnis (desaian studi kelayakan).ppt
studi kelayakan bisnis (desaian studi kelayakan).pptstudi kelayakan bisnis (desaian studi kelayakan).ppt
studi kelayakan bisnis (desaian studi kelayakan).ppt
 
bauran pemasaran- STP-segmen pasar-positioning
bauran pemasaran- STP-segmen pasar-positioningbauran pemasaran- STP-segmen pasar-positioning
bauran pemasaran- STP-segmen pasar-positioning
 
Jasa Cuci Sofa Terdekat Bogor Barat Bogor.PDF
Jasa Cuci Sofa Terdekat Bogor Barat Bogor.PDFJasa Cuci Sofa Terdekat Bogor Barat Bogor.PDF
Jasa Cuci Sofa Terdekat Bogor Barat Bogor.PDF
 
SUNDABET DAFTAR SLOT ONLINE GACOR MAXWIN
SUNDABET DAFTAR SLOT ONLINE GACOR MAXWINSUNDABET DAFTAR SLOT ONLINE GACOR MAXWIN
SUNDABET DAFTAR SLOT ONLINE GACOR MAXWIN
 
PERTEMUAN 1 ; PENGANTAR DIGITAL MARKETING PERTANIAN.pptx
PERTEMUAN 1 ; PENGANTAR DIGITAL MARKETING PERTANIAN.pptxPERTEMUAN 1 ; PENGANTAR DIGITAL MARKETING PERTANIAN.pptx
PERTEMUAN 1 ; PENGANTAR DIGITAL MARKETING PERTANIAN.pptx
 
hubungan-perusahaan-dengan-stakeholder-lintas-budaya-dan-pola-hidup-audit-sos...
hubungan-perusahaan-dengan-stakeholder-lintas-budaya-dan-pola-hidup-audit-sos...hubungan-perusahaan-dengan-stakeholder-lintas-budaya-dan-pola-hidup-audit-sos...
hubungan-perusahaan-dengan-stakeholder-lintas-budaya-dan-pola-hidup-audit-sos...
 

Gambar teknis perencanaan drainase

  • 1. GAMBAR TEKNIS PERENCANAAN 1. PENDAHULUAN Menggambar merupakan salah satu cara komunikasi antara seseorang dengan yang lainnya, sehingga dengan melihat suatu gambar maka seseorang akan dapat mengerti arti gambar itu. Karena gambar teknis merupakan suatu alat komunikasi, maka gambar teknis tidak boleh menimbulkan tafsiran yang berbeda bagi orang yang melihatnya. Oleh karena itu perlu ada tanda-tanda atau patokan tertentu atau standar sebagai suatu perjanjian bersama. Dengan demikian, gambar teknis harus: 1) Memakai tanda-tanda gambar standar dan seragam 2) Selengkap mungkin agar dapat memberikan pengertian yang lengkap 3) Mudah dimengerti oleh orang lain. Gambar teknis bisa digambarkan dalam bentuk: 1) Gambar proyeksi ortogonal atau gambar dua dimensi 2) Gambar perspektif atau gambar tiga dimensi 3) Gambar proyeksi dua dimensi atau disebut juga gambar proyeksi tegak lurus inilah yang dipakai untuk gambar teknis, terutama gambar-gambar detail. 2. KETENTUAN-KETENTUAN Huruf teknis Di dalam gambar teknis juga harus ada keseragaman bentuk huruf, yaitu huruf teknis yang berupa huruf cetak besar. Ukuran kertas Untuk membuat gambar yang membutuhkan beberapa kertas sekaligus, dianjurkan memakai kertas dengan ukuran yang sama. Untuk menentukan ukuran-ukuran kertas tersebut dipakai patokan atau ukuran standar yaitu: A0, A1,A2, A3 atau A4. Jenis garis dan tebal garis Macam-macam garis yang biasa dipakai dalam gambar teknis adalah sebagai berikut: 1) Garis kontinu: untuk melukiskan bagian-bagian benda yang terlihat, dan untuk tepi garis kertas. 2) Garis strip-strip: untuk melukiskan bagian-bagian yang tidak terlihat/ dibelakang irisan 3) Garis strip titik: untuk garis-garis sumbu, dan tempat irisan 4) Garis-titik-titik: menyatakan bangunan yang akan dibongkar 1
  • 2. Tabel 1 Gambar jenis garis dan tebal garis Garis Kontinu Garis Strip-Strip Garis Strip Titik Garis Tipis Garis Titik-Titik Skala gambar Pakailah skala dengan angka-angka yang bulat dan mudah yaitu sebagai berikut: Gambar situasi skala 1:5.000 sampai 1:10.000 Gambar potongan dan denah skala 1:50 sampai 1:100 Gambar detail skala 1:1 sampai 1:10 Gambar penampang atau simbol bahan Normalisasi gambar bahan-bahan bangunan untuk memperjelas gambar teknis harus memakai tanda standar/ seragam. Tabel 2 Gambar penampang dan simbol bahan Besi Kayu Permukaan tanah Permukaan air 2
  • 3. Pasangan batu kali Pasangan batu bata Beton Urugan tanah dan pasangan batu 3. GAMBAR HASIL PENGUKURAN Ada beberapa macam gambar yang akan dibuat dalam pekerjaan perencanaan drainase yaitu meliputi : Gambar hasil pengukuran atau gambar eksisting Gambar hasil perencanaan Gambar hasil pengukuran merupakan tahap penyajian data dan merupakan tahap terakhir dari proses pengukuran. Gambar-gambar hasil pengukuran akan ditampilkan sebagai eksisting dari kondisi lapangan yang sebenarnya. Gambar-gambar hasil pengukuran tersebut yaitu : Gambar situasi Gambar potongan profil melintang saluran Gambar potongan profil memanjang saluran Pekerjaan penggambaran dilakukan di atas kertas milimeter dan obyek penggambaran sebagai berikut: Penentuan koordinat X dan Y Plotting semua titik poligon Plotting tempat pengamatan situasi dan profil Penggambaran potongan melintang dan memanjang dengan komputer dan plotter yang meliputi pengisian nama patok jarak dan tinggi. 3
  • 4. Skala gambar, untuk penampang memanjang dengan skala 1:1.000 ke arah horizontal dan skala 1:100 ke arah vertikal yang dilengkapi gambar situasi trase saluran Untuk penampang melintang digambar dengan skala 1:100 baik ke arah vertikal maupun horizontal Gambar detail menggunakan skala 1:10 Aturan khusus penggambaran ukuran tanah: • Seluruh penampang melintang harus digambar dengan melihat ke arah hilir (sesuai arah aliran). • Istilah tebing kiri dan tebing kanan juga dibuat sesuai dengan arah ke hilir tersebut (sesuai dengan aturan yang lazim). • Penampang memanjang digambar dengan arah aliran dari kiri ke kanan. 4. GAMBAR DESAIN / PERENCANAAN Jenis gambar hasil perencanaan Penggambaran hasil perencanaan akan disajikan antara lain meliputi : Gambar peta lay-out atau situasi sistem drainase rencana. Gambar potongan memanjang saluran, yang penggambarannya akan diplot langsung pada gambar eksisting yang sudah dilengkapi gambar situasi atau trase. Gambar potongan melintang saluran, dibuat seperti pada gambar potongan memanjang yaitu penggambaran potongan melintang ini juga akan diplot diatas gambar eksisting. Gambar bangunan pelengkap (gorong-gorong, bangunan terjun, dll) dilengkapi dengan beberapa gambar potongan. Gambar-gambar detail seperti detail konstruksi dan lain-lain. Skala gambar hasil perencanaan Skala gambar hasil perencaan akan disajikan dengan ketentuan sebagai berikut: Peta lay-out atau situasi sistem drainase rencana, dibuat dengan skala 1:5.000 sampai dengan 1:10.000 Gambar potongan memanjang saluran, dibuat dengan skala 1:1.000 untuk arah horizontal dan skala 1:100 untuk arah vertikal Gambar potongan melintang saluran, dibuat dengan skala 1:100 untuk arah vertikal dan horizontal Gambar bangunan pelengkap (gorong-gorong, bangunan terjun, dll) dibuat dengan skala 1:100 yang dilengkapi dengan beberapa gambar potongan Gambar-gambar detail seperti detail konstruksi dan lain-lain dibuat dengan skala minimal 1:10 4
  • 5. Gambar 1. Potongan pipa beton untuk gorong-gorong Gambar 2. Potongan melintang bangunan terjun tegak 5
  • 6. Gambar 3. Potongan melintang bangunan terjun miring 6
  • 7. Gambar 4. Peta situasi dan detail potongan saluran drainase 7
  • 8. Gambar 5. Gambar Tipikal Pintu Air Gambar 6. Gambar Tipikal Pintu Air 8
  • 9. Gambar 7. Gambar Tipikal Pelindung Pintu Air 9
  • 10. Gambar 8. Gambar Tipikal Rumah Pompa dan Jaringan Pipa Pompa 10
  • 11. Gambar 9. Gambar Contoh Peletakan Rumah Pompa 11
  • 12. Gambar 10. Gambar Tipikal Kolam Intake 5. STANDARISASI GAMBAR Tujuan Standarisasi Karena sistem drainase sudah mulai banyak dikenal oleh penduduk dengan bentuk yang sudah mulai seragam, maka diperlukan standarisasi bangunan tipikal sistem drainase, mengingat alasan yang sudah jelas menguntungkan, baik pada biaya konstruksi sistem drainase ini, maupun penghematan biaya dan waktu perencanaan secara berulang-ulang oleh pihak yang silih berganti untuk barang yang sama. Selain itu, standarisasi dimaksudkan agar penduduk yang boleh dikatakan awam dalam bidang teknik, akan dapat membangun sendiri sistem drainase di dalam dan di depan rumahnya tanpa memerlukan keikutsertakan ahli teknik profesional, hanya dengan membaca dan melaksanakan gambar tipikal yang diberikan standarisasinya. 12
  • 13. Tanpa standarisasi, dapat saja penduduk membangun sistem drainasenya sendiri, seperti yang telah banyak dilihat pada sistem drainase perkotaan yang ada. Tetapi kesalahan bentuk teknis yang ada saat ini, akan diulangi dimana-mana, karena menyebar dengan cepat dari satu tempat ke tempat yang lain. Standarisasi ini, selain bermaksud untuk memasyarakatkan gambar-gambar tipikal drainase, berguna pula untuk : Mengatasi Bottle Neck pada Gorong-Gorong Menentukan suatu batasan mimimum dan maksimum suatu besaran seperti misalnya, batas ukuran gorong-gorong yang akan memiliki ukuran minimum tertentu, agar orang masih dapat masuk untuk membersihkan saluran tersebut. Ukuran gorong-gorong maksimum diperlukan bilamana pelaksanaannya terlalu sukar dan lebih baik diganti saja dengan jembatan. Standarisasi Ukuran Bahan Bangunan Menentukan standarisasi ukuran bahan sistem drainase, seperti misalnya ukuran buis beton, pelat tutup, pelat man-hole, pagar pengamanan gorong-gorong, dan lain-lain, agar pabrik dan suplier bahan bangunan ini dapat mendapatkan keseragaman barang yang dijualnya, sehingga memudahkan pasangan dan pelaksanaan. Mencegah Kurangnya Salah Satu Elemen Bangunan. Standarisasi juga dimaksudkan agar kesalahan hidraulik yang banyak dijumpai pada bangunan drainase yang dibuat oleh penduduk bisa diperbaiki, seperti misalnya pembuatan bangunan gorong-gorong di depan rumah, yang terlalu kecil (lebih kecil daripada penampang salurannya sendiri), bangunan saluran dalam yang tidak diperlengkapi dengan pagar, sehingga membahayakan penduduk, bangunan gorong- gorong yang melayani saluran tanah, tetapi tidak ada bangunan transisi inlet maupun outletnya. Membenahi Bangunan Bangunan drain- inlet di sepanjang jalan raya memerlukan konstruksi yang benar-benar dapat menjamin agar air hujan yang melimpah di jalan raya akan segera melimpah ke saluran. Dan tidak menggenangi jalan dan badan jalan. Oleh karena itu, standarisasi bangunan drain-inlet ini akan mengajarkan pentingnya untuk memiliki kemiringan lahan di sekitar saluran, sehingga setelah hujan berhenti jalanan tidak tergenang air hujan. Standarisasi Penampang Saluran 13
  • 14. Bentuk penampang melintang berbagai saluran dengan berbagai debit dan keadaan (kemiringan lahan yang curam atau landai) sangat menentukan sekali, karena saluran ini dibuat dalam jumlah banyak, sehingga kesalahan yang berulang harus dihindari. Dalam aspek hidraulik, dikenal istilah yang paling menguntungkan dalam segi kapasitas hidrauliknya, sedangkan pada segi biaya dikenal saluran yang paling ekonomis. Keduanya akan dipadukan, sehingga diperoleh standar penampang saluran untuk dipakai secara luas, yang dengan sendirinya harus terbagi atas saluran tanah, saluran berdinding pasangan batu kali, dan dasarnya dari tanah, atau saluran beton maupun saluran dari buis beton. Standarisasi untuk memudahkan operasi dan pemeliharaan. Ada dua hal yang dikehendaki oleh pihak yang menyelenggarakan Operasi dan Pemeliharaan saluran yaitu sistem drainase tidak mudah mengalami erosi, dan sebaliknya juga jangan menimbulkan endapan, atau sedapat mungkin endapan ini dilokalisir. Untuk mencapai hal ini, peran standarisasi tipikal bangunan sistim drainase sangatlah besar, karena dapat menanggulangi erosi dan mengelola pengendapan secara meluas, seperti misalnya memperkenalkan dalam standarisasi adanya pemasangan dinding pasangan pada belokan luar suatu sungai atau saluran tanah, menyarankan adanya bangunan outlet yang menurut standar pada gorong-gorong, atau menyarankan dipakainya saluran berdinding pasangan batu kali pada saluran yang curam didaerah perbukitan. Sebaliknya, endapan dilokalisir, dengan memperkenalkan suatu bangunan penangkap pasir yang letaknya pada persimpangan saluran, agar endapan dapat dilokalisir, atau mensyaratkan adanya bangunan penangkap endapan, bilamana air yang melimpas berasal dari kawasan yang tanahnya labil, serta mudah mengalami erosi. Dengan demikian sebelum memasuki sistim drainase lebih jauh, maka endapan dapat di-intersepsi dan dilokalisir serta dikeruk dengan rutin. Standarisasi Tipikal Struktural Bangunan Saluran Drainase Tipikal bangunan saluran memiliki resiko yang tinggi bilamana mengalami kesalahan dalam bidang struktur, karena keruntuhan saluran yang tipikal strukturil bangunan salurannya salah, menyebabkan hampir seluruh saluran drainase kota mengalami keruntuhan, dengan kerugian finansial yang besar. Tetapi sebaliknya, tipikal struktur bangunan saluran yang terlalu kuat dan berlebihan ukurannya dapat menyebabkan pemborosan biaya pelaksanaan saluran drainase kota, meskipun saluran ini sangat aman terhadap kemungkinan keruntuhan, tetapi bilamana 14
  • 15. dipandang dari segi finansial kurang menguntungkan. Oleh karena itu dengan standarisasi diharapkan diperoleh tipikal struktur bangunan saluran drainase yang tepat konstruksinya dan dengan sendirinya layak ekonomis. Perlu dicatat, bahwa standarisasi tipikal struktur bangunan saluran drainase juga memiliki parameter yang cukup luas, seperti misalnya beban kendaraan yang bervariasi menurut kelas jalan raya, jenis tanah dan kekuatan dari tanah tersebut. Untuk Menampung Air Limbah Buangan Rumah Tangga Seperti kita ketahui, bahwa saluran drainase di negara kita tidak saja dipergunakan untuk menampung air hujan saja, tetapi juga untuk menampung air limbah rumah tangga, maka sifat-sifat dari air limbah ini juga harus sedikit banyak dipahami dan diterapkan pada bentuk tipikal bangunan drainase yang hendak dipakai. Air limbah rumah tangga jumlahnya tidak sebanyak air hujan lebat, tetapi air hujan lebat hanya terjadi beberapa kali dalam setahun, sehingga dalam prakteknya Tipikal Bangunan Saluran Drainase harus memiliki “lekukan” pada bagian dasarnya, yang biasanya dibuat dari pipa setengah lingkaran, yang khusus disediakan untuk menampung air limbah rumah tangga ini, sehingga kecepatan air limbah dapat dipertahankan cukup besar untuk mencegah sedimentasi. Bilamana “lekukan” ini tidak diberikan pada bagian dasar saluran ini, maka air limbah akan menyebar keseluruh dasar saluran dan menyebabkan kecepatannya menurun, sehingga menimbulkan pengendapan. Pemahaman ini kurang banyak diketahui oleh perencana dan pihak yang membuat saluran drainase, sehingga perlu disebar luaskan pengertian penampungan air limbah rumah tangga ini dalam bentuk standar tipikal bangunan sistem drainase, sehingga disamping mencegah pengendapan air limbah ini, juga dapat mencegah agar air limbah yang berpotensi menyebabkan pencemaran yang dapat mematikan manusia ini bisa dicegah, yaitu dengan memberikan dasar pasangan batu kali, atau pipa beton setengah lingkaran didasar saluran. Meskipun berupa saluran tanah. Peralatan Penahan Sampah Saluran yang direncanakan dengan baik dan lengkap akan memiliki peralatan penahan sampah baik pada bangunan drain inlet, atau menutupnya dengan pelat beton, atau memasang jeruji besi penahan aliran sampah. 15
  • 16. Hal ini hendak diingatkan pemakaiannya pada Standarisasi Tipikal Bangunan Sistem Drainase, sehingga dengan demikian kekurangan yang ada dapat disempurnakan dalam skala yang luas, diseluruh penanganan drainase perkotaan. Standarisasi Pekerjaan Kontraktor Sistem Saluran Drainase Dengan adanya standarisasinya tipikal bangunan sistem drainase, maka kontraktor yang melaksanakan pekerjaan ini, juga akan mengalami kemudahan karena melaksanakan pekerjaan sama secara berulang-ulang sehingga organisasi kontraktor dan methodologi kerja telah menyesuaikan terhadap standar kerja. Begitu juga dengan stock persediaan bahan (misalnya pipa setengah lingkaran) dari kontraktor juga disesuaikan dengan standar yang berlaku. Dengan sendirinya biaya konstruksi dapat ditekan menjadi lebih murah, karena standarisasi ini. Sehingga dapat dicapai penghematan yang bersifat skala besar, didalam melaksanakan sistem drainase ini. ASPEK-ASPEK YANG AKAN DIPERTIMBANGKAN Menetapkan suatu tipikal bangunan sistem drainase yang dapat langsung diterima oleh masyarakat, bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Banyak aspek-aspek yang harus diperhatikan, agar tipikal ini mudah dilaksanakan, kelihatan manfaat nyata yang dapat diperoleh oleh masyarakat, seperti misalnya : Pemakaian Bahan Lokal dan Harga Bahan yang Murah Bahan saluran drainase dengan pasangan batu kali, misalnya merupakan bahan lokal yang harganya termasuk murah, sehingga banyak dipergunakan dimana-mana dan standarisasi tipikal dengan bahan ini banyak mendapat sambutan masyarakat. Kemampuan Teknis Masyarakat Yang Ada Salah satu tujuan dari Standarisasi Tipikal Bangunan Drainase adalah untuk memberikan panduan pembangunannya tetapi tidak perlu lagi tenaga ahli untuk membantu mengadakan monitoring dan supervisi pelaksanaannya. Oleh karena itu, Tipikal Bangunan harus dibuat sedemikian sehingga mudah dimengerti oleh masyarakat. Standar Tipikal Bangunan harus dipersiapkan dengan matang dan siap pakai karena sistem drainase harus dilaksanakan secara besar-besaran, maka kesalahan teknis pada tipikal bangunan ini akan mengakibatkan kerugian yang ada dalam skala besar. Oleh karena itu Tipikal bangunan harus dipersiapkan dengan matang dan siap pakai dalam arti kata telah diadakan pengujian dan post monitoring yang intensif. 16
  • 17. Secara berangsur-angsur dipersiapkan agar tipikal bangunan drainase dapat dilaksanakan oleh masyarakat sendiri. Dalam kebijakan pembangunan terdahulu banyak perencanaan teknis drainase perkotaan yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Tetapi mengingat kuantitas perkotaan yang memerlukan sistem drainase yang memadai, maka secara berangsur-angsur pelaksanaan sistem drainase akan didelegasikan kepada masyarakat dalam bentuk swadaya, sehingga dengan sendirinya Tipikal Bangunan Sistem Drainase harus dipersiapkan juga untuk dapat dilaksanakan oleh masyarakat dengan cara swasembada, swadaya dan swakelola. 17