Metode
Pelaksanaan
Konstruksi
Pekerjaan Konstruksi Jalan
Anggota Kelompok
Adella Cahyani
(03011181924019)
1
M. Hadziq Huda
(03011281924058)
2
Muhammad Azzam Alfarabi
(03011181924005)
3
Nurhidayah Anggraeni
(03011181924010)
4
Rizka Shafira
(03011281924077)
5
Studi Kasus : Pembangunan Jalan TOL Trans Sumatera
Ruas Pekanbaru – Dumai
Lingkup Pekerjaan
01
Umum
o Mobilisasi
o Pemeliharaan dan
perlindungan lalu lintas
o Pekerjaan dan penanganan
aliran yang sudah ada
Pembongkaran
o Pembongkaran struktur beton
o Pembongkaran perkerasan jalan
sspal atau beton semen
o Pembongkaran rumah
03
Pembersihan Lokasi
o Pemotongan pohon
02
Galian Struktur
o Galian struktur kedalaman 0 – 2 meter
o Galian struktur kedalaman 2 – 4 meter
o Pasangan batu kosong
05
o Galian untuk timbunan
o Galian untuk dibuang
o Common borriw material
o Urugan material berbutir
o Cerucuk beton
o Timbunan pasir
Pekerjaan Tanah
04
Lingkup Pekerjaan
06
Drainase
o Gorong-gorong
o Saluran tanah
o Saluran pasang batu
o Catch basin, DLL
Lapisan Pondasi Agregat
o Lapis pondasi agregat kelas A
o Lapis pondasi agregat kelas B
08
Sub Grade
o Persiapan tanah dasar
07
Struktur Beton
o Beton struktur
o Anchor bar
o Gelagar PC
o Pemancangan tiang, DLL
10
o Bitumen lapis resap pengikat
o Bitumen lapis pengikat
o Asphalt treated base course
o Asphalt concrete binder course
o Asphalt concrete wearing
course
o Aspal keras
Perkerasan
09
Alur Pelaksanaan
Pekerjaan
Alur Pelaksanaan
Pekerjaan
Umum
o Pemeliharaan dan Perlindungasn Lalu lintas
o Mobilisasi
o Pekerjaan dan penanganan aliran air yang sudah ada
o Penanganan Lingkup hidup
o Manajemen Mutu.
A
Ruang Lingkup
Umum
o Mobilisasi personel lapangan
o Penyewaan lahan
o Pembuatan fasilitas
o Mobilisasi peralatan
o Survey
o Pembuatan ship drawing
o Penyiapan alat pendukung lainnya
A
Mobilisasi
Pembersihan Tempat Kerja
o Pembersihan tempat kerja
o Pemotongan pohon, d > 30 cm - 50 cm
o Pemotongan pohon, d > 50 cm - 75 cm
o Pemotongan pohon, d > 30 cm -50 cm
Pemotongan pohon, d > 75 cm
B
Ruang Lingkup
Peralatan Lapangan
Bulldozzer
Dump Truck
Excavator
Pembongkaran
1. Pekerjaan pembongkaran meliputi segala
pekerjaan pembongkaran dan
pembuangan, seluruh atau sebagian dari
beton atau pasangan batu yang masing-
masing berukuran lebih besar dari satu
kubik, semua gedung, bangunan, jalan
lama, kerb, dan rintangan lain yang harus
disingkirkan kecuali untuk yang harus di
pindahkan menurut ketentuan lain dari
dokumen kontrak ini.
C
Pekerjaan Pembongkaran
Pembongkaran Struktur Beton Pembongkaran Perkerasan Jalan Pembongkaran Rumah
Pekerjaan Tanah
Pekerjaan tanah meliputi :
o Galian untuk timbunan
o Galian untuk dibuang ( 5-10km)
o Common borrow material (5-10 km)
o Urugan material berbutir (Granular
backfill)
o Cerucuk beton (20x20 cm)
o Timbunan Pasir
D
Pekerjaan Tanah
Pekerjaan galian meliputi :
o Pekerjaan galian untuk timbunan
o Pekerjaan galian untuk dibuang
D
Pekerjaan Galian
Pekerjaan Galian
Ilustrasi Pekerjaan Galian dengan Excavator
Pekerjaan Galian
Ilustrasi penggunaan tanah hasil galian, material suitable akan digunakan sebagai
timbunan jika unsuitable akan dibuang ke disposal area
Pekerjaan Tanah
Pekerjaan timbunan meliputi pembersihan,
pembongkaran areal lokasi borrow pit,
penggalian, pemuatan, pengangkutan,
penghamparan, dan pemadatan material yang
diperoleh dari Borrow Pit.
D
Pekerjaan Timbunan
Galian Struktur
Galian struktur meliputi galian-galian yang diperlukan untuk struktur yang ditentukan di dalam
gambar teknis. Galian Struktur harus dibatasi hanya pada galian untuk pondasi pada jembatan
gorong-gorong kotak (box culvert), tembok sayap(wing wall) dan struktur bangunan tol lainnya.
E
Galian Struktur
Ilustrasi galian struktur dengan manual Ilustrasi galian struktur dengan excavator
Drainase
F
Metode kerja divisi ini ini meliputi penyediaan dan pelaksanaan
pekerjaan drainase sesuai dengan Spesifikasi yang terkait, dan
sesuai dengan garis, ketinggian dan ukuran yang tercantum
dalam Gambar dan atau diinstruksikan secara tertulis oleh
Konsultan Pengawas.
Pekerjaan drainase yang dikerjakan adalah
o Pekerjaan pipa gorong – gorong beton bertulang
o Pekerjaan saluran beton dan penutup
o Pekerjaan pasangan batu mortar
Pekerjaan Pipa Gorong-gorong
Ilustrasi galian tanah dan pemasangan gorong – gorong
Pekerjaan Pipa Gorong-gorong
Ilustrasi urugan tanah kembali dan tampak samping gorong – gorong
Pekerjaan Saluran Beton dan Penutup
Ilustrasi pekerjaan galian dan survey elevasi
Ilustrasi pemasangan saluran beton dan penutup
Pekerjaan Saluran Pasangan Batu
Ilustrasi pekerjaan pencampuran komposisi beton
Ilustrasi pekerjaan selokan pasangan batu
Sub Grade
Pekerjaan persiapan tanah dasar (sub grade) jalan
dilakukan sebelum pekerjaan lapisan pondasi untuk
perkerasan dimulai, tanah harus dalam kondisi siap.
G
Sub Grade
Pekerjaan persiapan tanah dasar (sub grade) jalan
dilakukan sebelum pekerjaan lapisan pondasi untuk
perkerasan dimulai, tanah harus dalam kondisi siap.
G
Sub Grade
Perataan material dengan
motor grader
Pekerjaan penyiapan badan
jalan
Pemadatan dengan vibratory
roller
Lapis Pondasi Agregat ( Sub Base)
H
Pekerjaan ini harus meliputi pengadaan,
pemrosesan, pengangkutan, penghamparan,
pembasahan, pemadatan agregat kelas A
yang bergradasi diantara lapisan subgrade
dan perkerasan beton semen dengan syarat
ketebalan, lokasi dan spesifikasi pada
dokumen kontrak atau Gambar kerja dan
atau diarahkan secara tertulis oleh Konsultan
Pengawas.
Lapis Pondasi Agregat ( Sub Base)
H
Pekerjaan ini harus meliputi pengadaan,
pemrosesan, pengangkutan, penghamparan,
pembasahan, pemadatan agregat kelas A
yang bergradasi diantara lapisan subgrade
dan perkerasan beton semen dengan syarat
ketebalan, lokasi dan spesifikasi pada
dokumen kontrak atau Gambar kerja dan
atau diarahkan secara tertulis oleh Konsultan
Pengawas.
Sub Base
Penyiraman dengan water
tanker
Pekerjaan lapis pondasi
agregat
Pemadatan dengan vibratory
roller
Perkerasan Aspal
I
Pekerjaan ini mencakup pencampuran agregat dan material aspal dengan instalasi pencampur,
penghamparan dan pemadatannya pada permukaan yang telah dipersiapkan dan sesuai dengan
spesifikasi yang ditetapkan
Susunan lapisan pekerjaan aspal yang dikerjakan adalah
1. Bitumen lapis resap pengikat (prime coat)
2. Bitumen lapis pengikat (tack coat)
3. Asphalt Treated Base Coarse
4. Asphalt Concrete Binder Coarse
5. Asphalt Concrete Wearing Coarse
Metode Kerja
Sebelum hotmix diproduksi,
diperlukan JMF (Job Mix
Formula) agar campuran yang
dihaslkan sesuai spesifikasi.
1. Job Mixing Formula
o Clearing menggunakan
tekanan jet air yang tinggi
o Pembersihan menggunakan
compressor udara
3. Persiapan Permukaan
Mixing hotmix dilaksanaakan di
Asphalt Mixing Plant
(AMP)yang telah dicek kalibrasi
timbangannya.
5. Mixing
Semua peralatan yang akan
digunakan untuk pekerjaan
dimobilisasi dari base camp ke
lokasi penghamparan dengan
menggunakan self loader truck.
2. Mobilisasi
Akan dilaksanakan setelah
staking-out dengan menggunakan
benang / tali yang berfungsi
sebagai pedoman elevasi
ketebalan aspal, ukuran dari titik
off-set garis tengah di tepi dalam
aspal dan di sisi luar jalan aspal.
4. Kontrol Elevasi
Dump truck yang akan memuat
campuran hotmix harus diukur
dan data mereka harus dicatat:
berat kotor, berat bersih, dan
bobot kendaraan dan waktu
operasi.
6. Hauling
09
Penghamparanakan mulai dari
ketinggian rendah ke elevasi
yang lebih tinggi.
8. Penghamparan
Setelah campuran hotmix telah
dihamparkan ke permukaan
dan berdasarkan pemeriksaan
yang lain, maka tahap
berikutnya adalah tahap
pemadatan.
9. Pemadatan
Lapis Resap Pengikat
diaplikasikan diatas permukaan
LPA, Distributor aspal
digunakan untuk menyemprot
lapisan ini.
7. Lapis Perekat
Perkerasan Aspal
Penghamparan hotmix menggunakan asphalt finisher Pemadatan awal menggunakan tandem roller
Pemadatan akhir menggunakan pneumatic tire roller Hasil akhir pekerjaan perkerasan aspal
Pekerjaan persiapan
1
Pekerjaan produksi beton
2
Pekerjaan transportasi beton
3
Struktur Beton
J
Pekerjaan ini mencakup penyediaan material pembuatan beton,
pencampuran adukan beton, penyiapan tempat kerja atau lantai kerja,
pemasangan bekisting, pekerjaan pembesian, pekerjaan pengecoran
beton, pekerjaan perawatan beton dan pekerjaan pembongkaran
bekisting sesuai dengan kuantitas dan spesifikasi dalam dokumen
kontrak.
Metode Kerja
Pekerjaan pengetesan
4
Pekerjaan bekisting
5
Pekerjaan pembesian
6
Pekerjaan pengecoran
7
Pekerjaan perawatan beton
8
Pekerjaan pembongkaran bekisting
9
Strukur Beton
Produksi beton dilakukan di
batching plant
Material agregat kasar dalam
pembuatan beton
Material agregat halus dalam
pembuatan beton
Material semen Transportasi beton dengan
truck mixer
Pengujian slump beton
Strukur Beton
Ilustrasi fabrikasi bekisting Ilustrasi pemasangan
bekisting
Illustrasi pengecoran dengan
menggunakan concrete pump
Illustrasi perawatan beton
dengan karung basah
Illustrasi perawatan beton
dengan penyiraman air
Aspek Green Construction
Pada Proyek
Jalan Hijau adalah jalan yang dirancang dan dibangun dengan
memperhatikan prinsip-prinsip konstruksi berkelanjutan dengan
penekanan pada pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, material lokal,
kesetaraan akses antar pengguna dan konservasi lingkungan alamiah.
01
Sebagai perangkat pendukung implementasi
konstruksi berkelanjutan pada bidang jalan
02
Memberikan informasi atas taraf
keberkelanjutan (sustainability) suatu proyek
jalan
03
Mendorong praktek-praktek teknik dalam
pembangunan jalan yang memperhatikan
dimensi ekologi, sosial dan ekonomi
Keunggulan
Strategi Green Construction Pembangunan
Jalan Tol Trans Sumatera
Implementasi Green construction
Pemasangan paving
block pada green roads,
dan penanaman pohon
Green Roads
Green Building pada
kantor gerbang tol
dan gerbang jalan tol.
green roads
Green Building
Manajemen limbah
konstruksi untuk
menurunkan dampaknya
terhadap lingkungan
Green construction
Teknologi yang
Digunakan pada proyek
o Mengurangi kadar air dan kadar
udara di dalam tanah
o Mempercepat penurunan dan
meningkatkan daya dukung
tanah asli yang lunak
Teknologi VCM
o operator mampu membaca dengan
pasti kondisi tanah atau aspal yang
dipadatkan sehingga pemadatan
dapat dilakukan lebih efektif dan
efisien
o memberikan efek getaran dengan nilai
frekuensi dan amplitudo berbeda
untuk tiap ruas jalan sehingga hasil
akhir pemadatan akan lebih seragam
Teknologi Alat Berat
o Merepresentasi rencana bangunan
aktual yang dituangkan secara
digital berbentuk tiga dimensi dan
animasi yang dapat dilihat
menggunakan Virtual Reality (VR)
BIM
Aspek Manajemen K3 Pada
Proyek Jalan
Penerapan Pencegahan Bahaya
1. Pemasangan rambu peringatan kerja
2. Pemeriksaan alat-alat berat
konstruksi
3. Bekerja menggunakan IK (instruksi
kerja) pengoperasian alat berat
4. Penggunaan APD bagi pekerja
Penggunaan APD
Safety Hat Safety Shoes Sarung Tangan
Kaca Mata
Keselamatan
Masker
Terima
Kasih

PPT Jalan Jalan.pdf

  • 1.
  • 2.
    Anggota Kelompok Adella Cahyani (03011181924019) 1 M.Hadziq Huda (03011281924058) 2 Muhammad Azzam Alfarabi (03011181924005) 3 Nurhidayah Anggraeni (03011181924010) 4 Rizka Shafira (03011281924077) 5
  • 3.
    Studi Kasus :Pembangunan Jalan TOL Trans Sumatera Ruas Pekanbaru – Dumai
  • 4.
    Lingkup Pekerjaan 01 Umum o Mobilisasi oPemeliharaan dan perlindungan lalu lintas o Pekerjaan dan penanganan aliran yang sudah ada Pembongkaran o Pembongkaran struktur beton o Pembongkaran perkerasan jalan sspal atau beton semen o Pembongkaran rumah 03 Pembersihan Lokasi o Pemotongan pohon 02 Galian Struktur o Galian struktur kedalaman 0 – 2 meter o Galian struktur kedalaman 2 – 4 meter o Pasangan batu kosong 05 o Galian untuk timbunan o Galian untuk dibuang o Common borriw material o Urugan material berbutir o Cerucuk beton o Timbunan pasir Pekerjaan Tanah 04
  • 5.
    Lingkup Pekerjaan 06 Drainase o Gorong-gorong oSaluran tanah o Saluran pasang batu o Catch basin, DLL Lapisan Pondasi Agregat o Lapis pondasi agregat kelas A o Lapis pondasi agregat kelas B 08 Sub Grade o Persiapan tanah dasar 07 Struktur Beton o Beton struktur o Anchor bar o Gelagar PC o Pemancangan tiang, DLL 10 o Bitumen lapis resap pengikat o Bitumen lapis pengikat o Asphalt treated base course o Asphalt concrete binder course o Asphalt concrete wearing course o Aspal keras Perkerasan 09
  • 6.
  • 7.
  • 8.
    Umum o Pemeliharaan danPerlindungasn Lalu lintas o Mobilisasi o Pekerjaan dan penanganan aliran air yang sudah ada o Penanganan Lingkup hidup o Manajemen Mutu. A Ruang Lingkup
  • 9.
    Umum o Mobilisasi personellapangan o Penyewaan lahan o Pembuatan fasilitas o Mobilisasi peralatan o Survey o Pembuatan ship drawing o Penyiapan alat pendukung lainnya A Mobilisasi
  • 10.
    Pembersihan Tempat Kerja oPembersihan tempat kerja o Pemotongan pohon, d > 30 cm - 50 cm o Pemotongan pohon, d > 50 cm - 75 cm o Pemotongan pohon, d > 30 cm -50 cm Pemotongan pohon, d > 75 cm B Ruang Lingkup
  • 11.
  • 12.
    Pembongkaran 1. Pekerjaan pembongkaranmeliputi segala pekerjaan pembongkaran dan pembuangan, seluruh atau sebagian dari beton atau pasangan batu yang masing- masing berukuran lebih besar dari satu kubik, semua gedung, bangunan, jalan lama, kerb, dan rintangan lain yang harus disingkirkan kecuali untuk yang harus di pindahkan menurut ketentuan lain dari dokumen kontrak ini. C
  • 13.
    Pekerjaan Pembongkaran Pembongkaran StrukturBeton Pembongkaran Perkerasan Jalan Pembongkaran Rumah
  • 14.
    Pekerjaan Tanah Pekerjaan tanahmeliputi : o Galian untuk timbunan o Galian untuk dibuang ( 5-10km) o Common borrow material (5-10 km) o Urugan material berbutir (Granular backfill) o Cerucuk beton (20x20 cm) o Timbunan Pasir D
  • 15.
    Pekerjaan Tanah Pekerjaan galianmeliputi : o Pekerjaan galian untuk timbunan o Pekerjaan galian untuk dibuang D Pekerjaan Galian
  • 16.
    Pekerjaan Galian Ilustrasi PekerjaanGalian dengan Excavator
  • 17.
    Pekerjaan Galian Ilustrasi penggunaantanah hasil galian, material suitable akan digunakan sebagai timbunan jika unsuitable akan dibuang ke disposal area
  • 18.
    Pekerjaan Tanah Pekerjaan timbunanmeliputi pembersihan, pembongkaran areal lokasi borrow pit, penggalian, pemuatan, pengangkutan, penghamparan, dan pemadatan material yang diperoleh dari Borrow Pit. D Pekerjaan Timbunan
  • 19.
    Galian Struktur Galian strukturmeliputi galian-galian yang diperlukan untuk struktur yang ditentukan di dalam gambar teknis. Galian Struktur harus dibatasi hanya pada galian untuk pondasi pada jembatan gorong-gorong kotak (box culvert), tembok sayap(wing wall) dan struktur bangunan tol lainnya. E
  • 20.
    Galian Struktur Ilustrasi galianstruktur dengan manual Ilustrasi galian struktur dengan excavator
  • 21.
    Drainase F Metode kerja divisiini ini meliputi penyediaan dan pelaksanaan pekerjaan drainase sesuai dengan Spesifikasi yang terkait, dan sesuai dengan garis, ketinggian dan ukuran yang tercantum dalam Gambar dan atau diinstruksikan secara tertulis oleh Konsultan Pengawas. Pekerjaan drainase yang dikerjakan adalah o Pekerjaan pipa gorong – gorong beton bertulang o Pekerjaan saluran beton dan penutup o Pekerjaan pasangan batu mortar
  • 22.
    Pekerjaan Pipa Gorong-gorong Ilustrasigalian tanah dan pemasangan gorong – gorong
  • 23.
    Pekerjaan Pipa Gorong-gorong Ilustrasiurugan tanah kembali dan tampak samping gorong – gorong
  • 24.
    Pekerjaan Saluran Betondan Penutup Ilustrasi pekerjaan galian dan survey elevasi Ilustrasi pemasangan saluran beton dan penutup
  • 25.
    Pekerjaan Saluran PasanganBatu Ilustrasi pekerjaan pencampuran komposisi beton Ilustrasi pekerjaan selokan pasangan batu
  • 26.
    Sub Grade Pekerjaan persiapantanah dasar (sub grade) jalan dilakukan sebelum pekerjaan lapisan pondasi untuk perkerasan dimulai, tanah harus dalam kondisi siap. G
  • 27.
    Sub Grade Pekerjaan persiapantanah dasar (sub grade) jalan dilakukan sebelum pekerjaan lapisan pondasi untuk perkerasan dimulai, tanah harus dalam kondisi siap. G
  • 28.
    Sub Grade Perataan materialdengan motor grader Pekerjaan penyiapan badan jalan Pemadatan dengan vibratory roller
  • 29.
    Lapis Pondasi Agregat( Sub Base) H Pekerjaan ini harus meliputi pengadaan, pemrosesan, pengangkutan, penghamparan, pembasahan, pemadatan agregat kelas A yang bergradasi diantara lapisan subgrade dan perkerasan beton semen dengan syarat ketebalan, lokasi dan spesifikasi pada dokumen kontrak atau Gambar kerja dan atau diarahkan secara tertulis oleh Konsultan Pengawas.
  • 30.
    Lapis Pondasi Agregat( Sub Base) H Pekerjaan ini harus meliputi pengadaan, pemrosesan, pengangkutan, penghamparan, pembasahan, pemadatan agregat kelas A yang bergradasi diantara lapisan subgrade dan perkerasan beton semen dengan syarat ketebalan, lokasi dan spesifikasi pada dokumen kontrak atau Gambar kerja dan atau diarahkan secara tertulis oleh Konsultan Pengawas.
  • 31.
    Sub Base Penyiraman denganwater tanker Pekerjaan lapis pondasi agregat Pemadatan dengan vibratory roller
  • 32.
    Perkerasan Aspal I Pekerjaan inimencakup pencampuran agregat dan material aspal dengan instalasi pencampur, penghamparan dan pemadatannya pada permukaan yang telah dipersiapkan dan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan Susunan lapisan pekerjaan aspal yang dikerjakan adalah 1. Bitumen lapis resap pengikat (prime coat) 2. Bitumen lapis pengikat (tack coat) 3. Asphalt Treated Base Coarse 4. Asphalt Concrete Binder Coarse 5. Asphalt Concrete Wearing Coarse
  • 33.
    Metode Kerja Sebelum hotmixdiproduksi, diperlukan JMF (Job Mix Formula) agar campuran yang dihaslkan sesuai spesifikasi. 1. Job Mixing Formula o Clearing menggunakan tekanan jet air yang tinggi o Pembersihan menggunakan compressor udara 3. Persiapan Permukaan Mixing hotmix dilaksanaakan di Asphalt Mixing Plant (AMP)yang telah dicek kalibrasi timbangannya. 5. Mixing Semua peralatan yang akan digunakan untuk pekerjaan dimobilisasi dari base camp ke lokasi penghamparan dengan menggunakan self loader truck. 2. Mobilisasi Akan dilaksanakan setelah staking-out dengan menggunakan benang / tali yang berfungsi sebagai pedoman elevasi ketebalan aspal, ukuran dari titik off-set garis tengah di tepi dalam aspal dan di sisi luar jalan aspal. 4. Kontrol Elevasi
  • 34.
    Dump truck yangakan memuat campuran hotmix harus diukur dan data mereka harus dicatat: berat kotor, berat bersih, dan bobot kendaraan dan waktu operasi. 6. Hauling 09 Penghamparanakan mulai dari ketinggian rendah ke elevasi yang lebih tinggi. 8. Penghamparan Setelah campuran hotmix telah dihamparkan ke permukaan dan berdasarkan pemeriksaan yang lain, maka tahap berikutnya adalah tahap pemadatan. 9. Pemadatan Lapis Resap Pengikat diaplikasikan diatas permukaan LPA, Distributor aspal digunakan untuk menyemprot lapisan ini. 7. Lapis Perekat
  • 35.
    Perkerasan Aspal Penghamparan hotmixmenggunakan asphalt finisher Pemadatan awal menggunakan tandem roller Pemadatan akhir menggunakan pneumatic tire roller Hasil akhir pekerjaan perkerasan aspal
  • 36.
    Pekerjaan persiapan 1 Pekerjaan produksibeton 2 Pekerjaan transportasi beton 3 Struktur Beton J Pekerjaan ini mencakup penyediaan material pembuatan beton, pencampuran adukan beton, penyiapan tempat kerja atau lantai kerja, pemasangan bekisting, pekerjaan pembesian, pekerjaan pengecoran beton, pekerjaan perawatan beton dan pekerjaan pembongkaran bekisting sesuai dengan kuantitas dan spesifikasi dalam dokumen kontrak. Metode Kerja
  • 37.
    Pekerjaan pengetesan 4 Pekerjaan bekisting 5 Pekerjaanpembesian 6 Pekerjaan pengecoran 7 Pekerjaan perawatan beton 8 Pekerjaan pembongkaran bekisting 9
  • 38.
    Strukur Beton Produksi betondilakukan di batching plant Material agregat kasar dalam pembuatan beton Material agregat halus dalam pembuatan beton Material semen Transportasi beton dengan truck mixer Pengujian slump beton
  • 39.
    Strukur Beton Ilustrasi fabrikasibekisting Ilustrasi pemasangan bekisting Illustrasi pengecoran dengan menggunakan concrete pump Illustrasi perawatan beton dengan karung basah Illustrasi perawatan beton dengan penyiraman air
  • 40.
  • 41.
    Jalan Hijau adalahjalan yang dirancang dan dibangun dengan memperhatikan prinsip-prinsip konstruksi berkelanjutan dengan penekanan pada pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, material lokal, kesetaraan akses antar pengguna dan konservasi lingkungan alamiah.
  • 42.
    01 Sebagai perangkat pendukungimplementasi konstruksi berkelanjutan pada bidang jalan 02 Memberikan informasi atas taraf keberkelanjutan (sustainability) suatu proyek jalan 03 Mendorong praktek-praktek teknik dalam pembangunan jalan yang memperhatikan dimensi ekologi, sosial dan ekonomi Keunggulan
  • 43.
    Strategi Green ConstructionPembangunan Jalan Tol Trans Sumatera
  • 44.
    Implementasi Green construction Pemasanganpaving block pada green roads, dan penanaman pohon Green Roads Green Building pada kantor gerbang tol dan gerbang jalan tol. green roads Green Building Manajemen limbah konstruksi untuk menurunkan dampaknya terhadap lingkungan Green construction
  • 45.
    Teknologi yang Digunakan padaproyek o Mengurangi kadar air dan kadar udara di dalam tanah o Mempercepat penurunan dan meningkatkan daya dukung tanah asli yang lunak Teknologi VCM o operator mampu membaca dengan pasti kondisi tanah atau aspal yang dipadatkan sehingga pemadatan dapat dilakukan lebih efektif dan efisien o memberikan efek getaran dengan nilai frekuensi dan amplitudo berbeda untuk tiap ruas jalan sehingga hasil akhir pemadatan akan lebih seragam Teknologi Alat Berat o Merepresentasi rencana bangunan aktual yang dituangkan secara digital berbentuk tiga dimensi dan animasi yang dapat dilihat menggunakan Virtual Reality (VR) BIM
  • 46.
    Aspek Manajemen K3Pada Proyek Jalan
  • 47.
    Penerapan Pencegahan Bahaya 1.Pemasangan rambu peringatan kerja 2. Pemeriksaan alat-alat berat konstruksi 3. Bekerja menggunakan IK (instruksi kerja) pengoperasian alat berat 4. Penggunaan APD bagi pekerja
  • 48.
    Penggunaan APD Safety HatSafety Shoes Sarung Tangan Kaca Mata Keselamatan Masker
  • 49.