KARYA ILMIAH
(Pemberdayaan UMKM sebagai Pengembangan Perekonominan Indonesia)
Fitriyani 2016110014
BINA INSANI
Jl. Raya Siliwangi No. 6, Rawa Panjang, Bekasi, Jawa Barat 45121
Tahun ajaran 2016 – 2017
PEMBERDAYAAN UMKM SEBAGAI PERKEMBANGAN
PEREKONOMIAN INDONESIA
Belum kuatnya fundamental perekonomian Indonesia saat ini,
mendorong pemerintah untuk terus memberdayakan Usaha Mikro Kecil
dan Menengah (UMKM). Sektor ini mampu menyerap tenaga kerja cukup
besar dan memberi peluang bagi UMKM untuk berkembang dan bersaing
dengan perusahaan yang lebih cenderung menggunakan modal besar
(capital intensive). Eksistensi UMKM memang tidak dapat diragukan lagi
karena terbukti mampu bertahan dan menjadi roda penggerak ekonomi,
terutama pasca krisis ekonomi. Disisi lain, UMKM juga menghadapi
banyak sekali permasalahan, yaitu terbatasnya modal kerja, Sumber Daya
Manusia yang rendah, dan minimnya penguasaan ilmu pengetahuan serta
teknologi (Sudaryanto dan Hanim, 2002).
Pemberdayaan UMKM di tengah arus globalisasi dan tingginya
persaingan membuat UMKM harus mampu mengadapai tantangan global,
seperti meningkatkan inovasi produk dan jasa, pengembangan sumber
daya manusia dan teknologi, serta perluasan area pemasaran. Hal ini perlu
dilakukan untuk menambah nilai jual UMKM itu sendiri, utamanya agar
dapat bersaing dengan produk-produk asing yang kian membanjiri sentra
industri dan manufaktur di Indonesia, mengingat UMKM adalah sektor
ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia
(Sudaryanto, 2011).
Dengan adanya pemberdayaan program UMKM untuk
perkembangan perekonomian Indonesia menjadi semakin lebih baik.
UMKM harus dapat menghadapi persoalan domestik yang tidak kunjung
terselesaikan seperti masalah upah buruh, ketenaga kerjaan dan pungutan
liar, korupsi dan lain-lain.
Pengertian UMKM - UMKM adalah singkatan dari Usaha
Mikro Kecil dan Menengah. UMKM diatur berdasarkan Undang Undang
Nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Berikut
ini adalah ilustrasi dari isi Undang Undang Nomor 20 tahun 2008.
A. Definisi UMKM
Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan
/ atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro
sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.
Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri,
yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan
anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai,
atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha
menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.
Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri
sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang
bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki,
dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung
dengan Usaha Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau
hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.
Secara umum ciri - ciri UMKM adalah manajemen berdiri
sendiri, modal disediakan sendiri, daerah pemasarannya lokal, aset
perusahaannya kecil, dan jumlah karyawan yang dipekerjakan terbatas.
Asas pelaksanaan UMKM adalah kebersamaan, ekonomi yang
demokratis, kemandirian, keseimbangan kemajuan, berkelanjutan,
efesiensi keadilan serta kesatuan ekonomi nasional.
B. Kriteria UMKM
Untuk membedakan sebuah usaha apakah itu termasuk usaha
mikro, usaha kecil, atau usaha menengah, oleh pemerintah diberikan
batasan berdasarkan undang undang sesuai dengan kriteria jenis usaha
masing masing yang didasarkan atas peredaran usaha dan atau jumlah
aktiva yang dimiliki sebagai berikut :
Kriteria Usaha Mikro adalah :
Usaha Mikro memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50.000.000,00 -
lima puluh juta rupiah, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha;
atau
Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300.000.000,00 - tiga
ratus juta rupiah.
Kriteria Usaha Kecil adalah :
Usaha Kecil memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50.000.000,00 - lima
puluh juta rupiah sampai dengan paling banyak Rp 500.000.000,00 - lima
ratus juta rupiah tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300.000.000,00 - tiga ratus
juta rupiah sampai dengan paling banyak Rp 2.500.000.000,00 - dua
setengah milyar rupiah.
Kriteria Usaha Menengah adalah :
Usaha Menengah memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 500.000.000,00
(lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp.
10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan
bangunan tempat usaha; atau
Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2.500.000.000,00 (dua
milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp
50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah).
C. Klasifikasi Usaha Kecil Menengah
Dalam perkembangannya, UKM dapat diklasifikasikan menjadi
4(empat) kelompok yaitu:
1. Livelihood Activities, merupakan UKM yang digunakan sebagai
kesempatan kerja untuk mencari nafkah, yang lebih umum dikenal
sebagai sektor informal. Contohnya adalah pedagang kaki lima
2. Micro Enterprise, merupakan UKM yang memiliki sifat pengrajin
tetapi belum memiliki sifat kewirausahaan
3. Small Dynamic Enterprise, merupakan UKM yang telah memiliki jiwa
kewirausahaan dan mampu menerima pekerjaan subkontrak dan ekspor
4. Fast Moving Enterprise, merupakam UKM yang telah memiliki jiwa
kewirausahaan dan akan melakukan transformasi menjadi Usaha Besar
(UB)
D. Contoh Bisnis UMKM
Bisnis yang bagaimanakah yang termasuk bisnis UMKM? maka
kita harus melihat ulang KRITERIA UMKM diatas, bila bisnis tersebut
masuk dalam kriteria yang telah dijelaskan maka bisnis tersebut
merupakan bisnis UMKM, Contoh UMKM :
UMKM Bidang Kuliner - Jualan cemilan, gorengan, jualan makanan,
membuka rumah makan, membuka restoran kecil atau bisa juga membuka
usaha kafe.
UMKM Bidang Fashion - toko pakaian skala kecil, distro yang menjual
pakaian khusus untuk anak muda, toko batik, baju muslim dan lain
sebagainya. Namun apabila anda memiliki modal yang pas-pasan tak perlu
takut untuk memulai usaha fashion, karena saat ini sudah banyak supplier
fashion yang menawarkan penjualan dengan sistem reseller dan
dropshipping.
UMKM Bidang Pertanian - Bisnis UMKM dalam bidang pertanian ini
memiliki prospek yang cukup menjanjikan, negara kita ini memiliki tanah
yang cukup subur, 70% mayoritas pekerjaan masyarakat Indonesia ialah
Petani. Melihat hal yang demikian tentunya usaha apapun di bidang
pertanian memiliki prospek yang cukup menjanjikan.
E. Pentingnya Program Pemberdayaan UMKM
Pemberdayaan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan
Menengah (UMKM) merupakan upaya yang ditempuh pemerintah untuk
mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan.
Penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari 240 juta orang
(menurut sensus 2010), ternyata hanya 0,24 persen adalah para wirausaha
(interpreneur), atau hanya sekitar 400.000 orang yang berkecimpung
dalam dunia usaha atau UMKM. Padahal agar perekonomian Indonesia
dapat berkembang lebih cepat diperlukan lebih dari 2 persen dari jumlah
penduduk sebagai wirausaha atau berkecimpung dalam UMKM.
Singapura, sebuah negara kecil namun mempunyai 7 persen dari jumlah
penduduknya merupakan wirausaha dan mempunyai banyak UMKM.
Sedangkan Malaysia, lebih dari 2 persen jumlah penduduknya merupakan
para interpreneur yang berkecimpung dalam berbagai usaha mikro.
Tidak dipungkiri bahwa UMKM juga mempunyai kontribusi
terhadap penyerapan tenaga kerja serta penerimaan negara terutama pajak.
Perkembangan penerimaan pajak dari tahun 2005 sampai dengan 2012
juga terus mengalami peningkatan, dengan rata-rata lebih dari 12 persen.
Peningkatan tertinggi terjadi di tahun 2012 dengan target penerimaan
pajak sebesar 1016,2 triliun rupiah. Penerimaan pajak ini sebagian besar
adalah dari Usaha Besar sedangkan potensi dari UMKM perlu digali 18
secara optimal.
Pemerintah sebagai regulator, pada dasarnya telah banyak
mengeluarkan program atau skim yang telah disediakan untuk
memberdayakan UMKM. Program ini hendaknya terus dioptimalisasikan.
Dengan program-program tersebut antara lain :
1. Kredit Usaha Rakyat (KUR), sebagaimana telah di bahas di atas.
2. Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) adalah kredit investasi
atau modal kerja yang diberikan dalam rangka mendukung program
ketahanan pangan, dan diberikan melalui kelompok tani atau koperasi.
3. Program Usaha Agrobisnis Pertanian (PUAP) merupakan fasilitasi
bantuan modal usaha untuk petani anggota, baik petani pemilik, petani
penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani yang dikoordinasikan
oleh gabungan kelompok tani (Gapoktan).
4. Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS)
5. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM)
F. Saran
1. Meningkatkan budaya Indonesia untuk mencintai produksi dalam
negeri
2. UMKM juga perlu dipupuk agar berkembang dan perekonomian
nasional menjadi lebih kuat.
3. Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah perlu aktif untuk bekerjasama
dan berkoordinasi dengan Pemerintah maupun Pemerintah Daerah
untuk terus melakukan pembinaan dan pelatihan dalam
mengembangkan usahanya.
Fitriyani karya ilmiah

Fitriyani karya ilmiah

  • 1.
    KARYA ILMIAH (Pemberdayaan UMKMsebagai Pengembangan Perekonominan Indonesia) Fitriyani 2016110014 BINA INSANI Jl. Raya Siliwangi No. 6, Rawa Panjang, Bekasi, Jawa Barat 45121 Tahun ajaran 2016 – 2017
  • 2.
    PEMBERDAYAAN UMKM SEBAGAIPERKEMBANGAN PEREKONOMIAN INDONESIA Belum kuatnya fundamental perekonomian Indonesia saat ini, mendorong pemerintah untuk terus memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sektor ini mampu menyerap tenaga kerja cukup besar dan memberi peluang bagi UMKM untuk berkembang dan bersaing dengan perusahaan yang lebih cenderung menggunakan modal besar (capital intensive). Eksistensi UMKM memang tidak dapat diragukan lagi karena terbukti mampu bertahan dan menjadi roda penggerak ekonomi, terutama pasca krisis ekonomi. Disisi lain, UMKM juga menghadapi banyak sekali permasalahan, yaitu terbatasnya modal kerja, Sumber Daya Manusia yang rendah, dan minimnya penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi (Sudaryanto dan Hanim, 2002). Pemberdayaan UMKM di tengah arus globalisasi dan tingginya persaingan membuat UMKM harus mampu mengadapai tantangan global, seperti meningkatkan inovasi produk dan jasa, pengembangan sumber daya manusia dan teknologi, serta perluasan area pemasaran. Hal ini perlu dilakukan untuk menambah nilai jual UMKM itu sendiri, utamanya agar dapat bersaing dengan produk-produk asing yang kian membanjiri sentra industri dan manufaktur di Indonesia, mengingat UMKM adalah sektor ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia (Sudaryanto, 2011). Dengan adanya pemberdayaan program UMKM untuk perkembangan perekonomian Indonesia menjadi semakin lebih baik. UMKM harus dapat menghadapi persoalan domestik yang tidak kunjung terselesaikan seperti masalah upah buruh, ketenaga kerjaan dan pungutan liar, korupsi dan lain-lain.
  • 3.
    Pengertian UMKM -UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah. UMKM diatur berdasarkan Undang Undang Nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Berikut ini adalah ilustrasi dari isi Undang Undang Nomor 20 tahun 2008. A. Definisi UMKM Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan / atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini. Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. Secara umum ciri - ciri UMKM adalah manajemen berdiri sendiri, modal disediakan sendiri, daerah pemasarannya lokal, aset perusahaannya kecil, dan jumlah karyawan yang dipekerjakan terbatas. Asas pelaksanaan UMKM adalah kebersamaan, ekonomi yang demokratis, kemandirian, keseimbangan kemajuan, berkelanjutan, efesiensi keadilan serta kesatuan ekonomi nasional.
  • 4.
    B. Kriteria UMKM Untukmembedakan sebuah usaha apakah itu termasuk usaha mikro, usaha kecil, atau usaha menengah, oleh pemerintah diberikan batasan berdasarkan undang undang sesuai dengan kriteria jenis usaha masing masing yang didasarkan atas peredaran usaha dan atau jumlah aktiva yang dimiliki sebagai berikut : Kriteria Usaha Mikro adalah : Usaha Mikro memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50.000.000,00 - lima puluh juta rupiah, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300.000.000,00 - tiga ratus juta rupiah. Kriteria Usaha Kecil adalah : Usaha Kecil memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50.000.000,00 - lima puluh juta rupiah sampai dengan paling banyak Rp 500.000.000,00 - lima ratus juta rupiah tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300.000.000,00 - tiga ratus juta rupiah sampai dengan paling banyak Rp 2.500.000.000,00 - dua setengah milyar rupiah. Kriteria Usaha Menengah adalah : Usaha Menengah memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah). C. Klasifikasi Usaha Kecil Menengah Dalam perkembangannya, UKM dapat diklasifikasikan menjadi 4(empat) kelompok yaitu:
  • 5.
    1. Livelihood Activities,merupakan UKM yang digunakan sebagai kesempatan kerja untuk mencari nafkah, yang lebih umum dikenal sebagai sektor informal. Contohnya adalah pedagang kaki lima 2. Micro Enterprise, merupakan UKM yang memiliki sifat pengrajin tetapi belum memiliki sifat kewirausahaan 3. Small Dynamic Enterprise, merupakan UKM yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu menerima pekerjaan subkontrak dan ekspor 4. Fast Moving Enterprise, merupakam UKM yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan akan melakukan transformasi menjadi Usaha Besar (UB) D. Contoh Bisnis UMKM Bisnis yang bagaimanakah yang termasuk bisnis UMKM? maka kita harus melihat ulang KRITERIA UMKM diatas, bila bisnis tersebut masuk dalam kriteria yang telah dijelaskan maka bisnis tersebut merupakan bisnis UMKM, Contoh UMKM : UMKM Bidang Kuliner - Jualan cemilan, gorengan, jualan makanan, membuka rumah makan, membuka restoran kecil atau bisa juga membuka usaha kafe. UMKM Bidang Fashion - toko pakaian skala kecil, distro yang menjual pakaian khusus untuk anak muda, toko batik, baju muslim dan lain sebagainya. Namun apabila anda memiliki modal yang pas-pasan tak perlu takut untuk memulai usaha fashion, karena saat ini sudah banyak supplier fashion yang menawarkan penjualan dengan sistem reseller dan dropshipping. UMKM Bidang Pertanian - Bisnis UMKM dalam bidang pertanian ini memiliki prospek yang cukup menjanjikan, negara kita ini memiliki tanah yang cukup subur, 70% mayoritas pekerjaan masyarakat Indonesia ialah Petani. Melihat hal yang demikian tentunya usaha apapun di bidang pertanian memiliki prospek yang cukup menjanjikan.
  • 6.
    E. Pentingnya ProgramPemberdayaan UMKM Pemberdayaan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan upaya yang ditempuh pemerintah untuk mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan. Penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari 240 juta orang (menurut sensus 2010), ternyata hanya 0,24 persen adalah para wirausaha (interpreneur), atau hanya sekitar 400.000 orang yang berkecimpung dalam dunia usaha atau UMKM. Padahal agar perekonomian Indonesia dapat berkembang lebih cepat diperlukan lebih dari 2 persen dari jumlah penduduk sebagai wirausaha atau berkecimpung dalam UMKM. Singapura, sebuah negara kecil namun mempunyai 7 persen dari jumlah penduduknya merupakan wirausaha dan mempunyai banyak UMKM. Sedangkan Malaysia, lebih dari 2 persen jumlah penduduknya merupakan para interpreneur yang berkecimpung dalam berbagai usaha mikro. Tidak dipungkiri bahwa UMKM juga mempunyai kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja serta penerimaan negara terutama pajak. Perkembangan penerimaan pajak dari tahun 2005 sampai dengan 2012 juga terus mengalami peningkatan, dengan rata-rata lebih dari 12 persen. Peningkatan tertinggi terjadi di tahun 2012 dengan target penerimaan pajak sebesar 1016,2 triliun rupiah. Penerimaan pajak ini sebagian besar adalah dari Usaha Besar sedangkan potensi dari UMKM perlu digali 18 secara optimal. Pemerintah sebagai regulator, pada dasarnya telah banyak mengeluarkan program atau skim yang telah disediakan untuk memberdayakan UMKM. Program ini hendaknya terus dioptimalisasikan. Dengan program-program tersebut antara lain : 1. Kredit Usaha Rakyat (KUR), sebagaimana telah di bahas di atas. 2. Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) adalah kredit investasi atau modal kerja yang diberikan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, dan diberikan melalui kelompok tani atau koperasi.
  • 7.
    3. Program UsahaAgrobisnis Pertanian (PUAP) merupakan fasilitasi bantuan modal usaha untuk petani anggota, baik petani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani yang dikoordinasikan oleh gabungan kelompok tani (Gapoktan). 4. Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) 5. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) F. Saran 1. Meningkatkan budaya Indonesia untuk mencintai produksi dalam negeri 2. UMKM juga perlu dipupuk agar berkembang dan perekonomian nasional menjadi lebih kuat. 3. Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah perlu aktif untuk bekerjasama dan berkoordinasi dengan Pemerintah maupun Pemerintah Daerah untuk terus melakukan pembinaan dan pelatihan dalam mengembangkan usahanya.