USAHA KECIL
MENENGAH (UKM)
EMI HALIMI
11140812
5V
DEFINISI UKM
Usaha Kecil Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah
yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan
bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah
dan bangunan tempat usaha, dan usaha yang berdiri sendiri.
Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian
Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala
kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan
kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari
persaingan usaha yang tidak sehat.”
KRITERIA UKM MENURUT UU
NO. 9 TAHUN 1995
1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,-
(Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan
bangunan tempat usaha
2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp.
1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah)
3. Milik Warga Negara Indonesia
4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau
cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau
berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan
Usaha Menengah atau Usaha Besar
5. Berbentuk usaha orang perseorangan , badan usaha yang
tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan
hukum, termasuk koperasi.
CIRI-CIRI UKM
 Jenis barang/komoditi yang diusahakan umumnya sudah tetap
tidak gampang berubah
 Lokasi/tempat usaha umumnya sudah menetap tidak
berpindah-pindah
 Pada umumnya sudah melakukan administrasi keuangan walau
masih sederhana, keuangan perusahaan sudah mulai
dipisahkan dengan keuangan keluarga, sudah membuat neraca
usaha
 Sudah memiliki izin usaha dan persyaratan legalitas lainnya
termasuk NPWP
 Sumberdaya manusia (pengusaha) memiliki pengalaman dalam
berwira usaha
 Sebagian sudah akses ke perbankan dalam hal keperluan
modal
 Sebagian besar belum dapat membuat manajemen usaha
dengan baik seperti business planning.
CONTOH UKM
 Usaha tani sebagai pemilik tanah perorangan yang memiliki tenaga
kerja
 Pedagang dipasar grosir (agen) dan pedagang pengumpul lainnya
 Pengrajin industri makanan dan minuman, industri meubelair, kayu
dan rotan, industri alat-alat rumah tangga, industri pakaian jadi dan
industri kerajinan tangan
 Peternakan ayam, itik dan perikanan
 Koperasi berskala kecil.
PERMASALAHAN YANG
DIHADAPI OLEH UKM
Permasalahan yang dihadapi oleh UKM antara lain meliputi faktor
internal dan faktor eksternal.
1. Faktor Internal
a. terbatasnya Modal. Kurangnya permodalan merupakan faktor
utama yang dihadapi untuk mengembangkan unit usaha.
Karena pada umumnya usaha kecil dan menengah
merupakan usaha perorangan atau perusahaan yang sifatnya
tertutup
b. terbatasnya Sumber Daya Manusia. terbatasnya SDM usaha
kecil baik dalam segi pendidikan formal
maupun pengetahuan dan keterampilan sangat berpengaruh
pada manajemen pengelolaan usahanya, sehingga usaha
tersebut sulit untuk berkembang secara optimal.
c. lemahnya jaringan Usaha dan kemampuan. jaringan usaha
yang sangat terbatas dan kemampuan penetrasi rendah
maka produk yang dihasilkan jumlahnya sangat terbatas dan
mempunyai kualitas yang kurang kompetitif
2. Faktor Eksternal
a. iklim usaha yang belum sepenuhnya kondusif dengan
kebijakan pemerintah. Untuk mengembangkan pertumbuhan
UKM cukup sulit, terlihat dari masih terjadinya persaingan
yang kurang sehat, antara pengusaha kecil dan pengusaha
besar.
b. terbatasnya sarana dan prasarana usaha. Kurangnya
informasi yang berhubungan dengan kemajuan ilmu
pegetahuan dan teknologi menyebabkan sarana dan
prasarana yang mereka miliki tidak sesuaidengan yang
dibutuhkan saat ini, sehingga produk yang dihasilkan tidak
maksimal karena kurangnya inovasi dan daya dukung
peralatan.
c. terbatasnya akses pasar. terbatasnya akses pasar akan
sangat mempengaruhi pemasaran dan pendistribusian
produk yang dihasilkan. Selain itu produk juga sulit untuk
dipasarkansecara kompetitif di pasar nasional maupun
internasional.
PERANAN UKM
Peranan UKM menjadi bagian yang diutamakan dalam setiap perencanaan
tahapan pembangunan yang dikelola oleh dua departemen:
1. Departeman Perindustrian dan Perdagangan
2. Deparetemen Koperasi dan UKM
Namun demikian usaha pengembangan yang dilaksanakan belum, terlihat
hasil yang memuaskan, kenyataanya kemajuan UKM masih sangat kecil
dibandingkan dengan usaha besar.
Kegiatan UKM meliputi berbagai kegiatan ekonomi, namun sebagian besar
berbentuk usaha kecil yang bergerak disektor pertanian. UKM juga
mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, oleh
karna itu selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan
tenaga kerja juga juga berperan dalam pendistribusian hasil hasil
pembangunan. Kebijakan yang tepat untuk mendukung UKM seperti:
 Perizinan
 Tekhnologi
 Struktur
 Manajeman
 Pelatihan
 Pembiayaan
PERANAN UKM DI TENGAH
KRISIS GLOBAL
Dalam Perekonomian Indonesia Usaha Kecil dan Menengah merupakan
kelompok usaha yang paling banyak jumlahnya. Usaha Mikro Kecil dan
Menengah ini tergolong kepada sektor riil dalam perekonomian, dimana
sektor riil inilah yang memiliki daya tahan yang tinggi terhadap krisis
global.
UKM dapat membantu mempercepat laju pertumbuhan ekonomi suatu
negara karena sektor ini akan banyak menyerap tenaga kerja. Hal ini
selaras dengan apa yang diungkapkan oleh Joseph Alois Schumpeter
seorang ahli ekonomi Amerika bahwa pertumbuhan ekonomi suatu
negara sangat dipengaruhi oleh kewirausahaan (entrepreneurship) ,
dimana UMKM termasuk di dalamnya.
Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998 sudah cukup
menjelaskan bagaimana rentannya modal asing terhadap krisis.
Keterkaitan Indonesia dengan pihak asing yang terlalu banyak
menyebabkan ketergantungan yang rentan akan krisis. Ketergantungan
tersebut dapat menyebabkan Indonesia ikut – ikutan collapse pada saat
pihak asing collapse, tidak hanya rakyat miskin yang dibuat menderita
tetapi juga konglomerat yang terlilit hutang.
Peran Bank Upaya Mengembangkan
UKM
 Lembaga perbankkan mempunyai peran yang penting bagi setiap perusahaan baik untuk
memenuhi kebutuhan modal atau dana untuk menunjang kegiatan usaha, juga
mempunyai peranan penting bagi perusahaan khususnya bagi perusahaan kecil atau
usaha kecil. Usaha kecil mempunyai salah satu kelemahan kurang tertibnya dalam
melakukan pencatatan dan lemah dalam menejemen. Kelemahan ini dapat membawa
dampak terhadap penggunaan dana perusahaan tidak terkendali. Untuk menghindari
pemborosan penggunaan dapat memanfaatkan untuk mengontrol penggunaan dana yaitu
dengan menyimpan uang ke bank. Setiap mendapatkan uang segera dimasukkan ke bank
sebelum digunakan dengan demikian penggunaan uang dapat sedikit terkontrol dalam
penggunaanya.
 Bagi lembaga perbankkan untuk saling memberikan keuntungan kedua belah pihak, pihak
bank dapat membantu untuk melakukan pembinaan dalam melakukan pencatatan yang
baik sehingga penggunaan dana dapat terkontrol dan dapat membuat rencana kas yang
membawa dampak usaha kecil tersebut dapat membuat rencana untuk melakukan
pengembangan. Dengan pembinaan dan pelatihan yang dilakukan bank terhadap UKM
akan dapat membiasakan pelaku UKM untuk tertib administrasi dan ini dapat digunakan
untuk meyakinkan pihak bank untuk memberikan kredit.
 Dengan keberhasilan usaha kecil dalam mengembangkan usaha secara otomatis juga
akan memberikan keuntungan bagi bank yang membinanya, keuntungan tersebut
lancarnya pembayaran kredit maupun bunga dan setiap kebutuhan dana untuk
pengembangan usaha kecil yang dibinanya akan melakukan pemilihan bank telah
membantunya.
Akses UKM ke Jasa Kredit Perbankan
Dalam memberikan pembiayaan kepada sektor UKM, Bank tetap harus melakukan
langkah-langkah “prudential banking” serta melakukan manajemen risiko sebagaimana
yang telah digariskan dalam Standard Operasional dan Prosedur (SOP). Bank akan
melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Prinsip Kehati-hatian
2. Dalam Kebijakan umum Perkreditan, diatur bahwa setiap proses dan keputusan
kredit harus melalui langkah-langkah yang baku
3. Pre screening dan seleksi calon debitur UKM. Permohonan kredit dapat diproses
apabila telah lolos pre screening,
4. Bank juga melakukan penilaian rating atas kesehatan debitur, melalui Credit Risk
Rating (CRR)
5. Apabila telah melalui proses penilaian rating dan nilainya memenuhi standar yang
ditetapkan, maka akan disusun proposal analisis kredit, sebagai bahan
pertimbangan apakah usaha yang dibiayai layak atau tidak untuk diberikan kredit
6. Bank tetap harus memantau jalannya usaha debitur, serta menerapkan early
warning system (EWS).
7. Bank juga harus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kredit yang
telah diberikan.
8. Selain melakukan pembinaan dan pengawasan, Bank juga harus merapikan
dokumentasi kredit, agar sewaktu-waktu dapat dimonitor.
MANFAAT UKM
Pertumbuhan UKM diindonesia membawa dampak baik bagi
perkembangan indonesia. Selain itu, UKM juga memiliki
pengaruh besar terhadap jumlah pendpatan negara. Beberapa
jenis UKM menjadi sumber devisa negara,dengan kata lain
ukm telah menjadi investasi bagi negara.terutama UKM yang
dibidang pertanian dan kerajinan.
Selain manfaat bagi pertumbuhan ekonomi indonesia, tanpa
disaadari UKM juga mampu mengurangi angka pengangguran
di masyarakat, sekaligus juga meningkatan tingkat
kesejahteraan masyarakat.
Daftar pustaka
 http://footballokers.blogspot.co.id/2014/10/makalah-ukm-
usaha-kecil-menengah.html
 http://stephanieoctaviani-
takmenyerah.blogspot.co.id/2010/11/makalah-usaha-kecil-
menengah.html

10 usaha kecil menengah (ukm)

  • 1.
  • 2.
    DEFINISI UKM Usaha KecilMenengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”
  • 3.
    KRITERIA UKM MENURUTUU NO. 9 TAHUN 1995 1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha 2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah) 3. Milik Warga Negara Indonesia 4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar 5. Berbentuk usaha orang perseorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.
  • 4.
    CIRI-CIRI UKM  Jenisbarang/komoditi yang diusahakan umumnya sudah tetap tidak gampang berubah  Lokasi/tempat usaha umumnya sudah menetap tidak berpindah-pindah  Pada umumnya sudah melakukan administrasi keuangan walau masih sederhana, keuangan perusahaan sudah mulai dipisahkan dengan keuangan keluarga, sudah membuat neraca usaha  Sudah memiliki izin usaha dan persyaratan legalitas lainnya termasuk NPWP  Sumberdaya manusia (pengusaha) memiliki pengalaman dalam berwira usaha  Sebagian sudah akses ke perbankan dalam hal keperluan modal  Sebagian besar belum dapat membuat manajemen usaha dengan baik seperti business planning.
  • 5.
    CONTOH UKM  Usahatani sebagai pemilik tanah perorangan yang memiliki tenaga kerja  Pedagang dipasar grosir (agen) dan pedagang pengumpul lainnya  Pengrajin industri makanan dan minuman, industri meubelair, kayu dan rotan, industri alat-alat rumah tangga, industri pakaian jadi dan industri kerajinan tangan  Peternakan ayam, itik dan perikanan  Koperasi berskala kecil.
  • 6.
    PERMASALAHAN YANG DIHADAPI OLEHUKM Permasalahan yang dihadapi oleh UKM antara lain meliputi faktor internal dan faktor eksternal. 1. Faktor Internal a. terbatasnya Modal. Kurangnya permodalan merupakan faktor utama yang dihadapi untuk mengembangkan unit usaha. Karena pada umumnya usaha kecil dan menengah merupakan usaha perorangan atau perusahaan yang sifatnya tertutup b. terbatasnya Sumber Daya Manusia. terbatasnya SDM usaha kecil baik dalam segi pendidikan formal maupun pengetahuan dan keterampilan sangat berpengaruh pada manajemen pengelolaan usahanya, sehingga usaha tersebut sulit untuk berkembang secara optimal. c. lemahnya jaringan Usaha dan kemampuan. jaringan usaha yang sangat terbatas dan kemampuan penetrasi rendah maka produk yang dihasilkan jumlahnya sangat terbatas dan mempunyai kualitas yang kurang kompetitif
  • 7.
    2. Faktor Eksternal a.iklim usaha yang belum sepenuhnya kondusif dengan kebijakan pemerintah. Untuk mengembangkan pertumbuhan UKM cukup sulit, terlihat dari masih terjadinya persaingan yang kurang sehat, antara pengusaha kecil dan pengusaha besar. b. terbatasnya sarana dan prasarana usaha. Kurangnya informasi yang berhubungan dengan kemajuan ilmu pegetahuan dan teknologi menyebabkan sarana dan prasarana yang mereka miliki tidak sesuaidengan yang dibutuhkan saat ini, sehingga produk yang dihasilkan tidak maksimal karena kurangnya inovasi dan daya dukung peralatan. c. terbatasnya akses pasar. terbatasnya akses pasar akan sangat mempengaruhi pemasaran dan pendistribusian produk yang dihasilkan. Selain itu produk juga sulit untuk dipasarkansecara kompetitif di pasar nasional maupun internasional.
  • 8.
    PERANAN UKM Peranan UKMmenjadi bagian yang diutamakan dalam setiap perencanaan tahapan pembangunan yang dikelola oleh dua departemen: 1. Departeman Perindustrian dan Perdagangan 2. Deparetemen Koperasi dan UKM Namun demikian usaha pengembangan yang dilaksanakan belum, terlihat hasil yang memuaskan, kenyataanya kemajuan UKM masih sangat kecil dibandingkan dengan usaha besar. Kegiatan UKM meliputi berbagai kegiatan ekonomi, namun sebagian besar berbentuk usaha kecil yang bergerak disektor pertanian. UKM juga mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, oleh karna itu selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja juga juga berperan dalam pendistribusian hasil hasil pembangunan. Kebijakan yang tepat untuk mendukung UKM seperti:  Perizinan  Tekhnologi  Struktur  Manajeman  Pelatihan  Pembiayaan
  • 9.
    PERANAN UKM DITENGAH KRISIS GLOBAL Dalam Perekonomian Indonesia Usaha Kecil dan Menengah merupakan kelompok usaha yang paling banyak jumlahnya. Usaha Mikro Kecil dan Menengah ini tergolong kepada sektor riil dalam perekonomian, dimana sektor riil inilah yang memiliki daya tahan yang tinggi terhadap krisis global. UKM dapat membantu mempercepat laju pertumbuhan ekonomi suatu negara karena sektor ini akan banyak menyerap tenaga kerja. Hal ini selaras dengan apa yang diungkapkan oleh Joseph Alois Schumpeter seorang ahli ekonomi Amerika bahwa pertumbuhan ekonomi suatu negara sangat dipengaruhi oleh kewirausahaan (entrepreneurship) , dimana UMKM termasuk di dalamnya. Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998 sudah cukup menjelaskan bagaimana rentannya modal asing terhadap krisis. Keterkaitan Indonesia dengan pihak asing yang terlalu banyak menyebabkan ketergantungan yang rentan akan krisis. Ketergantungan tersebut dapat menyebabkan Indonesia ikut – ikutan collapse pada saat pihak asing collapse, tidak hanya rakyat miskin yang dibuat menderita tetapi juga konglomerat yang terlilit hutang.
  • 10.
    Peran Bank UpayaMengembangkan UKM  Lembaga perbankkan mempunyai peran yang penting bagi setiap perusahaan baik untuk memenuhi kebutuhan modal atau dana untuk menunjang kegiatan usaha, juga mempunyai peranan penting bagi perusahaan khususnya bagi perusahaan kecil atau usaha kecil. Usaha kecil mempunyai salah satu kelemahan kurang tertibnya dalam melakukan pencatatan dan lemah dalam menejemen. Kelemahan ini dapat membawa dampak terhadap penggunaan dana perusahaan tidak terkendali. Untuk menghindari pemborosan penggunaan dapat memanfaatkan untuk mengontrol penggunaan dana yaitu dengan menyimpan uang ke bank. Setiap mendapatkan uang segera dimasukkan ke bank sebelum digunakan dengan demikian penggunaan uang dapat sedikit terkontrol dalam penggunaanya.  Bagi lembaga perbankkan untuk saling memberikan keuntungan kedua belah pihak, pihak bank dapat membantu untuk melakukan pembinaan dalam melakukan pencatatan yang baik sehingga penggunaan dana dapat terkontrol dan dapat membuat rencana kas yang membawa dampak usaha kecil tersebut dapat membuat rencana untuk melakukan pengembangan. Dengan pembinaan dan pelatihan yang dilakukan bank terhadap UKM akan dapat membiasakan pelaku UKM untuk tertib administrasi dan ini dapat digunakan untuk meyakinkan pihak bank untuk memberikan kredit.  Dengan keberhasilan usaha kecil dalam mengembangkan usaha secara otomatis juga akan memberikan keuntungan bagi bank yang membinanya, keuntungan tersebut lancarnya pembayaran kredit maupun bunga dan setiap kebutuhan dana untuk pengembangan usaha kecil yang dibinanya akan melakukan pemilihan bank telah membantunya.
  • 11.
    Akses UKM keJasa Kredit Perbankan Dalam memberikan pembiayaan kepada sektor UKM, Bank tetap harus melakukan langkah-langkah “prudential banking” serta melakukan manajemen risiko sebagaimana yang telah digariskan dalam Standard Operasional dan Prosedur (SOP). Bank akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Prinsip Kehati-hatian 2. Dalam Kebijakan umum Perkreditan, diatur bahwa setiap proses dan keputusan kredit harus melalui langkah-langkah yang baku 3. Pre screening dan seleksi calon debitur UKM. Permohonan kredit dapat diproses apabila telah lolos pre screening, 4. Bank juga melakukan penilaian rating atas kesehatan debitur, melalui Credit Risk Rating (CRR) 5. Apabila telah melalui proses penilaian rating dan nilainya memenuhi standar yang ditetapkan, maka akan disusun proposal analisis kredit, sebagai bahan pertimbangan apakah usaha yang dibiayai layak atau tidak untuk diberikan kredit 6. Bank tetap harus memantau jalannya usaha debitur, serta menerapkan early warning system (EWS). 7. Bank juga harus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kredit yang telah diberikan. 8. Selain melakukan pembinaan dan pengawasan, Bank juga harus merapikan dokumentasi kredit, agar sewaktu-waktu dapat dimonitor.
  • 12.
    MANFAAT UKM Pertumbuhan UKMdiindonesia membawa dampak baik bagi perkembangan indonesia. Selain itu, UKM juga memiliki pengaruh besar terhadap jumlah pendpatan negara. Beberapa jenis UKM menjadi sumber devisa negara,dengan kata lain ukm telah menjadi investasi bagi negara.terutama UKM yang dibidang pertanian dan kerajinan. Selain manfaat bagi pertumbuhan ekonomi indonesia, tanpa disaadari UKM juga mampu mengurangi angka pengangguran di masyarakat, sekaligus juga meningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat.
  • 13.
    Daftar pustaka  http://footballokers.blogspot.co.id/2014/10/makalah-ukm- usaha-kecil-menengah.html http://stephanieoctaviani- takmenyerah.blogspot.co.id/2010/11/makalah-usaha-kecil- menengah.html