AssalamualaikumAre you ready guys?
Kelompok 6
• Euis Siti Nurhayati
• Fitriani Apendi
• Ghina Fauziyyah
• Gita Rizki Frdillah
• Hilma Fauziah
• Indira Nabilla Insni Wahyudi
• Irmawati Mardian
• Ismatul Hoeriah
Ketidakpastian matematika
• Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak
dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang
jelas.
• Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak
dan dibangun melalui proses penalaran deduktif
• Jadi, ketidakpastian matematika adalah bahan kajian yang memiliki
objek abstrak dan dibangun melalui proses penalaran deduktif yang tidak
menentu.
Bahan kajian yang memiliki objek abstrak
dan dibangun melalui proses penalaran
deduktif yang tidak menentu.
KETIDAKPASTIAN
MATEMATIKA
Contoh:
Andi ingin membeli pizza, namun ia tidak memiliki uang.
Kemudian ia meminjam uang kepada Budi dan Anton masing-
masing Rp. 25.000,-. Andi membeli pizza dengan harga Rp.
47.000,- jadi uang kembalian yang Andi miliki Rp. 3.000,-. Andi
memakai uang kembalian itu untuk meringankan pinjamannya
yaitu membayarkan masing-masing Rp. 1.000,- kepada Budi dan
Anton. Sisanya ia simpan sendiri sebagai pegangan, jadi utang
Andi kepada Budi dan Anton masing-masing menjadi Rp.
24.000,-.
Beberapa teori yang menjelaskan tentang
kriteria kebenaran
Teori koherensi
Teori korespondensi
suatu pernyataan dianggap
benar bila pernyataan itu
bersifat koheren atau
konsisten dengan
pernyataan-pernyataan
sebelumnya yang dianggap
benar
suatu pernyataan adalah benar
jika materi pengetahuan yang
dikandung pernyataan itu
berkorespondensi
(berhubungan) dengan objek
yang dituju oleh pernyataan
tersebut.
Kegagalan pada Absolutisme
Alasan mengapa Absolutisme terpatahkan adalah karena masing-masing
dari aksioma-aksioma atau prinsip-prinsip ini diasumsikan tanpa
demonstrasi. Akibatnya masing-masing paham memakai logika deduktif
untuk menyatakan kebenaran dari teorema matematika dari dasar
asumsi mereka.
mengapa Absolutisme gagal?
Fallibilist
Pandangan Utama dalam Epistemologi
Matematika
Absolutist
• Kebenaran matematika
adalah pasti secara
mutlak
• Matematika adalah
pengetahuan yang pasti,
yang obyektif dan tidak
perlu dipertanyakan
Kebenaran matematika
bisa saja keliru dan
bisa saja benar
Hempel dan A. J. Ayer salah satu
penganut kemutlakan (absolutist)
Metode deduktif mampu memberi
jaminan kepastian matematika
Dua tipe asumsi
Matematika,
mengenai asumsi
aksioma dan
definisi
Logika, mengenai asumsi
aksioma, aturan-aturan
kesimpulan dan bahasa
formal serta sintaksnya
Di awal abad ke –20, pandangan absolutist pengetahuan
matematika menemukan masalah
Terletak pada Hukum Dasar Ke–5 Frege
 Memungkinkan suatu himpunan dibuat dari
perluasan sebarang konsep
 Memungkinkan berbagai konsep atau sifat
digunakan pada sebuah himpunan
Kontradiksi-kontradiksi juga muncul pada
Teori Himpunan dan Teori Fungsi
Jika matematika itu pasti, dan semua teoremanya itu
pasti, mengapa bisa terjadi kontradiksi di antara
teorema-teoremanya?
 Tiga aliran yaitu logisisme,
formalisme dan intuisionisme
Gagal mempertahankan kelogisan
pengetahuan matematika
 Aksioma-aksioma atau prinsip-
prinsip dalam matematika
diasumsikan tanpa pembuktian.
Sehingga, semua aksioma atau prinsip
itu, masih terbuka untuk ditolak atau
diragukan.
 Fallibilisme adalah prinsip filosofis bahwa
manusia bisa salah
 Fallibilisme menunjukkan bahwa sebuah
pengetahuan tidak bisa dipastikan dengan
sepasti-pastinya
Misalnya kepercayaan ilmiah
Misalnya
ilmu empiris
Fakta baru bisa
membatalkan sebuah teori
lama
 Fallibilisme sesuatu dianggap
tidak mutlak benar dan bisa salah
Filsafat matematika mestinya mencakup kriteria
berikut:
Pengetahuan matematika: sifat, justifikasi dan
genesisnya,
Obyek-obyek matematika: sifat dan asal-usulnya,
Aplikasi matematika: keefektifannya dalam sains,
teknologi dan bidang-bidang lainnya.
Pelaksanaan (praktik) matematika: berbagai
aktivitas para matematikawan, baik di masa
sekarang maupun di masa lampau.
Kriteria tersebut merepresentasikan suatu
rekonseptualisasi peranan filsafat matematika
Pengujian terhadap sejumlah filsafat
berdasarkan 4 (empat) kriteria, untuk bisa
mengetahui layak tidaknya suatu filsafat
dianggap sebagai filsafat matematika
Salah satu yang diuji adalah ketiga
aliran absolutis yaitu logisisme,
formalisme dan konstruktivisme
(intuisionisme)
Rekonseptualisasi filsafat matematika
Dinyatakan telah gagal mempertahankan
kepastian matematika
Kritik Fallibilist Terhadap Absolutism
Asumsi - asumsi yang diperdebatkan:
 Asumsi A
Bukti-bukti bahwa para ahli matematika menerbitkan pembenaran-
pembenaran untuk pengujian teorema-teorema dapat di terjemahkan ke
dalam bukti-bukti formal yang sepenuhnya teliti.
 Asumsi B
Bukti formal kaku dapat dicek untuk ketepatannya.
 Asumsi C
Teori matematika dapat diterjemahkan ke dalam aksioma
formal secara sah.
 Asumsi D
Konsistensi dari penyajian ini ( Asumsi C) dapat dicek.
T H E E N D
Thank you for your attention, guys 

Fabilis

  • 1.
  • 3.
    Kelompok 6 • EuisSiti Nurhayati • Fitriani Apendi • Ghina Fauziyyah • Gita Rizki Frdillah • Hilma Fauziah • Indira Nabilla Insni Wahyudi • Irmawati Mardian • Ismatul Hoeriah
  • 4.
    Ketidakpastian matematika • Ketidakpastianberasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. • Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melalui proses penalaran deduktif • Jadi, ketidakpastian matematika adalah bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melalui proses penalaran deduktif yang tidak menentu.
  • 5.
    Bahan kajian yangmemiliki objek abstrak dan dibangun melalui proses penalaran deduktif yang tidak menentu. KETIDAKPASTIAN MATEMATIKA
  • 6.
    Contoh: Andi ingin membelipizza, namun ia tidak memiliki uang. Kemudian ia meminjam uang kepada Budi dan Anton masing- masing Rp. 25.000,-. Andi membeli pizza dengan harga Rp. 47.000,- jadi uang kembalian yang Andi miliki Rp. 3.000,-. Andi memakai uang kembalian itu untuk meringankan pinjamannya yaitu membayarkan masing-masing Rp. 1.000,- kepada Budi dan Anton. Sisanya ia simpan sendiri sebagai pegangan, jadi utang Andi kepada Budi dan Anton masing-masing menjadi Rp. 24.000,-.
  • 7.
    Beberapa teori yangmenjelaskan tentang kriteria kebenaran Teori koherensi Teori korespondensi suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar suatu pernyataan adalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
  • 8.
    Kegagalan pada Absolutisme Alasanmengapa Absolutisme terpatahkan adalah karena masing-masing dari aksioma-aksioma atau prinsip-prinsip ini diasumsikan tanpa demonstrasi. Akibatnya masing-masing paham memakai logika deduktif untuk menyatakan kebenaran dari teorema matematika dari dasar asumsi mereka. mengapa Absolutisme gagal?
  • 9.
    Fallibilist Pandangan Utama dalamEpistemologi Matematika Absolutist • Kebenaran matematika adalah pasti secara mutlak • Matematika adalah pengetahuan yang pasti, yang obyektif dan tidak perlu dipertanyakan Kebenaran matematika bisa saja keliru dan bisa saja benar
  • 10.
    Hempel dan A.J. Ayer salah satu penganut kemutlakan (absolutist) Metode deduktif mampu memberi jaminan kepastian matematika Dua tipe asumsi Matematika, mengenai asumsi aksioma dan definisi Logika, mengenai asumsi aksioma, aturan-aturan kesimpulan dan bahasa formal serta sintaksnya
  • 11.
    Di awal abadke –20, pandangan absolutist pengetahuan matematika menemukan masalah Terletak pada Hukum Dasar Ke–5 Frege  Memungkinkan suatu himpunan dibuat dari perluasan sebarang konsep  Memungkinkan berbagai konsep atau sifat digunakan pada sebuah himpunan Kontradiksi-kontradiksi juga muncul pada Teori Himpunan dan Teori Fungsi
  • 12.
    Jika matematika itupasti, dan semua teoremanya itu pasti, mengapa bisa terjadi kontradiksi di antara teorema-teoremanya?  Tiga aliran yaitu logisisme, formalisme dan intuisionisme Gagal mempertahankan kelogisan pengetahuan matematika  Aksioma-aksioma atau prinsip- prinsip dalam matematika diasumsikan tanpa pembuktian. Sehingga, semua aksioma atau prinsip itu, masih terbuka untuk ditolak atau diragukan.
  • 13.
     Fallibilisme adalahprinsip filosofis bahwa manusia bisa salah  Fallibilisme menunjukkan bahwa sebuah pengetahuan tidak bisa dipastikan dengan sepasti-pastinya Misalnya kepercayaan ilmiah Misalnya ilmu empiris Fakta baru bisa membatalkan sebuah teori lama  Fallibilisme sesuatu dianggap tidak mutlak benar dan bisa salah
  • 14.
    Filsafat matematika mestinyamencakup kriteria berikut: Pengetahuan matematika: sifat, justifikasi dan genesisnya, Obyek-obyek matematika: sifat dan asal-usulnya, Aplikasi matematika: keefektifannya dalam sains, teknologi dan bidang-bidang lainnya. Pelaksanaan (praktik) matematika: berbagai aktivitas para matematikawan, baik di masa sekarang maupun di masa lampau. Kriteria tersebut merepresentasikan suatu rekonseptualisasi peranan filsafat matematika
  • 15.
    Pengujian terhadap sejumlahfilsafat berdasarkan 4 (empat) kriteria, untuk bisa mengetahui layak tidaknya suatu filsafat dianggap sebagai filsafat matematika Salah satu yang diuji adalah ketiga aliran absolutis yaitu logisisme, formalisme dan konstruktivisme (intuisionisme) Rekonseptualisasi filsafat matematika Dinyatakan telah gagal mempertahankan kepastian matematika
  • 16.
    Kritik Fallibilist TerhadapAbsolutism Asumsi - asumsi yang diperdebatkan:  Asumsi A Bukti-bukti bahwa para ahli matematika menerbitkan pembenaran- pembenaran untuk pengujian teorema-teorema dapat di terjemahkan ke dalam bukti-bukti formal yang sepenuhnya teliti.  Asumsi B Bukti formal kaku dapat dicek untuk ketepatannya.  Asumsi C Teori matematika dapat diterjemahkan ke dalam aksioma formal secara sah.  Asumsi D Konsistensi dari penyajian ini ( Asumsi C) dapat dicek.
  • 17.
    T H EE N D Thank you for your attention, guys 