Bahan kajian matematika yang memiliki objek abstrak dan dibangun melalui proses penalaran deduktif yang tidak pasti. Contohnya, teori matematika dapat mengandung kontradiksi.
Ketidakpastian matematika
• Ketidakpastianberasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak
dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang
jelas.
• Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak
dan dibangun melalui proses penalaran deduktif
• Jadi, ketidakpastian matematika adalah bahan kajian yang memiliki
objek abstrak dan dibangun melalui proses penalaran deduktif yang tidak
menentu.
5.
Bahan kajian yangmemiliki objek abstrak
dan dibangun melalui proses penalaran
deduktif yang tidak menentu.
KETIDAKPASTIAN
MATEMATIKA
6.
Contoh:
Andi ingin membelipizza, namun ia tidak memiliki uang.
Kemudian ia meminjam uang kepada Budi dan Anton masing-
masing Rp. 25.000,-. Andi membeli pizza dengan harga Rp.
47.000,- jadi uang kembalian yang Andi miliki Rp. 3.000,-. Andi
memakai uang kembalian itu untuk meringankan pinjamannya
yaitu membayarkan masing-masing Rp. 1.000,- kepada Budi dan
Anton. Sisanya ia simpan sendiri sebagai pegangan, jadi utang
Andi kepada Budi dan Anton masing-masing menjadi Rp.
24.000,-.
7.
Beberapa teori yangmenjelaskan tentang
kriteria kebenaran
Teori koherensi
Teori korespondensi
suatu pernyataan dianggap
benar bila pernyataan itu
bersifat koheren atau
konsisten dengan
pernyataan-pernyataan
sebelumnya yang dianggap
benar
suatu pernyataan adalah benar
jika materi pengetahuan yang
dikandung pernyataan itu
berkorespondensi
(berhubungan) dengan objek
yang dituju oleh pernyataan
tersebut.
8.
Kegagalan pada Absolutisme
Alasanmengapa Absolutisme terpatahkan adalah karena masing-masing
dari aksioma-aksioma atau prinsip-prinsip ini diasumsikan tanpa
demonstrasi. Akibatnya masing-masing paham memakai logika deduktif
untuk menyatakan kebenaran dari teorema matematika dari dasar
asumsi mereka.
mengapa Absolutisme gagal?
9.
Fallibilist
Pandangan Utama dalamEpistemologi
Matematika
Absolutist
• Kebenaran matematika
adalah pasti secara
mutlak
• Matematika adalah
pengetahuan yang pasti,
yang obyektif dan tidak
perlu dipertanyakan
Kebenaran matematika
bisa saja keliru dan
bisa saja benar
10.
Hempel dan A.J. Ayer salah satu
penganut kemutlakan (absolutist)
Metode deduktif mampu memberi
jaminan kepastian matematika
Dua tipe asumsi
Matematika,
mengenai asumsi
aksioma dan
definisi
Logika, mengenai asumsi
aksioma, aturan-aturan
kesimpulan dan bahasa
formal serta sintaksnya
11.
Di awal abadke –20, pandangan absolutist pengetahuan
matematika menemukan masalah
Terletak pada Hukum Dasar Ke–5 Frege
Memungkinkan suatu himpunan dibuat dari
perluasan sebarang konsep
Memungkinkan berbagai konsep atau sifat
digunakan pada sebuah himpunan
Kontradiksi-kontradiksi juga muncul pada
Teori Himpunan dan Teori Fungsi
12.
Jika matematika itupasti, dan semua teoremanya itu
pasti, mengapa bisa terjadi kontradiksi di antara
teorema-teoremanya?
Tiga aliran yaitu logisisme,
formalisme dan intuisionisme
Gagal mempertahankan kelogisan
pengetahuan matematika
Aksioma-aksioma atau prinsip-
prinsip dalam matematika
diasumsikan tanpa pembuktian.
Sehingga, semua aksioma atau prinsip
itu, masih terbuka untuk ditolak atau
diragukan.
13.
Fallibilisme adalahprinsip filosofis bahwa
manusia bisa salah
Fallibilisme menunjukkan bahwa sebuah
pengetahuan tidak bisa dipastikan dengan
sepasti-pastinya
Misalnya kepercayaan ilmiah
Misalnya
ilmu empiris
Fakta baru bisa
membatalkan sebuah teori
lama
Fallibilisme sesuatu dianggap
tidak mutlak benar dan bisa salah
14.
Filsafat matematika mestinyamencakup kriteria
berikut:
Pengetahuan matematika: sifat, justifikasi dan
genesisnya,
Obyek-obyek matematika: sifat dan asal-usulnya,
Aplikasi matematika: keefektifannya dalam sains,
teknologi dan bidang-bidang lainnya.
Pelaksanaan (praktik) matematika: berbagai
aktivitas para matematikawan, baik di masa
sekarang maupun di masa lampau.
Kriteria tersebut merepresentasikan suatu
rekonseptualisasi peranan filsafat matematika
15.
Pengujian terhadap sejumlahfilsafat
berdasarkan 4 (empat) kriteria, untuk bisa
mengetahui layak tidaknya suatu filsafat
dianggap sebagai filsafat matematika
Salah satu yang diuji adalah ketiga
aliran absolutis yaitu logisisme,
formalisme dan konstruktivisme
(intuisionisme)
Rekonseptualisasi filsafat matematika
Dinyatakan telah gagal mempertahankan
kepastian matematika
16.
Kritik Fallibilist TerhadapAbsolutism
Asumsi - asumsi yang diperdebatkan:
Asumsi A
Bukti-bukti bahwa para ahli matematika menerbitkan pembenaran-
pembenaran untuk pengujian teorema-teorema dapat di terjemahkan ke
dalam bukti-bukti formal yang sepenuhnya teliti.
Asumsi B
Bukti formal kaku dapat dicek untuk ketepatannya.
Asumsi C
Teori matematika dapat diterjemahkan ke dalam aksioma
formal secara sah.
Asumsi D
Konsistensi dari penyajian ini ( Asumsi C) dapat dicek.