Face Negotiation Theory
Sesi 13
• Face:
Citra diri yg ditunjukan seseorang dalam
percakapannya dg orang lain.
• Face Negotiation Theory menjelaskan
bagaimana individu dlm budaya individualistik
& kolektivistik menegosiasikan face (citra diri)
dlm konflik
Individualistic vs Collective Culture
Masyarakat di dunia dapat dibedakan atas 2
budaya:
• Budaya individualistic: nilai budaya yg
menekankan pd individu dibanding kelompok.
• Budaya kolektivisme: nilai budaya yg
menekankan pd kelompok dibanding individu.
Assumption 1
Identitas diri (self identity) penting dlm interaksi
interpersonal & tiap individu menegosiasi identitas
mrk secara berbeda dlm budaya yg berbeda.
• identitas yg diharapkan individu agar diterima org
lain.
• identitas diri individu tdk stagnan, akan
dinegosiasikan/disesuaikan dlm interaksi dg org
lain.
Assumption 2
Manajemen konflik diperantarai o/ face (citra diri)
& budaya.
• tiap budaya punya cara beda dlm mengelola
konflik.
• Cth: budaya Amerika Serikat menganggap
menunjukan perbedaan sbg hal wajar. Budaya
lain belum tentu demikian.
Assumption 3
Tindakan2 tertentu dpt mengancam citra diri seseorang
yg ditampilkan (face threatening acts-FTA).
u/ menghindari FTA dpt dilakukan
• Face saving: mencegah/menghentikan rasa malu/
situasi yg sulit dg melakukan suatu tindakan nyata. Cth:
krn khawatir dianggap tdk gaul, maka Si A memilih u/
main dg teman yg terlihat gaul. Krn tdk nyaman jalan
melewati kakak senior, seorg mahasiswa baru
mengambil jln lain yg lebih jauh menuju kls.
• Face restoration: memberikan alasan bg rasa
malu/situasi sulit. Cth: "ini bukan salah dia, kok."
"Sehrsnya jln ini rata jd saya tdk jatuh".
Face Politeness & Facework
2 kebutuhan universal individu:
• Positive face: keinginan disukai & dikagumi o/
org2 yg penting dlm hidup kita.
• Negative face: keinginan memiliki kebebasan
Case Study:
• To please her teacher, Asya tries to speak with
a low pitch voive & using a formal sentences.
She knows most older people does not like
people younger than them to raise their voive
& using informal language (positive face). At
the same time, Asya also already stated a
boundary on the politeness she applies to her
teacher. Because she knows also that herself
is a unique individual that has liberty on
deciding what she want to do/say.
• Face politeness: demi mempertahankan citra
dirinya, individu menggunakan face politeness
strategy (strategi kesantunan) dg
memanfaatkan Facework: strategi verbal &
non verbal yg digunakan seseorang u/
memelihara, mempertahankan, atau
meningkatkan citra diri sekaligus u/
menyerang/mempertahankan citra diri lawan
bicaranya.
Jenis Facework:
• Tact Facework: batas di mana seseorang
menghargai otonomi/kebebasan lawan bicaranya.
• Solidarity Facework: menerima lawan bicara sbg
anggota kelompok.
• Approbation Facework: meminimalkan berpikir
negatif & mengutamakan pd aspek positif dr
lawan bicara.
Standpoint Theory
- People are situated in specific social locations; they
occupy different places in the social hierarchy based on
their membership in social groups (poor, wealthy, men,
women, European American, African American, Latino,
uneducated, well educated, etc).
- Because of these social locations, individuals view the
social situation from particular vantage points.
Assumptions
• Material life (or class position) structures and limits
understandings of social relations.
• When material life is structured in two opposing ways for
two different groups, the understanding of each will be
an inversion of the other.
• The vision of the ruling group structures the material
relations in which all groups are forced to participate.
• The vision available to an oppressed group represents
struggle and an achievement.
• The standpoint of the oppressed makes visible the
inhumanity of the existing relations among groups and
moves us toward a better and more just world.

face negotiation theory

  • 1.
  • 2.
    • Face: Citra diriyg ditunjukan seseorang dalam percakapannya dg orang lain. • Face Negotiation Theory menjelaskan bagaimana individu dlm budaya individualistik & kolektivistik menegosiasikan face (citra diri) dlm konflik
  • 3.
    Individualistic vs CollectiveCulture Masyarakat di dunia dapat dibedakan atas 2 budaya: • Budaya individualistic: nilai budaya yg menekankan pd individu dibanding kelompok. • Budaya kolektivisme: nilai budaya yg menekankan pd kelompok dibanding individu.
  • 4.
    Assumption 1 Identitas diri(self identity) penting dlm interaksi interpersonal & tiap individu menegosiasi identitas mrk secara berbeda dlm budaya yg berbeda. • identitas yg diharapkan individu agar diterima org lain. • identitas diri individu tdk stagnan, akan dinegosiasikan/disesuaikan dlm interaksi dg org lain.
  • 5.
    Assumption 2 Manajemen konflikdiperantarai o/ face (citra diri) & budaya. • tiap budaya punya cara beda dlm mengelola konflik. • Cth: budaya Amerika Serikat menganggap menunjukan perbedaan sbg hal wajar. Budaya lain belum tentu demikian.
  • 6.
    Assumption 3 Tindakan2 tertentudpt mengancam citra diri seseorang yg ditampilkan (face threatening acts-FTA). u/ menghindari FTA dpt dilakukan • Face saving: mencegah/menghentikan rasa malu/ situasi yg sulit dg melakukan suatu tindakan nyata. Cth: krn khawatir dianggap tdk gaul, maka Si A memilih u/ main dg teman yg terlihat gaul. Krn tdk nyaman jalan melewati kakak senior, seorg mahasiswa baru mengambil jln lain yg lebih jauh menuju kls. • Face restoration: memberikan alasan bg rasa malu/situasi sulit. Cth: "ini bukan salah dia, kok." "Sehrsnya jln ini rata jd saya tdk jatuh".
  • 7.
    Face Politeness &Facework 2 kebutuhan universal individu: • Positive face: keinginan disukai & dikagumi o/ org2 yg penting dlm hidup kita. • Negative face: keinginan memiliki kebebasan
  • 8.
    Case Study: • Toplease her teacher, Asya tries to speak with a low pitch voive & using a formal sentences. She knows most older people does not like people younger than them to raise their voive & using informal language (positive face). At the same time, Asya also already stated a boundary on the politeness she applies to her teacher. Because she knows also that herself is a unique individual that has liberty on deciding what she want to do/say.
  • 9.
    • Face politeness:demi mempertahankan citra dirinya, individu menggunakan face politeness strategy (strategi kesantunan) dg memanfaatkan Facework: strategi verbal & non verbal yg digunakan seseorang u/ memelihara, mempertahankan, atau meningkatkan citra diri sekaligus u/ menyerang/mempertahankan citra diri lawan bicaranya.
  • 10.
    Jenis Facework: • TactFacework: batas di mana seseorang menghargai otonomi/kebebasan lawan bicaranya. • Solidarity Facework: menerima lawan bicara sbg anggota kelompok. • Approbation Facework: meminimalkan berpikir negatif & mengutamakan pd aspek positif dr lawan bicara.
  • 11.
    Standpoint Theory - Peopleare situated in specific social locations; they occupy different places in the social hierarchy based on their membership in social groups (poor, wealthy, men, women, European American, African American, Latino, uneducated, well educated, etc). - Because of these social locations, individuals view the social situation from particular vantage points.
  • 12.
    Assumptions • Material life(or class position) structures and limits understandings of social relations. • When material life is structured in two opposing ways for two different groups, the understanding of each will be an inversion of the other. • The vision of the ruling group structures the material relations in which all groups are forced to participate. • The vision available to an oppressed group represents struggle and an achievement. • The standpoint of the oppressed makes visible the inhumanity of the existing relations among groups and moves us toward a better and more just world.