MERCEDES BENZ
Elektronisches Stabilitäts Programm
3IC12
Berbagai cara dilakukan para produsen mobil untuk mengurangi
kecelakaan yang terjadi di jalan raya. Salah satunya, menambahkan peranti
canggih yang bisa memperingatkan dan membantu pengemudi
mengendalikan kendaraannya saat melaju bersama kendaraan lainnya dan
menghadapi kondisi darurat.
Karena banyak ragam teknologi keselamatan diciptakan produsen mobil
bersama para vendor dan lembaga riset keselamatan lainnya dan kemudian
diadopsi, dipilih 4 yang sudah banyak digunakan saat ini. Hal itu masih terus
dikembangkan dengan fitur yang lebih baik lagi.
Penyempurnaan dari rem ABS, EBD dan TCS yang dirasa belum aman untuk
kendaraan.
A. LATAR BELAKANG
 Sistem ABS pada tahun 1929 sudah digunakan untuk pesawat. Kemudian dipopulerkan tahun
1970 setelah muncul elektronik ABS
 Mercedes-Benz memperkenalkan TCS pada tahun 1978
 Tahun 1987-1992, Mercedes-Benz dan Robert Bosch GmbH mengembangkan sebuah system
yang diberi nama Elektronisches Stabilitäts programm yang dipakai pada model W140 S-Class
pada tahun 1995.
 GM memperkenalkan versi lain dari ESP yang diberi nama StabiliTrack pada 1997.
 Pada Ford, ESC mereka sebut dengan istilah “AdvanceTrac”, diluncurkan tahun 2000.
 Toyota dengan Vehicle Stability Control System mereka perkenalkan tahun 2004 di Toyota
Crown.
 Dan akhirnya sudah menjadi keharusan bahwa di penghujung tahun 2011 semua kendaraan
yang dipasarkan di AS dan Eropa harus dilengkapi ESC/ESP
A. SEJARAH ESP
 ESP adalah penyempurnaan dari ABS dan ASR.
 Tugas ESP adalah membantu pengemudi meminimalisir
terjadinya oversteering atau understeering.
 ESP dapat mengetahui kendaraan dalam bahaya oversteering
atau understeering yang dapat menyebabkan kendaraan
terguling.
B. PENGERTIAN ESP
ASR ABS ESP+ =
ESP telah di aplikasi oleh bebrapa produsen merk mobil ternama
di dunia yang di antaranya Mercedez Benz, berikut nama lain yang
digunakan pabrikan kendaraan lain di dunia :
• Electronic Stability Program (ESP) : Volkswagen, Suzuki, Audi,
Bentley, Skoda, Mercedes Benz, Tata, Daimler, Dodge etc.
• StabiliTrack : GM, Buick, Chevrolet, Pontiac etc.
• Dynamic Stability Control (DSC) : BMW, MINICOOPER
• AdvanceTrac with Roll Stability Control (RSC) and Interactive
Vehicle Dynamics (IVD) : Ford
• Vehicle Stability Assist (VSA) : Honda
• Vehicle Stability Control : Toyota
C. PENERAPAN ESP PADA KENDARAAN
A. KOMPONEN ESP DAN CARA KERJANYA
 Didalam Hydraulic unit terdapat 2 komponen penting
yaitu pompa dan katup-katup pengatur.
 Hydraulic unit bekerja pada 3 mode, yaitu :
1.Mode Penekanan
2.Mode Penahanan
3.Mode pengurangan tekanan
1. Hydraulic unit with ECU
Aliran fluida : Master silinder > Port A > Port C > Disc brake
1. Mode Penekanan
Aliran fluida : Master silinder > Hydraulic unit (Port A tertutup)
2. Mode Penahanan
Aliran Fluida : silinder disc brake > port C ke port B > reservoir
> Pompa > master cilinder
3. Mode Pengurangan Tekanan
Sensor ini adalah sensor yang memantau dan
membaca kecepatan roda. Terdapat dua komponen
penting, yaitu rotor dan sensor speed.
2. Wheel Speed Sensor
 Ketika roda berputar maka rotor bergerigi juga ikut berputar.
 Saat salah gigi rotor yang menonjol berada didepan sensor, maka akan
terjadi perubahan gap, ini akan menghasilkan tegangan bergelombang.
 Dan selanjutnya akan mengirim hasil pembacaan tersebut ke ECU/ESPCM.
Cara Kerja WSS
Keterangan :
a) LED
b) Sirip Penghalang (Disc Encoding)
c) Photo diode
d) Photo diode
e) Spiral kontak
3. STEERING ANGEL SENSOR
• Sepasang photo diode
akan membaca LED
yang dihalangi oleh
sirip pengahalang.
• Saat Led tidak
terhalang sirip, photo
dioda akan mendeteksi
sinyal dari LED.
• Foto transistor akan
mengukur kecepatan
pergerakan steering
berdasarkan cepat
lambatnya penghalang
menutup Led.
Kemudian photo dioda
akan mengirim sinyal
yang diterima dari Led
ke ECU/ESPCM.
Cara Kerja Steering Angel
Sensor
Sensor ini mendeteksi gerakan berputar pada sumbu
vertikal (yawing) pada kendaraan dan terletak pada titik
berat kendaraan (Pusat Gravitasi Mobil).
4. YAW RATE SENSOR
Sensor ini mendeteksi gerakan menyamping (lateral) pada
kendaraan saat kehilangan kendali dan penempatannya
harus sedekat mungkin dengan pusat gravitasi mobil.
5. LATERAL ACCELERATION SENSOR
Keterangan :
1. Magnet Permanaen
2. Spring
3. Peredam (Damper plate)
4. Hall sensor
Cara kerja :
Magnet permanent dan spring membentuk sistem magnetic, ketika
mobil kehilangan kendali maka magnet akan bergerak berisolasi
bolak-balik dibawah Hall Sensor, hal ini akan dideteksi oleh Hall
sensor kemudian sinyal Hall sensor meneruskan sinyal ke
ECU/ESPCM.
Cara Kerja Lateral Acceleration Sensor
6. ESP CONTROL MODULE
ESP control module melakukan fungsi-fungsi sebagai berikut :
• Menerima sinyal dari sensor-sensor.
• Secara kontinyu mengatur komponen elektrikal
• Bantuan diagnosa saat melakukan perbaikan di bengkel.
7. ESP SWITCH
ESP switch gunanya adalah untuk menonaktifkan fungsi ESP dan TCS.
ESP switch letaknya disamping dasboard mobil. Sistem ini biasanya
aktif setelah mobil baru dihidupkan dan hanya bisa dimatikan
melalui ESP switch.
B. CARA KERJA ESP
wss
Steering
Angel
Sensor
Yaw
Rate
Sensor
Lateral
Acc
Sensor
ESP
SWITCH
BATERRA
I
ESP
CONTROL MODUL
Hydraulic
Unit with
ECU
ESP
warning
Lamp
Saat mobil terjadi oversteer atau understeer maka
keadaan ini dibaca oleh Yaw rate sensor. Kemudian Yaw
rate sensor akan mengirim hasil pembacaan tersebut ke
ESPCM.
 Elektronik stability program merupakan system yang
dikontrol otomatis oleh ECU yang bertujuan untuk
menjaga keselamatan berkendara. System ini dirasa
sudah cukup bagi setiap kendaraan dan terbukti
mengurangi kecelakaan.
 Namun demikian ESP juga mempunyai kekurangan,
diantaranya baterai harus optimal, jika tidak maka
ESP tidak dapat bekerja.
A. KESIMPULAN
TERIMA KASIH

Esp

  • 1.
  • 2.
    Berbagai cara dilakukanpara produsen mobil untuk mengurangi kecelakaan yang terjadi di jalan raya. Salah satunya, menambahkan peranti canggih yang bisa memperingatkan dan membantu pengemudi mengendalikan kendaraannya saat melaju bersama kendaraan lainnya dan menghadapi kondisi darurat. Karena banyak ragam teknologi keselamatan diciptakan produsen mobil bersama para vendor dan lembaga riset keselamatan lainnya dan kemudian diadopsi, dipilih 4 yang sudah banyak digunakan saat ini. Hal itu masih terus dikembangkan dengan fitur yang lebih baik lagi. Penyempurnaan dari rem ABS, EBD dan TCS yang dirasa belum aman untuk kendaraan. A. LATAR BELAKANG
  • 3.
     Sistem ABSpada tahun 1929 sudah digunakan untuk pesawat. Kemudian dipopulerkan tahun 1970 setelah muncul elektronik ABS  Mercedes-Benz memperkenalkan TCS pada tahun 1978  Tahun 1987-1992, Mercedes-Benz dan Robert Bosch GmbH mengembangkan sebuah system yang diberi nama Elektronisches Stabilitäts programm yang dipakai pada model W140 S-Class pada tahun 1995.  GM memperkenalkan versi lain dari ESP yang diberi nama StabiliTrack pada 1997.  Pada Ford, ESC mereka sebut dengan istilah “AdvanceTrac”, diluncurkan tahun 2000.  Toyota dengan Vehicle Stability Control System mereka perkenalkan tahun 2004 di Toyota Crown.  Dan akhirnya sudah menjadi keharusan bahwa di penghujung tahun 2011 semua kendaraan yang dipasarkan di AS dan Eropa harus dilengkapi ESC/ESP A. SEJARAH ESP
  • 4.
     ESP adalahpenyempurnaan dari ABS dan ASR.  Tugas ESP adalah membantu pengemudi meminimalisir terjadinya oversteering atau understeering.  ESP dapat mengetahui kendaraan dalam bahaya oversteering atau understeering yang dapat menyebabkan kendaraan terguling. B. PENGERTIAN ESP ASR ABS ESP+ =
  • 5.
    ESP telah diaplikasi oleh bebrapa produsen merk mobil ternama di dunia yang di antaranya Mercedez Benz, berikut nama lain yang digunakan pabrikan kendaraan lain di dunia : • Electronic Stability Program (ESP) : Volkswagen, Suzuki, Audi, Bentley, Skoda, Mercedes Benz, Tata, Daimler, Dodge etc. • StabiliTrack : GM, Buick, Chevrolet, Pontiac etc. • Dynamic Stability Control (DSC) : BMW, MINICOOPER • AdvanceTrac with Roll Stability Control (RSC) and Interactive Vehicle Dynamics (IVD) : Ford • Vehicle Stability Assist (VSA) : Honda • Vehicle Stability Control : Toyota C. PENERAPAN ESP PADA KENDARAAN
  • 6.
    A. KOMPONEN ESPDAN CARA KERJANYA
  • 7.
     Didalam Hydraulicunit terdapat 2 komponen penting yaitu pompa dan katup-katup pengatur.  Hydraulic unit bekerja pada 3 mode, yaitu : 1.Mode Penekanan 2.Mode Penahanan 3.Mode pengurangan tekanan 1. Hydraulic unit with ECU
  • 8.
    Aliran fluida :Master silinder > Port A > Port C > Disc brake 1. Mode Penekanan
  • 9.
    Aliran fluida :Master silinder > Hydraulic unit (Port A tertutup) 2. Mode Penahanan
  • 10.
    Aliran Fluida :silinder disc brake > port C ke port B > reservoir > Pompa > master cilinder 3. Mode Pengurangan Tekanan
  • 11.
    Sensor ini adalahsensor yang memantau dan membaca kecepatan roda. Terdapat dua komponen penting, yaitu rotor dan sensor speed. 2. Wheel Speed Sensor
  • 12.
     Ketika rodaberputar maka rotor bergerigi juga ikut berputar.  Saat salah gigi rotor yang menonjol berada didepan sensor, maka akan terjadi perubahan gap, ini akan menghasilkan tegangan bergelombang.  Dan selanjutnya akan mengirim hasil pembacaan tersebut ke ECU/ESPCM. Cara Kerja WSS
  • 13.
    Keterangan : a) LED b)Sirip Penghalang (Disc Encoding) c) Photo diode d) Photo diode e) Spiral kontak 3. STEERING ANGEL SENSOR
  • 14.
    • Sepasang photodiode akan membaca LED yang dihalangi oleh sirip pengahalang. • Saat Led tidak terhalang sirip, photo dioda akan mendeteksi sinyal dari LED. • Foto transistor akan mengukur kecepatan pergerakan steering berdasarkan cepat lambatnya penghalang menutup Led. Kemudian photo dioda akan mengirim sinyal yang diterima dari Led ke ECU/ESPCM. Cara Kerja Steering Angel Sensor
  • 15.
    Sensor ini mendeteksigerakan berputar pada sumbu vertikal (yawing) pada kendaraan dan terletak pada titik berat kendaraan (Pusat Gravitasi Mobil). 4. YAW RATE SENSOR
  • 16.
    Sensor ini mendeteksigerakan menyamping (lateral) pada kendaraan saat kehilangan kendali dan penempatannya harus sedekat mungkin dengan pusat gravitasi mobil. 5. LATERAL ACCELERATION SENSOR
  • 17.
    Keterangan : 1. MagnetPermanaen 2. Spring 3. Peredam (Damper plate) 4. Hall sensor Cara kerja : Magnet permanent dan spring membentuk sistem magnetic, ketika mobil kehilangan kendali maka magnet akan bergerak berisolasi bolak-balik dibawah Hall Sensor, hal ini akan dideteksi oleh Hall sensor kemudian sinyal Hall sensor meneruskan sinyal ke ECU/ESPCM. Cara Kerja Lateral Acceleration Sensor
  • 18.
    6. ESP CONTROLMODULE ESP control module melakukan fungsi-fungsi sebagai berikut : • Menerima sinyal dari sensor-sensor. • Secara kontinyu mengatur komponen elektrikal • Bantuan diagnosa saat melakukan perbaikan di bengkel.
  • 19.
    7. ESP SWITCH ESPswitch gunanya adalah untuk menonaktifkan fungsi ESP dan TCS. ESP switch letaknya disamping dasboard mobil. Sistem ini biasanya aktif setelah mobil baru dihidupkan dan hanya bisa dimatikan melalui ESP switch.
  • 20.
    B. CARA KERJAESP wss Steering Angel Sensor Yaw Rate Sensor Lateral Acc Sensor ESP SWITCH BATERRA I ESP CONTROL MODUL Hydraulic Unit with ECU ESP warning Lamp
  • 21.
    Saat mobil terjadioversteer atau understeer maka keadaan ini dibaca oleh Yaw rate sensor. Kemudian Yaw rate sensor akan mengirim hasil pembacaan tersebut ke ESPCM.
  • 22.
     Elektronik stabilityprogram merupakan system yang dikontrol otomatis oleh ECU yang bertujuan untuk menjaga keselamatan berkendara. System ini dirasa sudah cukup bagi setiap kendaraan dan terbukti mengurangi kecelakaan.  Namun demikian ESP juga mempunyai kekurangan, diantaranya baterai harus optimal, jika tidak maka ESP tidak dapat bekerja. A. KESIMPULAN
  • 23.