OLEH
Galuh G. Kusumo, M.Farm., Apt.
PENGERTIAN
ď‚— EKSTRAKSI adalah suatu proses pemisahan
substansi dari campurannya dengan
menggunakan pelarut yang sesuai
ď‚— Metode yang dipilih tergantung:
- tekstur bahan
- kandungan air
- senyawa yang akan diisolasi
ď‚— Ekstraksi = membunuh jaringan tumbuhan
untuk mencegah terjadinya oksidasi / hidrolisis
oleh enzim
Proses dalam ekstraksi yang berjalan paralel :
ď‚— Washing out adalah proses ekstraksi dari sel
tumbuhan yang sudah pecah
ď‚— Difusi adalah proses ekstraksi dari sel
tumbuhan yang masih utuh
ď‚— Proses difusi melalui beberapa tahap:
- penetrasi solven ke dalam sel tanaman
- sel tanaman akan mengembang
- difusi zat kandungan keluar sel
ď‚— Metode ekstraksi gunanya: melarutkan
senyawa yang terdapat dalam jaringan tanaman
ke dalam pelarut yang dipakai untuk proses
ekstraksi tersebut
ď‚— Alkohol = pelarut universal krn menarik
semua golongan senyawa metabolit
sekunder
ď‚— Ekstrak adalah sediaan kental yang diperoleh
dengan mengekstraksi senyawa aktif dari
simplisia nabati atau hewani menggunakan
pelarut yang sesuai, kemudian semua atau
hampir seluruh pelarut diuapkan dan massa
atau serbuk yang tersisa diperlakukan
sedemikian hingga memenuhi baku yang telah
ditetapkan
ď‚— Ekstrak cair adalah sediaan dari simplisia
nabati yang mengandung PELARUT sebagai
pelarut atau sebagai pengawet, jika tidak
dinyatakan lain pada masing-masing
monografi tiap ml ekstrak mengandung
senyawa aktif dari 1 gram simplisia yang
memenuhi syarat
ď‚— Hal-hal yang harus diperhatikan :
ď‚— sampel harus mudah didapatkan kembali
dari cairan penyari
ď‚— cairan penyari tidak toksik dan tidak mudah
terbakar
ď‚— Tidak mau campur antara pelarut dan
penyari
ď‚— memiliki perbedaan bobot jenis yang nyata
ď‚— memiliki titik didih yang nyata
ď‚— penyari tidak mengganggu pada analisis
selanjutnya
ď‚— tidak menimbulkan buih dan emulsi
sewaktu digojok
a. Selektifitas
Pelarut hanya boleh melarutkan ekstrak yang diinginkan,
bukan komponen-komponen lain dari bahan ekstraksi.
b. Kelarutan
Pelarut sedapat mungkin memiliki kemampuan
melarutkan ekstrak yang besar (kebutuhan pelarut lebih
sedikit).
c. Kemampuan untuk tidak saling bercampur
Pada ekstraksi cair-cair, pelarut tidak boleh atau hanya
secara terbatas larut dalam bahan ekstraksi.
Pemilihan pelarut pada umumnya dipengaruhi
oleh faktor-faktor berikut ini :
d. Kerapatan
Terutama pada ekstraksi cair-cair, sedapat mungkin
terdapat perbedaan kerapatan yang besar antara pelarut
dan bahan ekstraksi.
e. Reaktifitas
Pada umumnya pelarut tidak boleh menyebabkan
perubahan secara kimia pada komponen-komponen bahan
ekstraksi.
f. Titik didih
Karena ekstrak dan pelarut biasanya harus dipisahkan
dengan cara penguapan, destilasi atau rektifikasi, maka
titik didih kedua bahan itu tidak boleh terlalu dekat.
Kriteria yang lain
ď‚— Pelarut sedapat mungkin harus murah, tersedia dalam
jumlah besar, tidak beracun, tidak terbakar, tidak
eksplosif bila bercampur dengan udara, tidak korosif,
tidak menyebabkan terbentuknya emulsi, memiliki
viskositas yang rendah dan stabil secara termis
MACAM-MACAM EKSTRAKSI
ď‚— Berdasarkan bentuk campuran:
1. Ekstraksi padat-cair
2. Ekstraksi cair-cair
ď‚— Berdasarkan proses pelaksanaannya:
1. Ekstraksi yang berkesinambungan
(continous extraction)
= pelarut yang sama dipakai berulang-
ulang sampai proses ekstraksi selesai
2. Ekstraksi bertahap (bath extraction)
= tiap tahap dipakai pelarut yang baru
MACAM-MACAM EKSTRAKSI
ď‚— Berdasarkan pemanasan yang digunakan:
1. Cara dingin (maserasi, perkolasi)
2. Cara panas (refluks, soxhlet, digesti, infus,
dekok)
ď‚— Lainnya:
1. Ekstraksi yang berkesinambungan
2. Superkritikal karbondioksida
3. Ekstraksi ultrasonik
4. Ekstraksi energi listrik
EKSTRAKSI PADAT-CAIR
ď‚— Maserasi padat-cair bertahap
ď‚— Perkolasi / liksiviasi
ď‚— Soxhletasi padat-cair
ď‚— Distilasi uap air berkesinambungan
Memerlukan kontak yang lama antara pelarut
dengan padatan / bahan yang akan diekstraksi
Liquid-liquid extraction is a useful method to separate
components (compounds) of a mixture
EKSTRAKSI cair-CAIR
maserasi
Adalah proses PERENDAMAN pengekstrakan
simplisia dengan menggunakan pelarut dengan
beberapa kali pengocokan atau pengadukan
pada temperatur ruangan (kamar)
Secara teknologi termasuk ekstraksi dengan
prinsip metode pencapaian konsentrasi pada
kesetimbangan
Maserasi kinetik berarti dilakukan pengadukan
yang kontinu (terus – menerus)
Remaserasi berarti dilakukan pengulangan
penambahan pelarut setelah dilakukan
penyaringan maserat pertama dan seterusnya
maserasi
ď‚— padat-cair bertahap
ď‚— membiarkan padatan terendam dalam suatu
pelarut
ď‚— proses perendaman tanpa pemanasan (suhu
kamar), dengan pemanasan atau suhu
pendidihan
ď‚— sesudah disaring, residu dapat diekstraksi
kembali
ď‚— proses dapat diulang beberapa kali sesuai
kebutuhan
ď‚— pelarut air, butuh proses ekstraksi lebih lanjut
maserasi
ď‚— pelarut organik, filtrat langsung dikumpulkan
dan dievaporasi /diuapkan
ď‚— Keuntungannya cepat tapi tidak efektif dan
efisien
ď‚— waktu rendam bervariasi 15-30 menit, 24 jam
ď‚— jumlah pelarut 10-20 x jumlah sampel
CONTOH Cara maserasi : masukkan 10 bagian
simplisia dengan derajat yang cocok ke dalam
bejana
ď‚— dituangi dengan penyari 75 bagian, ditutup dan
dibiarkan selama 5 hari, terlindung dari cahaya
sambil diaduk sekali-kali setiap hari lalu
diperas dan ampasnya dimaserasi kembali
dengan cairan penyari
ď‚— Penyarian diakhiri setelah pelarut tidak
berwarna lagi, lalu dipindahkan ke dalam
bejana tertutup, dibiarkan pada tempat yang
tidak bercahaya, setelah dua hari lalu endapan
dipisahkan
PERKOLASI
Adalah ektraksi dengan pelarut yang selalu
baru sampai sempurna (exhaustive extraction)
yang umumnya dilakukan dengan
PENETESAN pada temperatur ruangan
Proses terdiri dari:
- tahapan pengembangan bahan,
- tahap maserasi antara,
- tahap perkolasi sebenarnya (penetesan atau
penampungan ekstrak) terus – menerus
sampai diperoleh ekstrak (perkolat) yang
jumlahnya 1 – 5 kali bahan
PERKOLASI / LIKSIVIASI
ď‚— ekstraksi padat-cair yang berkesinambungan
ď‚— metode yang dilakukan:
- melewatkan pelarut secara perlahan-lahan
- pelarut menembus sampel bahan yang
biasanya ditampung dalam suatu bahan
kertas yang agak tebal dan berpori
CONTOH Cara perkolasi : dibasahkan 10 bagian
simplisia dengan derajat halus yang cocok,
menggunakan 2,5 bagian sampai 5 bagian cairan
penyari dimasukkan dalam bejana tertutup
sekurang-kurangnya 3 jam
ď‚— Massa dipindahkan sedikit demi sedikit ke
dalam perkolator, ditambahkan cairan penyari
ď‚— Perkolator ditutup dibiarkan selama 24 jam,
kemudian kran dibuka dengan kecepatan 1 ml
permenit, sehingga simplisia tetap terendam
ď‚— Filtrat dipindahkan ke dalam bejana, ditutup
dan dibiarkan selama 2 hari pada tempat
terlindung dari cahaya
REFLUKS
Adalah ekstraksi dengan pelarut pada
temperatur titik didihnya, selama waktu
tertentu dan jumlah pelarut terbatas yang
relatif konstan dengan adanya pendingin balik
Umumnya dilakukan pengulangan proses pada
residu pertama sampai 3 – 5 kali sehingga dapat
termasuk proses ekstraksi sempurna
ď‚— Dasar ekstraksi : berkesinambungan
ď‚— Bahan yang akan diekstraksi direndam dengan
cairan penyari dalam labu alas bulat yang
dilengkapi dengan alat pendingin tegak, lalu
dipanaskan sampai mendidih
ď‚— Cairan penyari akan menguap, uap tersebut
akan diembunkan dengan pendingin tegak dan
akan kembali menyari zat aktif dalam simplisia
tersebut, demikian seterusnya
ď‚— Ekstraksi ini biasanya dilakukan 3 kali dan
setiap kali diekstraksi selama 4 jam.
SOXHLET
Adalah ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu
baru yang umumnya dilakukan dengan alat
khusus sehingga terjadi ekstraksi kontinu
dengan jumlah pelarut relatif konstan dengan
adanya pendingin balik
Kelebihan:
- pelarut yang terkondensasi akan
terakumulasi dalam wadah
- kontak antar pelarut dan sampel berlangsung
lama
ď‚— Dasar ekstraksi : secara berkesinambungan
ď‚— Cairan penyari dipanaskan sampai mendidih
ď‚— Uap penyari akan naik melalui pipa samping,
kemudian diembunkan lagi oleh pendingin
tegak
ď‚— Cairan penyari turun untuk menyari zat aktif
dalam simplisia
ď‚— Cairan penyari mencapai sifon, maka seluruh
cairan akan turun ke labu alas bulat dan terjadi
proses sirkulasi
ď‚— Demikian seterusnya sampai zat aktif yang
terdapat dalam simplisia tersari seluruhnya
yang ditandai jernihnya cairan yang lewat pada
tabung sifon
BEDA REFLUKS DAN SOXHLET
DIGESTI
Adalah maserasi kinetik (dengan pengadukan
kontinu) pada temperatur yang lebih tinggi
dari temperatur ruangan (kamar) yaitu secara
umum dilakukan pada temperatur 40 - 50ÂşC
Penyarian dengan pelarut air sampai pada suhu 900
C selama waktu 15-20 menit, menghasilkan
ekstrak yang disebut infus
INFUSA
Adalah ekstraksi dengan pelarut air pada
temperatur penangas air (bejana infus tercelup
dalam penangas air mendidih, temperatur
terukur 96 - 98ºC) selama waktu tertentu (15 –
20 menit)
DEKOKTA
Adalah infus pada waktu yang lebih lama (≥ 30
menit) dan temperatur sampai titik didih air
Penyarian dengan pelarut air pada titik didih air
(1000 C) pada waktu yang lebih lama dari 20
menit menghasilkan ekstrak yang disebut dekok
DESTILASI UAP
Adalah ekstraksi senyawa yang mudah menguap
(minyak atsiri) dari bahan dengan uap air
berdasarkan peristiwa tekanan parsial senyawa
dengan fase uap air dari ketel secara kontinu
sampai sempurna dan diakhiri dengan
kondensasi fase uap campuran (senyawa mudah
menguap ikut terdestilasi) menjadi destilat air
bersama senyawa kandungan yang memisah
sempurna atau memisah sebagian
DESTILASI UAP
Bahan tidak tercelup ke air yang mendidih, namun
dilewati uap air sehingga senyawa mudah
menguap ikut terdestilasi
Destilasi uap dan air, bahan bercampur sempurna
atau sebagian dengan air mendidih, senyawa
mudah menguap tetap terdestilasi secara terus –
menerus
EKSTRAKSI ULTRASONIK
Adalah getaran ultrasonik (> 20.000 Hz.)
memberikan efek pada proses ekstrak dengan
prinsip meningkatkan permeabilitas dinding sel,
menimbulkan gelembung spontan (cavitation)
sebagai stress dinamik serta menimbulkan fraksi
interfase
EKSTRAKSI ENERGI LISTRIK
Adalah energi listrik digunakan dalam bentuk medan
listrik, medan magnet serta electric discharges
yang dapat mempercepat proses dan
meningkatkan hasil dengan prinsip menimbulkan
gelembung spontan dan menyebarkan gelombang
tekanan berkecepatan ultrasonik
LATIHAN SOAL
ď‚› Jelaskan yang dimaksud dengan ekstraksi dan
mekanisme proses ekstraksi!
ď‚› Sebutkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam
ekstraksi!
ď‚› Jelaskan cara kerja dari maserasi!
ď‚› Jelaskan mekanisme proses yang ada dalam
perkolasi!
ď‚› Jelaskan perbedaan antara refluks dan soxhlet!

EKSTRAKSI.ppt

  • 1.
    OLEH Galuh G. Kusumo,M.Farm., Apt.
  • 2.
    PENGERTIAN ď‚— EKSTRAKSI adalahsuatu proses pemisahan substansi dari campurannya dengan menggunakan pelarut yang sesuai ď‚— Metode yang dipilih tergantung: - tekstur bahan - kandungan air - senyawa yang akan diisolasi ď‚— Ekstraksi = membunuh jaringan tumbuhan untuk mencegah terjadinya oksidasi / hidrolisis oleh enzim
  • 3.
    Proses dalam ekstraksiyang berjalan paralel : ď‚— Washing out adalah proses ekstraksi dari sel tumbuhan yang sudah pecah ď‚— Difusi adalah proses ekstraksi dari sel tumbuhan yang masih utuh ď‚— Proses difusi melalui beberapa tahap: - penetrasi solven ke dalam sel tanaman - sel tanaman akan mengembang - difusi zat kandungan keluar sel
  • 4.
    ď‚— Metode ekstraksigunanya: melarutkan senyawa yang terdapat dalam jaringan tanaman ke dalam pelarut yang dipakai untuk proses ekstraksi tersebut ď‚— Alkohol = pelarut universal krn menarik semua golongan senyawa metabolit sekunder
  • 5.
    ď‚— Ekstrak adalahsediaan kental yang diperoleh dengan mengekstraksi senyawa aktif dari simplisia nabati atau hewani menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian semua atau hampir seluruh pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian hingga memenuhi baku yang telah ditetapkan
  • 6.
    ď‚— Ekstrak cairadalah sediaan dari simplisia nabati yang mengandung PELARUT sebagai pelarut atau sebagai pengawet, jika tidak dinyatakan lain pada masing-masing monografi tiap ml ekstrak mengandung senyawa aktif dari 1 gram simplisia yang memenuhi syarat
  • 7.
    ď‚— Hal-hal yangharus diperhatikan : ď‚— sampel harus mudah didapatkan kembali dari cairan penyari ď‚— cairan penyari tidak toksik dan tidak mudah terbakar ď‚— Tidak mau campur antara pelarut dan penyari ď‚— memiliki perbedaan bobot jenis yang nyata ď‚— memiliki titik didih yang nyata ď‚— penyari tidak mengganggu pada analisis selanjutnya ď‚— tidak menimbulkan buih dan emulsi sewaktu digojok
  • 8.
    a. Selektifitas Pelarut hanyaboleh melarutkan ekstrak yang diinginkan, bukan komponen-komponen lain dari bahan ekstraksi. b. Kelarutan Pelarut sedapat mungkin memiliki kemampuan melarutkan ekstrak yang besar (kebutuhan pelarut lebih sedikit). c. Kemampuan untuk tidak saling bercampur Pada ekstraksi cair-cair, pelarut tidak boleh atau hanya secara terbatas larut dalam bahan ekstraksi. Pemilihan pelarut pada umumnya dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini :
  • 9.
    d. Kerapatan Terutama padaekstraksi cair-cair, sedapat mungkin terdapat perbedaan kerapatan yang besar antara pelarut dan bahan ekstraksi. e. Reaktifitas Pada umumnya pelarut tidak boleh menyebabkan perubahan secara kimia pada komponen-komponen bahan ekstraksi. f. Titik didih Karena ekstrak dan pelarut biasanya harus dipisahkan dengan cara penguapan, destilasi atau rektifikasi, maka titik didih kedua bahan itu tidak boleh terlalu dekat.
  • 10.
    Kriteria yang lain ď‚—Pelarut sedapat mungkin harus murah, tersedia dalam jumlah besar, tidak beracun, tidak terbakar, tidak eksplosif bila bercampur dengan udara, tidak korosif, tidak menyebabkan terbentuknya emulsi, memiliki viskositas yang rendah dan stabil secara termis
  • 11.
    MACAM-MACAM EKSTRAKSI ď‚— Berdasarkanbentuk campuran: 1. Ekstraksi padat-cair 2. Ekstraksi cair-cair ď‚— Berdasarkan proses pelaksanaannya: 1. Ekstraksi yang berkesinambungan (continous extraction) = pelarut yang sama dipakai berulang- ulang sampai proses ekstraksi selesai 2. Ekstraksi bertahap (bath extraction) = tiap tahap dipakai pelarut yang baru
  • 12.
    MACAM-MACAM EKSTRAKSI ď‚— Berdasarkanpemanasan yang digunakan: 1. Cara dingin (maserasi, perkolasi) 2. Cara panas (refluks, soxhlet, digesti, infus, dekok) ď‚— Lainnya: 1. Ekstraksi yang berkesinambungan 2. Superkritikal karbondioksida 3. Ekstraksi ultrasonik 4. Ekstraksi energi listrik
  • 13.
    EKSTRAKSI PADAT-CAIR ď‚— Maserasipadat-cair bertahap ď‚— Perkolasi / liksiviasi ď‚— Soxhletasi padat-cair ď‚— Distilasi uap air berkesinambungan Memerlukan kontak yang lama antara pelarut dengan padatan / bahan yang akan diekstraksi
  • 14.
    Liquid-liquid extraction isa useful method to separate components (compounds) of a mixture EKSTRAKSI cair-CAIR
  • 16.
    maserasi Adalah proses PERENDAMANpengekstrakan simplisia dengan menggunakan pelarut dengan beberapa kali pengocokan atau pengadukan pada temperatur ruangan (kamar) Secara teknologi termasuk ekstraksi dengan prinsip metode pencapaian konsentrasi pada kesetimbangan Maserasi kinetik berarti dilakukan pengadukan yang kontinu (terus – menerus) Remaserasi berarti dilakukan pengulangan penambahan pelarut setelah dilakukan penyaringan maserat pertama dan seterusnya
  • 17.
    maserasi ď‚— padat-cair bertahap ď‚—membiarkan padatan terendam dalam suatu pelarut ď‚— proses perendaman tanpa pemanasan (suhu kamar), dengan pemanasan atau suhu pendidihan ď‚— sesudah disaring, residu dapat diekstraksi kembali ď‚— proses dapat diulang beberapa kali sesuai kebutuhan ď‚— pelarut air, butuh proses ekstraksi lebih lanjut
  • 18.
    maserasi ď‚— pelarut organik,filtrat langsung dikumpulkan dan dievaporasi /diuapkan ď‚— Keuntungannya cepat tapi tidak efektif dan efisien ď‚— waktu rendam bervariasi 15-30 menit, 24 jam ď‚— jumlah pelarut 10-20 x jumlah sampel
  • 19.
    CONTOH Cara maserasi: masukkan 10 bagian simplisia dengan derajat yang cocok ke dalam bejana ď‚— dituangi dengan penyari 75 bagian, ditutup dan dibiarkan selama 5 hari, terlindung dari cahaya sambil diaduk sekali-kali setiap hari lalu diperas dan ampasnya dimaserasi kembali dengan cairan penyari ď‚— Penyarian diakhiri setelah pelarut tidak berwarna lagi, lalu dipindahkan ke dalam bejana tertutup, dibiarkan pada tempat yang tidak bercahaya, setelah dua hari lalu endapan dipisahkan
  • 20.
    PERKOLASI Adalah ektraksi denganpelarut yang selalu baru sampai sempurna (exhaustive extraction) yang umumnya dilakukan dengan PENETESAN pada temperatur ruangan Proses terdiri dari: - tahapan pengembangan bahan, - tahap maserasi antara, - tahap perkolasi sebenarnya (penetesan atau penampungan ekstrak) terus – menerus sampai diperoleh ekstrak (perkolat) yang jumlahnya 1 – 5 kali bahan
  • 21.
    PERKOLASI / LIKSIVIASI ď‚—ekstraksi padat-cair yang berkesinambungan ď‚— metode yang dilakukan: - melewatkan pelarut secara perlahan-lahan - pelarut menembus sampel bahan yang biasanya ditampung dalam suatu bahan kertas yang agak tebal dan berpori
  • 22.
    CONTOH Cara perkolasi: dibasahkan 10 bagian simplisia dengan derajat halus yang cocok, menggunakan 2,5 bagian sampai 5 bagian cairan penyari dimasukkan dalam bejana tertutup sekurang-kurangnya 3 jam ď‚— Massa dipindahkan sedikit demi sedikit ke dalam perkolator, ditambahkan cairan penyari ď‚— Perkolator ditutup dibiarkan selama 24 jam, kemudian kran dibuka dengan kecepatan 1 ml permenit, sehingga simplisia tetap terendam ď‚— Filtrat dipindahkan ke dalam bejana, ditutup dan dibiarkan selama 2 hari pada tempat terlindung dari cahaya
  • 24.
    REFLUKS Adalah ekstraksi denganpelarut pada temperatur titik didihnya, selama waktu tertentu dan jumlah pelarut terbatas yang relatif konstan dengan adanya pendingin balik Umumnya dilakukan pengulangan proses pada residu pertama sampai 3 – 5 kali sehingga dapat termasuk proses ekstraksi sempurna
  • 25.
    ď‚— Dasar ekstraksi: berkesinambungan ď‚— Bahan yang akan diekstraksi direndam dengan cairan penyari dalam labu alas bulat yang dilengkapi dengan alat pendingin tegak, lalu dipanaskan sampai mendidih ď‚— Cairan penyari akan menguap, uap tersebut akan diembunkan dengan pendingin tegak dan akan kembali menyari zat aktif dalam simplisia tersebut, demikian seterusnya ď‚— Ekstraksi ini biasanya dilakukan 3 kali dan setiap kali diekstraksi selama 4 jam.
  • 27.
    SOXHLET Adalah ekstraksi menggunakanpelarut yang selalu baru yang umumnya dilakukan dengan alat khusus sehingga terjadi ekstraksi kontinu dengan jumlah pelarut relatif konstan dengan adanya pendingin balik Kelebihan: - pelarut yang terkondensasi akan terakumulasi dalam wadah - kontak antar pelarut dan sampel berlangsung lama
  • 28.
    ď‚— Dasar ekstraksi: secara berkesinambungan ď‚— Cairan penyari dipanaskan sampai mendidih ď‚— Uap penyari akan naik melalui pipa samping, kemudian diembunkan lagi oleh pendingin tegak ď‚— Cairan penyari turun untuk menyari zat aktif dalam simplisia ď‚— Cairan penyari mencapai sifon, maka seluruh cairan akan turun ke labu alas bulat dan terjadi proses sirkulasi ď‚— Demikian seterusnya sampai zat aktif yang terdapat dalam simplisia tersari seluruhnya yang ditandai jernihnya cairan yang lewat pada tabung sifon
  • 31.
  • 32.
    DIGESTI Adalah maserasi kinetik(dengan pengadukan kontinu) pada temperatur yang lebih tinggi dari temperatur ruangan (kamar) yaitu secara umum dilakukan pada temperatur 40 - 50ÂşC Penyarian dengan pelarut air sampai pada suhu 900 C selama waktu 15-20 menit, menghasilkan ekstrak yang disebut infus
  • 33.
    INFUSA Adalah ekstraksi denganpelarut air pada temperatur penangas air (bejana infus tercelup dalam penangas air mendidih, temperatur terukur 96 - 98ºC) selama waktu tertentu (15 – 20 menit)
  • 34.
    DEKOKTA Adalah infus padawaktu yang lebih lama (≥ 30 menit) dan temperatur sampai titik didih air Penyarian dengan pelarut air pada titik didih air (1000 C) pada waktu yang lebih lama dari 20 menit menghasilkan ekstrak yang disebut dekok
  • 35.
    DESTILASI UAP Adalah ekstraksisenyawa yang mudah menguap (minyak atsiri) dari bahan dengan uap air berdasarkan peristiwa tekanan parsial senyawa dengan fase uap air dari ketel secara kontinu sampai sempurna dan diakhiri dengan kondensasi fase uap campuran (senyawa mudah menguap ikut terdestilasi) menjadi destilat air bersama senyawa kandungan yang memisah sempurna atau memisah sebagian
  • 36.
    DESTILASI UAP Bahan tidaktercelup ke air yang mendidih, namun dilewati uap air sehingga senyawa mudah menguap ikut terdestilasi Destilasi uap dan air, bahan bercampur sempurna atau sebagian dengan air mendidih, senyawa mudah menguap tetap terdestilasi secara terus – menerus
  • 39.
    EKSTRAKSI ULTRASONIK Adalah getaranultrasonik (> 20.000 Hz.) memberikan efek pada proses ekstrak dengan prinsip meningkatkan permeabilitas dinding sel, menimbulkan gelembung spontan (cavitation) sebagai stress dinamik serta menimbulkan fraksi interfase
  • 41.
    EKSTRAKSI ENERGI LISTRIK Adalahenergi listrik digunakan dalam bentuk medan listrik, medan magnet serta electric discharges yang dapat mempercepat proses dan meningkatkan hasil dengan prinsip menimbulkan gelembung spontan dan menyebarkan gelombang tekanan berkecepatan ultrasonik
  • 43.
    LATIHAN SOAL ď‚› Jelaskanyang dimaksud dengan ekstraksi dan mekanisme proses ekstraksi! ď‚› Sebutkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam ekstraksi! ď‚› Jelaskan cara kerja dari maserasi! ď‚› Jelaskan mekanisme proses yang ada dalam perkolasi! ď‚› Jelaskan perbedaan antara refluks dan soxhlet!