SlideShare a Scribd company logo
1 of 45
Download to read offline
Teknologi Ekstraksi Bahan
Alam untuk Pengembangan
Bahan Baku Obat
apt. Aditya Sindu Sakti., M.Si.
Dipresentasikan pada kegiatan Webinar Nasional Kefarmasian
dengan tema “Pengembangan Natural Product untuk Mencapai
Kemandirian Bahan Baku Obat Tradisional”, 31 Maret 2024
Ekstraksi merupakan suatu
prosedur yang dilakukan untuk
memisahkan fitokimia dari
matriks bahan alam, baik
dengan atau tanpa
menggunakan pelarut.
Fundamental Ekstraksi
Bahan Alam
Penetrasi
pelarut ke
matriks
bahan alam
Fitokimia
terlarut
dalam
pelarut
Fitokimia
berdifusi
keluar dari
matriks
Fitokimia
terakumulasi
pada
solevent
Memeras buah,
hingga cairan dari
buah tersebut
keluar, termasuk
dalam metode
ekstraksi bahan
alam
Mekanisme
ekstraksi
fitokimia dari
matriks bahan
alam dengan
menggunakan
pelarut
Terlarut pori matriks atau teradsorbsi
pada permukaan pori matriks.
1.
Teradsorbi pada permukaan matriks
(pemahaman konvensional).
2.
Terlarut atau teradsorbsi pada
mikro/nano-pori.
3.
Terikat secara kimiawi pada matriks
bahan alam.
4.
Terlarut dalam bulk solution.
5.
Situs Fitokimia
dalam Matriks
bahan Alam
Pentingkah proses
agitasi/pengadukan
dalam proses
esktraksi bahan
alam?
Dalam proses ekstraksi terjadi perpindahan
komponen X (fitokimia) dari fase A (matriks
bahan alam/simplisia) ke fase B (solvent).
Syarat: Kedua fase (A & B) tidak saling
bercampur apabila dalam bentuk liquid.
Umumnya: fase A dalam bentuk
padat/semisolid.
Pada kenyataanya
equilibrium/kesetimbangan tidak pernah
tercapai karena X jauh lebih sedikit
dibandingkan dengan solvent (fase B) yang
ditambahkan.
Kinetika ekstraksi Fenomena difusi yang terjadi dijelaskan oleh
Hukum Fick sebagai berikut:
Ketika mencapai permukaan partikel fase A,
proses perpindahan massa A ke fase B terjadi
melalui mekanisme diffusi dan konveksi
dengan persamaan sebagai berikut:
Constant extraction rate period
Fitokimia (X) mulai terakumulasi pada permukaan
partikel (Fase A).
Resistensi perpindahan massa X dari fase A ke
permukaan partikel.
Agitasi meningkatkan efisiensi ekstraksi.
Falling extraction rate period
Terjadi penumpukan fitokimia (X) di permukaan
partikel (Fase A).
Resistensi perpindahan massa X pada antarmuka solid-
fluida (antara permukaan fase A dan fase B).
Terjadi penurunan laju ekstraksi, karena area untuk
transfer masa berkurang.
Diffusion controlled period
Fitokimia (X) di permukaan fase A telah habis
terdeplesi berpindah ke fase B.
Hanya dipengaruhi oleh difusi solvent ke fase A dan
difusi X ke solvent (fase B).
Karakteristik: melambatnya proses ekstraksi
Kinetika ekstraksi
Rasio antara
simplisia dan
solvent
berpengaruh
signifikan
terhadap
perolehan
senyawa fitokimia
Pada ekstraksi
bertingkat seluruh
massa fitokimia dalam
matriks bahan
alam/simplisia
berusaha dipindahkan
ke solvent.
Ekstraksi bertingkat vs ekstraksi
tidak bertingkat
Pada metode ekstraksi
tidak bertingkat pelarut
biasanya tidak dapat
mengekstraksi fitokimia
dalam matriks bahan
alam dalam jumlah yang
besar.
Exhaustive= 1 : 50 - 100 (w/v) Non-Exhaustive= 1 : 5 - 10 (w/v)
Metode ekstraksi tidak bertingkat
lebih cepat, karena proses ekstraksi
tidak perlu mencapai
equilibrium/kesetimbangan partisi.
Metode ekstraksi exhaustive
membutuhkan proses yang panjang,
dan memungkinkan terekstraksinya
seluruh senyawa target dari matriks
bahan alam.
Lantas selama
proses ekstraksi
berlangsung
mengapa harus
dipanaskan?
Apabila ΔH3 > ΔH1 + ΔH2, maka ∑ ΔH < 0.
Hal ini berarti reaksi berjalan secara
eksotermik, karena ΔS selalu positif.
Sebaliknya,
Apabila ΔH3 < ΔH1 + ΔH2, maka ∑ ΔH > 0.
Reaksi berjalan secara endotermik
(membutuhkan energi panas dari luar),
pembentukan larutan hanya akan terjadi
apabila TΔS > ∑ ΔH .
Konsekuensinya dibutuhkan entropy dan
atau temperatur yang lebih tinggi untuk
pembentukan larutan ekstrak.
Termodinamika
ekstraksi
Persamaan energi bebas Gibbs
pembentukan larutan, Jika diasumsikan, ΔH
merupakan hasil penjumlahan dari 3 enthalpy
berberda, maka:
energi yang
dikeluarkan untuk
memutus
ikatan
intramolekular
antara molekul
solvent. (+)
energi yang
dikeluarkan
untuk memutus
ikatan
intramolekular
antara
fitokimia. (+)
energi yang
dilepaskan
dari
pembentukan
ikatan antara
solvent dan
fitokimia. (-)
Lebih baik dalam
bentuk simplisia
atau serbuk
simplisia?
Ukuran Partikel dan
Luas Permukaan
Partikel
The rule of thumb is that "like dissolves like".
Polar/ionic solvents dissolve polar/ionic solutes and
non-polar solvents dissolve non-polar solutes. For
example, water is a polar solvent and it will dissolve
salts and other polar molecules, but not non-polar
molecules like oil.
Konsep polaritas
Kd (equilibrium
dissociation
constant) dan
koefisien
partisi (P)
berhantung
pada pH
Waktu
ekstrasksi
berpengaruh
integral
terhadap
perolehan
fitokimia
Overview, faktor yang mempengaruhi
ekstraksi bahan alam
Infusa merupakan sediaan yang dibuat dari
simplisia kering bagian atas tanaman,
termasuk daun, batang, bunga, biji
aromatik (e.g. adas manis, & biji adas), dan
buah.
Cara pembuatannya dengan cara
menuangkan air mendidih pada simplisia.
Proses penyeduhan berlangsung dalam
wadah yang tertutup.
Dengan metode ini, kandungan minyak
atsiri pada simplisia aromatik dapat
dipertahankan (terkondensasi pada tutup,
dan menetes kembali ke air).
Infusa
Dekokta merupakan esktrak aqueous yang
diperoleh dengan cara simmering atau
perebusan simplisia.
Simplisia yang digunakan, antaralain: biji,
akar, kulit batang, dan simplisia lainnya yang
tidak mengandung senyawa aromatik/mudah
menguap.
Lama perubusan selama 20 menit atau lebih
lama (hingga 1 jam) tergantung kekentalan
yang diinginkan (hingga volume air berkurang
setengahnya).
Dekokta
Metode ekstraksi konvensional
Refluks Soxhlet
Perkolasi
Maserasi
Metode ekstraksi minyak atsiri
Distilasi
Enfleurage
Pressurized Solvent/Liquid
Extraction (PSE/PLE)
Pada PLE kombinasi antara tekanan tinggi (100-140 atm) dan
temperatur tertentu, hanya membutuhkan sejumlah kecil
solvent dengan waktu ekstraksi yang singkat (5-10 menit).
Gelombang ultrasonik merupakan
gelombang suara dengan frekuensi tingggi
(20 kHz - 100 MHz) yang tidak dapat
didengar oleh manusia.
Gelombang ultrasonik menghasilkan getaran
dan memicu munculnya gelembung pada
ekstraktan, gelembung tersebut pecah
menghasilkan suatu gelombang kejut yang
merusak dinding sel.
Ultrasound-
assisted
extraction (UAE)
Microwave merupakan radiasi
elektromagnetik (osilasi dari medan elektrik
dan medan magnetik) dengan frekuensi
berkisar antara 300 MHz hingga 300 GHz.
Microwave merupakan non-ionizing
radiation yang dapat menyebabkan
pergerakan molekular ketika berkontak
dengan suatu material, tanpa menyebabkan
perubahan struktur molekular.
Microwave-
assisted
extraction (MAE)
Enzyme-assisted extraction (EAE)
PEF digunakan untuk meningkatkan
porositas dari sel tanaman, sehingga
mampu meningkatkan senyawa bioaktif
yang terekstraksi dari matriks bahan alam.
Pada metode PEF simplisia diletakkan pada
chamber yang disusun diantara elektroda.
Pajanan listrik dialirkan melalui matriks
bahan alam, gaya tolak menolak antara
molekul bermuatan menciptakan pori-pori
pada dinding sel sehingga meningkatkan
permeabilitias.
Pulsed Electric
Field (PEF)
Metode ekstraksi HHPE memanfaatkan
tekanan hidrostatik tinggi antara 1000
hingga 8000 bar atau lebih tigggi untuk
mengekstraksi senyawa fitokimia dari
matriks bahan alam.
Teknik HHPE dapat dioperasikan pada
temperatur ruang, tanpa adanya proses
pemanasan.
Ketika terjadi peningkatan tekanan, maka
permeabilitas dari sel-sel matriks bahan
alam akan meningkat dan laju transfer
massa juga meningkat.
High-Hydrostatic
Pressure Extraction
(HHPE)
Perbandingan kadar antosianin yang
diperoleh dari beberapa metode
ekstraksi
DIC-assisted extraction merupakan
teknologi ektraksi memanfaatkan efek
termo-mekanis akibat penurunan tekanan
secara mendadak (ΔP/Δt > 0.5 MPa/s)
hingga mencapai kondisi vakum (sekitar 3-5
KPa) setelah pajanan temperatur dan
tekanan tinggi (dengan menggunakan
injeksi uap tersaturasi, tekanan di atas 1
MPa) pada waktu yang singkat (10-60 s).
Instant Controlled
Pressure Drop
(DIC)-assisted
extraction
Green Extraction
Green Chemistry (Kimia Hijau) merupakan desain dan aplikasi proses kimia dan
produk untuk mengeliminasi atau mengurangi penggunaan senyawa kimia yang
memberikan efek berbahaya terhadap lingkungan dan kesehatan.
Green extraction (Ekstraksi Hijau) merupakan inovasi dan desain proses
ekstraksi yang dapat menurutkan konsumsi energi dalam proses ekstraksi,
penggunaan pelarut alternatif dan bahan alam terbarukan, dalam rangka
menghasilkan ekstrak yang aman dengan kualitas tinggi.
Green solvent merupakan pelarut ramah lingkungan, dikenal juga sebagai bio-
solvent dan diperoleh dari hasil pengolahan agrikultural.
6 Prinsip Green Extraction
Metode ekstraksi
inovatif yang
dapat
diaplikasikan
pada green
extraction
Terimakasih atas
Perhatiannya
educate through
pharmaceutical
science
apotechary_id
Andrzejewska, E., 2016. Photoinitiated polymerization in ionic liquids and its application. Polymer International, 66(3),
pp.366-381.
Allaf, T., Besombes, C., Mih, I., Lefevre, L. and Allaf, K., 2011. Decontamination of Solid and Powder Foodstuffs using DIC
Technology. Advances in Computer Science and Engineering.
Allaf, T., Tomao, V., Ruiz, K. and Chemat, F., 2013. Instant controlled pressure drop technology and ultrasound assisted
extraction for sequential extraction of essential oil and antioxidants. Ultrasonics Sonochemistry, 20(1), pp.239-246.
Baggio, P. Flash Extraction–What Can It Do for You? Web page. Available online: https://www.dtpacific.com/dev/wp-
content/uploads/2017/03/Art-ASVO-Flash-Bio-Thermo-Extraction-What-can-it-do-for-you.pdf. (Acessed on 11 May 2020).
Berk, Z., 2018. Extraction. Food Process Engineering and Technology, pp.289-310.
Bouras, M., Grimi, N., Bals, O. and Vorobiev, E., 2016. Impact of pulsed electric fields on polyphenols extraction from
Norway spruce bark. Industrial Crops and Products, 80, pp.50-58.
Chemat, F., Vian, M. and Cravotto, G., 2012. Green Extraction of Natural Products: Concept and Principles. International
Journal of Molecular Sciences, 13(7), pp.8615-8627.
Chemat, F., Vian, M., Ravi, H., Khadhraoui, B., Hilali, S. and Tixier, A., 2019. Review of Alternative Solvents for Green
Extraction of Food and Natural Products: Panorama, Principles, Applications and Prospects. Molecules, 24(16), pp.1-27.
Chua, L., Latiff, N. and Mohamad, M., 2016. Reflux extraction and cleanup process by column chromatography for high
yield of andrographolide enriched extract. Journal of Applied Research on Medicinal and Aromatic Plants, 3(2), pp.64-70.
Daftar Referensi
Corrales, M., Toepfl, S., Butz, P., Knorr, D. and Tauscher, B., 2008. Extraction of anthocyanins from grape by-products
assisted by ultrasonics, high hydrostatic pressure or pulsed electric fields: A comparison. Innovative Food Science &
Emerging Technologies, 9(1), pp.85-91.
Doble, M. and Kumar, A., 2007. Green Chemistry And Engineering. 1st ed. Burlington: Elsevier Science.
Galceran, M. and Puignou, L., 2006. Latest developments in the analysis of heterocyclic amines in cooked foods.
Acrylamide and Other Hazardous Compounds in Heat-Treated Foods, pp.68-116.
Goode, J. and Harrop, S., 2011. Authentic Wine : Toward Natural And Sustainable Winemaking. 1st ed. Berkeley:
University of California Press.
Gude, V., Patil, P., Martinez-Guerra, E., Deng, S. and Nirmalakhandan, N., 2013. Microwave energy potential for biodiesel
production. Sustainable Chemical Processes, 1(1), p.5.
Hamoud-Agha, M. and Allaf, K., 2019. Instant Controlled Pressure Drop (DIC) Technology in Food Preservation:
Fundamental and Industrial Applications. Food Preservation and Waste Exploitation.
Heldt, H., Piechulla, B. and Heldt, F., 2010. Plant Biochemistry. 4th ed. London: Academic Press.
Juliasih, N., Yuan, L., Sago, Y., Atsuta, Y. and Daimon, H., 2015. Supercritical Fluid Extraction of Quinones from Compost
for Microbial Community Analysis. Journal of Chemistry, 2015, pp.1-7.
Khan, S., Aslam, R. and Makroo, H., 2018. High pressure extraction and its application in the extraction of bio-active
compounds: A review. Journal of Food Process Engineering, 42(1), p.e12896.
Mandal, S., Mandal, V. and Das, A., 2015. Essentials of Botanical Extraction Principles And Applications. 1st ed. London:
Academic Press.
Mišan, A., Nađpal, J., Stupar, A., Pojić, M., Mandić, A., Verpoorte, R. and Choi, Y., 2019. The perspectives of natural deep
eutectic solvents in agri-food sector. Critical Reviews in Food Science and Nutrition, pp.1-29.
Mounir, S., Allaf, T., Berka, B., Hassani, A. and Allaf, K., 2014. Instant Controlled Pressure Drop technology: From a new
fundamental approach of instantaneous transitory thermodynamics to large industrial applications on high performance–
high controlled quality unit operations. Comptes Rendus Chimie, 17(3), pp.261-267.
Paiva, A., Craveiro, R., Aroso, I., Martins, M., Reis, R. and Duarte, A., 2014. Natural Deep Eutectic Solvents – Solvents for
the 21st Century. ACS Sustainable Chemistry & Engineering, 2(5), pp.1063-1071.
Prado, J., Vardanega, R., Debien, I., Meireles, M., Gerschenson, L., Sowbhagya, H. and Chemat, S., 2015. Conventional
extraction. Food Waste Recovery, pp.127-148.
Tan, T., Lai, C., OuYang, H., He, M. and Feng, Y., 2016. Ionic liquid-based ultrasound-assisted extraction and aqueous
two-phase system for analysis of caffeoylquinic acids from Flos Lonicerae Japonicae. Journal of Pharmaceutical and
Biomedical Analysis, 120, pp.134-141.
Tran, T., Nguyen, H., Nguyen, D., Nguyen, T., Tan, H., Nhan, L., Nguyen, D., Tran, L., Do, S. and Nguyen, T., 2018.
Optimization of Microwave-Assisted Extraction of Essential Oil from Vietnamese Basil (Ocimum basilicum L.) Using
Response Surface Methodology. Processes, 6(11), p.206.
Vanda, H., Dai, Y., Wilson, E., Verpoorte, R. and Choi, Y., 2018. Green solvents from ionic liquids and deep eutectic
solvents to natural deep eutectic solvents. Comptes Rendus Chimie, 21(6), pp.628-638.
Zhang, Q., Lin, L. and Ye, W., 2018. Techniques for extraction and isolation of natural products: a comprehensive review.
Chinese Medicine, 13(1).
Zhang, W., Xue, J., Yang, X. and Wang, S., 2011. Determination of inorganic and total mercury in seafood samples by a
new ultrasound-assisted extraction system and cold vapor atomic fluorescence spectrometry. Journal of Analytical Atomic
Spectrometry, 26(10), p.2023.

More Related Content

Similar to Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan Alam

ITP UNS SEMESTER 2 Laporan KimOr Acara 6 Ekstraksi bit ubi
ITP UNS SEMESTER 2 Laporan KimOr Acara 6 Ekstraksi bit ubiITP UNS SEMESTER 2 Laporan KimOr Acara 6 Ekstraksi bit ubi
ITP UNS SEMESTER 2 Laporan KimOr Acara 6 Ekstraksi bit ubiFransiska Puteri
 
OPTIMALISASI PEMANFAATAN DAUN LAMUN THALASSIA HEMPRICHII SEBAGAI SUMBER ANTIO...
OPTIMALISASI PEMANFAATAN DAUN LAMUN THALASSIA HEMPRICHII SEBAGAI SUMBER ANTIO...OPTIMALISASI PEMANFAATAN DAUN LAMUN THALASSIA HEMPRICHII SEBAGAI SUMBER ANTIO...
OPTIMALISASI PEMANFAATAN DAUN LAMUN THALASSIA HEMPRICHII SEBAGAI SUMBER ANTIO...rikitristanto
 
Farmakokinetik dan galenika
Farmakokinetik dan galenikaFarmakokinetik dan galenika
Farmakokinetik dan galenikaTruly Anggraini
 
13_14-Dasar-dasar ekologi tumbuhan.pptx
13_14-Dasar-dasar ekologi tumbuhan.pptx13_14-Dasar-dasar ekologi tumbuhan.pptx
13_14-Dasar-dasar ekologi tumbuhan.pptxBayuSulistiantono1
 
PPT PENGENALAN METODE- METODE ANALISIS.pptx
PPT PENGENALAN METODE- METODE ANALISIS.pptxPPT PENGENALAN METODE- METODE ANALISIS.pptx
PPT PENGENALAN METODE- METODE ANALISIS.pptxAmeliaMoniq1
 
LAPORAN_PRAKTIKUM_METODE_PARAFIN.docx.docx
LAPORAN_PRAKTIKUM_METODE_PARAFIN.docx.docxLAPORAN_PRAKTIKUM_METODE_PARAFIN.docx.docx
LAPORAN_PRAKTIKUM_METODE_PARAFIN.docx.docxAgathaHaselvin
 
Ekologi perairan 2007 2008 - 2 ekosistem
Ekologi perairan 2007 2008 - 2 ekosistemEkologi perairan 2007 2008 - 2 ekosistem
Ekologi perairan 2007 2008 - 2 ekosistemUNHAS
 
FITOKIMIA EKSTRAK
FITOKIMIA EKSTRAKFITOKIMIA EKSTRAK
FITOKIMIA EKSTRAKSapan Nada
 
Skripsi ekstraksi antioksidan_(_likopen_)_dari_buah_tomat_dengan_menggunakan_...
Skripsi ekstraksi antioksidan_(_likopen_)_dari_buah_tomat_dengan_menggunakan_...Skripsi ekstraksi antioksidan_(_likopen_)_dari_buah_tomat_dengan_menggunakan_...
Skripsi ekstraksi antioksidan_(_likopen_)_dari_buah_tomat_dengan_menggunakan_...Beby Offduty
 
PPT KIMIA LINGKUNGAN II - EKSTRAKSI - KELOMPOK 3 rmk refisi.pptx
PPT KIMIA LINGKUNGAN II - EKSTRAKSI - KELOMPOK 3 rmk refisi.pptxPPT KIMIA LINGKUNGAN II - EKSTRAKSI - KELOMPOK 3 rmk refisi.pptx
PPT KIMIA LINGKUNGAN II - EKSTRAKSI - KELOMPOK 3 rmk refisi.pptxNovriDoank2
 
engineer-ekstraksi-minyak-atsiri-daun-kayu-putih-secara-destilasi-uap-air-lan...
engineer-ekstraksi-minyak-atsiri-daun-kayu-putih-secara-destilasi-uap-air-lan...engineer-ekstraksi-minyak-atsiri-daun-kayu-putih-secara-destilasi-uap-air-lan...
engineer-ekstraksi-minyak-atsiri-daun-kayu-putih-secara-destilasi-uap-air-lan...Pondok Pesantren An-Nawawiyah
 
Ekstraksi
EkstraksiEkstraksi
Ekstraksimtrko
 
1 85-1-pb
1 85-1-pb1 85-1-pb
1 85-1-pbRsnyln
 

Similar to Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan Alam (20)

ITP UNS SEMESTER 2 Laporan KimOr Acara 6 Ekstraksi bit ubi
ITP UNS SEMESTER 2 Laporan KimOr Acara 6 Ekstraksi bit ubiITP UNS SEMESTER 2 Laporan KimOr Acara 6 Ekstraksi bit ubi
ITP UNS SEMESTER 2 Laporan KimOr Acara 6 Ekstraksi bit ubi
 
Trepium Sertik
Trepium SertikTrepium Sertik
Trepium Sertik
 
OPTIMALISASI PEMANFAATAN DAUN LAMUN THALASSIA HEMPRICHII SEBAGAI SUMBER ANTIO...
OPTIMALISASI PEMANFAATAN DAUN LAMUN THALASSIA HEMPRICHII SEBAGAI SUMBER ANTIO...OPTIMALISASI PEMANFAATAN DAUN LAMUN THALASSIA HEMPRICHII SEBAGAI SUMBER ANTIO...
OPTIMALISASI PEMANFAATAN DAUN LAMUN THALASSIA HEMPRICHII SEBAGAI SUMBER ANTIO...
 
Farmakokinetik dan galenika
Farmakokinetik dan galenikaFarmakokinetik dan galenika
Farmakokinetik dan galenika
 
13_14-Dasar-dasar ekologi tumbuhan.pptx
13_14-Dasar-dasar ekologi tumbuhan.pptx13_14-Dasar-dasar ekologi tumbuhan.pptx
13_14-Dasar-dasar ekologi tumbuhan.pptx
 
Laporan tanin
Laporan tanin Laporan tanin
Laporan tanin
 
8 STERILISASI.ppt
8 STERILISASI.ppt8 STERILISASI.ppt
8 STERILISASI.ppt
 
PPT EKSTRAKSI PANAS.pptx
PPT EKSTRAKSI PANAS.pptxPPT EKSTRAKSI PANAS.pptx
PPT EKSTRAKSI PANAS.pptx
 
PPT PENGENALAN METODE- METODE ANALISIS.pptx
PPT PENGENALAN METODE- METODE ANALISIS.pptxPPT PENGENALAN METODE- METODE ANALISIS.pptx
PPT PENGENALAN METODE- METODE ANALISIS.pptx
 
LAPORAN_PRAKTIKUM_METODE_PARAFIN.docx.docx
LAPORAN_PRAKTIKUM_METODE_PARAFIN.docx.docxLAPORAN_PRAKTIKUM_METODE_PARAFIN.docx.docx
LAPORAN_PRAKTIKUM_METODE_PARAFIN.docx.docx
 
17562 19158-1-pb
17562 19158-1-pb17562 19158-1-pb
17562 19158-1-pb
 
Ekologi perairan 2007 2008 - 2 ekosistem
Ekologi perairan 2007 2008 - 2 ekosistemEkologi perairan 2007 2008 - 2 ekosistem
Ekologi perairan 2007 2008 - 2 ekosistem
 
FITOKIMIA EKSTRAK
FITOKIMIA EKSTRAKFITOKIMIA EKSTRAK
FITOKIMIA EKSTRAK
 
1. rekayasa bidang bioteknology
1. rekayasa bidang bioteknology1. rekayasa bidang bioteknology
1. rekayasa bidang bioteknology
 
PPT Ekstraksi Cara Panas
PPT Ekstraksi Cara PanasPPT Ekstraksi Cara Panas
PPT Ekstraksi Cara Panas
 
Skripsi ekstraksi antioksidan_(_likopen_)_dari_buah_tomat_dengan_menggunakan_...
Skripsi ekstraksi antioksidan_(_likopen_)_dari_buah_tomat_dengan_menggunakan_...Skripsi ekstraksi antioksidan_(_likopen_)_dari_buah_tomat_dengan_menggunakan_...
Skripsi ekstraksi antioksidan_(_likopen_)_dari_buah_tomat_dengan_menggunakan_...
 
PPT KIMIA LINGKUNGAN II - EKSTRAKSI - KELOMPOK 3 rmk refisi.pptx
PPT KIMIA LINGKUNGAN II - EKSTRAKSI - KELOMPOK 3 rmk refisi.pptxPPT KIMIA LINGKUNGAN II - EKSTRAKSI - KELOMPOK 3 rmk refisi.pptx
PPT KIMIA LINGKUNGAN II - EKSTRAKSI - KELOMPOK 3 rmk refisi.pptx
 
engineer-ekstraksi-minyak-atsiri-daun-kayu-putih-secara-destilasi-uap-air-lan...
engineer-ekstraksi-minyak-atsiri-daun-kayu-putih-secara-destilasi-uap-air-lan...engineer-ekstraksi-minyak-atsiri-daun-kayu-putih-secara-destilasi-uap-air-lan...
engineer-ekstraksi-minyak-atsiri-daun-kayu-putih-secara-destilasi-uap-air-lan...
 
Ekstraksi
EkstraksiEkstraksi
Ekstraksi
 
1 85-1-pb
1 85-1-pb1 85-1-pb
1 85-1-pb
 

Recently uploaded

KISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.doc
KISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.docKISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.doc
KISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.docriska190321
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
PPT MODUL 6 Bahasa Indonesia UT Bjn.pptx
PPT MODUL 6 Bahasa Indonesia UT Bjn.pptxPPT MODUL 6 Bahasa Indonesia UT Bjn.pptx
PPT MODUL 6 Bahasa Indonesia UT Bjn.pptxZubedImut
 
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Aku Sayang Bumi
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Aku Sayang BumiProjek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Aku Sayang Bumi
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Aku Sayang BumiJsitBanjarnegara
 
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdfindahningsih541
 
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdf
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdfLaporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdf
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdfSriHandayaniLubisSpd
 
LAPORAN PARTISIPAN OBSERVER sdn 211.docx
LAPORAN PARTISIPAN OBSERVER sdn 211.docxLAPORAN PARTISIPAN OBSERVER sdn 211.docx
LAPORAN PARTISIPAN OBSERVER sdn 211.docxSriHandayaniLubisSpd
 
#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptx
#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptx#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptx
#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptxyeniyoramapalimdam
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Aksi Nyata Modul 1.3 Visi Guru penggerak
Aksi Nyata Modul 1.3 Visi Guru penggerakAksi Nyata Modul 1.3 Visi Guru penggerak
Aksi Nyata Modul 1.3 Visi Guru penggerakDianPermana63
 
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdf
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdfAksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdf
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdfRahayanaDjaila2
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1
PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1
PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1AdiKurniawan24529
 
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptx
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptxAKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptx
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptxAkhyar33
 
Laporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdfLaporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdfSriHandayaniLubisSpd
 
Laporan_Rekan_Sejawat Sri Lubis, S.Pd (1).pdf
Laporan_Rekan_Sejawat Sri Lubis, S.Pd (1).pdfLaporan_Rekan_Sejawat Sri Lubis, S.Pd (1).pdf
Laporan_Rekan_Sejawat Sri Lubis, S.Pd (1).pdfSriHandayaniLubisSpd
 
653099719-Aksi-Nyata-diskusi-Kelompok-Terarah-Kur-Merdeka-catur-Anggara.pptx
653099719-Aksi-Nyata-diskusi-Kelompok-Terarah-Kur-Merdeka-catur-Anggara.pptx653099719-Aksi-Nyata-diskusi-Kelompok-Terarah-Kur-Merdeka-catur-Anggara.pptx
653099719-Aksi-Nyata-diskusi-Kelompok-Terarah-Kur-Merdeka-catur-Anggara.pptxHengkiHulu1
 

Recently uploaded (20)

KISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.doc
KISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.docKISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.doc
KISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.doc
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
PPT MODUL 6 Bahasa Indonesia UT Bjn.pptx
PPT MODUL 6 Bahasa Indonesia UT Bjn.pptxPPT MODUL 6 Bahasa Indonesia UT Bjn.pptx
PPT MODUL 6 Bahasa Indonesia UT Bjn.pptx
 
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Aku Sayang Bumi
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Aku Sayang BumiProjek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Aku Sayang Bumi
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Aku Sayang Bumi
 
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
 
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdf
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdfLaporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdf
Laporan Guru Piket Bukti Dukung PMM - www.kherysuryawan.id (1) (1).pdf
 
LAPORAN PARTISIPAN OBSERVER sdn 211.docx
LAPORAN PARTISIPAN OBSERVER sdn 211.docxLAPORAN PARTISIPAN OBSERVER sdn 211.docx
LAPORAN PARTISIPAN OBSERVER sdn 211.docx
 
#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptx
#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptx#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptx
#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptx
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Aksi Nyata Modul 1.3 Visi Guru penggerak
Aksi Nyata Modul 1.3 Visi Guru penggerakAksi Nyata Modul 1.3 Visi Guru penggerak
Aksi Nyata Modul 1.3 Visi Guru penggerak
 
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdf
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdfAksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdf
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdf
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1
PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1
PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1
 
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptx
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptxAKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptx
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptx
 
Laporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdfLaporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdf
 
Laporan_Rekan_Sejawat Sri Lubis, S.Pd (1).pdf
Laporan_Rekan_Sejawat Sri Lubis, S.Pd (1).pdfLaporan_Rekan_Sejawat Sri Lubis, S.Pd (1).pdf
Laporan_Rekan_Sejawat Sri Lubis, S.Pd (1).pdf
 
653099719-Aksi-Nyata-diskusi-Kelompok-Terarah-Kur-Merdeka-catur-Anggara.pptx
653099719-Aksi-Nyata-diskusi-Kelompok-Terarah-Kur-Merdeka-catur-Anggara.pptx653099719-Aksi-Nyata-diskusi-Kelompok-Terarah-Kur-Merdeka-catur-Anggara.pptx
653099719-Aksi-Nyata-diskusi-Kelompok-Terarah-Kur-Merdeka-catur-Anggara.pptx
 

Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan Alam

  • 1. Teknologi Ekstraksi Bahan Alam untuk Pengembangan Bahan Baku Obat apt. Aditya Sindu Sakti., M.Si. Dipresentasikan pada kegiatan Webinar Nasional Kefarmasian dengan tema “Pengembangan Natural Product untuk Mencapai Kemandirian Bahan Baku Obat Tradisional”, 31 Maret 2024
  • 2. Ekstraksi merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk memisahkan fitokimia dari matriks bahan alam, baik dengan atau tanpa menggunakan pelarut. Fundamental Ekstraksi Bahan Alam Penetrasi pelarut ke matriks bahan alam Fitokimia terlarut dalam pelarut Fitokimia berdifusi keluar dari matriks Fitokimia terakumulasi pada solevent
  • 3. Memeras buah, hingga cairan dari buah tersebut keluar, termasuk dalam metode ekstraksi bahan alam
  • 5. Terlarut pori matriks atau teradsorbsi pada permukaan pori matriks. 1. Teradsorbi pada permukaan matriks (pemahaman konvensional). 2. Terlarut atau teradsorbsi pada mikro/nano-pori. 3. Terikat secara kimiawi pada matriks bahan alam. 4. Terlarut dalam bulk solution. 5. Situs Fitokimia dalam Matriks bahan Alam
  • 7. Dalam proses ekstraksi terjadi perpindahan komponen X (fitokimia) dari fase A (matriks bahan alam/simplisia) ke fase B (solvent). Syarat: Kedua fase (A & B) tidak saling bercampur apabila dalam bentuk liquid. Umumnya: fase A dalam bentuk padat/semisolid. Pada kenyataanya equilibrium/kesetimbangan tidak pernah tercapai karena X jauh lebih sedikit dibandingkan dengan solvent (fase B) yang ditambahkan. Kinetika ekstraksi Fenomena difusi yang terjadi dijelaskan oleh Hukum Fick sebagai berikut: Ketika mencapai permukaan partikel fase A, proses perpindahan massa A ke fase B terjadi melalui mekanisme diffusi dan konveksi dengan persamaan sebagai berikut:
  • 8. Constant extraction rate period Fitokimia (X) mulai terakumulasi pada permukaan partikel (Fase A). Resistensi perpindahan massa X dari fase A ke permukaan partikel. Agitasi meningkatkan efisiensi ekstraksi. Falling extraction rate period Terjadi penumpukan fitokimia (X) di permukaan partikel (Fase A). Resistensi perpindahan massa X pada antarmuka solid- fluida (antara permukaan fase A dan fase B). Terjadi penurunan laju ekstraksi, karena area untuk transfer masa berkurang. Diffusion controlled period Fitokimia (X) di permukaan fase A telah habis terdeplesi berpindah ke fase B. Hanya dipengaruhi oleh difusi solvent ke fase A dan difusi X ke solvent (fase B). Karakteristik: melambatnya proses ekstraksi Kinetika ekstraksi
  • 10. Pada ekstraksi bertingkat seluruh massa fitokimia dalam matriks bahan alam/simplisia berusaha dipindahkan ke solvent. Ekstraksi bertingkat vs ekstraksi tidak bertingkat Pada metode ekstraksi tidak bertingkat pelarut biasanya tidak dapat mengekstraksi fitokimia dalam matriks bahan alam dalam jumlah yang besar. Exhaustive= 1 : 50 - 100 (w/v) Non-Exhaustive= 1 : 5 - 10 (w/v)
  • 11. Metode ekstraksi tidak bertingkat lebih cepat, karena proses ekstraksi tidak perlu mencapai equilibrium/kesetimbangan partisi. Metode ekstraksi exhaustive membutuhkan proses yang panjang, dan memungkinkan terekstraksinya seluruh senyawa target dari matriks bahan alam.
  • 13. Apabila ΔH3 > ΔH1 + ΔH2, maka ∑ ΔH < 0. Hal ini berarti reaksi berjalan secara eksotermik, karena ΔS selalu positif. Sebaliknya, Apabila ΔH3 < ΔH1 + ΔH2, maka ∑ ΔH > 0. Reaksi berjalan secara endotermik (membutuhkan energi panas dari luar), pembentukan larutan hanya akan terjadi apabila TΔS > ∑ ΔH . Konsekuensinya dibutuhkan entropy dan atau temperatur yang lebih tinggi untuk pembentukan larutan ekstrak. Termodinamika ekstraksi Persamaan energi bebas Gibbs pembentukan larutan, Jika diasumsikan, ΔH merupakan hasil penjumlahan dari 3 enthalpy berberda, maka: energi yang dikeluarkan untuk memutus ikatan intramolekular antara molekul solvent. (+) energi yang dikeluarkan untuk memutus ikatan intramolekular antara fitokimia. (+) energi yang dilepaskan dari pembentukan ikatan antara solvent dan fitokimia. (-)
  • 14. Lebih baik dalam bentuk simplisia atau serbuk simplisia?
  • 15. Ukuran Partikel dan Luas Permukaan Partikel
  • 16. The rule of thumb is that "like dissolves like". Polar/ionic solvents dissolve polar/ionic solutes and non-polar solvents dissolve non-polar solutes. For example, water is a polar solvent and it will dissolve salts and other polar molecules, but not non-polar molecules like oil. Konsep polaritas
  • 18.
  • 20. Overview, faktor yang mempengaruhi ekstraksi bahan alam
  • 21.
  • 22. Infusa merupakan sediaan yang dibuat dari simplisia kering bagian atas tanaman, termasuk daun, batang, bunga, biji aromatik (e.g. adas manis, & biji adas), dan buah. Cara pembuatannya dengan cara menuangkan air mendidih pada simplisia. Proses penyeduhan berlangsung dalam wadah yang tertutup. Dengan metode ini, kandungan minyak atsiri pada simplisia aromatik dapat dipertahankan (terkondensasi pada tutup, dan menetes kembali ke air). Infusa
  • 23. Dekokta merupakan esktrak aqueous yang diperoleh dengan cara simmering atau perebusan simplisia. Simplisia yang digunakan, antaralain: biji, akar, kulit batang, dan simplisia lainnya yang tidak mengandung senyawa aromatik/mudah menguap. Lama perubusan selama 20 menit atau lebih lama (hingga 1 jam) tergantung kekentalan yang diinginkan (hingga volume air berkurang setengahnya). Dekokta
  • 24. Metode ekstraksi konvensional Refluks Soxhlet Perkolasi Maserasi
  • 25.
  • 26. Metode ekstraksi minyak atsiri Distilasi Enfleurage
  • 27.
  • 28. Pressurized Solvent/Liquid Extraction (PSE/PLE) Pada PLE kombinasi antara tekanan tinggi (100-140 atm) dan temperatur tertentu, hanya membutuhkan sejumlah kecil solvent dengan waktu ekstraksi yang singkat (5-10 menit).
  • 29. Gelombang ultrasonik merupakan gelombang suara dengan frekuensi tingggi (20 kHz - 100 MHz) yang tidak dapat didengar oleh manusia. Gelombang ultrasonik menghasilkan getaran dan memicu munculnya gelembung pada ekstraktan, gelembung tersebut pecah menghasilkan suatu gelombang kejut yang merusak dinding sel. Ultrasound- assisted extraction (UAE)
  • 30. Microwave merupakan radiasi elektromagnetik (osilasi dari medan elektrik dan medan magnetik) dengan frekuensi berkisar antara 300 MHz hingga 300 GHz. Microwave merupakan non-ionizing radiation yang dapat menyebabkan pergerakan molekular ketika berkontak dengan suatu material, tanpa menyebabkan perubahan struktur molekular. Microwave- assisted extraction (MAE)
  • 32. PEF digunakan untuk meningkatkan porositas dari sel tanaman, sehingga mampu meningkatkan senyawa bioaktif yang terekstraksi dari matriks bahan alam. Pada metode PEF simplisia diletakkan pada chamber yang disusun diantara elektroda. Pajanan listrik dialirkan melalui matriks bahan alam, gaya tolak menolak antara molekul bermuatan menciptakan pori-pori pada dinding sel sehingga meningkatkan permeabilitias. Pulsed Electric Field (PEF)
  • 33. Metode ekstraksi HHPE memanfaatkan tekanan hidrostatik tinggi antara 1000 hingga 8000 bar atau lebih tigggi untuk mengekstraksi senyawa fitokimia dari matriks bahan alam. Teknik HHPE dapat dioperasikan pada temperatur ruang, tanpa adanya proses pemanasan. Ketika terjadi peningkatan tekanan, maka permeabilitas dari sel-sel matriks bahan alam akan meningkat dan laju transfer massa juga meningkat. High-Hydrostatic Pressure Extraction (HHPE)
  • 34. Perbandingan kadar antosianin yang diperoleh dari beberapa metode ekstraksi
  • 35. DIC-assisted extraction merupakan teknologi ektraksi memanfaatkan efek termo-mekanis akibat penurunan tekanan secara mendadak (ΔP/Δt > 0.5 MPa/s) hingga mencapai kondisi vakum (sekitar 3-5 KPa) setelah pajanan temperatur dan tekanan tinggi (dengan menggunakan injeksi uap tersaturasi, tekanan di atas 1 MPa) pada waktu yang singkat (10-60 s). Instant Controlled Pressure Drop (DIC)-assisted extraction
  • 36.
  • 37. Green Extraction Green Chemistry (Kimia Hijau) merupakan desain dan aplikasi proses kimia dan produk untuk mengeliminasi atau mengurangi penggunaan senyawa kimia yang memberikan efek berbahaya terhadap lingkungan dan kesehatan. Green extraction (Ekstraksi Hijau) merupakan inovasi dan desain proses ekstraksi yang dapat menurutkan konsumsi energi dalam proses ekstraksi, penggunaan pelarut alternatif dan bahan alam terbarukan, dalam rangka menghasilkan ekstrak yang aman dengan kualitas tinggi. Green solvent merupakan pelarut ramah lingkungan, dikenal juga sebagai bio- solvent dan diperoleh dari hasil pengolahan agrikultural.
  • 38.
  • 39. 6 Prinsip Green Extraction
  • 40.
  • 43. Andrzejewska, E., 2016. Photoinitiated polymerization in ionic liquids and its application. Polymer International, 66(3), pp.366-381. Allaf, T., Besombes, C., Mih, I., Lefevre, L. and Allaf, K., 2011. Decontamination of Solid and Powder Foodstuffs using DIC Technology. Advances in Computer Science and Engineering. Allaf, T., Tomao, V., Ruiz, K. and Chemat, F., 2013. Instant controlled pressure drop technology and ultrasound assisted extraction for sequential extraction of essential oil and antioxidants. Ultrasonics Sonochemistry, 20(1), pp.239-246. Baggio, P. Flash Extraction–What Can It Do for You? Web page. Available online: https://www.dtpacific.com/dev/wp- content/uploads/2017/03/Art-ASVO-Flash-Bio-Thermo-Extraction-What-can-it-do-for-you.pdf. (Acessed on 11 May 2020). Berk, Z., 2018. Extraction. Food Process Engineering and Technology, pp.289-310. Bouras, M., Grimi, N., Bals, O. and Vorobiev, E., 2016. Impact of pulsed electric fields on polyphenols extraction from Norway spruce bark. Industrial Crops and Products, 80, pp.50-58. Chemat, F., Vian, M. and Cravotto, G., 2012. Green Extraction of Natural Products: Concept and Principles. International Journal of Molecular Sciences, 13(7), pp.8615-8627. Chemat, F., Vian, M., Ravi, H., Khadhraoui, B., Hilali, S. and Tixier, A., 2019. Review of Alternative Solvents for Green Extraction of Food and Natural Products: Panorama, Principles, Applications and Prospects. Molecules, 24(16), pp.1-27. Chua, L., Latiff, N. and Mohamad, M., 2016. Reflux extraction and cleanup process by column chromatography for high yield of andrographolide enriched extract. Journal of Applied Research on Medicinal and Aromatic Plants, 3(2), pp.64-70. Daftar Referensi
  • 44. Corrales, M., Toepfl, S., Butz, P., Knorr, D. and Tauscher, B., 2008. Extraction of anthocyanins from grape by-products assisted by ultrasonics, high hydrostatic pressure or pulsed electric fields: A comparison. Innovative Food Science & Emerging Technologies, 9(1), pp.85-91. Doble, M. and Kumar, A., 2007. Green Chemistry And Engineering. 1st ed. Burlington: Elsevier Science. Galceran, M. and Puignou, L., 2006. Latest developments in the analysis of heterocyclic amines in cooked foods. Acrylamide and Other Hazardous Compounds in Heat-Treated Foods, pp.68-116. Goode, J. and Harrop, S., 2011. Authentic Wine : Toward Natural And Sustainable Winemaking. 1st ed. Berkeley: University of California Press. Gude, V., Patil, P., Martinez-Guerra, E., Deng, S. and Nirmalakhandan, N., 2013. Microwave energy potential for biodiesel production. Sustainable Chemical Processes, 1(1), p.5. Hamoud-Agha, M. and Allaf, K., 2019. Instant Controlled Pressure Drop (DIC) Technology in Food Preservation: Fundamental and Industrial Applications. Food Preservation and Waste Exploitation. Heldt, H., Piechulla, B. and Heldt, F., 2010. Plant Biochemistry. 4th ed. London: Academic Press. Juliasih, N., Yuan, L., Sago, Y., Atsuta, Y. and Daimon, H., 2015. Supercritical Fluid Extraction of Quinones from Compost for Microbial Community Analysis. Journal of Chemistry, 2015, pp.1-7. Khan, S., Aslam, R. and Makroo, H., 2018. High pressure extraction and its application in the extraction of bio-active compounds: A review. Journal of Food Process Engineering, 42(1), p.e12896. Mandal, S., Mandal, V. and Das, A., 2015. Essentials of Botanical Extraction Principles And Applications. 1st ed. London: Academic Press.
  • 45. Mišan, A., Nađpal, J., Stupar, A., Pojić, M., Mandić, A., Verpoorte, R. and Choi, Y., 2019. The perspectives of natural deep eutectic solvents in agri-food sector. Critical Reviews in Food Science and Nutrition, pp.1-29. Mounir, S., Allaf, T., Berka, B., Hassani, A. and Allaf, K., 2014. Instant Controlled Pressure Drop technology: From a new fundamental approach of instantaneous transitory thermodynamics to large industrial applications on high performance– high controlled quality unit operations. Comptes Rendus Chimie, 17(3), pp.261-267. Paiva, A., Craveiro, R., Aroso, I., Martins, M., Reis, R. and Duarte, A., 2014. Natural Deep Eutectic Solvents – Solvents for the 21st Century. ACS Sustainable Chemistry & Engineering, 2(5), pp.1063-1071. Prado, J., Vardanega, R., Debien, I., Meireles, M., Gerschenson, L., Sowbhagya, H. and Chemat, S., 2015. Conventional extraction. Food Waste Recovery, pp.127-148. Tan, T., Lai, C., OuYang, H., He, M. and Feng, Y., 2016. Ionic liquid-based ultrasound-assisted extraction and aqueous two-phase system for analysis of caffeoylquinic acids from Flos Lonicerae Japonicae. Journal of Pharmaceutical and Biomedical Analysis, 120, pp.134-141. Tran, T., Nguyen, H., Nguyen, D., Nguyen, T., Tan, H., Nhan, L., Nguyen, D., Tran, L., Do, S. and Nguyen, T., 2018. Optimization of Microwave-Assisted Extraction of Essential Oil from Vietnamese Basil (Ocimum basilicum L.) Using Response Surface Methodology. Processes, 6(11), p.206. Vanda, H., Dai, Y., Wilson, E., Verpoorte, R. and Choi, Y., 2018. Green solvents from ionic liquids and deep eutectic solvents to natural deep eutectic solvents. Comptes Rendus Chimie, 21(6), pp.628-638. Zhang, Q., Lin, L. and Ye, W., 2018. Techniques for extraction and isolation of natural products: a comprehensive review. Chinese Medicine, 13(1). Zhang, W., Xue, J., Yang, X. and Wang, S., 2011. Determination of inorganic and total mercury in seafood samples by a new ultrasound-assisted extraction system and cold vapor atomic fluorescence spectrometry. Journal of Analytical Atomic Spectrometry, 26(10), p.2023.