Penerapan otonomi daerah di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui partisipasi aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Meskipun memiliki manfaat dalam memperkuat desentralisasi dan kreativitas daerah, otonomi daerah juga menghadapi tantangan seperti pengawasan yang lemah, rentan terhadap korupsi, dan kesenjangan antar daerah. Adanya perbedaan aturan antar daerah mengakibatkan kesulitan dalam mencapai keseimbangan kepentingan dan koordinasi yang efektif.