KELOMPOK 6
Created by :
1. Ade Irma Ikhsani
2. Agil Fadilah
3. Ahmad Reza Maulana
4. Endah Mahmudah
Dosen : Drs. Idad Suhada, M.Pd
Buhori Muslim, M.Ag
DEMOKRASI
DEMOKRASI
Hakikat Demokrasi
Secara Etimologis “Demokrasi”
terdiri dari dua kata Yunani, demos
yang berarti rakyat atau penduduk
suatu tempat, dan cratein atau
cratos, yang berarti kekuasaan atau
kedaulatan. Gabungan dua kata
demos-cratein atau demos-cratos
(demokrasi) memiliki arti suatu
sistem pemerintahan dari, oleh, dan
untuk rakyat.
Demokrasi secara terminologi adalah seperti yang
dinyatakan oleh para ahli tentang demokrasi :
• Joseph A.Schmeter mengatakan, demokrasi
merupakan suatu perencanaan institusional untuk
mencapai keputusan politik dimana individu-individu
memperoleh kekuasaan untuk memutuskan cara
perjuangan kompetitif atas suara rakyat.
• Sidney Hook berpendapat, demokrasi adalah
bentuk pemerintahan dimana keputusan-
keputusan pemerintah yang penting
secara langsung atau tidak langsung di
dasarkan pada kesepakatan mayoritas yang
di berikan secara bebas dari rakyat dewasa.
• Philippe C. Schmtter menyatakan, demokrasi sebagai
suatu sitem pemerintahan dimana pemerintah dimintai
tanggung jawab atas tindakan-tindakan mereka di
wilayah publik oleh warga negara, yang bertindak secara
tidak langsung melalui kompetisi dan kerjasama dengan
para wakil mereka yang telah terpilih.
• Henry B.Mayo menyatakan, demokrasi sebagai sistem
politik merupakan suatu sistem yang menunjukan bahwa
kebijakan umum di tentukan atas dasar mayoritas oleh
wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat
dalam pemilihan-pemilihan berkala yang
didasarkan atas prinsip kesamaan politik dan
diselenggarakan dalam suasana terjaminnya
kebebasan politik.
Tolak Ukur Demokrasi
Pemerintahan dari rakyat (government of
the people)
pemerintahan oleh rakyat (government by
the people)
pemerintahan untuk rakyat (government
for the people)
Unsur-unsur Penegak Demokrasi
Negara Hukum
Masyarakat Madani (civil
Society)
Infrastruktur Politik
Model-model Demokrasi
Perbandingan
Demokrasi Islam-
Barat
Adapun perbedaan dan persamaan demokrrasi
islam dan barat seperti yang diungkapkan,
Dhiya al-Din Rais ia terdiri dari tiga hal yaitu:
 Pengertian “bangsa” atau “umat” dalam
demokrasi (Barat) berbeda dengan pengertian
Islam. Dalam konsep demokrasi Barat,
“bangsa” atau “umat” dibatasi oleh letak
geografi, iklim, ikatan darah, jenis, bahasa,
dan kebiasaan-kebiasaan lainnya yang bisa
disebut dengan nasionalisme atau rasialisme
dengan diiringi fanatisme.
Sedangkan dalam Islam, “bangsa” atau “umat”
tidak dibatasi dengan letak geografi, darah
dan sebagainya, yang tadi disebutkan tetapi
bangsa tau umat Islam itu diikat dengan
akidah. Umat yang berada dan hidup di
negara mana pun tetap dianggap termasuk
salah satu anggota Negara Islam. Dan karena
itu, pandangan Islam sangatlah manusiawi
dan bersifat internasional.
 Tujuan yang ingin dicapai oleh Barat dan
Islam itu berbeda. Jika tujuan yang ingin
dicapai Barat adalah duniawi atau material
yang jelas pasti hanya untuk merealisasikan
kesejahteraan rakyat di dalam kehidupan
dunia,
 sedangkan tujuan yang ingin dicapai Islam
bukan hanya masalah duniawi saja tetapi juga
untuk mencapai kebutuhan spiritual. Bahkan
spiritual ini menjadi bagian terpenting di
dalam tujuan ini. Sehingga tujuan ini
seimbang antara duniawi dan ukhrawi
sekaligus.
 Dalam demokrasi Barat, kekuasan dan
kedaulatan rakyat atau umat bersifat mutlak,
jadi rakyat menjadi pemegang kekuasaan
tertinggi. Sedangkan dalam Islam, kekuasan
dan kedaulatan rakyat atau umat tidak
bersifat mutlak, melainkan terikat dengan
ketentuan-ketentuan syariah (hukum) agama.
Sehingga segala tindakan-tindakan umat
tidak boleh melampaui batas-batas syariah.
TANTANGAN
DEMOKRASI
 Pertama, demokrasi atau politik kita baru menuju
ke tingkat kematangannya. Belum matang
sebenarnya sehingga wajar kalau masih ada
konflik, pertentangan, dan sebagainya.
 Tantangan kedua, demokrasi yang multi partai
yang rentan dengan instabilitas.
 Tantangan ketiga, demokrasi multi budaya
sebagai implikasi masyarakat Indonesia yang
majemuk dengan berbagai suku, ras, dan
agama. Untuk itu, dalam masyarakat majemuk
harus dipupuk dan dikembangakan sikap saling
menghormati, menghargai, toleransi dan saling
mengasihi.
Pemerintahan demokrasi adalah pemerintahan di tangan
rakyat yang mengandung pengertian tiga hal : pemerintahan dari
rakyat (government of the people), pemerintahan oleh rakyat
(government by the people), dan pemerintahan untuk rakyat
(government for the people).
Beberapa unsur penegak demokrasi diantaranya negara
hukum, masyarakat madani dan infrastruktur politik. Demokrasi pun
tidak hanya satu macam, tetapi setidaknya ada lima model demokrasi,
diantaranya demokrasi liberal, demokrasi terpimpin, demokrasi social,
demokrasi partisipasi dan demokrasi konsosiasional.
Ada perbedaan pandangan antara demokrasi dalam islam dan
demokrasi barat, baik dalam pengertian maupun tujuannya. Namun,
perbedaan tersebut tidak begitu dibesar-besarkan, karena terdapat
juga persamaan-persamaan pandangan yang lain.
KESIMPULAN
SUMBER
• Abdillah, Masykuri,1999. Demokrasi di Persimpangan Makna:
Respons Intelektual Muslim Indonesia Terhadap Konsep
Demokrasi (1966-1993). Yogyakarta: Tiara Wacana. Amin, M.
• Mansyur dan Mohammad Nadjib, 1993. Agama, Demokrasi,
dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: LKPSM
• http://www.beritaterhangat.net/2012/11/pengertian-demokrasi-
menurut-para-ahli.html
• Adeng Muchtar Ghazali, 2003. Perjalanan Sejarah Politik
Islam, Bandung: Pustaka Setia.
• A.Ubaidillah dkk., 2000. Pendidikan Kewargaan: Demokrasi,
HAM & Masyarakat Madani. IAIN: Jakarta Press.
Thanks For Atention 
SEMANGAT ‘45 Sang
Pencerah Bangsa !!!

Demokrasi

  • 1.
    KELOMPOK 6 Created by: 1. Ade Irma Ikhsani 2. Agil Fadilah 3. Ahmad Reza Maulana 4. Endah Mahmudah Dosen : Drs. Idad Suhada, M.Pd Buhori Muslim, M.Ag DEMOKRASI
  • 2.
  • 3.
  • 4.
    Secara Etimologis “Demokrasi” terdiridari dua kata Yunani, demos yang berarti rakyat atau penduduk suatu tempat, dan cratein atau cratos, yang berarti kekuasaan atau kedaulatan. Gabungan dua kata demos-cratein atau demos-cratos (demokrasi) memiliki arti suatu sistem pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat.
  • 5.
    Demokrasi secara terminologiadalah seperti yang dinyatakan oleh para ahli tentang demokrasi : • Joseph A.Schmeter mengatakan, demokrasi merupakan suatu perencanaan institusional untuk mencapai keputusan politik dimana individu-individu memperoleh kekuasaan untuk memutuskan cara perjuangan kompetitif atas suara rakyat. • Sidney Hook berpendapat, demokrasi adalah bentuk pemerintahan dimana keputusan- keputusan pemerintah yang penting secara langsung atau tidak langsung di dasarkan pada kesepakatan mayoritas yang di berikan secara bebas dari rakyat dewasa.
  • 6.
    • Philippe C.Schmtter menyatakan, demokrasi sebagai suatu sitem pemerintahan dimana pemerintah dimintai tanggung jawab atas tindakan-tindakan mereka di wilayah publik oleh warga negara, yang bertindak secara tidak langsung melalui kompetisi dan kerjasama dengan para wakil mereka yang telah terpilih. • Henry B.Mayo menyatakan, demokrasi sebagai sistem politik merupakan suatu sistem yang menunjukan bahwa kebijakan umum di tentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan-pemilihan berkala yang didasarkan atas prinsip kesamaan politik dan diselenggarakan dalam suasana terjaminnya kebebasan politik.
  • 7.
    Tolak Ukur Demokrasi Pemerintahandari rakyat (government of the people) pemerintahan oleh rakyat (government by the people) pemerintahan untuk rakyat (government for the people)
  • 8.
    Unsur-unsur Penegak Demokrasi NegaraHukum Masyarakat Madani (civil Society) Infrastruktur Politik
  • 9.
  • 10.
  • 11.
    Adapun perbedaan danpersamaan demokrrasi islam dan barat seperti yang diungkapkan, Dhiya al-Din Rais ia terdiri dari tiga hal yaitu:  Pengertian “bangsa” atau “umat” dalam demokrasi (Barat) berbeda dengan pengertian Islam. Dalam konsep demokrasi Barat, “bangsa” atau “umat” dibatasi oleh letak geografi, iklim, ikatan darah, jenis, bahasa, dan kebiasaan-kebiasaan lainnya yang bisa disebut dengan nasionalisme atau rasialisme dengan diiringi fanatisme.
  • 12.
    Sedangkan dalam Islam,“bangsa” atau “umat” tidak dibatasi dengan letak geografi, darah dan sebagainya, yang tadi disebutkan tetapi bangsa tau umat Islam itu diikat dengan akidah. Umat yang berada dan hidup di negara mana pun tetap dianggap termasuk salah satu anggota Negara Islam. Dan karena itu, pandangan Islam sangatlah manusiawi dan bersifat internasional.  Tujuan yang ingin dicapai oleh Barat dan Islam itu berbeda. Jika tujuan yang ingin dicapai Barat adalah duniawi atau material yang jelas pasti hanya untuk merealisasikan kesejahteraan rakyat di dalam kehidupan dunia,
  • 13.
     sedangkan tujuanyang ingin dicapai Islam bukan hanya masalah duniawi saja tetapi juga untuk mencapai kebutuhan spiritual. Bahkan spiritual ini menjadi bagian terpenting di dalam tujuan ini. Sehingga tujuan ini seimbang antara duniawi dan ukhrawi sekaligus.  Dalam demokrasi Barat, kekuasan dan kedaulatan rakyat atau umat bersifat mutlak, jadi rakyat menjadi pemegang kekuasaan tertinggi. Sedangkan dalam Islam, kekuasan dan kedaulatan rakyat atau umat tidak bersifat mutlak, melainkan terikat dengan ketentuan-ketentuan syariah (hukum) agama. Sehingga segala tindakan-tindakan umat tidak boleh melampaui batas-batas syariah.
  • 14.
  • 15.
     Pertama, demokrasiatau politik kita baru menuju ke tingkat kematangannya. Belum matang sebenarnya sehingga wajar kalau masih ada konflik, pertentangan, dan sebagainya.  Tantangan kedua, demokrasi yang multi partai yang rentan dengan instabilitas.  Tantangan ketiga, demokrasi multi budaya sebagai implikasi masyarakat Indonesia yang majemuk dengan berbagai suku, ras, dan agama. Untuk itu, dalam masyarakat majemuk harus dipupuk dan dikembangakan sikap saling menghormati, menghargai, toleransi dan saling mengasihi.
  • 16.
    Pemerintahan demokrasi adalahpemerintahan di tangan rakyat yang mengandung pengertian tiga hal : pemerintahan dari rakyat (government of the people), pemerintahan oleh rakyat (government by the people), dan pemerintahan untuk rakyat (government for the people). Beberapa unsur penegak demokrasi diantaranya negara hukum, masyarakat madani dan infrastruktur politik. Demokrasi pun tidak hanya satu macam, tetapi setidaknya ada lima model demokrasi, diantaranya demokrasi liberal, demokrasi terpimpin, demokrasi social, demokrasi partisipasi dan demokrasi konsosiasional. Ada perbedaan pandangan antara demokrasi dalam islam dan demokrasi barat, baik dalam pengertian maupun tujuannya. Namun, perbedaan tersebut tidak begitu dibesar-besarkan, karena terdapat juga persamaan-persamaan pandangan yang lain. KESIMPULAN
  • 17.
    SUMBER • Abdillah, Masykuri,1999.Demokrasi di Persimpangan Makna: Respons Intelektual Muslim Indonesia Terhadap Konsep Demokrasi (1966-1993). Yogyakarta: Tiara Wacana. Amin, M. • Mansyur dan Mohammad Nadjib, 1993. Agama, Demokrasi, dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: LKPSM • http://www.beritaterhangat.net/2012/11/pengertian-demokrasi- menurut-para-ahli.html • Adeng Muchtar Ghazali, 2003. Perjalanan Sejarah Politik Islam, Bandung: Pustaka Setia. • A.Ubaidillah dkk., 2000. Pendidikan Kewargaan: Demokrasi, HAM & Masyarakat Madani. IAIN: Jakarta Press.
  • 18.
    Thanks For Atention SEMANGAT ‘45 Sang Pencerah Bangsa !!!