Manajemen Rapat
       Oleh :
  HosNiatul Hasanah
     B04210047
 Rapat adalah berkumpulnya sekelompok
 orang untuk menyatukan pemikiran guna
 melaksanakan urusan perusahaan. Dalam
 bab ini membahas rapat formal yang
 melibatkan empat orang atau lebih, rapat
 organisasi      dimaksudkan       untuk
 berkomunikasi, perencanaan, penetapan
 kebijaksanaan, pengambilan keputusan,
 atau pemberian motivasi kepada . Agar
 berlangsung efektif
Rapat merupakan sarana komunikasi
dalam organisasi. Meskipun demikian,
rapat tidak selalu menghasilkan
keputusan yang efektif. Oleh karena
itu, rapat perlu diselenggarakan
dengan efisien mengingat pentingnya
arti waktu bagi pelaku bisnis
Setiap hari suatu organisasi atau
perusahaan menerima informasi dari
berbagai organisasi lain. Kecepatan
arus informasi memerlukan keputusan
yang tepat. Keputusan yang diambil
berdasarkan        informasi   akan
berpengaruh pada aspek perusahaan
Sebelum rapat diselenggarakan,
pimpinan rapat harus menentukan
tahapan-tahapan untuk
keberhasilannya. Untuk itu, iya
harus menetapkan perlu tidaknya
penyelenggaraan rapat,
menentukan :

Tujuan, Memilih peserta.
Menyusun agenda.
Dan menyiapkan lokasi rapat.
Rapat, pada umumnya
dikategorikan sebagai
rapat informasional,
atau rapat
pengambilan
keputusan.
Tujuan rapat
informasional adalah
berbagai informasi
dan mengoordinasikan
suatu tindakan. Rapat
ini dapat meliputi
“briefing” per orang
oleh setiap peserta
atau presentasi oleh
pimpinan yang diikuti
dengan pertanyaan
dari peserta.
Rapat pengambilan
keputusan terutama
berkenaan dengan
persuasi, analisis, dan
pemecahan masalah.
Meskipun peserta rapat
yang diundang terbatas,
perlu dipastikan bahwa
orang-orang yang dapat
memberikan sumbangan
pikiran dan yang
menentukan dalam
pengambilan keputusan
dapat hadir. Untuk
memudahkan
mengundang orang
dalam rapat, maka
ingatlah aturan ini, 8-18-
1800:
•8 orang peserta.
•18 orang peserta.
•jika ingin mengobarkan
antusiasme tim dengan
memperkenalkan sebuah
produk baru. Undanglah
1800 orang atau lebih
untuk rapat
 Presens
Persetujuan
Agenda
Persetujuan durasi
waktu rapat
Laporan Pimpinan
Laporan Manajer
Pengembangan
pasar
Produk baru
Keuangan
Pekerjaan yang
tertunda
Pengembangan
tugas
Pengumuman
Penundaan
Fungsi rapat adalah mengikuti
informasi yang berkembang dengan
cepat. Manajer menerima informasi
melalui sistem komunikasi yang
sangat    cepat    dari  berbagai
perusahaan dan individu dari
berbagai penjuru.
Menurut sifatnya,       rapat   dibedakan    dalam    tiga
klasifikasi:
• rapat yang baik,
• rapat yang buruk,
•dan rapat yang tidak perlu.


Rapat yang       baik   mempunyai     ciri-ciri    sebagai
berikut:
•Tujuan rapat diketahui dan dipahami oleh semua
peserta rapat.
•Agenda disusun untuk mencapai tujuan rapat.
•Rapat diikuti oleh orang-orang yang berkompeten,
baik sebagai     kontributor       ataupun        penerima
informasi dari rapat.
•Rapat berlangsung sesuai waktu yang ditetapkan,
sesuai agenda, dan memenuhi tujuan tanpa ada
waktu dan tindakan yang sia-sia.
•Alat bantu visual dengan gambar yang jelas dan
tajam digunakan pada saat yang memungkinkan.
•Pesertarapat memahami peran masing-masing,
hadir dengan persiapan yang direncanakan, dan
memberikan kontribusi.
•Pimpinan rapat membuat ringkasan materi rapat
yang telah dibahas secara tuntas.
•Langkah lanjut purnarapat disusun dengan baik
Perencanaan rapat perlu memperhatikan empat unsur:
  tujuan, peserta, agenda, dan tempat
  penyelenggaraan rapat
perlu dipertimbangkan dengan matang tentang perlu
  atau tidaknya menyelenggarakan rapat.
 Menentukan tujuan
 Sebelum rapat diselenggarakan, perlu ditetapkan
  bahwa rapat merupakan cara terbaik untuk
  mencapai tujuan.
 Memilih peserta rapat
 Peserta rapat terdiri atas orang-orang yang di
  pandang penting dan merupakan kunci bagi
  pembahasan pokok pembicaraan rapat. Jumlah
  peserta harus mencerminkan tujuan rapat.
 Menyusun agenda
 Meskipun sifat rapat kadang-kadang menyulitkan
  penyusunan agenda yang baku, setidaknya
  disiapkan daftar materi yang akan dibahas dalam
  rapat.

Langkah-langkah penting yang perlu
diperhatikan untuk mempersiapakn
rapat adalah, sebagai berikut:
 Menyiapkan agenda rapat
 Penyampaian undangan rapat lebih
awal untuk memberikan waktu yang
cukup kepada peserta
 Memastikan semua yang diundang
dapat hadir
 Memastikan kesiapan fasilitas
. Suasana rapat mudah berubah menjadi negatif oleh
   pengaruh kejadian-kejadian kecil sebagai berikut:
 Pimpinan rapat datang terlambat
 Ruang rapat tidak dipersiapkan dengan baik
 Pimpinan membuka rapat dengan berkelakar
 Pimpinan kurang siap atau memulai rapat dengan
   kata-kata yang bernada ragu
 Peserta rapat datang terlambat
 Rapat sering disela dengan pembicaraan telepon
 Peserta menunjukkan ketidaksiapan
 Melakukan pengecekan untuk memastikan
  bahwa agenda telah diterima oleh peserta
  rapat.
 Rapat diselenggarakan tepat pada waktu
  yang telah ditetapkan tanpa harus
  menunggu kehadiran seluruh peserta
  rapat.
 Memberikan indikasi bahwa agenda rapat
  diikuti dan rapat akan selesai pada waktu
  yang telah ditetapkan
                    
Presentasi
Rapat Kerja
 Untuk presentasi, perlu dipertimbangkan
    pemilihan peserta yang memerlukan
    informasi.
   Untuk rapat pengambilan keputusan atau
    pemecahan masalah, jumlah peserta
    maksimum lima orang.
   Untuk rapat identifikasi permasalahan,
    jumlah peserta maksimum sepuluh orang.
   Untuk rapat informasional, jumlah peserta
    maksimum tiga puluh orang.
   Untuk rapat panitia, jumlah peserta
    maksimum yang efektif tidak lebih dari
    tujuh orang.
 Ukuran Ruangan
   Luas ruangan harus sesuai dengan jumlah
  peserta rapat
 Akustik
   Ruang besar yang kosong seringkali
  berakustik buruk
 Gangguan
Keberhasilan suatu rapat sangat
ditentukan       oleh      efektivitas
pimpinannya. Rapat akan produktif
jika pimpinan dipersiapkan dan dipilih
dengan cermat

Pimpinan rapat
adalah orang yang bertanggung jawab
atas keberlangsungan rapat. Seorang
pimpinan rapat yang baik tidak
mendominasi seluruh rapat sehingga
mengurangi kesempatan peserta untuk
memberikan saran atau masukan,
tetapi juga tidak bersikap pasif
sehingga kehilangan kendali atas rapat
yang dipimpinnya
Mengetahui apa dan siapa yang hadir
sebagai peserta rapat.
Berbicara menggunakan bahasa yang dapat
dengan mudah dipahami oleh peserta
rapat.
Mengetahui dengan tepat yang perlu
diutarakan    dan      hasil   dari  rapat
pendahuluan..
Berbicara dengan suara yang jelas, dapat
didengar oleh setiap peserta rapat.
Memperhatikan dan mempertimbangkan
saran dan pendapat setiap peserta rapat.
Mengikuti agenda rapat langkah demi
langkah.
Menjaga     arah     rapat    agar   tidak
menyimpang dari tujuan.
Pemimpin rapat yang baik tidak
mendominasi        kesempatan
berbicara dan mengutarakan
pendapatnya    kepada   forum
peserta   rapat,    melainkan
membawa forum ke dalam
diskusi untuk mendapatkan
masukan, opini dan pemikiran
peserta     rapat.     Diskusi
merupakan inti sebuah rapat
yang baik
Mengajukan petanyaan terbuka, yakni prtanyaan
yang tidak cukup dijawab dengan sekedar ucapan
“ya” atau “tidak”
Memberdayakan dan menguatkan pertanyaan
peserta rapat yang sesuai dengan tujuan rapat.
Menyampaikan       pertanyaan     peserta   yang
ditujukan kepada peserta lain melalui pimpinan
rapat.
Mengabaikan pernyataan yang tidak relevan
dengan tujuan rapat.
Menyatakan kembali butir-butir agenda ketika
diskusi menyimpang dari tujuan yang telah
ditetapkan. Bersikap tegas terhadap peserta yang
mendominasi diskusi.
Menggunakan contoh yang relevan dengan hati-
hati untuk memberikan dorongan kepada
kelompok agar berpikir pada satu alur pemikiran
yang sama.
 Mengajukan pertanyaan
Menutup Rapat :Pada akhirnya
sebuah rapat, pimpinan harus dapat
menutup rapat pada saat yang tepat.
Apabila semua pokok bahasan yang
tersebut dalam agenda telah tercakup
dalam rapat, ada kecenderungan
peserta   untuk    mulai   membuat
             rekapitulasi

Definisi rapat

  • 1.
    Manajemen Rapat Oleh : HosNiatul Hasanah B04210047
  • 2.
     Rapat adalahberkumpulnya sekelompok orang untuk menyatukan pemikiran guna melaksanakan urusan perusahaan. Dalam bab ini membahas rapat formal yang melibatkan empat orang atau lebih, rapat organisasi dimaksudkan untuk berkomunikasi, perencanaan, penetapan kebijaksanaan, pengambilan keputusan, atau pemberian motivasi kepada . Agar berlangsung efektif
  • 3.
    Rapat merupakan saranakomunikasi dalam organisasi. Meskipun demikian, rapat tidak selalu menghasilkan keputusan yang efektif. Oleh karena itu, rapat perlu diselenggarakan dengan efisien mengingat pentingnya arti waktu bagi pelaku bisnis Setiap hari suatu organisasi atau perusahaan menerima informasi dari berbagai organisasi lain. Kecepatan arus informasi memerlukan keputusan yang tepat. Keputusan yang diambil berdasarkan informasi akan berpengaruh pada aspek perusahaan
  • 4.
    Sebelum rapat diselenggarakan, pimpinanrapat harus menentukan tahapan-tahapan untuk keberhasilannya. Untuk itu, iya harus menetapkan perlu tidaknya penyelenggaraan rapat, menentukan : Tujuan, Memilih peserta. Menyusun agenda. Dan menyiapkan lokasi rapat.
  • 5.
    Rapat, pada umumnya dikategorikansebagai rapat informasional, atau rapat pengambilan keputusan. Tujuan rapat informasional adalah berbagai informasi dan mengoordinasikan suatu tindakan. Rapat ini dapat meliputi “briefing” per orang oleh setiap peserta atau presentasi oleh pimpinan yang diikuti dengan pertanyaan dari peserta. Rapat pengambilan keputusan terutama berkenaan dengan persuasi, analisis, dan pemecahan masalah.
  • 6.
    Meskipun peserta rapat yangdiundang terbatas, perlu dipastikan bahwa orang-orang yang dapat memberikan sumbangan pikiran dan yang menentukan dalam pengambilan keputusan dapat hadir. Untuk memudahkan mengundang orang dalam rapat, maka ingatlah aturan ini, 8-18- 1800: •8 orang peserta. •18 orang peserta. •jika ingin mengobarkan antusiasme tim dengan memperkenalkan sebuah produk baru. Undanglah 1800 orang atau lebih untuk rapat
  • 7.
     Presens Persetujuan Agenda Persetujuan durasi wakturapat Laporan Pimpinan Laporan Manajer Pengembangan pasar Produk baru Keuangan Pekerjaan yang tertunda Pengembangan tugas Pengumuman Penundaan
  • 8.
    Fungsi rapat adalahmengikuti informasi yang berkembang dengan cepat. Manajer menerima informasi melalui sistem komunikasi yang sangat cepat dari berbagai perusahaan dan individu dari berbagai penjuru.
  • 9.
    Menurut sifatnya, rapat dibedakan dalam tiga klasifikasi: • rapat yang baik, • rapat yang buruk, •dan rapat yang tidak perlu. Rapat yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: •Tujuan rapat diketahui dan dipahami oleh semua peserta rapat. •Agenda disusun untuk mencapai tujuan rapat. •Rapat diikuti oleh orang-orang yang berkompeten, baik sebagai kontributor ataupun penerima informasi dari rapat. •Rapat berlangsung sesuai waktu yang ditetapkan, sesuai agenda, dan memenuhi tujuan tanpa ada waktu dan tindakan yang sia-sia. •Alat bantu visual dengan gambar yang jelas dan tajam digunakan pada saat yang memungkinkan. •Pesertarapat memahami peran masing-masing, hadir dengan persiapan yang direncanakan, dan memberikan kontribusi. •Pimpinan rapat membuat ringkasan materi rapat yang telah dibahas secara tuntas. •Langkah lanjut purnarapat disusun dengan baik
  • 10.
    Perencanaan rapat perlumemperhatikan empat unsur: tujuan, peserta, agenda, dan tempat penyelenggaraan rapat perlu dipertimbangkan dengan matang tentang perlu atau tidaknya menyelenggarakan rapat.  Menentukan tujuan  Sebelum rapat diselenggarakan, perlu ditetapkan bahwa rapat merupakan cara terbaik untuk mencapai tujuan.  Memilih peserta rapat  Peserta rapat terdiri atas orang-orang yang di pandang penting dan merupakan kunci bagi pembahasan pokok pembicaraan rapat. Jumlah peserta harus mencerminkan tujuan rapat.  Menyusun agenda  Meskipun sifat rapat kadang-kadang menyulitkan penyusunan agenda yang baku, setidaknya disiapkan daftar materi yang akan dibahas dalam rapat. 
  • 11.
    Langkah-langkah penting yangperlu diperhatikan untuk mempersiapakn rapat adalah, sebagai berikut: Menyiapkan agenda rapat Penyampaian undangan rapat lebih awal untuk memberikan waktu yang cukup kepada peserta Memastikan semua yang diundang dapat hadir Memastikan kesiapan fasilitas
  • 12.
    . Suasana rapatmudah berubah menjadi negatif oleh pengaruh kejadian-kejadian kecil sebagai berikut:  Pimpinan rapat datang terlambat  Ruang rapat tidak dipersiapkan dengan baik  Pimpinan membuka rapat dengan berkelakar  Pimpinan kurang siap atau memulai rapat dengan kata-kata yang bernada ragu  Peserta rapat datang terlambat  Rapat sering disela dengan pembicaraan telepon  Peserta menunjukkan ketidaksiapan
  • 13.
     Melakukan pengecekanuntuk memastikan bahwa agenda telah diterima oleh peserta rapat.  Rapat diselenggarakan tepat pada waktu yang telah ditetapkan tanpa harus menunggu kehadiran seluruh peserta rapat.  Memberikan indikasi bahwa agenda rapat diikuti dan rapat akan selesai pada waktu yang telah ditetapkan 
  • 14.
  • 15.
     Untuk presentasi,perlu dipertimbangkan pemilihan peserta yang memerlukan informasi.  Untuk rapat pengambilan keputusan atau pemecahan masalah, jumlah peserta maksimum lima orang.  Untuk rapat identifikasi permasalahan, jumlah peserta maksimum sepuluh orang.  Untuk rapat informasional, jumlah peserta maksimum tiga puluh orang.  Untuk rapat panitia, jumlah peserta maksimum yang efektif tidak lebih dari tujuh orang.
  • 16.
     Ukuran Ruangan Luas ruangan harus sesuai dengan jumlah peserta rapat  Akustik Ruang besar yang kosong seringkali berakustik buruk  Gangguan
  • 17.
    Keberhasilan suatu rapatsangat ditentukan oleh efektivitas pimpinannya. Rapat akan produktif jika pimpinan dipersiapkan dan dipilih dengan cermat Pimpinan rapat adalah orang yang bertanggung jawab atas keberlangsungan rapat. Seorang pimpinan rapat yang baik tidak mendominasi seluruh rapat sehingga mengurangi kesempatan peserta untuk memberikan saran atau masukan, tetapi juga tidak bersikap pasif sehingga kehilangan kendali atas rapat yang dipimpinnya
  • 18.
    Mengetahui apa dansiapa yang hadir sebagai peserta rapat. Berbicara menggunakan bahasa yang dapat dengan mudah dipahami oleh peserta rapat. Mengetahui dengan tepat yang perlu diutarakan dan hasil dari rapat pendahuluan.. Berbicara dengan suara yang jelas, dapat didengar oleh setiap peserta rapat. Memperhatikan dan mempertimbangkan saran dan pendapat setiap peserta rapat. Mengikuti agenda rapat langkah demi langkah. Menjaga arah rapat agar tidak menyimpang dari tujuan.
  • 19.
    Pemimpin rapat yangbaik tidak mendominasi kesempatan berbicara dan mengutarakan pendapatnya kepada forum peserta rapat, melainkan membawa forum ke dalam diskusi untuk mendapatkan masukan, opini dan pemikiran peserta rapat. Diskusi merupakan inti sebuah rapat yang baik
  • 20.
    Mengajukan petanyaan terbuka,yakni prtanyaan yang tidak cukup dijawab dengan sekedar ucapan “ya” atau “tidak” Memberdayakan dan menguatkan pertanyaan peserta rapat yang sesuai dengan tujuan rapat. Menyampaikan pertanyaan peserta yang ditujukan kepada peserta lain melalui pimpinan rapat. Mengabaikan pernyataan yang tidak relevan dengan tujuan rapat. Menyatakan kembali butir-butir agenda ketika diskusi menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan. Bersikap tegas terhadap peserta yang mendominasi diskusi. Menggunakan contoh yang relevan dengan hati- hati untuk memberikan dorongan kepada kelompok agar berpikir pada satu alur pemikiran yang sama. Mengajukan pertanyaan
  • 21.
    Menutup Rapat :Padaakhirnya sebuah rapat, pimpinan harus dapat menutup rapat pada saat yang tepat. Apabila semua pokok bahasan yang tersebut dalam agenda telah tercakup dalam rapat, ada kecenderungan peserta untuk mulai membuat rekapitulasi