Copyright © 2014 by Luqman Ali
LUQMAN ALI
DASAR-DASAR
ILMU BUMI
Diterbitkan secara mandiri
Oleh: Luqman Ali
Copyright © 2014 by Luqman Ali
2
DASAR-DASAR GEOGRAFI
A.Pengertian dan Hakekat
Geografi merupakan ilmu untuk menunjang
kehidupan dalam segala perwujudan makna: hidup
sepanjang hayat, dan dorongan peningkatan
kehidupan. Lingkup bidang kajiannya
memungkinkan manusia memperoleh jawaban atas
pertanyaan dunia sekelilingnya yang menekankan
pada aspek-aspek spasial eksistensi manusia, agar
manusia memahami karakteristik dunianya dan
tempat hidupnya.
Geografi mengkaji tentang aspek ruang dan
tempat pada berbagai skala di muka bumi. Penekanan
bahan kajiannya adalah gejala-gejala alam dan
kehidupan yang membentuk lingkungan dunia dan
tempat-tempat. Gejala alam dan kehidupan itu dapat
dipandang sebagai hasil dari proses alam yang terjadi
di bumi, atau sebagai kegiatan yang dapat memberi
dampak kepada mahluk hidup yang tinggal di atas
permukaan bumi. Untuk menjelaskan pola-pola
gejala geografis yang terbentuk, dan mempertajam
3
maknanya, disajikan dalam bentuk deskripsi, peta
dan tampilan geografis lainnya.
Beberapa Definisi Geografi
a. Vernor E. Finch dan Glen Trewartha
(1980), Geografi adalah deskripsi dan penjelasan
yang menganalisis permukaan bumi dan
pandangannya tentang hal yang selalu berubah dan
dinamis, tidak statis dan tetap. Dari pengertian di atas
Vernor & Glen menitikberatkan pada aspek fisik
yang ada di bumi yang selalu berubah dari masa ke
masa.
b. Menurut “E.A. Ackerman” (1963)Geografi adalah
suatu pengertian tentang sistem yang berinteraksi
cepat yang mencakup semua budaya manusia dan
lingkungan alamiahnya di permukaan bumi.
c. Menurut “E.J.Taaffe” (1970)Geografi
berkepentingan memberikan kepada manusia
deskripsi yang teratur tentang bumi. Penekanan
mutakhir diutamakan pada geografi sebagai studi
mengenai organisasi keruangan yang dinyatakan
sebagai pola-pola dan proses-proses.
d. Menurut “Abler” (1971)Dalam bukunya “Spatial
Organization the Geographer’s View of the World”
mengatakan bahwa Geografi mengkaji struktur dan
proses fenomena dan permasalahan dalam ruang.
Berkaitan dengan itu, geografi selalu berbicara
4
dengan peta untuk mengkaji struktur keruangan suatu
permasalahan.
e. Menurut “Prof Drs. R. Bintarto”Geografi adalah
ilmu pengetahuan yang menceritakan, menerangkan
sifat-sifat bumi, menganalisa, gejala-gejala alam dan
penduduk serta mempelajari corak yang khas
mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi
dari unsur bumi dalam ruang dan waktu.
f. Hartshorne (1950) , Geografi adalah ilmu yang
berkepentingan untuk memberikan deskripsiyang
teliti, beraturan, dan rasional tentang sifat variabel
permukaan bumi. Dalampandangan Hartshorne,
geografi adalah suatu ilmu yang mampu
menjelaskan tentang sifat-sifat variabel permukaan
bumi secara teliti, beraturan, dan rasional.
B.Filosofi dan Konsep dasar
1.Ruang Lingkup dan Ilmu Penunjang Geografi
Sebagai suatu ilmu pengetahuan, geografi
mempunyai ruang lingkup dan ilmu-ilmu lain yang
mendukungnya. Studi geografi meliputi gejala alam
atau fisis dan gejala insani atau sosial. Oleh karena
itu, secara garis besar geografi dapat dibagi menjadi
dua bagian, yaitu :
1 1.Geografi fisis (Physical geography)
Geografi fisis mempelajari aspek-aspek fisik,
misalnya batuan, mineral, relief muka bumi, cuaca
dan iklim, air, tumbuhan, serta hewann dan
sebagainya.
5
2.Geografi manusia (human geography)
Geografi sosial mempelajari aspek-aspek sosial,
politik, ekonomi dan budaya dan sebagainya.
Geografi dapat dipelajari melalui dua pendekatan.
a) Pendekatan geografi regional (regional geography),
karena bumi dibagi-bagi ke dalam beberapa wilayah
(region). Tiap wilayah mempunyai karakteristik yang
spesifik.
b) Pendekatan topikal (topical geography), karena
geografi mulai dengan kebudayaan dan
sub topik-subtopiknya, seperti bahasa dan religi, serta
mengkaji variasi keruangan seluruh permukaan bumi.
Jika bumi dipandang dari segi teori lingkungan
hidup, permukaan bumi dapat dikelompokkan
menjadi tiga lingkungan, yaitu :
a) Lingkungan fisikal (phisical environment) atau
abiotik adalah segala sesuatu di sekitar manusia yang
berupa makhluk tak hidup, misalnya tanah, udara, air
dan sinar matahari.
b) Lingkungan biologis (biological environment) atau
biotik adalah segala sesuatu di sekitar manusia yang
berupa makhluk hidup, termasuk di dalamnya adalah
manusia.
c) Lingkungan sosial (social environment) adalah
segala sesuatu di sekitar manusia yang berwujud
tindakan atau aktivitas manusia baik dalam
berhubungan dengan lingkungan alam maupun
hubungan antarmanusia.
6
2.Konsep Dasar Geogarafi
1. Penghargaan Budayawi Terhadap Bumi
Manusia pada masa yang berbeda-beda dalam sejarah
menangkap dan menafsir lingkungan alamnya
berbeda-beda, menurut negerinya dan menurut
pandangan hidupnya. Misalnya pandangan religius
dari orang Jawa terhadap laut selatan, pandangannya
terhadap hutan Roban (Pekalongan) yang keramat di
masa dulu; sekarang hutan tersebut digunduli.
Sekarang kemajuan teknologi berjalan mengikuti
perubahan pandangan manusia terhadap lingkungan
alam sebagai sumber daya. Penanganan manusia atas
sumber daya baik eksplorasi dan eksploitasi
tergantung dari tingkat pendidikan, kompetensi
teknik, semangat kewiraswastaan, ikatan sosial,
organisasi ekonomi, stabilitas politik, dan kebijakan
pemerintah.
2. Konsep Regional/Wilayah
Suatu wilayah dipandang memiliki homogenitas
dalam hal bentuk bentang alamnya (landscape) dan
corak kehidupannya (mata pencarian, mentalitas
penduduk). Misalnya daerah Wonogiri selatan
sebagai daerah kapur (karst). Kondisi di sana dapat
mudah digeneralisasikan: tanah tandus, penduduk
miskin, gizi jelek, pola migrasi kuat, dan pekerja
keras yang bersemangat.
3. Ciri Khusus Keadaan Wilayah (Areal
Coherence)
7
Hubungan antar unsur alam dalam suatu wilayah
menghasilkan suatu proses yang memberi ciri khusus
kepada wilayah yang bersangkutan. Misalnya di
daerah kabupaten Boyolali, kombinasi yang
menguntungkan antara keadaan curah hujan, suhu,
vegetasinya, jenis tanah, dan topografi menjadikan
wilayah ini sebagai penghasil susu dan daging ternak
baik dari sapi maupun kambing.
4. Lokalisasi
Lokasi (location) adalah posisi pasti dalam ruang.
Dalam Geografi lokasi mempunyai dua makna, yaitu
lokasi absolut dan lokasi relatif.
Lokasi absolut adalah lokasi di permukaan bumi
yang ditentukan oleh sistem koordinat garis lintang
dan garis bujur, disebut juga lokasi mutlak. Contoh:
Jalan Jenderal Sudirman kapling 121 Jakarta. Lokasi
absolut berguna untuk menentukan fenomena/gejala
dalam ruang di permukaan bumi atau dalam peta.
Lokasi relatif adalah lokasi sesuatu objek yang
nilainya ditentukan oleh objek-objek lain di luarnya.
Contoh: Lokasi desa A jauh dari kota dan jauh dari
jalan raya dibanding lokasi desa B yang terletak
dekat kota dan di pinggir jalan raya. Lokasi desa A
lokasi relatifnya lebih baik dibanding dengan desa B
bila ditinjau dari nilai
aksesibilitas/keterjangkauannya. Lokasi relatif lebih
penting dibanding lokasi absolut dalam studi
Geografi.
8
5. Interaksi Keruangan (Spatial Interaction)
Kekhususan suatu wilayah misalnya dalam hal hasil
dapat mendorong berbagai bentuk kerja sama dan
saling tukar jasa dengan wilayah lain. Jadi, perbedaan
wilayah mendorong interaksi yang berupa pertukaran
manusianya (migrasi), barangnya (perniagaan), dan
budayanya. Sehubungan itu lokasi yang sentral
membawa banyak kemajuan, sebaliknya lokasi yang
menyendiri mengakibatkan keterpencilan dan
kemunduran.
6.Skala Wilayah
Studi geografis dapat bersifat mikroskopis (wilayah
sempit) dan dapat pula makroskopis (wilayah luas).
Kesimpulannya, yang berlaku bagi wilayah sempit
dapatkah digeneralisasikan bagi wilayah luas?
Kadang-kadang dapat dan kadang-kadang tidak
dapat. Ini tergantung dari sifat kombinasi unsur-unsur
alam lingkungan di sekitarnya dan teknolgi.
7. Konsep Perubahan
Hal yang dipelajari tentang suatu wilayah, apakah
yang berlaku pada waktu tertentu, yang terbaru atau
saat ini, tetapi kondisi saat ini adalah hasil dari proses
yang berjalan lama dari dulu, melalui aneka
perubahan. Perubahan ada yang berjangka pendek
dan ada yang berjangka panjang. Iklim itu panjang
jangkanya, tetapi cuaca dan musim jangkanya
pendek.
9
Dengan bekal tujuh konsep tersebut seorang geograf
akan bekerja dari ruang permukaan bumi tempat ia
hidup. Pokok-pokok lainnya yang perlu dipahami
oleh para geograf adalah sebagai berikut :
a. Persebaran gejala-gejala di permukaan bumi.
b. Hubungannya dengan gejala lain di tempat atau
wilayah yang bersangkutan.
c. Hubungan dengan gejala lain di tempat atau
wilayah lain.
d. Efek satu atau lebih gejala yang di atas.
e. Bervariasinya gejala dari masing-masing
tempat.
f. Mengapa gejala ada di tempat-tempat tertentu,
tetapi di tempat lain tidak ada.
g. Pembauran gejala spatial.
h. Gerakan-gerakan gejala yang bertimbal balik.
i. Mengapa gejala munculnya tidak teratur.
j. Bentuk jaringan aneka gejala.
k. Kepadatan dan pengelompokan gejala.
l. Lokasi dan lokalisasi gejala.
m. Pembatasan adanya penduduk dan kegiatannya
di suatu tempat.
n. Efek dari kegiatan di suatu tempat terhadap
tempat lain.
3.Hubungan Geografi Dengan Ilmu Lainya
Dalam mempelajari ilmu geografi diperlukan ilmu-
ilmu lain, sebagai berikut.
1. Geomorfologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang bentuk muka bumi dan proses
terjadinya.
10
2. Hidrologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang air baik di permukaan
maupun di bawah permukaan tanah.
3. Geologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang bumi, meliputi asal
terjadinya, struktur, komposisi sejarah, serta
proses alamiahnya.
4. Botani adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang dunia tumbuhan dan
persebarannya.
5. Oceanografi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang laut, beserta isinya.
6. Meteorologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang keadaan cuaca.
7. Klimatologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang keadaan iklim.
8. Biologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang makhluk hidup di
permukaan bumi.
9. Demografi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang aspek-aspek
kependudukan.
10. Zoologi adalah ilmu yang mempelajari
tentang hewan dan persebarannya di muka
bumi.
11
11. Antropologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang manusia dan
kebudayaannya.
12. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang pola pergaulan manusia
dalam masyarakat.
13. Ekologi adalah cabang dari ilmu biologi yang
mempelajari tentang hubungan
antarorganisme dan antara organisme dengan
lingkungan.
14. Ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang usaha-usaha manusia
untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam
mencapai kemakmuran.
15. Astronomi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang antariksa, proses-proses
pembentukannya, dan benda-benda antariksa.
16. Geografi politik adalah cabang ilmu geogarfi
yang khusus mempelajari tentang kondisi-
kondisi geografis ditinjau dari sudut pandang
politik dan kepentingan negara.
17. Geografi fisik adalah cabang ilmu geografi
yang mempe- lajari tentang bentuk dan
struktur permukaan bumi, yang mencakup
aspek geo- morfologi dan hidrologi.
12
18. Geografi manusia adalah cabang ilmu
geografi yang mempelajari tentang aspek
sosial, ekonomi dan budaya penduduk.
19. Geografi regional adalah cabang ilmu
geografi yang mempelajari tentang suatu
kawasan tertentu secara khusus, misalnya
geografi Asia tenggara dan geografi timur
tengah.
C. Prinsip-Prinsip Geografi
Untuk menganalisis dan mengungkapkan gejala
geosfer dalam kehidupan sehari-hari, secara teoritis
digunakan prinsip-prinsip dasar geografi. Apabila
diamati dan dianalisis gejal geografi dalam
kehidupan sehari-hari,maka ahli geografi harus selalu
berpegang pada empat prinsip berikut.
1. Prinsip Persebaran
Fenomena geosfer baik alam maupun manusia
tersebar di permukaan bumi. Persebaran fenomena ini
tidak merata dari suatu wilayah ke wilayah lainnya.
Dengan mengkaji dan menggambarkan persebaran
berbagai fenomena geosfer, kita dapat
mengungkapkan hubungan antara satu fenomena
dengan fenomena lainnya. Selanjutnya, kita dapat
juga meramalkan apa yang akan terjadi kemudian.
Misalnya, fenomena Gempa Bumi Tsunami. Melalui
pengamatan persebaran daerah gempa, dapat segera
dilakukan antisipasi agar bisa diminimalisir jatuhnya
korban bila terjadi peristiwa yang sama.
13
2. Prinsip Interelasi
Fenomena geosfer dalam suatu ruang mempunyai
hubungan satu sama lain. Setelah melihat persebaran
fenomena geosfer dalam ruang, selanjutnya dapat
diungkapkan hubungannya satu sama lain. Melalui
prinsip timbal balik, dapat diungkapkan hubungan
faktor alam dengan faktor manusia atau sebaliknya.
Dari hubungan tersebut akan tergambar karakteristik
gejala alam di wilayah itu. Misalnya, fenomena
gempa bumi tsunami. Dengan menggunakan prinsip
timbal balik, dapat dicari bagaimana gempa bumi
tsunami dapat terjadi, adakah faktor alam dan faktor
manusia yang mempengaruhinya.
3. Prinsip Korologi
Merupakan prinsip geografi yang komprenhensif
dengan memadukan prinsip-prinsip lainnya. Prinsip
ini merupakan ciri dari geografi modern. Pada prinsip
korologi, fenomena ditinjau dari persebaran dan
hubungan timbal balik di dalam ruang. Miasalnya,
dalam mengkaji gempa bumi tsunami selalu
diperhatikan persebarannya dalam ruang,
hubungannya dengan faktor penyebab terjadinya
gempa bumi tsunami dan seterusnya. Dengan
demikian kita akan mampu menjelaskan karakteristik
gempa bumi tsunami tersebut.
4. Prinsip Penggambaran
Prinsip ini menjelaskan fenomena geosfer sebagai
sebab akibat dari interaksi fenomena yang ada di
dalamnya. Prinsip ini akan memberikan gambaran
lebih lanjut tentang fenomena atau masalah yang
14
terjadi. Penggambaran dilakukan bukan hanya
dengan kata-kata , tetapi juga dengan menggunakan
peta, diagram, grafik dan tabel. Misalnya, peristiwa
gempa bumi tsunami. Prinsip ini akan menguraikan
sebab dan akibat dari peristiwa gempa bumi tsunami.
Selain itu, dengan menggunakan peta dapat
digambarkan daerah persebaran gempa bumi
tsunami.
D.Objek Geografi
1. Obyek material geografi
Merupakan sasaran atau isi suatu kajian. Berdasarkan
hasil Semlok Geografi di Semarang tahun 1988 dapat
dikatakan bahwa obyek studi geografi adalah lapisan-
lapisan bumi, atau tepatnya fenomena geosfer.
Geosfer atau lapisan-lapisan bumi itu luas sekali,
meliputi :
a. Litosfer (lapisan batuan)
Kajian litosfer antara lain tentang bentuk-bentuk
permukaan bumi, proses-proses yang menyebabkan
terjadinya perubahan bentuk permukaan bumi,
pengorganisasian wilayah di daratan, perairan dan di
udara.
b. Hidrosfer (lapisan air)
Kajian ini meliputi jumlah, mutu, persebaran dan
peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan air.
c. Atmosfer (lapisan udara)
Kajian atmosfer meliputi cuaca dan iklim atau lapisan
udara yang menyelimuti bumi.
15
d. Biosfer (kahidupan)
Kajian ini meliputi sejarah, pertumbuhan dan
persebaran kehidupan.
e. Antroposfer (manusia dan hubungannya dengan
lingkungan alam)
Kajian antroposfer meliputi jumlah dan persebaran
serta bentuk-bentuk hubungan timbal balik antara
manusia dan lingkungannya.
2. Obyek formal geografi
Obyek ini bersangkut paut dengan cara pemecahan
masalah. Dalam menganalisis suatu masalah,
geografi menawarkan sejumlah alternatif pemecahan
dengan menggunakan metode atau pendekatan
tersendiri. Jadi obyek formal adalah metode atau
pendekatan yang digunakan dalam mengkaji suatu
masalah. Metode atau pendekatan obyek formal
geografi meliputi beberapa aspek pendekatan, yakni:
a. Pendekatan keruangan (spatial)
Pendekatan keruangan merupakan pendekatan khas
geografi dengan mengkaji variasi fenomena alam di
permukaan bumi. Pendekatan keruangan mengacu
pada penelaahan perbedaan tempat melalui prinsip-
prinsip geografi yaitu persebaran, timbal balik, dan
pergambaran.
b. Pendekatan kelingkungan (ekologi)
Pendekatan lingkungan dalam geografi berkenaan
dengan hubungan kehidupan manusia dengan
lingkungan fisiknya. Interaksi tersebut membentuk
sistem keruangan yang dikenal dengan ekosistem.
16
Oleh karena itu untuk mempelajari ekologi seseorang
harus mempelajari organisme hidup seperti manusia,
hewan dan tumbuhan serta lingkungannya seperti
litosfer, hidrosfer dan atmosfer.
c. Pendekatan komplek kewilayahan (teritorial)
Pendekatan kompleks kewilayahan, merupakan
kombinasi pendekatan keruangan dan ekologi.
Pendekatan ini mengkaji karakteristik fisik maupun
sosial dari fenomena yang terjadi di permukaan bumi
yang berbeda antara suatu wilayah dengan wilayah
lainnya. Oleh karena itu pendekatan ini lebih
ditekankan pada pendekatan wilayah.
Perlu diperhatikan bahwa dalam mengkaji suatu
permasalahan geografi, geografi fisik dan geografi
manusia tak dapat dipisahkan. Bahkan masing-
masing cabang geografi saling membutuhkan dan
saling melengkapi. Oleh karena itu, kajian geografi
akan menyimpang dari tujuannya apanila tidak terjadi
“konsep penyatuan” dalam mengkaji permasalahan
(Bintarto dan Surastopo, 1979).
Sumber ;
http://monayessicasaragih.blogspot.com

Dasar dasar ilmu geografi

  • 1.
    Copyright © 2014by Luqman Ali LUQMAN ALI DASAR-DASAR ILMU BUMI Diterbitkan secara mandiri Oleh: Luqman Ali Copyright © 2014 by Luqman Ali
  • 2.
    2 DASAR-DASAR GEOGRAFI A.Pengertian danHakekat Geografi merupakan ilmu untuk menunjang kehidupan dalam segala perwujudan makna: hidup sepanjang hayat, dan dorongan peningkatan kehidupan. Lingkup bidang kajiannya memungkinkan manusia memperoleh jawaban atas pertanyaan dunia sekelilingnya yang menekankan pada aspek-aspek spasial eksistensi manusia, agar manusia memahami karakteristik dunianya dan tempat hidupnya. Geografi mengkaji tentang aspek ruang dan tempat pada berbagai skala di muka bumi. Penekanan bahan kajiannya adalah gejala-gejala alam dan kehidupan yang membentuk lingkungan dunia dan tempat-tempat. Gejala alam dan kehidupan itu dapat dipandang sebagai hasil dari proses alam yang terjadi di bumi, atau sebagai kegiatan yang dapat memberi dampak kepada mahluk hidup yang tinggal di atas permukaan bumi. Untuk menjelaskan pola-pola gejala geografis yang terbentuk, dan mempertajam
  • 3.
    3 maknanya, disajikan dalambentuk deskripsi, peta dan tampilan geografis lainnya. Beberapa Definisi Geografi a. Vernor E. Finch dan Glen Trewartha (1980), Geografi adalah deskripsi dan penjelasan yang menganalisis permukaan bumi dan pandangannya tentang hal yang selalu berubah dan dinamis, tidak statis dan tetap. Dari pengertian di atas Vernor & Glen menitikberatkan pada aspek fisik yang ada di bumi yang selalu berubah dari masa ke masa. b. Menurut “E.A. Ackerman” (1963)Geografi adalah suatu pengertian tentang sistem yang berinteraksi cepat yang mencakup semua budaya manusia dan lingkungan alamiahnya di permukaan bumi. c. Menurut “E.J.Taaffe” (1970)Geografi berkepentingan memberikan kepada manusia deskripsi yang teratur tentang bumi. Penekanan mutakhir diutamakan pada geografi sebagai studi mengenai organisasi keruangan yang dinyatakan sebagai pola-pola dan proses-proses. d. Menurut “Abler” (1971)Dalam bukunya “Spatial Organization the Geographer’s View of the World” mengatakan bahwa Geografi mengkaji struktur dan proses fenomena dan permasalahan dalam ruang. Berkaitan dengan itu, geografi selalu berbicara
  • 4.
    4 dengan peta untukmengkaji struktur keruangan suatu permasalahan. e. Menurut “Prof Drs. R. Bintarto”Geografi adalah ilmu pengetahuan yang menceritakan, menerangkan sifat-sifat bumi, menganalisa, gejala-gejala alam dan penduduk serta mempelajari corak yang khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur bumi dalam ruang dan waktu. f. Hartshorne (1950) , Geografi adalah ilmu yang berkepentingan untuk memberikan deskripsiyang teliti, beraturan, dan rasional tentang sifat variabel permukaan bumi. Dalampandangan Hartshorne, geografi adalah suatu ilmu yang mampu menjelaskan tentang sifat-sifat variabel permukaan bumi secara teliti, beraturan, dan rasional. B.Filosofi dan Konsep dasar 1.Ruang Lingkup dan Ilmu Penunjang Geografi Sebagai suatu ilmu pengetahuan, geografi mempunyai ruang lingkup dan ilmu-ilmu lain yang mendukungnya. Studi geografi meliputi gejala alam atau fisis dan gejala insani atau sosial. Oleh karena itu, secara garis besar geografi dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu : 1 1.Geografi fisis (Physical geography) Geografi fisis mempelajari aspek-aspek fisik, misalnya batuan, mineral, relief muka bumi, cuaca dan iklim, air, tumbuhan, serta hewann dan sebagainya.
  • 5.
    5 2.Geografi manusia (humangeography) Geografi sosial mempelajari aspek-aspek sosial, politik, ekonomi dan budaya dan sebagainya. Geografi dapat dipelajari melalui dua pendekatan. a) Pendekatan geografi regional (regional geography), karena bumi dibagi-bagi ke dalam beberapa wilayah (region). Tiap wilayah mempunyai karakteristik yang spesifik. b) Pendekatan topikal (topical geography), karena geografi mulai dengan kebudayaan dan sub topik-subtopiknya, seperti bahasa dan religi, serta mengkaji variasi keruangan seluruh permukaan bumi. Jika bumi dipandang dari segi teori lingkungan hidup, permukaan bumi dapat dikelompokkan menjadi tiga lingkungan, yaitu : a) Lingkungan fisikal (phisical environment) atau abiotik adalah segala sesuatu di sekitar manusia yang berupa makhluk tak hidup, misalnya tanah, udara, air dan sinar matahari. b) Lingkungan biologis (biological environment) atau biotik adalah segala sesuatu di sekitar manusia yang berupa makhluk hidup, termasuk di dalamnya adalah manusia. c) Lingkungan sosial (social environment) adalah segala sesuatu di sekitar manusia yang berwujud tindakan atau aktivitas manusia baik dalam berhubungan dengan lingkungan alam maupun hubungan antarmanusia.
  • 6.
    6 2.Konsep Dasar Geogarafi 1.Penghargaan Budayawi Terhadap Bumi Manusia pada masa yang berbeda-beda dalam sejarah menangkap dan menafsir lingkungan alamnya berbeda-beda, menurut negerinya dan menurut pandangan hidupnya. Misalnya pandangan religius dari orang Jawa terhadap laut selatan, pandangannya terhadap hutan Roban (Pekalongan) yang keramat di masa dulu; sekarang hutan tersebut digunduli. Sekarang kemajuan teknologi berjalan mengikuti perubahan pandangan manusia terhadap lingkungan alam sebagai sumber daya. Penanganan manusia atas sumber daya baik eksplorasi dan eksploitasi tergantung dari tingkat pendidikan, kompetensi teknik, semangat kewiraswastaan, ikatan sosial, organisasi ekonomi, stabilitas politik, dan kebijakan pemerintah. 2. Konsep Regional/Wilayah Suatu wilayah dipandang memiliki homogenitas dalam hal bentuk bentang alamnya (landscape) dan corak kehidupannya (mata pencarian, mentalitas penduduk). Misalnya daerah Wonogiri selatan sebagai daerah kapur (karst). Kondisi di sana dapat mudah digeneralisasikan: tanah tandus, penduduk miskin, gizi jelek, pola migrasi kuat, dan pekerja keras yang bersemangat. 3. Ciri Khusus Keadaan Wilayah (Areal Coherence)
  • 7.
    7 Hubungan antar unsuralam dalam suatu wilayah menghasilkan suatu proses yang memberi ciri khusus kepada wilayah yang bersangkutan. Misalnya di daerah kabupaten Boyolali, kombinasi yang menguntungkan antara keadaan curah hujan, suhu, vegetasinya, jenis tanah, dan topografi menjadikan wilayah ini sebagai penghasil susu dan daging ternak baik dari sapi maupun kambing. 4. Lokalisasi Lokasi (location) adalah posisi pasti dalam ruang. Dalam Geografi lokasi mempunyai dua makna, yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut adalah lokasi di permukaan bumi yang ditentukan oleh sistem koordinat garis lintang dan garis bujur, disebut juga lokasi mutlak. Contoh: Jalan Jenderal Sudirman kapling 121 Jakarta. Lokasi absolut berguna untuk menentukan fenomena/gejala dalam ruang di permukaan bumi atau dalam peta. Lokasi relatif adalah lokasi sesuatu objek yang nilainya ditentukan oleh objek-objek lain di luarnya. Contoh: Lokasi desa A jauh dari kota dan jauh dari jalan raya dibanding lokasi desa B yang terletak dekat kota dan di pinggir jalan raya. Lokasi desa A lokasi relatifnya lebih baik dibanding dengan desa B bila ditinjau dari nilai aksesibilitas/keterjangkauannya. Lokasi relatif lebih penting dibanding lokasi absolut dalam studi Geografi.
  • 8.
    8 5. Interaksi Keruangan(Spatial Interaction) Kekhususan suatu wilayah misalnya dalam hal hasil dapat mendorong berbagai bentuk kerja sama dan saling tukar jasa dengan wilayah lain. Jadi, perbedaan wilayah mendorong interaksi yang berupa pertukaran manusianya (migrasi), barangnya (perniagaan), dan budayanya. Sehubungan itu lokasi yang sentral membawa banyak kemajuan, sebaliknya lokasi yang menyendiri mengakibatkan keterpencilan dan kemunduran. 6.Skala Wilayah Studi geografis dapat bersifat mikroskopis (wilayah sempit) dan dapat pula makroskopis (wilayah luas). Kesimpulannya, yang berlaku bagi wilayah sempit dapatkah digeneralisasikan bagi wilayah luas? Kadang-kadang dapat dan kadang-kadang tidak dapat. Ini tergantung dari sifat kombinasi unsur-unsur alam lingkungan di sekitarnya dan teknolgi. 7. Konsep Perubahan Hal yang dipelajari tentang suatu wilayah, apakah yang berlaku pada waktu tertentu, yang terbaru atau saat ini, tetapi kondisi saat ini adalah hasil dari proses yang berjalan lama dari dulu, melalui aneka perubahan. Perubahan ada yang berjangka pendek dan ada yang berjangka panjang. Iklim itu panjang jangkanya, tetapi cuaca dan musim jangkanya pendek.
  • 9.
    9 Dengan bekal tujuhkonsep tersebut seorang geograf akan bekerja dari ruang permukaan bumi tempat ia hidup. Pokok-pokok lainnya yang perlu dipahami oleh para geograf adalah sebagai berikut : a. Persebaran gejala-gejala di permukaan bumi. b. Hubungannya dengan gejala lain di tempat atau wilayah yang bersangkutan. c. Hubungan dengan gejala lain di tempat atau wilayah lain. d. Efek satu atau lebih gejala yang di atas. e. Bervariasinya gejala dari masing-masing tempat. f. Mengapa gejala ada di tempat-tempat tertentu, tetapi di tempat lain tidak ada. g. Pembauran gejala spatial. h. Gerakan-gerakan gejala yang bertimbal balik. i. Mengapa gejala munculnya tidak teratur. j. Bentuk jaringan aneka gejala. k. Kepadatan dan pengelompokan gejala. l. Lokasi dan lokalisasi gejala. m. Pembatasan adanya penduduk dan kegiatannya di suatu tempat. n. Efek dari kegiatan di suatu tempat terhadap tempat lain. 3.Hubungan Geografi Dengan Ilmu Lainya Dalam mempelajari ilmu geografi diperlukan ilmu- ilmu lain, sebagai berikut. 1. Geomorfologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bentuk muka bumi dan proses terjadinya.
  • 10.
    10 2. Hidrologi adalahilmu pengetahuan yang mempelajari tentang air baik di permukaan maupun di bawah permukaan tanah. 3. Geologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bumi, meliputi asal terjadinya, struktur, komposisi sejarah, serta proses alamiahnya. 4. Botani adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang dunia tumbuhan dan persebarannya. 5. Oceanografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang laut, beserta isinya. 6. Meteorologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang keadaan cuaca. 7. Klimatologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang keadaan iklim. 8. Biologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang makhluk hidup di permukaan bumi. 9. Demografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang aspek-aspek kependudukan. 10. Zoologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hewan dan persebarannya di muka bumi.
  • 11.
    11 11. Antropologi adalahilmu pengetahuan yang mempelajari tentang manusia dan kebudayaannya. 12. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang pola pergaulan manusia dalam masyarakat. 13. Ekologi adalah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari tentang hubungan antarorganisme dan antara organisme dengan lingkungan. 14. Ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang usaha-usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam mencapai kemakmuran. 15. Astronomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang antariksa, proses-proses pembentukannya, dan benda-benda antariksa. 16. Geografi politik adalah cabang ilmu geogarfi yang khusus mempelajari tentang kondisi- kondisi geografis ditinjau dari sudut pandang politik dan kepentingan negara. 17. Geografi fisik adalah cabang ilmu geografi yang mempe- lajari tentang bentuk dan struktur permukaan bumi, yang mencakup aspek geo- morfologi dan hidrologi.
  • 12.
    12 18. Geografi manusiaadalah cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang aspek sosial, ekonomi dan budaya penduduk. 19. Geografi regional adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang suatu kawasan tertentu secara khusus, misalnya geografi Asia tenggara dan geografi timur tengah. C. Prinsip-Prinsip Geografi Untuk menganalisis dan mengungkapkan gejala geosfer dalam kehidupan sehari-hari, secara teoritis digunakan prinsip-prinsip dasar geografi. Apabila diamati dan dianalisis gejal geografi dalam kehidupan sehari-hari,maka ahli geografi harus selalu berpegang pada empat prinsip berikut. 1. Prinsip Persebaran Fenomena geosfer baik alam maupun manusia tersebar di permukaan bumi. Persebaran fenomena ini tidak merata dari suatu wilayah ke wilayah lainnya. Dengan mengkaji dan menggambarkan persebaran berbagai fenomena geosfer, kita dapat mengungkapkan hubungan antara satu fenomena dengan fenomena lainnya. Selanjutnya, kita dapat juga meramalkan apa yang akan terjadi kemudian. Misalnya, fenomena Gempa Bumi Tsunami. Melalui pengamatan persebaran daerah gempa, dapat segera dilakukan antisipasi agar bisa diminimalisir jatuhnya korban bila terjadi peristiwa yang sama.
  • 13.
    13 2. Prinsip Interelasi Fenomenageosfer dalam suatu ruang mempunyai hubungan satu sama lain. Setelah melihat persebaran fenomena geosfer dalam ruang, selanjutnya dapat diungkapkan hubungannya satu sama lain. Melalui prinsip timbal balik, dapat diungkapkan hubungan faktor alam dengan faktor manusia atau sebaliknya. Dari hubungan tersebut akan tergambar karakteristik gejala alam di wilayah itu. Misalnya, fenomena gempa bumi tsunami. Dengan menggunakan prinsip timbal balik, dapat dicari bagaimana gempa bumi tsunami dapat terjadi, adakah faktor alam dan faktor manusia yang mempengaruhinya. 3. Prinsip Korologi Merupakan prinsip geografi yang komprenhensif dengan memadukan prinsip-prinsip lainnya. Prinsip ini merupakan ciri dari geografi modern. Pada prinsip korologi, fenomena ditinjau dari persebaran dan hubungan timbal balik di dalam ruang. Miasalnya, dalam mengkaji gempa bumi tsunami selalu diperhatikan persebarannya dalam ruang, hubungannya dengan faktor penyebab terjadinya gempa bumi tsunami dan seterusnya. Dengan demikian kita akan mampu menjelaskan karakteristik gempa bumi tsunami tersebut. 4. Prinsip Penggambaran Prinsip ini menjelaskan fenomena geosfer sebagai sebab akibat dari interaksi fenomena yang ada di dalamnya. Prinsip ini akan memberikan gambaran lebih lanjut tentang fenomena atau masalah yang
  • 14.
    14 terjadi. Penggambaran dilakukanbukan hanya dengan kata-kata , tetapi juga dengan menggunakan peta, diagram, grafik dan tabel. Misalnya, peristiwa gempa bumi tsunami. Prinsip ini akan menguraikan sebab dan akibat dari peristiwa gempa bumi tsunami. Selain itu, dengan menggunakan peta dapat digambarkan daerah persebaran gempa bumi tsunami. D.Objek Geografi 1. Obyek material geografi Merupakan sasaran atau isi suatu kajian. Berdasarkan hasil Semlok Geografi di Semarang tahun 1988 dapat dikatakan bahwa obyek studi geografi adalah lapisan- lapisan bumi, atau tepatnya fenomena geosfer. Geosfer atau lapisan-lapisan bumi itu luas sekali, meliputi : a. Litosfer (lapisan batuan) Kajian litosfer antara lain tentang bentuk-bentuk permukaan bumi, proses-proses yang menyebabkan terjadinya perubahan bentuk permukaan bumi, pengorganisasian wilayah di daratan, perairan dan di udara. b. Hidrosfer (lapisan air) Kajian ini meliputi jumlah, mutu, persebaran dan peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan air. c. Atmosfer (lapisan udara) Kajian atmosfer meliputi cuaca dan iklim atau lapisan udara yang menyelimuti bumi.
  • 15.
    15 d. Biosfer (kahidupan) Kajianini meliputi sejarah, pertumbuhan dan persebaran kehidupan. e. Antroposfer (manusia dan hubungannya dengan lingkungan alam) Kajian antroposfer meliputi jumlah dan persebaran serta bentuk-bentuk hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya. 2. Obyek formal geografi Obyek ini bersangkut paut dengan cara pemecahan masalah. Dalam menganalisis suatu masalah, geografi menawarkan sejumlah alternatif pemecahan dengan menggunakan metode atau pendekatan tersendiri. Jadi obyek formal adalah metode atau pendekatan yang digunakan dalam mengkaji suatu masalah. Metode atau pendekatan obyek formal geografi meliputi beberapa aspek pendekatan, yakni: a. Pendekatan keruangan (spatial) Pendekatan keruangan merupakan pendekatan khas geografi dengan mengkaji variasi fenomena alam di permukaan bumi. Pendekatan keruangan mengacu pada penelaahan perbedaan tempat melalui prinsip- prinsip geografi yaitu persebaran, timbal balik, dan pergambaran. b. Pendekatan kelingkungan (ekologi) Pendekatan lingkungan dalam geografi berkenaan dengan hubungan kehidupan manusia dengan lingkungan fisiknya. Interaksi tersebut membentuk sistem keruangan yang dikenal dengan ekosistem.
  • 16.
    16 Oleh karena ituuntuk mempelajari ekologi seseorang harus mempelajari organisme hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan serta lingkungannya seperti litosfer, hidrosfer dan atmosfer. c. Pendekatan komplek kewilayahan (teritorial) Pendekatan kompleks kewilayahan, merupakan kombinasi pendekatan keruangan dan ekologi. Pendekatan ini mengkaji karakteristik fisik maupun sosial dari fenomena yang terjadi di permukaan bumi yang berbeda antara suatu wilayah dengan wilayah lainnya. Oleh karena itu pendekatan ini lebih ditekankan pada pendekatan wilayah. Perlu diperhatikan bahwa dalam mengkaji suatu permasalahan geografi, geografi fisik dan geografi manusia tak dapat dipisahkan. Bahkan masing- masing cabang geografi saling membutuhkan dan saling melengkapi. Oleh karena itu, kajian geografi akan menyimpang dari tujuannya apanila tidak terjadi “konsep penyatuan” dalam mengkaji permasalahan (Bintarto dan Surastopo, 1979). Sumber ; http://monayessicasaragih.blogspot.com