Proposal Tesis | Jumeri | 2010247326 B I U
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan
Sarana Prasarana Sekolah terhadap
Profesionalisme Guru SMK Negeri Kecamatan
Pinggir Kabupaten Bengkalis
Fenomena kurangnya profesionalisme guru
banyak terjadi di Indonesia. Hal ini seperti
dijelaskan oleh Mustofa (2007) bahwa
profesionalisme guru masih belum memadai
utamanya dalam hal bidang keilmuannya.
LATAR BELAKANG
Mutu dan profesionalisme guru memang
belum sesuai dengan harapan. Banyak
diantaranya yang tidak berkualitas dan
menyampaikan materi yang keliru sehingga
mereka kurang mampu menyajikan dan
menyelenggarakan pendidikan yang benar-
benar berkualitas
Fenomena kurangnya
profesionalisme
guru di
SMK Negeri
Kecamatan Pinggir
Kabupaten
Bengkalis
Berdasarkan data sekunder penelitian ini,
peneliti temukan bahwa masih banyak guru
yang belum bersertifikasi bahkan jumlahnya
lebih dari setengah dari jumlah seluruh guru
Selain itu peneliti juga melakukan pra penelitian dan
menemukan bahwa :
1. Terdapat 14 orang guru (46,66%) dari 30 orang guru
kurang mampu menyajikan pembelajaran secara
inovatif, pembelajaran terlihat kurang menarik, hanya
melibatkan siswa tertentu, dan kurang mampu
mengelola kelas dengan baik,
2. Terdapat 12 orang guru (40%) dari 30 orang guru SMK
yang kurang mampu merencanakan dan melaksanakan
evaluasi pendidikan.
Faktor yang
mempengaruhi
profesionalisme
guru
Kepala sekolah selaku pemimpin
tertinggi di sekolah dianggap
berhasil jika dapat meningkatkan
kinerja dan profesionalisme guru
melalui berbagai macam bentuk
kegiatan pembinaan terhadap
kemampuan guru dalam melaksanakan
pembelajaran di sekolah (Suwandi,
2016).
Kepemimpinan
Kepala Sekolah
Faktor yang
mempengaruhi
profesionalisme
guru
Sarana prasarana yang lengkap akan
memberikan dorongan dan motivasi
kepada guru dalam memenuhi tugasnya
dalam memberikan pelajaran kepada
siswa. Guru akan lebih mudah
mengembangkan potensi yang
dimilikinya untuk menciptakan proses
pembelajaran yang efektif dan
menarik.
Sarana dan prasarana
sekolah
1. Apakah terdapat pengaruh signifikan dan
positif kepemimpinan kepala sekolah terhadap
profesionalisme guru SMK Negeri Kecamatan
Pinggir Kabupaten Bengkalis ?
2. Apakah terdapat pengaruh signifikan dan
positif sarana prasarana terhadap
profesionalisme guru SMK Negeri Kecamatan
Pinggir Kabupaten Bengkalis ?
3.Apakah terdapat pengaruh signifikan dan
positif kepemimpinan kepala sekolah dan
sarana prasarana secara bersama-sama terhadap
profesionalisme guru SMK Negeri Kecamatan
Pinggir Kabupaten Bengkalis ?
Perumusan
Masalah
Tinjauan Pustaka
Profesionalisme guru dapat diukur
melalui indikator berikut,
1. Keterampilan mengajar
2. Melaksanakan penelitian dan
menyusun karya ilmiah
3. Mengembangkan profesi
4. Wawasan dan landasan terhadap
kependidikan
Profesionalisme Guru
Kepemimpinan kepala sekolah
dapat diukur melalui indikator
sebagai berikut :
1) Idealisme Kepala Sekolah atau Idealized
influence
2) Motivasi Inspirasi atau Inspirational
motivation
3) Intelektual kepala Sekolah atau Intellectual
stimulation
4) Kepedulian terhadap individu atau
Individualized consideration
5) Karisma atau Charisma
Kepemimpinan Kepala Sekolah
Prasarana adalah fasilitas dasar untuk
menjalankan fungsi sekolah/madrasah.
Standar sarana dan prasarana ini mencakup:
1. Bangunan dan perabot sekolah.
2. Alat pelajaran yang terdiri, pembukuan dan
alat-alat peraga dan laboratorium.
3. Media pendidikan.
4. Buku dan Sumber lainnya sebagai sumber
pendukung dalam menyiapkan materi
pembelajaran.
Sarana Prasarana Sekolah
KERANGKA
PEMIKIRAN
• Jenis Penelitian survei dengan
pendekatan penelitian kuantitatif
• Lokasi Penelitian di SMK Negeri
Kecamatan Pinggir, Kabupaten
Bengkalis, Provinsi Riau
• Jenis data yang dipakai adalah data
kuantitatif. Data kuantitatif
merupakan data yang diperoleh berupa
angka dari hasil angket.
• Sampel penelitian ini adalah seluruh
guru SMK Negeri Pinggir yang
berjumlah 80 orang
METODE
PENELITIAN
• Penulis mengembangkan sendiri
instrumen yang akan digunakan
untuk pengumpulan data ketiga
variabel penelitian.
• Data dikumpulkan melalui observasi
dan pengumpulan data melalui
ANGKET.
• Penelitian ini menggunakan
analisis statistik deskriptif dan
analisis statistik inferensial.
Metode
Penelitian
Hasil Uji Coba Instrumen
Uji Validitas Instrumen dilakukan sebanyak 32 orang. Setelah proses
penyebaran angket untuk uji coba dilaksanakan dan hasilnya telah
terkumpul, maka selanjutnya adalah menganalisis butir-butir soal yang
memenuhi syarat untuk kemudian dipilih menjadi instrumen penelitian
dan kemudian diolah menggunakan SPSS versi 25 untuk membuktikan
tingkat validitas dan realibilitas
Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah : terdapat 37 buah pernyataan variabel
kepemimpinan kepala sekolah dengan pernyataan valid sebanyak 25 buah, dan
pernyataan yang tidak valid sebanyak 12 buah.
Variabel Sarana dan Prasarana Sekolah: terdapat 19 buah pernyataan variabel
sarana dan prasarana sekolah dengan pernyataan valid sebanyak 17 buah, dan
pernyataan yang tidak valid sebanyak 2 buah
Variabel Profesionalisme Guru: terdapat 16 buah pernyataan variabel
profesionalisme guru dengan pernyataan valid sebanyak 13 buah, dan pernyataan yang
tidak valid sebanyak 3 buah
Pengujian Persyaratan Analisis
Uji Normalitas
Nilai signifikansi untuk variabel profesionalisme adalah 0,200, untuk
variable kepemimpinan kepala sekolah 0,275 dan variable sarana
prasarana sebesar 0,200. Dan nilai sig ini lebih besar dari α = 0,05. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa variabel profesionalisme, Kepemimpinan
Kepala Sekolah dan Sarana Prasarana Sekolah memiliki data yang
berdistribusi normal
Uji Linieritas
Hubungan linier secara signifikansi antara variabel
kepemimpinan kepala sekolah dengan profesionalisme
guru yang ditunjukkan dengan nilai sig 0,169 > 0,05.
Kemudian sarana belajar dengan profesionalisme guru
yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi dengan nilai
sig 0,127 > 0,05. Berdasarkan hasil tersebut, maka
hubungan masing-masing variabel bebas dengan variabel
terikat menunjukkan hasil yang linier sehingga analisis
regresi dapat dilanjutkan.
Uji Multikolinearitas
Besarnya nilai tolerance untuk variabel Kepemimpinan
Kepala Sekolah dan Sarana Prasarana sebesar 0,986 lebih
besar dari 0,1 selanjutnya besarnya nilai VIF untuk kedua
variabel 1,014 lebih kecil dari 10 atau VIF<10. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa multikolinieritas
diantara variabel-variabel bebasnya tidak terjadi.
Pengujian Hipotesis Penelitian
Hipotesis 1
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah
(X1) Terhadap Profesionalisme Guru (Y)
Hipotesis 2
Pengaruh Sarana dan Prasarana
(X2) Terhadap Profesionalisme (Y)
Hipotesis 3
Pengaruh Kepemimpinan Kepala
Sekolah (X1) Sarana dan Prasarana (X2)
Terhadap Profesionalisme Guru (Y)
Model Variabel
Unstandardized
Coefficients t Sig
B
1
Konstanta 26,112 3,038 0,003
Kepemimpinan
Kepala Sekolah
0,261 3,050 0,003
Model Variabel
Unstandardized
Coefficients t Sig
B
1
Konstanta 71.280 9.524 .000
Sarana Prasarana 0,273 2.540 .013
Model Variabel Fhitung Sig
1
Regresi (Kepemimpinan Kepala Sekolah,
Sarana dan Prasarana terhadap
Profesionalisme Guru 10,070 0,000
Nilai Fhitung < Ftabel dan sig 0,000 < 0,05.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa
Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Sarana
dan Prasarana (X2) berpengaruh signifikan
Terhadap Profesionalisme Guru (Y).
Besarnya nilai sig = 0,003. Besarnya nilai
sig 0,003 < 0,05. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa Kepemimpinan Kepala
Sekolah (X1) berpengaruh signifikan
terhadap Profesionalisme Guru (Y).
Besarnya nilai sig 0,013 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sarana prasarana sekolah
(X2) berpengaruh signifikan terhadap Profesionalisme Guru (Y).
Kesimpulan
• Ada pengaruh yang siginifikan antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap profesionalisme Guru SMK
Negeri Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis. Kepemimpinan kepala sekolah berkaitan dengan bagaimana guru
menunjukkan kompetensi yang dibutuhkan untuk melakukan tugasnya. Semakin baik kepemimpinan maka diharapkan
semakin tinggi pula profesionalisme guru.
• Ada pengaruh yang siginifikan antara sarana dan prasarana sekolah terhadap profesionalisme guru SMK
Negeri Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis. Adanya sarana dan prasarana yang memadai dapat membantu
memperluas wawasan guru tentang perannya dalam merencanakan, menggunakan, dan mengevaluasi pembelajaran
sehingga profesionalisme guru terus dapat ditingkatkan.
• Adanya pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan sarana prasarana sekolah terhadap profesionalisme guru
SMK Negeri Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis. Adanya kempemimipinan kepala sekolah yang mampu
mendorong, mengarahkan dan menggerakkan gurunya untuk melaksanakan tugas mengajar sesaui dengan tujuan
pendidikan serta tersedianya sarana prasarana sangat mendukung proses mengajar guru hingga dapat meningkatkan
profesionalisme guru dalam bekerja.
Terima kasih

Contoh Seminar Hasil MPd.pptx

  • 1.
    Proposal Tesis |Jumeri | 2010247326 B I U Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Sarana Prasarana Sekolah terhadap Profesionalisme Guru SMK Negeri Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis
  • 2.
    Fenomena kurangnya profesionalismeguru banyak terjadi di Indonesia. Hal ini seperti dijelaskan oleh Mustofa (2007) bahwa profesionalisme guru masih belum memadai utamanya dalam hal bidang keilmuannya. LATAR BELAKANG
  • 3.
    Mutu dan profesionalismeguru memang belum sesuai dengan harapan. Banyak diantaranya yang tidak berkualitas dan menyampaikan materi yang keliru sehingga mereka kurang mampu menyajikan dan menyelenggarakan pendidikan yang benar- benar berkualitas
  • 4.
    Fenomena kurangnya profesionalisme guru di SMKNegeri Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis Berdasarkan data sekunder penelitian ini, peneliti temukan bahwa masih banyak guru yang belum bersertifikasi bahkan jumlahnya lebih dari setengah dari jumlah seluruh guru Selain itu peneliti juga melakukan pra penelitian dan menemukan bahwa : 1. Terdapat 14 orang guru (46,66%) dari 30 orang guru kurang mampu menyajikan pembelajaran secara inovatif, pembelajaran terlihat kurang menarik, hanya melibatkan siswa tertentu, dan kurang mampu mengelola kelas dengan baik, 2. Terdapat 12 orang guru (40%) dari 30 orang guru SMK yang kurang mampu merencanakan dan melaksanakan evaluasi pendidikan.
  • 5.
    Faktor yang mempengaruhi profesionalisme guru Kepala sekolahselaku pemimpin tertinggi di sekolah dianggap berhasil jika dapat meningkatkan kinerja dan profesionalisme guru melalui berbagai macam bentuk kegiatan pembinaan terhadap kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah (Suwandi, 2016). Kepemimpinan Kepala Sekolah
  • 6.
    Faktor yang mempengaruhi profesionalisme guru Sarana prasaranayang lengkap akan memberikan dorongan dan motivasi kepada guru dalam memenuhi tugasnya dalam memberikan pelajaran kepada siswa. Guru akan lebih mudah mengembangkan potensi yang dimilikinya untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan menarik. Sarana dan prasarana sekolah
  • 7.
    1. Apakah terdapatpengaruh signifikan dan positif kepemimpinan kepala sekolah terhadap profesionalisme guru SMK Negeri Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis ? 2. Apakah terdapat pengaruh signifikan dan positif sarana prasarana terhadap profesionalisme guru SMK Negeri Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis ? 3.Apakah terdapat pengaruh signifikan dan positif kepemimpinan kepala sekolah dan sarana prasarana secara bersama-sama terhadap profesionalisme guru SMK Negeri Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis ? Perumusan Masalah
  • 8.
    Tinjauan Pustaka Profesionalisme gurudapat diukur melalui indikator berikut, 1. Keterampilan mengajar 2. Melaksanakan penelitian dan menyusun karya ilmiah 3. Mengembangkan profesi 4. Wawasan dan landasan terhadap kependidikan Profesionalisme Guru
  • 9.
    Kepemimpinan kepala sekolah dapatdiukur melalui indikator sebagai berikut : 1) Idealisme Kepala Sekolah atau Idealized influence 2) Motivasi Inspirasi atau Inspirational motivation 3) Intelektual kepala Sekolah atau Intellectual stimulation 4) Kepedulian terhadap individu atau Individualized consideration 5) Karisma atau Charisma Kepemimpinan Kepala Sekolah
  • 10.
    Prasarana adalah fasilitasdasar untuk menjalankan fungsi sekolah/madrasah. Standar sarana dan prasarana ini mencakup: 1. Bangunan dan perabot sekolah. 2. Alat pelajaran yang terdiri, pembukuan dan alat-alat peraga dan laboratorium. 3. Media pendidikan. 4. Buku dan Sumber lainnya sebagai sumber pendukung dalam menyiapkan materi pembelajaran. Sarana Prasarana Sekolah
  • 11.
  • 12.
    • Jenis Penelitiansurvei dengan pendekatan penelitian kuantitatif • Lokasi Penelitian di SMK Negeri Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau • Jenis data yang dipakai adalah data kuantitatif. Data kuantitatif merupakan data yang diperoleh berupa angka dari hasil angket. • Sampel penelitian ini adalah seluruh guru SMK Negeri Pinggir yang berjumlah 80 orang METODE PENELITIAN
  • 13.
    • Penulis mengembangkansendiri instrumen yang akan digunakan untuk pengumpulan data ketiga variabel penelitian. • Data dikumpulkan melalui observasi dan pengumpulan data melalui ANGKET. • Penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Metode Penelitian
  • 14.
    Hasil Uji CobaInstrumen Uji Validitas Instrumen dilakukan sebanyak 32 orang. Setelah proses penyebaran angket untuk uji coba dilaksanakan dan hasilnya telah terkumpul, maka selanjutnya adalah menganalisis butir-butir soal yang memenuhi syarat untuk kemudian dipilih menjadi instrumen penelitian dan kemudian diolah menggunakan SPSS versi 25 untuk membuktikan tingkat validitas dan realibilitas Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah : terdapat 37 buah pernyataan variabel kepemimpinan kepala sekolah dengan pernyataan valid sebanyak 25 buah, dan pernyataan yang tidak valid sebanyak 12 buah. Variabel Sarana dan Prasarana Sekolah: terdapat 19 buah pernyataan variabel sarana dan prasarana sekolah dengan pernyataan valid sebanyak 17 buah, dan pernyataan yang tidak valid sebanyak 2 buah Variabel Profesionalisme Guru: terdapat 16 buah pernyataan variabel profesionalisme guru dengan pernyataan valid sebanyak 13 buah, dan pernyataan yang tidak valid sebanyak 3 buah
  • 15.
    Pengujian Persyaratan Analisis UjiNormalitas Nilai signifikansi untuk variabel profesionalisme adalah 0,200, untuk variable kepemimpinan kepala sekolah 0,275 dan variable sarana prasarana sebesar 0,200. Dan nilai sig ini lebih besar dari α = 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel profesionalisme, Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Sarana Prasarana Sekolah memiliki data yang berdistribusi normal Uji Linieritas Hubungan linier secara signifikansi antara variabel kepemimpinan kepala sekolah dengan profesionalisme guru yang ditunjukkan dengan nilai sig 0,169 > 0,05. Kemudian sarana belajar dengan profesionalisme guru yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi dengan nilai sig 0,127 > 0,05. Berdasarkan hasil tersebut, maka hubungan masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat menunjukkan hasil yang linier sehingga analisis regresi dapat dilanjutkan. Uji Multikolinearitas Besarnya nilai tolerance untuk variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Sarana Prasarana sebesar 0,986 lebih besar dari 0,1 selanjutnya besarnya nilai VIF untuk kedua variabel 1,014 lebih kecil dari 10 atau VIF<10. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa multikolinieritas diantara variabel-variabel bebasnya tidak terjadi.
  • 16.
    Pengujian Hipotesis Penelitian Hipotesis1 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Terhadap Profesionalisme Guru (Y) Hipotesis 2 Pengaruh Sarana dan Prasarana (X2) Terhadap Profesionalisme (Y) Hipotesis 3 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Sarana dan Prasarana (X2) Terhadap Profesionalisme Guru (Y) Model Variabel Unstandardized Coefficients t Sig B 1 Konstanta 26,112 3,038 0,003 Kepemimpinan Kepala Sekolah 0,261 3,050 0,003 Model Variabel Unstandardized Coefficients t Sig B 1 Konstanta 71.280 9.524 .000 Sarana Prasarana 0,273 2.540 .013 Model Variabel Fhitung Sig 1 Regresi (Kepemimpinan Kepala Sekolah, Sarana dan Prasarana terhadap Profesionalisme Guru 10,070 0,000 Nilai Fhitung < Ftabel dan sig 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Sarana dan Prasarana (X2) berpengaruh signifikan Terhadap Profesionalisme Guru (Y). Besarnya nilai sig = 0,003. Besarnya nilai sig 0,003 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) berpengaruh signifikan terhadap Profesionalisme Guru (Y). Besarnya nilai sig 0,013 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sarana prasarana sekolah (X2) berpengaruh signifikan terhadap Profesionalisme Guru (Y).
  • 17.
    Kesimpulan • Ada pengaruhyang siginifikan antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap profesionalisme Guru SMK Negeri Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis. Kepemimpinan kepala sekolah berkaitan dengan bagaimana guru menunjukkan kompetensi yang dibutuhkan untuk melakukan tugasnya. Semakin baik kepemimpinan maka diharapkan semakin tinggi pula profesionalisme guru. • Ada pengaruh yang siginifikan antara sarana dan prasarana sekolah terhadap profesionalisme guru SMK Negeri Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis. Adanya sarana dan prasarana yang memadai dapat membantu memperluas wawasan guru tentang perannya dalam merencanakan, menggunakan, dan mengevaluasi pembelajaran sehingga profesionalisme guru terus dapat ditingkatkan. • Adanya pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan sarana prasarana sekolah terhadap profesionalisme guru SMK Negeri Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis. Adanya kempemimipinan kepala sekolah yang mampu mendorong, mengarahkan dan menggerakkan gurunya untuk melaksanakan tugas mengajar sesaui dengan tujuan pendidikan serta tersedianya sarana prasarana sangat mendukung proses mengajar guru hingga dapat meningkatkan profesionalisme guru dalam bekerja.
  • 18.