Coklat berasal dari bahan dasar kakao yang merupakan biji buah
tanaman kakao (Theobroma cacao L). Biji kakao yang digunakan
telah melalui proses fermentasi dan pengeringan sebelum diproses
menjadi berbagai produk. Berdasarkan Organisasi Kakao
Internasional (ICCO) diperkirakan jumlah produksi biji kakao di tahun
2017-2018 mencapai 4.645.000 ton secara global.
Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com
Coklat dan Kakao
2
Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com
Tanaman kakao ditemui di negara beriklim
tropis. Beberapa negara produsen terbesar di
dunia didominasi oleh negara di Afrika Barat
seperti Ghana, Nigeria, Indonesia, Pantai
Gading, Brazil, dan sebagainya. Sebagian besar
hasil kakao di Indonesia diekspor ke Eropa.
Sedangkan Swiss merupakan negara dengan
tingkat konsumsi cokelat tertinggi di dunia.
LESTARI MOERDIJAT
3
Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com
Berdasarkan data tahun 2017,
tiap warga Swiss mengkonsumsi
sekitar 8,8 kg coklat per tahun.
Diperkirakan sejumlah 36% produk
coklat yang dihasilkan di dunia
berasal dari Eropa Barat.
LESTARI MOERDIJAT
4
Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com
Produk olahan kakao yaitu
coklat merupakan makanan
favorit masyarakat di seluruh
dunia. Mulai dari anak-anak
hingga orang tua, semua
menyukai olahan coklat.
LESTARI MOERDIJAT
5
Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com
Swiss adalah negara yang
mengkonsumsi coklat nomor 1
di dunia. Diikuti oleh Belanda
yang warga negaranya
mengkonsumsi kira-kira 5kg
coklat per tahun.
LESTARI MOERDIJAT
6
Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com
Dalam beberapa tahun terakhir
bahkan tingkat konsumsi coklat di
negara berkembang juga meningkat
misalnya di Tiongkok, India, dan
Indonesia yang konsumsinya
mencapai 0,5 kg per kapita.
LESTARI MOERDIJAT
7
Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com
Hal ini menjadi indikasi prospek
cerah dari peningkatan permintaan
kakao dari negara berkembang di
masa depan. Di tahun 2018 ini
terjadi kenaikan impor produk
coklat di Tiongkok sebesar 16%
dan 2% di Indonesia.
LESTARI MOERDIJAT
8
Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com
Jumlah kakao yang digiling di Asia juga
meningkat, yaitu sebesar 8,4% yoy. Peningkatan
jumlah penduduk di negara berkembang
mendorong semakin banyaknya masyarakat yang
mencari kenikmatan dari camilan coklat. Bahkan
produk olahan coklat juga menggantikan makanan
tradisional di India dan Tiongkok mengingat
berkembangnya inovasi produk pangan.
LESTARI MOERDIJAT
9
Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com
Meski demikian permintaan di
Eropa tetap tinggi walaupun
pertumbuhan permintaannya tidak
sepesat di Asia. Contohnya di Eropa
Barat, jumlah kakao yang digiling
meningkat sebesar 5% yoy.
LESTARI MOERDIJAT
10
Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com
Namun di Amerika Serikat jumlah impor kakao
turun 23% yoy. Hal ini yang perlu diantisipasi
karena mengurangi optimisme pasar kakao
dunia. Afrika merupakan benua penghasil kakao
terbesar di dunia bahkan mencakup 70% supply
kakao. Pada beberapa tahun terakhir, terjadi
cuaca buruk pada perkebunan kakao di Afrika
sehingga menurunkan hasil panen kakao.
LESTARI MOERDIJAT
11
Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com
Proses penanaman pohon kakao hingga
panen membutuhkan waktu 3 tahun.
Selain faktor cuaca, hasil panen juga
dapat terganggu oleh serangan penyakit
tanaman, penuaan pohon kakao, dan
tekanan geopolitik. Diperkirakan
pertumbuhan produksi kakao dunia akan
mengalami stagnansi.
LESTARI MOERDIJAT
12
Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com
Hingga pertengahan tahun 2018,
kakao sempat mengalami
kenaikan hingga 55%. Namun
kenaikan harga ini menurun
hingga tersisa kenaikan 24% pada
penutupan tahun 2018.
LESTARI MOERDIJAT
13
Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com
Selain faktor internal, harga kakao global
juga menjadi fluktuatif karena berbagai
faktor eksternal. Harga kakao di Eropa
menjadi tidak menentu karena terpengaruh
kebijakan politik terhadap Brexit. Volatilitas
ini menghadirkan ketidakpastian sehingga
mengakibatkan kenaikan harga kakao.
LESTARI MOERDIJAT
14
Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com
Selain pengaruh berita politik Brexit, harga kakao
juga dipengaruhi oleh kebijakan Bank Sentral
Amerika terkait kenaikan suku bunga. Kenaikan
suku bunga menyebabkan menguatnya Dolar
Amerika. Semakin menguatnya Dolar Amerika akan
berbanding terbalik dengan harga kakao yang
menjadi turun. Di samping faktor-faktor di atas,
spekulasi juga berpengaruh terhadap volatilitas dan
arah harga kakao.
LESTARI MOERDIJAT
15
Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com
Namun meski harga komoditas kakao
fluktuatif, pengaruh ini tidak berdampak
langsung pada konsumen retail. Sehingga
tidak perlu khawatir bila hal ini akan membuat
kenaikan harga pada segelas coklat atau kue
favorit Anda. Para produsen produk olahan
coklat mengantisipasi fluktuasi harga melalui
strategi lindung asset/hedging.
LESTARI MOERDIJAT
16
Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com
Sama seperti komoditas lainnya,
pembentukan harga kakao diperoleh
dari interaksi supply dan demand.
Ketika supply tinggi, maka harga
turun. Berlaku pula sebaliknya, saat
supply rendah maka harga naik.
LESTARI MOERDIJAT
17
Rerielestarimoerdijatlestarimoerdijat rerieLmoerdijat www.lestarimoerdijat.com
Dengan kondisi saat ini, diperkirakan
produksi panen kakao akan mengalami
stagnansi karena faktor cuaca, usia tanaman
kakao, dan kebijakan geopolitik. Sedangkan
permintaan meningkat seiring pertumbuhan
penduduk dan konsumsi coklat yang rutin
pada berbagai perayaan tahunan serta
inovasi pada produk pangan olahan coklat.
LESTARI MOERDIJAT

Coklat dan Kakao