OLEH ; AULIF ST
 Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen ) adalah
jumlah mg/L gas oksigen yang terlarut dalam air,
oksigen terlarut (DO) berasal dari fotosintesa
dan absorbansi atmosfir / udara.
 BOD (biochemical oxygen demand) adalah
jumlah mg/L Oksigen terlarut yang di perlukan
oleh mikroorganisme untuk mengurai bahan
organik dalam air, BOD sangat penting dalam
suatu penentuan kualitas air, yang mana dengan
di tentukannya nilai DO dan BOD kita dapat
mengetahui kualitas suatu air, semakin tinggi
nilai DO pada air maka kualitas air semakin baik,
pada umumnya pada suhu 20°C tingkat DO
maksimal adalah 9 ppm (Part per million) atau
setara dengan mg/L.
ALAT BAHAN
 Alat
 Botol winkler
 Magnetic stirrer
 Erlenmeyer
 Gelas beker
 Gelas ukur
 Pipet volume
 Buret
 Labu ukur
 pH meter
 Bahan
 Bod seed (bibit mikroba)
 Aquades (air bebas mineral)
 Larutan K2Cr2O7
 Larutan Bufer posfat
 Larutan MnSO4
 Larutan Alkali yodida azida
 Larutan amilum
 Larutan asam sulfat
 Larutan Cacl2
 Larutan FeCl2
 Larutan glukosa asam
glutamate
 Kalium iodide
 Perparasi sampel  Larutan nutrisi
Dimasukkan dalam gelas beker
Di masukkan selang aerasi ke dalam gelas beker
Di tunggu hingga -+ 2 jam
Dimasukkan dalam gelas beker
Di masukkan BOD seed
Di lakukan pengadukan dengan magnetic stirer +- 1 jam
AIR BEBAS MINERAL
AIR AERASI
AIR BEBAS MINERAL
Mikroba dalam air
1.
Dimasukkan ke dalam gelas ukur 1000 mL
Di tambahkan Larutan Bufeer fosfat
Di tambahkan larutan CaCl2, MgSO4, dan FeCl2
Di gojlok hingga larut sempurna
Air Aerasi
Larutan Nutrisi
a. Pembuatan larutan standar Natirum Tiosulfat
Dimasukkan ke
Di timbang sebanyak 1 gram
Di masukkan dalam Erlenmeyer
Di encerkan dengan aquades
Di tambahkan larutan K2Cr2O7
Di titrasi dengna natirum tiosulfat (Na2S2O3)
Di titrasi hingga larutan menjadi bening
Di catat volume
KI
Normalitas Na2S2O3
 PENGENCERAN  Penentuan DO
Dimasukkan ke dalam gelas beker
Di ukur pH hingga pH netral
Di lakukan pengenceran
Di masukkan ke dalam Labu Ukur
Di encerkan dengan Larutan Nutrisi
Air limbah / sampel
Sampel
Dimasukkan ke dalam botol winkler yang telah di beri
label
Di sampel masukkan ke dalam botol winkler yang berisi
mikroba
Di tambahkan larutan MnSO4
Di kocok hingga terbentuk endapan
Di diamkan -+ 5 menit agar sampel mengendap
Di tambahkan asam sulfat
Di lakukan pengkocokan hingga endapan larut sempurna
Di masukkan ke dalam erlenmeyer
Di lakukan titrasi dengan larutan Na2S2O3 hingga
berwarna kuning pucat
Di tambahkan larutan amilum 8 tetes
Di titrasi hingga berubah warna menjadi bening
Mikroba dalam air
DO0
 PENENTUAAN BOD
1. Penentuan DO3, DO5,DO7,DO9
Dimasukkan ke dalam botol winkler yang telah di beri
label
Di sampel masukkan ke dalam botol winkler yang berisi
mikroba
Di Masukkan Ke dalam Lemari Inkubasi Dengan Suhu
20°C selama 3,5,7 dan 9 hari
Di ambil botol winkler
Di tambahkan larutan MnSO4
Di kocok hingga terbentuk endapan
Di diamkan -+ 5 menit agar sampel mengendap
Di tambahkan asam sulfat
Di lakukan pengkocokan hingga endapan larut sempurna
Di masukkan ke dalam erlenmeyer
Di lakukan titrasi dengan larutan Na2S2O3 hingga
berwarna kuning pucat
Di tambahkan larutan amilum 8 tetes
Di titrasi hingga berubah warna menjadi bening
Mikroba dalam air
DO0
𝑉 𝑥 𝑁 𝑥 8000 𝑥 𝐹
50
Di mana V = volume Na2S2O3 yang terpakai
N = Normalitas Na2S2O3 yang telah di
tentukan dari larutan
standar.
F = Faktor (volume botol di bagi
volume botol dikurangi volume
peraksi MnSO4 dab alkali iodide
azida) atau 1,0066.
 Dik : pada sampel air limbah domestik di
lakukan penentuan nilai oksigen terlarut dan
di dapatkan volume titrasi sebesar 3,5 mL
dengan N dari Na2S2O3 adalah 1 Nhitung lah
oksigen terlarut yang di peroleh
 Do =
V x N x 8000 x F
50
 DO =
3,5 x 1 x 8000 x 1,0066
50
 DO = 563, 6
BOD = (DO0 – DO5 – Blanko) X Fp
Fp = Faktor pengenceran
DO5 = DO pada inkubasi 5 hari, atau bisa pada
sampel inkubasi 3 hari,
7 hari dan 9 hari.
 Suatu sampel air limbah suatu pabrik kelapa
sawit, di tentukan nilai Oksigen terlarutnya
dengan nilai Do pada hari Ke 0 = 7,48 dengan
pengenceran 5000x dan pada hari ke 5 di
peroleh nilai Oksigen terlarut sebesar 4,30.
nilai Bod pada blanko adalah 0,48 hitung lah
berapa nilai BOD sampel air limbah tersebut
BOD = (DO0 – DO5 – Blanko) X Fp
BOD = (7.46 – 4,30 – 0,84) x 5000
= 11,6 mg/ L
 COD, chemical Oxygen demend adalah
jumlah oksidan Cr2O7 yang bereaksi dengan
contoh uji dan di nyatakan dalam mg O2
untuk tiap 1000 mL contoh Uji
 ALAT
COD reactor
Spektrofotometer
UV – Vis
Kuvet
Tabung Kultur
Pipet volume
Karet penghisap
 BAHAN
Air limbah
Larutan KHP
Larutan H2SO4
Serbuk AgSO4
Serbuk HgSO4
Serbuk K2Cr2O7
Aquades
Proses digestion
konsentrasi tinggi
 Tambahkan 10,216 g
K2Cr2O7 dalam 500
mL air suling,
 Tambahkan 167 mL
H2SO4 pekat dan
33,3 g HgSO4
 Larutkan dan
dinginkan pada suhu
ruang
Proses digestion
konsentrasi rendah
 Tambahkan 1,022 g
K2Cr2O7 dalam 500
mL air suling,
 Tambahkan 167 mL
H2SO4 pekat dan
33,3 g HgSO4
 Larutkan dan
dinginkan pada suhu
ruang
Larutan pereaksi asam sulfat
Larutkan 10,12 g serbuk atau Kristal Ag2SO4 ke
dalam 1000 mL H2SO4 pekat, aduk hingga
larut.
 Proses digestion
konsentrasi tinggi
Pipet volume contoh
uji dan masukkan ke
dalam tabung kultur
Tambahkan larutan
digestion
konsentrasi tinggi
Tambahkan larutan
pereaksi asam sulfat
 Peroses digestion
konsentrasi rendah
Pipet volume contoh
uji dan masukkan ke
dalam tabung kultur
Tambahkan larutan
digestion
konsentrasi rendah
Tambahkan larutan
pereaksi asam sulfat
 Penentuan nilai COD
konsentrasi tinggi dan
rendah
Masukkan tabung kultur
ke dalam COD
Reakaktor
Tutup dan pada suhu
150°C
Di refluks selama 2 jam
 Pembacaan dengan
spektrofotometri UV –
Vis
Dinginkan tabung kultur
Masukkan ke dalam
kuvet
Masukkan ke dalam alat
spektrofotometer
dengan panjang
gelombang 600 nm
Hitung nilai COD
berdasarkan persamaan
linier kurva kalibrasi
 Nilai COD
Kadar COD = C x F
Di mana C = nilai COD contoh uji, di nyatakan
dalam milligram perliter (mg/L)
F = Faktor pengenceran
Atau
a. Masukkan hasil pembacaan serapan contoh
uji ke dalam regresi linier yang di peroleh
dari kurva kalibrasi
b. Nilai COD adalah hasil pembacaan kadar
contoh uji dari kurva kalibrasi

COD DAN BOD.pptx

  • 1.
  • 2.
     Oksigen terlarut(Dissolved Oxygen ) adalah jumlah mg/L gas oksigen yang terlarut dalam air, oksigen terlarut (DO) berasal dari fotosintesa dan absorbansi atmosfir / udara.  BOD (biochemical oxygen demand) adalah jumlah mg/L Oksigen terlarut yang di perlukan oleh mikroorganisme untuk mengurai bahan organik dalam air, BOD sangat penting dalam suatu penentuan kualitas air, yang mana dengan di tentukannya nilai DO dan BOD kita dapat mengetahui kualitas suatu air, semakin tinggi nilai DO pada air maka kualitas air semakin baik, pada umumnya pada suhu 20°C tingkat DO maksimal adalah 9 ppm (Part per million) atau setara dengan mg/L.
  • 3.
    ALAT BAHAN  Alat Botol winkler  Magnetic stirrer  Erlenmeyer  Gelas beker  Gelas ukur  Pipet volume  Buret  Labu ukur  pH meter  Bahan  Bod seed (bibit mikroba)  Aquades (air bebas mineral)  Larutan K2Cr2O7  Larutan Bufer posfat  Larutan MnSO4  Larutan Alkali yodida azida  Larutan amilum  Larutan asam sulfat  Larutan Cacl2  Larutan FeCl2  Larutan glukosa asam glutamate  Kalium iodide
  • 4.
     Perparasi sampel Larutan nutrisi Dimasukkan dalam gelas beker Di masukkan selang aerasi ke dalam gelas beker Di tunggu hingga -+ 2 jam Dimasukkan dalam gelas beker Di masukkan BOD seed Di lakukan pengadukan dengan magnetic stirer +- 1 jam AIR BEBAS MINERAL AIR AERASI AIR BEBAS MINERAL Mikroba dalam air 1. Dimasukkan ke dalam gelas ukur 1000 mL Di tambahkan Larutan Bufeer fosfat Di tambahkan larutan CaCl2, MgSO4, dan FeCl2 Di gojlok hingga larut sempurna Air Aerasi Larutan Nutrisi
  • 5.
    a. Pembuatan larutanstandar Natirum Tiosulfat Dimasukkan ke Di timbang sebanyak 1 gram Di masukkan dalam Erlenmeyer Di encerkan dengan aquades Di tambahkan larutan K2Cr2O7 Di titrasi dengna natirum tiosulfat (Na2S2O3) Di titrasi hingga larutan menjadi bening Di catat volume KI Normalitas Na2S2O3
  • 6.
     PENGENCERAN Penentuan DO Dimasukkan ke dalam gelas beker Di ukur pH hingga pH netral Di lakukan pengenceran Di masukkan ke dalam Labu Ukur Di encerkan dengan Larutan Nutrisi Air limbah / sampel Sampel Dimasukkan ke dalam botol winkler yang telah di beri label Di sampel masukkan ke dalam botol winkler yang berisi mikroba Di tambahkan larutan MnSO4 Di kocok hingga terbentuk endapan Di diamkan -+ 5 menit agar sampel mengendap Di tambahkan asam sulfat Di lakukan pengkocokan hingga endapan larut sempurna Di masukkan ke dalam erlenmeyer Di lakukan titrasi dengan larutan Na2S2O3 hingga berwarna kuning pucat Di tambahkan larutan amilum 8 tetes Di titrasi hingga berubah warna menjadi bening Mikroba dalam air DO0
  • 7.
     PENENTUAAN BOD 1.Penentuan DO3, DO5,DO7,DO9 Dimasukkan ke dalam botol winkler yang telah di beri label Di sampel masukkan ke dalam botol winkler yang berisi mikroba Di Masukkan Ke dalam Lemari Inkubasi Dengan Suhu 20°C selama 3,5,7 dan 9 hari Di ambil botol winkler Di tambahkan larutan MnSO4 Di kocok hingga terbentuk endapan Di diamkan -+ 5 menit agar sampel mengendap Di tambahkan asam sulfat Di lakukan pengkocokan hingga endapan larut sempurna Di masukkan ke dalam erlenmeyer Di lakukan titrasi dengan larutan Na2S2O3 hingga berwarna kuning pucat Di tambahkan larutan amilum 8 tetes Di titrasi hingga berubah warna menjadi bening Mikroba dalam air DO0
  • 8.
    𝑉 𝑥 𝑁𝑥 8000 𝑥 𝐹 50 Di mana V = volume Na2S2O3 yang terpakai N = Normalitas Na2S2O3 yang telah di tentukan dari larutan standar. F = Faktor (volume botol di bagi volume botol dikurangi volume peraksi MnSO4 dab alkali iodide azida) atau 1,0066.
  • 9.
     Dik :pada sampel air limbah domestik di lakukan penentuan nilai oksigen terlarut dan di dapatkan volume titrasi sebesar 3,5 mL dengan N dari Na2S2O3 adalah 1 Nhitung lah oksigen terlarut yang di peroleh  Do = V x N x 8000 x F 50  DO = 3,5 x 1 x 8000 x 1,0066 50  DO = 563, 6
  • 10.
    BOD = (DO0– DO5 – Blanko) X Fp Fp = Faktor pengenceran DO5 = DO pada inkubasi 5 hari, atau bisa pada sampel inkubasi 3 hari, 7 hari dan 9 hari.
  • 11.
     Suatu sampelair limbah suatu pabrik kelapa sawit, di tentukan nilai Oksigen terlarutnya dengan nilai Do pada hari Ke 0 = 7,48 dengan pengenceran 5000x dan pada hari ke 5 di peroleh nilai Oksigen terlarut sebesar 4,30. nilai Bod pada blanko adalah 0,48 hitung lah berapa nilai BOD sampel air limbah tersebut
  • 12.
    BOD = (DO0– DO5 – Blanko) X Fp BOD = (7.46 – 4,30 – 0,84) x 5000 = 11,6 mg/ L
  • 13.
     COD, chemicalOxygen demend adalah jumlah oksidan Cr2O7 yang bereaksi dengan contoh uji dan di nyatakan dalam mg O2 untuk tiap 1000 mL contoh Uji
  • 15.
     ALAT COD reactor Spektrofotometer UV– Vis Kuvet Tabung Kultur Pipet volume Karet penghisap  BAHAN Air limbah Larutan KHP Larutan H2SO4 Serbuk AgSO4 Serbuk HgSO4 Serbuk K2Cr2O7 Aquades
  • 16.
    Proses digestion konsentrasi tinggi Tambahkan 10,216 g K2Cr2O7 dalam 500 mL air suling,  Tambahkan 167 mL H2SO4 pekat dan 33,3 g HgSO4  Larutkan dan dinginkan pada suhu ruang Proses digestion konsentrasi rendah  Tambahkan 1,022 g K2Cr2O7 dalam 500 mL air suling,  Tambahkan 167 mL H2SO4 pekat dan 33,3 g HgSO4  Larutkan dan dinginkan pada suhu ruang
  • 17.
    Larutan pereaksi asamsulfat Larutkan 10,12 g serbuk atau Kristal Ag2SO4 ke dalam 1000 mL H2SO4 pekat, aduk hingga larut.
  • 18.
     Proses digestion konsentrasitinggi Pipet volume contoh uji dan masukkan ke dalam tabung kultur Tambahkan larutan digestion konsentrasi tinggi Tambahkan larutan pereaksi asam sulfat  Peroses digestion konsentrasi rendah Pipet volume contoh uji dan masukkan ke dalam tabung kultur Tambahkan larutan digestion konsentrasi rendah Tambahkan larutan pereaksi asam sulfat
  • 20.
     Penentuan nilaiCOD konsentrasi tinggi dan rendah Masukkan tabung kultur ke dalam COD Reakaktor Tutup dan pada suhu 150°C Di refluks selama 2 jam  Pembacaan dengan spektrofotometri UV – Vis Dinginkan tabung kultur Masukkan ke dalam kuvet Masukkan ke dalam alat spektrofotometer dengan panjang gelombang 600 nm Hitung nilai COD berdasarkan persamaan linier kurva kalibrasi
  • 21.
     Nilai COD KadarCOD = C x F Di mana C = nilai COD contoh uji, di nyatakan dalam milligram perliter (mg/L) F = Faktor pengenceran Atau a. Masukkan hasil pembacaan serapan contoh uji ke dalam regresi linier yang di peroleh dari kurva kalibrasi b. Nilai COD adalah hasil pembacaan kadar contoh uji dari kurva kalibrasi