CAMPAK
(RUBEOLA)




Pengertian campak menurut WHO adalah
penyakit menular dengan gejala kemerahan
berbentuk mukolo papular selama tiga hari
atau lebih yang disertai panas 38C atau lebih
dan disertai salah satu gejala batuk, pilek, dan
mata merah.
Dikenal dengan nama lain seperti
measles, rubeola, morbili. Dan waktu kecil saya
mengenal dengan nama awamnya adalah
gabag/gabagan.




Campak adalah penyakit infeksi yang menular
atau infeksius disebabkan oleh
paramiksovirus(Morbillivirus).
Cara penularan campak di mulai saat orang
yang rentan menghirup percikan mengandung
virus dari secret yang berasal dari hidung,
mulut maupun tenggorokan penderita
campak.
Penularan Masa inkubasi adalah 10-14 hari
sebelum gejala muncul.








2-4 hari, ditandai dengan demam yang diikuti dengan
batuk, pilek, nyeri menelan, gatal, sariawan, dan mata
merah.
5-6 hari ditandai dengan timbulnya ruam makulopapular. Timbulnya ruam dimulai dari batas rambut di
belakang telinga, kemudian menyebar ke wajah, leher,
dan akhirnya ke ekstrimitas.
Setelah 3 hari ruam berangsur-angsur menghilang
sesuai urutan timbulnya. Ruam kulit menjadi
kehitaman dan mengelupas yang akan menghilang
setelah 1-2 minggu.
Sangat penting untuk menentukan status gizi
penderita, untuk mewaspadai timbulnya komplikasi.
Gizi buruk merupakan risiko komplikasi berat.


Penyakit ini timbul pada masa kanak2 dan
kemudian menyebabkan kekebalan seumur hidup.
Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang pernah
menderita morbili akan mendapatkan kekebalan
secara pasif (melalui plasenta) sampai umur 4-6
bulan dan setelah umur tersebut kekebalan akan
mengurang sehingga si bayi dapat menderita
campak lagi.




Darah tepi : jumlah leukosit normal atau
meningkat apabila ada komplikasi infeksi
bakteri
Pemeriksaan antibodi IgM anti campak
Pemeriksaan untuk komplikasi :
 Ensefalopati/ensefalitis : dilakukan pemeriksaan
cairan serebrospinalis, kadar elektrolit darah dan
analisis gas darah
 Enteritis : feses lengkap
 Bronkopneumonia : dilakukan pemeriksaan foto
dada dan analisis gas darah.



Pengobatan bersifat suportif, terdiri dari :










Pemberian cairan yang cukup
Kalori yang sesuai dan jenis makanan yang disesuaikan dengan
tingkat kesadaran dan adanya komplikasi
Suplemen nutrisi
Antibiotik diberikan apabila terjadi infeksi sekunder
Anti konvulsi apabila terjadi kejang
Pemberian vitamin A.

Indikasi rawat inap : hiperpireksia (suhu > 39,00 C),
dehidrasi, kejang, asupan oral sulit, atau adanya komplikasi.
Campak tanpa komplikasi :
Hindari penularan (isolasi)
Tirah baring di tempat tidur
Vitamin A 100.000 IU, apabila disetai malnutrisi dilanjutkan 1500
IU tiap hari
 Diet makanan cukup cairan, kalori yang memadai. Jenis makanan
disesuaikan dengan tingkat kesadaran pasien dan ada tidaknya
komplikasi





Campak dengan komplikasi : Ensefalopati/ensefalitis
 Antibiotika bila diperlukan, antivirus dan lainya sesuai

dengan penatalaksanaan ensefalitis
 Kortikosteroid, bila diperlukan sesuai dengan
penatalaksanaan ensefalitis
 Kebutuhan jumlah cairan disesuaikan dengan kebutuhan
serta koreksi terhadap gangguan elektrolit



Bronkopneumonia :

 Antibiotika sesuai dengan penatalaksanaan pneumonia
 Oksigen nasal atau dengan masker
 Koreksi gangguan keseimbangan asam-basa, gas darah dn

elektrolit

Pada kasus campak dengan komplikasi
bronkhopneumonia dan gizi kurang perlu dipantau
terhadap adanya infeksi TB laten.
 Pantau keadaan gizi untuk gizi kurang/buruk.





Imunisasi campak termasuk dalam program imunisasi
nasional sejak tahun 1982, angka cakupan imunisasi
menurun < 80% dalam 3 tahun terakhir sehingga
masih dijumpai daerah kantong risiko tinggi transmisi
virus campak.
Vaksin diberikan secara subkutan dan menyebabkan
imunitas yang berlangsung lama.
Campak

Campak

  • 1.
  • 2.
      Pengertian campak menurutWHO adalah penyakit menular dengan gejala kemerahan berbentuk mukolo papular selama tiga hari atau lebih yang disertai panas 38C atau lebih dan disertai salah satu gejala batuk, pilek, dan mata merah. Dikenal dengan nama lain seperti measles, rubeola, morbili. Dan waktu kecil saya mengenal dengan nama awamnya adalah gabag/gabagan.
  • 3.
      Campak adalah penyakitinfeksi yang menular atau infeksius disebabkan oleh paramiksovirus(Morbillivirus). Cara penularan campak di mulai saat orang yang rentan menghirup percikan mengandung virus dari secret yang berasal dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak. Penularan Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul.
  • 4.
        2-4 hari, ditandaidengan demam yang diikuti dengan batuk, pilek, nyeri menelan, gatal, sariawan, dan mata merah. 5-6 hari ditandai dengan timbulnya ruam makulopapular. Timbulnya ruam dimulai dari batas rambut di belakang telinga, kemudian menyebar ke wajah, leher, dan akhirnya ke ekstrimitas. Setelah 3 hari ruam berangsur-angsur menghilang sesuai urutan timbulnya. Ruam kulit menjadi kehitaman dan mengelupas yang akan menghilang setelah 1-2 minggu. Sangat penting untuk menentukan status gizi penderita, untuk mewaspadai timbulnya komplikasi. Gizi buruk merupakan risiko komplikasi berat.
  • 5.
     Penyakit ini timbulpada masa kanak2 dan kemudian menyebabkan kekebalan seumur hidup. Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang pernah menderita morbili akan mendapatkan kekebalan secara pasif (melalui plasenta) sampai umur 4-6 bulan dan setelah umur tersebut kekebalan akan mengurang sehingga si bayi dapat menderita campak lagi.
  • 7.
      Darah tepi :jumlah leukosit normal atau meningkat apabila ada komplikasi infeksi bakteri Pemeriksaan antibodi IgM anti campak Pemeriksaan untuk komplikasi :  Ensefalopati/ensefalitis : dilakukan pemeriksaan cairan serebrospinalis, kadar elektrolit darah dan analisis gas darah  Enteritis : feses lengkap  Bronkopneumonia : dilakukan pemeriksaan foto dada dan analisis gas darah. 
  • 8.
     Pengobatan bersifat suportif,terdiri dari :         Pemberian cairan yang cukup Kalori yang sesuai dan jenis makanan yang disesuaikan dengan tingkat kesadaran dan adanya komplikasi Suplemen nutrisi Antibiotik diberikan apabila terjadi infeksi sekunder Anti konvulsi apabila terjadi kejang Pemberian vitamin A. Indikasi rawat inap : hiperpireksia (suhu > 39,00 C), dehidrasi, kejang, asupan oral sulit, atau adanya komplikasi. Campak tanpa komplikasi : Hindari penularan (isolasi) Tirah baring di tempat tidur Vitamin A 100.000 IU, apabila disetai malnutrisi dilanjutkan 1500 IU tiap hari  Diet makanan cukup cairan, kalori yang memadai. Jenis makanan disesuaikan dengan tingkat kesadaran pasien dan ada tidaknya komplikasi   
  • 9.
     Campak dengan komplikasi: Ensefalopati/ensefalitis  Antibiotika bila diperlukan, antivirus dan lainya sesuai dengan penatalaksanaan ensefalitis  Kortikosteroid, bila diperlukan sesuai dengan penatalaksanaan ensefalitis  Kebutuhan jumlah cairan disesuaikan dengan kebutuhan serta koreksi terhadap gangguan elektrolit  Bronkopneumonia :  Antibiotika sesuai dengan penatalaksanaan pneumonia  Oksigen nasal atau dengan masker  Koreksi gangguan keseimbangan asam-basa, gas darah dn elektrolit Pada kasus campak dengan komplikasi bronkhopneumonia dan gizi kurang perlu dipantau terhadap adanya infeksi TB laten.  Pantau keadaan gizi untuk gizi kurang/buruk. 
  • 10.
      Imunisasi campak termasukdalam program imunisasi nasional sejak tahun 1982, angka cakupan imunisasi menurun < 80% dalam 3 tahun terakhir sehingga masih dijumpai daerah kantong risiko tinggi transmisi virus campak. Vaksin diberikan secara subkutan dan menyebabkan imunitas yang berlangsung lama.