BIMBINGAN DAN
KONSELING KELOMPOK
Kade Sathya Gita
Rismawan, M.Pd.
19901204202203100
6
PELAKSANAAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
Klasikal; pelayanan BK kepada siswa satu kelas
(15-50 orang); biasanya dalam bimbingan
klasikal siswa diberi informasi secara umum.
Kelompok; pelayanan BK kepada 2-15 siswa;
bimbingan kelompok membahas masalah
umum namun lebih spesifik dan dalam
konseling kelompok membahas masalah-
masalah pribadi; masalah tersebut diselesaikan
secara bersama-sama (dalam kelompok).
Individual; pelayanan BK kepada 1 siswa;
konseling individual membahas masalah
pribadi individu.
KEUNTUNGAN
DILAKSANAKANNYA
BIMBINGAN/KONSELING
KELOMPOK
Bimbingan/konseling kelompok lebih bersifat
efektif dan efesien
Bimbingan/konseling kelompok dapat
memanfaatkan pengaruh seseorang/individu
terhadap anggota lain
Bimbingan/konseling kelompok dapat
merupakan awal konseling individual
Dalam bimbingan/konseling kelompok
terdapat kesempatan untuk menyegarkan
watak/pikiran
KONSEP BIMBINGAN
KELOMPOK
Bimbingan kelompok (BKp) merupakan suatu
proses pemberian bantuan kepada individu
melalui suasana kelompok yang memungkinkan
setiap anggota untuk belajar berpartisipasi aktif
dan berbagi pengalaman dalam upaya
pengembangan wawasan, sikap dan atau
keterampilan yang diperlukan dalam upaya
mencegah timbulnya masalah atau dalam upaya
pengembangan pribadi.
KONSEP KONSELING
KELOMPOK
Konseling kelompok (KKp) merupakan suatu
proses pemberian bantuan kepada individu
melalui suasana kelompok yang memungkinkan
setiap anggota untuk belajar berpartisipasi aktif
dan berbagi pengalaman dalam upaya
pengembangan wawasan, sikap dan atau
keterampilan yang diperlukan dalam upaya
menyelesaikan masalah pribadi atau dalam
upaya pengembangan pribadi.
PERBEDAAN
BIMBINGAN KELOMPOK DAN
KONSELING KELOMPOK
PERBEDAAN BKP DENGAN
KKP
Aspek Bimbingan Kelompok Konseling Kelompok
Tujuan dan fungsi • Pencegahan
masalah
• Pengembangan
pribadi
• Pemecahan
masalah
• Pencegahan
masalah
• Pengembangan
pribadi
Jumlah anggota 2-15 anggota 2-7 anggota
Karakteristik anggota Heterogen – Homogen Homogen
Bentuk kegiatan Permainan –
instruksional
Transaksional
Peran pembimbing Fasilitator – tutor Fasilitator – terapis
Peran anggota Aktif membahas topik
yang relevan dan
bermanfaat bagi
pencegahan masalah
atau pengembangan
Aktif membahas
masalah pribadi serta
berbagi dalam
memecahkan masalah
orang lain atau dalam
PERBEDAAN BKP DENGAN
KKP
Aspek Bimbingan Kelompok Konseling Kelompok
Suasana interaksi • Interaksi multi arah
• Aktif bernuansa
intelektual, pencerahan
dan pendalaman
• Interaksi multi arah
• Aktif bernuansa
intelektual, afeksional,
dan emosional
Teknik yang
digunakan
Sosio-edukasional Psiko-edukasional
Sifat dan materi
pembicaraan
• Masalah umum
(melebar)
• Tidak memuat rahasia
pribadi
• Masalah pribadi
(mendalam)
• Memuat rahasia pribadi
Lama dan frekuensi
kegiatan
Sesuai dengan tingkat
pemahaman anggota
tentang topik masalah
Sesuai dengan tingkat
ketuntasan pemecahan
masalah individual anggota
Evaluasi Keterlibatan, pemahaman
isi dan dampak terhadap
anggota kelompok
Keterlibatan, kedalaman dan
dampak terhadap
ketuntasan pemecahan
PEMBENTUKAN
KELOMPOK
DENGAN CARA SEDERHANA
 Membagi siswa satu kelas sama banyak berdasarkan
nomor urut absensi menjadi beberapa kelompok
 Membagi siswa menjadi beberapa kelompok dengan
jumlah laki-laki dan perempuan seimbang
 Memberi kesempatan siswa untuk mencari anggota
kelompok sendiri yang jumlahnya sesuai anjuran guru
pembimbing
 Membagi siswa berdasarkan deretan tempat duduk,
misalnya deretan paling depan kelompok satu, dsb
 Membagi siswa dengan berhitung 1-5 satu kelas
menjadi 5 kelompok
DENGAN CARA YANG
RASIONAL
 Beragam jenis kelamin
 Beragam kemampuan akademik
 Beragam sosial ekonomi
 Tempat tinggal berdekatan, kecuali mempunyai alat transportasi
sendiri
 Hasil analisis :
 Sosiometri
 AUM umum
 AUM PTSDL
 ITP
 Angket lainnya
PERSYARATAN DAN
POLA INTERAKSI
KELOMPOK
PERSYARATAN KELOMPOK
 Mempunyai anggota yang saling berinteraksi
dan berkomunikasi
 Mempunyai tujuan bersama
 Mempunyai peraturan yang disepakati
bersama
 Mempunyai keterkaitan emosional
POLA INTERAKSI KELOMPOK
Kurang Tepat Tepat
PK
A B C
D
PK
A
B C
D
ASAS-ASAS
BIMBINGAN DAN KONSELING
KELOMPOK
ASAS BKP DAN KKP
BKp
Kesukarelaan
Keterbukaan
Kegiatan
Kenormatifan
Kerahasiaan
KKp
Kerahasiaan
Keterbukaan
Kesukarelaan
Kegiatan
Kenormatifan
TAHAPAN BIMBINGAN DAN
KONSELING KELOMPOK
Tahapan
BKp/KKp
Pembentukan
Peralihan
Kegiatan
Pengakhiran
TAHAP PEMBENTUKAN
Tahap pembentukan adalah tahapan dimana seorang
konselor menerima anggota kelompok dan menyatukan
individu menjadi sebagai kesatuan kelompok.
Dalam tahapan pembentukan seorang konselor
menjelaskan tentang tujuan pelaksanaan kegiatan,
kompetensi yang ingin dicapai, materi, asas dan
langkah-langkah pelaksanaan kegiatan agar anggota
kelompok memahami dan mau terlibat dalam kegiatan.
TAHAP
PEMBENTUKAN
• Guru pembimbing
menciptakan suasana
interaksi yang kondusif
1. Salam pembuka
2. Apresiasi (ucapan terima
kasih atas keterlibatan
anggota)
3. Berdoa
4. Perkenalan dan pengakraban
(ice breaking)
• Guru pembimbing
bersama anggota
mengembangkan
komitmen agar proses
bimbingan dapat
terselenggara dengan
baik
1. Menjelaskan cara
pelaksanaan
2. Menjelaskan asas-asas dalam
bimbingan/konseling
kelompok
• Guru pembimbing
menjelaskan secara
singkat tentang tujuan
yang ingin dicapai
dalam kegiatan
bimbingan pada saat
ini
1. Menjelaskan makna
bimbingan/konseling
kelompok
2. Menjelaskan tujuan
3. Menyampaikan gambaran
materi yang akan dibahas
• Guru pembimbing memberikan kesempatan kepada
TAHAP PERALIHAN
 Tahap peralihan adalah tahapan dimana
seorang konselor memastikan kesiapan dari
anggota kelompok dengan cara mengenali
suasana hati anggota dan suasana kelompok
 Dalam tahap peralihan konselor menekankan
kembali asas dan apa saja yang harus
dilakukan anggota dalam tahap kegiatan.
 Dalam tahapan peralihan konselor
mejelaskan kembali tujuan dan materi
apabila anggota belum memahami
TAHAP
PERALIHAN
• Guru pembimbing
mencairkan suasana
Melakukan permainan utk
mencairkan suasana (jika
sudah dilakukan saat tahap
pembentukan maka tidak
perlu dilakukan pada tahap
peralihan)
• Anggota kelompok
mempersiapkan diri
untuk mengikuti
kegiatan bimbingan
Anggota kelompok
menyiapkan diri dan juga
alat-alat yang dibutuhkan
saat proses bimbingan
(misalnya: pulpen utk
mengisi LAISEG)
• Mengenali suasana hati dan pikiran masing-masing
angota kelompok untuk mengenal kesiapan mereka
• Menekankan asas-asas yang perlu dipedomani dan
diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan
kelompok
• Menjelaskan kembali dengan ringkas cara
pelaksanaan kegiatan bimbingan kelompok (jika
perlu)
TAHAP KEGIATAN
 Tahap kegiatan adalah tahap inti pelaksanaan
bimbingan/konseling kelompok.
 Pada tahap ini konselor melaksanakan kegiatan
eksperientasi, identifikasi, analisis, dan generalisasi.
 Pada tahap ini konselor akan menstimulus anggota
kelompok dgn pertanyaan-pertanyaan sehingga
anggota kelompok akan aktif dan tercipta dinamika
kelompok yang baik.
 Pada tahap ini materi akan dikaji/digali secara
mendalam sehingga anggota kelompok dapat
merasakan manfaat dari kegiatan.
 Pada tahapan ini semua anggota kelompok dituntut
untuk aktif, jika tidak maka konselor harus
menekankan kembali asas-asas dalam kegiatan.
TAHAP
KEGIATAN • Eksperientas
i
Tahap dimana guru
pembimbing
melaksanakan
bimbingan/konseling
berdasarkan RPLBK yang
telah dibuat sesuai dengan
metode dan teknik yang
digunakan.
1. Guru pembimbing
menayangkan video tentang
kerjasama tim
2. Anggota meyimak tayangan
video
3. Guru pembimbing dan
anggota kelompok
mendiskusikan tentang video
• Identifikasi Tahap dimana guru
pembimbing
melaksanakan fefleksi
tahap satu dengan cara
mengidentifikasi pola-pola
respon anggota kelompok
dalam menerima stimulasi
dari guru pembimbing.
1. Apa yang kalian tonton tadi?
2. Siapa saja tokoh dalam video
tadi?
3. Apa yang terjadi pada mereka?
4. Apakah mereka berhasil
menyelamatkan diri?
5. Apa yang dilakukan mereka
utk menyelamatkan diri?
• Analisis Tahap dimana guru
pembimbing
melaksanakan refleksi
tahap dua dengan cara
mengajak anggota
kelompok untuk
menganalisis dan
memikirkan makna bagi
penyelesaian masalah.
1. Mengapa mereka sampai
terjatuh?
2. Mengapa mereka bisa
selamat?
3. Mengapa agar tujuan tercapai
kita harus bekerja sama?
4. Mengapa dalam kerjasama
harus ada saling percaya?
• Generalisasi Tahap dimana guru 1. Bagaimana cara agar dapat
TAHAP PENGAKHIRAN
 Tahap pengakhiran adalah tahapan dimana konselor
dan anggota kelompok menyimpulkan materi dalam
kegiatan.
 Tahap ini menuntut anggota kelompok untuk mampu
merancang kegiatan selanjutnya di kehidupan sehari-
hari berkaitan dengan materi.
 Tahap ini juga merupakan tahap penutup dan tahap
evaluasi kegiatan yang telah dilakukan.
TAHAP
PENGAKHIRAN • Menjelaskan bahwa kegiatan bimbingan kelompok akan berakhir
• Menyampaikan
kesimpulan dan
komitmen oleh
anggota
1. Guru pembimbing dan anggota kelompok
menyimpulkan materi
2. Anggota kelompok menyampaikan komitmen apa
yang akan dilakukan dikehidupan sehari-hari
berkaitan dengan materi
• Meminta anggota
untuk
menyampaikan
kesan dan pesan
Anggota kelompok secara bergilir menyampaikan
pesan dan pesan (semua siswa harus menyampaikan)
• Mengucapkan terima kasih atas keterlibatan aktif anggota kelompok
• Evaluasi 1. Guru pembimbing menyampaikan hasil penilaian selama
proses kegiatan (yang dinilai adalah keaktifan dalam
menyampaikan pendapat)
2. Guru pembimbing meminta anggota kelompok untuk
mengisi LAISEG
• Tindak
Lanjut
1. Guru pembimbing dan anggota kelompok merencanakan
kegiatan lanjutan
2. Guru pembimbing menyampaikan rencana materi yang akan
dibawakan pada pertemuan selanjutnya
3. Guru pembimbing menyampaikan dimana guru pembimbing
dapat ditemui oleh anggota untuk membahas
permasalahan/topik lain
• Penutup 1. Guru pembimbing menutup kegiatan
DISKUSI
TEKNIK-TEKNIK DALAM
BIMBINGAN KELOMPOK
TEKNIK DALAM BIMBINGAN
KELOMPOK
Diskusi
Membaca (bibliokonseling)
Cinema therapy
Permainan/games/gerak/movement
Fantasi
Menulis
Dilema moral
Bermain peran
dsb
PERBEDAAN PERMAINAN DALAM ICE BREAKING
DAN PERMAINAN DALAM TAHAP KEGIATAN
Permainan dalam ice breaking (dalam tahap
pembentukan atau peralihan) hanya bersifat having fun
(bersenang-senang) dan untuk mencairkan suasana.
Permainan tidak memiliki makna mendalam. Permaianan
dalam ice breaking misalnya: nyanyian, sorakan, latihan
konsentrasi, permainan yang membuat tertawa.
Permaianan dalam tahap kegiatan adalah permainan
yang memiliki makna mendalam. Lewat permainan
anggota dapat mengambil makna dan mendiskusikannya
dalam kelompok. Permainan ini memiliki makna yang
dapat mengembangkan pribadi anggota kelompok.
TEKNIK-TEKNIK DALAM
KONSELING KELOMPOK
TEKNIK KONSELING
KELOMPOK
1. Teknik dalam konseling kelompok disesuaikan
dengan pendekatan yang digunakan untuk
memecahkan masalah anggota kelompok.
2. Pendekatan-pendekatan konseling antara lain:
psiloanalisis, terapi terpusat pada klien (client centre),
gestalt, behavioral, logo therapy, RET (rational
emotive therapy), dsb.
3. Teknik konseling yang dapat digunakan: asosiasi
bebas, interpretasi, analisis resistensi, sugesti,
desensitisasi sistimatik, assertive training,
sosiodrama, simulasi, impact counseling, dsb.
4. Secara umum teknik konseling kelompok
menggunakan teknik diskusi namun tahapannya
berdasarkan teknik dalam pendekatan konseling.
MATERI/TOPIK
PERMASALAHAN
MATERI/TOPIK
PERMASALAHAN DALAM BKP
DAN KKP
Materi/topik permasalahan yang dibahas/dipecahkan
dalam BKp/KKp menyangkut bidang:
 Pribadi
 Sosial
 Belajar
 Karir
Materi/topik permasalahan yang dibahas dalam BKp
adalah masalah umum, misalnya: percaya diri,
kerjasama, motivasi berprestasi, dsb.
Materi/topik permasalahan yang dibahas dalam KKp
adalah masalah khusus yang dialami anggota kelompok
misalnya: frustasi karena perceraian orang tua, nilai
redah, dsb.
RUANG LINGKUP BIDANG
BIMBINGAN
Komitmen hidup beragama
Pemahaman sifat dan kemampuan diri
Bakat dan minat
Konsep diri
Kemampuan mengatasi masalah-
masalah pribadi (stress, frustasi, dan
konflik diri)
BK Pribadi
RUANG LINGKUP BIDANG
BIMBINGAN
Pemahaman tentang keragaman budaya
atau adat istiadat
Sikap-sikap sosial (sikap empati, altruis,
toleransi, dan kooperasi)
Kemampuan berhubungan sosial secara
positif dengan orang tua, guru, teman,
dan staf sekolah
BK Sosial
RUANG LINGKUP BIDANG
BIMBINGAN
 Pengenalan kurikulum
 Pengembangan sikap dan kebiasaaan belajar yang positif
 Pengembangan motif berprestasi
 Cara belajar yang efektif
 Penyelesaian tugas-tugas dan latihan
 Pengembangan kesadaran belajar sepanjang hayat
 Pencarian dan penggunaan sumber belajar
 Penyesuaian diri terhadap semua tuntutan program pendidikan
sehingga dapat mencapai tujuan akademik yang diharapkan
 Perencanaan pendidikan lanjutan
 Cara mengatasi kesulitan belajar
BK Belajar
RUANG LINGKUP BIDANG
BIMBINGAN
Pemahaman terhadap jabatan dan tugas-tugas
kerja
Pemahaman kondisi dan kemampuan diri
Pemahaman kondisi lingkungan
Perencanaan dan pengembangan karir
Penyesuaian pekerjaan
Pemecahan masalah-masalah karir yang
dihadapi
BK Karir
DISKUSI

BKp_dan_KKp_pptx.pptx

  • 1.
    BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK KadeSathya Gita Rismawan, M.Pd. 19901204202203100 6
  • 2.
    PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DANKONSELING Klasikal; pelayanan BK kepada siswa satu kelas (15-50 orang); biasanya dalam bimbingan klasikal siswa diberi informasi secara umum. Kelompok; pelayanan BK kepada 2-15 siswa; bimbingan kelompok membahas masalah umum namun lebih spesifik dan dalam konseling kelompok membahas masalah- masalah pribadi; masalah tersebut diselesaikan secara bersama-sama (dalam kelompok). Individual; pelayanan BK kepada 1 siswa; konseling individual membahas masalah pribadi individu.
  • 3.
    KEUNTUNGAN DILAKSANAKANNYA BIMBINGAN/KONSELING KELOMPOK Bimbingan/konseling kelompok lebihbersifat efektif dan efesien Bimbingan/konseling kelompok dapat memanfaatkan pengaruh seseorang/individu terhadap anggota lain Bimbingan/konseling kelompok dapat merupakan awal konseling individual Dalam bimbingan/konseling kelompok terdapat kesempatan untuk menyegarkan watak/pikiran
  • 4.
    KONSEP BIMBINGAN KELOMPOK Bimbingan kelompok(BKp) merupakan suatu proses pemberian bantuan kepada individu melalui suasana kelompok yang memungkinkan setiap anggota untuk belajar berpartisipasi aktif dan berbagi pengalaman dalam upaya pengembangan wawasan, sikap dan atau keterampilan yang diperlukan dalam upaya mencegah timbulnya masalah atau dalam upaya pengembangan pribadi.
  • 5.
    KONSEP KONSELING KELOMPOK Konseling kelompok(KKp) merupakan suatu proses pemberian bantuan kepada individu melalui suasana kelompok yang memungkinkan setiap anggota untuk belajar berpartisipasi aktif dan berbagi pengalaman dalam upaya pengembangan wawasan, sikap dan atau keterampilan yang diperlukan dalam upaya menyelesaikan masalah pribadi atau dalam upaya pengembangan pribadi.
  • 6.
  • 7.
    PERBEDAAN BKP DENGAN KKP AspekBimbingan Kelompok Konseling Kelompok Tujuan dan fungsi • Pencegahan masalah • Pengembangan pribadi • Pemecahan masalah • Pencegahan masalah • Pengembangan pribadi Jumlah anggota 2-15 anggota 2-7 anggota Karakteristik anggota Heterogen – Homogen Homogen Bentuk kegiatan Permainan – instruksional Transaksional Peran pembimbing Fasilitator – tutor Fasilitator – terapis Peran anggota Aktif membahas topik yang relevan dan bermanfaat bagi pencegahan masalah atau pengembangan Aktif membahas masalah pribadi serta berbagi dalam memecahkan masalah orang lain atau dalam
  • 8.
    PERBEDAAN BKP DENGAN KKP AspekBimbingan Kelompok Konseling Kelompok Suasana interaksi • Interaksi multi arah • Aktif bernuansa intelektual, pencerahan dan pendalaman • Interaksi multi arah • Aktif bernuansa intelektual, afeksional, dan emosional Teknik yang digunakan Sosio-edukasional Psiko-edukasional Sifat dan materi pembicaraan • Masalah umum (melebar) • Tidak memuat rahasia pribadi • Masalah pribadi (mendalam) • Memuat rahasia pribadi Lama dan frekuensi kegiatan Sesuai dengan tingkat pemahaman anggota tentang topik masalah Sesuai dengan tingkat ketuntasan pemecahan masalah individual anggota Evaluasi Keterlibatan, pemahaman isi dan dampak terhadap anggota kelompok Keterlibatan, kedalaman dan dampak terhadap ketuntasan pemecahan
  • 9.
  • 10.
    DENGAN CARA SEDERHANA Membagi siswa satu kelas sama banyak berdasarkan nomor urut absensi menjadi beberapa kelompok  Membagi siswa menjadi beberapa kelompok dengan jumlah laki-laki dan perempuan seimbang  Memberi kesempatan siswa untuk mencari anggota kelompok sendiri yang jumlahnya sesuai anjuran guru pembimbing  Membagi siswa berdasarkan deretan tempat duduk, misalnya deretan paling depan kelompok satu, dsb  Membagi siswa dengan berhitung 1-5 satu kelas menjadi 5 kelompok
  • 11.
    DENGAN CARA YANG RASIONAL Beragam jenis kelamin  Beragam kemampuan akademik  Beragam sosial ekonomi  Tempat tinggal berdekatan, kecuali mempunyai alat transportasi sendiri  Hasil analisis :  Sosiometri  AUM umum  AUM PTSDL  ITP  Angket lainnya
  • 12.
  • 13.
    PERSYARATAN KELOMPOK  Mempunyaianggota yang saling berinteraksi dan berkomunikasi  Mempunyai tujuan bersama  Mempunyai peraturan yang disepakati bersama  Mempunyai keterkaitan emosional
  • 14.
    POLA INTERAKSI KELOMPOK KurangTepat Tepat PK A B C D PK A B C D
  • 15.
  • 16.
    ASAS BKP DANKKP BKp Kesukarelaan Keterbukaan Kegiatan Kenormatifan Kerahasiaan KKp Kerahasiaan Keterbukaan Kesukarelaan Kegiatan Kenormatifan
  • 17.
  • 18.
  • 19.
    TAHAP PEMBENTUKAN Tahap pembentukanadalah tahapan dimana seorang konselor menerima anggota kelompok dan menyatukan individu menjadi sebagai kesatuan kelompok. Dalam tahapan pembentukan seorang konselor menjelaskan tentang tujuan pelaksanaan kegiatan, kompetensi yang ingin dicapai, materi, asas dan langkah-langkah pelaksanaan kegiatan agar anggota kelompok memahami dan mau terlibat dalam kegiatan.
  • 20.
    TAHAP PEMBENTUKAN • Guru pembimbing menciptakansuasana interaksi yang kondusif 1. Salam pembuka 2. Apresiasi (ucapan terima kasih atas keterlibatan anggota) 3. Berdoa 4. Perkenalan dan pengakraban (ice breaking) • Guru pembimbing bersama anggota mengembangkan komitmen agar proses bimbingan dapat terselenggara dengan baik 1. Menjelaskan cara pelaksanaan 2. Menjelaskan asas-asas dalam bimbingan/konseling kelompok • Guru pembimbing menjelaskan secara singkat tentang tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan bimbingan pada saat ini 1. Menjelaskan makna bimbingan/konseling kelompok 2. Menjelaskan tujuan 3. Menyampaikan gambaran materi yang akan dibahas • Guru pembimbing memberikan kesempatan kepada
  • 21.
    TAHAP PERALIHAN  Tahapperalihan adalah tahapan dimana seorang konselor memastikan kesiapan dari anggota kelompok dengan cara mengenali suasana hati anggota dan suasana kelompok  Dalam tahap peralihan konselor menekankan kembali asas dan apa saja yang harus dilakukan anggota dalam tahap kegiatan.  Dalam tahapan peralihan konselor mejelaskan kembali tujuan dan materi apabila anggota belum memahami
  • 22.
    TAHAP PERALIHAN • Guru pembimbing mencairkansuasana Melakukan permainan utk mencairkan suasana (jika sudah dilakukan saat tahap pembentukan maka tidak perlu dilakukan pada tahap peralihan) • Anggota kelompok mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan bimbingan Anggota kelompok menyiapkan diri dan juga alat-alat yang dibutuhkan saat proses bimbingan (misalnya: pulpen utk mengisi LAISEG) • Mengenali suasana hati dan pikiran masing-masing angota kelompok untuk mengenal kesiapan mereka • Menekankan asas-asas yang perlu dipedomani dan diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan kelompok • Menjelaskan kembali dengan ringkas cara pelaksanaan kegiatan bimbingan kelompok (jika perlu)
  • 23.
    TAHAP KEGIATAN  Tahapkegiatan adalah tahap inti pelaksanaan bimbingan/konseling kelompok.  Pada tahap ini konselor melaksanakan kegiatan eksperientasi, identifikasi, analisis, dan generalisasi.  Pada tahap ini konselor akan menstimulus anggota kelompok dgn pertanyaan-pertanyaan sehingga anggota kelompok akan aktif dan tercipta dinamika kelompok yang baik.  Pada tahap ini materi akan dikaji/digali secara mendalam sehingga anggota kelompok dapat merasakan manfaat dari kegiatan.  Pada tahapan ini semua anggota kelompok dituntut untuk aktif, jika tidak maka konselor harus menekankan kembali asas-asas dalam kegiatan.
  • 24.
    TAHAP KEGIATAN • Eksperientas i Tahapdimana guru pembimbing melaksanakan bimbingan/konseling berdasarkan RPLBK yang telah dibuat sesuai dengan metode dan teknik yang digunakan. 1. Guru pembimbing menayangkan video tentang kerjasama tim 2. Anggota meyimak tayangan video 3. Guru pembimbing dan anggota kelompok mendiskusikan tentang video • Identifikasi Tahap dimana guru pembimbing melaksanakan fefleksi tahap satu dengan cara mengidentifikasi pola-pola respon anggota kelompok dalam menerima stimulasi dari guru pembimbing. 1. Apa yang kalian tonton tadi? 2. Siapa saja tokoh dalam video tadi? 3. Apa yang terjadi pada mereka? 4. Apakah mereka berhasil menyelamatkan diri? 5. Apa yang dilakukan mereka utk menyelamatkan diri? • Analisis Tahap dimana guru pembimbing melaksanakan refleksi tahap dua dengan cara mengajak anggota kelompok untuk menganalisis dan memikirkan makna bagi penyelesaian masalah. 1. Mengapa mereka sampai terjatuh? 2. Mengapa mereka bisa selamat? 3. Mengapa agar tujuan tercapai kita harus bekerja sama? 4. Mengapa dalam kerjasama harus ada saling percaya? • Generalisasi Tahap dimana guru 1. Bagaimana cara agar dapat
  • 25.
    TAHAP PENGAKHIRAN  Tahappengakhiran adalah tahapan dimana konselor dan anggota kelompok menyimpulkan materi dalam kegiatan.  Tahap ini menuntut anggota kelompok untuk mampu merancang kegiatan selanjutnya di kehidupan sehari- hari berkaitan dengan materi.  Tahap ini juga merupakan tahap penutup dan tahap evaluasi kegiatan yang telah dilakukan.
  • 26.
    TAHAP PENGAKHIRAN • Menjelaskanbahwa kegiatan bimbingan kelompok akan berakhir • Menyampaikan kesimpulan dan komitmen oleh anggota 1. Guru pembimbing dan anggota kelompok menyimpulkan materi 2. Anggota kelompok menyampaikan komitmen apa yang akan dilakukan dikehidupan sehari-hari berkaitan dengan materi • Meminta anggota untuk menyampaikan kesan dan pesan Anggota kelompok secara bergilir menyampaikan pesan dan pesan (semua siswa harus menyampaikan) • Mengucapkan terima kasih atas keterlibatan aktif anggota kelompok • Evaluasi 1. Guru pembimbing menyampaikan hasil penilaian selama proses kegiatan (yang dinilai adalah keaktifan dalam menyampaikan pendapat) 2. Guru pembimbing meminta anggota kelompok untuk mengisi LAISEG • Tindak Lanjut 1. Guru pembimbing dan anggota kelompok merencanakan kegiatan lanjutan 2. Guru pembimbing menyampaikan rencana materi yang akan dibawakan pada pertemuan selanjutnya 3. Guru pembimbing menyampaikan dimana guru pembimbing dapat ditemui oleh anggota untuk membahas permasalahan/topik lain • Penutup 1. Guru pembimbing menutup kegiatan
  • 27.
  • 28.
  • 29.
    TEKNIK DALAM BIMBINGAN KELOMPOK Diskusi Membaca(bibliokonseling) Cinema therapy Permainan/games/gerak/movement Fantasi Menulis Dilema moral Bermain peran dsb
  • 30.
    PERBEDAAN PERMAINAN DALAMICE BREAKING DAN PERMAINAN DALAM TAHAP KEGIATAN Permainan dalam ice breaking (dalam tahap pembentukan atau peralihan) hanya bersifat having fun (bersenang-senang) dan untuk mencairkan suasana. Permainan tidak memiliki makna mendalam. Permaianan dalam ice breaking misalnya: nyanyian, sorakan, latihan konsentrasi, permainan yang membuat tertawa. Permaianan dalam tahap kegiatan adalah permainan yang memiliki makna mendalam. Lewat permainan anggota dapat mengambil makna dan mendiskusikannya dalam kelompok. Permainan ini memiliki makna yang dapat mengembangkan pribadi anggota kelompok.
  • 31.
  • 32.
    TEKNIK KONSELING KELOMPOK 1. Teknikdalam konseling kelompok disesuaikan dengan pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah anggota kelompok. 2. Pendekatan-pendekatan konseling antara lain: psiloanalisis, terapi terpusat pada klien (client centre), gestalt, behavioral, logo therapy, RET (rational emotive therapy), dsb. 3. Teknik konseling yang dapat digunakan: asosiasi bebas, interpretasi, analisis resistensi, sugesti, desensitisasi sistimatik, assertive training, sosiodrama, simulasi, impact counseling, dsb. 4. Secara umum teknik konseling kelompok menggunakan teknik diskusi namun tahapannya berdasarkan teknik dalam pendekatan konseling.
  • 33.
  • 34.
    MATERI/TOPIK PERMASALAHAN DALAM BKP DANKKP Materi/topik permasalahan yang dibahas/dipecahkan dalam BKp/KKp menyangkut bidang:  Pribadi  Sosial  Belajar  Karir Materi/topik permasalahan yang dibahas dalam BKp adalah masalah umum, misalnya: percaya diri, kerjasama, motivasi berprestasi, dsb. Materi/topik permasalahan yang dibahas dalam KKp adalah masalah khusus yang dialami anggota kelompok misalnya: frustasi karena perceraian orang tua, nilai redah, dsb.
  • 35.
    RUANG LINGKUP BIDANG BIMBINGAN Komitmenhidup beragama Pemahaman sifat dan kemampuan diri Bakat dan minat Konsep diri Kemampuan mengatasi masalah- masalah pribadi (stress, frustasi, dan konflik diri) BK Pribadi
  • 36.
    RUANG LINGKUP BIDANG BIMBINGAN Pemahamantentang keragaman budaya atau adat istiadat Sikap-sikap sosial (sikap empati, altruis, toleransi, dan kooperasi) Kemampuan berhubungan sosial secara positif dengan orang tua, guru, teman, dan staf sekolah BK Sosial
  • 37.
    RUANG LINGKUP BIDANG BIMBINGAN Pengenalan kurikulum  Pengembangan sikap dan kebiasaaan belajar yang positif  Pengembangan motif berprestasi  Cara belajar yang efektif  Penyelesaian tugas-tugas dan latihan  Pengembangan kesadaran belajar sepanjang hayat  Pencarian dan penggunaan sumber belajar  Penyesuaian diri terhadap semua tuntutan program pendidikan sehingga dapat mencapai tujuan akademik yang diharapkan  Perencanaan pendidikan lanjutan  Cara mengatasi kesulitan belajar BK Belajar
  • 38.
    RUANG LINGKUP BIDANG BIMBINGAN Pemahamanterhadap jabatan dan tugas-tugas kerja Pemahaman kondisi dan kemampuan diri Pemahaman kondisi lingkungan Perencanaan dan pengembangan karir Penyesuaian pekerjaan Pemecahan masalah-masalah karir yang dihadapi BK Karir
  • 39.