Sukses Berkat Doa Ibu 
Judul : Sukses Berkat Doa Ibu 
Pengarang : Aang Abdul Qohar & Dewi Kournia Sari 
Penerbit : Idealmahira 
Tahun Terbit : 2009 
Kertas : HVS 
Ukuran : 14 x 21 cm. 
Halaman : xviii + 188 hlm. 
Cover : Hardcover + Jacket 
Aang Abdul Qohar, itulah namanya. Seorang penulis buku yang dulunya seorang yang sangat pemalu 
dan sulit untuk berbicara. Beliau sering diolok-olok oleh teman-temannya karena tidak bisa 
mengucapkan huruf R secara sempurna. Namun, ibunya pernah memberinya semangat dan nasehat 
kalau suatau saat nanti dia bisa menjadi orang hebat yang disanjung banyak orang. Sejak duduk 
dibangku SMP, beliau sudah dipercayakan untuk khutbah jum’at dimesjid kampungnya. 
Sewaktu kuliah, beliau pernah menggantikan rektor atau pembantu rektor untuk menjadi khatib atas 
permintaan rektronya sendiri. Subhanallah, itulah bukti dari doa seorang ibu yang dirasakan oleh 
penulis sehingga menuangkannya dalam buku ini agar dapat dibaca orang banyak. Beliau sering 
menulis buku-buku dengan bernuansakan islami. Beliau juga pernah menulis buku dengna judul 
“Jangan Takut, ALLAH Bersama Kita”. Beliau prihatin dengan keadaan zaman sekarang yang 
memperlakukan ibunya tidak semestinya. Padahal ibu adalah orang yang sangat berperan penting 
dalam kehidupan kita nantinya. Dair kegelisahan inilah buku kecil ini terbit. 
Buku ini mengupas aspek-aspek doa, terutama pengaruh doa ibu terhadap kesuksesan anknya, 
bagaimana doa seorang ibu mudah dikabulkan, bagaimana hubungan emosional dan spiritual yang 
dibangun antara ibu dna anak sehingga bisa memberikan energi tertentu hingga terkabul doanya. 
Buku ini juga berisi cerita-cerita kedahsyatan doa ibu sebagai pembuktian dan penguatan keyakinan 
bahwa kirta sangat membutuhkan doa ibu dalam hidup ini. 
Buku ini juga mengupas tentang keistimewaan seorang ibu. Menjadi ibu merupakan hadiah yang 
paling besar bagi kaum perempuan. Menjadi ibu adalah proses penyempurnaan ilahi. Karena, 
menjadi ibu membutuhkan perjuangan yang tidak sedikit dan tidak boleh dianggap hal biasa. 
Perjuangan yang tidak dapat dibalas dengan materi tetapi sebuah penghormatan dan pengabdian. 
Ibu melewati semua perjuangan itu dengan cinta dan kasih sayang. 
Pada dasarnya ibu dan anak memiliki ikatan yang inheren. Ikatan itulah yang menjadikan mereka 
begitu dekat. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional dan spiritual. Kedekatan inilah 
yang menjadi modal utama penyemangat meuju sebuah kesuksesan dan menjadi salah satu modal
bagi terkabulnya sebuah doa. Di dalam sebuah doa ada mukjizat sehingga doa ibu sangat 
menentukan suksesnya kehidupan anak-anaknya. 
Buku ini menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami. Selain itu cocok untuk semua 
golongan dan semua umur, baik yang sudah menikah maupun yang belum menikah. Buku ini dapat 
membuka pemikiran dan pandangan kita tentang doa dan seorang ibu, menyadarkan kita betapa 
pentingnya mengasihi dan menyayangi ibu kita, dan memberi pesan untuk berbaktilah kepada 
orangtua dari sekarang selama dia masih ada. Dan hal yang paling penting adalah dari buku ini kita 
dapat memahami betapa mulianya seorang ibu yang hidup dengan penuh kasih sayang tanpa pernah 
mengharap balasan dari anaknya. Kita dapat mengerti arti perjuangan hidup seorang ibu yang ingin 
melihat anaknya sukses. 
Banyak buku tentang kedahsyatan doa ibu yang pernah diterbitkan oleh penerbit lain. Tetapi buku-buku 
lain tidak memuatkan cerita yang dapat menggugah hati sehingga pembaca masih bisa ragu 
dengan hal-hal yang dituliskan. Selain itu, buku-buku tersebut tidak menggunakan bahasa atau kata-kata 
yang dapat menyentuh hati. 
Dari sekian banyak keajaiban doa , menurut pendapat saya, sajian yang dipaparkan dalam buku ini 
tentang keajaiban doa ibu sangatlah menarik, di mana terdapat rahasia di balik doa ibu untuk meraih 
hasil suskes, yang semua keajaiban itu dapat menjadi penerapan kita untuk meraih kesuksesan. Juga 
buku ini dapat menjadi motivasi bagi kita, dan ingin melaksanakan segera apa yang telah dipaparkan 
dalam buku ini untuk berbakti kepada orangtua. 
Oleh karena itu saya sarankan kepada teman-teman agar membaca buku ini. Dan ketika membaca 
buku ini anda tidak perlu tergesa-gesa, biarkan energi tulisannya mengalir sedikit-sedikit agar tidak 
membuat anda pusing, sehingga anda dapat membaca sampai puncaknya dan menyerap energi si 
penulis. 
Sumber : http://rhiieyfaislamii.blogspot.com/2012/11/resensi-buku-non-fiksi.html
Chairul Tanjung, Si Anak Singkong 
Judul Buku : Chairul Tanjung, Si Anak Singkong 
Penyusun : Tjahja Gunawan Diredja 
Penerbit : Penerbit Buku Kompas 
Tebal : 400 Halaman 
Tahun Terbit: 2012 
Harga: Rp 50.000 
Buku ini berisi biografi dan perjalanan hidup Chairul Tanjung - seorang tokoh pengusaha yang sangat 
dikenal di Indonesia. Meskipun saat ini Chairul Tanjung dikenal sebagai seorang yang sangat sukses 
dengan berbagai macam usaha yang dimilikinya, tidak banyak yang mengetahui masa lalu seorang 
Chairul Tanjung dan kepahitan apa yang dialaminya sewaktu masih muda. Dalam buku ini, 
diceritakan bahwa ia bukan berasal dari sebuah keluarga yang mampu; ia pernah tinggal di 
lingkungan kumuh Gang Abu dengan berbagai macam permasalahan dan kesulitan. Namun ia tidak 
pernah menceritakan permasalahannya kepada orang lain; Chairul Tanjung adalah orang yang 
senantiasa tersenyum, menyembunyikan perasaannya saat orang lain ingin tahu tentang kondisi 
hidupnya. Ia tahu kedua orangtuanya sudah berusaha keras dan mengorbankan banyak hal, bahkan 
Ibu-nya menjual kain halus yang dimiliki hanya supaya anaknya bisa melanjutkan kuliah. Mengetahui 
hal tersebut, Chairul Tanjung berusaha semampunya agar ia dapat membiayai kuliahnya sendiri. 
Sejak saat itulah dimulai perjalanan seorang Chairul Tanjung menjadi seorang pebisnis yang handal. 
Semuanya berawal ketika Chairul Tanjung memulai kuliahnya di UI. Ia sama sekali tidak melewatkan 
kesempatan yang muncul saat teman-temannya membutuhkan jasa fotokopi. Dengan relasi yang ia 
miliki, Chairul berhasil mendapatkan harga yang lebih murah dibanding dengan jasa fotokopi yang 
ada di sekitar kampus. Tidak membutuhkan waktu lama, banyak orang yang menggunakan jasanya; 
dan saat itulah Chairul mendapatkan Rp 15,000 pertamanya. Dimulai dari bisnis kecil-kecilan 
tersebut, ia perlahan-lahan berkembang. Tidak hanya urusan fotokopi, ia juga mulai mencari 
supplier peralatan praktek yang lebih murah - sesuatu yang amat dibutuhkan oleh rekan-rekan 
kampusnya. Lama-kelamaan, Chairul Tanjung mendapat kepercayaan dari banyak orang, jaringan 
relasi meluas, dan bisnis yang ia lakukan pun semakin berkembang. Selain dari itu, ia juga adalah 
sosok yang penuh dengan cita-cita dan visi - membentuknya menjadi pribadi yang ada sekarang ini. 
Meskipun saat ini Chairul Tanjung dilihat sebagai seorang pengusaha yang sukses, hal tersebut 
bukan berarti ia tidak pernah mengalami kegagalan. Tidak hanya sekali ia terjatuh dalam berbisnis, 
akan tetapi ia tidak menjadi pesimis, melainkan memikirkan cara untuk kembali bangkit dan 
berusaha lebih keras. Dalam buku ini, tidak hanya diceritakan perjuangannya membangun bisnis, 
tetapi juga menceritakan apa saja yang telah dilakukan Chairul Tanjung untuk negara Indonesia. 
Biografi Chairul Tanjung ini bisa jadi sebuah inspirasi yang memotivasi, agar setiap orang tidak 
mudah menyerah hanya karena latar belakang mereka. 
Sumber : http://steel-ford.blogspot.com/2012/11/resensi-buku-biografi-chairul-tanjung.html
Steve Jobs 
Informasi Buku: Buku 23 
Judul: Steve Jobs 
Penulis: Walter Isaacson 
Penerjemah:Word ++ Translation Service dan Tim Bentang 
Penerbit: Penerbit Bentang 
Tebal: 728 halaman + Photo 
Cetakan: I, Oktober 2011 
Buku ini hanya memerlukan satu kata saja – inspiratif – untuk menunjukkan bahwa ia sangat layak 
untuk dibaca oleh siapapun. Steve Jobs dikenal dengan presentasi – presentasinya yang memukau 
dan kata – katanya yang “bersayap”. Namun buku ini menguak lebih dalam lagi sisi kehidupan Steve 
Jobs yang mungkin belum anda ketahui. 
Terus terang saja saya lebih mengenal Bill Gates daripada Steve Jobs sebagaimana lebih banyak 
orang yang menggunakan Windows daripada Macintosh. Saya tidak terlalu akrab dengan Mac. 
Karenanya tentu saja saya tidak begitu peduli dengan Steve Jobs. Bahkan ketika membaca sebuah 
artikel yang berisi berita bahwa Jobs didiagnosa menderita kanker pun saya tidak begitu peduli. 
Reaksi saya sangat jauh berbeda dengan ketika saya mendapati sebuah artikel yang berisi cemoohan 
terhadap Bill Gates. Orang yang mencemooh Bill Gates adalah orang bar – bar, begitu pikir saya saat 
itu (pemikiran yang terus saya pertahankan hingga akhirnya saya mengenal Richard Stallman beserta 
ide – idenya). 
Namun Jobs adalah orang besar dibalik Apple Computer. Karena itu, saya harus mengenalnya lebih 
dalam. Steve Jobs adalah seorang yang sangat perfeksionis. Dan Walter Isaacson, penulis buku ini, 
adalah seorang penulis biografi yang dipilih Jobs untuk menuliskan riwayat hidupnya. Kesimpulan 
saya, buku ini pasti dapat memuaskan keingintahuan saya terhadap kehidupan Steve Jobs. Dan saya 
benar. 
Ibu biologis Steve Jobs, Joanne Schieble, hamil di luar nikah dengan seorang asisten pengajar muslim 
dari Suriah, Abdulfattah Jandali. Hubungan Joanne dengan Jandali tentu tidak direstui. Karenanya, 
ketika Jobs lahir, ia diserahkan untuk diadopsi. Sedianya Jobs akan diadopsi oleh pasangan 
pengacara karena Joanne menginginkan agar Jobs diadopsi oleh lulusan perguruan tinggi. Namun 
pasangan pangacara itu membatalkan niatnya karena mereka menginginkan seorang anak 
perempuan. Jobs akhirnya diadopsi oleh seorang yang bahkan tidak lulus sekolah menengah, Paul 
Jobs, seorang yang memiliki minat besar di bidang permesinan. Awalnya Joanne tidak mau 
menandatangani surat adopsi. Namun setelah Paul Jobs berjanji bahwa ia akan menyekolahkan Jobs 
sampai ke perguruan tinggi, barulah Joanne setuju. Akan tetapi, orang tua yang menyerahkan dirinya 
untuk diadopsi tak pelak melukai jiwanya. Seorang teman dekat Jobs, Del Yocam mengatakan: 
“Menurutku, keinginannya untuk mengendalikan apa pun yang dia ciptakan, berasal langsung dari 
kepribadiannya dan fakta bahwa dia telah ditinggalkan ketika lahir.” (hal. 6).
Coba anda perhatikan kalimat Del Yocam berikut: ....keinginannya untuk mengendalikan apa pun 
yang dia ciptakan...... Apa maksudnya? Komputer Apple paling terkemuka sepanjang masa, 
Macintosh, sebenarnya dinamai demikian oleh Jef Raskin. McIntosh adalah jenis apel kesukaan 
Raskin. Ejaannya diubah menjadi Macintosh agar tidak menyamai nama pembuat peralatan audio, 
McIntosh Laboratory. Namun Raskin berbeda pandangan dengan Jobs soal performa Macintosh. 
Raskin hanya ingin sebuah komputer dengan harga $1.000. Dengan harga serendah itu, sudah bisa 
dipastikan bahwa performa komputer itu biasa – biasa saja. Berbeda dengan Raskin, Jobs 
menginginkan sebuah komputer yang hebat. Ia tidak mempedulikan berapa harga yang akan 
dibandrol. Menurutnya, komputer hebat layak untuk dihargai dengan harga yang tinggi. Raskin pun 
dipecat. 
Bisa jadi masa lalu Jobs juga sangat berpengaruh pada kepribadiannya yang kasar bahkan kejam. 
Jobs mengelompokkan orang yang bekerja di sekelilingnya dengan orang – orang yang 
“mendapatkan pencerahan” dan orang – orang yang “tidak baik”. Hasil karya mereka juga dinilai 
sebagai karya yang “terbaik” atau “sampah”. Ia seringkali meneriaki ide orang yang bekerja padanya 
sebagai sampah. Namun jika beberapa hari kemudian ia menyetujui ide itu, ia akan 
membicarakannya kepada setiap orang sehingga seolah – olah ide itu berasal dari dirinya. 
Meskipun Jobs sering mencela, ia sangat menghormati orang yang memiliki keyakinan terhadap 
idenya. Jika Jobs mencela salah seorang insinyurnya dan sang insinyur membantah dengan 
mengatakan bahwa ia sedang melakukan yang terbaik, Jobs seringkali bisa menerima ide itu. Jobs 
pernah melihat kerja Bill Atkinson dan mencelanya sebagai sampah. Atkinson membantahnya dan 
menjelaskan mengapa yang ia kerjakan merupakan sesuatu yang terbaik. Jobs pun menyerah. 
Berdasarkan pengalamannya, Atkinson mengajari rekan – rekannya agar menerjemahkan celaan 
“sampah” Jobs dengan: “katakan kepadaku mengapa itu adalah cara terbaik untuk melakukannya”. 
(hal. 157). Banyak orang yang tidak menyukai gaya kepemimpinan Jobs. Tetapi, orang – orang 
terdekat Steve Jobs adalah orang – orang yang memiliki kepribadian kuat. Bukan para penjilat. 
Buku ini memang biografi Steve Jobs. Namun sebenarnya saya menginginkan agar Steve Wozniak 
mendapatkan porsi yang banyak mengingat ia adalah salah seorang di balik kesuksesan Jobs. Ia lah 
yang menciptakan Apple yang pertama. Dan ia jugalah satu – satunya orang yang tidak pernah dicela 
atau diperlakukan kasar oleh Jobs. Mungkin perlu buku setebal buku Jobs ini untuk menuliskan 
riwayat hidup Steve Wozniak. 
Mengulang tulisan saya di awal, saya sangat menyarankan anda membaca buku ini. Ada banyak hal 
dari Steve Jobs dan Apple Computer yang perlu kita ketahui. Jobs mungkin orang yang sangat serius 
dan kaku. Namun siapa sangka jika di masa mudanya, bersama Wozniak, ia seringkali melakukan 
kenakalan dengan memanfaatkan kemampuannya di bidang elektronika? Apa hubungan logo Apple 
(apel tergigit) dengan Alan Turing, penemu komputer pertama yang mati bunuh diri dengan 
menggigit apel berlapis sianida? Apa yang dimaksud dengan distorsi realitas lapangan? Dan tahukah 
anda bahwa Jef Raskin, yang memberi nama Macintosh dan Steve Jobs (dua orang seteru) sama – 
sama meninggal karena kanker? Bacalah dan selamat datang di kehidupan Jobs yang warna – warni. 
Sumber : http://hurufbuku.blogspot.com/2011/12/steve-jobs.html

Bahasa Indonesia - Resensi Buku Non Fiksi

  • 1.
    Sukses Berkat DoaIbu Judul : Sukses Berkat Doa Ibu Pengarang : Aang Abdul Qohar & Dewi Kournia Sari Penerbit : Idealmahira Tahun Terbit : 2009 Kertas : HVS Ukuran : 14 x 21 cm. Halaman : xviii + 188 hlm. Cover : Hardcover + Jacket Aang Abdul Qohar, itulah namanya. Seorang penulis buku yang dulunya seorang yang sangat pemalu dan sulit untuk berbicara. Beliau sering diolok-olok oleh teman-temannya karena tidak bisa mengucapkan huruf R secara sempurna. Namun, ibunya pernah memberinya semangat dan nasehat kalau suatau saat nanti dia bisa menjadi orang hebat yang disanjung banyak orang. Sejak duduk dibangku SMP, beliau sudah dipercayakan untuk khutbah jum’at dimesjid kampungnya. Sewaktu kuliah, beliau pernah menggantikan rektor atau pembantu rektor untuk menjadi khatib atas permintaan rektronya sendiri. Subhanallah, itulah bukti dari doa seorang ibu yang dirasakan oleh penulis sehingga menuangkannya dalam buku ini agar dapat dibaca orang banyak. Beliau sering menulis buku-buku dengan bernuansakan islami. Beliau juga pernah menulis buku dengna judul “Jangan Takut, ALLAH Bersama Kita”. Beliau prihatin dengan keadaan zaman sekarang yang memperlakukan ibunya tidak semestinya. Padahal ibu adalah orang yang sangat berperan penting dalam kehidupan kita nantinya. Dair kegelisahan inilah buku kecil ini terbit. Buku ini mengupas aspek-aspek doa, terutama pengaruh doa ibu terhadap kesuksesan anknya, bagaimana doa seorang ibu mudah dikabulkan, bagaimana hubungan emosional dan spiritual yang dibangun antara ibu dna anak sehingga bisa memberikan energi tertentu hingga terkabul doanya. Buku ini juga berisi cerita-cerita kedahsyatan doa ibu sebagai pembuktian dan penguatan keyakinan bahwa kirta sangat membutuhkan doa ibu dalam hidup ini. Buku ini juga mengupas tentang keistimewaan seorang ibu. Menjadi ibu merupakan hadiah yang paling besar bagi kaum perempuan. Menjadi ibu adalah proses penyempurnaan ilahi. Karena, menjadi ibu membutuhkan perjuangan yang tidak sedikit dan tidak boleh dianggap hal biasa. Perjuangan yang tidak dapat dibalas dengan materi tetapi sebuah penghormatan dan pengabdian. Ibu melewati semua perjuangan itu dengan cinta dan kasih sayang. Pada dasarnya ibu dan anak memiliki ikatan yang inheren. Ikatan itulah yang menjadikan mereka begitu dekat. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional dan spiritual. Kedekatan inilah yang menjadi modal utama penyemangat meuju sebuah kesuksesan dan menjadi salah satu modal
  • 2.
    bagi terkabulnya sebuahdoa. Di dalam sebuah doa ada mukjizat sehingga doa ibu sangat menentukan suksesnya kehidupan anak-anaknya. Buku ini menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami. Selain itu cocok untuk semua golongan dan semua umur, baik yang sudah menikah maupun yang belum menikah. Buku ini dapat membuka pemikiran dan pandangan kita tentang doa dan seorang ibu, menyadarkan kita betapa pentingnya mengasihi dan menyayangi ibu kita, dan memberi pesan untuk berbaktilah kepada orangtua dari sekarang selama dia masih ada. Dan hal yang paling penting adalah dari buku ini kita dapat memahami betapa mulianya seorang ibu yang hidup dengan penuh kasih sayang tanpa pernah mengharap balasan dari anaknya. Kita dapat mengerti arti perjuangan hidup seorang ibu yang ingin melihat anaknya sukses. Banyak buku tentang kedahsyatan doa ibu yang pernah diterbitkan oleh penerbit lain. Tetapi buku-buku lain tidak memuatkan cerita yang dapat menggugah hati sehingga pembaca masih bisa ragu dengan hal-hal yang dituliskan. Selain itu, buku-buku tersebut tidak menggunakan bahasa atau kata-kata yang dapat menyentuh hati. Dari sekian banyak keajaiban doa , menurut pendapat saya, sajian yang dipaparkan dalam buku ini tentang keajaiban doa ibu sangatlah menarik, di mana terdapat rahasia di balik doa ibu untuk meraih hasil suskes, yang semua keajaiban itu dapat menjadi penerapan kita untuk meraih kesuksesan. Juga buku ini dapat menjadi motivasi bagi kita, dan ingin melaksanakan segera apa yang telah dipaparkan dalam buku ini untuk berbakti kepada orangtua. Oleh karena itu saya sarankan kepada teman-teman agar membaca buku ini. Dan ketika membaca buku ini anda tidak perlu tergesa-gesa, biarkan energi tulisannya mengalir sedikit-sedikit agar tidak membuat anda pusing, sehingga anda dapat membaca sampai puncaknya dan menyerap energi si penulis. Sumber : http://rhiieyfaislamii.blogspot.com/2012/11/resensi-buku-non-fiksi.html
  • 3.
    Chairul Tanjung, SiAnak Singkong Judul Buku : Chairul Tanjung, Si Anak Singkong Penyusun : Tjahja Gunawan Diredja Penerbit : Penerbit Buku Kompas Tebal : 400 Halaman Tahun Terbit: 2012 Harga: Rp 50.000 Buku ini berisi biografi dan perjalanan hidup Chairul Tanjung - seorang tokoh pengusaha yang sangat dikenal di Indonesia. Meskipun saat ini Chairul Tanjung dikenal sebagai seorang yang sangat sukses dengan berbagai macam usaha yang dimilikinya, tidak banyak yang mengetahui masa lalu seorang Chairul Tanjung dan kepahitan apa yang dialaminya sewaktu masih muda. Dalam buku ini, diceritakan bahwa ia bukan berasal dari sebuah keluarga yang mampu; ia pernah tinggal di lingkungan kumuh Gang Abu dengan berbagai macam permasalahan dan kesulitan. Namun ia tidak pernah menceritakan permasalahannya kepada orang lain; Chairul Tanjung adalah orang yang senantiasa tersenyum, menyembunyikan perasaannya saat orang lain ingin tahu tentang kondisi hidupnya. Ia tahu kedua orangtuanya sudah berusaha keras dan mengorbankan banyak hal, bahkan Ibu-nya menjual kain halus yang dimiliki hanya supaya anaknya bisa melanjutkan kuliah. Mengetahui hal tersebut, Chairul Tanjung berusaha semampunya agar ia dapat membiayai kuliahnya sendiri. Sejak saat itulah dimulai perjalanan seorang Chairul Tanjung menjadi seorang pebisnis yang handal. Semuanya berawal ketika Chairul Tanjung memulai kuliahnya di UI. Ia sama sekali tidak melewatkan kesempatan yang muncul saat teman-temannya membutuhkan jasa fotokopi. Dengan relasi yang ia miliki, Chairul berhasil mendapatkan harga yang lebih murah dibanding dengan jasa fotokopi yang ada di sekitar kampus. Tidak membutuhkan waktu lama, banyak orang yang menggunakan jasanya; dan saat itulah Chairul mendapatkan Rp 15,000 pertamanya. Dimulai dari bisnis kecil-kecilan tersebut, ia perlahan-lahan berkembang. Tidak hanya urusan fotokopi, ia juga mulai mencari supplier peralatan praktek yang lebih murah - sesuatu yang amat dibutuhkan oleh rekan-rekan kampusnya. Lama-kelamaan, Chairul Tanjung mendapat kepercayaan dari banyak orang, jaringan relasi meluas, dan bisnis yang ia lakukan pun semakin berkembang. Selain dari itu, ia juga adalah sosok yang penuh dengan cita-cita dan visi - membentuknya menjadi pribadi yang ada sekarang ini. Meskipun saat ini Chairul Tanjung dilihat sebagai seorang pengusaha yang sukses, hal tersebut bukan berarti ia tidak pernah mengalami kegagalan. Tidak hanya sekali ia terjatuh dalam berbisnis, akan tetapi ia tidak menjadi pesimis, melainkan memikirkan cara untuk kembali bangkit dan berusaha lebih keras. Dalam buku ini, tidak hanya diceritakan perjuangannya membangun bisnis, tetapi juga menceritakan apa saja yang telah dilakukan Chairul Tanjung untuk negara Indonesia. Biografi Chairul Tanjung ini bisa jadi sebuah inspirasi yang memotivasi, agar setiap orang tidak mudah menyerah hanya karena latar belakang mereka. Sumber : http://steel-ford.blogspot.com/2012/11/resensi-buku-biografi-chairul-tanjung.html
  • 4.
    Steve Jobs InformasiBuku: Buku 23 Judul: Steve Jobs Penulis: Walter Isaacson Penerjemah:Word ++ Translation Service dan Tim Bentang Penerbit: Penerbit Bentang Tebal: 728 halaman + Photo Cetakan: I, Oktober 2011 Buku ini hanya memerlukan satu kata saja – inspiratif – untuk menunjukkan bahwa ia sangat layak untuk dibaca oleh siapapun. Steve Jobs dikenal dengan presentasi – presentasinya yang memukau dan kata – katanya yang “bersayap”. Namun buku ini menguak lebih dalam lagi sisi kehidupan Steve Jobs yang mungkin belum anda ketahui. Terus terang saja saya lebih mengenal Bill Gates daripada Steve Jobs sebagaimana lebih banyak orang yang menggunakan Windows daripada Macintosh. Saya tidak terlalu akrab dengan Mac. Karenanya tentu saja saya tidak begitu peduli dengan Steve Jobs. Bahkan ketika membaca sebuah artikel yang berisi berita bahwa Jobs didiagnosa menderita kanker pun saya tidak begitu peduli. Reaksi saya sangat jauh berbeda dengan ketika saya mendapati sebuah artikel yang berisi cemoohan terhadap Bill Gates. Orang yang mencemooh Bill Gates adalah orang bar – bar, begitu pikir saya saat itu (pemikiran yang terus saya pertahankan hingga akhirnya saya mengenal Richard Stallman beserta ide – idenya). Namun Jobs adalah orang besar dibalik Apple Computer. Karena itu, saya harus mengenalnya lebih dalam. Steve Jobs adalah seorang yang sangat perfeksionis. Dan Walter Isaacson, penulis buku ini, adalah seorang penulis biografi yang dipilih Jobs untuk menuliskan riwayat hidupnya. Kesimpulan saya, buku ini pasti dapat memuaskan keingintahuan saya terhadap kehidupan Steve Jobs. Dan saya benar. Ibu biologis Steve Jobs, Joanne Schieble, hamil di luar nikah dengan seorang asisten pengajar muslim dari Suriah, Abdulfattah Jandali. Hubungan Joanne dengan Jandali tentu tidak direstui. Karenanya, ketika Jobs lahir, ia diserahkan untuk diadopsi. Sedianya Jobs akan diadopsi oleh pasangan pengacara karena Joanne menginginkan agar Jobs diadopsi oleh lulusan perguruan tinggi. Namun pasangan pangacara itu membatalkan niatnya karena mereka menginginkan seorang anak perempuan. Jobs akhirnya diadopsi oleh seorang yang bahkan tidak lulus sekolah menengah, Paul Jobs, seorang yang memiliki minat besar di bidang permesinan. Awalnya Joanne tidak mau menandatangani surat adopsi. Namun setelah Paul Jobs berjanji bahwa ia akan menyekolahkan Jobs sampai ke perguruan tinggi, barulah Joanne setuju. Akan tetapi, orang tua yang menyerahkan dirinya untuk diadopsi tak pelak melukai jiwanya. Seorang teman dekat Jobs, Del Yocam mengatakan: “Menurutku, keinginannya untuk mengendalikan apa pun yang dia ciptakan, berasal langsung dari kepribadiannya dan fakta bahwa dia telah ditinggalkan ketika lahir.” (hal. 6).
  • 5.
    Coba anda perhatikankalimat Del Yocam berikut: ....keinginannya untuk mengendalikan apa pun yang dia ciptakan...... Apa maksudnya? Komputer Apple paling terkemuka sepanjang masa, Macintosh, sebenarnya dinamai demikian oleh Jef Raskin. McIntosh adalah jenis apel kesukaan Raskin. Ejaannya diubah menjadi Macintosh agar tidak menyamai nama pembuat peralatan audio, McIntosh Laboratory. Namun Raskin berbeda pandangan dengan Jobs soal performa Macintosh. Raskin hanya ingin sebuah komputer dengan harga $1.000. Dengan harga serendah itu, sudah bisa dipastikan bahwa performa komputer itu biasa – biasa saja. Berbeda dengan Raskin, Jobs menginginkan sebuah komputer yang hebat. Ia tidak mempedulikan berapa harga yang akan dibandrol. Menurutnya, komputer hebat layak untuk dihargai dengan harga yang tinggi. Raskin pun dipecat. Bisa jadi masa lalu Jobs juga sangat berpengaruh pada kepribadiannya yang kasar bahkan kejam. Jobs mengelompokkan orang yang bekerja di sekelilingnya dengan orang – orang yang “mendapatkan pencerahan” dan orang – orang yang “tidak baik”. Hasil karya mereka juga dinilai sebagai karya yang “terbaik” atau “sampah”. Ia seringkali meneriaki ide orang yang bekerja padanya sebagai sampah. Namun jika beberapa hari kemudian ia menyetujui ide itu, ia akan membicarakannya kepada setiap orang sehingga seolah – olah ide itu berasal dari dirinya. Meskipun Jobs sering mencela, ia sangat menghormati orang yang memiliki keyakinan terhadap idenya. Jika Jobs mencela salah seorang insinyurnya dan sang insinyur membantah dengan mengatakan bahwa ia sedang melakukan yang terbaik, Jobs seringkali bisa menerima ide itu. Jobs pernah melihat kerja Bill Atkinson dan mencelanya sebagai sampah. Atkinson membantahnya dan menjelaskan mengapa yang ia kerjakan merupakan sesuatu yang terbaik. Jobs pun menyerah. Berdasarkan pengalamannya, Atkinson mengajari rekan – rekannya agar menerjemahkan celaan “sampah” Jobs dengan: “katakan kepadaku mengapa itu adalah cara terbaik untuk melakukannya”. (hal. 157). Banyak orang yang tidak menyukai gaya kepemimpinan Jobs. Tetapi, orang – orang terdekat Steve Jobs adalah orang – orang yang memiliki kepribadian kuat. Bukan para penjilat. Buku ini memang biografi Steve Jobs. Namun sebenarnya saya menginginkan agar Steve Wozniak mendapatkan porsi yang banyak mengingat ia adalah salah seorang di balik kesuksesan Jobs. Ia lah yang menciptakan Apple yang pertama. Dan ia jugalah satu – satunya orang yang tidak pernah dicela atau diperlakukan kasar oleh Jobs. Mungkin perlu buku setebal buku Jobs ini untuk menuliskan riwayat hidup Steve Wozniak. Mengulang tulisan saya di awal, saya sangat menyarankan anda membaca buku ini. Ada banyak hal dari Steve Jobs dan Apple Computer yang perlu kita ketahui. Jobs mungkin orang yang sangat serius dan kaku. Namun siapa sangka jika di masa mudanya, bersama Wozniak, ia seringkali melakukan kenakalan dengan memanfaatkan kemampuannya di bidang elektronika? Apa hubungan logo Apple (apel tergigit) dengan Alan Turing, penemu komputer pertama yang mati bunuh diri dengan menggigit apel berlapis sianida? Apa yang dimaksud dengan distorsi realitas lapangan? Dan tahukah anda bahwa Jef Raskin, yang memberi nama Macintosh dan Steve Jobs (dua orang seteru) sama – sama meninggal karena kanker? Bacalah dan selamat datang di kehidupan Jobs yang warna – warni. Sumber : http://hurufbuku.blogspot.com/2011/12/steve-jobs.html