L/O/G/O

BAHAN NON LOGAM
NAMA KELOMPOK 8 :
Ahmad Santoso
Moh. Rozy
Juean Kaleb Casey
Isaman
Suratno
Tinggarta
Panji
Novi
Moh. Riyadus
Hesa Hendra
Materi Bahan Non Logam :

Keramik
Batu Tahan Api (Refratory)
Kaca (Glass)
Plastik
(Composit Materials)
Keramik
Keramik adalah semua benda-benda yang terbuat
dari tanah liat/lempung yang mengalami suatu proses
pengerasan dengan pembakaran suhu tinggi.
Adapun sifat-sifat keramik antara lain :
1. Keras, kuat, tetapi bersifat getas atau mudah pecah.
2. Tahan terhadap korosi.
3. Kapasitas panas yang baik dan konduktivitas panas
yang rendah.
4. Sifat listriknya dapat menjadi isolator, semikonduktor,
konduktor bahkan superkonduktor.
5. Dapat bersifat magnetik dan non magnetik.
Pada dasarnya bahan dasar keramik antara
lain :
 Tanah Liat (Lempung) adalah sebagai bahan pokok untuk
pembuatan keramik, merupakan salah satu bahan yang
kegunaannya sangat menguntungkan bagi manusia karena
bahannya yang mudah didapat dan pemakaian hasilnya yang
sangat luas. Kira-kira 70% atau 80% dari kulit bumi terdiri dari
batuan merupakan sumber tanah liat. Tanah liat banyak
ditemukan di areal pertanian terutama persawahan. Dilihat dari
sudut ilmu kimia, tanah liat termasuk hidrosilikat alumina dan
dalam keadaan murni mempunyai rumus : Al2O3, 2SiO2, 2H2O
dengan perbandingan berat dari unsur-unsurnya : Oksida Silinium
(SiO2) 47%, Oksida Aluminium (Al2O3) 39%, dan Air (H2O) 14%.
Tanah liat memiliki sifat-sifat yang khas yaitu : Apabila dalam
keadaan basah
mempunyai sifat plastis, tetapi bila dalam
keadaan kering akan menjadi keras, sedangkan bila dibakar akan
menjadi padat dan kuat.
 Kuarsa (SiO2 ) / (mineral silika) adalah salah satu
komponen utama dalam pembentukan keramik dan
banyak terdapat di permukaan bumi (sekitar 60%).
Bentuk umum fasa kristal kuarsa adalah tridimit, quartz
dan kristobalit, tergantung pada temperaturnya. Jenis
kristal silika yang ada di alam adalah kuarsa,
sedangkan tridimit dan kristobalit jarang dijumpai.
Kuarsa memiliki keplastisan rendah dan titik lebur tinggi
sekitar 1728°C, tetapi hasil pembakarannya kuat dan
keras. Bahan baku kuarsa dapat diperoleh dari batuan
atau pasir kuarsa dengan kandungan silika tinggi.
 Feldspar adalah suatu kelompok mineral yang berasal dari
batu karang yang ditumbuk dan dapat memberikan sampai 25
% flux (pelebur) pada badan keramik. Bila keramik dibakar,
feldspar akan meleleh (melebur) dan membentuk leburan
gelas yang menyebabkan partikel tanah dan bahan lainnya
melekat satu sama lain. Pada saat membeku, bahan ini
memberikan kekuatan pada badan keramik. Feldspar tidak
larut dalam air, mengandung alumina, silika dan flux yang
digunakan untuk membuat gelasir suhu tinggi.


Serbuk Kaca / Cullet adalah serbuk kaca yang
sangat kecil. Kaca biasanya dihasilkan dari
campuran silicon atau bahan dioksida (SiO2) yang
merupakan benda amorf, dibentuk melalui
prosesan pemadatan dari peleburan tanpa
kristalisasi. Kaca kadang-kadang dianggap sebagai
cairan kental (viskos) kareana bukan kristalin atau
amorf. Akan tetapi hanya beberapa cairan yang
dapat membentuk kaca. Pada suhu tinggi, kaca
merupakan cairan sejati, dan pada fase cair ini
struktur dari bahan-bahan anorganik belum
beraturan dan atom-atomnya selalu bergerak terusmenerus.
Definisi Batu Tahan Api (Refraktory)


Refraktori adalah material yang dapat
mempertahankan sifat-sifatnya yang berguna
dalam kondisi yang sangat berat karena
temperatur tinggi dan kontak dengan bahanbahan yang korosif. Refraktori dibuat dari
berbagai jenis material terutama keramik yang
mana termasuk bahan-bahan seperti alumina,
lempung (clay), magnesia, chromit, silicon
karbida dan lain-lain. Refraktori digunakan untuk
mengkonstruksi atau melapisi struktur yang
berhubungan dengan temperatur tinggi, dari
perapian
Adapun Sifat-sifat Refraktori ini :
Diantaranya:
Titik lebur yang tinggi.
Kekuatan yang bagus pada temperatur tinggi.
Tahan terhadap degradasi.
Mudah dipasang.
Material Bahan Baku Refraktori
1.

Lempung (Clays)
Lempung adalah campuran dari beberapa mineral lempung, yang
biasanya juga mengandung jumlah yang bervariasi dari mineral
bukan lempung.
Jenis Lempung yang biasa digunakan :
Fire clay (lempung api) adalah ball clay dengan kandungan
kaolinite yang tinggi dan kandungan illite yang rendah. Sebagai
akibatnya, fire clay mempunyai titik lebur yang tinggi untuk jenis
lempung, oleh karena itu digunakan untuk aplikasi sebagai
refraktori.
Flint clays (lempung batu api) adalah lempung dengan kandungan
silica yang tinggi, juga digunakan untuk aplikasi sebagai refraktori.
Lempung Cina (China Clay) atau Kaolin adalah jenis lempung
yang mempunyai kandungan mineral utama berupa kaolinite.
Mineral yang lain seperti kwarsa, feldspar dan mika.
2. Alumina
Alumina untuk refraktori berasal dari deposit alami dan
buatan. Sumber-sumber alami terdiri dari Bauksite dan Diaspore.
Sedangkan yang buatan terdiri dari Calcined Alumina, Sintered
Alumina, dan Fused Alumina.
Bauksit adalah bijih yang mengandung Boehmite
(Al2O3.H2O) atau Gibbsite (Al2O3.3H2O) dalam proporsi yang
bervariasi. Bauksit juga mengandung oksida besi, alumino-silikat
dan titania. Bauksit yang kaya akan oksida besi dan pengotor
lain dapat digunkan untuk membuat Calcined Alumina melalui
proses Bayer atau untuk membuat logam alumunium. Bauksit
yang langsung digunakan unuk membuat refraktori harus
memiliki kandungan pengotor yang rendah.
Setelah ditambang kemudian bauksit dikalsinasi di rotary
kiln untuk penyetabilan. Komponen utama adalah corundum
(alumina α) dengan sedikit Mullit dan sejumlah kecil fasa glas.
3. Silika
Silika membentuk sekitar 60% dari lapisan kerak
bumi, sehingga bahan baku untuk refraktori silica mudah
tersedia. Sumber alaminya adalah kwarsa dan tanah
diatomae. Pasir silika adalah bahan baku utama. Pasir
dapat berasal dari pantai, lempung pasir, atau dibuat
dengan meremuk batu pasir. Sedangkan, tanah
diatomae atau diatomit mengandung rangka-rangka
silika dari alga bersel tunggal yang disebut diatom.
Rangka-rangka tersebut tersusun dari silika hidrat dan
silika amorf. Setelah dikalsinasi material bersifat sangat
porous dan ringan sehingga bagus digunakan sebagi
material insulator.
Silika mempunyai banyak polimorf sehingga
perubahan fasa akan terjadi bila memanaskan silica,
selain itu juga disertai dengan perubahan volume yang
cukup berarti. Hal ini akan menyebabkan masalah jika
memanaskan material yang mengandung kwarsa.
Penggunaan refraktori silica penggunaannya terus
menurun, hal ini disebabkan oleh perubahanperubahan yang terjadi pada teknologi steelmaking
dimana membutuhkan refraktori yang mampu
mengatasi temperature yang lebih tinggi. Selain itu
juga masalah kesehatan yang berkaitan dengan
handling silica (silikosis) juga turut menyumbang pada
penurunan popularitasnya.
Definisi Kaca (Glass)
Pengertian Kaca
Kaca merupakan materi bening dan transparan (tembus
pandang) yang biasanya di hasilkan dari campuran
silikon atau bahan silikon dioksida(SiO2), yang secara
kimia sama dengan kuarsa (bahasa Inggris: kwarts).
Biasanya dibuat dari pasir. Suhu lelehnya adalah 2000
Derajat Celcius.Jenis kaca yang paling umum di kenal dan
yang telah digunakan sejak berabad-abad silam sebagai
jendela dan gelas minum adalah kaca soda kapur, yang
terbuat dari 75% silica (SiO2) ditambah Na2O, CaO, dan
sedikit aditif lain.
Berbagai Macam Kaca, yaitu :
1. Silika lebur.
Silika lebur atau silika vitreo dibuat melalui
pirolisis silikon tetraklorida pada suhu tinggi, atau
dari peleburan kuarsa atau pasir murni. Kaca ini
sering disebut kaca kuarsa (quartz glass). Kaca ini
mempunyai ciri-ciri nilai ekspansi rendah dan titik
pelunakan tinggi. Karena itu, kaca ini mempunyai
ketahanan termal lebih tinggi daripada kaca lain.
Kaca ini juga sangat transparan terhadap radiasi
ultraviolet. Kaca jenis inilah yang sering digunakan
sebagai kuvet untuk spektrometer UV-Visible yang
harganya sekitar dua jutaan per kuvet.
2. Alkali silikat
Alkali silikat adalah satu-satunya kaca yang
mengandung dua komponen yang di publikasikan
secara komersial. Pada proses pembuatannya
pasir dan soda dilebur bersama-sama, dan
hasilnya disebut Natrium silikat. Larutan silikat
soda juga dikenal sebagai kaca larut air (water
soluble glass) dan banyak dipakai sebagai adhesif
dalam pembuatan kotak-kotak karton gelombang
yang memiliki sifat tahan api.
3. Kaca soda gamping
Kaca soda gamping (soda-lime glass) merupakan 95
persen dari semua kaca yang dihasilkan. Kaca ini
digunakan untuk membuat segala macam bejana, kaca
lembaran, jendela mobil dan barang pecah belah.
4. Kaca khusus
Kaca berwarna , bersalut, opal, translusen, kaca
keselamatan, fitokrom, kaca optik dan kaca keramik
semuanya termasuk kaca khusus. Komposisinya
berbeda-beda tergantung pada produk akhir yang
diinginkan.
5. Kaca timbal
Dengan menggunakan oksida timbal sebagai
pengganti kalsium dalam campuran kaca cair,
didapatlah kaca timbal (lead glass). Kaca ini sangat
penting dalam bidang optik, karena mempunyai indeks
refraksi dan dispersi yang tinggi. Kandungan
timbalnya bisa mencapai 82% (densitas 8,0, indeks
bias 2,2). Kandungan timbal inilah yang memberikan
kecemerlangan pada “kaca potong” (cut glass). Kaca
ini juga digunakan dalam jumlah besar untuk membuat
bola lampu, lampu reklame neon, radiotron, terutama
karena kaca ini mempunyai tahanan (resistance) listrik
tinggi. Kaca ini juga cocok dipakai sebagai perisai
radiasi nuklir.
sifat-sifat lain dari kaca secara umum,
yaitu :
Ø  Berwujud padat tapi susunan atom-atomnya seperti pada 
  zat cair.
Ø  Tidak memiliki titik lebur yang pasti (ada range tertentu)
Ø   Mempunyai  viskositas  cukup  tinggi  (lebih  besar  dari  1012 
Pa.s)
Ø  Transparan,  tahan  terhadap  serangan  kimia,  kecuali 
hidrogen  fluorida.  Karena  itulah  kaca  banyak  dipakai 
untuk peralatan laboratorium.
Ø  Efektif sebagai isolator.
Ø  Mampu menahan vakum tetapi rapuh terhadap benturan.
Definisi Plastik (Plastic)
Pengertian Plastik.
Plastik adalah suatu polimer yang mempunyai sifat-sifat 
unik dan luar biasa.
Polimer adalah suatu bahan yang terdiri dari unit 
molekul yang disebut monomer. Jika monomernya sejenis 
disebut homopolimer, dan jika monomernya berbeda akan 
menghasilkan kopolimer.
Polimer alam yang telah kita kenal hingga saat ini 
antara lain : selulosa, protein, karet alam dan sejenisnya.
Beberapa contoh plastik yang banyak
digunakan antara lain :
1.Polietilen,
2.Polipropilen, 
3.Polistiren, 
4.Poli (tetrafluoroetilen) atau teflon.
1. Polietilen
Polietilen  adalah  bahan  termoplastik  yang  kuat  dan 
dapat  dibuat  dari  yang  lunak  sampai  yang  kaku.  Ada  dua 
jenis polietilen yaitu polietilen densitas rendah (low-density
polyethylene /  LDPE)  dan  polietilen  densitas  tinggi  (highdensity polyethylene  /  HDPE).  Polietilen  densitas  rendah 
relatif  lemas  dan  kuat,  digunakan  antara  lain  untuk 
pembuatan  kantong  kemas,  tas,  botol,  industri  bangunan, 
dan lain-lain.
Polietilen  densitas  tinggi  sifatnya  lebih  keras,  kurang 
transparan  dan  tahan  panas  sampai  suhu  100 0C. 
Campuran  polietilen  densitas  rendah  dan  polietilen 
densitas  tinggi  dapat  digunakan  sebagai  bahan  pengganti 
karat, mainan anak-anak, dan lain-lain.
2. Polipropilen (PP)
Polipropilen  mempunyai  sifat  sangat  kaku, 
berat jenis rendah.Tahan terhadap bahan kimia, 
asam,  basa,  tahan  terhadap  panas,  dan  tidak 
mudah retak.
Plastik  polipropilen  digunakan  untuk 
membuat  alat-alat  rumah  sakit,  komponen 
mesin  cuci,  komponen  mobil,  pembungkus 
tekstil, botol, permadani, tali plastik, serta bahan 
pembuat  karung.  Jenis  plastik  ini,  merupakan   
sangat baik apabila digunakan.

 
3. Polistirena
Polistiren  adalah  jenis  plastik  termoplast 
yang  termurah  dan  paling  berguna  serta 
bersifat jernih, keras, halus, mengkilap, dapat 
diperoleh  dalam  berbagai  warna,  dan  secara 
kimia tidak reaktif. Busa polistirena digunakan 
untuk  membuat  gelas  dan  kotak  tempat 
makanan,  polistirena  juga  digunakan  untuk 
peralatan medis, mainan, alat olah raga, sikat 
gigi, dan lainnya.  Jenis plastik ini ,merupakan  
kurang baik apabila digunakan.
4. Potetrafluoroetilena (teflon)
Teflon  memiliki  daya  tahan  kimia  dan  daya 
tahan  panas  yang  tinggi  (sampai  2600C) 
Keistimewaan  teflon  adalah  sifatnya  yang  licin 
dan  bahan  lain  tidak  melekat  padanya. 
Penggorengan yang dilapisi teflon dapat dipakai 
untuk menggoreng telur tanpa minyak.
Perbedaan sifat-sifat plastik Termoplas
dan Termoset disimpulkan pada :
Plastik Termoplas

Plastik Termoset

Mudah diregangkan

Keras dan rigid

Fleksibel

Tidak fleksibel

Melunak jika dipanaskan

Mengeras jika dipanaskan

Titik leleh rendah

Tidak meleleh jika dipanaskan

Dapat dibentuk ulang

Tidak dapat dibentuk ulang
Definisi (Composit Materials)
Komposit  adalah  kombinasi  dari  dua  bahan  atau  lebih 
yang tersusun dengan fasa matrik dan penguat yang dipilih 
berdasarkan  kombinasi  sifat  mekanik  dan  fisik  masingmasing  material  penyusun  untuk  menghasilkan  material 
baru  dengan  sifat    yang  unik  dibandingkan  sifat  material 
dasar  sebelum  dicampur  dan  terjadi  ikatan  permukaan 
antara  masing-masing  material  penyusun.  Dengan  adanya 
perbedaan  sifat  material  penyusun  dimana  antar  material 
harus  terjadi  ikatan  yang  kuat  maka  wetting  agent  perlu 
ditambahan.  Penyusun  komposit  terdiri  dari  matrik 
(penyusun  dengan  fraksi  volume  terbesar),    fiber  sebagai 
penguat  (penahan  beban  utama),  interfasa  (pelekat  antar 
dua  penyusun)  dan    interface    (permukaan  fasa  yang 
berbatasan dengan fasa lain).
Material Penyusun Komposit Matrik dan fiber adalah bahan
pembentuk material komposit dimana fiber sangat berperan dalam
memberikan kekuatan dan kekakuan komposit. Namun aspek lain
yang menjadi sumber kekuatan komposit di dapat dari matrik yang
memberikan ketahanan terhadap temperatur tinggi, ketahanan
terhadap tegangan geser dan mampu mendistribusikan beban.
Dengan nilai kekuatan yang tinggi dan keunggulan lain seperti ringan dan tahan
korosi menyebabkan material komposit menjadi pilihan utama dalam pengembangan
produk. Dalam bukunya, Mike Ashby[13]menyebutkan bahwa kekuatan material komposit
telah dapat mencapai diatas 1000 MPa dan melebihi kekuatan beberapa material dari
bahan logam.
 Matrik
Pada material komposit matrik memberikan pengaruh yang
lebih besar dalam pengikatan material penyusun selain bertugas
untuk mendistribusikan beban dan memberikan perlindungan dari
pengaruh lingkungan.Polyester dan vinyl ester resin umumnya
yang paling banyak digunakan sebagai bahan matrik dan biasanya
digunakan untuk pembuatan produk-produk komersial, industri dan
transportasi. Namun bila produk yang dibutuhkan diharapkan untuk
memiliki kekuatan yang lebih tinggi maka bahan epoksi menjadi
pilihan sebagai matrik. Meskipun epoksi sensitif terhadap
kelembaban, namun tetap masih lebih baik dibanding dengan
polyester serta tahan terhadap penyusutan. Dalam aplikasinya
epoksi terbatas terhadap termperatur hingga 120°C untuk
pemakaian jangka panjang, bahkan pada kondisi tertentu
temperatur tertinggi hanya pada sekitar 80°C sampai 105°C. Untuk
pemakaian pada temperatur lebih tinggi sekitar 177°C sampai
230°C dapat menggunakan bismaleimide resins (BMI) sebagai
matrik.
.
 Fiber
Pada material Komposit Matrik Polimer (KMP), fungsi utama
fiber penguat adalah menaikkan kekuatan dan kekakuan komposit
sehingga didapatkan material yang kuat dan ringan.
Beberapa jenis fiber yang umum digunakan adalah :
a. Fiber glass
Sangat umum digunakan dalam industri karena bahan baku yang
sangat banyak tersedia. Komposisi fiber glass mengandung silica
yang berguna memberikan kekerasan, flexibilitas dan kekakuan.
Proses pembentukan fiber glass melalui proses fusion (melting)
terhadap silica dengan campuran mineral oksida. Pada proses ini
diberikan pendingan yang sangat cepat untuk pembentukan
kristalisasi yang sempurna, proses ini biasa disebut dengan
fiberization. Produk fiber glass dibedakan dalam beberapa jenis
berdasarkan propertis dan karakteristiknya.
Kode

Propertis dan karakteristiknya

E, electrical

Low electrical conductivity

S, strength

High strength

C, chemical

High chemical durability

M, modulus

High stiffness

A, alkali

High alkali or soda lime glass

D, dielectric

Low dielectric constant

Tabel Propertis fiber dan matriks yang umum di gunakan
b. Karbon Fiber
Salah satu keunggulan karbon fiber adalah sangat unggul terhadap ketahanan
fatik, tidak rentan terhadap beban perpatahan dan mempunyai elastic recovery yang
baik. Pekembangan penggunaan karbon fiber tergolong sangat cepat untuk aplikasi
penerbangan, produk olahraga dan berbagai kebutuhan industri. Sebagai bahan
anorganik, karbon fiber tida terpengaruh oleh kelembaban, atmosfir, pelarutan basa
dan weak acid pada temperature kamar. Namun oksidasi menjadi permasalahan
pada fiber karbon pada suhu tinggi dimana impuritis dapat menjadi katalisator dan
menghambat proses oksidasi yang menyebabkan kemurnian fiber karbon tidak
tercapai.
c. Aramid Fiber
Aramid fiber memiliki kekuatan yang sangat tinggi
dibandingkan dengan ratio berat yang dimilikinya. Pada
awalnya aramid fiber di produksi oleh E.I. Du Pont de
Nemours & Company, Inc. dengan merek Kevlar yang
dipakai sebagai fiber penguat dalam produksi ban dan
plasKarena aramid fiber relatif flexible dan non-brittle
maka aramid fiber dapat diproses dengan berbagai
metode seperti twisting, weaving, knitting, carding dan
felting. Aramid Kevlar terdapat dalam 3 jenis yaitu Kevlar
29 (high toughness), Kevlar 49 (high modulus) dan
Kevlar 149 (ultrahigh modulus). Menurut Charley Yan,
Kevlar memiliki nilai rasio kekuatan dan berat sebesar
lima kali lebih kuat dari logam.
Perbandingan kekuatan dan nilai modulus fiber tersebut secara umum dapat
dilihat pada grafik Gambar berikut ini.

Mekanisme Adesifitas
Fenomena adesifitas atau perekatan (adhesion phenomenon) relevan dengan
berbagai ilmu bidang studi lain dan menjadi hal penting dalam perkembangan
teknologi. Hal utama dalam aplikasi perekatan adalah ikatan (bonding) antar material
tersebut dalam suatu campuran. Maka istilah perekatan diartikan terjadinya ikatan
antar permukaan (interfacial bonds) dan membutuhkan suatu tenaga untuk
melepaskan ikatan tersebut
.
Kualifikasi Produk Komposit

a.

b.
c.
d.

Sebelum implementasi produk komposit polimer ini digunakan sebagai bahan
alternatif mengatasi kebocoran pipa, maka dilakukan beberapa kualifikasi yang antara
lain adalah :
Coating performance :
> Cathodic disbondment, pengujian di lakukan untuk mengukur kemampuan lapisan
komposit menahan masuknya air ke dalam lapisan, dimana air tersebut dapat
menimbulkan potensial korosi
> Adhesion, pengujian dilakukan untuk melihat apakah lapisan komposit dan material
pipa terjadi ikatan yang baik.
Strengthening performance, pengujian untuk melihat kekuatan lapisan komposit jika
diberikan tekanan pada pipa, pengujian dilakukan dengan melakukan hidrotest sampai
melebihi tekanan yang diijinkan.
Repair application, pengujian dilakukan untuk melihat apakah lapisan komposit tersebut
dapat di perbaiki jika terjadi kesalahan dalam pemasangan atau untuk melakukan
lapisan ulang jika umur lapisan komposit telah melebihi dari yang ditetapkan.
Keselamatan dan kesehatan, pengujian untuk mengetahui apakah produk komposit ini
berbahaya bagi pekerja ketika pemasangan dan bagi masyarakat ketika melalui pipa.
WASSALAMUALAIKUM WR. WB

bahan teknik

  • 1.
    L/O/G/O BAHAN NON LOGAM NAMAKELOMPOK 8 : Ahmad Santoso Moh. Rozy Juean Kaleb Casey Isaman Suratno Tinggarta Panji Novi Moh. Riyadus Hesa Hendra
  • 2.
    Materi Bahan NonLogam : Keramik Batu Tahan Api (Refratory) Kaca (Glass) Plastik (Composit Materials)
  • 3.
    Keramik Keramik adalah semuabenda-benda yang terbuat dari tanah liat/lempung yang mengalami suatu proses pengerasan dengan pembakaran suhu tinggi. Adapun sifat-sifat keramik antara lain : 1. Keras, kuat, tetapi bersifat getas atau mudah pecah. 2. Tahan terhadap korosi. 3. Kapasitas panas yang baik dan konduktivitas panas yang rendah. 4. Sifat listriknya dapat menjadi isolator, semikonduktor, konduktor bahkan superkonduktor. 5. Dapat bersifat magnetik dan non magnetik.
  • 4.
    Pada dasarnya bahandasar keramik antara lain :  Tanah Liat (Lempung) adalah sebagai bahan pokok untuk pembuatan keramik, merupakan salah satu bahan yang kegunaannya sangat menguntungkan bagi manusia karena bahannya yang mudah didapat dan pemakaian hasilnya yang sangat luas. Kira-kira 70% atau 80% dari kulit bumi terdiri dari batuan merupakan sumber tanah liat. Tanah liat banyak ditemukan di areal pertanian terutama persawahan. Dilihat dari sudut ilmu kimia, tanah liat termasuk hidrosilikat alumina dan dalam keadaan murni mempunyai rumus : Al2O3, 2SiO2, 2H2O dengan perbandingan berat dari unsur-unsurnya : Oksida Silinium (SiO2) 47%, Oksida Aluminium (Al2O3) 39%, dan Air (H2O) 14%. Tanah liat memiliki sifat-sifat yang khas yaitu : Apabila dalam keadaan basah mempunyai sifat plastis, tetapi bila dalam keadaan kering akan menjadi keras, sedangkan bila dibakar akan menjadi padat dan kuat.
  • 5.
     Kuarsa (SiO2) / (mineral silika) adalah salah satu komponen utama dalam pembentukan keramik dan banyak terdapat di permukaan bumi (sekitar 60%). Bentuk umum fasa kristal kuarsa adalah tridimit, quartz dan kristobalit, tergantung pada temperaturnya. Jenis kristal silika yang ada di alam adalah kuarsa, sedangkan tridimit dan kristobalit jarang dijumpai. Kuarsa memiliki keplastisan rendah dan titik lebur tinggi sekitar 1728°C, tetapi hasil pembakarannya kuat dan keras. Bahan baku kuarsa dapat diperoleh dari batuan atau pasir kuarsa dengan kandungan silika tinggi.
  • 6.
     Feldspar adalahsuatu kelompok mineral yang berasal dari batu karang yang ditumbuk dan dapat memberikan sampai 25 % flux (pelebur) pada badan keramik. Bila keramik dibakar, feldspar akan meleleh (melebur) dan membentuk leburan gelas yang menyebabkan partikel tanah dan bahan lainnya melekat satu sama lain. Pada saat membeku, bahan ini memberikan kekuatan pada badan keramik. Feldspar tidak larut dalam air, mengandung alumina, silika dan flux yang digunakan untuk membuat gelasir suhu tinggi.
  • 7.
     Serbuk Kaca /Cullet adalah serbuk kaca yang sangat kecil. Kaca biasanya dihasilkan dari campuran silicon atau bahan dioksida (SiO2) yang merupakan benda amorf, dibentuk melalui prosesan pemadatan dari peleburan tanpa kristalisasi. Kaca kadang-kadang dianggap sebagai cairan kental (viskos) kareana bukan kristalin atau amorf. Akan tetapi hanya beberapa cairan yang dapat membentuk kaca. Pada suhu tinggi, kaca merupakan cairan sejati, dan pada fase cair ini struktur dari bahan-bahan anorganik belum beraturan dan atom-atomnya selalu bergerak terusmenerus.
  • 8.
    Definisi Batu TahanApi (Refraktory)  Refraktori adalah material yang dapat mempertahankan sifat-sifatnya yang berguna dalam kondisi yang sangat berat karena temperatur tinggi dan kontak dengan bahanbahan yang korosif. Refraktori dibuat dari berbagai jenis material terutama keramik yang mana termasuk bahan-bahan seperti alumina, lempung (clay), magnesia, chromit, silicon karbida dan lain-lain. Refraktori digunakan untuk mengkonstruksi atau melapisi struktur yang berhubungan dengan temperatur tinggi, dari perapian
  • 9.
    Adapun Sifat-sifat Refraktoriini : Diantaranya: Titik lebur yang tinggi. Kekuatan yang bagus pada temperatur tinggi. Tahan terhadap degradasi. Mudah dipasang.
  • 10.
    Material Bahan BakuRefraktori 1. Lempung (Clays) Lempung adalah campuran dari beberapa mineral lempung, yang biasanya juga mengandung jumlah yang bervariasi dari mineral bukan lempung. Jenis Lempung yang biasa digunakan : Fire clay (lempung api) adalah ball clay dengan kandungan kaolinite yang tinggi dan kandungan illite yang rendah. Sebagai akibatnya, fire clay mempunyai titik lebur yang tinggi untuk jenis lempung, oleh karena itu digunakan untuk aplikasi sebagai refraktori. Flint clays (lempung batu api) adalah lempung dengan kandungan silica yang tinggi, juga digunakan untuk aplikasi sebagai refraktori. Lempung Cina (China Clay) atau Kaolin adalah jenis lempung yang mempunyai kandungan mineral utama berupa kaolinite. Mineral yang lain seperti kwarsa, feldspar dan mika.
  • 11.
    2. Alumina Alumina untukrefraktori berasal dari deposit alami dan buatan. Sumber-sumber alami terdiri dari Bauksite dan Diaspore. Sedangkan yang buatan terdiri dari Calcined Alumina, Sintered Alumina, dan Fused Alumina. Bauksit adalah bijih yang mengandung Boehmite (Al2O3.H2O) atau Gibbsite (Al2O3.3H2O) dalam proporsi yang bervariasi. Bauksit juga mengandung oksida besi, alumino-silikat dan titania. Bauksit yang kaya akan oksida besi dan pengotor lain dapat digunkan untuk membuat Calcined Alumina melalui proses Bayer atau untuk membuat logam alumunium. Bauksit yang langsung digunakan unuk membuat refraktori harus memiliki kandungan pengotor yang rendah. Setelah ditambang kemudian bauksit dikalsinasi di rotary kiln untuk penyetabilan. Komponen utama adalah corundum (alumina α) dengan sedikit Mullit dan sejumlah kecil fasa glas.
  • 12.
    3. Silika Silika membentuksekitar 60% dari lapisan kerak bumi, sehingga bahan baku untuk refraktori silica mudah tersedia. Sumber alaminya adalah kwarsa dan tanah diatomae. Pasir silika adalah bahan baku utama. Pasir dapat berasal dari pantai, lempung pasir, atau dibuat dengan meremuk batu pasir. Sedangkan, tanah diatomae atau diatomit mengandung rangka-rangka silika dari alga bersel tunggal yang disebut diatom. Rangka-rangka tersebut tersusun dari silika hidrat dan silika amorf. Setelah dikalsinasi material bersifat sangat porous dan ringan sehingga bagus digunakan sebagi material insulator.
  • 13.
    Silika mempunyai banyakpolimorf sehingga perubahan fasa akan terjadi bila memanaskan silica, selain itu juga disertai dengan perubahan volume yang cukup berarti. Hal ini akan menyebabkan masalah jika memanaskan material yang mengandung kwarsa. Penggunaan refraktori silica penggunaannya terus menurun, hal ini disebabkan oleh perubahanperubahan yang terjadi pada teknologi steelmaking dimana membutuhkan refraktori yang mampu mengatasi temperature yang lebih tinggi. Selain itu juga masalah kesehatan yang berkaitan dengan handling silica (silikosis) juga turut menyumbang pada penurunan popularitasnya.
  • 14.
    Definisi Kaca (Glass) PengertianKaca Kaca merupakan materi bening dan transparan (tembus pandang) yang biasanya di hasilkan dari campuran silikon atau bahan silikon dioksida(SiO2), yang secara kimia sama dengan kuarsa (bahasa Inggris: kwarts). Biasanya dibuat dari pasir. Suhu lelehnya adalah 2000 Derajat Celcius.Jenis kaca yang paling umum di kenal dan yang telah digunakan sejak berabad-abad silam sebagai jendela dan gelas minum adalah kaca soda kapur, yang terbuat dari 75% silica (SiO2) ditambah Na2O, CaO, dan sedikit aditif lain.
  • 15.
    Berbagai Macam Kaca,yaitu : 1. Silika lebur. Silika lebur atau silika vitreo dibuat melalui pirolisis silikon tetraklorida pada suhu tinggi, atau dari peleburan kuarsa atau pasir murni. Kaca ini sering disebut kaca kuarsa (quartz glass). Kaca ini mempunyai ciri-ciri nilai ekspansi rendah dan titik pelunakan tinggi. Karena itu, kaca ini mempunyai ketahanan termal lebih tinggi daripada kaca lain. Kaca ini juga sangat transparan terhadap radiasi ultraviolet. Kaca jenis inilah yang sering digunakan sebagai kuvet untuk spektrometer UV-Visible yang harganya sekitar dua jutaan per kuvet.
  • 16.
    2. Alkali silikat Alkalisilikat adalah satu-satunya kaca yang mengandung dua komponen yang di publikasikan secara komersial. Pada proses pembuatannya pasir dan soda dilebur bersama-sama, dan hasilnya disebut Natrium silikat. Larutan silikat soda juga dikenal sebagai kaca larut air (water soluble glass) dan banyak dipakai sebagai adhesif dalam pembuatan kotak-kotak karton gelombang yang memiliki sifat tahan api.
  • 17.
    3. Kaca sodagamping Kaca soda gamping (soda-lime glass) merupakan 95 persen dari semua kaca yang dihasilkan. Kaca ini digunakan untuk membuat segala macam bejana, kaca lembaran, jendela mobil dan barang pecah belah. 4. Kaca khusus Kaca berwarna , bersalut, opal, translusen, kaca keselamatan, fitokrom, kaca optik dan kaca keramik semuanya termasuk kaca khusus. Komposisinya berbeda-beda tergantung pada produk akhir yang diinginkan.
  • 18.
    5. Kaca timbal Denganmenggunakan oksida timbal sebagai pengganti kalsium dalam campuran kaca cair, didapatlah kaca timbal (lead glass). Kaca ini sangat penting dalam bidang optik, karena mempunyai indeks refraksi dan dispersi yang tinggi. Kandungan timbalnya bisa mencapai 82% (densitas 8,0, indeks bias 2,2). Kandungan timbal inilah yang memberikan kecemerlangan pada “kaca potong” (cut glass). Kaca ini juga digunakan dalam jumlah besar untuk membuat bola lampu, lampu reklame neon, radiotron, terutama karena kaca ini mempunyai tahanan (resistance) listrik tinggi. Kaca ini juga cocok dipakai sebagai perisai radiasi nuklir.
  • 19.
    sifat-sifat lain darikaca secara umum, yaitu : Ø  Berwujud padat tapi susunan atom-atomnya seperti pada    zat cair. Ø  Tidak memiliki titik lebur yang pasti (ada range tertentu) Ø   Mempunyai  viskositas  cukup  tinggi  (lebih  besar  dari  1012  Pa.s) Ø  Transparan,  tahan  terhadap  serangan  kimia,  kecuali  hidrogen  fluorida.  Karena  itulah  kaca  banyak  dipakai  untuk peralatan laboratorium. Ø  Efektif sebagai isolator. Ø  Mampu menahan vakum tetapi rapuh terhadap benturan.
  • 20.
    Definisi Plastik (Plastic) PengertianPlastik. Plastik adalah suatu polimer yang mempunyai sifat-sifat  unik dan luar biasa. Polimer adalah suatu bahan yang terdiri dari unit  molekul yang disebut monomer. Jika monomernya sejenis  disebut homopolimer, dan jika monomernya berbeda akan  menghasilkan kopolimer. Polimer alam yang telah kita kenal hingga saat ini  antara lain : selulosa, protein, karet alam dan sejenisnya.
  • 21.
    Beberapa contoh plastikyang banyak digunakan antara lain : 1.Polietilen, 2.Polipropilen,  3.Polistiren,  4.Poli (tetrafluoroetilen) atau teflon.
  • 22.
    1. Polietilen Polietilen  adalah bahan  termoplastik  yang  kuat  dan  dapat  dibuat  dari  yang  lunak  sampai  yang  kaku.  Ada  dua  jenis polietilen yaitu polietilen densitas rendah (low-density polyethylene /  LDPE)  dan  polietilen  densitas  tinggi  (highdensity polyethylene  /  HDPE).  Polietilen  densitas  rendah  relatif  lemas  dan  kuat,  digunakan  antara  lain  untuk  pembuatan  kantong  kemas,  tas,  botol,  industri  bangunan,  dan lain-lain. Polietilen  densitas  tinggi  sifatnya  lebih  keras,  kurang  transparan  dan  tahan  panas  sampai  suhu  100 0C.  Campuran  polietilen  densitas  rendah  dan  polietilen  densitas  tinggi  dapat  digunakan  sebagai  bahan  pengganti  karat, mainan anak-anak, dan lain-lain.
  • 23.
    2. Polipropilen (PP) Polipropilen mempunyai  sifat  sangat  kaku,  berat jenis rendah.Tahan terhadap bahan kimia,  asam,  basa,  tahan  terhadap  panas,  dan  tidak  mudah retak. Plastik  polipropilen  digunakan  untuk  membuat  alat-alat  rumah  sakit,  komponen  mesin  cuci,  komponen  mobil,  pembungkus  tekstil, botol, permadani, tali plastik, serta bahan  pembuat  karung.  Jenis  plastik  ini,  merupakan    sangat baik apabila digunakan.  
  • 24.
    3. Polistirena Polistiren  adalah jenis  plastik  termoplast  yang  termurah  dan  paling  berguna  serta  bersifat jernih, keras, halus, mengkilap, dapat  diperoleh  dalam  berbagai  warna,  dan  secara  kimia tidak reaktif. Busa polistirena digunakan  untuk  membuat  gelas  dan  kotak  tempat  makanan,  polistirena  juga  digunakan  untuk  peralatan medis, mainan, alat olah raga, sikat  gigi, dan lainnya.  Jenis plastik ini ,merupakan   kurang baik apabila digunakan.
  • 25.
    4. Potetrafluoroetilena (teflon) Teflon memiliki  daya  tahan  kimia  dan  daya  tahan  panas  yang  tinggi  (sampai  2600C)  Keistimewaan  teflon  adalah  sifatnya  yang  licin  dan  bahan  lain  tidak  melekat  padanya.  Penggorengan yang dilapisi teflon dapat dipakai  untuk menggoreng telur tanpa minyak.
  • 26.
    Perbedaan sifat-sifat plastikTermoplas dan Termoset disimpulkan pada : Plastik Termoplas Plastik Termoset Mudah diregangkan Keras dan rigid Fleksibel Tidak fleksibel Melunak jika dipanaskan Mengeras jika dipanaskan Titik leleh rendah Tidak meleleh jika dipanaskan Dapat dibentuk ulang Tidak dapat dibentuk ulang
  • 27.
    Definisi (Composit Materials) Komposit  adalah  kombinasi dari  dua  bahan  atau  lebih  yang tersusun dengan fasa matrik dan penguat yang dipilih  berdasarkan  kombinasi  sifat  mekanik  dan  fisik  masingmasing  material  penyusun  untuk  menghasilkan  material  baru  dengan  sifat    yang  unik  dibandingkan  sifat  material  dasar  sebelum  dicampur  dan  terjadi  ikatan  permukaan  antara  masing-masing  material  penyusun.  Dengan  adanya  perbedaan  sifat  material  penyusun  dimana  antar  material  harus  terjadi  ikatan  yang  kuat  maka  wetting  agent  perlu  ditambahan.  Penyusun  komposit  terdiri  dari  matrik  (penyusun  dengan  fraksi  volume  terbesar),    fiber  sebagai  penguat  (penahan  beban  utama),  interfasa  (pelekat  antar  dua  penyusun)  dan    interface    (permukaan  fasa  yang  berbatasan dengan fasa lain).
  • 28.
    Material Penyusun KompositMatrik dan fiber adalah bahan pembentuk material komposit dimana fiber sangat berperan dalam memberikan kekuatan dan kekakuan komposit. Namun aspek lain yang menjadi sumber kekuatan komposit di dapat dari matrik yang memberikan ketahanan terhadap temperatur tinggi, ketahanan terhadap tegangan geser dan mampu mendistribusikan beban.
  • 29.
    Dengan nilai kekuatanyang tinggi dan keunggulan lain seperti ringan dan tahan korosi menyebabkan material komposit menjadi pilihan utama dalam pengembangan produk. Dalam bukunya, Mike Ashby[13]menyebutkan bahwa kekuatan material komposit telah dapat mencapai diatas 1000 MPa dan melebihi kekuatan beberapa material dari bahan logam.
  • 30.
     Matrik Pada materialkomposit matrik memberikan pengaruh yang lebih besar dalam pengikatan material penyusun selain bertugas untuk mendistribusikan beban dan memberikan perlindungan dari pengaruh lingkungan.Polyester dan vinyl ester resin umumnya yang paling banyak digunakan sebagai bahan matrik dan biasanya digunakan untuk pembuatan produk-produk komersial, industri dan transportasi. Namun bila produk yang dibutuhkan diharapkan untuk memiliki kekuatan yang lebih tinggi maka bahan epoksi menjadi pilihan sebagai matrik. Meskipun epoksi sensitif terhadap kelembaban, namun tetap masih lebih baik dibanding dengan polyester serta tahan terhadap penyusutan. Dalam aplikasinya epoksi terbatas terhadap termperatur hingga 120°C untuk pemakaian jangka panjang, bahkan pada kondisi tertentu temperatur tertinggi hanya pada sekitar 80°C sampai 105°C. Untuk pemakaian pada temperatur lebih tinggi sekitar 177°C sampai 230°C dapat menggunakan bismaleimide resins (BMI) sebagai matrik. .
  • 31.
     Fiber Pada materialKomposit Matrik Polimer (KMP), fungsi utama fiber penguat adalah menaikkan kekuatan dan kekakuan komposit sehingga didapatkan material yang kuat dan ringan. Beberapa jenis fiber yang umum digunakan adalah : a. Fiber glass Sangat umum digunakan dalam industri karena bahan baku yang sangat banyak tersedia. Komposisi fiber glass mengandung silica yang berguna memberikan kekerasan, flexibilitas dan kekakuan. Proses pembentukan fiber glass melalui proses fusion (melting) terhadap silica dengan campuran mineral oksida. Pada proses ini diberikan pendingan yang sangat cepat untuk pembentukan kristalisasi yang sempurna, proses ini biasa disebut dengan fiberization. Produk fiber glass dibedakan dalam beberapa jenis berdasarkan propertis dan karakteristiknya.
  • 32.
    Kode Propertis dan karakteristiknya E,electrical Low electrical conductivity S, strength High strength C, chemical High chemical durability M, modulus High stiffness A, alkali High alkali or soda lime glass D, dielectric Low dielectric constant Tabel Propertis fiber dan matriks yang umum di gunakan b. Karbon Fiber Salah satu keunggulan karbon fiber adalah sangat unggul terhadap ketahanan fatik, tidak rentan terhadap beban perpatahan dan mempunyai elastic recovery yang baik. Pekembangan penggunaan karbon fiber tergolong sangat cepat untuk aplikasi penerbangan, produk olahraga dan berbagai kebutuhan industri. Sebagai bahan anorganik, karbon fiber tida terpengaruh oleh kelembaban, atmosfir, pelarutan basa dan weak acid pada temperature kamar. Namun oksidasi menjadi permasalahan pada fiber karbon pada suhu tinggi dimana impuritis dapat menjadi katalisator dan menghambat proses oksidasi yang menyebabkan kemurnian fiber karbon tidak tercapai.
  • 33.
    c. Aramid Fiber Aramidfiber memiliki kekuatan yang sangat tinggi dibandingkan dengan ratio berat yang dimilikinya. Pada awalnya aramid fiber di produksi oleh E.I. Du Pont de Nemours & Company, Inc. dengan merek Kevlar yang dipakai sebagai fiber penguat dalam produksi ban dan plasKarena aramid fiber relatif flexible dan non-brittle maka aramid fiber dapat diproses dengan berbagai metode seperti twisting, weaving, knitting, carding dan felting. Aramid Kevlar terdapat dalam 3 jenis yaitu Kevlar 29 (high toughness), Kevlar 49 (high modulus) dan Kevlar 149 (ultrahigh modulus). Menurut Charley Yan, Kevlar memiliki nilai rasio kekuatan dan berat sebesar lima kali lebih kuat dari logam.
  • 34.
    Perbandingan kekuatan dannilai modulus fiber tersebut secara umum dapat dilihat pada grafik Gambar berikut ini. Mekanisme Adesifitas Fenomena adesifitas atau perekatan (adhesion phenomenon) relevan dengan berbagai ilmu bidang studi lain dan menjadi hal penting dalam perkembangan teknologi. Hal utama dalam aplikasi perekatan adalah ikatan (bonding) antar material tersebut dalam suatu campuran. Maka istilah perekatan diartikan terjadinya ikatan antar permukaan (interfacial bonds) dan membutuhkan suatu tenaga untuk melepaskan ikatan tersebut .
  • 35.
    Kualifikasi Produk Komposit a. b. c. d. Sebelumimplementasi produk komposit polimer ini digunakan sebagai bahan alternatif mengatasi kebocoran pipa, maka dilakukan beberapa kualifikasi yang antara lain adalah : Coating performance : > Cathodic disbondment, pengujian di lakukan untuk mengukur kemampuan lapisan komposit menahan masuknya air ke dalam lapisan, dimana air tersebut dapat menimbulkan potensial korosi > Adhesion, pengujian dilakukan untuk melihat apakah lapisan komposit dan material pipa terjadi ikatan yang baik. Strengthening performance, pengujian untuk melihat kekuatan lapisan komposit jika diberikan tekanan pada pipa, pengujian dilakukan dengan melakukan hidrotest sampai melebihi tekanan yang diijinkan. Repair application, pengujian dilakukan untuk melihat apakah lapisan komposit tersebut dapat di perbaiki jika terjadi kesalahan dalam pemasangan atau untuk melakukan lapisan ulang jika umur lapisan komposit telah melebihi dari yang ditetapkan. Keselamatan dan kesehatan, pengujian untuk mengetahui apakah produk komposit ini berbahaya bagi pekerja ketika pemasangan dan bagi masyarakat ketika melalui pipa.
  • 36.