Tentang
Material
Gelas
Kelompok 5
● Firda Elisa
● Herlina
● M.Rifathul Ikcram
● Rispita Anggraini
Anggota
Kelompok 5
Pengertian
Gelas
Oleh karena sifatnya yang sangat ideal gelas
banyak digunakan di banyak bidang kehidupan.
Tetapi gelas bisa pecah menjadi pecahan yang tajam.
Sifat kaca ini bisa dimodifikasi dan bahkan bisa
diubah seluruhnya dengan proses kimia atau dengan
pemanasan.
Gelas adalah benda yang transparan,
lumayan kuat, biasanya tidak bereaksi
dengan barang kimia, dan tidak aktif
secara biologi yang bisa dibentuk
dengan permukaan yang sangat halus
dan kedap air.
Bahan Baku
Pembuatan
Gelas/Kaca
Pasir Kuarsa (SiO2)
Pasir yang digunakan untuk membuat kaca
haruslah kuarsa yang hampir murni.
Kandungan besinya tidak boleh melebihi 0,45%
untuk gelas pecah belah atau 0,015% untuk
kaca optic, sebab kandungan besi bersifat
merusak warna kaca.
Soda Ash (Na2O)
Soda (Na2O) terutama didapat dari soda abu padat
(Na2CO3). Sumber lainnya adalah bikarbonat, kerak
garam, dan natriun nitrat. Fungsi dari Na2O adalah
menurunkan titik lebur bahan-bahan ketika proses
peleburan bahan baku. Secara umum, penggunaan
Soda Ash adalah mempercepat pembakaran
Limestone (CaCO3)
Sumber gamping (CaO) yang terpenting
adalah batu gamping dan gamping bakar
dari dolomite (CaCO3. MgCO3). Fungsi
utama dari CaCO3 adalah mempercepat
proses pendinginan kaca. selain itu saat
proses pelelehan bahan baku CaCO3 juga
dapat mempermudah peleburan
(menurunkan temperatur peleburan).
Bahan Baku
Tambahan
Pembuatan
Gelas/Kaca
Feldspar
mempunyai banyak
keunggulan dibanding produk
lain, karena murah, murni, dan
dapat dilebur.
Borax
adalah bahan campuran yang
menambahkan Na2O dan
boron oksida kepada kaca.
Kerak garam
diperkirakan dapat membersihkan buih yang
mengganggu pada tanur tangki. Sulfat ini harus
dipakai bersamakarbon agar tereduksi menjadi
sulfite.
Kulet (cullet)
adalah kaca hancuran yang
dikumpulkan dari barang-barang
rusak, pecahan beling dan
berbagai kaca limbah.
Blok refraktori
untuk industri kaca dikembangkan khusus
berhubung dengan kondisi yang hebat yang
harus dialami dalam penggunaannya
tue
thu
fri
Adapun gelas memiliki sifat yaitu:
a) Kapasitas panas yang baik dan konduktivitas panas
yang rendah
b) Tahan korosi
c) Sifat listriknya dapat insulator, semikonduktor,
konduktor bahkan superkonduktor
d) Sifatnya dapat magnetik dan non-magnetik
e) Keras dan kuat
f) Kekuatan tekan lebih besar dari kekuatan tarik
Karakterisasi
Gelas
Na2O
a) Didapat dari abu soda (soda
ash) atau natrium karbonat
b) Memperbesar pemuaian
c) Mempertinggi daya tahan
terhadap kejutan suhu tetapi
menurunkan akan sifat
ketahan lamaan dari gelas
SiO2
a) Didapat dari kuarsa (bahan
pokok pembuatan gelas)
b) Melebur pada suhu tinggi
dan membentuk cairan
bening
c) Dengan penggunaan silika
ini, pengembangan gelas
akibat perubahan suhu
akan kecil
Al2O3
a) Didapat dari felspar atau
nephelin syenit
b) Menaikkan suhu lebur
dan viskositas gelas
c) Memperbaiki sifat tahan
lama
B2O3
a) Didapat dari borax
(Na2B4O7.10H2O)
b) Pemuaiannya kecil
dan untuk gelas
borosilikat
CaO atau MgO
a) Didapat dari batu kapur
atau batu dolomit
b) Penurunan suhu lebur
c) Mempertinggi sifat
ketahanlamaan gelas
PbO
a) Dicampur dengan
silika membentuk
gelas “flinit” (gelas
mutu tinggi untuk
rumah tangga)
Bahan - Bahan Gelas
Jenis – Jenis
Gelas
Gelas Soda-lime
Hampir semua gelas adalah gelas silika; yang
didasarkan pada jaringan tiga dimensi dari silikon
dioksida. Gelas atau kaca kuarsa dibuat hanya
dengan memanaskan silikon dioksida murni
dengan suhu di atas 2000oC dan kemudian
menuangkan cairan kental ke dalam cetakan
Gelas Borosilikat
Di laboratorium kimia, dibutuhkan kaca
atau gelas yang tidak akan retak oleh
stres termal ketika dipanaskan; kaca
borosilikat digunakan untuk tujuan ini.
Sekitar 35 persen dari produksi boron
digunakan dalam pembuatan kaca atau
gelas borosilikat
Gelas Timbal
Gelas timbal memiliki indeks bias yang tinggi;
sebagai hasilnya, ketika permukaan kaca dipotong
akan menimbulkan kilau seperti batu permata, dan
gelas ini digunakan untuk gelas pecah-belah.
tue
thu
fri
Pembentukan
Gelas
Silikon dioksida mudah membentuk
gelas karena jaringan tiga dimensi
dengan ikatan kovalen Si-O yang kuat
dalam leburan tidak mudah pecah dan
lebih baik saat dingin; aturan
Zachariasen menyebutkan tentang sifat
kecenderungan yang menyebabkan
pembentukan kaca.
Bahan Baku Pembuatan Gelas
1. Pasir kuarsa/silika dengan
kemurnian SiO2 99.1-99.7%
2. Sodium karbonat/soda abu
(Na2CO3)
3. Asam borat/borax
4. Phosfor pentaoksida
5. Dolomit (CaCO3.MgCO3), dll.
Salah satu produsen kaca atau gelas adalah PT
Asahimas Flat Glass Tbk. Produsen kaca
terkemuka ini didirikan oleh Bapak Toshiya
Iwasaki. Pada tahun 1975, perusahaan
memulai pembangunan pabrik kaca pengaman
dan segera memulai produksi komersial
menggunakan proses Temper pada tahun
1976. Pada tahun yang sama, Asahimas juga
membangun Furnace kedua untuk Flat Glass di
Jakarta danmemulai produksi komersial pada
tahun 1977.
Produsen Pembuatan Gelas
Furnace pertama berlokasi di Jakarta, sedangkan yang kedua di Surabaya. 1985 juga
merupakan tahun penting untuk kaca keselamatan yang menemukan proses laminating
kaca pengaman yang baru.
Dari segi kimia, kaca adalah gabungan dari berbagai oksida
anorganik yang tidak mudah menguap, yang dihasilkan dari
dekomposisi dan peleburan senyawa alkali dan alkali tanah, pasir
serta berbagai penyusun lainnya. Pada kaca, jarak partikelnya saling
berjauhan dan tidak tertaur seperti zat cair. Terdapat berbagai jenis
kaca yang dibuat dari beberapa proses. Kaca borosilikat memiliki titik
beku yang lebih rendah dibanding kaca soda-lime sehingga lebih
banyak digunakan terutama dalam laboratorium kimia.
Kesimpulan
TERIMA
KASIH

Materi gelas (1)

  • 1.
  • 2.
    ● Firda Elisa ●Herlina ● M.Rifathul Ikcram ● Rispita Anggraini Anggota Kelompok 5
  • 3.
    Pengertian Gelas Oleh karena sifatnyayang sangat ideal gelas banyak digunakan di banyak bidang kehidupan. Tetapi gelas bisa pecah menjadi pecahan yang tajam. Sifat kaca ini bisa dimodifikasi dan bahkan bisa diubah seluruhnya dengan proses kimia atau dengan pemanasan. Gelas adalah benda yang transparan, lumayan kuat, biasanya tidak bereaksi dengan barang kimia, dan tidak aktif secara biologi yang bisa dibentuk dengan permukaan yang sangat halus dan kedap air.
  • 4.
    Bahan Baku Pembuatan Gelas/Kaca Pasir Kuarsa(SiO2) Pasir yang digunakan untuk membuat kaca haruslah kuarsa yang hampir murni. Kandungan besinya tidak boleh melebihi 0,45% untuk gelas pecah belah atau 0,015% untuk kaca optic, sebab kandungan besi bersifat merusak warna kaca. Soda Ash (Na2O) Soda (Na2O) terutama didapat dari soda abu padat (Na2CO3). Sumber lainnya adalah bikarbonat, kerak garam, dan natriun nitrat. Fungsi dari Na2O adalah menurunkan titik lebur bahan-bahan ketika proses peleburan bahan baku. Secara umum, penggunaan Soda Ash adalah mempercepat pembakaran Limestone (CaCO3) Sumber gamping (CaO) yang terpenting adalah batu gamping dan gamping bakar dari dolomite (CaCO3. MgCO3). Fungsi utama dari CaCO3 adalah mempercepat proses pendinginan kaca. selain itu saat proses pelelehan bahan baku CaCO3 juga dapat mempermudah peleburan (menurunkan temperatur peleburan).
  • 5.
    Bahan Baku Tambahan Pembuatan Gelas/Kaca Feldspar mempunyai banyak keunggulandibanding produk lain, karena murah, murni, dan dapat dilebur. Borax adalah bahan campuran yang menambahkan Na2O dan boron oksida kepada kaca. Kerak garam diperkirakan dapat membersihkan buih yang mengganggu pada tanur tangki. Sulfat ini harus dipakai bersamakarbon agar tereduksi menjadi sulfite. Kulet (cullet) adalah kaca hancuran yang dikumpulkan dari barang-barang rusak, pecahan beling dan berbagai kaca limbah. Blok refraktori untuk industri kaca dikembangkan khusus berhubung dengan kondisi yang hebat yang harus dialami dalam penggunaannya
  • 6.
    tue thu fri Adapun gelas memilikisifat yaitu: a) Kapasitas panas yang baik dan konduktivitas panas yang rendah b) Tahan korosi c) Sifat listriknya dapat insulator, semikonduktor, konduktor bahkan superkonduktor d) Sifatnya dapat magnetik dan non-magnetik e) Keras dan kuat f) Kekuatan tekan lebih besar dari kekuatan tarik Karakterisasi Gelas
  • 7.
    Na2O a) Didapat dariabu soda (soda ash) atau natrium karbonat b) Memperbesar pemuaian c) Mempertinggi daya tahan terhadap kejutan suhu tetapi menurunkan akan sifat ketahan lamaan dari gelas SiO2 a) Didapat dari kuarsa (bahan pokok pembuatan gelas) b) Melebur pada suhu tinggi dan membentuk cairan bening c) Dengan penggunaan silika ini, pengembangan gelas akibat perubahan suhu akan kecil Al2O3 a) Didapat dari felspar atau nephelin syenit b) Menaikkan suhu lebur dan viskositas gelas c) Memperbaiki sifat tahan lama B2O3 a) Didapat dari borax (Na2B4O7.10H2O) b) Pemuaiannya kecil dan untuk gelas borosilikat CaO atau MgO a) Didapat dari batu kapur atau batu dolomit b) Penurunan suhu lebur c) Mempertinggi sifat ketahanlamaan gelas PbO a) Dicampur dengan silika membentuk gelas “flinit” (gelas mutu tinggi untuk rumah tangga) Bahan - Bahan Gelas
  • 8.
    Jenis – Jenis Gelas GelasSoda-lime Hampir semua gelas adalah gelas silika; yang didasarkan pada jaringan tiga dimensi dari silikon dioksida. Gelas atau kaca kuarsa dibuat hanya dengan memanaskan silikon dioksida murni dengan suhu di atas 2000oC dan kemudian menuangkan cairan kental ke dalam cetakan Gelas Borosilikat Di laboratorium kimia, dibutuhkan kaca atau gelas yang tidak akan retak oleh stres termal ketika dipanaskan; kaca borosilikat digunakan untuk tujuan ini. Sekitar 35 persen dari produksi boron digunakan dalam pembuatan kaca atau gelas borosilikat Gelas Timbal Gelas timbal memiliki indeks bias yang tinggi; sebagai hasilnya, ketika permukaan kaca dipotong akan menimbulkan kilau seperti batu permata, dan gelas ini digunakan untuk gelas pecah-belah.
  • 9.
    tue thu fri Pembentukan Gelas Silikon dioksida mudahmembentuk gelas karena jaringan tiga dimensi dengan ikatan kovalen Si-O yang kuat dalam leburan tidak mudah pecah dan lebih baik saat dingin; aturan Zachariasen menyebutkan tentang sifat kecenderungan yang menyebabkan pembentukan kaca. Bahan Baku Pembuatan Gelas 1. Pasir kuarsa/silika dengan kemurnian SiO2 99.1-99.7% 2. Sodium karbonat/soda abu (Na2CO3) 3. Asam borat/borax 4. Phosfor pentaoksida 5. Dolomit (CaCO3.MgCO3), dll.
  • 10.
    Salah satu produsenkaca atau gelas adalah PT Asahimas Flat Glass Tbk. Produsen kaca terkemuka ini didirikan oleh Bapak Toshiya Iwasaki. Pada tahun 1975, perusahaan memulai pembangunan pabrik kaca pengaman dan segera memulai produksi komersial menggunakan proses Temper pada tahun 1976. Pada tahun yang sama, Asahimas juga membangun Furnace kedua untuk Flat Glass di Jakarta danmemulai produksi komersial pada tahun 1977. Produsen Pembuatan Gelas Furnace pertama berlokasi di Jakarta, sedangkan yang kedua di Surabaya. 1985 juga merupakan tahun penting untuk kaca keselamatan yang menemukan proses laminating kaca pengaman yang baru.
  • 11.
    Dari segi kimia,kaca adalah gabungan dari berbagai oksida anorganik yang tidak mudah menguap, yang dihasilkan dari dekomposisi dan peleburan senyawa alkali dan alkali tanah, pasir serta berbagai penyusun lainnya. Pada kaca, jarak partikelnya saling berjauhan dan tidak tertaur seperti zat cair. Terdapat berbagai jenis kaca yang dibuat dari beberapa proses. Kaca borosilikat memiliki titik beku yang lebih rendah dibanding kaca soda-lime sehingga lebih banyak digunakan terutama dalam laboratorium kimia. Kesimpulan
  • 12.