Sistem tubuh burung (aves) dirancang untuk terbang dengan efisien. Tulang-tulangnya ringan dan berongga, paru-parunya dilengkapi kantung udara tambahan, dan sistem pernapasannya mampu mengambil oksigen secara terus-menerus selama terbang.
SISTEM PENCERNAAN
A. SaluranPencernaan
1. Rongga Mulut
2. Kerongkongan
3. Tembolok
4. Lambung
Kelenjar
5. Lambung
Pengunyah
6. Usus Halus
7. Usus Besar
8. Kloaka
SISTEM PERNAFASAN
AlatPernafasan
Selain paru-paru,burung biasanya memiliki 4 pasang perluasan paru-paru
yang disebut pundi-pundi hawa atau kantung udara (saccus pneumaticus) yang
menyebar sampai ke perut, leher, dan sayap. Kantung-kantung udara ini terdapat
pada pangkal leher (saccus cervicalis), rongga dada (saccus thoracalis anterior dan
posterior), antara tulang selangka atau korakoid (saccus interclavicularis), ketiak
(saccus axillaris), dan di antara lipatan usus atau rongga perut (saccus abdominalis).
Kantung udara berhubungan dengan paru-paru, berselaput tipis, tetapi tidak
terjadi difusi udara pernapasan. Adanya kantung udara mengakibatkan,
pernapasan pada burung menjadi efisien.
6.
Mekanisme Pernafasan padaBurung
• Pada waktu Istirahat
• Pada saat terbang
Pada waktu terbang, inspirasi dan ekspirasi dilakukan oleh kantung-kantung udara.
Waktu sayap diangkat ke atas, kantung udara di ketiak mengembang, sedang
kantung udara di tulang korakoid terjepit, sehingga terjadi inspirasi (O2 pada
tempat itu masuk ke paru-paru). Bila sayap diturunkan, kantung udara di ketiak
terjepit, sedang kantung udara di tulang korakoid mengembang, sehingga terjadi
ekspirasi (O2 pada tempat itu keluar). Makin tinggi burung terbang, makin cepat
burung mengepakkan sayapnya untuk mendapatkanoksigen yang cukup banyak.
7.
SISTEM REPRODUKSI PADA
AVES
Kelompokburung merupakan hewan ovipar. Walaupun
kelompok burung tidak memiliki alat kelamin luar, fertilisasi tetap
terjadi di dalam tubuh. Hal ini dilakukan dengan cara saling
menempelkan kloaka.
Fertilisasi akan berlangsung di daerah ujung oviduk pada saat
sperma masuk ke dalam oviduk. Ovum yang telah dibuahi akan
bergerak mendekati kloaka. Saat perjalanan menuju kloaka di daerah
oviduk, ovum yang telah dibuahi sperma akan dikeliingi oleh materi
cangkang berupa zat kapur. Telur dapat menetas apabila dierami oleh
induknya. Suhu tubuh induk akan membantu pertumbuhan embrio
menjadi anak burung. Anak burung menetas dengan memecah kulit
telur dengan menggunakan paruhnya. Anak burung yang baru
menetas masih tertutup matanya dan belum dapat mencari makan
sendiri, serta perlu dibesarkan dalam sarang.
9.
SISTEM SARAF PADAAVESSistem saraf berhubungan dengan Alat Indra dimana Aves memiliki kekhasan
tersendiri, yaitu :
• Indera Penglihatan
Aves memiliki indera penglihatan yang sangat tajam. Penglihatan terhadap
warna sangat tajam dan cepat berakomodasi pada berbagai jarak.
• Indera Peraba
Kulit burung memiliki saraf sensorik seperti pada mamalia yang dapat
mendeteksi panas, dingin, tekanan, dan sakit. Saraf sensorik ini dapat
ditemukan pada bulu yang digunakan untuk terbang dan memiliki peranan
yang sangat penting dalam penerbangan.
• Indera Pendengaran
Telinga aves dibagi dalam 3 bagian yaitu bagian luar, tengah dan dalam. Pada
sebagian besar burung, bulu-bulu khusus menutupi bukaan telinga untuk
meminimalisir guncangan. Sedangkan ada koklea yang berfungsi
mentransmisikan getaran kepada saraf pendengaran.
• Indera Pengecap
Tunas pengecap terletak pada bagian belakang pada lidah dan dinding faring.
Jumlah dari tunas pengecap aves lebih sedikit dibandingkan mamalia. Aves
dapat merasakan rasa manis, asin, asam dan pahit.
10.
A. Mekanisme Sistemsaraf Pada Aves
Burung (aves) merupakan hewan aktif yang banyak melakukan
pergerakan serta memiliki keseimbangan yang bagus terutama
saat terbang. Beberapa burung memiliki ketajaman penglihatan
yang bagus. Karena itu pusat koordinasi gerak dan keseimbangan
burung berkembang baik, hal ini dapat terlihat dari adanya
lekukan-lekukan pada otak kecil burung. Seluruh kegiatan dan
aktivitas tubuh diatur oleh saraf pusat berupa otak dan sumsum
tulang belakang.
B. Bagian-bagian Sistem saraf Pada Aves :
Sistem saraf pada aves terdapat 2 sistem yaitu :
• Sistem Saraf Pusat
Terdiri atas Otak dan Saraf Tulang Belakang
• Sistem Saraf Tepi
Terdiri atas Sistem Saraf Simpatik dan Sistem Saraf Parasimpatik
11.
SISTEM PEREDARAN DARAH
AVES
Sistemperedaran darah pada kelas Aves juga menggunakan
peredaran darah ganda dan sistem peredaran darah tertutup.
Oleh karena itu, dalam satu kali darah mengalir, darah melewati
jantung sebanyak dua kali yaitu saat peredaran darah kecil (
jantung -- paru – paru -- jantung ) dan pereradan darah besar (
jantung – seluruh tubuh – jantung ).
12.
Peredaran darah kecil: berawal dari darah mengalir yang berasal dari seluruh tubuh
ke ventrikel kanan. Kadungan karbon dioksida pada jantung dipompa menuju paru –
paru melalui arteri pulmonalis untuk melepaskan kandungan karbon dioksida (CO2)
pada darah dan mengikat oksigen ( O2). Darah tersebut akan mengalir dan masuk ke
atrium kiri,dan akhirnya darah ke ventrikel kiri.
Perdaran darah besar : sama dengan peredaran darah kecil hanya saja sitambah
dengan proses selanjutnya yaitu darah kaya oksigen ( O2 )yang berasal dari ventrikel
kiri diedarkan menuju ke seluruh tubuh tepatnya sel – sel tubuh. Pada sel- sel tubuh
ini kandungan oksigen ( O2) dalam darah akan dilepaskan dan karbondioksida (CO2)
diikat sebagai sisa metabolism sel tubuh. Kelmudian darah yang banyak mengandung
karbon dioksida (CO) akan dialirkan kembali menuju jantung tepatnya pada atrium
13.
SISTEM RANGKA AVES
Burungmemiliki struktur tulang yang beradaptasi untuk terbang. Adaptasi
tulang burung adalah sebagai berikut :
• Burung memiliki paruh yang lebih ringan dibandingkan rahang dan gigi
pada hewan mamalia.
• Burung memiliki sternum (tulang dada) yang pipih dan luas,berguna
sebagai tempat pelekatan otot terbang yang luas.
• Tulang-tulang burung berongga dan ringan .Tulang-tulang tersebut
sangat kuat karena memiliki struktur bersilang.
• Sayap tersusun dari tulang-tulang yang lebih sedikit dibandingkan
tulang-tulang pada tangan manusia.Hal ini berfungsi untuk mengurangi
berat terutama ketika burung terbang.
• Tulang belakang bergabung untuk memberi bentuk rangka yang
padat,terutama ketika mengepakkan sayap pada saat terbang.
Burung juga memiliki tulang-tulang yang khas yang sesuai untuk
terbang.Anggota depan berubah fungsi menjadi sayap.Tulang dan dada
membesar dan memipih sebagai tempat melekatnya otot-otot dan
sayap.Hal ini memungkinkan burung untuk terbang.