ARRAY 2 Dimensi
Prodi Bisnis Digital
Universitas Garut 2022
ARRAY 2 Dimensi
• Jika array satu dimensi hanya terdiri dari
sebuah baris, maka array dua dimensi terdiri
dari beberapa baris elemen yang bertipe
sama.
ARRAY 2 Dimensi
• Pada Array 1 Dimensi :
• Terdiri dari 1 baris, berisi beberapa data,
semuanya memiliki tipe data yang sama
1 11 32 17 25 12 66
ARRAY 2 Dimensi
• Pada Array 2 Dimensi :
• Terdiri lebih dari 1 baris, berisi beberapa data
yang semuanya memiliki tipe data yang sama
12 17 22 14
10 5 13 5
ARRAY 2 Dimensi
• Terdiri dari baris dan kolom
12 17 22 14
10 5 13 5
2
1
0 3
0
1
Kolom, 4
Baris, 2
Dimensi Array
dinyatakan dalam
Baris x Kolom
Array 2 x 4
Deklarasi Array 2 Dimensi
Tipe-data nama-array[jumlah baris][jumlah kolom]
tipe-data : tipe data dari elemen array
nama-array : nama dari variabel array
jumlah baris : jumlah baris elemen array
jumlah kolom : jumlah kolom elemen array
Deklarasi Array 2 Dimensi
• Contoh :
int arrayku[2][3];
 Mendeklarasikan array berukuran 2x3,
bertipe integer
2
1
0
0
1
Deklarasi Array 2 Dimensi
• Contoh :
char peserta[10][50];
 Mendeklarasikan array berukuran 10x50
bertipe char
Deklarasi Array 2 Dimensi
• Contoh :
int data[1][4];  bagaimanakah array yang
terbentuk ?
Sama saja dengan  int data[4];
2
1
0 3
0
Inisialisasi Array 2 Dimensi
• Inisialisasi bisa dilakukan saat variabel
dideklarasikan
• Untuk Array 1 Dimensi, pemberian nilai
dengan tanda ‘{ }’
• Dengan Array 2 Dimensi sama saja, hanya ada
tambahan tanda ‘{ }’ untuk masing-masing
barisnya
Inisialisasi Array 2 Dimensi
• Array 1 Dimensi :
int data[3] = {30, 40, 50};
• Array 2 Dimensi :
int data[2][3] = { {10,20,30}, {40,50,60} };
30 40 50
10 20 30
40 50 60
Inisialisasi Array 2 Dimensi
• int data[2][3] = { {10,20,30}, {40,50,60} };
Baris ke 0 Baris ke 1
10 20 30
40 50 60
2
1
0
0
1
Inisialisasi Array 2 Dimensi
• Jumlah baris dan kolom bisa tidak
dicantumkan asalkan array langsung
diinisialisasikan
int data[][] = { {10,20,30}, {40,50,60} };
 Array berukuran 2x3, bertipe integer
Inisialisasi Array 2 Dimensi
• Bagaimana deklarasi dan inisialisasi array-
array berikut ?
1.
2. 3.
30 40 50 30 40 50
10 20
40 50
10 20
Z X c V B N
A S D F G H
q W e R t Y
Inisialisasi Array 2 Dimensi
• Bisa saja tidak seluruh elemen diinisialisasi
• Contoh :
int data[2][3] = { {3,2,3}, {3,4} }
Kurang 1 elemen
Inisialisasi Array 2 Dimensi
• Jika ada beberapa elemen yang tidak
diinisialisasi, maka isinya akan menjadi NULL
atau karakter 0.
int data[2][3] = { {3,2,3}, {3,4} }
3 2 3
3 4 NuLL
Inisialisasi Array 2 Dimensi
• Benar atau salah inisialisasi berikut :
– int data[2][3] = { {10, 20, 30}};
– int data[2][3] = { {10, 20, 30}, { } };
– int data[2][3] = { {10, 20. 30}, {10} };
– float data[2][3]={{10.20,30},{10,20}};
Inisialisasi Array 2 Dimensi
• Khusus untuk array 2 dimensi bertipe char,
inisialisasi dapat dilakukan dengan cara-cara
berikut :
char nama[2][6] = {{‘m’, ’a’, ’r’, ’k’},
{‘k’, ’e’, ’v’, ’I’, ’n’}};
char nama[2][6] = {“mark”,
“kevin”};
Pengaksesan Array 2 Dimensi
• Elemen dalam array 2 dimensi diakses dengan
penanda baris dan kolom
• Contoh :
 diakses dengan : data[0][1];
10 20 30
40 50 60
2
1
0
0
1
Pengaksesan Array 2 Dimensi
• Urutan pengaksesan tidak harus baris-per-
baris, tapi bisa kolom-per-kolom sesuai
kebutuhan
• Baris-per-baris : Kolom-per-kolom
10 20 30
40 50 60
10 20 30
40 50 60
Pengaksesan Array 2 Dimensi
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void main ()
{
int data[2][3]={ {6,3,4},
{1,7,8} };
for(int b=0;b<2;b++){
for(int k=0; k<3;k++)
{ cout<<" "<<data[b][k];}
cout<<"nn";}
getch();
}
Operasi Pada Array 2 Dimensi
• Array 2 dimensi sering disebut matriks
• Karena itu, operasi pada array 2 dimensi pada
umumnya adalah operasi matriks, seperti
menjumlahkan, mengurangkan, dan
mengkalikan dua matriks, inverse matriks,
transpose matriks dan sebagainya
Operasi Pada Array 2 Dimensi
• Untuk menyalin isi matriks ke matriks lainnya
harus menyalin setiap elemen (baris dan
kolom)
int data[2][3] = {{1,2,3}, {2,2,2}};
int salinan[2][3];
salinan = data;  Proses ini salah !!
Operasi Pada Array 2 Dimensi
…
int data[2][3] = {{1,2,3}, {2,2,2}};
int salinan[2][3];
for(int b=0; b<2; b++) {
for(int k=0; k<3; k++) {
salinan[b][k] = data[b][k];  Proses ini benar !!
}
}
…
Contoh input dan cetak
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void main ()
{
int matriks[3][3];
cout<<"masukkan nilai matriks!!:n";
for(int b=0; b<3; b++) {
for(int k=0; k<3; k++) {
cout<<"Elemen ke ["<< b+1 <<","<<k+1 <<"] = ";
cin>>matriks[b][k]; }
}
cout<<"nncetak hasil:n";
for(int b=0; b<3; b++) {
for(int k=0; k<3; k++) {
cout<<matriks[b][k]<<" ";
}
cout<<"nn";
}
getch();
}
Operasi Matriks : Transpose
• Operasi ini membalik posisi elemen-elemen
dalam matriks, baris menjadi kolom dan
sebaliknya, kolom menjadi baris
1 2 3
4 5 6
7 8 9
1 4 7
2 5 8
3 6 9
Operasi Matriks : Transpose
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void main (){
int matriks[3][3] = {{1,2,3},{4,5,6},{7,8,9}};
int transpose[3][3];
cout<<"nmatriks:n";
for(int b=0; b<3; b++) {
for(int k=0; k<3; k++) { cout<<" "<<matriks[b][k]; }
cout<<"nn";}
for(int b=0; b<3; b++) {
for(int k=0; k<3; k++) {
transpose[k][b] = matriks[b][k]; }}
cout<<"ntanspose dari matriks:n";
for(int b=0; b<3; b++) {
for(int k=0; k<3; k++) { cout<<" "<<transpose[b][k];
} cout<<"nn"; }
getch(); }
Operasi Matriks : Tambah
• Untuk dapat menjumlahkan atau
mengurangkan dua matriks, syaratnya adalah :
– Dimensi kedua array sama (ukuran baris dan
kolomnya sama)
1 2 3
4 5 6
7 8 9
1 4 7
2 5 8
3 6 9
2 6 10
6 10 14
10 14 18
+ =
Operasi Matriks : Tambah
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void main(){
int matriks1[3][3] = {{12,12,23},
{24,15,16},
{17,18,29}};
int matriks2[3][3] = {{19,11,29},
{17,25,17},
{16,15,19}};
int hasil[3][3];
for(int b=0;b<3;b++){
for(int k=0;k<3;k++){
hasil[b][k]=matriks1[b][k]+matriks2[b][k] ;
} }
for(int b=0;b<3;b++){
for(int k=0;k<3;k++){
cout<<" "<<hasil[b][k];
} cout<<"nn";
}
getch(); }

Array 2 Dimensi.pptx

  • 1.
    ARRAY 2 Dimensi ProdiBisnis Digital Universitas Garut 2022
  • 2.
    ARRAY 2 Dimensi •Jika array satu dimensi hanya terdiri dari sebuah baris, maka array dua dimensi terdiri dari beberapa baris elemen yang bertipe sama.
  • 3.
    ARRAY 2 Dimensi •Pada Array 1 Dimensi : • Terdiri dari 1 baris, berisi beberapa data, semuanya memiliki tipe data yang sama 1 11 32 17 25 12 66
  • 4.
    ARRAY 2 Dimensi •Pada Array 2 Dimensi : • Terdiri lebih dari 1 baris, berisi beberapa data yang semuanya memiliki tipe data yang sama 12 17 22 14 10 5 13 5
  • 5.
    ARRAY 2 Dimensi •Terdiri dari baris dan kolom 12 17 22 14 10 5 13 5 2 1 0 3 0 1 Kolom, 4 Baris, 2 Dimensi Array dinyatakan dalam Baris x Kolom Array 2 x 4
  • 6.
    Deklarasi Array 2Dimensi Tipe-data nama-array[jumlah baris][jumlah kolom] tipe-data : tipe data dari elemen array nama-array : nama dari variabel array jumlah baris : jumlah baris elemen array jumlah kolom : jumlah kolom elemen array
  • 7.
    Deklarasi Array 2Dimensi • Contoh : int arrayku[2][3];  Mendeklarasikan array berukuran 2x3, bertipe integer 2 1 0 0 1
  • 8.
    Deklarasi Array 2Dimensi • Contoh : char peserta[10][50];  Mendeklarasikan array berukuran 10x50 bertipe char
  • 9.
    Deklarasi Array 2Dimensi • Contoh : int data[1][4];  bagaimanakah array yang terbentuk ? Sama saja dengan  int data[4]; 2 1 0 3 0
  • 10.
    Inisialisasi Array 2Dimensi • Inisialisasi bisa dilakukan saat variabel dideklarasikan • Untuk Array 1 Dimensi, pemberian nilai dengan tanda ‘{ }’ • Dengan Array 2 Dimensi sama saja, hanya ada tambahan tanda ‘{ }’ untuk masing-masing barisnya
  • 11.
    Inisialisasi Array 2Dimensi • Array 1 Dimensi : int data[3] = {30, 40, 50}; • Array 2 Dimensi : int data[2][3] = { {10,20,30}, {40,50,60} }; 30 40 50 10 20 30 40 50 60
  • 12.
    Inisialisasi Array 2Dimensi • int data[2][3] = { {10,20,30}, {40,50,60} }; Baris ke 0 Baris ke 1 10 20 30 40 50 60 2 1 0 0 1
  • 13.
    Inisialisasi Array 2Dimensi • Jumlah baris dan kolom bisa tidak dicantumkan asalkan array langsung diinisialisasikan int data[][] = { {10,20,30}, {40,50,60} };  Array berukuran 2x3, bertipe integer
  • 14.
    Inisialisasi Array 2Dimensi • Bagaimana deklarasi dan inisialisasi array- array berikut ? 1. 2. 3. 30 40 50 30 40 50 10 20 40 50 10 20 Z X c V B N A S D F G H q W e R t Y
  • 15.
    Inisialisasi Array 2Dimensi • Bisa saja tidak seluruh elemen diinisialisasi • Contoh : int data[2][3] = { {3,2,3}, {3,4} } Kurang 1 elemen
  • 16.
    Inisialisasi Array 2Dimensi • Jika ada beberapa elemen yang tidak diinisialisasi, maka isinya akan menjadi NULL atau karakter 0. int data[2][3] = { {3,2,3}, {3,4} } 3 2 3 3 4 NuLL
  • 17.
    Inisialisasi Array 2Dimensi • Benar atau salah inisialisasi berikut : – int data[2][3] = { {10, 20, 30}}; – int data[2][3] = { {10, 20, 30}, { } }; – int data[2][3] = { {10, 20. 30}, {10} }; – float data[2][3]={{10.20,30},{10,20}};
  • 18.
    Inisialisasi Array 2Dimensi • Khusus untuk array 2 dimensi bertipe char, inisialisasi dapat dilakukan dengan cara-cara berikut : char nama[2][6] = {{‘m’, ’a’, ’r’, ’k’}, {‘k’, ’e’, ’v’, ’I’, ’n’}}; char nama[2][6] = {“mark”, “kevin”};
  • 19.
    Pengaksesan Array 2Dimensi • Elemen dalam array 2 dimensi diakses dengan penanda baris dan kolom • Contoh :  diakses dengan : data[0][1]; 10 20 30 40 50 60 2 1 0 0 1
  • 20.
    Pengaksesan Array 2Dimensi • Urutan pengaksesan tidak harus baris-per- baris, tapi bisa kolom-per-kolom sesuai kebutuhan • Baris-per-baris : Kolom-per-kolom 10 20 30 40 50 60 10 20 30 40 50 60
  • 21.
    Pengaksesan Array 2Dimensi #include <iostream.h> #include <conio.h> void main () { int data[2][3]={ {6,3,4}, {1,7,8} }; for(int b=0;b<2;b++){ for(int k=0; k<3;k++) { cout<<" "<<data[b][k];} cout<<"nn";} getch(); }
  • 22.
    Operasi Pada Array2 Dimensi • Array 2 dimensi sering disebut matriks • Karena itu, operasi pada array 2 dimensi pada umumnya adalah operasi matriks, seperti menjumlahkan, mengurangkan, dan mengkalikan dua matriks, inverse matriks, transpose matriks dan sebagainya
  • 23.
    Operasi Pada Array2 Dimensi • Untuk menyalin isi matriks ke matriks lainnya harus menyalin setiap elemen (baris dan kolom) int data[2][3] = {{1,2,3}, {2,2,2}}; int salinan[2][3]; salinan = data;  Proses ini salah !!
  • 24.
    Operasi Pada Array2 Dimensi … int data[2][3] = {{1,2,3}, {2,2,2}}; int salinan[2][3]; for(int b=0; b<2; b++) { for(int k=0; k<3; k++) { salinan[b][k] = data[b][k];  Proses ini benar !! } } …
  • 25.
    Contoh input dancetak #include <iostream.h> #include <conio.h> void main () { int matriks[3][3]; cout<<"masukkan nilai matriks!!:n"; for(int b=0; b<3; b++) { for(int k=0; k<3; k++) { cout<<"Elemen ke ["<< b+1 <<","<<k+1 <<"] = "; cin>>matriks[b][k]; } } cout<<"nncetak hasil:n"; for(int b=0; b<3; b++) { for(int k=0; k<3; k++) { cout<<matriks[b][k]<<" "; } cout<<"nn"; } getch(); }
  • 26.
    Operasi Matriks :Transpose • Operasi ini membalik posisi elemen-elemen dalam matriks, baris menjadi kolom dan sebaliknya, kolom menjadi baris 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 4 7 2 5 8 3 6 9
  • 27.
    Operasi Matriks :Transpose #include <iostream.h> #include <conio.h> void main (){ int matriks[3][3] = {{1,2,3},{4,5,6},{7,8,9}}; int transpose[3][3]; cout<<"nmatriks:n"; for(int b=0; b<3; b++) { for(int k=0; k<3; k++) { cout<<" "<<matriks[b][k]; } cout<<"nn";} for(int b=0; b<3; b++) { for(int k=0; k<3; k++) { transpose[k][b] = matriks[b][k]; }} cout<<"ntanspose dari matriks:n"; for(int b=0; b<3; b++) { for(int k=0; k<3; k++) { cout<<" "<<transpose[b][k]; } cout<<"nn"; } getch(); }
  • 28.
    Operasi Matriks :Tambah • Untuk dapat menjumlahkan atau mengurangkan dua matriks, syaratnya adalah : – Dimensi kedua array sama (ukuran baris dan kolomnya sama) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 4 7 2 5 8 3 6 9 2 6 10 6 10 14 10 14 18 + =
  • 29.
    Operasi Matriks :Tambah #include <iostream.h> #include <conio.h> void main(){ int matriks1[3][3] = {{12,12,23}, {24,15,16}, {17,18,29}}; int matriks2[3][3] = {{19,11,29}, {17,25,17}, {16,15,19}}; int hasil[3][3]; for(int b=0;b<3;b++){ for(int k=0;k<3;k++){ hasil[b][k]=matriks1[b][k]+matriks2[b][k] ; } } for(int b=0;b<3;b++){ for(int k=0;k<3;k++){ cout<<" "<<hasil[b][k]; } cout<<"nn"; } getch(); }